[One-Shot] Such a Day?

Title: Such a Day?
Genre: Comedy, friendship
Rating: G
Character: Cho Kyuhyun dan para rakyat jelata beberapa orang lainnya

menyambung sambutan baik dari ff yang kemarin (sambutan baik?) dan karena ada yang request sekuel *lirik ifa* jadi saya bikinin deh sekuelnya… yang disini settingnya pas Kyu udah 2-3 bulan kuliah di Jogja.
Dan tolong diingat kalau disini banyak penggantian umur (?)

Monggo~

————————————————

“Kalian ngapain?” tanya Kyuhyun saat melihat tiga orang anak ajaib teman sekelasnya khusyuk mantengin laptop, yang sudah bisa dipastikan adalah milik Tika jika dilihat dari wallpapernya. Ia menaruh nampan berisi makanannya di meja dan duduk di seberang mereka bertiga.
“Biasa, fangirling~” jawab Ifa acuh tak acuh.
“Memanfaatkan sumber daya wireless internet yang ada.” sambung Aufa.
“Dengan kata lain, download!” Tika mengeluarkan kalimat pamungkas.

“Kirain update berita…” celetuk Kyu sambil membuka bungkus rotinya.
“Itu juga kok.” balas Tika, matanya tak lepas dari layar notebook.
“Eh, twitter panas lagi nih. Fanwar?” cetus Ifa tiba-tiba.
“Siapa vs siapa? Asik lho nonton fanwar, tapi gak pake ikut!”
“Bukan fanwar ternyata, cuma berita Donghae-Sunye…”
“Donghae kan nggak ada apa-apa sama Sunye.” gumam Kyuhyun.
Mereka bertiga serempak menatap Kyuhyun yang masih asyik mengunyah roti di mulut. Kyuhyun balas menatap mereka dengan tatapan heran.

“Waeyoooo?”
“Kok tahu?” Aufa balik bertanya.
“Lah yang satu grup sama Donghae siapadeh…” Ifa menoyor kepalanya.
“Tapi kan Kyuhyun udah lama nggak balik ke Korea, mana dia tau?” sanggah Aufa.
“Jaman sekarang kan ada yang namanya teknologi, Vapeeeee!” (nb: mulai sekarang nama Aufa jadi Vape. Mohon dimaklumi)
“Hati orang siapa tau?”
Lah, kenapa malah ngelantur gini =_=

“Ya terserah kalian sih mau percaya berita dari sumber yang nggak jelas atau dari sumber terpercaya…” Kyuhyun menepuk dada. Tiga orang lainnya mencibir.
“Percaya, percayaaaa…” kata Tika, dan sejurus kemudian ia menatap Kyuhyun dengan tatapan menantang.
“Kalau KyuYoung, SeoKyu, sama KyuToria itu gimana?” tanyanya.
“Gimana gimana?” Kyuhyun balik bertanya.
“Ya bener kagak?”
“Nggak.” jawab Kyu singkat padat jelas.
“Aaaaah yang bener?” Ifa ikut-ikutan. Kyuhyun menggeleng (sok) tegas
“Terus yang beneran apaan? Siapa?” tanya Vape lengkap dengan rasa penasaran tingkat akut.

“Ada deeeeh~ udah ya udah ya, konferensi persnya cukup sekian aja!” Kyuhyun mengibaskan tangannya sok-sok ngartis (bukannya emang?). Akhirnya 3 orang di depannya sepakat untuk mengacuhkannya dan kembali ke kesibukan mereka.

Sambil menghabiskan rotinya, diam-diam Kyuhyun tersenyum ke arah salah satu yeoja di depannya.
“Neorago…”
Dan yeoja itu juga ikut tersenyum di tengah kehebohan 2 orang di sebelahnya.
Kau pikir aku tidak bisa mendengarnya. Tuan Cho?
Ia menenggelamkan kepalanya di balik layar laptop dan membaur dengan kegilaan 2 temannya, berusaha menyembunyikan wajah merahnya dari semua orang.

————————————————

“Cho Kyuhyun! Mau pulang kapan?! Cepetan!” teriakan yeoja cempreng itu terdengar di kelas yang sepi. Namja yang diteriaki masih santai rebahan kepala di atas meja dengan mata setengah terpejam.
“Kyuuuuu!” yeoja yang mulai kehilangan kesabarannya itu berjalan cepat ke meja namja itu dan menggebraknya keras-keras.

