Team 2-5 [Part 2]

Title: Team 2-5 [Part 2]
Genre: Friendship, comedy, romance
Rating: G
Characters: banyak

Lanjutan lanjutaaaaan 😛 maap kalau rada maksa, kekekekeke 😄

Part 1

Kyuhyun’s POV

“Ke game center!” jawabku saat mendengar Eunhyuk bertanya tujuan ‘jalan-jalan’ hari ini. Kami sudah berada di salah satu pusat perbelanjaan besar di Seoul.
“MWO? Game center? Gak ada tempat lain apa?” protes Eunhyuk. Aku melirik Hyunjoon yang langsung tanggap kalau ini bagian dari rencana. Tumben loadingnya nggak lama, sejak dekat dengan Raena ia jadi ketularan penyakit itu =_=

“Kalau nggak mau ikut ya sudah, pokoknya aku –kita mau ke game center!” tandas Hyunjoon. Aku mengangguk mengiyakan. Kalau sudah begini, sejuta persen aku yakin Eunhyuk tak akan berani membantah. Jangan meragukan kekuatan evil couple!

Aku menarik tangan Hyunjoon dan menggiringnya ke dalam game center. Sesekali kulirik HyuKo yang masih berdiri diam di tempat. Kelihatan sekali kalau Ayako sama enggannya dengan Eunhyuk.
“Aish, jinjja…” desis Eunhyuk. “Aya-chan kaja! Kita ke tempat lain saja!” katanya sambil (entah sadar atau tidak) menarik lengan Ayako menjauhi game center itu.

“Step 1 accomplished, sir.” Kata Hyunjoon setelah dua orang itu agak jauh dari kami. Ia mengulurkan tangannya, mengajak ber-high five, dan kusambut dengan senang hati.
“Jadi sekarang kemana kita?” tanyaku. Ia mengerutkan kening.
“Harusnya sih kita mengamati mereka, tapi…” ia melirikku dengan tatapan penuh arti.
“Mm. Sepertinya aku mengerti maksudmu.”
“Jadi? Mau coba Pump Mania?”

Eunhyuk’s POV

Aish, apaan sih maunya evil couple itu? Katanya ngajak jalan, ternyata cuma ke game center? Nggak ada tempat lain apa? Ini di mall lho, mall!

“Eh, Eunhyuk-ssi…” suara Ayako menginterupsi kesibukan perang batin-ku. Aku menoleh ke arahnya.
“Wae?”
“Mm… itu, bisa…” ia mengarahkan tatapannya ke tanganku… yang menarik lengannya? Sejak kapan aku menarik lengannya?

Refleks kulepaskan tanganku. “Mianhae, Aya-chan!”
Bagus. Habis sudah image-ku di hadapannya. Ya Tuhaaaaaan, aku janji akan menghapus semua koleksi yadongku dari harddisk, mendengarkan ceramah Choi saem waktu pelajaran agama, asalkan Ayako nggak ilfil karena kelakuanku tadi!
Tunggu, aku terdengar seperti orang yang super-desperate ya? -_-

“Gwaenchanha, Eunhyuk-ssi.” gumamnya sambil menunduk, menyembunyikan wajahnya yang memerah. Aaaah aku jadi ingin mencubitnya!
Oke. Tahan dirimu Lee Hyukjae, tahan dirimu…

“Jangan pakai ‘-ssi’, Aya-chan. ‘Eunhyuk’ saja. ‘Eunhyuk oppa’ juga boleh.”
Aku hampir saja menampar mulutku yang seenaknya bicara itu, tapi Ayako malah terkekeh. Hmm? Nggak jadi deh nampar mulutnya =_=
“Eunhyuk oppa? Dalam mimpimu!” ia masih tertawa, membuatku ikut tertawa… hambar.
“Hyuk-kun saja, eotte?” katanya, mengajukan penawaran yang sebenarnya tak perlu. Aku tersenyum kecil –sekedar memamerkan sedikit gigiku, tanpa gusi—dan mengangguk singkat.
“Hyuk-kun? Boleh saja kalau kau mau.” gumamku, berusaha bersikap se-cool-cool-nya, meski sepertinya gagal =_=

Ia mengganti kekehannya dengan senyum lebar. “Arasseo, Hyuk-kun… sekarang kita mau kemana?”
Aku mengerutkan kening dan melihat ke sekeliling. Kami memang sudah cukup jauh meninggalkan evil couple itu, tapi terus terang aku tak punya rencana mau pergi kemana.
“Ke… sana?” aku menunjuk SoHo Department Store yang berada di ujung sana. Ia menyipitkan matanya lalu menggeleng.

“SoHo? Nggak ah.”
“Lah? Bukannya biasanya yeoja suka shopping dan sebangsanya, ya?”
“Well, tidak berlaku untukku, Hyuk-kun…” ia ikut-ikutan mengedarkan pandangan ke sekeliling. “AH! Ke sana saja, eotte?”

