[One-Shot] Not so Childhood Friends Anymore

Title: Not So Childhood Friends Anymore
Genre: Comedy, Romance
Casts: Lee Taemin, Lee Sungra, Choi Hyunjoon, Cho Kyuhyun, Kim Youngwoon
Rating: PG-13

ini yang buat lomba di FFL~ yang gak menang *hehe* jadi… yah… karena sebelum pengumuman pemenang ini FF udah tak post (tapi diprotect), sekarang tak re-post aja ya~ 😄

sekuel *halah* nya: One Day After | Flu~

Aku turun dari mobil dan memperhatikan keadaan di sekitarku. Sepi.
Kakiku melangkah memasuki gerbang sekolah, terus hingga ke lapangan. Tak tampak seorang pun di sana. Maklum, ini masih pagi. Ditambah lagi ini hari pertama semester baru yang notabene masih tergolong ‘bebas’, berani taruhan pasti banyak anak yang sengaja terlambat datang ke sekolah. Lagipula pihak sekolah juga tidak akan menghukum mereka-mereka yang telat hari ini.
Sebenarnya aku juga sudah berniat nelat, tapi Eomma melarang. Akibatnya? Bisa dilihat, sekarang aku lebih mirip anak hilang yang baru keluyuran nggak jelas di seputaran sekolah.

Bingung mau ngapain, kuputuskan masuk ke kelas. Malas-malasan kutapaki tangga ke lantai dua yang sama lengangnya dengan lantai satu. Aku menyusuri lorong hingga sampai ke ruangan hampir paling pojok, kelas 2-5. Yak, inilah kelasku. Tanganku segera memutar handle pintu, tapi… macet? Eh bukan, terkunci? Berarti ahjusshi penjaga sekolah belum datang dong?
Bagus, aku bahkan datang lebih pagi dari penjaga sekolah. Sekalian saja kugantikan tugas ahjusshi itu hari ini –”

“Sialan!” gumamku sambil duduk lesehan dan bersandar di dinding. Kuselonjorkan kakiku, tanganku memasang earphone ke telinga. Untung baterai iPod masih penuh, paling tidak urusan menunggu pintu dibukakan ini tak terlalu membosankan.
Aku memejamkan mata sambil mendengarkan musik yang mengalun dari earphone. Bukan hanya menghayati lagu, sebenarnya mataku agak berat karena kekurangan suplai tidur. Habisnya jadwal tidurku masih terbawa suasana liburan, jadi semalam aku terlelap di sofa depan TV, entah dari jam berapa.

Tiba-tiba terdengar langkah kaki seseorang. Mataku masih terpejam, tak tertarik sama sekali. Suara itu makin mendekat dan berhenti di sebelahku, lalu terdengar suara tas yang dijatuhkan asal. Seseorang menghempaskan tubuhnya ke sebelah kiriku, dan aku tetap diam sambil berlagak tak mendengar.
Masih tanpa kata-kata, orang itu mengambil sebelah earphone dari telingaku. Sontak mataku terbuka dan aku langsung menoleh. Mataku menangkap sesosok namja yang kukenal sedang menatap lurus ke depan.

“Paling tidak cobalah untuk meminta izin.” sindirku ke namja di sebelahku. Ia melirik malas ke arahku lalu kembali mengalihkan pandangannya ke depan.
“Terserah kau saja.” gumamnya. Aku diam saja, tak mengomentari lebih lanjut karena aku baru nggak mood berdebat.
“Apa yang kau lakukan jam segini?” tanyanya.
“Seperti yang kau lihat, menunggu pintu kelas dibuka sambil mendengarkan musik dan mencoba tidur sampai akhirnya orang di sebelahku ini menginterupsi.” kataku cepat.

“Kau ini yeoja, masa’ mau tidur di koridor sekolah? Kalau ada apa-apa gimana?” cerocosnya tiba-tiba. Aku tertegun. Tumben dia khawatir sama orang lain.
“Ah, kau masih menganggapku yeoja ternyata. Begini-begini aku bisa karate dan taekwondo sedikit!”celetukku. Ia hanya tertawa pelan.

“Kau sendiri, apa yang kau lakukan? Tak biasanya seorang Lee Taemin datang pagi-pagi.” kataku mengalihkan topik.
Ia terkekeh. “Hanya berusaha memperbaiki image-ku, kau tahu?”

Namja di sebelahku, Lee Taemin itu, adalah teman sekelas dan tetanggaku dari kecil. Jadi bisa dibilang aku sudah cukup lama mengenalnya.
Entah karena ada unsur kesengajaan atau konspirasi semesta di sekitar kami, dari TK sampai SMA aku selalu satu sekolah dengannya. Untung saja tidak melulu sekelas, bisa mati bosan aku melihat rambut jamurnya di kelas tiap tahun.
Dari dulu ia termasuk siswa populer terutama di kalangan yeoja. Di SMA ini entah kenapa ia jadi salah satu biang kerok di sekolah, tapi tetap saja populer. Tukang telat, sering bolos, bajunya tidak pernah rapi –yah, aku juga sih, kadang-kadang– dan sering ikut tawuran. Tak jarang ia masuk ke kelas dengan wajah lebam dan bekas luka disana-sini.
Aku masih tak habis pikir, makhluk macam dia ikut tawuran mau ngapain coba? Lihat saja tubuhnya yang cuma tulang berbungkus kulit, tak ada penampakan daging maupun otot disana. Bisa-bisa ia dikejar anjing karena dikira tulang berjalan yang siap disantap kapan saja.

