Team 2-5 [Part 4]

Title: Team 2-5 [Part 4]
Genre: School life, friendship, romance, comedy
Rating: G
Character: (seperti biasa, baca dan temukan, berhadiah MAGNUM (?))

Acuhkan kata-kata di atas, wkwkwkwkwkw XD, sebelumnya maaf~ yang ini pendek (pake banget) *bow*

Part 1 | Part 2 | Part 3

Ayako’s POV

From: Lee Hyuk-Jae
Annyeong Aya-chan ^^

IGE MWOYAAAA? Sejak kapan aku punya nomor handphone monyet itu? Dan dari mana ia dapat nomor handphoneku?
Pasti ini kerjaan Matsujun. Dasar kembaran kurang ajar. Sekarang saja aku bisa mendengar kekehannya, 100% yakin dia sedang mentertawakanku. Hmph, memangnya saat dia kuberi nomornya Miho, dia nggak salah tingkah apa? Sekarang saja dia baru galau mau ngirim SMS ke Miho, kan?

Aku mengacuhkannya. Jemariku bergerak mengetik pesan balasan untuk Eunhyuk. Berkali-kali kuketik, kuhapus, kutulis lagi, kuhapus lagi…
Kapan selesainyaaaa?!

To: Lee Hyuk-Jae
Annyeong Hyuk-kun~ wae?

From: Lee Hyuk-Jae
Bagaimana albumnya? Joha? ^^

To: Lee Hyuk-Jae
NAN NEOMU JOHAAAAAAAA XD
Sekali lagi gomawo Hyuk-kun! Kalau tidak kau belikan pasti aku masih harus menabung, bisa-bisa kehabisan -_-
Padahal itu kan limited edition…

From: Lee Hyuk-Jae
Hahaha~
Pergi lagi yuk? Yang sekarang nggak usah ngajak evil couple itu –“

Aku mengerjapkan mataku. Ia mengajak pergi? Dalam artian – berdua? Se… serius?
“Aya-chan…” tiba-tiba Matsujun memanggilku. Mau apa lagi dia? Tak biasanya ia memanggilku pakai ‘-chan’. Pasti ada apa-apanya, nih.
“Wae? Ada apa? Mau minta bantuan apa?” tanyaku ketus.
“Itu… kalau misalnya aku…”
“Mau ngajak Miho pergi? Kapan?” tembakku langsung. Ia tampak kaget, kemudian mengangguk.
“Kapan?” desakku lagi. Ia menggaruk kepalanya.
“Justru itu aku mau tanya, enaknya kapan? Besok? Lusa? Minggu depan?”
Aku mendengus pelan. Gitu doang toh. “Besok? Kenapa nggak pas weekend aja? Lusa kan hari Sabtu.” jawabku sambil menatap layar handphone, mengetik balasan SMS Eunhyuk yang sempat tertunda.

To: Lee Hyuk-Jae
Boleh. Kapan? Ke mana?

From: Lee Hyuk-Jae
Sabtu atau Minggu, nih? Ke Lotte World, mau? Aku dapat undian, ada 10 tiket gratis nih~ XD

To: Lee Hyuk-Jae
Minggu saja ya. Sepertinya Sabtu ini aku harus jaga rumah, sendirian seperti biasa -_-
10? Buat siapa? Banyak sekali 😮

From: Lee Hyuk-Jae
Geurae? Arasseo, Minggu ya… aku jemput kau jam 8.
Entahlah, aku juga bingung – nanti sajalah aku pikirkan lagi. Hehehe

To: Lee Hyuk-Jae
Neeee~

Setelah itu Eunhyuk tak membalas SMSku lagi. Untunglah, karena aku sudah kehabisan ide untuk membalas kata-katanya._.

Sementara itu, Matsujun tampak senang sekali, ia menghembuskan nafas lega seolah sudah berhasil menyelesaikan suatu misi yang sangat sulit. Aku menatapnya heran.
“Jadi?” tanyaku. Ia menoleh.
“Jadi apa?”
“Miho.”
“Oh. Miho? Jadinya besok Sabtu. Kau…”
“Jaga rumah. Iyaaaa, aku tau kok. Selamat jalan~”
“Halah. Kayak aku mau kemana saja.”

