[One-Shot] One Day After

Title: The Day After
Genre: Romance
Rating: G
Casts: Lee Taemin, Lee Sungra, Choi Hyunjoon, Cho Kyuhyun


Sungra’s POV
“Morning, Sungra-ya~”
Baru saja aku membuka jendela kamarku dan sudah disuguhi pemandangan seorang namja yang bertengger di balkon seberang lengkap dengan senyum innocent di wajah, masih terbalut kaos lusuh dan celana bermuda. Bangun jam berapa dia?
“Min-ya?” aku mengusap mataku. Masih ngantuk beraaaaat. Tak peduli dengan penampilanku yang hanya memakai kaos lengan panjang dan celana selutut, lengkap dengan rambut acak-acakan, wajah sembap kebanyakan tidur, walau aku ada di depan namjachinguku sendiri. Toh tak ada gunanya berusaha jaim di depannya, wong dia tahu hampir semua aibku kok.
“Ne, waeyo?” tanyanya. “Cepat mandi, nanti kita berangkat bareng!”
“Bareng?” aku menguap, lalu mataku terbelalak seketika. “Shirheo! Nanti kau ngebut kayak kemarin, jantungan aku!”
“Jagiiii~”
Sebutir kerikil melayang ke badannya. Ia menangkisnya sambil tertawa kecil.
“Ra-ya ayolaaah~”
“Ara, ara, aku siap-siap sekarang! Kau juga, pokoknya kalau aku sudah selesai dan kau belum terlihat di depan rumahku, aku berangkat sendiri!” ancamku sambil berbalik masuk ke kamar. Masih sempat kudengar kekehannya sebelum pintu balkon merangkap jendela itu tertutup sempurna.

————————————————

“Eomma, aku berangkat~” teriakku.
“Yaaa!” balas eomma. Aku menutup pintu rumah dan menemukan (?) motor sport hitam dengan pemiliknya nangkring di atasnya.
“See? Aku lebih cepat 4 menit.” ia nyengir lebar, tangannya mengangsurkan helm kepadaku. Ia sendiri memakai helm hitam yang kemarin kupinjam.
“Mm-hmm. Terserah.” aku memakai helm itu dan melompat ke belakangnya.
“Tangan?”
“Nggak mau!”
Ia menarik tanganku dan melingkarkannya paksa di pinggangnya. Entah kenapa, aku sama sekali tak memberontak atau melepas tanganku dari pinggang kurus di depanku itu.

Taemin menjalankan motornya dengan kecepatan sedang hingga keluar daerah tempat tinggal kami, lalu mulai menambah kecepatan saat memasuki jalan raya. Jalanan masih sepi, jadi kami bisa lebih cepat sampai.

Beberapa menit kemudian, kami sampai di sekolah lengkap dengan kejadian-yang-bikin-sport-jantung (as usual…), jeritan-jeritan panik, dan beberapa kali cubitan peringatan ganas di pinggang Taemin. Aku melompat turun dari motor dan melepas helm, lalu menyerahkannya ke Taemin.
“Aish, cubitanmu sakitnya nggak kira-kira!” gerutunya sambil mengusap beberapa spot yang jadi korban keganasan tanganku tadi. Aku meringis tak berdosa.
“Salahmu sendiri, kan?” balasku. Ia merengut dan menjitak kepalaku pelan.
“Kau-ja-hat!”
“Aku tahu…”
“Kebanyakan bergaul dengan Hyunjoon membuatmu jadi sarkastis begini, ya?”
“Sepertinya. Cukup berguna untuk mengatasi orang sepertimu, Tuan Lee.”

Taemin tertawa kecil dan mengangsurkan tangannya ke hadapanku.
“May I, young lady?”
Ada apa dengan kepalanya? Terbentur sesuatu-kah? Ada kejaiban apa sampai dia bisa berbahasa Inggris secanggih ini?
“I’ll take it as a yes, arasseo?” ia menggamit tanganku tanpa permisi. Eh, pakai dong? Kan tadi dia sudah bilang? Tapi kan aku belum setuju!