Apesnya, selain sekelas dengannya di kelas 2 SMA ini, aku juga duduk di sebelahnya. Sementara anak-anak sekelas bilang kami berjodoh, aku misuh-misuh sambil mengemis kepada wali kelasku agar bisa pindah tempat duduk. Permohonanku ditolak dengan sadis dan aku hanya bisa menerima kenyataan harus sebangku dengannya selama setahun ke depan.

“Aaaah, aku malas sekolah~” gumam Taemin sambil meregangkan tangannya. Aku mengalihkan pandanganku ke arahnya dan tanpa sadar malah mengamatinya.
“Rambutmu kau apakan?” tanyaku, tanganku bergerak meraih rambutnya. “Ganti warna lagi? Baru kemarin pakai warna honey brown, sebelumnya cokelat kan?”
Ia mengamati sehelai rambutnya. “Mm-hmm. Merah kecokelatan kayaknya lebih pas. Nggak terlalu mencolok, kan?”
“Dipotong juga ya? Akhirnya kau meninggalkan style rambut jamurmu itu.” komentarku sambil terkekeh. Ia merengut dan menjitak kepalaku pelan, kebiasaan lama yang sudah jarang terjadi akhir-akhir ini.
Di kelas, kami memang bersikap seolah tak mengenal satu sama lain, menjauh seperti dua kutub magnet senama yang didekatkan. Jarang menyapa apalagi mengobrol panjang.

Berbeda saat kami ada di rumah. Balkon kamarku yang berhadapan langsung dengan balkon kamarnya dan hanya dipisahkan dengan jarak sekitar 1.5 meter plus pohon besar membuat kami leluasa berteriak–meski sebenarnya tak perlu, sih. Ada saja sesuatu yang membuatku harus berurusan dengannya, tanya tugas, tanya materi ulangan, pinjam buku, saling ejek, ngegosip (serius!), atau sekadar adu mulut ringan. Kadang juga ia lompat ke balkonku untuk minta diajari cara menyelesaikan soal-soal PR atau cuma numpang menyalin jawaban dari bukuku, dan sesekali minta diobati luka pasca-tawurannya itu.

“Sungra? Lee Sungra?” suaranya memecah lamunanku.
“Ne, Min-ya?” jawabku, tanpa sengaja menyebutkan panggilanku untuknya. Panggilan khusus? Mungkin iya. Soalnya hanya aku yang memakainya –sejauh yang aku tahu. Sejak kapan aku memanggilnya seperti itu aku tak ingat persis, yang pasti sudah dari dulu.
“Yaaa, jangan pakai nama panggilan itu di sekolah!” teriaknya, wajahnya memerah. Halah, gitu aja malu -____-
“Ara, ara! Maaf tadi aku keceplosan!” kataku sambil menahan tawa melihat raut mukanya. Ada bahan ejekan lagi nih di rumah xD

“Tadi mau tanya apa?” tanyaku sebelum ngambeknya menjadi.
“Ra-ya, habis pulang sekolah nanti ada acara nggak?”
“Kayaknya nggak. Wae?”
Ia menggigit bibir. “Nanti…”

“Walah, pagi-pagi udah pacaran aja, ckckckck…” terdengar suara seseorang yang memutus kaa-kata Taemin. Kami langsung menoleh ke arah sumber suara yang ternyata si ahjusshi penjaga sekolah.
“Kangin ahjusshi apaan sih?” aku buru-buru berdiri, disusul Taemin. “Siapa yang pacaran? Aku sama makhluk ini? Huaaaa, ogah!”
Kangin ahjusshi terbahak. “Bercanda, Lee Sungra! Bercanda!”
Sayangnya aku sudah keburu menendang betisnya. Sudah kubilang kan kalau aku punya sedikit skill taekwondo? Meski penggunaannya rada menyimpang sih -.-

Kangin ahjusshi mengaduh pelan, tapi tetap fokus pada pekerjaannya membuka pintu kelas.
“Tuh, masuk sana! Perabotan di dalam jangan ditendangi lho ya!” kata Kangin ahjusshi setelah pintu kelas terbuka.
“Kamsahamnida ahjusshi~” teriak Taemin pada Kangin ahjusshi yang sudah berjalan dengan langkah agak pincang. Memangnya tadi tendanganku sekeras apa?

Aku masuk ke kelas dan langsung duduk di kursi kedua dari depan, barisan tengah. Taemin mengambil tempat di sebelah kiriku.

“Yang tadi kamu mau ngomong apaan?” tanyaku padanya. Ia menggeleng.
“Ntar aja, aku juga lupa. Kalau udah ingat lagi!” katanya ringan. Aku melengos kesal. Gara-gara Kangin ahjusshi juga nih =_=

“ANNYEONG HASEYOOOO!” teriak seseorang dari pintu. Kami serentak menoleh dan mendapati salah satu chinguku, Choi Hyunjoon, berdiri di depan pintu lengkap dengan namjachingunya, Cho Kyuhyun yang juga anak kelas ini. Memang banyak couple-couple yang sekelas di kelasku .-.