Saturday morning, 10.00

Matsujun sudah berangkat. Padahal setahuku mereka janjian jam 11, sepagi ini sudah berangkat? Gila. Niat sekali -_-

Aku kembali merebahkan diri di sofa. Appa dan eomma baru ada tugas luar, susah juga kalau punya ortu pengusaha. Kami berdua sering ditinggal-tinggal. Jadi sekarang aku sendirian di rumah, tak ada yang menemani. Huaaaa, miris sekali -.-

TING TONG
Aish, kenapa harus ada yang datang? Malas-malasan aku bangkit dari sofa. Dengan langkah terseret aku berjalan ke pintu depan dan membukanya dengan kepala separo tertunduk, malas sekali.
“Annyeong Aya-chan~ aigo, jangan membuka pintu dengan penampilan seperti itu!” sontak aku mendongak. Eun…hyuk?
Ada apa dengan penampilanku memangnya? Aku melihat bajuku. Normal kok, celana pendek dan kaos model sabrina. Ini kan di rumah~
“Ya, ini aku Aya-chan, hehehehe… dan soal bajumu, pundakmu itu lho.” katanya seolah bisa membaca pikiranku. Tangannya menaikkan kerah bajuku sedikit, membuatku agak salah tingkah.

“Hmm, bukannya kalau ada tamu seharusnya kau mempersilakannya masuk, ya?” katanya lagi.
Aku terkekeh. “Dasar.” gumamku sambil membukakan pintunya lebih lebar. Ia nyelonong masuk dan langsung duduk di sofa ruang tengah. Sedangkan aku melangkah ke dapur untuk mengambil minuman.

“Dari mana kau tahu rumahku?” tanyaku sambil menaruh nampan dengan 2 gelas air es di atas meja.
“Kan aku pernah ke sini, bikin tugas kelompok bareng Matsujun. Saat itu kau sedang di rumah Hyunjoon, kalau tidak salah.” jelasnya, tangannya meraih salah satu gelas itu. “Cuma air putih nih?”
“Kalau mau sirup, bikin sendiri.” kataku. Ia tertawa.

“Ngapain ke sini?”
“Main. Emangnya nggak boleh?”
“Boleh, tapi nggak ada Matsujun nih. Pulang sana.”
“Iya aku tau, dia jalan bareng Miho kan? Lagian siapa juga yang mau ketemu Matsujun…”
Aku diam, tak membalas kata-katanya. Jadi dia mau ketemu… aku?

“Oh. Mau ketemu denganku?” tanyaku lagi.
“Yeee, kata siapa? Aku mau ketemu koleksi komiknya Matsujun kok. Jangan GR dulu…” kilahnya sambil ngakak. Sialan.
Tanganku bergerak menggelitiki pinggangnya. Ternyata titik lemahnya sama dengan Matsujun, bagian pinggang. Ia langsung berteriak-teriak mohon ampun, tapi aku tetap menggelitiknya. Salah sendiri cari masalah denganku 😛 jangan remehkan kelitikan maut punya Masami Ayako!

“Aya-chan, huahahahahaha, geliiiiii, hahaha stop! Stop! HUAAAAAAAA~!”
BRUK
Dia, eh, kami terjatuh dari sofa dengan posisi yang sangat… nggak banget. Aku berada di atasnya, tangan kiriku menopang badanku sementara tangan kananku masih berada di pinggangnya. Wajahnya hanya berjarak beberapa cm dari wajahku. Bahkan nafasnya saja terasa di mukaku. Hyaaaaa eomma eotteokhaeee? >/////<
Aku tahu wajahku memerah, karena pipiku rasanya panas sekali. Tapi aku tak bisa bergerak entah kenapa.

“Eh, Aya-chan…”
Kesadaranku langsung kembali sepenuhnya. Aku segera menyingkir dari atasnya dan mengulurkan tanganku. Ia menyambutnya dan berdiri pelan-pelan.
“Mian.” gumamku pelan. Ia terkekeh dan mengacak rambutku.
“Gwaenchanhayo~ sudahlah, jangan jadi canggung begitu, hehehe. Omong-omong, kau punya makanan apa? Aku lapar.”