Tangannya mengarah ke salah satu toko musik yang terlihat sepi. Hmm? Kebetulan aku juga sedang ingin mencari CD-CD musik yang baru.
“Ah! Ne! Kaja!” kataku. Kali ini aku menahan tanganku untuk tidak menarik tangannya dengan cara memasukkan kedua telapak tangan ke saku celana. Ia mengangkat bahu dan mengekoriku di belakang.

Kami memasuki toko itu dan langsung berpisah (?). Ia menuju rak-rak Western music dan aku… berputar-putar tanpa tujuan. Niat ayo-cari-CD-baru-ku menghilang entah kemana.
Tanpa sadar kakiku membawaku ke sebelah Ayako yang sedang mendongak ke atas, matanya tertuju ke satu titik. Sepertinya ia belum sadar kalau aku ada di dekatnya.
Sekarang ia berusaha meraih satu album yang ada di rak bagian atas. Tangannya menggapai-gapai, tapi tetap saja tidak sampai. Refleks aku menggerakkan tanganku dan mengambil album itu dengan mudah.

“Nih.” kataku cepat-cepat, dengan sikap sok cuek.
“Gomawo~” ia membolak-balik album itu. Aku ikut melihat album itu –Taylor Swift – Fearless Platinum Edition.
“Kau… suka Taylor Swift?” tanyaku, berusaha mencari topik pembicaraan. Ia mengangguk singkat.
“Mm. Sedikit.” ia melirik label harganya, lalu menghela napas. “Hyuk-kun, bisa tolong kembalikan?”

Aku menatapnya heran. “Nggak jadi beli?” tanyaku sambil meletakkan album itu di tempatnya.
“Nggak sekarang deh kayaknya. Aku perlu nabung dulu, hehehe…” jelasnya, terdengar nada sedikit tak rela dalam suaranya. Ia lalu berlalu menuju rak lainnya. Setelah memastikan ia sudah agak menjauh, kuambil album itu lagi dan kulihat label harganya. 30.000 won?

Aku celingak-celinguk sebentar, dan diam-diam membawa album itu ke meja kasir. Setelah membayar dan sebagainya, aku menghampiri Ayako yang masih sibuk melihat-lihat.
“Aya-chan, sudah selesai?” tanyaku.
“Ah? Sudah kok. Aku cuma lihat-lihat.” jawabnya. “Keluar, yuk.”
Aku mengekornya yang berjalan keluar lebih dulu. Masih terlihat bias-bias kecewa di wajahnya karena ia gagal membeli album incarannya. Hmm, tunggu saja, Aya-chan…

“Aya-chan!”
Ia berhenti dan menoleh, mata bulatnya melebar tanda ia sedang bertanya-tanya. Aku menyerahkan kantong plastik berisi album yang tadi kubeli itu tanpa mengatakan apapun. Ayako menatapku dengan pandangan ‘boleh kubuka sekarang?’ dan kubalas dengan ‘terserah’ (?)

“Eh?” ia tampak kaget. “Kau… ini… beli… untukku?”
“Hmm.” kuanggukkan kepalaku sekilas sambil menahan senyum melihat ekspresinya yang campuran senang, kaget, dan sebagainya (?)
“Aigoyaaaa~ besok aku ganti, ya?”
“Nggak usah diganti. Anggap saja hadiah ulang tahunmu.”
“Jinjja? Jeongmal gomawoyo Hyuk-kun!”

Tanpa sadar aku tertawa melihatnya yang melonjak-lonjak senang. Ia berhenti dan menatapku dengan tatapan bertanya-tanya.
“Kenapa ketawa?” tanyanya.
“Nggak kenapa-kenapa kok. Sekarang mau kemana?” aku balas bertanya. Ia mengerutkan kening, pasti berpikir lagi.
“Makan?” kata Ayako, aku tahu dia cuma asal sebut.
“Boleh. Fast food?”
“Okeeee! Kali ini aku yang traktir!”

Aku mengikutinya yang sudah berjalan duluan ke satu gerai fast food yang ada di dekat kami sambil senyum-senyum sendiri. Biarlah hari ini aku kehilangan setengah uang saku bulananku, yang penting aku bisa melihat yeoja di depanku itu senang.

“Hyuk-kun! Cepetan, malah ngelamun!” suara Ayako memecah lamunanku. Ia berdiri di depanku dengan sikap tak sabar, lalu menyeretku agar mengikutinya. Pipinya menggembung tanda ia cemberut, membuatku amat-sangat-ingin mencubitnya. Aigo~

Aya-chan, nan neomu johahaeyo.

Taemin’s POV

Aigo, Sungra mana sih? Katanya mau ngerjain tugas kelompok kimia, kenapa lama banget =__= Miho sama Raena juga belum ada, yang sudah datang di tempat janjian kami –perpustakaan—baru aku dan Matsujun. Tch, dasar yeoja -_-

Nae gangsta boy, angkat teleponnya! Cepetan, babo!

