[One-Shot] Foreigner

Title: Foreigner
Genre: Comedy, friendship
Rating: G
Character: Cho Kyuhyun, Tika (nama tetep wkwkwkw sesuai request-an yang punya nama :p), dan beberapa makhluk gak jelas tokoh lainnya

akhirnya nulis lageee~ yang ini beneran gak jelas deh. Serius. Kalau mau protes silakan ditulis di komen, biayanya satu album Bijin *maunyaaaa

Oke, monggo dibacaaaa~

————————————————

“Ya! Cho Kyuhyun!” bentakku ke orang yang sedang duduk di depanku sambil menyantap makan siangnya. Ia menoleh dengan posisi sendok berisi nasi goreng freeze di depan wajahnya, matanya menatapku dengan tatapan apaan-sih-ganggu-orang-makan-aje.
“Kapan nilaimu bisa membaik?” aku menghela napas sambil menunjuk ke lembar jawaban ujian bulanan yang baru dibagi tadi.
“Kapan-kapan.” jawabnya asal sambil melanjutkan makan. Apa-apaan sih dia ini?

“Hei, dari fakta yang kubaca di internet, kau pintar, kan?” cetusku.
“Memang!”
“Lah, kenapa nilaimu cuma segini?”
“Ya nggak tau~” ia mengedikkan bahunya ringan. Aku mendengus sebal.
“Apa kata ELF dan SparKyu nanti kalau mereka tahu seorang Cho Kyuhyun yang katanya pintar itu dapet nilai jelek mulu waktu ujian bulanan?” aku menyindirnya. Ia menatapku dengan tatapan membunuh, menelan makanannya, dan membuka mulut.

“Kalau begitu, mereka akan menyalahkan pendampingku, agasshi.”

————————————————

Yak, orang yang sedang duduk di sebelahku itu memang seekor, eh maksudku seorang Cho Kyuhyun, magnae Super Junior yang amat-sangat-luar-biasa kurang ajar itu. Kenapa dia bisa terdampar di Indonesia, tepatnya di Jogja, kota yang jauhnya beratus-ratus kilometer dan 8 jam terbang dari Seoul? Dan kenapa ia bisa kenal denganku?

Jadi begini. Setahun yang lalu, ada pengumuman dari universitas tempatku kuliah kalau seorang mahasiswa pertukaran pelajar dari Korea Selatan akan datang dan dia masuk ke fakultas yang sama denganku, fakultas seni.
Kebetulan, ‘keluarga sementara’ si mahasiswa itu adalah keluargaku, dan otomatis aku juga yang diminta mendampingi si orang korsel itu selama di sini.
Alasannya? Menurut pihak kampus, aku yang paling jago berbahasa asing –termasuk sedikit bahasa Korea, walaupun tak terlalu fasih, yang kupelajari dari kegiatan fangirling sehari-hari– di kelasku. Selain itu, karena aku memang berdomisili di Jogja dengan keluargaku, maka pihak kampus akan lebih mudah mengurus ini-itu daripada kalau mereka menitipkan si mahasiswa pindahan ke rumah teman-temanku yang rata-rata ngekos dan tinggal sendiri.

“Jadi, ada 2 alasan kami memilihmu, Dewi Tika. Menurut teman-temanmu kau mahir berbahasa Inggris dan sedikit Korea, dan kau bisa mendampinginya selama ia ada di sini. Selain itu, kau tinggal dengan keluarga, kan? Jauh lebih aman menitipkan mahasiswa pertukaran pelajar ini pada keluargamu daripada menitipkannya pada orang lain.”
Yah, begitulah kira-kira kata-kata dosen kelasku saat aku bertanya, setahun yang lalu setelah aku dipanggil untuk diberitahu tentang hal ini.

Tidak banyak yang kuketahui tentang orang itu. Yang aku tahu saat itu hanyalah dia itu cowok, umur 20-an dan baru akan masuk kuliah. Pihak kampus tidak memberi info tambahan, sebatas itu saja.

Beberapa hari sebelum hari-H si mahasiswa korsel datang, tersiar kabar di internet bahwa Cho Kyuhyun, member termuda Super Junior –dan juga biasku di SJ–, akan cuti sementara untuk fokus ke pendidikannya. Tapi ke universitas mana dia akan kuliah, tak ada yang tahu. Pihak SM hanya memberitakan bahwa Kyu akan cuti dan ia sudah mengambil scholarship untuk belajar di luar negeri.

Tapi kemana?