Aku membulatkan mataku tak percaya, bisa-bisanya ia berkata seperti itu saat aku masih salah tingkah karena kejadian tadi. Aigo, otaknya terbuat dari apa sih? Masa’ dia nggak bisa baca sikon kayak sekarang ini? =_=
“Mau ramyeon nggak?” tawarku sambil berjalan ke dapur. Jangan salahkan kemampuan memasakku yang nol besar, sejauh ini aku cuma bisa masak ramyeon. Aku harus sering belajar masak bareng Sungra, si sikshin itu, nih ._.
“Boleh deh.” Jawabnya kemudian, tangannya sudah memegang remote TV, siap menyalakan benda kotak itu.

Kuacuhkan dia dan kembali meneruskan langkah ke dapur, lalu mencari dua bungkus ramyeon instant di lemari penyimpanan makanan. Tangan kiriku mengambil panci sedangkan tangan kananku meraih 2 mangkuk dan 2 pasang sumpit.
Setelah menjerang air di kompor, aku mulai membuka bungkusan ramyeon itu dan bersiap meracik bumbunya.
“Butuh bantuan?” tiba-tiba terdengar suara Eunhyuk dari belakangku. Aku terkesiap.
“A, aniyo, nggak usah.” tolakku cepat. Hal berikutnya yang kudengar adalah suara kursi yang ditarik, tapi tak kuhiraukan.

Airnya sudah mendidih. Kumasukkan ramyeon-ramyeon itu ke panci.
“AH!”
Aku memekik tertahan. Telunjuk kananku tak sengaja menyentuh pinggiran panci yang sudah tentu panas. Refleks langsung kukibaskan tanganku yang sakit.
“Aya-chan!” Eunhyuk yang tahu-tahu sudah berada di sebelahku langsung menarik tangan kananku. “Gwaenchanhayo? Sakit nggak? Perih?”
“Ng, nggak apa-apa kok Hyuk-kun…”
“Nggak apa-apa gimana? Ini melepuh gini!” ia menarik tanganku ke arah wastafel dan langsung menyalakan krannya hingga menyiram telapak tanganku.

Oi, dramatis banget -_- ini cuma satu jari, bukan telapak tangan!
“Ada salep luka bakar nggak?” tanyanya sambil terus mengalirkan air ke telunjukku. Aku menggeleng.
“Nggak usah pakai, cuma melepuh dikit kan?” kataku sambil mematikan kran air dan kembali ke depan kompor. Tapi Hyuk malah menarikku menjauh dari kompor yang masih menyala.
“Duduk. Aya-chan, duduk. Aku saja yang masak.” ia mendorongku ke meja makan dan mendudukkanku di satu kursi, sementara ia sendiri kembali ke depan kompor. Dengan gaya sok-koki-nya, ia melanjutkan ramyeonku yang tertunda.
Aku bangkit berdiri dan mendekatinya. Eunhyuk langsung menoleh saat sadar aku berada di sebelahnya.
“Aya-chan, kubilang duduk, kan?” Hyuk menatapku dengan tatapan ayo-duduk-sekarang-juga-atau-kau-kumarahi.
“Aku mau ngeracik bumbu kok, nggak deket-deket sama kompor!” kilahku sambil mulai membuka bungkus bumbu sachetan. Eunhyuk menghela napas dan akhirnya membiarkanku mencampur bumbu-bumbu ramyeon.

“Mana bumbunya?” tanya Eunhyuk. Aku mengangsurkan mangkuk kecil berisi bumbu ke Eunhyuk yang langsung memasukkannya ke panci.
“Dicoba dulu.” aku mengambil sesendok kuah dari panci, meniup-niup sebentar, lalu mencicipinya.
“Aku mau, Aya-chan~” katanya, mulutnya terbuka lebar. Aku terkekeh dan kembali mengambil  sesendok kuah dari panci dan menyuapkannya ke Eunhyuk.
“Nggak kurang pedas?” tanya Eunhyuk.
“Iya sih, tapi mau ditambahin pakai apaan? Cabe bubuknya habis!” aku menunjukkan botol cabe bubuk kosong yang belum sempat kuisi ulang.
“Ada wasabi?”
“MWO? Gila! Wasabi kan pedes banget, babo!” aku menoyor kepalanya.
“Kalau cuma dikit kan nggak terlalu pedes, ayo mana mana wasabinya?” tanyanya, tangannya terbuka lebar di depanku. Aku mengurut dahiku, berusaha bersabar menghadapi makhluk di sebelahku ini, dan membuka rak di atasku.

