Team 2-5 [Part 3]

Title: Team 2-5 [Part 3]
Genre: Comedy, friendship, romance, school life
Rating: G
Character: …………

:p :p :p baca langsung nggih~

Part 1 | Part 2

“Belok kiri.”
“Lurus.”
“Habis pertigaan ini ada 3 jalur, ambil yang tengah.”

Hanya itu dialog yang terjadi di mobil Matsujun. Isinya cuma petunjuk arah dari Miho, selebihnya mereka lebih banyak diam, ditemani alunan lagu dari tape di mobil Matsujun.  Canggung? Jelas. Mereka terlalu sibuk menutupi kegugupan masing-masing sampai tidak sempat mencari bahan pembicaraan

“Yup, masuk jalan kecil itu.” Kata Miho
“Wah~ jauh juga, ya?” celetuk Matsujun tiba-tiba.
“Ah, geurae? Hahahaha, memang.” Miho tertawa datar. Lalu diam lagi beberapa menit.

“Jadi tiap hari kau diantar?”
“Ya.”
“Sama?”
“Appaku.”
“Oh. Kukira sama namjachingumu.” Kata Matsujun, mencoba bercanda. Miho (sekali lagi) hanya tertawa datar.
“Aku single, tahu.” Lanjut Miho
“Oh. Maaf, kalau begitu.”
“Gwaenchanha. Lagian kenapa juga harus minta maaf?”
“Yah, siapa tahu kau tersinggung.”

Seperti es kena sinar matahari, lama kelamaan kecanggungan di antara mereka berdua mulai mencair. Obrolan santai mengalir di antara dua orang itu, menggantikan suara penyiar radio FM dari speaker.

“Jadi… sekarang ke arah mana, Miho-chan?” tanya Matsujun. Miho yang mendengar namanya disebut dengan kata ‘chan’ di belakangnya terdiam, wajahnya mulai memanas.
“Miho-chan?”
“A, ah, neee? Habis ini, itu, ke kiri!” Miho tergagap, berusaha menutupi salah-tingkahnya. Matsujun senyum-senyum sendiri melihatnya.
“Kyeopta.” gumam Matsujun. Tentu saja tak terdengar oleh Miho, berhubung yang bersangkutan masih sibuk sendiri.

Mobil Matsujun memasuki daerah rumah Miho. Miho sendiri sudah siap-siap turun dari tadi.
“Yak, di sini saja.” kata Miho. Ia langsung membuka pintu mobil dan melompat turun.
“Gomawo Jun-kun~” katanya sambil tersenyum, senyum lebar yang menampakkan eye-smilenya itu, hingga Matsujun ikutan tersenyum.
“Ne, cheonmaneyo. Annyeong, Miho-chan!” pamit Matsujun sambil menaikkan kaca mobilnya, lalu ia pun berlalu dari hadapan Miho.

Miho masih berdiri di sana, senyumannya berubah menjadi cengiran, lalu kekehan. Ia berjalan masuk ke rumahnya sambil terus tertawa seperti orang bodoh.
Ah, yeah. Orang yang jatuh cinta biasanya angka IQ-nya akan turun beberapa digit.

Matsujun & Ayako’s House

“Aku pulaaaang!” kata Ayako sambil menutup pintu rumah. Sepi. Seperti biasa, orangtuanya –dan Matsujun— belum pulang kerja.
Ayako melangkah ke kamarnya, berganti baju dengan baju rumah, dan keluar kamar menuju ruang tengah. TV menyala dan kakaknya duduk di sofa, matanya menatap lurus ke layar flat 38 inch di depannya. Ayako menghempaskan badan di ujung sofa dan meluruskan kakinya, lalu mengambil toples kue kering di meja.
Melihat kakaknya membuatnya teringat sesuatu.
“Jun-kun, pinjam HP!” katanya. Matsujun menoleh ke arah Ayako dan menatapnya dengan tatapan malas, tapi tetap merogoh saku dan melempar satu unit LG Chocolate BL-40 ke adik beda 15 menitnya yang menangkap benda kotak tipis itu dengan tangkas.
“Mau ngapain?”

Susunan yang salah. Mestinya tanya dulu, baru ngasihin handphone. Tapi sepertinya memang Matsujun sedang malas memikirkan susunan tindakannya, atau saraf motoriknya baru agak error, jadi dia tak terlalu memusingkan hal itu.
“Biasa, lihat-lihat.” Lihat-lihat untuk Ayako berarti ‘menggeledah semua folder sampai habis’ dan Matsujun tahu itu. Tapi toh dia tak protes dan kembali fokus ke TV di depannya.

Ayako mengambil handphonenya, menyentuh layarnya beberapa kali, lalu beralih ke handphone Matsujun. Semenit kemudian, urusannya selesai dan ia melempar handphone itu ke Matsujun, lalu beranjak pergi.
“Dasar anak aneh.” gumam Matsujun. Ia memungut (?) handphonenya dari sofa dan mendapati ada beberapa SMS baru.
“Tumben dia nggak iseng buka-buka SMS.” Matsujun menyentuh satu ikon untuk membuka pesan yang masuk. Bluetooth message? Apa lagi yang dilakukan adik kembarnya itu?

