[One-Shot] Flu~

Title: Flu~
Genre: Romance, fluff
Rating: PG-13
Character: Lee Taemin, Lee Sungra, Choi Hyunjoon, Cho Kyuhyun, Shin Dongho

Taemin’s POV

Terdengar suara pintu ditutup. Aku mendongak dan melihat Sungra berjalan menghampiriku.
“Sudah lama?” tanyanya. Eh? Ada apa dengan suaranya?
“Nggak kok.” jawabku sambil memfokuskan mata ke wajahnya. “Kamu sakit? Suaramu…”
“Ah, cuma flu ringan. Biasa kok.” tukas Sungra cepat. Ia sudah memakai helm dan bersiap naik ke jok belakang, tapi tubuhnya oleng sedikit, membuatku panik dan refleks menahan badannya.

“Ra-ya gwaenchana?” tanyaku sambil meraba dahinya. Agak hangat, aish… kayak gini kok dibilang biasa?
“Gwaenchana… ayo berangkat sekarang, Min-ya.” gumam Sungra.
“Yakin mau berangkat? Kamu kuat?”
“Ne, aku kuat kok. Lagian hari ini kan ada ulangan fisika, aku malas kalau harus ikut susulan.” katanya dengan wajah memelas seolah berkata ayolah-ijinkan-aku-masuk-please!
“Lee ahjumma dan ahjusshi tahu kalau kau sakit?”
“Tahu lah. Tapi aku pakai alasan ulangan makanya dibolehin masuk.”
Aku tersenyum kecil. Tumbuh bersama dengannya membuatku paham hampir semua kebiasaan dan sifatnya, termasuk kekeras kepalaannya yang tak pernah bisa kulawan. Sebagai jalan tengah, aku melepas jaketku dan memakaikannya ke Sungra.
“Biar nggak tambah parah.” kilahku saat ia mulai membuka mulut ingin protes.
“Gomawo…” desisnya. Ia segera naik dan duduk di belakang, tangannya secara otomatis (?) melingkari pinggangku.
“Pegangan yang erat, ara?” perintahku sebelum mulai menghidupkan mesin motor. Beberapa detik kemudian kami berangkat.

Baru beberapa menit perjalanan, sesuatu yang berat menempel di punggungku. Kepala Sungra-kah?
Aku melirik spion. Benar saja, kepala Sungra bersandar di punggungku, matanya terpejam. Eh? Dia pingsan?
Aku memegang tangannya. Suhu badannya masih normal, kok. Berarti ia hanya tertidur…
Kupelankan laju motorku, sebisa mungkin berusaha agar Sungra tak terbangun. Tiap beberapa menit sekali kucek keadaannya lewat kaca spion.
Ah, coba aku pakai mobil -3- pasti aku tak akan serepot dan sekhawatir ini. Kena angin kan nggak bagus juga buat orang sakit…

————————————————

Sungra’s POV

Aku tersentak bangun dan langsung mengedarkan pandangan ke sekeliling. Jalan raya? Persimpangan lampu merah? Kok aku bisa ada di sini? Punggung siapa ini?

“Sudah bangun, nona Lee?” tanya suara yang familiar, asalnya dari orang di depanku. Oh, aku ingat sekarang.
“Maaf membangunkanmu, hehe…” ia nyengir di balik kaca helmnya, terlihat jelas di spion. “Sudah enakan? Pusing nggak?”
“Lumayan.” jawabku. “Mm… gomawo pinjaman punggungnya.” aku ikut nyengir. Taemin menyentuh tanganku sekilas, seolah sedang mengecek suhu tubuhku, lalu mengangguk sok tahu.

Lampu merah berganti kuning, lalu berubah lagi jadi hijau. Taemin memacu si hitam menuju sekolah dengan santai. Sementara aku mengurut kepalaku yang sudah tidak seberat tadi sebelum acara ketiduran di jalan.
“Katanya nggak pusing?” celetuknya.
“Dikit kok. Dikit…” kataku cepat.
“Kau ini pemaksa sekali sih? Kalau tambah sakit gimana?” omelnya. Aigoo, nggak kalah sama eommaku .-.
“Kalau nggak ada ulangan juga aku lebih milih nggak masuk, Min-ya.”
“Besok-besok jangan memaksakan diri lagi, arasseo? Kalau perlu, biar kutemani ujian susulan!”
Aku tertawa. Ada-ada saja tingkah namja ini XD

Tak terasa kami sudah masuk gerbang sekolah. Halaman sekolah sudah agak ramai saat kami sampai. Begitu motor berhenti, aku langsung turun dan membuka helm.
Pusing kembali menyerang kepalaku, membuat keseimbanganku hilang seketika.

“Sungra-ya!”

————————————————

Taemin’s POV

Aku memarkir motor dan Sungra langsung melompat turun. Kukira semua akan baik-baik saja, tapi tiba-tiba yeoja itu seolah kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh.
“Sungra-ya!” seruku, tanganku langsung menarik pinggangnya agar ia berdiri tegak lagi. Pelan-pelan kubalik badannya dan terlihat wajahnya yang sangat pucat.