“Tuh di situ, aku nggak sampai, ambil sendiri.” kutunjuk salah satu bagian rak yang terbuka itu. Eunhyuk mengambilnya dengan sangat mudah, jelas. Tinggi badannya kan jauh sekali di atasku -_-
“Nah, pakai ini kan bisa lebih pedas!” ia membuka tutup tube wasabi dan mulai mengeluarkan isinya.
“YAAAA! Di piring dulu, biar bisa diukur mau seberapa banyak!” aku mengambil alih pasta wasabi dari tangannya. Bahaya juga kalau membiarkannya memasak sendiri, aku tak tahu akan jadi seperti apa nasib perutku nanti kalau dia kubiarkan –

“Yak, segini aja!” aku memasukkan pasta wasabi seperlunya ke dalam panci, dan Eunhyuk mengaduknya perlahan.
“Nggak usah dicoba ya, biar jadi kejutan, kekekeke.” celetuk Eunhyuk. Aku mengangguk setuju. Sesekali lah, kalau nggak enak kan tinggal ditumplekin di atas kepalanya Eunhyuk~

Akhirnya ramyeon itu matang. Eunhyuk membagi dua sama rata ke setiap mangkok (bahkan tiap tetes sepertinya ia perhitungkan dengan masak-masak, saking telitinya dia). Aku sudah diusirnya ke kursi setelah selesai memasukkan wasabi tadi ._____.

“Tadaaaaa~” ia meletakkan 2 mangkok itu ke meja makan. “WasabI Ramyeon a la Chef Lee Hyukjae siap disantap!”
Aku memandangi mangkok di hadapanku. Sekilas kelihatan normal, bau dan warnanya juga biasa saja. Kuakui, kalau dari segi penampilan, ramyeon ini agak bisa dipercaya. Rasanya?

“Wae? Makan saja.” kata Eunhyuk yang sudah siap dengan sumpitnya. “Ayo makan~”
Ragu-ragu aku meraih sumpit dan mengambil suapan pertama. Tapi… ah, sumpah, mencurigakan banget!
“Ya, ya, ya, Aya-chan, lihat lihat!”
“Hah?”
Tepat saat aku dalam keadaan bengong seperti orang bodoh itu, Eunhyuk menyuapkan ramyeon ke mulutku. EH?!
Sumpah, aku hampir tersedak saat ia memasukkan sumpitnya ke mulutku. Ah, masa’ keselek di depan namja sih? Mau ditaruh dimana mukaku?

“Enak kan? Enak kan?” kata Eunhyuk dengan nada promosi sambil menatapku yang masih sibuk mengunyah. Rasanya…
“Lhumphayhan khogk!” kataku sambil mengacungkan ibu jari. Eunhyuk menyunggingkan senyum kemenangannya.
“Aku benar kan?”
“Oke, oke, terse… HYAAAAAAA KENAPA PEDAS SEKALIIIII?!!!!”
“MWO? Minum dulu Aya-chan, minum! Cepetan!”

Setelah makan siang (yang agak mematikan) dan membereskan meja makan, aku kembali ke habitat asalku – sofa ruang tengah. Eunhyuk sendiri sibuk di kamar Matsujun, bilangnya sih bongkar-bongkar koleksi komik, tapi entahlah dia sedang apa sebenarnya sekarang.

BRUKK

Aku menoleh ke sebelahku dan mendapati Eunhyuk dengan gummy-smile-nya, dan setumpuk komik yang diletakkan sembarang di sofa.
“Misi misi misi~” ia menggeser dudukku dan dengan santainya menghempaskan badan tepat di sebelahku, yang membuatku langsung step jantung mendadak karena tindakannya itu. Sehari saja dia main ke rumahku sepertinya sudah memendekkan umurku sebanyak 10 tahun -_-

Akhirnya setelah berhasil menguasai diri, aku kembali menatap layar TV yang berpendar di depanku. Tapi tetap saja aku tergoda (?) untuk melirik ke sebelahku. Tak apalah, lagipula acara TV-nya benar-benar membosankan sih ._.