Aku sendiri saat itu tak terlalu ambil pusing. Maklum, aku sedang mempersiapkan kedatangan si mahasiswa pertukaran pelajar. Sejak sebulan sebelum si maba datang, aku mencoba memperlancar bahasa Koreaku. Semoga saja si korsel itu bisa berbahasa Inggris atau mengerti bahasa Indonesia sedikit >_<

H-1 sebelum D-day, setelah kuliah selesai lagi-lagi aku dipanggil ke ruang dosen. Kali ini Pak Dosen menyerahkan sebuah stopmap ke tanganku.
“Ini data tentang mahasiswa itu, baru saja sampai tadi pagi. Jangan sampai telat menjemputnya besok.”

Aku membuka stopmap itu. Halaman pertama berisi keterangan tentang kedatangan orang itu besok. Selesai membaca isi halaman (yang untungnya berbahasa Inggris, bukan Korea), aku segera membaliknya.
Halaman kedua= biodata si mahasiswa baru.

Entah kenapa, tatapanku langsung tertuju ke kolom nama, bukan ke foto yang ada di pojok kiri atas halaman.

Name: 초 규현/Cho Kyuhyun

Aku mengerjapkan mata. Masa’ sih ini si Kyuhyun yang itu?
Ah, paling cuma namanya aja yang sama. Aku segera melanjutkan membaca data itu.

D.O.B: 3rd of February, 1988

Oke, tanggal lahirnya sama. Tapi kebetulan kan bisa saja terjadi, ya nggak?
Atau mungkin aku kebanyakan fangirling, makanya yang kebayang si Kyuhyun mulu.
Mataku kembali bergerak menelusuri tulisan di kertas itu hingga sampai ke kolom keterangan tambahan.

– Graduated from Kyunghee University on Modern Music major.
– Currently working as a singer and also a member of Super Junior, under S.M. Entertainment label.

Aku menelan ludah. Kulirik foto di pojok kiri atas halaman.
Di foto ukuran 4×6 itu tampak seraut wajah orang yang sangat familiar. Mirip seseorang –bukan, memang dia orangnya. Orang yang selama ini hanya bisa kulihat di layar laptopku, orang yang benar-benar ingin kutemui secara langsung, orang yang membuatku niat menabung agar bisa nonton Super Show suatu hari nanti.

Dan besok aku akan melihatnya langsung!

Aku mencubit lenganku dan mengaduh pelan. Ini bukan mimpi. Ini bukan mimpi!
Lututku lemas. Setelah berpamitan kepada Pak Dosen, aku keluar ruangan. Stopmap ditanganku masih terbuka di halaman yang sama. Berkali-kali kubaca, tapi isinya tetap sama.
Berarti… mataku tidak salah, kan?

————————————————

Kulirik jam tangan di pergelangan tangan kiriku. Setengah 4 sore, dan pesawat yang membawa Kyuhyun dijadwalkan tiba pukul 15.45.
Aku menyeruput minuman yang barusan kubeli di salah satu toko donat, lengkap dengan selusin donatnya. Paling tidak ada teman menunggu di ruang tunggu outdoor Adisucipto yang panas ini ==

Aku melihat ke sekeliling. Barisan kursi-kursi di sekitarku tampak kosong, dan tak banyak orang yang berdiri di depan pintu keluar penumpang. Berarti memang tidak ada yang tahu kalau Kyuhyun akan datang. Pihak SM berhasil menutupinya, sepertinya…

Iseng-iseng aku mengecek timeline twitter. Masih adem-ayem, tidak ada keributan. Berarti di Jakarta tadi tidak ada yang tahu juga, baguslah…
Beberapa fanbase masih berspekulasi tentang kemana kira-kira Kyuhyun pergi, tapi tak ada yang membawa-bawa berita heboh macam ‘Seseorang yang Mirip Cho Kyuhyun Terlihat di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta’ atau ‘Super Junior’s Cho Kyuhyun was Spotted at Jakarta’

Donat di kotak masih tersisa 8 buah. Kuputuskan berhenti ngemil donat daripada makanan itu berubah jadi lemak di tubuhku. Kumasukkan kotak itu ke tas plastiknya.
Jam di handphoneku menunjukkan pukul 15.42. Sayup-sayup terdengar pengumuman bahwa pesawat dari Jakarta akan segera mendarat. Aku bangkit, keluar dari twitter, dan berjalan ke arah pintu keluar penumpang. Kurogoh tasku yang penuh untuk mengambil selembar kertas HVS bertuliskan nama Kyuhyun dalam aksara hangul.

“Mohon perhatiannya, Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA123 *ngarang* dari Jakarta telah mendarat. Attention please…” suara mbak-mbak petugas informasi kembali terdengar. Aku menaikkan alis, lalu berdiri agak dekat dengan pintu keluar. Kertas itu kupegang dengan satu tangan. Tangan satunya? Kerepotan membawa gelas plastik dan kotak donat –”

Aku melongok ke dalam ruangan. Para penumpang sudah turun dan sedang menunggu barang bawaan mereka lewat (?) di conveyor belt.
Aku memicingkan mata saat menangkap sesosok orang yang terlihat berbeda. Wajahnya tertutup jaket berkerah tinggi yang dikenakannya, topi menutupi kepala bagian atasnya dan kacamata hitam bertengger di hidungnya. Tinggi badannya di atas rata-rata orang Indonesia, dan kulit putih pucatnya makin mengindikasikan kalau dia bukan orang Indonesia.