“Kau benar tidak apa-apa?” tanyaku. Ia mengangguk kecil, tangannya memijat pelipisnya.
“Min-ya, aku cuma pusing sedikit…”
“Sudah minum obat?”
“Sudah. Tenanglah Lee Taemin, aku juga bisa menjaga diriku sendiri.” katanya, tapi sebentar kemudian ia oleng lagi. Aku buru-buru menyandarkan kepalanya di bahuku. Menjaga diri apanya?
Kupegang dahinya. Makin panas, aaaaaaah yeoja ini benar-benar…
“Aissssh Taemin-a, sudahlah…” Sungra menepis tanganku. Ia berdiri tegak lagi, tapi masih agak limbung.

Aku mengalah. Kurangkul bahunya untuk membantunya berjalan. Ia sempat memberontak, tapi begitu kupelototi ia terdiam. Tak apalah sekali-kali galak padanya, toh ini demi kebaikannya.
“Ayo. Kamu kuat kan?” bisikku. Ia mengangguk lemah dan mulai berjalan dengan langkah gontai. Kupilihkan rute (?) yang lebih cepat agar ia bisa segera duduk dan beristirahat di kursinya.

Ra-ya~ kau kenapa bisa sakit sampai seperti ini?

————————————————

Author’s POV

“Aigoo, Lee Sungra kau kenapa?”
Kicauan suara Hyunjoon langsung terdengar begitu TaeRa masuk kelas. Tentu saja karena langkah Sungra yang nggak jelas dan cucuran keringat dingin di dahinya, ditambah wajahnya yang benar-benar merah.
“Taemin, yeojachingumu kenapa?” tanya Hyunjoon lagi. Ia langsung menyerbu Sungra, mengambil alih posisi Taemin, dan membawanya ke meja yang masih kosong. Taemin mengekor saja dari belakang.

“Sungra flu, Hyunjoon-a. Biarkan dia istirahat dulu.” kata Taemin setelah Sungra duduk di kursinya. Sungra sendiri sudah menelungkupkan wajah di meja.
“Kenapa masuk?” kejar Hyunjoon.
“Kayak nggak tahu gimana sifatnya Sungra aja…” celetuk Kyuhyun yang sibuk berkutat dengan PSP dari meja seberang. Taemin mengangguk, sementara mulut Hyunjoon membentuk bulatan sempurna tanda mengerti.
“Dia bilangnya sih nggak mau ikut susulan fisika. Ya sudah, appa dan eommanya juga ngebolehin. Namanya Sungra mana bisa dilawan.” jelas Taemin. Ia mengambil tempat di sebelah yeoja yang baru tepar itu dan meraba dahinya lagi. “Mana panasnya belum turun lagi. Tadi dia mau kusuruh naik mobil seperti biasa, tapi dia nekat naik motor. Itu jaket kayaknya nggak terlalu berpengaruh.” lanjutnya, telunjuknya mengarah ke jaket tebal di badan Sungra.
Hyunjoon menghela napas. “Nggak dibawa ke UKS aja? Nanti pas fisika disuruh balik.”
Tahu-tahu Sungra menggeleng. “Nggak mau, aku takut di UKS sendirian…” gumamnya.
Tiga orang lainnya kompak menggelengkan kepala melihat sifat kepala batu seorang Lee Sungra. Nggak ada yang ngalahin pokoknya.

————————————————

Dua jam pelajaran pertama, Sungra masih bisa mengikutinya dengan baik. Masuk jam ketiga, ia mulai sering merebahkan kepalanya di meja, membuat Taemin geregetan sendiri.
Jam keempat dan kelima adalah pelajaran fisika, ada ulangan yang membuat Sungra bela-belain datang ke sekolah.
“Hafalanmu nggak bubar memangnya?” tanya Taemin di antara kericuhan anak sekelas yang sibuk belajar untuk terakhir kalinya sebelum ‘pembantaian’ dimulai. Ia tahu Sungra termasuk pintar, tapi dengan kondisi seperti ini bisa saja rumus-rumus rumit di otaknya hilang semua, kan?
Sungra mengangkat bahu tanda tak tahu.
“Mungkin nggak. Semoga aja nggak.”
Taemin menghela napas, separo kagum separo gemas dengan tekad yeoja di sebelahnya itu. Ia mengacak rambut Sungra pelan.
“Hwaiting!” bisiknya. Yang dibisiki tersenyum kecil.
“Ne, hwaiting!”

Pintu kelas terbuka. Han seonsaengnim masuk dengan wajah sangar, tipikal guru killer, lengkap dengan setumpuk kertas di tangannya yang penuh berisi soal mematikan. Kericuhan di kelas langsung terhenti, semua meja bersih dari buku dan hanya tertinggal alat tulis.
“Seperti yang kalian tahu, hari ini kalian akan ulangan.” suara berat Han seonsaengnim mengawali pelajaran. “Seperti biasa, jika ada yang ketahuan menyontek, kertas ulangannya akan saya sobek di tempat dan tidak akan diberi ujian susulan, yang berarti nilainya kosong. Mengerti?”
“Ne, seonsaengnim!”