Penasaran, Matsujun membuka salah satu dari belasan pesan itu. File jpg, berarti foto, kan?
“Eh? Ini… Miho…”
Yak. Apa yang ada di layar handphone Matsujun sekarang adalah foto selca Miho. Entah dari mana Ayako mendapatkannya, yang jelas foto itu memang benar-benar Miho. Matsujun kembali membuka pesan-pesan lainnya, foto yang berbeda, tapi objeknya tetap sama. Seorang Go Miho. Ada yang selca, ada yang candid, ada yang diambil bersama Ayako, Raena, Sungra, dan Hyunjoon. Matsujun makin bengong, bingung hendak melakukan apa terhadap foto-foto itu.

Tiba-tiba ada SMS masuk. Matsujun langsung membukanya.

From: Ayako-_-“
Pilih satu untuk wallpapermu, yaaaa~ kekekekeke 😛

Matsujun cengo sebentar, lalu mendengus menahan tawa.

To: Ayako-_-“
Jadi kau pelakunya? Apa maksudmu, ha?

From: Ayako-_-“
Sudahlah, yang penting kau senang, kan? Keke.
Buktinya sekarang kau senyum-senyum sendiri. Aku melihatnya dengan sangat jelas, babo.

To: Ayako-_-“
Ah. Yeah. Terserah saja.

From: Ayako-_-“
Mana ucapan terima kasihnya?

“Ya! Kenapa aku harus berterima kasih?!” seru Matsujun. Ayako yang sedang berada di ruang makan terkekeh.
“Karena aku sudah membantumu, babo! Coba cek contact list-mu!”
Matsujun menghela napas, agak heran kenapa ia bisa punya adik semacam Ayako. Walau begitu ia tetap mengecek contactnya.
“Ke huruf G!” tambah Ayako. Matsujun mengangkat alisnya dan men-scroll ke huruf G. Sedetik kemudian matanya melebar saat menemukan satu nama yang kemarin belum ada. Pasti kerjaan Ayako.

“Ya! Masami Ayako, apa-apaan ini?!” teriak Matsujun dengan nada marah, tapi senyum melekat di bibirnya. Entah bagaimana caranya melakukan dua hal yang berkebalikan itu dengan sempurna.
“Akui saja kalau kau senang!” kilah Ayako. “Sana, SMS orangnya! Ketimbang kau melamun di depan TV, gayanya nonton TV padahal pikiran kemana-mana!”

Matsujun bangkit berdiri dan berjalan-cepat ke meja makan, menghampiri Ayako yang menatapnya dengan tatapan aku-benar-kan, tangan bersedekap di depan dada, dan duduk dengan kaki disilangkan di kursi makan.
“Oke, oke, kau menang. Mana handphonemu?” Matsujun menyorongkan tangannya.
“Buat apa?” tanya Ayako, tangannya menggenggam erat Samsung Galaxy-nya.
“Cuma mau lihat! Parno amat sih jadi orang!” kata Matsujun sambil mengambil handphone Ayako dari pemiliknya. Ia langsung membuka contact, lalu memasukkan satu nama. Tidak ada. Ia memasukkan nama yang satunya, masih tidak ada. Kali ini giliran Matsujun yang membuka handphonenya dan menginput sesuatu ke handphone Ayako.

“Nih.” Matsujun meletakkan handphone itu di depan Ayako, lalu berjalan ke dapur. Ayako meraih handphonenya dan mengecek isinya.
“Masih normal. Dia ngapain, sih?” gumamnya sambil meletakkan benda itu lagi. Baru sedetik handphonenya menyentuh permukaan meja, tahu-tahu nada dering SMS masuk mengalun dari benda itu.
“Awas kalau ini kau, Jun-kun!” kata Ayako sambil melirik Matsujun yang masih sibuk mengobrak-abrik kulkas. Yang disebut cuek saja.
Ayako langsung membuka pesan yang masuk. Matanya membulat, bias merah muncul di pipinya.

From: Lee Hyuk-Jae
Annyeong Aya-chan ^^

“Bukan aku, kan?” kata Matsujun yang tahu-tahu sudah duduk di depan Ayako. Ia terkekeh sebentar melihat adiknya yang tampak salah tingkah itu, lalu kembali fokus ke layar handphonenya sendiri.
“Kirim, nggak, kirim, nggak…” gumam Matsujun dengan ibu jari yang berada beberapa cm di atas tombol ‘send’. Akhirnya ia memejamkan mata dan langsung menekan tombol hijau itu.

To: Go Miho
Miho-chan?

Tak perlu menunggu lama sampai ada balasan dari Miho.

From: Go Miho
Jun-kun? Wae? Tumben SMS?

Oh. Matilah. Mau bilang apa lagi dia?

To: Go Miho
Memangnya nggak boleh? Kekeke

From: Go Miho
Nggak boleh :p omong-omong kau tahu nomor handphoneku dari siapa?

To: Go Miho
Ayako, biasa -_-“ anyway…

Matsujun berhenti mengetik di kata anyway. Sebenarnya ia ingin mengajak Miho pergi, tapi… kalau besok, termasuk terlalu cepat nggak ya?

“Aya-chan…”
“Wae? Ada apa? Mau minta bantuan apa?”
“Itu… kalau misalnya aku…”
“Mau ngajak Miho pergi? Kapan?
Anak ini tahu darimana sih? pikir Matsujun, tapi ia hanya mengangguk.
“Kapan?” desak Ayako lagi.
“Justru itu aku mau tanya, enaknya kapan? Besok? Lusa? Minggu depan?”
“Besok? Kenapa nggak pas weekend aja? Kan lusa hari Sabtu.” Usul Ayako tanpa mengangkat wajah dari layar handphonenya. Dasar.