“IGE MWOYA?!” Kyuhyun sontak duduk tegak sambil berteriak kesal. Tangannya menutup telinganya yang sakit mendadak karena gebrakan tadi.
“Kau mau pulang nggak? Atau mau tidur di kampus, nemenin Pak Satpam?” tanya si yeoja separo mengancam.
“Iya iya ah! Nyante Tik, nyante…” Kyuhyun bangkit berdiri dengan sikap malas-malasan dan berjalan ke arah pintu kelas. Tika mengikutinya dari belakang sambil ngedumel nggak jelas.
Kyuhyun diam saja saat mendengar gerutuan Tika di belakangnya. Ia lebih memilih mengambil PSPnya dari saku dan mulai bermain game –dan hanyut dalam dunianya sendiri.

“Nanti jalan yuk?” ajak Kyu tiba-tiba, masih dengan tatapan ke PSP di tangannya.
“…”
“Tik, ngambek nih ceritanya?”
“Nggak kok.” elak Tika. “Mau kemana?”
“Kemana aja boleeeh~ lagian yang tau Jogja kan situ”
“Oh, oke.” gumam Tika. “Ah iya! Tadi Ifa sama Vape juga ngajakin pergi. Bareng aja ya?”
“Arasseo~” jawab Kyuhyun sekenanya. “Tujuannya kemana?”
“Entah. Kayaknya sih mereka mau ngajak nonton. Tapi nggak tahu juga…”

Kyuhyun hanya mengangguk kecil. Jari-jari tangannya sibuk menekan tombol-tombol di PSP.
“Cho Kyuhyun awa…”

Gedubrak

“Makanya kalau jalan jangan main game! Jalan seenaknya, akhirnya kesandung kan?” ledek Tika saat Kyuhyun kesandung lantai di depannya yang dinaikkan satu tingkat.
“Aish…” gumam Kyuhyun salah tingkah. Untung di sekitar mereka tidak ada orang, jadi sepertinya tidak akan tersiar berita ‘Cho Kyuhyun Super Junior Jatuh Tersandung Lantai di Universitas X’ di internet. Kesannya nggak elit aja kesandung lantai, sama kayak kesandung trotoar depan sekolah lain (pengalaman pribadi, maklum)
“Bisa berdiri? Nggak ada yang keseleo atau apa kan?” tanya Tika, tangannya terulur. Kyuhyun menyambut (?) tangannya dan segera berdiri, lalu beranjak memungut PSPnya yang jatuh agak jauh dari tempatnya tadi, sayangnya keburu disaut (???) Tika duluan.

“Ketimbang kamu kesandung lagi?” tukas Tika sebelum Kyuhyun sempat mengeluarkan argumen tajamnya. Akhirnya si raja evil membungkam mulut dan berjalan mengikuti langkah yeoja di depannya.
Entah kenapa, senyum tipis terlihat di wajahnya. Refleks, mungkin?

“Apa senyum-senyum? Udah gila ya?” terdengar celetukan sinis dari mulut Tika.
“Siapa yang senyum-senyum, babo?” balas Kyu cepat. Tangannya menjitak kepala yeoja itu pelan.
“Apaseooooooo!” Tika menginjak kaki Kyu, 10 kali lebih keras daripada jitakannya.
“Ya! Yeoja gila!”

————————————————

Kyuhyun turun dari kursi pengemudi mobil lengkap dengan kacamata full frame berlensa bening. Perkembangan terbaru: seorang Cho Kyuhyun sudah bisa menyetir mobil berstir kanan. Hanya saja mobilnya masih punya orang lain –”
Ia menunggu si empunya mobil turun sambil mengipasi lehernya dengan tangan. Jogja sore hari cukup sejuk sebenarnya, tapi tetap saja tidak bisa dibandingkan dengan Seoul yang terletak di negara subtropis. Dan masalah cuaca adalah sesuatu yang belum sempat diadaptasi sepenuhnya oleh Kyuhyun.

“Mana mereka?” tanya Kyu pada si pemilik mobil.
“Nggak tau. Udah masuk kali.” jawab Tika cuek. Ia mengambil handphonenya dan mulai menelepon ke salah satu dari mereka yang disebut tadi.
“Ciss, lama banget diangkatnya!” gerutunya pelan. Kyuhyun hanya terkekeh sambil melihat ke sekeliling mereka.