Handphoneku berdering dengan ringtone khusus hasil rekaman suara Sungra, dengan volume keras pula. Untung saja perpustakaan sedang sepi, kalau tidak pasti aku sudah jadi bahan tertawaan dan pelototan pengurus perpustakaan. Matsujun saja mendengus menahan tawa. Sialan =_=

“Yeoboseyo?”
Min-ya eoddiga?” tanyanya langsung tanpa membalas sapaanku. Dasar.
“Di perpus. Udah ditungguin dari tadi juga!” jawabku dengan nada kesal. Ia terkekeh di seberang sana.
Ehehehehe… mian Min-ya, ada urusan tadi. Di perpus bagian mananya?
“Dekat buku-buku sains itu. Yang lain ada nggak?”
Aku bareng Raena sama Miho. Hampir sampai perpus nih. Tunggu yaaaa~ Annyeong Min-ya!”
KLIK. Sungra memutuskan sambungan. Matsujun memandangku dengan tatapan meledek.

“Cieeeeeee~” Matsujun ngakak.
“Kenapa? Iri? Makanya cari yeojachingu sana!” balasku sambil menyimpan handphone di saku. Bersamaan dengan itu, terdengar suara berisik dari arah pintu. Lalu langkah-langkah kaki yang menuju meja tempatku menunggu. Pasti mereka bertiga sudah datang.

“Haloooo~” sapa Raena. Di belakangnya ada Miho yang sibuk dengan handphone dan Sungra yang membawa setumpuk buku tebal. Aku langsung berdiri dan mengambil alih buku-buku di tangan Sungra, lalu menaruhnya ke meja.
“Aigoo, dasar maknae couple! Mentang-mentang udah hampir sebulan…” ledek Miho. Sungra memutar bola matanya dan mengambil tempat di sebelahku. Raena langsung duduk di sebelah Sungra, dan Miho dengan (entah) terpaksa (atau tidak) duduk di sebelah Matsujun.

“Biar lebih cepat selesai, kelompoknya kita bagi 2 lagi ya. Miho-Matsujun nanti ngerjain soal A yang lebih sedikit, aku, Sungra, Taemin ngerjain soal B. Kesimpulannya kita bikin bareng-bareng ntar. Arasseo?” perintah Raena si ketua kelompok. Duo Miho-Matsujun mengangguk-angguk dan langsung mengerjakan tugas. Sepertinya mereka sudah tak terlalu canggung lagi ._____.

“Eh, mereka cuma digituin (?) doang? Nggak terlalu pengaruh deh kayaknya.” kataku saat kami bertiga sibuk mengerjakan soal-soal.
“Iya juga sih…” Raena mengusap dagunya. “Ra-ya ada ide?”
“Yaaaa, jangan panggil aku seperti itu~ itu khusus Taemin! (#eaaaaaa)” Sungra menggembungkan pipinya yang langsung jadi sasaran empuk cubitan tanganku.
“Pacaran tau tempat dong!” protes Raena. Sungra menjulurkan lidahnya.
“Makanya cari namjachingu sanaaaaa!” kataku. Kekekekeke 😄

Matsujun’s POV

2 buku tebal terbuka di hadapanku dan Miho. Aku sudah menyelesaikan soal bagianku, tapi Miho masih belum selesai. Mau ngapain?
Akhirnya aku mengalihkan pandangan ke tiga orang di depanku. Bukannya mengerjakan soal, mereka malah sibuk sendiri. Sungra memprotes warna rambut barunya Taemin yang sekarang jadi cokelat muda itu, Taemin membela diri, Raena… sama dengan Sungra, komentar sana-sini tentang kesehatan rambut dan sebagainya.

Aku melirik ke sebelah kiriku. Miho masih berkutat di soal yang sama. Memang soal itu susah (pakai banget) sih .____.

“Butuh bantuan?” aku menepuk pundaknya. Ia menoleh dan menatapku dengan tatapan… kaget?
“A, ah, ne! Yang ini!” ia tergeragap dan menunjuk soal yang dari tadi membuat keningnya berkerut sepuluh lapis.
Aku mengambil bolpoin yang disodorkan olehnya, lalu mulai mengerjakan di kertas coret-coretan. Miho mendengarkan penjelasanku dengan baik, wajahnya yang sedang berkonsentrasi itu membuatku tak tahan untuk sesekali mencuri pandang ke arahnya. Cantik.
Aku buru-buru menghalau pikiran yang melintas sekilas di otakku itu dan mencoba fokus ke soal di hadapanku. Tapi kenapa susah sekali? Aigoooo~

“Jumlah molekul sebelum dan sesudah reaksi harus sama. Udah ngerti?” aku menutup omongan panjang-lebarku, meletakkan bolpoin dan menatap Miho. Ia mengangguk-angguk dan tersenyum puas, lalu kembali ke soal-soal itu masih dengan senyum yang sama.

Ah. Aku…

“Yeppeo. Yeppeuda.” kata-kata itu meloncat keluar dari mulutku dengan sendirinya. Ia mendongakkan kepalanya.
“Pardon?” tanyanya dengan logat American yang hampir sempurna. Nilai tambah lagi?
“Nothing. Go ahead.” Aku mengibaskan tanganku, mengisyaratkan padanya untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Tuhan, bisa tolong berhenti membuatnya terlihat sempurna di depanku?