“Hyaaa Min-ya, eh, Taemin-a!” aku menggeleng kuat-kuat dan berhenti berjalan.
“Wae?” ia berbalik menghadapku dan menaikkan alis.
“Nanti… di dalam… anak-anak…” aku kebingungan mencari kata-kata yang pas.
“Biarkan saja! Memangnya mereka berani mengganggumu, hmm?” ia menunduk sedikit hingga wajahnya sejajar denganku. “Atau kau malu? Karena aku menggandeng tanganmu? Karena aku namja yang suka membuat onar di sekolah, berandalan, salah satu murid yang dibenci pihak sekolah, beda jauh denganmu? Kau tidak suka aku jadi namjachingumu? Aku nggak pantas…”

“Bukan, bukan begitu…” aku menghela napas dan membekap mulutnya. “Aku gugup! Taemin-a~ aku nggak malu kok! Sumpah!”
“Jinjjayo?”
“Jinjja…” gumamku. “Jangan ngomong kayak tadi, Taemin-a…”

Taemin tersenyum. “Oke, oke!” ia mengacak rambutku pelan. Aku merengut dan menutupi kepalaku dengan tangan.
“Jangan rambut!” pekikku. “Nggak boleh! Nggak boleh!”
Ia berhenti dan menarik tanganku dari kepala.
“Sudah?”
“Sudah apanya?”
“Ready to go and show the world?” tanyanya lagi. Aku tertawa.
“Sok inggris!” candaku. “Ayo!”
Refleks tangannya menggenggam telapak tanganku erat. Kyaaaaa >////<
“Erm… boleh?” ia meminta konfirmasi.
“Eung~” kuanggukkan kepalaku, berusaha menutupi rona merah yang menyebar tanpa permisi di pipi.
“Let’s gooooo!” katanya, lagi-lagi menarikku ke arah pintu utama sekolah.

Hampir sama seperti kemarin, keadaan di sekitar pintu sekolah masih agak sepi. Ada sih beberapa orang yang lalu-lalang, tapi bisa dihitung jari.
“Jadi begini ya keadaan sekolah jam segini?” gumam Taemin.
“Makanya jangan telat mulu!” sindirku. Ia melengos.
“Mulai sekarang aku nggak bakal telat kok! Kasihan yeojachinguku, gelar putri-tidak-pernah-terlambat-nya bisa hilang!” ia meledekku balik.
“Tukang telat sepanjang masa sudah insyaf ternyata.” balasku. Ia mencubit pipiku. Gila, pedes cubitannya -.-

Kami berjalan cepat menuju kelas yang (untungnya) sudah terbuka tapi masih kosong. Ini mereka yang pemalas atau aku yang kepagian, sih?
“Hari ini duduk dimana?” tanya Taemin. Aku mengangkat bahu.
“Terserah~”
Akhirnya ia meletakkan tasnya dan duduk di bangku ketiga dari depan, dekat jendela. Di kelas kami yang ditentukan cuma teman sebangkunya, masalah posisi duduk bebas memilih.
Aku menaruh ranselku di sebelahnya. Setelah urusan memasang earphone dan sebagainya selesai, aku menghempaskan badan ke kursi.

Lagi-lagi ia mengambil sebelah earphoneku tanpa permisi. Aish, namja ini =_=
“Yaaa, sopan sedikit!” seruku. Ia melengos.
“Tahu sendiri kan aku kayak gimana?”
Aku menatap namja itu tanpa ekspresi, kemudian mengalihkan tatapanku ke iPod di tangan. Tahu-tahu Taemin merebut iPod itu, membuatku refleks melotot ke arahnya dan siap menarik iPodku kembali.
“Ya! Ya! Santai!” ia menghalau tanganku dengan sebelah tangan sementara tangan yang satunya sibuk mencari-cari sesuatu di daftar laguku.
“Aish, mau cari apaan sih?” aku melongok melewati bahunya, dan secara otomatis membuat kepala kami mendekat.

Niga joheun iyu…

Krik. Why I Like You? Apaan dia itu?
“Nggak mau! Ganti!” aku merebut iPodku darinya dan menscroll ke atas, tapi tak sengaja jariku malah menekan satu judul lagu di layar.

Yaksok pungkeu banjjak jamsu neoneun geu tereojiti munjegeodeun
Hajiman pyeongbeomeun No Hamkkeramyeon OK, Wild Thing namanui

Gangsta Boy?
Aku terdiam dan menatapnya. Ia juga balik menatapku.
“Kok… bisa pas?” tanyanya. “Kamu sengaja?”
“Nggak lah. Mana tau aku!”