Author’s POV

Ayako mematikan TV di depannya dengan wajah datar bercampur bosan. Matanya sudah setengah tertutup saking ngantuknya, sesekali tangannya menutupi mulutnya yang terbuka lebar.
Beberapa menit kemudian, ia sudah tertidur dalam keadaan kaki terlipat di depan dada, kepalanya bersandar di lutut. Eunhyuk sendiri masih sibuk dengan puluhan komiknya. Sekarang ia lebih mirip orang autis karena sering senyum-senyum dan ketawa sendiri.

Eunhyuk baru berhenti ketika sadar tak ada suara ribut-ribut dari TV lagi. Ia menoleh ke sebelah kirinya dan mendapati Ayako yang tertidur pulas.
“Aish, kenapa dia malah tidur…” gumam Eunhyuk sambil beringsut mendekati Ayako. Pelan-pelan ia menggeser kepala Ayako agar bersandar di bahunya.
“Jaljjayo, nae yeppeun yeoja~” bisiknya. Yah, memang hampir tidak mungkin Ayako bisa mendengarnya, tapi Eunhyuk tak peduli. Ia merapikan anak rambut Ayako yang berantakan di dahinya dan meneruskan kesibukan baca komiknya yang tertunda.

“Yak, selesai~~~” Eunhyuk tersenyum puas setelah meletakkan komik terakhir di atas tumpukan. Ia melirik ke sebelah kirinya. Ayako masih pulas, tak ada tanda-tanda ia terbangun atau apa.
“Aku boleh ikut tidur kan?” tanya Eunhyuk, lebih pada dirinya sendiri, lalu bersandar ke sofa. Entah berapa lama kemudian, namja itu sudah tertidur, masih dengan kepala Ayako di pundaknya.

“Uaaaaaah~” Ayako mengusap matanya yang agak lengket dan meregangkan kedua tangannya. Ia terdiam sebentar, menoleh ke arah Eunhyuk, dan menyadari seperti apa posisi (?) mereka sekarang.
Kepalanya masih bersandar di bahu Eunhyuk, sementara tangan kiri namja itu melingkar di pinggangnya, membentuk satu dekapan protektif yang membuat pipi Ayako mulai memanas saat menyadarinya. Eunhyuk sendiri masih terlelap.

Ayako bertahan di posisinya selama beberapa menit. Sesekali ia mencuri pandang ke Eunhyuk yang belum juga terbangun. Sebenarnya ia dalam keadaan bingung mau ngapain. Eunhyuk dibangunin? Kasihan. Mau pindah tempat juga pasti bakal membangunkan si monyet itu. Opsi terakhir: tidur lagi. Tapi Ayako sudah nggak ngantuk, masa’ mau tidur?
Tiba-tiba terdengar suara ringtone handphone. Ayako celingukan mencari sumber suara yang ternyata dari handphone namja di sebelahnya itu. Kalau sudah begini, mau tidak mau ia terpaksa harus membangunkannya._.

“Hyuk-kun ireona, palli… ireona…” kata Ayako sambil mengguncangkan lengan Eunhyuk pelan. Tapi Eunhyuk masih bergeming.
“Aish…” Ayako akhirnya menjawab telepon itu. “Yoboseyeo? Ah, ne, ini ponselnya Hyukjae, sebentar…” ia menutup mikrofon ponsel itu dan kembali mencoba membangunkan Eunhyuk.
“Hyuk-kuuuuunnnn~~~~! Ireonaaaaa!” katanya sekali lagi, lengkap dengan cubitan maut di pundak Eunhyuk. Akhirnya namja itu terbangun juga.
“Wae?”
“Nih, ada yang telepon.” Ayako mengangsurkan handphone Eunhyuk ke hadapannya. Eunhyuk menyambut benda itu dengan malas-malasan, lalu mulai berbicara.