“Oh. Arasseo.” Aku kembali ke handphoneku dan kembali mengetik.

To: Go Miho
Ayako, biasa -_-“ anyway, besok Sabtu ada acara nggak?

Matsujun langsung meletakkan handphonenya begitu ia menekan tombol send, takutnya saking gugupnya ia malah menjatuhkan barang itu. Kali ini balasannya agak lama, membuat Matsujun makin gugup.
Akhirnya saat nada dering handphonenya terdengar, ia langsung menyambar si hitam dari meja dan membaca pesan masuk.

From: Go Miho
Sabtu? Aku kosong terus, hehe. Maklum, nggak ada namjachingu, nggak ada malam mingguan 😛 hehehe

Namja itu hampir melonjak senang saking gembiranya, tapi ia menahan diri.

To: Go Miho
Pergi yuk, daripada garing di rumah, kekekekeke

From: Go Miho
Boleh. Mau kemana? Jam berapa?

To: Go Miho
Terserah, mau makan, nonton, jalan-jalan? Sore atau siang, nih?

From: Go Miho
Lah ini yang ngajak siapa –“

To: Go Miho
Ya sudah, makan terus nonton terus jalan-jalan, eotte? Sabtu siang jam 11 kujemput

From: Go Miho
Arasseo~ kalau telat kubunuh. Kekekeke

Matsujun menghela napas lega. Ternyata mengajak seorang Go Miho pergi tak sesulit yang ia perkirakan.

Saturday morning, Go’s Place

Miho membuka pintu lemarinya lebar-lebar. Terpampang tumpukan baju beraneka jenis, warna, dan harga (?). Maklum, Miho memang bisa dibilang fashionista. Jadi tidak heran kalau ia punya banyak sekali baju di lemarinya.

Sekarang masih jam 9, tapi si empunya kamar sudah ribut sendiri dengan persiapan untuk pergi jam 11 nanti yang bisa dikategorikan kencan. Mengingatnya saja sudah cukup untuk membuat Miho senyum-senyum sendiri.

“Aish, pakai apaan?” Miho mengacak rambutnya frustasi. Ia duduk di lantai kamarnya dan menghela napas.
“Nanti mau kemana? Nonton, makan, jalan-jalan? Pakai apaan?” gumamnya sambil bangkit berdiri lagi. Kalau pakai yang biasa, ya biasa-biasa aja dong jadinya. Pakai yang terlalu formal, kesannya nanti dia ‘maksa’. Aigoo~
Miho mengurut dahinya sebentar, lalu kembali fokus mencari baju yang cocok. Tiba-tiba pandangannya tertuju ke satu baju yang sudah lama sekali tidak dipakainya. Ia menarik baju itu sekaligus dengan hangernya. Sehelai dress selutut berlengan puff, warnanya putih dengan sedikit motif polkadot di tepinya. Roknya lurus, tidak ada pleats-nya, dengan ruffle yang tidak berlebihan. Potongan lehernya tidak terlalu rendah, dihiasi oleh renda putih sederhana.

“Sip. Cocok nih.” Miho tersenyum puas sambil menaruh dress itu di kasurnya. Lalu ia mengambil jaket bolero biru muda, antisipasi kalau dingin dan meletakkannya di sebelah dress itu, lengkap dengan handbag berbahan denim dengan aksen kerutan dan tali bahu dari kulit artifisial. Miho memandangi hasil karyanya itu sekali lagi, mengangguk-angguk, lalu beranjak ke kamar mandi. Saatnya mandi~

10.50, in front of Go’s place

Matsujun menghentikan mobilnya di depan rumah Miho. Untung saja tadi dia nggak pakai acara kesasar, jadi bisa lebih cepat sampai.
Setelah menutup pintu mobil dan menguncinya, Matsujun melangkah menuju pintu depan rumah itu. Ia menekan belnya dan menunggu hingga pintu itu dibuka.

KLEK
Matsujun langsung membetulkan sikap berdirinya begitu pintu dibukakan oleh… ibunya Miho-kah?
“Annyeong haseyo eomonim…” katanya sambil membungkukkan badan.
“Ne… nuguseyeo? Chingu-nya Miho?”
“Ne eomonim, saya Matsujun.” Jawab Matsujun sambil tersenyum sopan. Go ahjumma memperhatikannya dari kepala ke kaki, lalu tersenyum penuh arti, membuat Matsujun kebingungan.
Apa penampilanku aneh? Atau apa? Pikirnya dalam hati.
“Masuk dulu, Matsujun-ssi.” Go ahjumma membukakan pintunya lebih lebar dan mempersilakan Matsujun masuk.
“Tunggu sebentar ya, biar ahjumma panggilkan Miho.” Go ahjumma meninggalkan Matsujun yang duduk pasrah di ruang tamu. Matsujun hanya mengangguk, masih dengan senyum terpasang di wajahnya.

Setelah Go ahjumma masuk, Matsujun makin gugup. Ia menunduk dan memainkan jari-jarinya, berusaha mengalihkan perhatiannya ke hal lain.