My Gangsta Boy, My Gangsta Boy
Nan namjajyo, nan namjajyo
My Gangsta Boy, My Gangsta, My Gangsta
Neon cham meotjyeo, neon cham meotjyeo
You’re My Prince

“I’m your gangsta boy~” gumamnya. Aku terkekeh.
“Terserah. Terserah!”
“Kenapa nggak kau balas? Bilang ‘and you’re my prince’ atau apa gitu.” gerutunya kesal. Yeee, nggak ikhlas nih ceritanya?

Lagu kembali memasuki reff. Aku menyanyikan beberapa bagiannya sambil melirik ke arah Taemin yang tampak acuh tak acuh dengan tingkahku.
“My Gangsta Boy~” panggilku iseng. Ia masih diam.
“You’re my prince!” sambungku.
“Kenapa, sih?” tanyanya malas.
“Aish, kau ini begitu saja ngambek!” aku menggembungkan pipiku kesal. Ia malah menekan-nekan sebelah pipiku dengan jarinya sambil tersenyum geje. Dasar orang aneh -.- sebentar ngambek sebentar senyum-senyum. Labil ah!
“Kata siapa aku ngambek? Yah, yang ngambek malah kamu kan sekarang? Ra-yaaaa!”
“Siapa yang ngambek? Kamu kali!”
“Kamu!”
“Kamu duluan, babo Min-ya!”

3rd-person POV

Tanpa disadari oleh dua orang yang sedang terlibat pertengkaran kecil-kecilan, ada dua orang lain yang sedang bersandar di sebelah pintu kelas, entah sejak kapan mereka ada di situ. Yang jelas tujuannya cuma satu: NGUPING!
“Cih, dasar couple aneh.” gerutu salah satu dari mereka, si yeoja.
“He-eh, gitu aja ribut!” lanjut si namja yang sedang sibuk main PSP.
“Ya! Bisa nggak sih lepas dari PSPmu barang semenit saja?” yeoja itu mencoba merebut PSP dari tangan si namja
“Nggak mau! Ini istrikuuuuuuuu!” teriak si namja sambil mendekap PSP warna Black Piano itu.
“Aku apamu, babo?!”
“Apa aja boleh!”
Si yeoja menginjak kaki si namja keras-keras.
“YAAAAAA BABO HYUNJOONIE APASSEO!” si namja refleks berteriak, membuat dua orang yang ada di dalam kelas menghentikan pertikaian mereka.

“Ra-ya kau dengar suara teriakan?”
“Iyalah. Keras banget. Kayak suara Kyuhyun nggak sih?”
“Ho-oh… dari sekitar pintu kan ya?”
Mereka berpandangan sejenak lalu mengangguk sepakat, seolah telah selesai melakukan komunikasi via telepati.

“Hana, dul, set…” Taemin mengisyaratkan dengan jarinya, lalu langsung menutup telinga.
“EVIL COUPLE! KELUAR DARI PERSEMBUNYIAN KALIAN SEKARANG!” teriak Sungra. Dua orang yang disebut masih sibuk gontok-gontokan di depan kelas.

“Tuh kan! Teriakanmu bikin mereka nyadar kalau ada kita!” teriak Hyunjoon.
“Kalau kamu nggak nginjek kakiku pasti kita nggak bakal ketahuan!” balas Kyuhyun.
“Kamu yang salah!”
“Kamu!”
“Kamu!”
“Pokoknya kamu, Choi Hyunjoon!”
“Enak saja, bukannya kamu, Cho Kyuhyun?”

Sementara itu, 2 orang yang masih ada di kelas hanya mengangkat bahu.
“Memangnya dari dulu Hyunjoon sebrutal itu ya?” tanya Taemin. Sungra menggeleng.
“Seingatku waktu SD dia nggak segitunya banget. Waktu SMP juga. Sejak jadian sama Kyu dia jadi ketularan evil…”
Taemin dan Sungra (lagi-lagi) saling pandang.
“Sepertinya kita sepikiran lagi, Ra-ya.” kata Taemin. Sungra mengangguk.
“Evil King vs Evil Queen!” teriak mereka bersamaan sebelum ber-high five dan tertawa bersama.

————————————————

Kelas sudah mulai ramai. Reaksi anak sekelas terhadap TaeRa couple sebenarnya bisa dibilang biasa saja, cuma… kadar ‘biasa’nya anak 2-5 beda dengan kelas lain.