Han seonsaengnim mulai membagikan lembar soal dan jawaban. Beberapa anak mulai menunjukkan reaksi berbeda-beda. Ada yang garuk-garuk kepala, gigit-gigit ujung pena, berdoa mohon ampun melihat barisan angka yang nggak dimengerti, dan ada juga yang tenang dan langsung mengerjakan.
Both Taemin dan Sungra (Taemin sebenarnya pintar, cuma dia malesan aja) masuk dalam kategori terakhir. Sungra berusaha menahan pusing dan hidung yang gatal sambil berkonsentrasi ke kertas soal. Taemin? Ia menahan diri agar tidak melirik ke arah Sungra meski sekedar ingin mengecek keadaan, bisa-bisa ia dikira nyontek nanti!

Menit demi menit berlalu. Sungra dengan cepat menyelesaikan 7 soal dari 10 soal berbentuk essay yang ada, tapi pusing di kepalanya makin tak tertahankan. Sebentar-sebentar ia berhenti mengerjakan dan memijat pelipisnya, lalu menghitung lagi, ngurut jidat lagi, mikir lagi…
Taemin menendang kaki Sungra pelan, memaksa yeoja itu menoleh sedikit ke arahnya.
Gwaenchanayo? tulis Taemin di kertas coret-coretannya, lalu ia kembali (sok) menyibukkan diri dengan rumus-rumus.
Nan gwaenchana, jangan khawatir. balas Sungra lewat kertas coret-coretannya juga.
Jinjjayo? tanya Taemin lagi.
Jinjja. Kerjain lagi sana. Aku sudah hampir selesai.
Taemin menulis sekali lagi.
Oke. Hwaiting Ra-ya! ^^
Sungra tersenyum, separo rasa sakitnya seolah hilang, menguap entah kemana.

————————————————

“Waktunya tinggal 5 menit lagi!”
Suara Han saem memecah keheningan di kelas 2-5. Sungra menghela napas dan meletakkan penanya di meja, ia sudah selesai mengerjakan 10 soal itu. Biasanya begitu ulangan selesai ia akan mengoreksi jawaban, tapi kali ini rasa nggliyer membuatnya meninggalkan kebiasaan itu.
Taemin masih fokus ke kertas ujiannya, kerutan di keningnya berlipat-lipat. Sungra tersenyum kecil melihat namjachingunya yang kebingungan mengerjakan soal.
Tiba-tiba pandangan Sungra –dalam hal ini, wajah Taemin– mengabur. Ia buru-buru menegakkan kepala, tapi hasilnya malah makin blur.

“Aish aish aish aish.” gumam Sungra sepelan mungkin, tangannya mengurut dahi tapi tak terlalu berpengaruh terhadap rasa pusingnya.
“Ra-ya?” Taemin memegang tangan Sungra sekilas. Suhunya meninggi sepertinya.
“Min-ya… aku pusing…” keluh Sungra. Taemin sebenarnya sudah ingin ceramah panjang lebar, untung dia ingat kalau sekarang baru ulangan.
“Rebahan dulu biar hilang sedikit pusingnya!”
Sungra menurut. Ia meletakkan kepalanya di meja dengan wajah menghadap Taemin dan memejamkan mata.
Taemin menghela napas, lalu kembali menekuri kertasnya yang sudah hampir penuh. Tatapannya sebentar-sebentar berpindah antara soal dengan wajah pucat kemerahan di sebelahnya itu.
Dasar. Ikut susulan aja kenapa sih? Ngotot banget mau masuk sekolah, jadinya gini kan? rutuk Taemin dalam hati.

“Waktu habis. Ketua kelas, kumpulkan lembar jawabannya!” perintah Han saem. Ketua kelas 2-5, Shin Dongho, bangkit dan menarik (?) lembar jawaban anak-anak sekelas.
Taemin menyerahkan 2 lembar sekaligus, miliknya dan milik Sungra. Kasihan juga kalau harus dibangunkan cuma untuk mengumpulkan lembar jawab.
“Tambah parah ya? Diantar pulang aja Taem, izin nanti aku yang urus.” kata Dongho saat melihat keadaan Sungra. Taemin terkekeh.
“Oke, nanti aja. Biar dia tidur dulu sebentar.”
Yah, kelas 2-5 walaupun terkenal sebagai kelas paling hancur (baca: gila anak-anaknya) tapi juga terkenal paling kompak. Kompak pas classmeeting, nyontek, bolos, telat, ngerjain anak yang ultah, minta pajak jadian-ultah-apapun, dll dsb. Makanya jangan heran kalau misalnya ada satu anak yang sakit yang menjenguk serombongan. Dan jangan heran juga kalau ikatan persaudaraan *halah* antar anak sekelas benar-benar kuat.

Han saem menghitung jumlah lembar jawaban, merapikannya, lalu berceramah sedikit tentang kapan-hasil-akan-dibagi dan perkiraan-nilai-terendah. Setelah itu pelajaran ditutup dan mereka istirahat makan siang.
Hyunjoon langsung menghampiri meja Sungra dan mengecek kondisinya. Begitu juga dengan Kyu (ngekor Joonie mulu –) dan Dongho si ketua kelas yang bertanggung jawab *beuh
“Suhu badanmu naik. Pulang saja ya Ra?” bujuk Hyunjoon. “Kan ulangan fisikanya sudah, sekarang harusnya kamu istirahat di rumah. Ara?”
Sungra mengangguk lemah. “Terserah lah, Joonie…”
“Masalah izin gampang deh!” tambah Dongho.
“Tapi yang nganter Sungra pulang siapa?” tanya Kyu tiba-tiba. Mereka terdiam.