“Tumben akur? Ada apaan nih?” tanya Kyuhyun setelah pasang badan di kursinya.
“Kalian jadian? Atau apa?” sambung Hyunjoon. Aku melotot kesal ke arah mereka berdua tapi mereka malah membalasnya dengan evilsmirk. Dasar couple iblis –”

“Aniyoooo! Siapa yang mau sama yeoja pemarah kayak dia?” bantah Taemin. Aku menjambak sedikit rambutnya.
“Siapa juga yang mau sama namja aneh kayak kamu, ha?”

Kyuhyun dan Hyunjoon hanya terkekeh. “Aigoo~ hati-hati, bisa saja kalian jadi seperti aku dan Joonie…” cetus Kyuhyun. “Tunggu saja beberapa waktu lagi!”

Sedetik kemudian, dua sepatu berbeda warna, ukuran dan jenis sudah melayang ke kepalanya.

————————————————

Dering bel istirahat makan siang berbunyi. Aku meregangkan tubuhku dan bersiap bangkit dari kursi saat tangan seseorang menahanku. Cish, apa-apan sih?

Aku berbalik dan memelototi si-pemilik-tangan-yang-menahan-tanganku, sedang tersenyum innocent seperti biasa kepadaku. Makhluk yang satu ini memang…

“Ehem, ehem~”
“Sungra-ya, Taemin-ya! Chukhahae!”
“Mwo? Keajaiban apa ini? Dua kutub magnet senama akhirnya bisa bersatu!”
Tahu-tahu kelas sudah amat-sangat-ramai-sekali. Sialan, awas kau Lee Taemin!

“Baru tadi pagi bilang nggak mau satu sama lain, eh sekarang…” sindir Hyunjoon yang tiba-tiba sudah berada di depanku. Aku kembali melancarkan serangan death-glareku tapi gagal —
Argh! Aku mengalihkan pandangan ke tanganku yang masih ditahan oleh Taemin.

“Le.pas.kan!” desisku dengan penekanan di setiap suku kata.

Bukannya melepas cengkeramannya, ia malah menarikku hingga terduduk dengan wajah masih menghadap ke arahnya. Dekat! Dekat banget!

Pipiku memanas. Aaaaah~ kenapa aku ini? Tanpa melihat kaca pun aku sudah tahu kalau wajahku memerah. Merah sekali malah. Ingin kupalingkan wajahku, tapi entah kenapa nggak bisa >////< Eomma, eotteokhaeeeeeeee?

Taemin tersenyum kecil lalu dengan cepat mencium pipiku, hampir menyentuh bibir! Aku terkesiap, tubuhku membeku seketika. Anak-anak sekelas makin ribut –mereka pasti mengira Taemin mencium bibirku karena… yah, kalian bisa menebak. Beberapa namja bersuit-suit (?) ria, lengkap dengan teriakan minta ‘pajak jadian’. KyuJoon couple malah terang-terangan mengarahkan kamera handphone kembar mereka ke arahku. Sialan -….-

Namja itu bangkit dan otomatis aku juga tertarik hingga berdiri –ingat tangannya yang masih memegang lenganku?

“Ayo.” ajaknya, pegangan tangannya berpindah ke telapak tanganku dan menggenggamnya. Aku yang masih terlalu shock hanya mengekorinya dari belakang, meninggalkan kelas yang super heboh dan berjalan ke kantin.

Aku masih belum memahami sepenuhnya apa maksud tindakannya, tapi tangan Taemin yang menggenggamku, meski dingin entah karena apa, tetap terasa hangat bagiku.

————————————————

Setelah kejadian-entah-apa saat jam makan siang tadi, ia kembali bersikap seperti biasa. Diam~ terus padaku sampai pelajaran terakhir. Maunya apa sih?
Sudah tanpa permisi men-ehm-cium pipiku, lalu seolah membuat pernyataan terang-terangan kalau aku yeojachingunya (padahal kan tidak -.-) ditambah dengan kelakuan (sok) romantisnya di kantin tadi. Sumpah, aku tak pernah mengerti jalan pikiran makhluk di sebelahku ini!

Aku berusaha konsentrasi ke rumus-rumus trigonometri yang sedang diajarkan Lee seonsaengnim. Biasanya angka-angka itu akan membuatku cukup sibuk hingga bisa melupakan satu hal yang mendominasi 80% bagian otakku: manga, anime, dan hallyu stars.
Sayangnya untuk hari ini barisan angka sialan itu tak berpengaruh, 99,9% isi otakku sekarang adalah data-data namja yang tertidur di meja sebelahku itu. Aaaaaaargh!

Aku memijat pelipisku pelan, berusaha mengosongkan otak lalu kembali fokus ke buku di meja dan papan tulis di depan. Tapi godaan melirik ke sebelah kiri benar-benar tidak bisa kutahan lagi.