“Annyeong Jun-kun…” suara Miho membuat Matsujun mendongak. Miho berdiri di depannya, dengan dress putih selututnya dan flat shoes berbahan denim. Rambut sebahunya diurai, tak ada hiasan apapun di sana.
Dan jujur… pemandangan di depannya membuat Matsujun speechless selama beberapa detik.

“Sudah mau pergi?” Go ahjumma tiba-tiba muncul dan menginterupsi speechless-moment-nya Matsujun. Ia langsung bangkit berdiri dan mengangguk pelan.
“Ne, ahjumma.” jawab Matsujun, entah sadar atau tidak berjalan menghampiri Miho. Setelah berpamitan dan sebagainya, Matsujun langsung menggiring (?) yeoja itu ke mobilnya.

“Tadi lama nggak nunggunya?” tanya Miho, basa-basi.
“Nggak kok. Dandan dari jam berapa hayo?” ledek Matsujun. Miho mendengus, tapi tetap tersenyum.
“Rahasia~ ini kemana dulu?”
“Kalau sesuai jadwal sih makan dulu. Ke mall aja, biar sekalian, eotte?”
“Ara! Kaja!” kata Miho semangat. “Ada kok yang dekat sini, aku sering ke sana!”
“Oke, arahnya?”
“Dasar buta arah.”

CoEx mall, 11.30

Miho turun dari mobil dan menunggu Matsujun turun.
“Makanan yang enak dimana?” tanya Matsujun begitu ia turun dari mobil.
“Hmm.” Miho mengetukkan telunjuknya di dagu. “Ada satu sih yang aku suka. De Latte, kayak café gitu, tapi mereka juga jual makanan berat, nggak cuma yang ringan-ringan. Mau?”
“Oke, aku ikut aja~”

Mereka berjalan memasuki mall dari outdoor parking area, lalu langsung menuju café yang disebutkan Miho tadi. Café itu menyediakan European Dishes dan Korean Dishes, juga berbagai jenis kopi dan minuman lainnya. Tipikal satu café di mall.
“Makan apa, Miho-chan?” tanya Matsujun setelah mereka duduk dan menghadap buku menu.
“Mm, beef lasagna satu, cola float satu.” Kata Miho ke waiter yang berdiri di sebelah meja mereka.
“Spaghetti bolognaise satu, orange juice satu.” Tambah Matsujun. Sang waiter mengulang pesanan mereka sekali lagi, lalu kembali ke dapur.

“Sering ke sini?” tanya Matsujun.
“Ke sini apanya? Cafenya atau mallnya? Kalau mallnya sih sering, cafenya kadang.” Jawab Miho sekenanya.
Tiba-tiba terdengar suara dering handphone. Miho langsung membuka tasnya dan mengambil handphonenya.

“SMS?” gumam Miho. Matsujun diam saja, toh dia tak ada hubungannya dengan siapapun yang mengirim SMS itu.
Miho langsung membuka inboxnya. Dari… Raena?

From: AngelNa^^
Miho-ah eoddiga?

“Aish, SMS pendek amat, ngapain sih?” gerutu Miho. Ia segera membalasnya.

To: AngelNa^^
Di De Latte CoEx, biasa. Wae? Mau ikutan?

From: AngelNa^^
Ah jinjja? Kenapa tak mengajakku T_T
Sama siapa?

To: AngelNa^^
Sama Matsujun~

From: AngelNa^^
CIEEEEEEEEEEEEE XDD
Wah wah, sepertinya setelah diantar pulang kemarin ada kemajuan nih 😛

To: AngelNa^^
Apaan sih -____________________-“

From: AngelNa^^
Pokoknya berterima kasihlah padaku, Sungra dan Taemin, kalau bukan karena kita pasti kau tak bisa pulang bareng Matsujun. Dan hari ini kau pasti masih di rumah, nganggur, nggak bareng Matsujun XP
Sudahlah, aku tak mau mengganggu acara kalian. Ceritakan semuanya yaaaa 😛

Miho terkekeh pelan sebelum menutup flip LG Ice Cream-nya itu. Ia mendongak dan mendapati Matsujun yang sibuk sendiri memainkan alas gelas (iseng? Emang-_-)

“Tadi itu Raena.” Kata Miho, entah kenapa ia ingin memberitahu Matsujun.
“Oh.” Kata Matsujun datar.
Miho terdiam. Sebenarnya ia ingin respon Matsujun tidak hanya seperti itu, setidaknya kan dia bisa bilang ‘Oh, kukira siapa.” Atau “Oh, kukira namjachingumu.” Atau sesuatu yang mengindikasikan kalau dia lega karena yang meng-SMS Miho itu Raena…
Monolog dalam hati Miho terhenti. Kenapa ia berharap Matsujun memberi respon seperti itu? Toh Matsujun bukan siapa-siapanya Miho…

“Miho-chan? Kenapa melamun?”
Suara Matsujun membuyarkan pikiran Miho. Ia buru-buru menggelengkan kepalanya.
“Ani, aniyo, siapa yang melamun?”
“Lah tadi? Ngelamunin siapa hayoooo…”

Kau. Miho bergumam dalam hati, tapi tak ia katakan. Tentu saja.
“Aku nggak ngelamun Jun-kuuuuuun~”
“Iya deh, iya deh, iya deh, terserah, nona Go~” Matsujun tertawa lepas. Miho masih berlagak ngambek, padahal sesekali ia melirik namja yang sedang terbahak itu.