“Eh, itu bukan sih?” tanya Kyu sambil menunjuk ke satu arah.
“Mana?”
“Arah jam 2”
“Jam digital apa jam analog?”
“Err…” Kyuhyun menggaruk kepalanya, berusaha menyabarkan diri akan kelolaan makhluk di depannya.

“Tikaaaaaaaa!”
Mereka berdua menoleh ke sumber suara. Seorang yeoja berjalan santai ke arah mereka dengan handphone di tangan.
“Ditelpon gak diangkat, disms gak bales, kemana aja sih?” semprot Tika langsung. Yang dimarahi cuma cengengesan innocent.
“Ada urusan… anyway mana Ifa?” tanya si Obat Nyamuk (Vape)
“Bukannya sama kamu?”
“Kagak.”

Tika menghela napas kesal. Nunggu sekali lagi? Alamat jadi lumut dia!
Tiba-tiba terdengar deringan handphone. (lagi-lagi) semua menoleh ke sumber suara.
“Ipum SMS.” kata Vape si pemilik hp. “Dia masih otw, kita disuruh nunggu di lobby. Eotte?”
“Ya ayo!” kata Kyuhyun singkat sambil melangkah masuk ke gedung di depan mereka. Dua orang di belakangnya masih sibuk mengobrol, entah apa yang dibicarakan.

Begitu masuk ke lobby, yang terlihat adalah antrian super panjang di loket tiket. Maklum, hari ini ada premiere film baru, makanya yang nonton segudang.

“Udah beli tiket?” tanya Tika ke Vape. Yang ditanya menggeleng ringan.
“Beliin Tik~ nih uangku sama Ifa!” katanya sambil menyerahkan selembar uang limapuluh ribuan. “Tak beliin popcorn sama latte deh, yaaa?”
Tika melengos sambil mengambil uang itu. “Popcornnya yang gede tapi!”
“Sip, gampang… Kyu, gak titip?”
“Oiya, nih!” kata Kyuhyun dengan uang limapuluh ribu di tangan. “Sekalian sama kamu aja Tik. Hitung-hitung ganti uang bensin.”

Setelah beberapa urusan tetek-bengek nggak penting lainnya, Tika segera mengantri tanpa banyak protes. Popcorn big size plus minuman sudah cukup meluluhkan hatinya ternyata.
Setelah merasa Tika sudah cukup jauh untuk mendengar pembicaraannya dengan Kyu, Vape mulai membuka mulut.

“Jadi, ada apa antara kau dan Tika?” tanyanya langsung.
“Aku? Nggak ada apa-apa kok.” jawab Kyu cepat.
“Yang bener?” Vape menaikkan alis. “Aku tau lho…”
“Tau apaan?” tanya Kyuhyun, mendadak ia merasa tidak enak.
“Kyuhyun.suka.Tika. Hahahahahahahaha” tawa yeoja itu pecah. “Bener kan?”
“Eh, eh, ka…kata siapa?” kata Kyuhyun, masih berusaha menyanggah.
“Dari sikapmu keliatan kok… Ifa juga tau lho. Wahahahaha~”
“Ishhhh, iyaaa, diem ah diem!” desis si raja evil yang mulai salah tingkah. “Ketawa mulu, segitu lucunya apa?”
“Oke, oke, ampun master of evil!” Vape berhenti tertawa, tapi masih tersisa kekehan-kekehan kecil. “Mau dibantu nggak?”
“Eh?”
“Nanti aku sama Ifa bakal bantuin… asal…”