Ah~ dia pasti Kyuhyun, gumamku dalam hati sambil tetap memperhatikan orang itu. Sekarang ia sudah menarik kopernya ke arah pintu keluar. Aku membetulkan letak kertasku agar mudah dibaca.

Ia –si tersangka Kyuhyun (?)– sudah berada di depan pintu. Sembari menyerahkan potongan tiket dan beberapa lembar kertas ke petugas, ia memandang keluar ruangan yang hanya dibatasi pintu kaca dan jendela-jendela besar itu. Aku menaikkan kertasku, berharap ia dapat melihatnya, tapi entahlah ._____.

Beberapa saat kemudian orang itu keluar dari ruang penumpang. Aku refleks menarik lengannya saat ia melewatiku, tanganku mengacungkan kertas itu ke arahnya.
“Kyuhyun-ssi?” tanyaku ragu. Ia mengangguk, dapat kulihat raut heran di wajahnya. Buru-buru kutarik ia keluar dari kerumunan penjemput, dan kubawa ia duduk di salah satu kursi tunggu.

“Annyeong haseyo Kyuhyun-ssi, naega Dewi Tika Sari imnida.” aku membalik kertas itu dan menunjukkan surat keterangan tentang kedatangannya. Raut wajah herannya segera berubah menjadi lega. Mungkin karena tadi ia takut tidak ada yang menjemputnya?

“Erm… nuguseyo?” tanyanya. Aku diam sebentar. Skill bahasa Koreaku yang sudah jongkok makin turun, sekarang ngesot sepertinya .-.
(habis ini mohon dianggap pakai bahasa korea ya, matur nuwun~)
“Aku yang nantinya akan mendampingimu selama di kampus.” jawabku. “Bisa bahasa Inggris? Atau Indonesia?”
“Inggris bisa sedikit. Kalau Indonesia… nggak.” jawabnya sambil menurunkan kerah jaketnya. Huah, pasti panas banget pakai jaket pas Jogja baru panas-panasnya kayak sekarang.
“Topi sama jaketnya dilepas saja. Di sekitar sini nggak ada ELF atau SparKyu kok.” kataku. Matanya membulat.
“Jinjjayo? Syukurlah~” ia segera melepas topi dan membuka jaketnya, sekarang alat penyamarannya tinggal kacamata yang bertengger di hidungnya saja. Aku mulai sulit bernapas =____=

“Kyuhyun-ssi, barang-barangmu sudah lengkap?” tanyaku, berusaha mengalihkan perhatian.
“Ne, cuma satu koper ini kok.” katanya sambil menunjuk koper besar yang ‘diparkir’ di sebelahnya. Aku mengangguk-angguk dan tiba-tiba teringat sesuatu.
“Bawa handphone?” tanyaku. Ia mengangguk sambil mengeluarkan hp dari saku celananya. Aku segera mengambil sesuatu dari tas.
“Ini SIM Card untuk di Indonesia.” aku melepas chip SIM Card itu dan memberikannya ke Kyuhyun yang langsung memasangkannya ke HP-nya.
“Gomawo~” katanya sambil menghidupkan handphone.
“Pakai bahasa informal saja, ne? Panggil aku Kyuhyun-ah atau apa, sesukamu saja.”
“GameKyu boleh?” sindirku. Ia terkekeh.
“Terserah~ nama panggilanmu apa?”
“Naega? Tika, tapi dari SMP teman-temanku biasa pakai nama Tobil *buka aiiiiibbbb*”
“Oh, oke. Tika saja.” ia menarik napas. “Omong-omong, kau tahu tentangku, ya?”
“Aku ini ELF~”
“Mwo? Benarkah?” ia terbelalak. “Biasmu siapa?”
“Aku SparKyu.” gumamku pelan, tapi tak cukup pelan untuk tak terdengar olehnya.
“Mwoooooo, kau fansku?” ia mulai terbahak. Keputusanku untuk jujur sepertinya salah ==
Aku segera mengambil sepotong donat dari kotak dan menyumpal mulutnya dengan donat itu.

“Ayo.” aku bangkit dari kursi dan merapikan bajuku sebentar.
“Mfau Khemfanga?” tanyanya masih dengan donat di mulutnya.
“Pulang, lah! Kau akan tinggal di rumahku selama pertukaran pelajar ini!”