“Yoboseyeo! Nuna, aku ngantuk, sudah ya, annyeong~” katanya dengan cepat, seperti orang nge-rap. Ayako menggelengkan kepalanya heran.
Setengah bersungut-sungut, Eunhyuk meletakkan handphone di sebelahnya sambil menggerutu pelan.
“Hyuk-kun, masih ngantuk?” tanya Ayako basa-basi. “Tidur lagi saja.”
“Mm…” Eunhyuk yang masih setengah tertidur menggumam tidak jelas. Ia menyandarkan kepalanya di pundak Ayako dan mengeratkan pelukannya (?) di pinggang yeoja itu, membuat Ayako lagi-lagi salah tingkah dan merutuki kebodohannya yang tidak berpindah tempat saat Eunhyuk bangun tadi.

Aaaah, tapi tak apalah. Sesekali saja, kan?

——————————————

*pakai helm* *pakai rompi anti peluru*

Ampuuuuuunnn, ini pendek banget T_T nggak nyampe standar fic saya (3000 words) -____-
soalnya kalau dipanjangin lagi takutnya malah wagu + gak nyambung begono ._____.
Part 5 nanti insyaAllah lebih panjang deh~ tapi agak molor ya publishnya, maklum tanggal 27-28 tu hari galaunya anak SMP kelas 9 se-jogja yang ikut PSB Online .____. Jadi kayaknya boro-boro publish, mood buat nulis mungkin nggak ada, hehehehe ._.v

Gomawo~ *kabuuuurrrr

Advertisements

26 thoughts on “Team 2-5 [Part 4]”

      1. aigoooo, diperhatiin juga yang ini -________-
        kan udah saya bilang diacuhin aja :p hadiah magnum bisa diambil di indomaret terdekat, ambil, bayar pake duit sendiri *plak

  1. HUAHAHAHAHAHA! SAYA SUKA NIH YANG BEGINIAN! XD
    1. MWO? Baju sabrina? Aigoooo, si abang datengnya nggak pas nih -____-
    2. Pas lagi masak ramyeon, ketok banget Ayako salting, sampek kena pinggiran panci._. Mana si Hyuk jadi galak gitu~ Atuuuut ._.
    3. Endingnya, kayak curi-curi kesempatan dalam kesempitan ._.
    4. Lucuuuu~ Menurutku, pas banget sama karakter si Eunhyuk ^^
    5. Setuju banget, tanggal 27-28 tu hari galaunya anak SMP kelas 9 se-jogja yang ikut PSB Online. Auf mau daftar mana? 😮
    6. Mianhae comment pendek -.-

    1. sukanya kenapa nih fad? *naikin alis* *pasang muka mesum* (?)
      1. wahahahahahaha XDD aduh itu pasti si unyuk udah mikir mesum duluan, untung tangannya bertindak cepat dan langsung naikin kerah :p
      2. emang! XD
      iyalah, siapa juga yang nggak salting? rasanya kayak newlywed couple lho kalau aku ngebayanginnya :p
      3. udah, kalian berdua emang sama aja, makanya cocok (?)
      4. gomawoooo 😀 kekekekekeke XD
      5. tul! *tos*
      rencana sih pilihan pertama 1, yang kedua… yah, tunggu wangsit (?)
      6. nee, gwaenchanha kok, wong ficnya juga pendek 🙂 jadi impas lah (?)

      1. Suka soalnya komedinya dapeeet~ XD *nggak ngaku*
        1. Ayako : ih, Eunhyuk ih, pegang-pegang~ Ntar digampar Matsujun tau rasa lo 😮
        Matsujun : emang gue sapa lo, Ay?
        Ayako : kembaran gue kan? Iya bukan sih? (?)
        Matsujun : eleh, peduli amat sama elo, Ay. Hyuk, bawa pulang aja nih (nyodorin Ayako)
        Ayako : *dalem hati : YES!*

        2. Hah? NEW…LY…WED… -_____- Kalo HyukKo kayak newly wed, MiTsujun apaan yak? XP *digampar Miho onn*

        3. Alhamdu(?)lillah~ 😀

        4. Cheonmanaeyo 😀

        5. *pluk* Nem Sungra jadinya berapa Sung?