“Selesaaaaaaiiiii!” teriak Taemin, Sungra, dan Raena bersamaan. Padahal aku dan Miho yang cuma berdua mengerjakan soalnya sudah selesai dari tadi. Dasar =_____=
Kami mengemasi peralatan kami dan membereskan meja yang kami pakai. Miho dari tadi terlihat gelisah, ia terus mengecek handphonenya. Ada apa ini?

“Yeorobeun… ada yang bisa mengantarku pulang?” tanyanya sambil memandang kami berempat. “Tidak ada yang menjemputku dan rumahku nggak dilewati jalur bus. Ada?”
“Mian Miho-ah, kau tahu kan aku dan Taemin naik motor…” kata Sungra, Taemin mengangguk mengamini. Tatapan Miho tertuju ke Raena.
“A, aku ada acara habis ini! Mian Ho-ya…” Raena menggelengkan kepalanya.
“Aku saja.” tawarku. “Aku bawa mobil kok. Eotte?”
“Nggak apa nih?” tanya Miho. Sementara itu, Raena dan Sungra saling melirik dan tersenyum entah kenapa, lalu Sungra ber-high five dengan Taemin. Ealah, mereka itu kenapa lagi —

“Nggak papa kok. Kaja.” Ajakku. Setelah berpamitan sekenanya dengan mereka bertiga, aku dan Miho langsung keluar dari perpustakaan dan menuju parkiran. Tak ada pembicaraan selama kami berjalan di lorong sekolah. Ish, kenapa jadi canggung gini sih? Tapi kalau mau ngobrol… ngobrol tentang apa?

“Miho-ah, ke sini.” Kataku saat Miho berjalan ke arah yang salah. Ini pertama kalinya aku memangilnya dengan nama, bukan ‘hei’ atau ‘kau’. Entah kenapa aku merasa senang karena satu alasan yang tak bisa dijelaskan saat memanggil namanya tadi.

Ia mengekorku, masih dalam diam, hingga kami berhenti di dekat mobilku. Aku membukakan pintu penumpang untuknya.
“Gomawo.” Gumamnya lengkap dengan senyum kalem terpasang di wajah. Setelah menutup pintu dan duduk di belakang kemudi, aku segera menghidupkan mesin mobil.

“Rumahmu dimana?” tanyaku. Semoga nggak jauh-jauh banget dari sekolah, kalau iya, mati aku -_- Aku belum begitu hapal jalanan di Seoul, cuma tahu rumah-sekolah-mall (biasa, nganterin eomma) dan kantor Appa.
“Nanti kuberi petunjuk saja. Kau belum begitu hapal jalanan Seoul kan?”

Aku mendengus menahan tawa. Sarkasmenya lagi-lagi jadi nilai tambah bagiku.
“Oh, oke. Terserah.” aku menggumam sambil memfokuskan pandangan ke jalan di depan.
Kami diam lagi. Tidak ada yang memulai pembicaraan, bahkan sekedar basa-basi pun tidak. Aish, waktu sama 4 orang lainnya itu dia bisa rame, sekarang? Melempem kayak kerupuk. Aigo~ eotteohkaeyo? Harusnya tadi aku mengajak salah satu dari 3 orang itu untuk mencairkan suasana -_-

Author’s POV

Meanwhile, at one particular malla Game Center

“Kyuhyunnie, dua orang itu mana?” tanya Hyunjoon ke Kyuhyun yang masih sibuk main Pump Mania, padahal Hyunjoon yang Ratu nge-Pump sudah tepar dari tadi.

“Bodo ah, biarin aja~”
“Lah, misi kita gimana?”
“Males amat ngurusin misi!” kata Kyuhyun dengan mata masih tertuju ke layar besar di depannya dan kaki sibuk menginjak-injak tombol panah. Hyunjoon terpaksa turun tangan dan menyeret Kyuhyun turun dari stage.

“Udah, selesai selesai! Aku capek!” kata Hyunjoon saat Kyuhyun sudah membuka mulut ingin protes. “Dan nggak ada protes. Daripada main nggak jelas mendingan sekarang nyari 2 orang itu!”
Akhirnya Kyuhyun menurut saja, diseret oleh Hyunjoon entah kemana. Lokasi 2 orang itu di mana saja mereka nggak tahu.

“Mereka dimana?” tanya Hyunjoon.
“Entah…” Kyuhyun mengangkat bahu. “Nah! Ketimbang nyariin mereka, mendingan makan yuk? Nanti baru nyariin deh. Eotte?” katanya sambil menunjuk ke satu gerai fast food di dekat mereka. Hyunjoon tampak berpikir sebentar, lalu mengangguk semangat. Mereka langsung berjalan-cepat ke arah gerai fast food itu.