“Aku lah! Siapa lagi?” celetuk Taemin.
“Babo! Kamu bawanya motor, Sungra udah sakit, kena angin tambah sakit lagi ntar!” Hyunjoon menjitak kepala Taemin.
“Pakai mobilku saja. Taemin bisa nyetir kan? Nanti motormu biar aku yang bawa.” usul Dongho.
“Nggak usah, aku naik motor juga nggak apa kok…” kata Sungra.

Akhirnya Hyunjoon mengikhlaskan (?) Sungra pulang dengan Taemin. Ia membantu Sungra memasukkan barang-barangnya ke tas. Taemin sendiri sudah siap pulang dari tadi (maklum, sekolah aja gak niat -.-)
“Sudah?” tanya Taemin. Sungra mengangguk.
“Hati-hati! Taem-a pinjami Ra jaketmu!” teriak Hyunjoon saat Taemin dan Sungra sudah keluar kelas.
“Aigoo, kau lebih mirip eommanya Sungra daripada teman sekelasnya.” ledek Kyuhyun. Hyunjoon mendelik dan menginjak kaki Kyuhyun keras-keras.
“YA HYUNJOONIE APPO!” Kyuhyun menjerit.
“Kalau aku eommanya Sungra, kau appanya!”

Posisi TaeRa sudah cukup jauh dari kelas, tapi suara teriakan Kyuhyun masih terdengar.
“Mworago?” tanya Taemin. Sungra mengangkat bahu.
“Biasa, ratu iblis versus raja iblis.” kata Sungra acuh. “Aish, aku tambah pusing sekarang…”
“Masih kuat kan? Perlu pakai mobilnya Dongho nggak?”
“Nggak usah. Bisa kok, bisa!” tolak Sungra.
Taemin tersenyum maklum. Ia mengacak rambut Sungra dan menyampirkan jaketnya ke bahu yeoja itu. Mereka berjalan ke tempat parkir dalam diam.

“Min-ya mianhae, aku banyak merepotkanmu hari ini…” kata Sungra tiba-tiba.
“Aku nggak merasa direpotkan kok.” kata Taemin. “Kan aku bisa bolos secara legal, kekeke~” (ada gitu bolos yang legal? –“)
Sungra memukul bahu Taemin. “Dasar!”
“Kau ini sakit nggak sih? Kekuatan pukulannya sama saja -….-” gerutu Taemin.
“Biarin, hehe…”

————————————————

Sungra’s POV

Aku turun dari motor yang membawaku ke rumah. Aish, pusing lagi!
Aku mengalihkan pandangan ke Taemin. Lah lah, kenapa dia nggak pulang?
“Cuma mau memastikan kau sampai kamar dengan selamat.” katanya seolah bisa membaca pikiranku.
“Hya! Mesum!”
“Pikiranmu itu yang mesum, jagiiii~”

“Mana kuncinya?” tanya Taemin. Aku menurunkan ranselku dari pundak dan mulai membongkar (?) isinya demi mencari sebentuk kunci yang entah terselip di mana.
“Nih,” kataku sambil menegakkan badan lagi. Ah, pandanganku makin kabur.
“Ra-ya?” Taemin mengibaskan tangannya di depan mataku, tapi yang tampak hanya 2 bayangan blur seseorang yang bahkan wajahnya saja tidak jelas.
Dan tiba-tiba tayangan kabur itu berganti warna hitam.
Masih sempat terdengar suara Taemin sebelum aku tak sadarkan diri.

Taemin’s POV

Aku menatap Sungra yang sedang menunduk, sibuk mengaduk-aduk tas ranselnya. Aish, dari dulu selalu begini, benda-benda kecil yang penting selalu ketelingsut kalau berada di tangannya.

“Nih,” kata Sungra. Beberapa detik kemudian, ia tampak terhuyung dan hampir jatuh.
“Ra-ya!” refleks aku berteriak dan menarik tangannya yang masih terulur ke arahku hingga ia jatuh ke badanku. Dagunya bersandar di bahuku, matanya terpejam. Keringat dingin membanjiri wajahnya. Pingsan beneran sekarang!

Susah payah aku membuka pintu rumah Sungra yang kosong dan membawanya masuk, lalu merebahkannya di sofa ruang tengah. Dibawa ke kamar? Kejauhan!

Hal pertama yang terlintas di pikiranku adalah: orang demam biasanya dikompres. Betul tidak?
Aku berjalan-cepat ke kamar mandi, mengobrak-abrik raknya sebentar untuk mencari handuk kecil, ambil baskom, dan mengisinya dengan air hangat suam-suam kuku. Aku kembali ke ruang tengah dengan membawa peralatan kompres darurat itu dan langsung mengompres Sungra.
Kupegang dahinya. Panas.