        6. Hooo, gak maksud lho yaa~ 😮 Mianhae~

        1. EOH? JINJJA? *senggol
          1. HAYOLOOOOOH MAU NGAPAIIIIIINNNN *capsjebol*
          2. mitsujun? ehm… apaan yaaaa :3 *plak
          3. jama’aaaaaah~~ (???)
          4. gomawo (lagi)~
          5. nem saya? 37.85~ kekekekeke XD
          6. gak apa kok fad-chan, haha~ saya juga lebih sering jadi sider daripada ngomen (?)

  2. saeeeeeeng, kau tega nian …… ini …. tidak ada 3000 word ?? padahal onnie menanti sampai jamuran *lebe* hahahahaahah ^^

    1. suka pas bales balesan sms, onnie tau rasanya deg deg an kayak gitu =P
    mau bales, gimana ? nggak bales .. juga gimana ? pokoknya galau sekali X)

    2. suka pas di dapur ^^
    walaupun adegan klise .. tapi kalo HyukKo yang meranin … nggak jadi klise lagi hahhah^^

    3. favorit onnie nih … pas di sofa XD
    asik bener tidur bareng *?* hahahahahahaaaa
    kyujoon sama taera aja belom, eh .. nih hyukko malah udah .. bikin iri =.=

    next part ditunguguuuuuuuuuuuuu saeng ^^ =D

    like usual .. pendek tapi onnie suka XD hahahahahaah ^^

    1. ampuni saya eonniiiiii…. *sujud*

      1. iya jelas dong :3 saeng bisa ngebayangin langsung, gimana galaunya milih kata-kata, terus berkali-kali baca ulang sms yang mau dikirim, ntar pas habis dikirim, bolak-balik ngecek HP. udah dibales belum?
      gitu kan eonn :p

      2. entah kenapa, ciri khasnya hyukko mungkin ya :p adegan klise aja jadi kayak gitu :3

      3. aigooo, frase-nya eonni, masa’ tidur bareng ._____. itu ambigu lho eonn, denotasi apa konotasi nih, wakakakakaka *plak *mulai mesum*
      heem, padahal jadian aja belum -_- pengen jadinya (?)

      neeeeee :p
      gomawo eonniiiiii~ *bow 90 derajat*

      1. 1. Setuju saeng
        Itu benar sekali *semangatberkobar*

        2. Hahahaha pasangan jadul #eh ?? Hahhaha #kabuuuuur

        3. Ummm denotasi aja kali konotasi …… *No comment* Hahahahah :p

        Sama saeng.
        Kita labil bener saeng
        Ada yang mesra Dikit
        Jadi Pengen xD hahhaahahah

        Chonma Chonma *tepokpalasungra* ^^

  3. *noleh kanan kiri* *komen ah*
    cieeee HyukKo udah ada kemajuan nih :3
    terutama unyuk, udah berani datengin rumah anak orang #maksudnya?
    hhehe
    terus itu, pakaian rumah ayako, sabrina bok, pantes unyuk salting, XD
    terus waktu ayako yg jarinya itu looooh, ehm, CIEEEEEEEEE XD #kabur #baliklagi
    aaaaaaaaaaa unyuk perhatian bangeeet XDD #dipelukseung(?)
    banyak part romance nggak sadar(?) nih disini, kayak gugupnya ayako waktu nerima sms unyuk, waktu unyuk benerin bajunya ayako, waktu masak ramyeon bareng, waktu unyuk khawatir sama tangan ayako, waktu tidur bareng(?), dan lain-lain XDD
    part ini lucu pokoknya, pantesan aja dibilangin shy couple :3
    semangat buat lanjut saeng! ^^

    1. *mergokin eonni*
      datengin rumah anak orang? kesannya negatif sekaliiiiii *plak
      MENGUNDANG! wakakakakaka lol XD
      itu eunhyuk mati-matian nahan diri deh pasti *muka mesum* *plak
      eonni pengen yaaaaaaaaaaaaaaaaaa? *naikin alis*
      heem! iri saya iriiiiiii T_____T
      romance nggak sadar? kekekekeke XD sepertinya itu trademark hyuko yaaa :3
      tapi… ntar di part 5/6 kayaknya bakal berubah jadi stingy couple deh :p
      neee, hwaiting~ ><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s