Tiba-tiba Hyunjoon melambatkan langkahnya, membuat Kyuhyun ikut berhenti.
“Wae?” tanya Kyuhyun dengan alis terangkat tinggi.
“Itu… mereka, kan?” Hyunjoon mengarahkan dagunya ke arah dua orang yang sedang makan di restoran fast food itu. Kyuhyun memicingkan matanya.
“Eh? Eunhyuk sama Ayako?”
“Yaelah, kan aku dah bilang -_-“ Hyunjoon menoyor kepala Kyuhyun pelan.
“Iya tau ah! Sekarang… jadi makan gak?”
“Oke, tapi ambil tempat yang agak jauh dari mereka, ya?”

Mereka melangkah memasuki restoran itu dan duduk di tempat yang agak jauh dari HyuKo. Kyuhyun memesankan makanan di counter sedangkan Hyunjoon fokus memperhatikan HyuKo dengan sangat serius.
“Serius banget?” ledek Kyuhyun. Ia meletakkan tray penuh makanan di meja, duduk di depan Hyunjoon, dan mulai membuka bungkus cheeseburger.
“Kepalamu nutupiiiiiin!” Hyunjoon mengibaskan tangannya, menyuruh Kyuhyun bergeser sedikit.
“Kan biar nggak ketahuan kalau kamu ngeliatin mereka, Joon-ah~” kilah Kyuhyun yang  masih bergeming di posisinya. Hyunjoon mendelik kesal, menghela napas dalam, lalu mengalihkan perhatiannya ke beef  burger di tray makanan yang belum tersentuh.
Lebih baik makan dulu, daripada ngurusin ini setan satu, gumam Hyunjoon dalam hati sambil melahap burger itu.

“Jangan bilang aku setan, Joonie-ah.” Kata Kyuhyun dengan evil smile tersungging di wajahnya.
“Senyummu itu sudah mirip setan, kelakuanmu juga, masa’ aku harus menganggapmu malaikat?” kilah Hyunjoon. Ia melirik ke arah HyuKo yang masih sibuk mengobrol, kelihatannya pembicaraan mereka seru sekali.

“Mereka ngapain?” tanya Kyuhyun yang membelakangi HyuKo.
“Cuma ngobrol. Memangnya apa lagi?”
“Artinya mereka sudah tidak canggung lagi, kan?”
Hyunjoon mengangguk.
“Berarti tindakan memisahkan diri tadi benar, kan?”
Hyunjoon mengangguk lagi.
“Atau memang sebenarnya mereka tak perlu dicomblangkan?”
Hyunjoon terdiam selama beberapa detik, lalu menggeleng. “Sepertinya masih butuh, Kyuhyun-ah. Kalau menurutku, sih, begitu. Sepertinya.”

Eunhyuk menangkap sosok 2 orang familiar yang berjalan masuk ke restoran dari sudut matanya. Ia memicingkan matanya yang memang sudah sipit agar bisa melihat dua orang itu lebih jelas. Dari auranya sepertinya ia kenal…
Kyuhyun? Hyunjoon? Mau ngapain lagi mereka? Ngerusuhin? Suara batin Eunhyuk mulai bertanya-tanya.
“Hyuk-kun, waeyo?” tanya Ayako sambil mengibaskan tangan di depan wajah namja itu. “Lihat apaan?”
“Ah, aniyo~ sudah, habiskan makananmu!” kata Eunhyuk, mengalihkan perhatian Ayako sambil menunjuk piring berisi French fries yang sudah setengah habis. Ayako menatap Hyuk dengan pandangan heran, tapi kembali memakan French fries-nya.

Eunhyuk kembali melanjutkan aktivitasnya yang tertunda karena kedatangan evil couple, nyolong kentang goreng di piring Ayako – yang refleks langsung memukul tangannya.
“Ya! Makan punyamu sendiri!” gerutu Ayako.
“Habis~”
“Salahnya sendiri! Nggak boleh!” Ayako menjauhkan piring kentang gorengnya dari jangkauan Eunhyuk.
“Pelit! Kan bantuin biar cepet habis!” kilah Eunhyuk, tangannya dengan gesit mengambil satu kentang goreng lagi. Ayako mendelik sebal dan menyingkirkan tangan Eunhyuk.
“Andwaeeee! Andwae!”

Eunhyuk terkekeh. Ia benar-benar menikmati acara mengganggu Ayako, sampai-sampai ia lupa dengan evil couple yang masih mengawasi mereka.
Eh? Tunggu, evil couple masih ada ya?
Namja itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan ia menemukan evil couple masih makan. Hyunjoon sesekali mencuri pandang ke arahnya, Eunhyuk tahu itu. Ia melirik Ayako yang masih melahap kentang goreng.
“Aya-chan, palliwaaa!” kata Eunhyuk. Ayako menatap Eunhyuk dengan tatapan ‘waeeee?’ dan beberapa potong kentang goreng mencuat dari balik mulutnya.
“Pokoknya cepetan! Nyawa kita terancam!”
“Nyawa apaan?”
“Ada deh!” Eunhyuk mencomot potongan terakhir kentang goreng dan langsung bangkit berdiri. “Kaja, Aya-chan! Ayo muter lagi!”