Kyuhyun mulai merinding, salah satu gejala jika ia punya firasat sesuatu yang buruk akan terjadi.
“Kalau kalian minta diajak ke Korea buat ketemu si Rambut Jamur dan si Anchovy Yadong itu, atau malah minta ngajak mereka ke Jogja, nggak usah terima kasih!” elak Kyuhyun sebelum semuanya terlambat.
“Nggak kok, nggak. Awalnya emang mau gitu tapi kita kasian~” Vape mulai tertawa lagi. “Gampang kok syaratnya. Kalau Ifa, dia minta album single Bijin, plus tanda tangan semua member. Syukur-syukur sama Bonamana versi C. Kalau aku album Bijin sama Replay yang Japanese Version aja, tanda tangannya juga yaaaa~”
“Kalian mau nolongin apa malak?”
“Dua-duanya… halah, syarat kayak gitu kan untukmu gampang banget! Ya Kyu ya? Gimana, mau nggak? Kalau nggak mau nanti kita bilangin ke Tika lhooo~”
“Ish… oke, oke.” Kyuhyun pasrah. “Lee Sungra, jangan harap kau selamat setelah memalakku habis-habisan begini!” ancamnya sambil menyebut nama Korea Vape, lengkap dengan tatapan evilnya. Yang diancam sama sekali tak tampak ketakutan, malah mengedarkan pandangan ke sekitar lobby. Mendadak ia melambaikan tangan ke satu orang yang sedang berjalan ke arah mereka.

“Pe! Tika mana?” tanya orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah Ifa.
“Tuh.” yang ditanya menunjuk ke arah orang yang dicari. Tika sendiri sudah hampir sampai di loket, tinggal 2-3 orang lagi.
“Oooh.” kata Ifa. “Gimana, makhluk ini… *tunjuk Kyu* …udah tau? Dia mau nggak?”
“Udah. Barusan selesai rundingan. Orangnya mau kok!”
“Harusnya nolongin orang itu ikhlas…” gerutu Kyuhyun dalam hati melihat senyum iblis 2 orang di depannya itu.

EvilKyu memang terkalahkan sekali ini, tapi nantinya pasti tak akan terulang kembali.

————————————————

“Nih! Mana popcorn sama lattenya?” tanya Tika sambil menyerahkan 4 lembar tiket.
“Ayo beli!” Vape bangkit berdiri. “Ada yang titip?”
“Aku cola sama popcorn yang kecil.” kata Ifa.
“Vanilla latte satu!” tambah Kyuhyun.

Mereka berdua berlalu ke Snack Bar, meninggalkan 2 orang di sofa lobby. Ifa memandangi tiket-tiket di tangannya, berpikir sebentar, lalu mulai menyobeknya satu persatu.
“Nih.” kata Ifa sambil menyerahkan selembar tiket. “Sebelahmu Tika…”
“Sebentar, ini film apaan?”
“The Ring. Tapi yang baru. Wae? Takut?” tanya Ifa dengan tatapan mengejek.
“Aniyooo~” elak Kyuhyun.
“Jangan cari-cari kesempatan!”
“Ya! Kau pikir aku semesum itu? Biasmu itu yang mesum!”

Ifa hanya diam sambil mengarahkan pandangannya ke Snack Bar. “Jangan lupa titipanku ya. Berhasil nggak berhasil harus dibeliin, kan perjanjiannya gitu…”
“Lho? Kok gitu? Rugi di gue dong!”
“Kan yang penting kita udah bantu!”
“Ogah! Rugi kalau gagal, sama aja =_=”
“Ya gini aje, pertamanya beliin salah satu dulu. Kalau udah berhasil baru beliin yang satunya, gimana?”
Kyuhyun mengerutkan kening. “Oh, oke.” katanya beberapa menit kemudian, masih agak kurang rela.
“Dijamin berhasil kok. Siap-siap ya Kanjeng Raden Mas Cho Kyuhyun~” Ifa menggantung kalimatnya. “Oiya, harus langsung dibeliin ya begitu rilis. Kalau nggak, rencananya batal. Arasseo?”
“Neee~”

Duo Vape-Tika kembali dengan 4 gelas kertas dan sekotak besar popcorn serta 2 kotak kecil popcorn. Ifa dan Kyuhyun segera mengambil pesanan mereka masing-masing sebelum 2 orang di depan mereka murka karena tidak ada yang membantu membawakan makanan.
“Jamber?” tanya Vape dengan sedotan di mulut. Kyuhyun melirik ke jam tangannya.
“Setengah 4.” jawabnya singkat.
“Masuk yok!” ajak Tika sambil beranjak dari sofa, lengkap dengan gelas kertas dan box popcorn di tangan.
Mereka segera masuk ke Teater 3 yang sudah dibuka, lalu duduk menurut nomor tiket dan sesuai yang direncanakan duo iblis, Kyuhyun-Tika duduk bersebelahan.