————————————————

Kyuhyun datang hari Jumat, dan dia mulai kuliah hari Senin. Selama 2 hari kosong itu aku mengajaknya jalan-jalan keliling Jogja, sekalian mengajari bahasa Indonesia.

“Hari ini kita ke kampus. Karena hari ini libur, pasti sepi, jadi kau bisa lebih bebas.” kataku saat ia akan memasuki kamarnya yang bersebelahan dengan kamarku.
“Oh. Arasseo.”
“Nanti jam 9 kita berangkat. Kau pakai hoodie saja!” tambahku tepat saat ia menutup pintu kamarnya.

Aku masuk ke kamarku. Melirik jam di dinding sejenak, lalu tatapanku berpindah ke big poster Super Junior yang kudapatkan saat membeli album terbaru mereka. Siapa sangka salah satu personilnya akan tinggal di rumahku?

“Kau ini benar-benar ELF ya…” terdengar suara seseorang di belakangku. Aku refleks berbalik dan terlihatlah evilsmirk si evil magnae.
“Hya! Kau kenapa masuk kamarku tanpa permisi?!” bentakku.
“Sudah jam setengah 9 dan kau belum ganti baju? Nanti telat. Yeoja kan kalau dandan lama.”
Aku mendengus kesal dan mengambil baju yang sudah kusiapkan di atas kasur, lalu masuk ke kamar mandi dalam kamarku.

“Jangan ngintip, jangan aneh-aneh, jangan menyentuh barang-barang yang tidak kau ketahui fungsinya!”
“Ne~”

Meski dia sudah bilang ‘ya’, perasaanku masih nggak enak =____= aku mempercepat tempo ganti bajuku dan keluar dari kamar mandi.
Dan benar saja, ia sudah duduk di depan laptopku. Ulangi, DI DEPAN LAPTOPKU!
Sebenarnya tak apa-apa sih, tapi wallpaper laptopku kan… wallpaper laptopku kan…

“Hya! Kata siapa kau boleh pinjam laptopku?!” teriakku sambil menutup laptop itu dan menariknya dari hadapannya.
“Ya, kau segitu ngefansnya padaku? Aigoo~” ia terkekeh. Tuh kan, pasti gara-gara wallpaper kumpulan foto close-up nya yang kubuat beberapa waktu yang lalu itu =_____=

Aku mengacuhkannya dan menyambar tasku serta kunci mobil.
“Ayo berangkat.” ajakku. Ia menoleh dan bangkit, masih dengan tawa kecil. Sumpah, orang ini menyebalkan sekaliiiii -____-”

————————————————

“Aku lapaaaaar.” katanya sambil menarik-narik lengan kiriku. Kami baru saja selesai berkeliling kampus, sekaligus kujelaskan letak ruang-ruang penting di fakultas kami.
“Mau makan apaan?”
“Ddeokbokki…”
“Kau pikir ini di Korea?” kudorong kepalanya pelan sambil tetap fokus menyetir.
“Ya kemana gitu deh.” jawabnya akhirnya. Aku berpikir sebentar.

“Ke mall, makan terus jalan-jalan mau nggak?” ajakku. Ia mengerutkan kening.
“Eh? Boleh, tapi kalau ada…”
“Bawa hoodie, kan? Pakai itu saja, kayaknya nggak bakal ada yang mengenalimu. Oh iya, sekalian kacamata biasa juga.”
Ia mengangguk-angguk. “Kok semudah itu, sih? Memangnya disini nggak ada ELF?”
“Ada banyak sepertinya, tapi kupikir kau tak perlu menyamar berlebihan, karena nanti malah jadi mencurigakan.”

Mobil mulai masuk ke area parkir. Setelah mengambil tiket, aku mencari tempat yang kosong dan memarkirkan mobil.
Kami turun dari mobil dan masuk ke mall. Untung masih lumayan sepi karena ini masih pagi, jadi kami lebih leluasa berjalan-jalan.

“Ke foodcourt ya berarti…” gumamku.
“Foodcourtnya dimana?”
“Lantai paling atas. Ayo~”

Sampai di foodcourt, Kyuhyun bingung sendiri saat melihat daftar menu.
“Yang enak yang mana?” tanyanya.
“Nih,” aku menunjuk gambar gado-gado di buku menu.
“Shirheoooo, itu sayur semua!”
Aku lupa kalau dia pembenci sayur nomor satu =____=

Akhirnya ia memilih makan nasi goreng biasa. Setelah memesan seporsi nasi goreng, seporsi pecel dan 2 gelas es teh, aku kembali duduk di depannya.
“Sudah lama aku nggak pergi sebebas ini.” ucapnya.
“Di Korea harus menyamar terus, ya?”
Ia mengangguk. “Tapi disini beda. Aku bisa santai berjalan meski cuma pakai hoodie dan kacamata kayak sekarang ini. Rasanya seperti aku hanya orang biasa, bukan artis~”