Reaksi pertama: KyuJoon couple
“Wah wah wah, sepertinya kata-kataku kemarin ada benarnya. Kalian benar-benar jadian, kan?” – Kyuhyun
“Baru jadian kemarin sore? Ah jinjjayo? Bukan dari kemarinnya lagi?” – Hyunjoon

Reaksi kedua: Class’ Chairman, Shin Dongho
“Aaaah! Akhirnya tercipta kedamaian di kelas! Aku senang! Ternyata upaya anak sekelas mencomblangi kalian berdua tak sia-si… ups. Anggap itu tak ada.”
Dilanjutkan dengan sambitan buku tulis oleh Sungra dan bolpoin oleh Taemin.

Reaksi ketiga: Gerombolan namja perusuh (Onew, Yoseob, Eunhyuk, Changmin, Daesung)
“Pajak! Pajak! Pajak!”
Berhasil dihentikan dengan lemparan sepatu mautnya Sungra.

Reaksi keempat: Miss Gossip 2-5, Lee Chaerin a.k.a CL
“SUDAH KUDUGA! Kalian itu kelihatan banget tau nggak? Tapi… eh? Baru kemarin? Seriously? Jinjjayo? Nggak salah? Bukannya kalian…”
Pada akhirnya, makhluk (?) ini dijinakkan (?) oleh Hyunjoon agar berhenti bicara

Reaksi kelima: Cenayang 2-5, Ryeowook
“Semulus jalan tol pantura Seoul-Incheon, sepertinya.”
Kata-kata si cenayang sukses membuat TaeRa mengerutkan jidat kebingungan.

Masih ada reaksi keenam, ketujuh, kedelapan, dan seterusnya. TaeRa hanya bisa geleng-geleng kepala.
“Aigoo, kalian kenapa berlebihan banget sih?” gerutu Taemin.
“Unexpected event, mang!” balas Eunhyuk nun dari pojokan kelas sana. Taemin melengos. Kesambet apa pula itu monyet kok jadi sok nginggris.

“Biasa aja kaliiiii~” Sungra ikutan esmosi eh emosi.
“Masalahnya ini kamu sama Taemin, Ra! Lain dari yang lain!” celetuk Hyunjoon tiba-tiba.
“Ah elah emang kamu sama Kyuhyun bisa dibilang normal?”
Hyunjoon asah golok =_=

“Yang penting pajakpajakpajakpajaaaaakkk~” koor para namja yang tentu saja dimotori oleh gerombolan perusuh. Sungra angkat bahu dan Taemin hanya bisa tertawa melihat kegilaan teman-temannya itu
Yah, sepertinya reaksi yang paling wajar ya yang minta pajak itu .-.

————————————————

Taemin’s POV

Aku menegakkan tubuhku. Aish, pegal!
Kelas kosong, hanya ada aku dan tumpukan buku di depanku. Lagi-lagi aku terpaksa mengerjakan tugas dobel karena lupa ngerjain PR. Kali ini dari Park saem. Dan aku belum boleh pulang sampai tugasku selesai. Sialan =_=

“Min-ya?”
Aku menoleh dan mendapati Sungra berdiri di pintu kelas. Tangannya membawa 2 tempat makan plastik, entah apa isinya.
“Sudah selesai?” tanyanya sambil menghampiriku lalu menghempaskan badannya di sebelahku. Aku menggeleng pelan.
“Sedikit lagi.”
“Belum makan, kan? Nih, ramyeon. Tadi aku beli di kantin.” katanya sambil membuka satu tempat makan dan menaruhnya di depanku, lengkap dengan sendok plastik dan sumpit.
“Kamu nggak makan di kantin?”
“Nggak.” katanya sambil fokus membuka kotak satunya. “Baru bosan makan di kantin.”
“Bosan atau apa?” tanyaku, separo menggodanya.
“Pokoknya bosan, titik!” ia memalingkan wajahnya. Aku terkekeh dan mengacak rambutnya.

“Gomawo Ra-ya…”
“A, ah, ne, cheonma…”
Kulahap ramyeon hangat di depanku itu. Tugas dari Park saem urusan nanti, siapa tahu Sungra mau bantu juga, kekekekeke~

“Eh Min-ya tau nggak?” katanya tiba-tiba. Aku menggeleng. Lah dianya belum bilang apa-apa kok ==
“Tadi waktu di kantin pas aku pesan 2 ramyeon, kan aku bareng Hyunjoon sama Miho tuh. Mereka pake acara ngeledekin coba!” ia menggembungkan pipinya.
“Terus?”
“Aku maluuuu~ lagian emangnya salah kalau aku beli sesuatu buat namjachinguku sendiri?”