“Aish. Katanya bisa jaga diri.” gumamku sambil meletakkan handuk hangat (?) ke dahinya. Sekarang apa lagi?
Ah, aku lapar. Lebih baik aku pulang dulu, ambil makanan dan sekalian minta eomma memasakkan bubur untuk Sungra saja.
Aku beranjak dari sebelah Sungra. Agak khawatir juga sih kalau harus meninggalkannya, tapi mau bagaimana lagi… kalau aku sok-sokan membuatkan bubur untuknya bisa-bisa ia keracunan, masak air saja aku nggak bisa =_=
Kututup pintu rumah Sungra dan aku langsung berlari ke rumahku. Semoga eomma sudah selesai masak. Keburu laper nih! (?)
Maksudku, biar eomma bisa langsung memasakkan bubur untuk Sungra~

————————————————

Aku membuka pintu rumah Sungra perlahan. Tangan kananku memegang tempat makan berisi bubur dan tangan satunya menutup pintu rumah.
Aku melangkah ke ruang tengah. Lho, Sungra kemana? Masa’ diculik? Kok sofanya kosong gini?

BRANG~

Tiba-tiba terdengar suara seperti panci dan teman-temannya jatuh. Dari arah dapur. Refleks kularikan diri (?) ke dapur dan yang terlihat adalah…
Sungra. Jongkok di pojokan dapur sambil memijat kepalanya, dengan sebuah panci kecil yang jatuh tak jauh darinya.

“Masih nekat masak?” celetukku tiba-tiba. Ia menoleh.
“Min-ya?” ia menyambut uluran tanganku dan berusaha berdiri. “Kan tadi kamu nggak ada, kok sekarang…”
“Duduk.” aku memotong ucapannya dan menunjuk ke salah satu kursi makan. Ia menurut.
“Mau ngapain? Masak? Bukannya kamu nggak bisa masak? Nanti kalau aku keracunan gimana?”
“Aisssh, udah diem aja!” kataku sambil mengambil mangkuk. “Belum makan kan?”
Sungra menggeleng. “Belum lah. Tadi baru mau masak.”
“Masak apaan?”
“Ramyeon.” jawab Sungra. Aku menghela napas.
“Sakit kok makan ramyeon?”
“Lah aku bisanya masak ramyeon doang!” ia membela diri. Aku melangkah ke meja makan dan meletakkan mangkuk bubur di depannya, lalu duduk di hadapannya. Ia membelalakkan mata melihat bubur yang masih mengepulkan uap itu

“Kamu masak sendiri?” tanyanya sambil menunjuk mangkuk itu. “Enak nggak? Kalau aku keracunan gimana? Kalau aku tambah sakit gimana?”
Aku mengambil sesendok bubur dan bersiap menyuapkannya.
“Tenang saja, ini eomma yang masak. Dijamin enak!”
Mulutnya membentuk huruf o sempurna dan aku langsung memasukkan sendok bubur itu.

“Min-ya~ aku bisa makan sendiri~” ia merebut sendok dari tanganku. Terlihat semburat pink di pipinya, yang membuatku tak bisa menahan diri untuk mencubit pipinya.
“Hyaaa Min-ya appo!” Sungra memukul tanganku, keras sekali.
“Habiskan dulu sana.” kataku sambil mengarahkan dagu ke mangkuknya.

“Kamu nggak makan?” tanyanya.
“Tadi sudah di rumah.” jawabku. Ia mengangguk singkat lalu kembali sibuk dengan bubur yang sudah separo habis.
“Sudah minum obat?” tanyaku balik. Ia menggeleng. Aku bangkit dari kursi dan berjalan ke…
Tunggu. Tempat obatnya dimana?

“Ra-ya obatnya dimana?” tanyaku.
“Di kulkas, laci paling bawah!”
Kugaruk kepalaku yang tidak gatal. Nyimpen obat kok di kulkas?
Aku mengikuti petunjuk (?) Sungra dan membuka laci terbawah. Ternyata memang laci itu didesain khusus untuk tempat obat, dan ada banyak obat di sana. Maklum, keluarga dokter –“
Aku mengambil satu strip parasetamol dan memberikannya ke Sungra yang sudah menghabiskan buburnya, lengkap dengan segelas air putih dingin.

“Gomawo.” gumamnya. Aku tersenyum dan mengacak rambutnya.
“Aaaah Min-ya! Aku mau minum obat, jangan diganggu!”

————————————————

Sungra’s POV

Dan inilah aku. Duduk di sofa depan TV sambil menunggu Taemin yang (katanya) baru membereskan meja makan. Itu kata-kata yang dikatakan olehnya setengah jam yang lalu sambil mendorongku keluar dari dapur saat aku akan mencuci mangkukku.
Apa sih yang dilakukan olehnya? Nyuci mangkuk satu, gelas 2 dan sepasang sendok-garpu saja kok lama banget?
Tak bisa menahan rasa penasaranku lagi, aku berdiri dan berjalan ke dapur.