Ayako masih menatap Eunhyuk dengan tatapan heran, tapi ia tetap berdiri dan mengekor di belakang Eunhyuk yang keluar dari restoran itu dengan tergesa-gesa.

“Ya, Hyuk-ah! Kenapa sih?” tanya Ayako setelah mereka berjalan agak jauh dari restoran.
“Ada evil couple!” kata Hyuk. Ayako mengerutkan keningnya.
“Lah, terus kenapa?”
“Err…” Hyuk terdiam. Alasan, alasan, aku butuh alasan!

“Ah, itu! Kalau mereka lihat kita, nanti mereka minta ditraktir!” Eunhyuk mengeluarkan alasan yang sangat tidak bermutu. Ayako diam, sepertinya ia masih sibuk mencerna omongan Eunhyuk, dan kemudian mengangguk-angguk maklum. Dasar polos, gampang dipengaruhin.
“Ngerti, kan? Nah, sekarang mau kemana?” tanya Eunhyuk setelah memastikan kalau Ayako percaya dengan alasan ngasalnya tadi.
Padahal sebenarnya Hyuk nggak mau evil couple mengganggunya dan Ayako. Pasti nanti dua iblis itu akan meledek mereka habis-habisan, bisa-bisa mereka berdua canggung lagi. Nggak asik, kan?

“Kemana ya?” Ayako melirik jam tangannya. “Udah sore, hampir magrib pulang yuk?”
“Oh, arasseo.” Kata Eunhyuk. “Ayo kuantar pulang.”
“Eh? Nggak usah! Nanti ongkos bus-mu jadi dobel!”
“Nggak baik kalau yeoja jalan sendirian malam-malam. Kaja!” Eunhyuk menarik lengan Ayako agar mengikutinya. Ia membawa –lebih tepatnya menyeret—Ayako keluar dari mall, menuju halte bus, menjauh dari evil couple. Setidaknya di halte bus bakal lebih damai daripada berada di sekitar dua iblis itu.

“Target kabur, kapten.” Kata Hyunjoon saat HyuKo keluar dari area restoran itu. Kyuhyun memutar kepalanya dan melihat kursi yang tadi diduduki target mereka. Kosong.
“Oh. Ya sudah. Berarti mereka tahu kalau ada kita, kan?” kata Kyuhyun cuek sambil meminum cola. “Mau gimana lagi? Masa’ dikejar? Males amat… yang penting tugas ninggalin mereka berdua kan udah selesai?”

Hyunjoon memasang evil smilenya. “Okeeee. Akhirnya bebas!”
Kyuhyun terkekeh. “Jadi? Habis ini mau kemana?”
“Pulang?” kata Hyunjoon. “Udah sore ini. Kau tahu sendiri kan eommaku bagaimana? Apalagi besok masih sekolah. Eotte?”
“Oke, arasseo~”
“Eh, omong-omong, mereka pulangnya gimana? Kan tadi ke sininya naik mobilmu. Sekarang?”
“Aish, sudahlah, nggak usah dipikirin! Paling Eunhyuk nganterin Ayako pulang… naik bus. Ayo pulang!”

———————————————————-

*pake helm*

Miaaaaaaaan buat Raena eonni, Ayako, sama Hyunjoon eonni yang udah pada nungguin *bow 90 derajat* maklum, writer’s block *menyalahkan keadaan*

Nah, sekarang boleh deh kalau mau mukulin saya *tunjuk helm*

Mian kalau kependekan *nangis* huhuhuhu, saya habis ideeee T_____T
insya Allah part 3… minggu depan deh, serius. Hehe, kalau molor paling banter minggu depannya lagi. Okeee?
gomawoo *bow* *lambai tangan* *kabur*

Advertisements

21 thoughts on “Team 2-5 [Part 2]”

  1. #lempartaeminkejurang
    tunggu, ehm.. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!
    part 2! #sujudsukur
    oke deh, cukup, komen :p

    1. Cho Kyuhyun! Kau bilang apa?! Penyakit?! -________-”

    2. hmm.. duo evil mangkir dikit nih dari misi, tapi nggak apalah, toh mereka #nunjukhyuko jadi deket kan? ^^

    3. ituu.. waktu miho onn ngajakin pulang, raena ada acara dimana tuh? hmm.. :7

    4. CIEEEEEEEEEEEE *toeltaera ada nada dering private ni yeeeeeee.. *suitsuiiit* :3

    5. banyak scene hyuko disini, junho belum banyak ya saeng? 😮

    6. unyuk nggak pelit? 30000won loh, woaaaa daebak! (?)