“Aish… di sebelahmu? Lagi? Nggak di kelas nggak di mobil nggak di bioskop sama aja!” gerutu Tika. Kyuhyun terkekeh.
“Duduk di sebelah biasmu saat nonton itu kesempatan langka, lho.”
“Terserahlah~” kata Tika acuh. Ia mulai membuka box popcornnya yang masih hangat dan siap menyantap isi box itu sampai habis.
Tiba-tiba sebuah (?) tangan menginterupsi aktivitas memamah biaknya.
“Bisa sopan gak sih mintanya? Bilang dulu kek, izin kek, main comot…” omelan Tika terhenti karena Kyuhyun keburu menjejalkan beberapa butir popcorn ke mulutnya.
“Minta ya Tik?” kata Kyuhyun lengkap dengan senyuman (sok) angelic yang berbeda 180 derajat dengan kepribadian iblisnya. Tika memasang wajah seolah ingin muntah yang dibalas dengan kekehan dari raja iblis di sebelahnya

“Cieeeeeh, yang disana mesra banget tuh suap-suapan~” ledek Ifa dari pojokan.
“Sekotak berdua wakakakakakak~” Vape ikut ngomporin sambil menahan tawa melihat ekspresi pulang-pulang-kujamin-kalian-gak-utuh-sampai-rumah dari Tika. Sementara Kyuhyun kelihatan agak salah tingkah, tapi tetap memelototi mereka dengan tatapan membunuh.

Lampu-lampu mulai meredup tanda film akan segera diputar, dan mereka berempat kembali duduk anteng di kursi. Berhubung film ini sudah agak lama tayangnya, suasana dalam studio tidak terlalu ramai dan banyak bangku kosong disana-sini. Sayangnya baris tempat 4 orang gila itu duduk sudah penuh, jadi mereka nggak bisa selonjoran seenak hati pakai 2 kursi sekaligus.
Tapi bagi Kyuhyun, itu satu keuntungan, karena yeoja di sebelahnya tak bisa pindah duduk menjauh darinya.

————————————————

Baru beberapa menit film dimulai, tiba-tiba bahu Kyuhyun terasa berat.
“Bisa-bisanya ketiduran di bioskop…” gumamnya sambil terkekeh saat melihat kepala Tika bersandar di bahunya.
“Siapa yang ketiduran, Tuan Cho?” kata Tika dengan mata setengah terpejam. “Kekehanmu mirip suara tawa iblis, kau tahu? Aku terbangun karena itu.”
Ia menegakkan tubuhnya, menguap sebentar, lalu mengarahkan pandangan ke layar. Dan tepat saat itu muncul si setan Sadako di layar bioskop.
Kyuhyun melirik ke sebelahnya sementara orang-orang di sekitarnya teriak-teriak ketakutan. Yeoja itu tak menunjukkan reaksi apapun, matanya malah setengah terpejam. Padahal suasana di sekitar mereka sudah amat sangat luar biasa ribut –”

“Nggak takut?” tanya Kyu. Tika menggeleng.
“Aku ngantuk…” desisnya nggak jelas sambil mengibaskan tangannya, tanda tak ingin diganggu lagi. Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya. Kadar kafein di vanilla latte Tika sepertinya tidak cukup kuat untuk mengurangi tingkat ngantuk makhluk di sebelahnya.
“Bodoh. Tadi bilangnya waktu dengar kekehanku kau terbangun, sekarang dengar teriakan dimana-mana badanmu tak bergerak sama sekali.” Kyuhyun menggumam, lalu tersenyum tipis.
“Jaljayo…”

Sementara itu, kedua orang perencana acara (?) sibuk memperhatikan mereka berdua dari tadi.
“Eh? Itu kenapa kepalanya Tika? Tidur dia?” tanya Ifa disela kesibukannya melahap popcorn.
“Biasa, pelornya kumat. Apalagi suasananya mendukung –gelap, ada AC, kursinya empuk lagi.” celetuk Vape asal.
“Lha? Dia bangun tuh sekarang.” Ifa menunjuk ke arah mereka berdua.
“Yaaaah, gakjadi diabadikan deh =_=” gerutu Vape yang sudah menyiapkan kamera HPnya.