Aku terdiam. Aigoo, dia ini polos atau apa sih?
“Nggak salah, lah.” kataku cepat-cepat, berusaha menutupi salah tingkahku. Entah kenapa aku merasa… diperhatikan?
Ia mencebikkan bibirnya. “Tapi Hyunjoon sama Miho nyebelin! Aku kan jadi malu di kantin tadi! Mana Kim ahjumma pake acara senyum-senyum waktu aku pesan ramyeon, gara-gara HyunMiho nih!”
Aku tertawa. “Aish, sudahlah…”
Aku melirik ke ramyeonnya yang belum tersentuh karena ia terlalu semangat bercerita. Kuambil sedikit dan kuarahkan sumpitku ke mulutnya.

“Eung?”
“Buka mulutmu.”
“Min-ya, aku bisa…”
Langsung kumasukkan ramyeon itu ke mulutnya begitu ia bicara. Terpaksa ia berhenti dan mengunyahnya perlahan.
Senyumku mengembang melihat ekspresi kaget bercampur salah tingkah di wajahnya.
“Makan dulu, ara? Baru nanti cerita lagi.” perintahku. Ia mengangguk kecil, masih tidak rela ceritanya terpotong.

Kami melanjutkan makan dalam diam. Makannya cepat juga ternyata .-.
“Min-ya.”
“Hmm?” aku menoleh dan mendapatinya memegang sumpit ber-ramyeon ke arahku. Ia mendekatkan sumpitnya dan aku langsung mengerti apa maunya.
“Kata siapa aku mau menyuapimu?” ia tiba-tiba menarik sumpitnya lagi dan memakan ramyeon itu. Eh, dasar ==
Sungra kembali menyumpit (?) sejumput (???) ramyeon dari tempat makannya. Aku menarik tangannya dan melahap ramyeonnya sambil tersenyum innocent.
“Huaaa, Min-yaaa, itu ramyeon terakhirku!” ia memukul lenganku pelan.
“Biarin, salah sendiri, hahaha~”
Ia mengambil suapan ramyeon terakhir di tempat makanku dan memakannya cepat-cepat. Aku terkekeh.

Sungra bangkit dan membereskan tempat makan plus sumpit-sumpit dan sendok yang bertebaran. Ia keluar kelas, membuang sampahnya sebentar, lalu kembali lagi.
“Katanya belum selesai?” kata Sungra sambil mengarahkan dagunya ke tumpukan buku di depanku.
“Memang belum. Baru mau ngelanjutin.” tukasku sambil menarik buku tugasku dan mulai mengerjakan soal-soal lagi.
Ia melongokkan kepalanya melewati bahuku. “Mm? Bab apaan?”
“Biologi. Rekayasa genetika. Nggak ngerti.” kataku sambil menunjuk halaman bukuku. Mulutnya membentuk huruf O sempurna.
“Ini sih gampang! Persilangan? Cari fenotip? Sini kubantu!” ia menarik buku tugas dan pensilku, lalu mulai mencorat-coret.

Aku diam, telingaku memang mendengarkan suara Sungra yang menjelaskan ini-itu padaku, tapi pandangan mataku mengarah ke wajahnya. Ia terlalu larut dalam soal-soal dan acara menjelaskan padaku, sampai tak sadar kalau kuperhatikan dari tadi.
Pipinya memang tembam, hidungnya juga tak terlalu mancung. Matanya agak besar, makanya dia punya eyelid meski tak terlalu kelihatan.
Seorang Lee Sungra memang menarik dalam satu cara yang aku sendiri tak bisa menjelaskan.