Aigo, gumamnya dalam hati. Namja ini mau pakai apapun kenapa cakep terus, sih? Mau pakai seragam kek, pakai polo shirt sama celana jeans kayak sekarang, tetep aja~
“Silakan,” seorang waitress menaruh makanan pesanan mereka di meja, lalu kembali berlalu mengantarkan pesanan ke meja lain. Miho mendorong piring spaghetti Matsujun ke hadapan pemiliknya.

“Tuh, makan. Coba dicek, makanan di sini enak nggak?” katanya. Matsujun menaikkan alisnya dan meraih sepasang sendok garpu sebelum mulai melahap spaghettinya.
“Mm, ne, mashitta~” kata Matsujun. Miho terkekeh melihat tingkah namja itu yang seperti anak kecil, lalu mulai memakan lasagna di depannya.

Jun-kun, kau tahu? Aku sudah jatuh, jatuh terlalu dalam, karena kau.

CoEx mall, 12.15

Duo JunHo berjalan keluar dari cafe itu. Sekarang mereka masih sibuk berdebat mau kemana, ngapain, beli apa (?) dan sebagainya.

“Katanya mau nonton, bioskop di paling atas!” kata Miho.
“Kan masih nanti!” sela Matsujun
“Aigo Jun-kun, namanya nonton itu pasti beli tiket dulu! Mana kita belum nentuin mau nonton apaan, kan?” Miho masih ngotot. Matsujun menghela napas dan akhirnya menyerah.
“Arasseo. Ayo naik, kita beli tiket dulu.”

Miho tersenyum puas dan mengekor di belakang Matsujun yang sudah naik ke elevator.  Mereka langsung menuju lantai teratas, tempat si bioskop bersarang (?)
“Mau nonton apa?” tanya Matsujun. Mereka berhenti di depan poster-poster film terbaru. Miho mengerutkan kening.

“Kungfu Panda 2? SCRE4M? Antara 2 itu deh.” Kata Miho. Matsujun ikut-ikutan berpikir.
“SCRE4M aja yuk.” Usul Matsujun. Miho mengangguk setuju dan mereka kembali melangkah ke loket tiket yang kebetulan sepi.

“Ada yang jam 12.30, ambil yang itu aja Miho-chan.” Kata Matsujun. “Kan habis itu bisa langsung jalan-jalan, nggak usah pakai nunggu lagi. Eotte?”
“Oke! Tumben kau punya ide bagus, kekekekeke.”

Matsujun mengacak rambut Miho. “Enak saja! Aku selalu punya ide bagus!”
“Masa’? Hahaha…” ledek Miho.

Saking sibuknya mengobrol dan saling ledek sana-sini, tahu-tahu mereka sudah berada di depan loket tiket.
“Tiket SCRE4M, dua.” kata Miho kepada petugas di loket tiket.
“Ambil seat mana?” tanya sang petugas loket. Miho menyenggol Matsujun dengan tatapan mau-duduk-dimana, yang dibalas Matsujun dengan mengangkat bahu. Dasar -_-
“Yang tengah, row H?” kata Miho akhirnya. Sang petugas tiket mengangguk-angguk lalu menyerahkan 2 tiket ke tangan Miho.
“Gamsahamnida…” kata Miho setelah membayar tiket itu.

“Popcorn?” tawar Matsujun. Miho mengangguk semangat. Matsujun langsung menariknya ke Snack Bar.
“Annyeong haseyo~ mau pesan apa?” tanya salah satu penjaga Snack Bar. “Kalau untuk couple, di sini ada paket khusus, satu bucket popcorn ukuran besar plus dua minuman, harganya 5.000 won…”
Wajah Miho memanas begitu si penjaga Snack Bar menyebutkan kata couple. Apa mereka benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih? Meski ia berharap seperti itu, tapi kan…

“Miho-chan? Mau ambil paket itu?” tanya Matsujun. Miho hanya mengangguk. Apa Matsujun juga…
“Kau mau apa, Miho-chan? Minumnya? Oreo?”
“Oreo, aku oreo.” Kata Miho sambil menunduk. Matsujun langsung memesankannya tanpa banyak bertanya lagi.

“Yak, silakan…” si penjaga Snack Bar mengangsurkan bucket popcorn besar. “Untuk minumannya, tolong ditunggu sebentar di sana. Kamsahamnida…”
Matsujun menenteng popcorn itu dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya menarik lengan Miho agar tetap mengikutinya.

Semoga dia nggak liat wajahku yang pasti merah banget ini, semoga dia nggak liat… kata Miho dalam hati.
“Miho-chan, wae?” tanya Matsujun. “Kenapa menunduk?”
“Ani, gwaenchanha…” jawab Miho sambil mengangkat wajahnya sedikit. “Mm, minumannya sudah?”
Matsujun menggeleng. “Belum kayaknya. Kenapa? Haus?”

Aigo, aigo, aigooo~ kenapa dia perhatian seperti itu?

“Nggak, tanya aja kok. Hehehehe.” Miho tertawa hambar.
“Dua oreo, silakan!” kata petugas Snack Bar yang tahu-tahu sudah meletakkan 2 gelas plastik di depan mereka berdua.
“Kamsahamnida~” kata Matsujun dan Miho bersamaan, lalu Miho langsung mengambil alih kedua gelas itu dan melangkah meninggalkan Matsujun.

“Miho-chan~ aku satu! Masa’ dua-duanya mau kau habiskan?”