Aku menyerah. Kututup buku matematika sambil melihat jam di atas papan tulis. 5 menit lagi bel pulang berbunyi, dan aku hafal tabiat Lee seonsaengnim yang selalu mengakhiri kelasnya lebih dulu dari bel. Menurut beliau, belajar matematika di jam terakhir bikin stress jadi beliau berbaik hati membonuskan beberapa menit jam pelajarannya.

Tepat setelah aku selesai bermonolog dalam hati, Lee seonsaengnim menutup kelas hari ini dan berjalan keluar kelas. Dan tepat saat itu juga, seorang Lee Taemin membuka matanya dan bangun. Apa dia punya sensor alami dalam tubuhnya yang membuatnya bisa langsung bangun dari tidur di saat-saat tertentu?

Taemin mengucek matanya yang sembap. Setelah proses pengumpulan nyawa selesai –termasuk menegakkan badannya– ia memandang ke sekeliling kelas yang sudah sepi. Lebih tepatnya hanya ada kami berdua sekarang.

“Sudah selesai?” tanyanya. Aku mengangguk ringan.
“Kamu kok belum pulang?” ia bertanya lagi.
“Bisa lihat kan?” jawabku sambil menunjuk alat tulisku yang belum kubereskan. Ia menggaruk kepalanya, mengangguk kecil, lalu ikut-ikutan memasukkan barang-barangnya ke postman bag hitamnya. Aku mengacuhkannya dan menutup retsleting tas, menyampirkannya di bahu, bangkit berdiri, dan…

Lagi-lagi, tanganku ditahan oleh orang yang sama. Apa-apaan sih namja itu?

“Tunggu aku. Pulang bareng ya?” katanya sebelum aku sempat protes. Ia sudah menyandang tasnya yang bahkan belum tertutup. Tanganku secara refleks menarik tas itu, berusaha menutup retsletingnya. Otomatis ia terpaksa maju mendekatiku karena tali tasnya ikut tertarik.

“Kalau isi tasmu jatuh gima…” aku mendongak dan mendapati wajahnya tepat berada di hadapanku. Ini… terulang lagi?
Kami terdiam dalam posisi itu selama beberapa detik, sampai Taemin terkekeh pelan sambil menggelengkan kepalanya, lalu mundur selangkah.

“Ayo pulang!” ajaknya, tangannya melepas tanganku dari tas lalu menggamitnya. Aku diam dan mengikutinya dari belakang dalam keadaan salah tingkah tingkat dewa, ditambah lagi detak jantungku yang berkali-kali lebih cepat dari biasanya.

Tangannya hangat. Aku menggenggamnya lebih erat, erat sekali. Tanpa sadar bibirku mengulas senyum tipis, tak ingin momen ini berlalu dengan cepat.

Taemin membawaku ke tempat parkir motor. Eh? Jangan bilang dia mau membawaku pulang naik motor dengan cara berkendaranya yang grusa-grusu ngebut terus salip sana salip sini itu!

“Pakai.” perintahnya sambil mengangsurkan helm.
“Lah, kau?” tanyaku heran
“Pakai saja!” putusnya sambil memakaikan helm itu ke kepalaku. Lalu ia naik ke motor sport itu dan memberi isyarat agar aku duduk di belakangnya.
Aku melompat naik, tapi ia tak juga menjalankan motornya.

“Ya! Ppalliwa!” teriakku, tanganku memukul punggungnya pelan.
“Tanganmu itu lho!” katanya. Tanganku? Tanganku kenapa?
“Kau ingin aku memeluk pinggangmu? Cih, jangan harap Lee Tae… HYAAAA TAEMIN! NEO JEONGMAL MICHYEOSSEO!”

Ia melajukan motornya dengan kecepatan super tinggi. Si hitam itu meliuk-liuk diantara kerumunan orang di lapangan sekolah, keluar gerbang dan ngebut di jalan raya. Dia mau membunuhku ya?!

“Pelankan sedikit! Kau mau aku mati, ha?” teriakku diantara kelebat angin.
“Makanya pegangan, babo!” teriaknya balik.
“Aku tak sudi, sampai kapan–HYAAAAAA!”
Si empunya motor menambah kecepatan. Refleks aku memeluk pinggang kurusnya erat-erat.

“Pelankan, Taemin! MIN-YA! BABOOOOOOO!” teriakku panik. Ia terbahak dan menurunkan kecepatannya sedikit demi sedikit. Aku mulai melepas pelukanku dari pinggangnya.
“Kalau kau lepas, aku ngebut lagi!” ancamnya. Terpaksa tanganku tetap stay ditempatnya -…-

Akhirnya setelah berkali-kali dibuat sport jantung dan berteriak-teriak nggak karuan, aku –kami– sampai di lampu merah terakhir sebelum daerah perumahan tempatku tinggal, eh, Taemin juga. Tinggal belok kiri dan sudah sampai~

Ia memelankan laju motornya, sedangkan aku sudah bersiap melepas helm dari kepala. Motor itu berhenti di depan rumahku, rumah ke-entah-berapa-belas dari jalan raya tadi.