    7. raena dibuat iri sama taera .___.v disuruh cari namjachingu, beneran obat nyamuk saya disana ;_;

    btw, emang krg panjang tapi nggak apa, yg penting greget penasaran sama gimana cara mereka nyomblangin itu lumayan terobati :3
    maksa? nggak! ^^
    minggu depan ya? berarti onnie harus sabar yaa u,u
    btw, onnie suka taera! 😄
    pengen nyubit kalian berduaaaa jadinya :3
    Taera Jjang!
    Semangat lanjut saeng! ^^

    1. #tangkeptaemin
      NEEEEEEE, PART 2~~~~~~ *teriak pake toa* 😛

      1. sabar eonn, sabar… *elus punggung* biasa, dia kan kalau ngomong nggak di-filter dulu…

      2. hooh, nggak apa deh… yang penting HyuKo bisa deket… kekekekeke *senggol KyuJoon*

      3. mm, dimana ya? sama seunghyun nggak ya? apa cuma pura-pura biar junho bisa pulang bareng? 😛

      4. >/////////////////< emangnya nggak boleeeeeeh? :3

      5. junho dapet bagian di part 3, eonn… kayaknya full junho deh. kalau bisa, kekekekeke

      6. hooh, tumben -__- 30.000 won tuh kira-kira 300.000 padahal, mau dong nyuuuukkk *poke *ditendang ayako*

      7. yang bilang cuma taemin, kan? sungranya kan udah tau kalau raena punya namjachingu, cuma nggak sesekolah (lagi) aja XP

      hahahaha, cara nyomblanginnya nggak mutu padahal 😛
      iya eonn, insya Allah minggu depan kalau kekejar *plak mungkin dibikin 5-harian gituu ._. hehe *peace
      uaaaaaaa, andwaeeeeeee *tutupin pipi* min-ya awas dicubit raena eonni!
      gomawo eonniiii~ KyuAn/SeungAn jjang~~~~ :p
      ne! hwaiting!!!! banzaaaaaiiii! (?)

      1. onnie bales dikit dulu ya, hhihi :3
        ooo oke deh 🙂
        lima harian? woaa lama juga ya :7 sepanjang jalan kenangan kayaknya itu (?)
        butuh ide? ada yg bisa dibantu? mau onnie sodorin taemin atau onnie suruh taemin pake baju cheers sambil bawak pompom? bisa diatur (???)
        Hwaiting! ^^

        1. arasseo eonniii~ :p
          ne, mohon dimaklumi ya eonn *bow
          kalau yang part 3, paling cepet senin, ntah kenapa tadi tau tau ada ide, langsung ngalir, eh udah dapet 5 halaman sekarang .______. hehehehe
          sodorin taemin aja, kasian kalau dia pake baju cheers *brb ngakak* lololol XDD
          neee, hwaiting~

  2. Sukaaaa~ 😀 *tepuktangan*
    Hyuk baik bangeeeet~ :3 Jadi makin cintaaaa~ *poppo Hyuk* *Hyuk muntah* <—- biasa, gombal kumat 😛
    Pas makan kentang, kesannya si Ayako juga pelit deh ya .____.
    Aduh, penasaran sama Raena onnie nih~ Sama masa lalu dia yang suka sama Kyuhyun, sama Seunghyun juga penasaraaan~
    KyuJoon sama TaeRa? No comment~ Seperti biasa laaah, evil couple – maknae couple, 50 :50~ 😛
    Ayo part 3~ Tapi minggu depan tabrakan sama waktu hiatus saya 😦

    1. suka? alhamdulillah… *sujud syukur*
      heeh nih, dia baru mode baik, soalnya tersepona liat ayakooo 😛
      *sodorin pel ke hyuk* sana, dipel!
      kakakakaka, padahal belum jadian, udah ketularan (?) wakakakaka 😄
      nah ituuuuu~ besok kalau udah kelar semua, tak bikinin deh side storynya rae eonni… hehehe 😄
      lol, nggak terlalu berperan nih taera disini 😛 kekekekeke
      yah, aya mau hiatus? waeee? TT^TT

        1. otak onnie lagi sepi ide saeng, mian .___.
          mau ngelanjutin ff buat hyunjoon aja macetnya minta ampun, hhuhu #nangisdipojokan
          apapun ff yg saeng buat, onnie dukung! ^^

      1. *ikut sujud syukur*
        Ahahahahaha~ Hyuki, aku padamu~ *ketekin Hyuk* (?)
        Yang bersih ngepelnya ya Hyuk. Hwaiting!
        Aish, aura Hyuk cepat menyebar kemana-mana ._.
        Raena onnie kasian tapi ._.
        Iya tuh *tendang TaeRa *dicekik Sungra *dipoppo Taem XP
        Iya niiiih, mau pergiiii T,T

        1. cieeeeeeehhh xD xD kenapa diketekin -_-”
          huahahaha, dasar yeojachingu durhaka, bantuin dong!
          hooh, virusnya itu lho, berjangkit di mana-mana –”
          iyasih… nanti di part 4 ah tak munculin sama seung~ kekekeke xD
          -______- kenapa ada dipoppo taem segala —
          yaaaah, aya-chan… kalau senin masih bisa nggak? kayaknya senin pagi tak publish nih…

        2. Biar Hyuk merasakan harumnya ketek saya~ 😄

          Ayako : Salah sendiri, kenapa dia muntah~ *nunjuk Hyuk
          Hyuk : Salahmu lah! Ngapain pake poppo-poppo segala. jijik
          Ayako : oh, itu tadi gak sengajaaa~ ._.