CoEx Mall, 15.00

“Ahahahaha, Miho-chan, harusnya tadi kau lihat ekspresi ketakutanmu! Aigoo~ lucu sekali!” kata Matsujun sambil terbahak. Miho cemberut.
“Yaaa! Nggak usah ketawa!” ia menjitak kepala namja itu pelan.
“Salah sendiri, udah tau takut kenapa masih nekat nonton?” ledek Matsujun.

Selama 2 jam film diputar, terhitung 18 kali Miho memeluk lengan Matsujun karena ketakutan, berpuluh-puluh kali teriak ketakutan, dan terus-terusan berkeringat dingin. Matsujun? Ia sibuk memamah biak popcornnya sendirian, karena Miho sama sekali tak menyentuhnya saking ketakutannya.

“Jun-kun!” Miho menoyor kepala Matsujun.
“Iya iya, becanda doang!” kata Matsujun di tengah kekehannya. “Sekarang ke mana?”
“Kemana aja boleh deh.” kata Miho dengan nada kesal.
“Yaaaa, jangan ngambek, Miho-chan~ mau es krim nggak?”

Lah, kenapa malah es krim -_-“

“Mauuuuuu!” Miho langsung sembuh dari penyakit ngambek akut-nya. Matsujun terkekeh sambil menggelengkan kepalanya, lalu menggiring (?) Miho ke satu ice cream parlor yang ada di dekat mereka.

Go’s Place, 16.08

Matsujun menghentikan mobilnya dan Miho segera beranjak turun.
“Mau mampir?”
“Ani, nggak usah, besok-besok saja. Ayako udah marah-marah di rumah nih, hahahaha.”
Miho ikut tertawa. “Geurae? Arasseo. Gomawo Jun-kun…”
“Ah, ne, cheonma.” Matsujun tersenyum. “Eh, Miho-chan, sini!”

Miho menatap Matsujun dengan tatapan heran, tapi tetap mendekati Matsujun dan membungkuk sedikit.
“Miho-chan…”
“Ne, wae?”
“Itu, anu…” Matsujun masih menggantung kata-katanya.
“Jun-kun, apaan?” desak Miho tak sabar.

“Oneuldo… neomu yeppeuda.” Matsujun mendekatkan kepalanya ke Miho dan mencium pipinya sekilas. Miho terdiam, terlalu kaget untuk menunjukkan suatu reaksi.
“Annyeong, Miho-ah.” dengan seulas senyum lebar dan wajah yang agak memerah, Matsujun berpamitan ke Miho dan langsung menjalankan mobilnya menjauh dari rumah Miho, meninggalkan Miho yang masih mematung di depan rumah. Sejurus kemudian, handphone Miho berdering, menyadarkan pemiliknya dari lamunan.
Miho mengambil handphone dari tasnya. Ada SMS lagi. Kalau ini Raena, besok Senin ia akan membunuhnya. Berani-beraninya Raena mengganggu saat-saat menyenangkannya!

From: Jun-kun
Another date, Miho-chan?

Advertisements

26 thoughts on “Team 2-5 [Part 3]”

  1. Hahaha, itu baru kembarannya Ayako~ 😀 *nada bangga *tepok dada

    Tapi dari bau-baunya kok kayaknya mereka *tunjuk JunHo* bakal jadian duluan ya? ._.
    Hoh, nggak bisa dibiarin nih. Hyuk, kita besok lebih gila lagi ya? Jangan mau kalah~ :p

    Di sini mak comblangnya bukan TaeRa, KyuJoon, SeungAn, tapi Ayako -___-

    1. halah, gitu aja bangga -_- *plak
      tapi matsujun jadi agresif-agresif piyeeee gitu disini wahahahaha 😛

      iyanih kayaknya, hayooo hyuko! jangan kalah! 😛

      huahahahah, disesuaikan dengan sikon, awalnya mau tak masukin SeungAn disini, tapi… rada gak cocok jadi dicancel deh ._.

  2. comment sommnet comment ^O^

    1. itu arah rumahnya … kayak mau ke rumah onnie #PLAAAAAK =D

    2. kalo onnie terawang … dongsaeng posting nggak pake kompie … bener nggka ? =O

    3. celetukkannya matsujun nggak banget 😄
    ketok saltingnya, ketok malunya, ketok kalo ngajak PDKT 😄
    hahahhahaahhaha

    4. onnie klao dipanggil neni-chan juga malu hehehh #abaikan
    emang orang jepang kalo pdkt manggil cewek pake chan ya saeng ? =O

    5. ayako vs matsujun … like brother. like sister *sokinggris* hahahahahah

    6. idenya ayako.. CADAS ABIS
    namanya namja kalo pdkt sama yeoja pasti butuh FOTO
    buat dijadiin wallpaper ? frrontalbanget itu saeng heheheheheh ^^

    7. ide matsujun …. BOLEH LAH
    kalo yeoja pdkt sama namja butuh nomor HP #PLAAAAAk
    hyuki punya pulsa saeng ?? #PLAAAAAK *diinjekfad* hahahaha =D

    8. ngajak jalan miho kayak ngajka presiden korea ngedate saeng
    deg deg an nya onniekerasa 😄

    9. waktu miho miloih baju, comment onnie : nggak ngerti
    onnie nggak dong baju baju gitu =( hehehhehe