“Gomawo,” gumamku sambil menyerahkan helm ke tangannya. “Omong-omong, bersihkan benda ini! Bau apek!”
Taemin menjitak kepalaku. “Daripada kau tidak pakai helm sama sekali?”
Aku cengengesan (sok) polos. “Aaaah, sudah sana pulang!” kataku sambil mendorong bahunya pelan. Ia tersenyum, mengacak rambutku, lalu menjalankan motornya ke rumah di sebelah rumahku. Dasar babo, dituntun aja kenapa? Nggak sayang lingkungan dan bensin =_=

————————————————

Aku membuka pintu rumah. Kosong, terbukti pintu depan tadi masih dikunci. Orang tua dan tiga adikku punya jam pulang yang lebih sore dariku, jadi aku sudah cukup terbiasa di rumah sendirian.

Setelah menutup dan mengunci pintu utama, aku menaiki tangga ke lantai dua, lanjut terus sampai ke kamar. Kubuka pintu balkon agar udara segar bisa masuk ke kamarku yang pakai AC alami lalu membanting tubuh yang masih terbalut baju seragam ke atas kasur empuk, siap menyantap habis novel yang belum sempat kuselesaikan saat liburan kemarin.

TAKK

Terdengar suara benturan di kaca jendela kamarku. Aku menoleh ke arah suara yang menginterupsi kesibukanku itu, tapi tak menemukan apa-apa. Mataku kembali fokus ke novel di depanku.

TUKK

Aish, apaan sih? Aku bangkit berdiri dan berjalan ke sumber suara di area balkon.
Kosong. Tak ada siapa-siapa, hanya ada beberapa kerikil kecil di dekar jendela.

“Ra-yaaaa!” seseorang memanggilku. Aku menoleh ke balkon yang tepat berada di seberangku dan mendapati si (mantan) rambut jamur bersandar di pagar pembatas, tersenyum innocent dengan beberapa lembar kertas di tangannya. Di pagar balkonnya ada beberapa biji kerikil. Jadi dia pelakunya?

“Kau apa-apaan lempar-lempar kerikil sembarangan? Kalau kacanya pecah gimana? Babo!” semburku sambil melempar kerikil yang tadi kukumpulkan dengan kekuatan penuh.

“Andwae Ra-ya! Sakit! Apaseo!” teriaknya, tangannya berusaha menghalau hantaman kerikil ke tubuhnya. “Habisnya kalau kau nggak dipanggil dengan cara itu pasti aku harus menunggu bertahun-tahun sampai kau keluar!” ia merengut, pipinya menggembung.

“Tapi kan nggak usah pakai cara itu juga bisa!” bentakku, berusaha menahan senyum melihat tingkah aegyonya itu. Nggak lucu kan kalau habis marah tiba-tiba aku ketawa?

Wajah merengutnya langsung berganti menjadi senyum. “Oke, mianhaeRa-yaaa~ Ya! Jangan masuk dulu! Aku mau bilang sesuatu!”

Aku berbalik dan kembali menghadapnya dengan tatapan malas. “Kenapa? Apaan?” tanyaku cepat. Ia memperlebar senyumannya.

“Kau harus tetap berdiri di sana, di dekat pagar lebih bagus.” perintahnya. “Jangan protes, ikuti saja!”

Aku menuruti kata-katanya dan menumpukan sikuku di pagar pembatas, menunggu tindakan apa yang akan dilakukan oleh makhluk aneh itu.

Taemin mengangkat selembar kertas. Aksara hangul. 이. Lee, margaku sekaligus marganya.
Ia melanjutkan dengan kertas selanjutnya. 성라, Sungra. Namaku? Mau apa dia?

“Yaaaa Lee Taemin agak cepat dikit bisa kan?” seruku. Ia tertawa.
“Sabar, nona Lee!” teriaknya sambil mengangkat kertas ketiga. 사. Sa.
Aku diam menunggu kertas berikutnya, ada sekitar 2-3 kertas lagi yang belum ia perlihatkan.

Kertas keempat. 랑. Rang, digabung dengan yang tadi jadi ‘sarang’.
Kertas kelima. 해. Hae? Saranghae? I love you, atau apalah itu?
Kertas keenam, kertas terakhir. Gambar hati yang besaaaaaar sekali, hampir sebesar kertas A3 dengan warna merah mencolok.
Ampun, apa-apaan dia? Dapat kurasakan mukaku memanas dan semua darah di tubuhku seolah naik ke wajahku.

“Apa sudah jelas, nona Lee?” tanyanya. “Perlu aku bacakan? Oke! Lee Sungra, sa…”
“YA! YA! Andwaeeeee!” teriakku cepat-cepat. Malu-maluin banget, astagaaa >////<

“Jadi?” tanyanya lagi.
“Jadi apa?”

Ia mendecak, lalu pelan-pelan memanjat ke pagar balkon dan ambil ancang-ancang untuk melompat.

“Sungra-ya minggir!” serunya. Aku segera menepi ke sisi balkon. Ia langsung melompat –mudah saja dengan kaki panjangnya itu– dan mendarat (?) dengan sempurna di depanku. Sepertinya teoriku kalau dia punya gen monyet dalam tubuhnya memang benar.