“Min-ya kau sedang… eh?”
Dapur kosong. Piring bersih tertata rapi, juga mangkuk bekas buburku. Kemana lagi makhluk ini?
“Min-ya eodisseoyo?” teriakku. Tak ada jawaban.
Ah, paling Taemin sudah pulang. Aku kembali ke ruang tengah untuk mematikan TV, tapi tiba-tiba aku dihadang (?) sekeranjang origami burung. Dari siapa?

“Tadaaaa! Ra-ya, 100 bangau untuk kesembuhanmu!” teriak Taemin yang tiba-tiba muncul dari balik pintu ruang tengah.
“Hya! Kau mengagetkanku!” teriakku kesal sambil memukul bahunya pelan. “Lagipula harusnya kan 1000 bangau, bukan 100!”
“1000 kebanyakan, ini juga aku nyicil bikinnya pas nunggu eomma bikin bubur.”
“Ini beneran 100?”
“Yaelah, nggak percaya. Hitung aja sendiri.”
“Males~”
Ia menjitak kepalaku. “Dasar!”
Aku terkekeh. “Tapi… gomawo deh. Haha.”
“Cheonmaneyo, naui Ra-ya.” katanya. Tangannya sigap menahan tanganku yang hampir menyentuh rambut merahnya itu.

Aku mengangkat keranjang bangau itu. Warna-warni, kecil-kecil dan sangat banyak. Kayaknya aku mulai percaya kalau jumlah bangau ini ada 100.
“Semoga cepat sembuh, Ra-ya…” kata Taemin tiba-tiba. Aku mengangguk kecil.
Tunggu. Sejak kapan suasananya jadi mellow begini?

Taemin mengambil satu bangau dan memainkannya di tangannya.
“Hmm, aku jadi ingin membuatnya lagi.” gumam Taemin. “Ah! Ayo bikin, Ra-ya! Kita tambah 900 lagi biar jadi 1000 buah!”
“Enak saja!” aku menoyor kepalanya. “Lah aku… bikin satu aja nggak bisa…” lanjutku.
“Nanti kuajari, ara? Kamu bikin 450, aku bikin 450!” putusnya. Aku mengangguk pasrah. Ia tertawa kecil dan mengelus kepalaku.

“Masih pusing?” tanyanya. Aku menggeleng pelan.
“Tapi suaraku masih aneh.” kataku, separo kesal pada diri sendiri.
“Mau suaramu kayak gimana kan kamu tetap Lee Sungra, yeojachingunya Lee Taemin.”
“Aish, gombal!” gerutuku. Tapi tetap saja wajahku memanas. Hyaaaa >/////<

————————————————

Aku duduk bersila di lantai kamar dengan beberapa origami bangau tersebar di sekitarku, sementara di depanku ada kertas-kertas yang belum dilipat dan Taemin yang sedang membuat origami dengan terampil. Bangau buatanku masih bisa dihitung jari, sisanya punya Taemin yang entah sudah jadi berapa -_-
“Ini dilipatnya kemana?” tanyaku yang mendadak lupa langkah-langkah membuat bangau kertas. Taemin melengos.
“Aku sudah sepuluh kali mengajarimu, Lee Sungra!” gerutunya. “Yang ini kedalam. Terus dilipat ke kiri sedikit. Ngerti?”
“Ne, seonsaengnim~”
“Heran, kalau pelajaran eksakta kamu pintarnya nggak ketulungan, giliran kesenian langsung jongkok.” ledek Taemin. Aku mendelik.
“Seenaknya! Kalau aku bisa semua namanya nggak adil buat orang lain, Tuan Lee…” gumamku sambil memfokuskan pandangan ke kertas origami di tanganku. “Yak! Jadi!”

“Omong-omong, ada biaya perawatan yang perlu kau bayar, lho.” kata Taemin.
“Nolong orang harusnya ikhlas, Min-ya…”
“Kalau gratis mulu nggak bakal untung!” katanya. Aku memutar bola mataku.
“Ara, biaya bubur berapa, tenaga manusia berapa, oh iya sekalian biaya kertas origami berapadeh?”
“Rahasia, hehe.”
“Lah, terus aku bayarnya gimana?”

“Ya nggak gimana-gimana.” katanya. Aku mendengus pelan.
Tahu-tahu, daguku ditarik olehnya. Tanpa permisi ia mencium bibirku dengan durasi yang agak lama. Cish, dasaaaar >.<
“Itu saja cukup kok, jagi…” lanjutnya setelah ia melepas ciumannya, lalu ia memasang evil smirk di wajahnya.
“Pokoknya kalau kamu ketularan flu aku nggak mau tahu!” kataku sambil memalingkan wajahku yang pasti sudah semerah tomat matang. “Siapa suruh cium-cium orang sembarangan!”
“Sembarangan? Nggak lah, kan yang aku cium yeojachinguku sendiri, emangnya salah?”
“Nggak sih…”
“Nah itu tau?” ia memperlebar cengirannya. Aku melempar beberapa origami ke kepalanya.
“Yang aku maksud sembarangan itu nggak tau waktu! Pokoknya kalau kau kena flu aku nggak mau disalahin! Titik!”