“Nah. Buat nyari fenotip keturunan kedua caranya sama kayak nyari fenotip keturunan pertama. Nanti keturunan pertama jadi parental kedua. Ngerti nggak?” ia mendongak dan menatapku. Aku gelagapan.
“Ne, aku ngerti kok. Gomapta Ra-ya…” kutarik bukuku dari hadapannya, lalu kembali (sok) menyibukkan diri dengan soal-soal.
“Yakin ngerti? Aku tahu kok kalau kamu tadi nggak merhatiin penjelasanku. Ya kan?” ia menodongku dengan wajah datar.
“Dikit. Kucoba dulu!” gumamku sambil mengerutkan kening dan berkonsentrasi ke soal, juga coretannya di bukuku. Yah, sedikit banyak aku lumayan paham sih.-.
Ia memasang sebelah earphone ke telinganya dan yang satunya lagi ke telingaku. Tumben -.-

Menit-menit berlalu. Sungra sudah berkali-kali mengubah posisi duduknya, sekarang ia bersandar ke kursi dengan mata setengah terpejam dan kepala tertunduk. Aku jadi merasa bersalah karena membuatnya telat pulang -_-.
Kutarik kepalanya agar bersandar di bahuku. Ia tak menolak, malah menggerakkan kepalanya ke posisi yang lebih nyaman.
“Min-ya kau pakai parfum aroma cokelat?” tanyanya.
“Ne, wae?”
“Baunya enak~ aku minta, dong!”
“Enak saja, beli sendiri!”
Ia menegakkan kepalanya dan mencibir. “Pelit!”
“Biarin~” kuacak rambutnya dan aku kembali ke pekerjaanku. Sedikit lagi, dan… yak! Selesai!
Aku menutup buku tugasku, lalu memasukkan textbook biologi super tebalku ke tas. Sedangkan buku tugasku kubawa dengan tangan.

“Ah, sudah selesai?” tanya Sungra. Ia berdiri dan menyandang ranselnya dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya menarik earphonenya dari telingaku. Dasar ==
“Eung. Ayo pulang!” kutarik tangannya dengan sebelah tanganku yang tidak memegang apa-apa. Setengah menyeret, kubawa ia keluar kelas dan menyusuri koridor yang sepi menuju ruang guru.

Sampai di sana, yang ada cuma Kangin ahjusshi, sedang membereskan buku-buku di meja guru-guru.
“Ahjusshi, Park saem sudah pulang?” tanya Sungra sebelum aku sempat bertanya. Kangin ahjusshi menoleh.
“Ah, ne, baru beberapa menit yang lalu kalau nggak salah. Wae? Kau dihukum Park saem, ya?”
“Enak saja! Bukan aku, makhluk ini yang dihukum Park saem!” bantah Sungra sambil menunjuk ke arahku. Sialan, aku dipermalukan —
“Oh, Taemin? Kata Park saem, bukumu ditaruh di mejanya saja. Tahu kan mejanya Park saem yang mana?”
“Ah ne, kamsahamnida ahjusshi~”
Kangin ahjusshi hanya mengangguk dan kembali ke pekerjaannya. Aku menarik tangan Sungra dan menyeretnya ke meja Park saem.

“Sudah selesai kan? Ayo pulang.” ajak Sungra setelah aku meletakkan buku tugasku di meja.
“Iyaaa, sabar ah sabar!”

————————————————

Sungra’s POV

Aku baru saja merebahkan tubuhku di kasur saat seseorang memanggilku.
“Ra-ya eoddiga?”
Terpaksa aku bangun dan berjalan ke balkon. Hanya ada satu orang yang memanggilku seperti itu. Jelas sekali kan siapa orangnya?

“Aku ngantuk. Mau tidur.” kataku saat melihat sosok seseorang di balkon seberang.
“Aaaah. Arasseo. Sepertinya aku tak bisa mengganggumu hari ini. Jaljjayo, Ra-ya~”
“Ne…”
“Ra-ya jamkkaman~” katanya saat aku sudah melangkah ke kamarku lagi. Aku melengos dan menatapnya sebal.
“Wae?”
“Mian aku membuatmu menunggu lama~ banget tadi. Dan gomawo sudah mengajariku, walaupun aku nggak gitu ngerti, hehehehe…” ia menggaruk kepalanya. Aku terkekeh dan mengangguk pelan.
“Sudah?”
“Yup. Tidur sana. Besok kujemput seperti biasa. Arasseo?”
“Ne, ne, ne!”

Aku menutup pintu merangkap jendela balkon itu, dan kembali ke kasurku yang sudah memanggil-manggilku dari tadi. Huaaaaah~

Ra-ya ada SMS dariku~ cepat baca, cepat balas!

Tiba-tiba handphoneku bunyi. Aish, ringtone itu…
Aku meraih benda hitam itu malas-malasan dan membuka pesan yang masuk.

From: Min-ya
Sudah tidur? Jangan lupa kerjakan PR, biar nggak kayak aku tadi siang, hehehe. Jangan kelamaan tidur!