Pesanan kami datang. Karena foodcourt itu masih sepi, sepertinya proses masaknya jadi lebih cepat ·_·
“Itu apaan?” tanyanya sambil menunjuk pecel di depanku.
“Ini? Ini pecel. Sayur disiram kuah kacang. Mau coba?”
Ia menggeleng begitu mendengar kata sayur. “Kalau ada sayurnya nggak jadi, deh.”
Aku terkekeh dan melanjutkan makan. Sesekali ia bertanya tentang kata-kata bahasa Indonesia yang terdengar olehnya, dan aku menerjemahkannya ke bahasa Korea.
Hasilnya, hari ini dia tahu arti terima kasih, harga, pecel, nasi goreng, es teh, dan berapa kurs rupiah jika dibandingkan dengan won.

————————————————

“Ada albumku… maksudku, kami!” tunjuknya ke salah satu rak.
Aku mengajaknya ke salah satu toko musik yang menjual beberapa CD dan DVD KPop. Kami sekarang sedang ‘ngerusuh’ di bagian itu.

“DVD Super Show 3!” aku menunjuk ke rak yang cukup tinggi. “Kyu, tolong ambilin!”
“Ah, Super Show 3… sudah lama, ya.” katanya setelah mengambil DVD itu.
“Berarti tahun ini kau tidak ikut?” tanyaku sambil mencari label harga DVD itu. 400 ribu? Duh, aku bawa uang berapa?
“Ne~ Kangin, Teukie dan Chullie hyung juga sudah selesai wamil jadi tahun ini hanya ada 11 orang yang akan tampil.” katanya. “Tapi mungkin untuk yang di Indonesia aku akan ikut.”

“Berapa harganya?” tanyanya tiba-tiba.
“400 ribu… atau 40 ribu won.” aku meletakkan DVD itu ke rak dan mengambil dompetku.
“Bawa uang berapa?”
“Ada 500 ribu, tapi ini uang saku bulananku…” gumamku. Huaaaaa, aku harus bagaimana ini?

Akhirnya aku menaruh DVD itu ke raknya kembali, lalu mengajak Kyuhyun meninggalkan toko itu.
“Eh, sebentar, ada yang ketinggalan di dalam. Kau tunggu di sini saja!” katanya sambil masuk ke toko itu lagi. Aku mengerutkan kening, kemudian berbalik dan bersandar di dekat pintu toko.
Beberapa menit kemudian, ia keluar lagi dengan membawa tas plastik di tangannya.

“Nih.” ia menyerahkan plastik itu kepadaku. Aku membukanya.
“Eh…” kukeluarkan isi tas itu. DVD SuShow 3?
“Anggap saja sebagai ganti nasi gorengnya tadi.” katanya. Aku terbelalak.
“Lho, tapi harga DVD ini 40 kali lipat harga nasi gorengnya!”
“Berarti kau masih harus mentraktirku 39 porsi nasi goreng lagi, arasseo?”

————————————————

Dan akhirnya hari Senin tiba. Aku sudah mengantisipasi hampir semua kemungkinan yang terjadi. Rencananya.kami akan masuk lewat pintu belakang yang relatif sepi, lalu naik tangga ke lantai 2 tempat kelas kami berada, dan masuk ke kelas dengan damai.
Tambahan lagi, kami akan datang sejam sebelum kuliah dimulai. Aku yakin jam segitu hanya ada Pak Cleaning Service di kampus.

“Aku perlu menyamar tidak?” tanya Kyuhyun sambil memilah baju-baju di kopernya yang belum sempat dibereskan.
“Yang biasa saja. Kacamata plus topi atau hoodie, pilih salah satu.” kataku sambil memperhatikannya dari atas ke bawah. “Oke, itu saja cukup.”

Berhubung teman-teman sekelasku belum ada yang tahu kalau si mahasiswa pindahan adalah seorang Cho Kyuhyun, aku sudah bisa menebak bagaimana reaksi mereka –terutama teman-temanku sesama KPoper yang untungnya cuma sedikit di kelasku.
“Kalau nanti anak-anak di kelas kita, terutama yang yeoja, pada heboh, gimana?”
“Ya sudah…” jawabnya santai.
“Kalau media tahu?”
“Sepertinya tak apa-apa.” ia mengedikkan bahu.
“Kau ini kenapa santai sekali, sih?” aku memukul kepalanya.
“Kenapa malah kau yang ribut sendiri?” ia balas memukul kepalaku. Aku mencibir dan mengalihkan.pandangan ke jam tanganku.