Sepertinya memang tak ada gunanya mereka beli tiket bioskop, nggak ada yang nonton. Kyuhyun karena nggak ngerti bahasa Inggris dan cuma ada subtitle Indonesia (juga karena konsentrasinya terpecah ke yeoja di sebelahnya), Tika yang ketiduran dengan damai, serta Ifa dan Vape yang lebih memilih nonton perkembangan (?) 2 orang di sebelah mereka sambil makan popcorn. =________________=

————————————————

“Tadi filmnya tentang apa sih?” tanya Tika sambil menggosok matanya yang sembap kebanyakan tidur. Kyuhyun mengangkat bahu.
“Bahasanya aja nggak ngerti, apalagi isinya!”
Tika melayangkan pandangan ke Ifa dan Vape yang masih menghabiskan popcorn porsi besar miliknya yang hampir tak tersentuh.
“Wah, susah jelasinnya, Bil! Pokoknya gitulah!” jawab Vape asal diikuti anggukan Ifa.
“Situ juga sih tiduuuuur mulu dimana-mana…” tambah Ifa separo meledek. Yang diledek sudah siap melempar gelas Vanilla Lattenya, tapi keburu ditahan Kyuhyun.
“Anyway, makasih popcornnya ya Tik! Ini mah sama aja beli buat aku sendiri!”

Tika menggelengkan kepala melihat kelakuan sarap dua temennya itu.
“Habis ini mau kemana?” tanyanya.
“Kemana aja boyeh~”
“Pulang aja yuk Tik!” ajak Kyuhyun. “Nanti beli takoyaki dulu. Kamu pengen kan?”
“Kok tau?”
“Tadi waktu ketiduran kamu ngelindur ‘Takoyaki, takoyakiiii’ gitu, bisa ditebak lah apa maksudnya…” Kyuhyun nyengir kuda (Siwon?)
“Oke, ayoooo!” Tika langsung semangat, tapi tiba-tiba terdiam sebentar. “Eh, tadi aku ngelindur apa aja?”
“Mm? Lupa. Banyak kayaknya, aneh-aneh pula!”
Wajah Tika memerah. “Aneh gimana?”
Kyuhyun hanya tersenyum simpul tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
“Jadi beli takoyaki nggak?” tanyanya. “My treat?”
“Oh-ah-eh a, arasseo! Kkaja!” jawab Tika cepat, berusaha menutupi salah tingkahnya. Dan entah-sengaja-atau-tidak, tangannya sudah ditarik oleh Kyuhyun.

Sementara itu, dua orang yang ditinggalkan hanya bisa menatap mereka dengan tatapan iri.
“Aaaaaah how lucky she iiiiiiisss!” keluh Vape.
“Heem. Udah ketemu biasnya, bisa jalan bareng pula…” sambung Ifa. “Ya nggak?”
“Iyeee” kata Vape. “Aku pengen takoyakinyaaaa, gratis tuh! Aku laper T.T”
Ifa menoyor kepala orang di sebelahnya. “Yaelah, kirain!”

————————————————

“Aaah panas panas panas!” pekik Tika, di mulutnya ada bola takoyaki yang baru jadi.
“Iyalah baru jadi! Asal makan aja!” Kyuhyun ikutan panik dan menyodorkan sebotol teh hijau ke Tika yang langsung meminumnya hingga habis separo.
“Makannya di jalan aja ya, nunggu adem. Arasseo?” kata Kyuhyun sambil menutup kotak-kotak takoyaki dan memasukkannya ke kantong plastik, lalu menarik Tika yang masih kepanasan.
“Minta tehnya lagiiii~” pinta si korban takoyaki sambil mengipasi mulutnya. Kyuhyun menghela napas dan memberinya sisa setengah teh botol di tangannya.
“Habisin.” kata Kyuhyun, tangannya refleks menggandeng tangan Tika dan mulai menyeberang jalan, kembali ke parkiran bioskop yang terletak di seberang kedai takoyaki.

“Kunci mobilnya mana? Kamu yang bawa kan?” tanya Tika. Kyuhyun merogoh saku celananya, mengambil segepok (?) kunci mobil dan membukakan pintu untuk yeoja itu.
“Bawain takoyakinya!” perintah Kyuhyun sambil menaruh kotak takoyaki di pangkuan Tika, lalu memutari mobil dan duduk di belakang stir. Ia mengarahkan mobilnya keluar dari tempat parkir, tapi sesekali ekor matanya melirik gadis yang duduk di kursi penumpang, sedang melahap bola-bola takoyaki hangat satu-satu tanpa perlu megap-megap kepanasan lagi.