Aaah, mengganggu!

To: Min-ya
Aku sudah hampir tidur -.- iya aku tahu, aku beda denganmu Tuan Lee, kekekeke. Sana kerjakan PRmu dulu, baru ganggu orang lain!

From: Min-ya
Aku nggak ngerti beberapa hal -_-“

To: Min-ya
Mau kuajari?

From: Min-ya
Nanti saja~ aku mau coba ngerjain dulu. Hehe. Tidur sana.

To: Min-ya
Nanti sore? Arasseooo~
Kalau kau tadi tidak menggangguku aku pasti sudah terlelap sekarang

From: Min-ya
Ne. Aish, makanya sekarang tidur!
Jalggayo Ra-ya, jangan lupa nyalakan alarm. Nanti sore jam 5 aku datang, kalau kau masih belum bangun akan kubangunkan dengan caraku sendiri. Kekekekeke
P.S. nggak usah dibalas. Annyeong~

Aku meletakkan handphoneku di meja dan memejamkan mata. Awas kalau dia SMS lagi, akan kubunuh dia nanti sore!
Seiring dengan menit-menit yang berlalu, kantukku makin tak tertahankan dan akhirnya aku terlelap dengan sendirinya.

————————————————

오하이요 고자이마스~ *ketularan Dongho*
Jadi saya balik lagi. Kekekekeke. Nulis dalam keadaan separo pilek dan badan (rada) remuk gara-gara nekat naik ATV kemaren. Saya nyusruk 3 kali, sodara-sodara =_=
Menjelang pengumuman gini kenapa saya malah sakit ya, haduh *garuk kepala* –“
Thanks for reading, anyway~

Advertisements

12 thoughts on “[One-Shot] One Day After”

  1. Hahahahahaha, lucunya nggak ketulungan! 😀
    Sukaa, sukaa 😀

    Apaan tuh, nae yeobo jadi anggota gerombolan namja perusuh? Sakke tenan~ ._.

      1. Cheonmanaeyooo~ ^^
        Hoooo, emang iya sih, muka nggak bisa diem .__.
        sebelas-duabelas lah sama Taem 😛

  2. Comment comment ^^

    1. TaeRa nggak romantis kayak KyuJoon ya saeng ?? *mukasedih*
    padahal kalo maknae couple romantis kan bisa jadi bahan ejekan kita, hahahhahaahhha ^^ *FF:Couple?!*
    masa sungra dipanggil jagi aja nggak mau ? Wae saeng ? Onnie malah Seneng Hahhahahhaha =P

    2. Taemin dibikin berandal abis ya saeng ? Udah suka telat, suka bolos *elusdada*
    Saeng~ah, kenapa …. Kenapa tipe kamu kayak gini ?? *dipitestaemin* XP

    3. Onnie suka adegan tangan di motor, Ehhehehhehh, kayaknya bisa Onnie jadiin referensi FF saeng, hahaahhahha ^^

    4. Onnie suka kalo TaeRa udah berantem masalah headset, nggak tau kenapa ya saeng, kalian itu jadi keliatan kayak anak anak 😄
    Onnie juga jadi Inget pas Kyu nembak Onnie. Tapi dongsaeng curang nih, masa Kyu naik bus tapi taemin naik motor ? Apa kata dunia ? *kataiklanditipi* XO

    5. KyuJoon couple Kalo di FF dongsaeng Pati ternistakan
    Onnie yakin 100% =P
    Apa salah kami saeng ? Apa ?
    Kami cuma suka ngegosipin TaeRa
    Kami suka ngejekkin TaeRa
    Kami suka ngatain TaeRa
    Cuma itu saeng, apa kami salah ? *mukamelas*
    tapi …. Gwaenchana
    Onnie suka jadi cameo … Yang penting sama Kyu
    Hahahhahahhhahah ^^
    evil yang dongsaeng buat DAPET BANGET ^^ hahhahahahah

    6. Onnie suka baca reaksi reaksi nya 😄
    KyuJoon tetep paling heboh saeng, Hahahaahaa ^^

    7. Omo ! ada si tampan dongho =P *diseretkyupulang*
    Selingkuhan dongsaeng kah ? *dibuangtaemin*
    hahahhaah ^^
    jadi ketua kelas ??? Boleh dah, timbang jadi stpam #PLAAAAK