“Sekarang sudah jam setengah 8. Ayo berangkat!” aku bangkit berdiri dari kasurnya.
“Jam segini? Bukannya kuliah mulai jam 9?” sanggahnya
“Kau mau selamat sampai kelas atau tidak?” balasku cepat. Ia hanya mengangguk dan menyampirkan postman bagnya ke pundak.
Kami turun ke lantai bawah dan berpamitan ke ibuku (Kyuhyun sudah bisa bilang ‘kami pergi’ dalam bahasa Indonesia, plus beberapa kata-kata gaul lainnya. Paling tidak saat kuajak berbicara dalam bahasa Indonesia dia sudah cukup mengerti, thanks to diriku sendiri). Langsung capcus ke kampus!

————————————————

Kami sudah sampai di parkiran kampus. Setelah turun dan memastikan mobil terkunci, kami berjalan ke arah pintu belakang. Karena semua urusan administrasi Kyuhyun sudah beres, ia bisa langsung masuk kelas.
Suasana di gedung fakultas kami masih amat-sangat-sepi. Tepat seperti perkiraanku, hanya ada Pak Petugas Cleaning Service yang sibuk mengepel lantai.

“Biasanya kampus mulai ramai jam setengah 9. Jadi paling aman datang jam segini.” jelasku padanya. Ia mengangguk dan mengeluarkan PSP dari tasnya.
“Pagi-pagi udah main game aja kerjanya. Ini di kampus, Kyu!”
“Biasanya sebelum show juga aku main game dulu kok. Sama aja kan?”
Aku melengos. Dasar gak niat =______=

Kami masuk ke kelas yang masih kosong. Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekitar.
“Aku… duduk dimana?”
Aku mengerutkan kening. “Biasanya kami boleh duduk dimana saja, siapa cepat dia dapat. Pilih saja sesukamu.” kataku sambil menaruh tas di salah satu kursi. Kyuhyun akhirnya meletakkan tasnya di sebelahku.
“Biar kalau ada apa-apa aku gampang tanyanya.” kilahnya sebelum aku sempat memprotes. “Duduk di sebelah artis itu kesempatan yang langka, lho!”
Aku mengangkat bahu dan membungkam mulut, malas berdebat dalam bahasa yang tidak sepenuhnya aku mengerti.

“Tunggu, berarti nanti aku harus memperkenalkan diri? Sendirian?” tanyanya.
“Iyalah. Mau sama siapa lagi?” jawabku acuh.
“Pakai bahasa apa? Masa’ Korea?”
“Bahasa Inggris, syukur kalau pakai bahasa Indonesia.”
“Kau tahu kan bahasa Inggrisku seperti apa?” ia menatapku dengan tatapan ayolah-bantu-aku plus puppy eyes andalannya. Err –”

“Oke, nanti kubantu! Nanti kubantu!”
“Janji?” ia mengangsurkan kelingkingnya. Aku segera mengaitkan kelingkingku dengannya.

Waktu terus berjalan dan gedung fakultas mulai ramai. Aku masih duduk di kelas, menjelaskan hal ini-itu padanya dan mengajarkan beberapa kata standar untuk perkenalan saat seseorang membuka pintu kelas dan masuk. Aku menoleh dan mendapati Ifa, salah satu anak di kelasku yang juga KPoper. Aku menarik napas gugup, semoga dia tidak heboh ·_·
“Tika! Tumben datang pagi… eh, siapa dia?” tanya Ifa sambil berjalan ke arahku. “Ini yang dari Korsel itu?”
Aku mengangguk. Ifa mengamati Kyuhyun yang saat itu sedang menunduk.

“Kok mirip Kyuhyun Super Junior, ya?” celetuknya tiba-tiba. Kyuhyun yang merasa namanya disebut mendongakkan kepalanya, dan mata Ifa langsung membulat seketika.
“Cho Kyuhyun?” tanya Ifa ragu.
“Ya, aku Kyuhyun.” jawab Kyu dengan bahasa Indonesia lengkap dengan logat yang rada aneh.
Ifa menatapku dengan tatapan yang-benar-saja lalu berbisik padaku. “Beneran dia nih? Kyuhyun Suju? Si mahasiswa pindahan? Di kelas kita?”
“Kan situ udah liat…” jawabku sesantai mungkin.
“Yang serumah denganmu… dia?”
Aku mengangguk. “Jangan pakai kata ‘serumah’ deh. Geli dengernya”
“Aaah, kenapa harus Kyu? Kenapa nggak si Asia’s Anchovy itu?”
“Nggak bersyukur banget sih situ =_=” gumamku pelan. Mentang-mentang dia jewel terus ngarepnya yang pindah Eunhyuk –”

Akhirnya sesi perkenalan dengan Ifa dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Jelas, Ifa tanya soal si ikan teri korea itu, dan aku diam saja di tengah-tengah mereka sambil membaca diktat bahan kuliah hari ini.
Aku melirik jam dinding kelas. 8.20, biasanya jam segini kelas mulai ramai.
“Tika SparKyu lho,” tiba-tiba terdengar celetukan Ifa.
“Nee, aku tahu~” balas Kyu sambi melirikku. Aku memutar bola mataku dan melanjutkan membaca.