          Aseeeek, ayo ayo!
          *Sungra : ke mana?
          *Ayako : ayo postingnya~ -_____-

          Saking gemesnya si Taem sama Ayako kali XP *tabok Taem* (?)

          Bisa, bisaaa, Insyaallah aku sempetin baca sama comment kok 😀

  3. TELAT COMMENT *NANGIS* *CAPSJEBOL*

    kayaknya onnie kelamaan galau gara gara namja deh, jadi nggak perhatiin perkembangan dunia luuar #PLAAAK

    saatnya comment :

    1. ini paling penting di antara yang penting : PENDEK hahahahahhahaah
    tumben saeng ini pendek, waeyo ? *tanyaalasensuspenduduk*
    tapi tetrep bagus lah, dongsaneg gitu loh =D

    2. oke, onnie cengar – cengir liat kyujoon jadi pembuka, ada angin seger tiba tiba *najis* hahahahahaahahahah

    wae saeng ? wae ? wae onnie suka ngegame ? padahal onnie nggak suka gamee #PLAAAAAAk *cerewet *dirajamdongsaeng

    tapi nggak papa, sama kyu ini, onnie mau mau aja hehhheeh ^^

    3. pas makan saeng, sumpah ya, onnie gemes banget sama kyu =.[
    childish nya nggak karuan =((
    pengen onnie karungin terus oonnie pendem di bawah pohon toge XP

    4. idenya buat ke game center, boleh juga, hyukko anti ya sama game center ?
    wae hyuk ? nggka mau bayar ya ? hahahh *digamparfad*
    hehehheheheehe
    mereka nggak tau kyujoon punya 1001 cara membuat orang marah *evilsmirk* =D

    5. hyukko ih ….. mesra abis 😄
    tumben hyuki nggak pelit, wae ? kesengsem sama ayako kah ? hahahahahaahah

    6. waktu beliin cd apa kaset itu, onnie tersentuh saeng
    pengeeeeeeeen =,=
    kalo pacar onnie bisa baik gitu
    onnie nggak bakal sia siain deh *nangiskejer*

    7. pas makan .. hyuki keliatan itungannya
    sok ngeles lagi ….beuuuuuuh … minta mah minta aja
    nggak usah pake ngeles *kibasrambut*

    8. ayako tabah ya, hyuki aslinya emang gitu 😄

    9. MiTsujun … boleh lah idenya ^^
    itu kayak pas SD dulu saeng ….
    saeng kalo ngerjain rame rame malah LEBIH LAMA dibanding ngerjain sendiri Xd
    hahahaahahahahaha
    tapi klao buat PDKTin orang … onnie rasa good idea ^^

    10. pas di perpus rame bener … onnie mau … daripada di mall
    cuma ngegame … mending ngedan bareng dongsaeng XB hahaahahahahahah

    11. kalo dari bau baunya ya saeng … onnie cium sana cium sini *??*
    prediksi onnie *meremkayakperamal* yang jadian duluan HYUKKO
    wae ? soalnya onnie yang nyomblangin hahhahhaah ^^ *pedeabis*

    like usual, FF DONGSAENG BAGUS ^^ *CAPSJEBOLLAGI*

    mianhae telat comment saeng =(

    1. gwaenchanha eonni~~~~~~ *usap punggung*

      huahahahaha, iyanih kayaknya~ makanya jangan galau mulu eonn ._.v

      1. pertanyaan yang sama wakakakaka
      iyanih, entah kenapa saeng baru gak mood bikin yang panjang-panjang, jadinya cuma dapet segini T.T

      2. angin seger? bukannya angin busuk? *plak
      yaudah disuka-sukain deh eonn sama game, kan sama kyuuuuuuuuuuuuuuu~ XDD

      3.heeh, biasa -_____-
      dia kayanya perlu ditraining biar kadar childishnya ilang dikit —
      yakin eonn mau dipendem? ntar gak ada kyu lagi lhuuuuuuu~ XDD *plak

      4. heem ini, hyuko anti~ iyadeh kayaknya hyuk nggak mau bayar tiket buat main -_-
      wakakakaka, tapi kan belum ketemu cara yang ke-1002 (?)

      5. padahal belum jadian lhuuuuuuuuuuu~~~~~~
      iya, tersepona sama ayako, duit ilang banyak masih nyante wahahahahaha XP

      6. saeng juga pengen T_____T
      samaan deh eonn, hiks *mupeng

      7. wahahahahaha XDD
      harusnya ngaku aja ya wakakakaka 😛

      8. heem, ayako harus tabah……………

      9. hahahaha, kan asik tuh eonn (?)
      saeng jadi kangeeeeeeennnn TT^TT
      tapi kan lebih asik bareng2 eonn kekekeke

      10. huahahahahaha, tapi nggak sama kyu lhoooo 😛

      11. halah, karena itu doang -_-
      tergantung deh eonn :PPPPP

      gomawo eonni~~~ gakpapa kok, saeng maklum kalau eonni sibuk .____.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s