“Saranghae-yo,” katanya tepat di depan wajahku. Aku terdiam, speechless lebih tepatnya.
“Ya, jangan bercanda!” gumamku. Raut wajahnya berubah serius.

“Siapa yang bercanda?”
“Kau!”
Taemin menutup mulut, tapi tangannya meraih daguku dan menariknya sedikit hingga aku terpaksa harus menatapnya. Tanpa basa-basi ia menunduk dan menyentuhkan bibirnya sekilas dengan bibirku.

“Aku serius.” katanya, tatapan matanya tajam menusuk. Perlahan, tangannya terlepas dari dagu dan ia mendekapku erat.

“Ra-ya, tahukah kau kalau aku butuh keberanian ekstra besar untuk mengatakannya?” bisiknya tepat di telingaku. Aku tak mengatakan apa-apa, otakku tak bisa diajak berpikir karena tindakannya barusan o.o

“Ra-ya~ ayolah, aku tidak akan pernah bercanda untuk hal seperti ini!”
“Aku tahuuuu~” balasku akhirnya, tanganku mendorong bahunya pelan, lengkap dengan senyum polos tersungging di bibir.

“Jadi?” tanyanya penuh harap dengan muka (sok) imutnya itu. Satu hal yang tak pernah berubah bahkan sejak ia berubah jadi berandalan macam sekarang.

“Yah, mungkin kau bisa naik tingkat dari teman kecil, teman satu sekolah selama hampir 13 tahun, dan makhluk dingin penunggu meja sebelah…”
“Naik tingkat jadi apaan?” desaknya
“Apa aja boyeeeh~” aku terbahak, puas mengerjainya.

Ia mendorong kepalaku. “Pokoknya mulai detik ini kau jadi yeojachinguku, arasseo?”
“Siapa yang memutuskan hal seperti itu?” sanggahku dengan senyum terkulum. Aku senang, senaaaaaang sekali!

“Aku. Pokoknya aku. Tidak bisa diganggu gugat, titik!”
“Aish, Min-ya!” gerutuku (pura-pura) kesal.

“Ne, jagi?” katanya sambil tersenyum meledek. Aku memukul bahunya.
“Kata siapa kau boleh memanggilku seperti itu, ha?” seruku sambil terus menghabisi (?) bahu kurusnya.
“Gyaaaa, ampun Ra-ya! Ampun!”

Advertisements

23 thoughts on “[One-Shot] Not so Childhood Friends Anymore”

  1. Omo Omo Omo !!! TaeRa merajalela hahahhah 😀
    Comment comment saeng ^^

    1. Waktu awal baca, Onnie bisa nebak, taemin sama Sungra sama sama suka tapi kayak anjing sama kucing hahahahaaaa

    2. Onnie Sempet ngekek waktu baca konspirasi alam semesta =P
    Ya ampun, jodoh aja nyalahin ikut campurnya alam semesta

    Kalo suka mah suka suka aja 😄

    3. Waktu sungra pegang rambutnya taemin, udah kayak orang pacaran saeng =p
    Onnie tahu, Pasti sungra nya malu malu kucing itu
    Hahahhahahahahha *liriksungra*

    5. Itu itu itu yang KyuJoon >.\\\\\\<
    *sungra : iya onn, saya Kan mau tapi malu #PLAAAAAK

    7. cara nembaknya Taemin mantep saeng
    Onnie nggak kepikiran
    Awalnya Onnie kira mau tanya pelajaran
    Ternyata
    TERNYATA …..
    Mau nembak to ?? Hahahahhaaaahahah

    YAAAA Sama sama maknae
    Udah main kisseu kisseu aja
    Onnie juga mau *mupeng* hehehehheehe

    8 Onnie lebih suka TaeRa daripada TaeLi saeng 😉
    Jincha deh
    Hahahahhahahhaha ^^

    9. Last, seperti biasa
    Onnie selalu suka bahasa dongsaeng deh
    Asalkan yang main bukan couple artis sama Onnie kenal uang main aja jajaahhahahha

    Onnie berasa jadi sungra =P

    PS. Bikin lanjutannya saeng
    Onnie pingin tahu gimana. Reaksi temen sekelas liat mereka jadian sama 'style' pacaran TaeRa TU kayak apa ♪───O(≧∇≦)O────♪

    1. Comment Imme kepotong yang KyuJoon >.<

      Kenapa dongsaeng ngelempar sepatu ???
      Kepala Yeobo ntar benjol saeng =..=
      Kasian kan ???
      Kayaknya yang evil couple itu TaeRa
      Kalo KyuJoon kan angel couple *wink*
      Hajajhhahahahhaah

    2. huaaaa eonni hehehe taera merajalela kayak kyujoon xD

      1. wah ketebak ya? o.o haha habis lama banget tetanggaan kan, lama-lama jadi suka hehe xD
      karena udah akrab jadi malah suka berantem gitu haha xD

      2. naluri orang kan nyalahin orang lain wkwkwkw~
      ah jodoh? kyaaaaa >////<

      3. itu saeng bikinnya kayak si sungra gak nyadar gitu kalau megang rambutnya taemin 😀 kan kalau orang ngamatin refleksnya (kalau bisa) megang~
      emang kayak orang pacaran kok x3 saeng gak malu-malu kok haha cuma isin isin (???)