    10. menggiring ? emang ternak saeng 😄 hahhahaahah

    11. sms nya angel onnie … frontal saeng hhahahahah ^^
    kaya baca sms dongsaneg ke onnie kalo ngajak onnie nggangguin alien kemarin =P

    12. cieee yang jatuh ni yeeee, kepleset nggak ? #PLAAAAAK hahahahahahah
    pas moniolognya miho … berasa ngaca saeng =(

    13. pas di bioskop … udah romantis … endingnya … salah bawa minuman =..==
    malu saeeeeeng hahhah ^^^

    14. baca paragrapg terakhir ./…. onnie cuma MUPENG =////=
    matsujun sumpah saeng … bikin iri =(
    blak blakannya ngena banget hahhaahhaahahah
    SMS nya … onnie pas baca ikut deg deg an 😄 hahaahhahah

    like usual … onnie suka FF dongsaeng ^^ *capsnggakjebol* =D

    1. nee~

      1. ke rumahnya eonni emangnya se-njelimet itu yaaa? :O

      2.TET-TOOOOOOTTT! SALAH! kok bisa ngira kayak gitu eonn? :O

      3.huahahahahaa, tapi kan jadi ice-breaker tuh celetukannya 😛
      yang penting mereka nggak canggung lagi deh, kekekekeke 😄

      4. bukaaan~ nggak harus kalau pas PDKT sih. aturannya akhiran -chan itu buat manggil cewek yang udah akrab, gitu…
      kalau matsujun mungkin buat PDKT (?) *labil
      lagian kata -chan nyambung kok sama miho XDD

      5. kembar tapi kayak nggak kembar (?)

      6. makanya, itu ayako baru rada nggak stres makanya bisa punya ide kayak gitu 😄
      heem, gak apalah buat wallpaper :3 wkwkwkwkwkwkwkw

      7. bener kan? bener kan? 😛
      huakakakakakak kurang ajar nih, awas diamuk fad! XP

      8. heem, kalau salah ngomong ntar takutnya si miho ilfil, terus ntar gakjadi PDKT deh~

      9. kalau bahasa gampangnya soal deskripsi bajunya miho: mini dress warna putih, ada polkadot biru-nya, ada detail rimpel di ujung rok, roknya lurus gak ada lipatannya, sama ada aksen renda di kerahnya. gituuuu~

      10. wakakakaka XDD iya kali yaa *plak

      11. lebih frontal lagi dari SMS saeng dong eonn 😛
      biar seruuuu (?)

      12. ngglebak eonn jatuhnya (?)
      masa’ ngaca eonn? :O ngaca di bagian mananya?

      13. huahahahahahahahaha XDD biar gak romantis-romantis banget 😛
      saeng nggak mampu bikin yang full romantis, hehehehehe

      14. heeh, saya juga iriii *gigit bantal*
      hahaha, biar miho langsung tau tuh kalau matsujun ada ‘sesuatu’ :p

      makasih eonni~~~ *hug hyunjoon* *ditendang kyu*
      kekekekkekekee 😄

      1. 1. Nggak saeng, cuma ngarang 😄

        2. Soalnya beda saeng .. Onnie nggak tau tapi apa yang beda #PLAAK

        3. Ice breaker ?? Boleh lah pembelaannya 😄 ahhahah

        4. Hooo temen akrab ya saeng ?? Kali lebih tua gimana ? Tetep chan kah ? :0

        5. Kayak Jono dan Lono, kembar tapi beda 😄

        6. Kalo ketauan temen nggak malu kah ??

        7. Tenang aja saeng, fad jinak kok #eh :p

        8. Jaim abis itu hahhahhaa

        9. Hooo jadi simpel kali itu
        Onnie baru ngerti *senyumgaje*
        🙂

        10. Masa disamain ternak ?? =.=

        11. Tapi tega saeng *mukadewi* #PLAAAK

        12. Aisshh Onnie kelamaan bales nya
        Jadi lupa saeng 😦

        13. Nggak mampu romantis tapi Bisa PG hajahahhaa
        Kemampuan manusia itu masing masing saeng #PLAAAK Hahahahah

        14. Ne. Sesuju abis saeng *tunjukmukamitsujun* ahhahahaaa

        Chonmanaeyo saeng ^^

  3. akhirnya saya bisa komen -____-” baca tadi subuh (jam 1 malem) komen baru sekarang, mian ya saeng .__.v
    okedeh, waktunya komeeen :3
    1. part inii.. unik! nggak tau asik aja gitu baca part ini saeng X)
    2. no Taera Kyujoon Hyukko and other? sepi yaa .__.
    3. junho jjang! firasat saya menyatakan(?) bahwa mereka akan meresmikan hubungan mereka lebih cepat dari unyuk dan ayako *plak!
    4. wallpaper dan nomor hape, hmm.. senjata bagus dari ayako 😄
    5. demi apapun, dari kemaren onnie jadi obat nyamuk -____-” ahahahha 😄 tapi onnie sukaaa :3 nggak kebayang ekspresi waktu ngetik sms kayak gini “CIEEEEEEEEEEEEE XDD” ahahahhahahaa #ngakakguling
    6. astagaaa *tutupmata* *bukalagi* jun maen cium pipi anak gadis orang ajaaaaaaa, aahhahaha 😄
    7. sms yang terakhir, woaaaaaaaa.. sisi gentle dari seorang jun terkuak(?) *.* suka banget! 😄
    akhir kata, DAEBAK!! ^^
    semangat lanjut saeng, oke? ^^