“Annyeong haseyoooooooo!!!” teriak seseorang dari arah pintu. Kami bertiga refleks menoleh dan tampaklah Aufa alias Vape *numpang lewat* di pintu kelas.
“Nggak pake teriak bisa kali, Pe!” Ifa balas teriak. Aufa terbahak dan menghampiri kami.

“Nugu?” tanyanya sambil menunjuk ke arah Kyu. “Mirip Cho Kyuhyun Super Junior.”
“Lah emang dia orangnya kok.” kataku acuh.
“Eh? Serius?” ia mengamati wajah Kyuhyun lebih intensif (?). “Ngapain dia?”
“Si mahasiswa Korsel.” jawab Ifa, lalu kembali ke kesibukannya ngobrol pakai bahasa Inggris dengan Kyu.
“Yaaaah, kalau magnae kenapa harus magnae Suju? Mendingan magnae SHINee.” keluh Aufa sambil meletakkan tasnya di sebelah Kyu. Lha?
“Kau ini Shawol atau ELF sih?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.
“Dua-duanya, tapi berat ke Shawol. Hidup Taemints!!!”
“Ah, aku sama si rambut jamur itu jelas mending aku lah.” kata Kyuhyun.
“Tapi kau tidak bisa ngedance, Tuan Cho.”
“Kata siapa? Salah satu nicknameku itu DanceKyu. DanceKyu!”
“Aissh, terserah kau sajalah~”

————————————————

Tak banyak hal yang terjadi selama setahun pertama Kyu kuliah di Jogja. Awalnya memang kampusku sempat heboh, dan hal itu juga sempat terendus media. Tapi entah kenapa sampai sekarang suasana di kampusku masih adem ayem, tidak ada fans yang menggila –paling banter adalah permintaan tanda tangan dan foto bareng. Menurutku itu masih masuk batas wajar, sih ·_·
Kyuhyun juga masih menjalani hari-harinya seperti biasa, ia masih bisa bebas jalan-jalan di mall tanpa gangguan. Tidak perlu pakai bodyguard dan sebagainya, biasanya ia pergi bersama kami bertiga (trio KPoper yang tadi itu)

Skill bahasa Indonesianya berkembang pesat setahun ini. Sekarang dia sudah bisa bercakap-cakap dengan bahasa gaul –bahkan saat ia pulang ke Korea waktu liburan, ia sempat mengajari hyungdeulnya sedikit–.
Yang menjadi masalah adalah nilai ujiannya yang akhir-akhir ini suka naik-turun seenak hati. Aish, ujung-ujungnya akulah yang ditegur oleh dosen pembimbing kelas kami yang super galak itu ==

“Masalahmu ada di bagian apa?” tanyaku setelah ia menghabiskan nasi gorengnya. Ini sudah 30 kali aku mentraktirnya nasi goreng, jadi hutangku tinggal 9 lagi.
“Hmm… entah.”
“Pokoknya di ujian bulan depan nilaimu harus naik! Jangan bikin malu orang Korea, masa’ nilaimu jelek terus!” aku menarik napas. “Apa kata eomonim, abeoji, nuna, dan hyungdeulmu nanti?”
“Aish, arasseooooo.” ia melengos. “Tapi kalau besok nilaiku bagus, kau harus ikut aku ke Korea, eotte?”

Aku tersedak es jeruk yang baru kuminum.
“Uang darimana, Kyu…”
“Soal tiket aku yang bayar!”
Heh? Dia bercanda kan?
“Aku serius, Tikaaaaa! Passportmu masih berlaku kan?”
Aku diam, masih pikir-pikir.
“Tik?”
Berangkat nggak nih?
“Jagiyaaaaa~” ia menggoyangkan tangannya di depan wajahku.
Aku menampar tangannya. “Aku sudah bilang berapa kali, jangan panggil aku pakai ‘jagiya’!”
“Eomma dan Appa memintaku membawa yeojachinguku saat pulang besok. Berarti kau harus ikut, ara?” katanya tanpa mengindahkanku. “Katanya sekalian mau ada acara tunangan gitu. Oke?”

MWOOOO?