      4. gak ada pertanyaannyaaaa lol

      5. kenapa kyujoonnya? hahahahaha
      lah habis kyunya nyebelin -….- kalau pas itu saeng pake sendal pasti yang saeng lempar sendal, bukan sepatu wkwkwkwkw
      eh enak ajaaa –" yang evil couple tu kyujoon! taera muridnya! (???)

      6. gak ada hahahaha

      7. itu saeng terinspirasi satu fic yang saeng sendiri lupa liat dimana hehe xD
      saeng mau nembak lho eonn! (?)
      lhooo emang gakboleh eonn? *plak* eonni mau? minta sama kyuhyun doooong *ditendang*

      8. beneran eonn? *seneng tingkat dewa*

      9. makasih eonniiiii xD
      yah harus gak couple artis ya? -.-
      gakboleh eonni gakboleh jadi sungraaaaa *plakplakplak

      kalau saeng ada waktu nanti saeng lanjutin deh xD
      gomawo eonniiiiiiiii~

      1. Omo Omo !!! Nomor Onnie loncat loncat to ?!? Hahahahahahh

        Bales comment bales comment ^^

        1. Ketebak saeng, tapi cra penulisan dongsaeng yang bagus
        Kalo inti cerita mah banyak saeng yang bisa sama
        Tapi buat Author kayak kita *tepokdada* kita harus bisa main diksi
        Dan Onnie suka diksi dongaeng ^^

        2. Ne, tapi nggak gitu juga saeng hahhahahhah
        Ntar Kalo sama alam dipisahin
        Baru deh dongsaeng nangis nangis minta dijodohin =P

        3. Hmmmm isin isin ?? Dongsaeng nih =P
        Hahahahahhahahahahahh o(^▽^)o

        4. >\\\\< Onnie lupa tulis saeng Hahahahhah

        5. Kasihan kyuhyun saeng
        Kepalanya jadi nggak tampan *?!* hahahahhhah
        Jiaaaaah muridnya
        Berarti kita satu perguruan hahahahhahah ^^

        6. Mianhae ==

        7. Dongsaeng mau nembak siapa ? Taemin ? Hahahhahahah =D
        Udah sering saeng 😄
        Cuma Onnie liat dongsaeng jadi Pengen lagi hahhaahhh XP

        8. Beneran saeng, demi Kyuhyun deh 🙂

        9. Iya saeng
        Kalo artis Onnie nggak suka =(
        Mianhae saeng ='(
        Nggak nggak, Onnie udah bahgia kok jadi Hyunjoon =P hahahhahaahhahh ^^

        10. Saeng, FF Onnie, Onnie provate dulu ya, ada yang ilang beberapa paragraph coba =='

        4.

      2. iya eonn wkwkw loncat loncat xD kayak yang nulis kan sukanya loncat-loncat (???)

        1. kyaaaaa bagus? huaaaaa *terharu*
        heem, masalahnya kalau yang kayak gini kan bejibun eonn fanficnya =____=
        kayak kita? *lirik sinis* *ditampar*
        wahahaha ampun eonn! ne, harus bisa milih katanya itu biar berasa beda gimana getooooh (?)
        makasih eonniiiiiii *sujud syukur*

        2.haha yasudahlah saeng bersyukur aja (?)
        kalau bisa beneran mah saeng seneng bangeeeeeeettt xD

        3. KATA BARU LHO EONN! *krik*

        4. wahahaha mari kita skip no. 4!

        5. kepalanya doang eonn? kalau kena muka gimana? kalau ternyata sepatunya taemin habis dipake nginjek ee’ burung gimana? *plak* *dicium kyu pake sendal jepit*

        6. sip eonn (?)

        7. aissssh itu maksud saeng ‘ternyata taeminnya mau nembak lho eonn’ gituuu == maklum saeng ngomennya pas baru sibuk ngakak di rumah icha, jadinya gak konsen deh *beuh
        udah sering? omooooo eonni nggak bilang-bilang (?)

        8. asiiiikkk eonni taera shipper pertama! *loncat2 kesenengan*

        9. waaaaah 😮
        gwaenchana eonn 🙂 kan suka itu relatif hahaha selera orang juga beda-beda 😛
        iya soalnya hyunjoon ada kyuhyun *unyuuuu

        10. sip eonn, makanya aku baca kok rada-rada aneh dan gak nyambung di beberapa bagian, eh ternyata…

  2. Iiiih, TaeRa unyu sangaaat~ ^^
    Kenapa ini diprotect, Auf? :O
    Awalnya aku kira songfic, soalnya itu Taemin nembaknya kayak di video clip Taylor Swift – You belong with me ^^
    Ihiy si Sungra jadi salting, mati kutu 😛

    1. soalnya ini kemaren tak ikutin di ff contest, tapi aku juga pengen ngepost, makanya tak protect sama diganti judulnya biar nggak ketahuan~ (?)
      wah aku malah belum pernah liat videonya, tapi suka banget sama lagunya .-.
      hahahaha, gimana nggak salting coba X3

      1. Arasseo :O
        Nanti kalo Auf menang, kita makan-makan di mana nih? :O
        Nee~ emang lagunya unyu sangat :3
        Tapi si Sungra kalo lagi salting gitu ilmu taekwondonya gak berfungsi yak ._.(?)