    1. gwaenchanhayo eonniiiii~ *tepuk punggung*
      oke, waktunya bales~
      1. huahahahaha, unik gimana eonn? gomawo~ kekekeke 😀
      2. heem nih ._____. cuma ada ayako di awal cerita, sisanya JunHo .-.
      3. HUAHAHAHAHAHAHAHA kalau ini entah kenapa saya setuju eonn! tapi… gak tau deh 😛
      4. itu kan kebutuhan dasar buat PDKT ;P hahahahaha XDD
      5. nasib eonn, udah dibilangin bang Tabi disuruh balik SMA lagi aja biar nggak jadi obat nyamuk *plak
      kalau aku ngebayanginnya eonni SMS sambil ngakak-ngakak gitu hahahahaha 😄
      6. gakpapa, kan cuma pipi…………. *eh
      7. berarti selama ini nggak gentle dong eonn? :O
      gomawo eonni~~~~~ *tebar kembang*
      arasseo 😀

      1. 1. unik aja gitu, trus asik bacanya, padahal udah lumayan panjang tapi masih pengen baca terus gitu #candu hhehehe 😀
        2. tapi nggak apalah, tetep seru soalnya junho couple ini gugupnya lucu :3
        3. hmm.. masih jadi misteri siapa yang duluan meresmikan(?) hubungan mereka :7
        4. iya juga sih saeng, ehm.. pengalaman? *plak!
        5. Tabi? Tabi~ Seung~ Aaaaaaaaa!! X(
        ya ampun masak sambil ngakak? -__- nyengir gaje aja laaah (?)
        6. iyayaa cuma pipi, seenggaknya nggak maen nyosor #kumat
        7. maksud onnie jun lebih berani gitcuuuu :3
        *tebar beras kuning(?)*
        SEMANGAT! ^^

        1. 1. mwoooo? kecanduan? fic ini kan bukan narkobaaaaa (?)
          2. mereka saltingnya aneh gimanaaaaa gituuu :3 tapi tetep lucu ye hahahaha (?)
          3. iyanih *manggut manggut* authornya aja gak tau *piyeto
          4. saeng……….belum pernah…… *nunduk* ehehehehehe 😛
          5. ^ada yang kangen tabiiii~~ uhuhuhu unyunyunyu (?)
          sambil ngakak lebih seru kan eonn?
          6. yaaaaak, di episode selanjutnya nyosor ah~ *plak
          7. oh, begitoooohh? *ikutan*
          *pasang janur kuning* (?)
          NEEE~ semangit eh semangaaaaaaaat! 😄

        2. onnie kecanduan ff” kamu saeng :3 hehhe
          kangen tabi? kamu tanggungjawaaaaaaaaaabb :””(
          pokoknya tanggungjawaaab balikin tabitabitop(?) sama onnie #maksa *plak!
          semangat lanjut ya saeng :))

  4. Miho: *angguk2, terus baru sadar kalau Jun ga bisa liat jawabannya. gigit bibir, mikir bales sekarang atau sebentar lagi, akhirnya mutusin masuk rumah dulu. sampe di kamar dia naroh tasnya hati2, terus bales sms jun. sent.* Gyaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!! *ngelempar tubuh ke kasur, mendul2, balik badan, ambil bantal, teriak ke dalem bantal* GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!

    isi sms: O.

    gyaaaahhhhahahaha! ga nyangka ada makhluk kayak Miho~
    wkwkwkwkkk

    oke, saran: kesan sweetnya kerasa banget, sungra saeng, tapi masukan dikit ya.. ada yg kurang dalam menunjukkan perasaan yg mulai berdebar2. Dlm bab ini *lu kate pelajaran biologi?!* Jun punya banyak kesempatan memperhatikan Miho, jadi ga aneh kalo dia makin lama makin suka ama Miho *emang gw cantik sih* Tapi untuk Miho, even though dia seorang yg sangat selfcentre, tapi kurang terasa greget kalo dia ‘jatuh’ (ngutip adegan makan di atas) ke Jun.

    Umm, mungkin bisa dibikin waktu sama2 diem, Jun dijabarin lagi mikir apa, Miho dijelasin juga lagi merhatiin Jun diem2, mikirin kalo Jun ternyata punya lesung pipi yg ga kentara, dan (misal lho nih) “Padahal perhatian dia itu biasa aja, wajar, kenapa aku deg2an gini ya?” Terus waktu Jun bilang “masitha”, Miho menyadari bahwa senyum Jun sudah membuatnya jatuh, dst…

    😛 miaaaaaaaaan, banyak bacot… cuman ngemukakan pendapat doang kok… aaaah, ga pernah ngimpi bakal punya kelakuan so sweet begono~ aslinya kan setan binti devilia~

    Makasih saeeeeeeng~ aaaahhh~~

    *ngelayang dulu*

    1. tuh kan, reaksinya miho gini kan sebenernya -_____-

      mwo? isi SMSnya gitu doang? yah capedehhhh ==

      hooo, arachi eonn~ *nyatet
      seingat saeng, waktu itu saeng bener2 ga ada ide mau bikin karakter miho kayak gimana… tambh saeng gagitu ngerti tentang si matsumoto jun-kun makanya rada… rada… ya begitulah ._.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s