    8. scene waktu sungra nemenin taemin ngerjain soal ….. Hmmmmmmmm …. ONNIE PENGEN !! sumpah saeng ^^ *meweksamakyu*
    Ramyeon doang berada makan pizza ya saeng Kalo maka bareng pacar ? hahahhahahah
    Nggak nyangka waktu di kantin Onnie sama Bee Onnie ngegodain dongaeng xD

    9. Kangin nyempil X)

    10. The Last …. Onnie suka isi SMS nya taemin hohhoohooo
    Pasangan baru Yeee masih mesra mesraan *Cieeeee* >.<

    Onnie suka TaeRa timbang TaeLi saeng d(^^)bv

    PS. KyuJoon jadi cameo saya nggak masalah lho saeng hahahhahahah ^^

    1. bales baleeees :p

      1. kan masih baru-baru~
      kalau kyujoon mah emang terlahir (?) nggak romantis wekawekaweka *ditendang*
      paling nanti kalau udah agak lama saeng tambahin deh fluffnya wakakakaka
      yah saeng geli aja kalau dipanggil ‘jagi’ gitu =3=
      risiiiiiii~

      2. saeng bosen sih sama image polos+innocent-nya taemin =_=
      tapi tetep saeng kasih polos dikit si taemin disini~
      eonni lebe ih lebeeeeeee wakakakakaka

      3. kyu dikasih motor aja eonn sana hus hus wakakakaka *tendang eonni*

      4. WAKAKAKAKAK
      couple childish eonn, biasa… hal2 kecil aja bikin berantem =_= *injek taera* *lho
      LHO? kyu kan aslinya pakai mobil, cuma karena di sekolahnya eonni cuma ada parkiran motor jadinya dia nggak bisa bawa mobilnya == mau ditaruh dimana coba?
      hyunjoon=korban iklan WAKAKAKAKA

      5. salah kyujoon?
      banyak eonn, seperti yang sudah eonni sebutkan: nggosipin, ngejekin, ngatain, ditambah ngeledekin sama mengajarkan yang salah *eaeaea
      itu cuma== itu banyak eonn hiks (?)
      yaelah, as long as sama kyuhyun nih? 😛
      NE! saya seneng bikin kyu terlihat evil se evil-evilnyaaa 😄

      6. wahahahaha, saeng bikin reaksinya ngawur doang itu eonn 😛
      iyadong, kyujoon gitulhooooo XDD

      7. IYAAAAA 😄 saya pengen masukin dia jadi cameo gitu, jadi ada 3 maknae disini~
      hooh kali ya? *plak *digampar
      wuahahahahahahahaha mukanya terlalu kiyut *hoek* untuk jadi satpam eonn wakakakakaa

      8. eyaaaaa ada yang pengen nih 😄 😄
      tapi kayanya kalau kyujoon nanti kyunya yang nungguin hyunjoon ngerjain soal *digebuk
      wahahaha, kayak makan dinner buffet di restoran mahal eonn wakakakakaka
      yah, eonni sama bee eonni mah…. kalau eonni sih dimana aja tetep evil, ketularan si kyu sih =_=

      9. ngelanjut seri pertama, ada kangin juga kekekeke

      10. iya iyaaa yang kalau smsan sama kyu dibalesnya pendek pendeeek *geotjjimal mode: on*
      *ditendang hyunjoon*

      saya sih suka 2-2nya eonn wakakakaka 😄 sama taejung (taemin-soojung/krystal)

      yang penting numpang nama kan eonni kan? *naikin alis*

  3. Gyaaaaaaa~
    Hai~~
    Aku ketemu blog ini dan authornya kamu. Hihi *sok kenal* 😄

    Aku komen yaa, yaa walaupun ff ny udah lama dan aku malah baru baca (–“)

    Tapi.. Tapi.. Aaaakkkk..
    Aku ga tahan mau komen! Ff ny manis banget tp gabikin eneg. Momen2nya aku sukaaa~

    Akkkk ini deh kayanya couple taemin yg paling kudemen dr semua ff ny taemin yg pernah kubaca. Hehe pdhl biasku bukan taemin, tp gegara baca ff ini dan liat pasangan ini gaya pacarannya manis banget, aku jadi sukaaa~ aaaakkk~

    Hahaha aku baca yg lain2 lagi yaa.. Hihi

    Oyaa salam kenal buat authornya! 😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s