“Ta, tapi kita kan baru berapa bulan…”
“Yang nyuruh appa sama eomma kok. Aku sih ngikut-ngikut aja, hehe.” ia nyengir tanpa dosa, lalu menyodorkan dua buah kertas ke hadapanku yang langsung saja kusambar.
“Tiket Jogja-Jakarta-Seoul?”
“Kan aku sudah bilang aku serius~” katanya, lalu menyerahkan satu benda lagi.
“Backstage Pass? Tiket VVIP? SM Town Seoul?” gumamku tak percaya.
“Yup. Aku ikut SM Town tapi cuma yang di Seoul, karena kebetulan pas waktu ada liburan. Dan aku ingin kau ada disana…” ia menggantung ucapannya. “Dan bersiaplah untuk kukenalkan ke ELF dan SparKyu, jagiyaaa~”

Advertisements

11 thoughts on “[One-Shot] Foreigner”

  1. Uwoooooooo akhirnya Onnie baca juga
    Awalnya nggak sanggup naa saeng
    Tapi Ntah kenapa …..
    Onnie jadi …. Penasaran =P

    1. Uwoooooooo Kyu nya frontal saeng di akhir
    Ngalamin Married kayak ngajakin main bola •___•
    Kagak romantis ya saeng ?? =P

    2. Itu ada obat nyamuk lewat Yeee ? Vape TU saeng ??? *ditendangdongsaeng*
    Hahahahahahah Onnie nggak nyangka kalo dongsaeng bener bener taemints =D
    Onnie kira ELF murni *?!?*
    Hahahahahahahhhaha

    3. Waktu Onnie mbayangin bisa satu kampus sama Kyuhyun super junior …. Ntah kenapa ….. Onnie langsung ngiler ^^ pengeeeeeeen *mupeng* hahahaahahahhahah

    4. dongsaeng dingin banget waktu liat Kyu =..= emangnya Yeobo kurang ganteng saeng ???
    *lirikvape*

    5. Onnie kali jadi Tika pasti udah sesak nafas saeng, liat Kyu di bandara pake kaca mata, Hhhhhhhh, langsung pingsan Onnie Pasti

    6. Tika beruntung bangeeeeeet
    Onnie mau banget saeng *ngarep

    7. Comment Onnie lanjut di rumah ya saeng ^o^

    Nanti Onnie panjangin kayak comment dongsaeng ke Onnie hahahahhhh (*^_^*)

    1. wooo akhirnya sanggup bacaa *tebar konfeti*

      1. kebiasaan, yang sama eonni kan juga nggak romantis :p kayak ngajak main mulu ya? dasar kyu nggak mutu *disambit sendal*

      2. saeng banting setir jualan obat nyamuk haha -_-”
      salahkan si taembok eonn, gara-gara dia saya bukan elf murni lageee~

      3. gak cuma eonni, saeng juga pengen maaaaah :p

      4. udah ganteng, tapi kan si kyu rejekinya si tobil (?)

      5. kalau pingsan nanti gimana kyu ke rumahnya eonni dong –”
      berarti tiap hari pingsan? (???)

      6. saya juga mauuuuuu :3

      7. sip, seperti biasanya ya eonn ya :p

      wkwkwkwkw yang itu kan disesuaiin sama ficnya yang panjang hahahaha XD

      1. Comment comment
        1. Hoo saeng, dongsaeng suka bikin Kyu tampak bodoh dan heboh dalam waktu bersamaan =..= Onnie jadi gemes sendiri

        2. Jincha ? Gara gara taemin ?? *ketekin taemin
        Apa sih saeng pesona taemin sampe kamu berpaling ?? *mukaserius*

        3. Kita bermimpi bersama saeng, arasseo ?? =P

        4. Emang ganteng *eliusdagu
        Tobil itu nama asli Tika ? Bukannya nama kakaknya royan ya ? Adek kelas kita pas SD

        5. Kan shock saeng *halah?!?*
        mana kamarnya sebelahan
        Onnie bisa mati berdiri kali beneran *lebe

        7. Onnie tambahin commentnya sekarang saeng =p

        8. Itu Onnie masih nggak habis pikir Vape bisa sesantai itu liat Cho Kyuhyun, ada yang aneh. Apakah Vape normal ?? *diinjekvape

        9. Kata pendamping di awal tu Tika udah jadi pacarnya Kyu ya saeng ?

        10. Saeng, temen dongsaeng yang sparkyu banyak kah ? Kayaknya Yeobo banyak fand nya #PLAAAAK

        11. Backstage Pass? Tiket VVIP? SM Town Seoul?” gumamku tak percaya. -> Onnie dapet ini langsung pingsan kesenangan =P hahahahahhah
        Gila, itu cuma cuma saeng, Onnie ulang, CUMA CUMA !! *nggaksantai*
        Kali bayar sendiri Onnie bisa bangkrut mendadak =P

        12. Onnie baru sadar, Kyu di sini baik banget mana nggak pelit lagi hehehheehwh ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s