“Jangan dihabisin!” ledeknya.
“Iya iya, punyamu masih utuh kok!” gumam Tika dengan mulut penuh, tangannya menunjuk satu kotak lainnya dalam tas plastik.
“Bukain Tik, tolong.” pinta Kyuhyun yang sedang berkonsentrasi ke jalanan di depannya. Yang disuruh hanya mengangguk dan membukakan kotak itu. Uap langsung mengepul setelah tutup kertasnya terbuka.
“Lah makannya gimana?” tanyanya polos, mengacu ke Kyuhyun yang kedua tangannya sibuk nyetir, pindah persneling, narik rem tangan, dll dst.
“Suapin~” kata Kyuhyun. Tika langsung menggeplak kepalanya.
“Sape eluuuuuu! Makan sendiri, babo!”
“Lah tau sendiri kan orang nyetir tangannya kepake semua…”
Akhirnya setelah perdebatan berdurasi ratusan detik, Tika mengalah. Nggak sepenuhnya ngalah sih, kapan lagi bisa kayak gini cobaaaaa~

“Hng? Macet?” celetuk Kyuhyun. Mereka sampai di satu ruas jalan yang memang biasanya ramai waktu hari libur. Maklum, Kyuhyun belum apal jalan-jalan tikus di Jogja, taunya cuma jalan rumah-kampus-mall-alun alun dan rute ke beberapa tempat lainnya.
“Mundur bisa nggak?” tanya Tika sambil menoleh ke belakang. Sialan, di belakang mereka juga sudah terbentuk antrian mobil. Mustahil bisa mundur.
“Berapa jam biasanya kalau ada macet kayak gini?” tanya si newbie driver. Tika mengedikkan bahu.
“Tergantung. Tapi biasanya satu jam-an ada sih…”

Mereka terdiam. Hanya terdengar suara penyiar radio dari tape mobil, dan sesekali klakson mobil-mobil di luar sana.
Tika menguap sambil memandang ke luar jendela. Sumpah, dia masih ngantuk. Tidur di studio tadi masih kurang untuk ‘nomboki’ hutang tidur semalamnya. Tadi malam ia begadang ngelarin tugas setumpuk yang ditundanya seminggu ini.
“Ngantuk? Tidur aja gih,” kata Kyuhyun saat melihat Tika menutup mulut untuk kesekian kalinya. Yeoja itu hanya mengangguk pelan dengan mata setengah terpejam. Sepertinya tak usah disuruh pun ia sudah siap masuk ke alam mimpi.
Dan benar saja, dalam hitungan detik Tika sudah terlelap. Dengkuran halusnya terdengar sayup-sayup.

Kyuhyun menoleh ke sebelah kirinya dan mendapati makhluk di sebelahnya tertidur dengan sudut bibir sedikit tertarik ke atas. Entah kenapa, ia ikut tersenyum kecil saat melihat pemandangan (?) itu.
“Kalau tidur kalem banget mukanya, pas bangun kayak iblis…” gumamnya sambil terkekeh. Tanpa sadar tangannya bergerak menepuk-nepuk kepala Tika pelan.
“Semalam ngebut tugas ya? Kan aku sudah bilang kalau ada tugas jangan ditunda-…”

“Jangan memegang kepala orang sesukamu, Cho Kyuhyun…” gumam Tika. Kyuhyun tercekat dan menarik tangannya cepat-cepat. Ia menunggu reaksi lanjutan orang itu, tapi ternyata ia hanya menggeser badannya sedikit ke posisi yang lebih nyaman.
Ngelindur lagi? pikir Kyuhyun sambil geleng-geleng kepala dan tersenyum maklum. Dalam satu gerakan cepat, ia mengacak rambut Tika dan kembali fokus ke jalanan di depan.

Tanpa diketahui oleh siapapun, Tika membuka matanya sedikit dan mendapati Kyuhyun yang memandang lurus ke depan. Ia tertawa dalam hati lalu kembali memejamkan mata
Aku mendengar semuanya, Tuan Cho…

Advertisements

2 thoughts on “[One-Shot] Such a Day?”

Comments are closed.