      2. lhooo? belum menang kok udah ngurusin makan makan –”
        syukurannya saya bikin fic kayak hyunjoon eonni ajadeh wahahahaha~
        heem, aku suka arti liriknya, bagus :3
        nggak lucu dong kalau berfungsi, ntar pas adegan kisseu atau taemin meluk sungra gitu sungranya ngegampar taemin. cape dyeeeeh (???)
        atau kalau nggak pas nembak, saking bingungnya, sungra malah ngebanting taemin. malah berabe, anak orang nih (?)

  3. Ya saya biar kedapetan jatah menang juga dong -,-
    Hooo? Kayak yang mana Auf? :O
    Hahahahaha, itu bisa jadi aksen (?) hubungan TaeRa kan? Jadinya gak datar kayak kehidupan manusia biasa ^^ *nahlo, mulai ngaco*

    1. okedeh kalau begituuu (?)
      tapi kita ketemu aja belom pernah ._____.
      yang kayak anniversary itu, hehehehe 😄 kan lumayan *lumayan apaan?*
      wakakaka emang taera bukan manusia biasa? kita apaan dong? *mikir*
      AH! manusia super! (?) *krik* hahahaha
      tapi kayaknya seru juga ya? ntar deh kalau udah tengah-tengah cerita (?) tak tambahin hahahaha, pas udah nggak awkward awkward banget~

  4. wuaaaaaaaaaaa (o/////o)
    taemin, neomu kyeopta 😄
    ecieeeeeeeeee taemin maen nyosor euy 😄
    tapi keren yaaa caranya taemin, pantes ajaa sungra salting to 😉
    tapitapitapii.. maknae couple kayaknya lebih evil nih dibanding kyujoon #eh #lariiiii
    ff nya asik saeng \(^o^)/
    onnie sukaaaaaaa 😄

    1. KYAAAAAAAA >///////////////<
      iya tuh eonn, nggak pake ngomong -_- dasar nggak sopan *jitak
      eummm, sungra nggak salting, cuma…. cuma….
      -____________________- evilan KyuJoon dong ah~ masa' maknae couple yang evil —
      gomawo eonni-ah~~~ XDD XP XDD XP *eh

      1. ecieeeeee walaupun nggak pake ngomong tapi suka kaan? iya kaan? iya kaaan? iya ka-mmph *dibekep
        cuma apa? salah tingkah? #samaaja hahhahha 😄
        tapi kalo masalah cuek bin banget itu kalian raja dan ratunya #sembah
        cheonmaneyooo 😄

        1. mm, ng, gimana ya… suka nggak ya… >/////<
          *bekep eonni pake bibir kyu eh maksudnya suruh kyu bekep eonni pake bibirnya*
          hmm apaya, bukan salah tingkah sih, tapi erm err hmm apaya apayaa *ditendang
          kekekekeke eonni tau aja 😄 kan kalau kyujoon evil couple, seungna… err… mature couple? terus hyuko STINGY couple, junho skinship couple, kita terima jadi yang cuek deh 😄
          aduh gak usah nyembah gitu, jadi nggak enak 😄 *PLAK

        2. suka ajaaaaaaa… ayolaaaaaaah *toelsungra X3
          *heiheihei, itu kenapa bekepannya ekstrim banget itu =.=”*
          bukan salah tingkah? terus apppuuaaaaaa(?)
          eciee mature? nggak salah? yang ada jadi evil saya kalo sama seung mah, bawaan cembokur eh cemburu mulu sama model” MV nya (“-_-)
          itu STINGY eh stingy couple kenapa di bold? hahahahha 😄
          nggak bisa, kalian itu lucu sih #ditendang X3

        3. aaaaaaah gimana ya, kasih tau gak yaaa *pasang muka nyebelin*
          ah tapi eonni suka kan? :3 <- ceritanya balas dendam
          apaan ye kalau bukan salting… hmm… :p
          gebukin aja si seung eonn, biar tobat, gitu2 zina mata *eh *alimceritanya
          asik aja eonn dibold :p biar ada penekanan XP
          uuuuuh kita nggak lucu, kita cuma (agak) imut *eh

  5. Aku datang!
    Aaaaaaaakkkkkkkk!

    Apa aja boyeeeeh~
    Pajak jadiannya boyeeeeh?
    *nadah ama onyu* 😄

    Aaaaaaaakkkkkk! Jadian! Aaaaaaaakkkkk!
    Onyu kapan nembak gua! ( ۳ ˚Д˚)۳
    Hahahahaha

    Sip banget deh, lucu yg pas bagian tium-tiuman ny.
    Lucu juga sama Sungra nya, yaa seengga pas ditiuum dia ga bringas2 bgt. Hihi.

    Aaaakkkk suka lah! Sukak!

    Ehh komenanku ganyante bgt yaa? Hehe
    Gapapa kan? Boyeeeh kan?

    Pajak Jadian duuun! 😄
    *ngomong apasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s