————————————————

jadi saya emang baru filek dan plu (?) beneran waktu bikin fic yang ini. Hehehe, tapi nggak sampai pingsan kayak Sungra gitu -.- paling parah mah badan lemes banget terus cuma bisa tiduran di kamar, nggak bisa ngapa ngapain *ekstrim* *tarik ingus #dih*

Advertisements

25 thoughts on “[One-Shot] Flu~”

    1. andwae andwaeeee!
      situ sama ryeowook aja noh gratis! *dorong wookie*
      lah saya setres nunggu hasil un sama sebel karena hidung meler., yaudah =_= jadilah fic gakjelas ini –“

  1. Ini I’m sick versi cewek saeng XD

    Comment comment ^^

    1. Taemin perhatian banget saeng, nggak kayak Kyuhyun, cuma ngrusuhin Onnie terus =P
    Pagi pagi udah mbojo di motor
    Aigoooooo maknae jaman sekarang *elusdagu*
    Onnie aja jarang mbojo di motor #PLAAAAAK

    2. Taemin suruh beli mobil deh saeng
    Biar KyuJoon bisa nebeng *?!*
    jadi kita bisa ngejekin kalian lebih lama lagi Hahahhahhahha ^^

    3. Sungra keras kepala : EMANG =P *ditendangdonsaeng*

    4. Pas ulangan : So sweet abis
    Pake nulis di kertas, senggol senggolan kaki
    Aigooo …. Onnie Pengen juga *semuapengen* =]
    Mana kertas nya dikumpulim taemin
    Perhatian kecil yang bisa bikin cewek luluh XD

    5. Onnie di sini normal kan ya ?? Hahahahhah Senangnyaaaaaaaa
    Kyuhyun juga nggak gitu ngisruh =P
    Seneng deh berguna di sini hahaahahahahh

    6. Pas pulang mau ambil bubur ….. Bilang aja Min Kalo lapar Hahahhhah ^^
    pake alasan ambil bubur lagi
    Cish …. Klise sekali saeng~ah Hahahhahah ^^
    PS bibirnya enak ?

    7. Dongsaeng simpen obat di kulkas ?
    Omo ! Beku dong ?? Hahahhahh
    Kayaknya nggak semua obt boleh masuk kulkas kan ?
    Setau Onnie malah yang masuk kulkas itu salep sama reagent XD masa Dongsaeng minum reagent ? =.= yang Bener aja Hahahhahah

    8. 1000 bangau …. Ntah kenapa
    Onnie sering baca
    Tapi Tetep terkesan Sama orang yang buat
    Terharu =’)
    taemin sampe mbuatin Sungra biar sembuh huhuhuhuju
    Onnie rasa ini highlight di sini saeng 😉

    9. Onnie ulangi : Onnie lebih suka TaeRa timbang TaeLi hhahhaahha ^^

    PS. Onnie suka liat cowok perhatian sama ceweknya yang lagi sakit saeng ^^

    1. wekekekeke, keadaan mendukung sih eonn (?)

      balesaaaan XD

      1. nah itu sih nasib eonni, kekekekekeke
      makanya si kyuhyun dibilangin dong biar nggak evil-evil amat kekekekeke
      kalau kyujoon kan di bus bukan di motor 😛
      WAKAKAKAKAKAKAK XDD

      2. ya ntar deh saeng bilang =-=
      eleh eonni mau nebeng? enak aje… bayar bensinnya sini! *todong*
      tujuannya udah gak bener nih -_____-

      3. WAKAKAKAKA kalau yang itu emang kenyataan eonn kekekeke XD

      4. eonni pasti ngomennya sambil pasang mupeng =_=
      heem, taemin emang perhatian… di saat saat tertentu wkwkwkwkw 😛

      5. wakakakaka, calon dokternya saeng biarin praktek lapangan disini, kekekekeke
      kyuhyun baru (agak) baik, tuh 😛
      besok nggak usah berguna lagi ya? *plak

      6. hahaha, gengsi eonn bilang laper :p
      taemin cungkring gitu makannya banyak lho *ranyambung*
      huahahahaha, protes ke taemin dong eonn XP
      EYAAAAA kok bibir sih eonn? 😛
      iya buburnya enak, buatannya eommanya taemin sih ._. coba kalau taemin sendiri yang buat, saeng gak tau nasib lidah saeng bakal jadi gimana…

      7. itu bukan di kulkas saeng tapi punya budeku, jadi ada kayak ruangan khusus buat nyimpen obat gitu
      jadi ada 3 lemari, 2 atas buat makanan, yang bawah buat obat, jadi kayak lemari yang steril gitu lho eonn, kekekekeke
      WAKAKAKAKAKAKA bukan saeng minum salep *plak

      8. heem, emang pasaran kalau seribu bangau .-.
      iya, kok rela gitu bikin 1000 buah buat orang lain… kan capek…
      untung taemin cuma bikin 100, kekekeke
      bisa gempor tangannya (?) kalau bikin 1000 bangau xp

      9. wakakakaka udah 3 kali eonni bilang kayak gini XD

      saeng juga seneng gitu liat kayak gitu, cowoknya perhatian banget ecieh cieeeeh (???)

  2. Aaaaa~ Mianhae baru comment sekaraaang~ Kemaren pas baca setengah, terus mati lampu ._. Untung sempet nge-like. *malah curhat*

    Idiiih, ini Sungra sakit yang heboh sekampung. Pengeen~ ._.

    Nahlooo, itu Taem kok minta imbalan gitu? Ketularan Hyuki ya? -___-

    Setuju deh sama commentnya Hyunjoon onnie di atas yang nomer 4~ Si Taem ternyata perhatian banget sama Sungra 😀 Kirain bisanya cuma nggangguin Sungra aja *PLAAK

    Setuju juga sama comment nomer 8. Tapi si Taem bikinnya 100 doang, jadi sembuhnya cuma 10% doang dong ya? ._. *PLAAAK

    1. neee, gwaenchanhaaaa~
      turut berduka sama mati lampunya *eh?

      wakakaka, artinya sungra banyak yang sayang~ *plak* *pede tingkat dewa*

      hooh, ketoke virus pelitnya hyuki udah nularin si mimin -____- jagain dong biar nggak nularin, cukup ke fad ajaaa *plak

      hahaha, perhatiannya cuma di saat tertentu :p besok mesti ngerusuhin lagi, kekekekekeke XD

      iya kali tuh cuma 10%, soalnya saya juga belum sembuh total sekarang *plak *apa hubungannya*
      besok kalau udah 1000, baru deh sungra sembuh total, wkwkwkwkw *digebuk

      1. Sungra jailnya nyaingi KKyu gitu ternyata banyak yang sayang :O *plak*

        Itu si Hyuk udah stadium 4 tuh~ Virusnya udah kebal sama obat, nggak bisa diilangin -_____-

        Ngerusuhnya jangan lama-lama yaa, ntar masak mesti nunggu Sungra sakit lagi, baru romantis ._.

        Ntar si Taem kalo disuruh bikin 1000 biji kan tangannya jadi tambah lentur~ 😛

        1. iyadong, sungra gituuuu :p
          sungra kan muridnya kyu makanya sama jailnya, kekekeke *ditendang kyu*

          kanker (kantong kering) stadium 4 cuma bisa disembuhin pake duit segepok, kekekekekeke *mata langsung ijo* *plak

          ngerusuhnya liat sikon kok, romantisnya juga, hoo ra min? *senggol taemin*

          WAKAKAKA setujuuuu XDD tapi kasian ntar bisa2 sambil tidur dia malah bikin origami gitu .-.

  3. dari hasil onnie baca ni ff #benerinkacamata #padahalnggakpake #plak!
    SUNGRA BANDEL
    #kabuuuuurr
    #baliklagi
    hhehehe
    bandel yaa udah tau sakit masih nekat mau ulangan, fisika pula @.@
    si Taem sabaar bener, good job, i like it! #riantimodeon
    kekeke
    #komengaje

    1. eleh, eonni kayak profesor ngasih kesimpulan akhir aja =______=
      WAHAHAHAHAHA sungra bandel banget ya?
      *lempar angel/raena eonni pake batu bata*
      yah males e nek misalnya harus susulan, kan ntar cuma ada sungra sama han saem di kelas, ih maleeeeesss ==
      wakakaka, dia baru tobat tuh eonn. biasanya taemin kerjaannya gangguin sungra terus padahal, wekawekawekaweka
      gomawo komennya eonn, biarpun geje 😛

      1. bangeeeeeet *cubit
        call me Raena now.. tapi ff nya ttep KyuAn. hehehe
        iya sih, susulan bikin tegang walopun kita bisa ._.
        aaa satu lagi.. pas kalian lempar”an kertas, si taem nanyain kabarmu gimana, klo saya gurunya : ambil tu kertas, bacain depan kelas, suruh taera praktekin #beneranditendang
        ><

        1. yaaaaak eonni appo! T…..T
          okedeh, kekekeke raena eonni~~ habis kyuan udah famous sih *eyaaaa
          makanya, apalagi kalau gurunya killer, udah sport jantung duluan kan =____=
          wakakakakakakaka jangan dong eonn, masa’ orang sakit disuruh maju ke depan kelas? mau disuruh mraktekin apaan coba eonn? 😛

        2. jinja? #dorongtaem #suruhusep
          aigoooo masih canggung (?) hehhee iyaa udah kebiasaan sama angel sih -____-” #resikolola
          nah! bahta! onnie paling ngindarin yg namanya susulan.. ngeriiii >,<
          nggak apalaa kan sama mimin (Taemin. red) juga majunya *kedip"
          kekekeke
          mraktekin apa hayoooooo *minjem muka mesum unyuk*

        3. jinjja eonni *pout*
          hooh, canggung ini eonn kayaknya (?)
          pokoke kyuan gak ada matinya? #eaeaea
          mending kan bareng2 eonn kalau ulangan, paling kagak ada temen nyontek… *eh
          uuuuuuh saeng gak mau, saeng pusiiiing *ngerajuk*
          wah eonni pikirannya kemana mana ini wakakakakakaa :p

        4. Nanti Angel onnie sama Taemin~ Sungra sendirian~ 😛 *digebukin*
          Atau Sungra mau sama Hyuk aja? *tendang Hyuki*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s