Team 2-5 [Part 5]

Title: Team 2-5 [Part 5]
Genre: Friendship, comedy, school life, romance
Rating: G
Character: harusnya udah pada tau, masih perlu ditulis? :p

Hmm, sepertinya saya nggak bisa ngomong banyak banyak. Baca aja yaaaa~

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4

Ayako’s POV

Aku mematut diri di depan cermin. Oversized T-shirt selutut plus legging hitam, lalu sepatu kanvas semata-kaki, jam tangan hitam-putih dan sling bag denim kesayanganku. Tanpa topi, mengingat Lotte World itu indoor, iya kan?
Setelah puas mengoreksi penampilanku secara keseluruhan, aku melirik jam tangan. Masih jam setengah 8, dan kurasa aku sudah siap. Aku keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah. Tampak Matsujun yang sudah rapi dengan cargo pants plus polo shirt. Dasar, dia memang maniak polo shirt. Ke mana-mana pakai ituuuuuu terus.

“Lho? Kau mau pergi juga?” tanyaku sambil menunjuknya.
“Tch, sopan sedikit!!” ia mencibir. “Kalau ya, memangnya kenapa?”
“Yang jaga rumah?”
“Ya nggak ada! Kunci pintu aja, gitu doang repot! Rumah kan nggak bakal kabur kalau kita lengah,” jawab Matsujun santai. Aku menggelengkan kepala heran. Apa benar dia kakakku? Nggak ketukar apa urutannya?

“Oh, oke. Terserah.” gumamku acuh. Kualihkan perhatian ke handphoneku yang sejak 5 menit yang lalu berdering terus. Semuanya SMS, dari satu orang yang mengajakku pergi dan sampai sekarang belum menampakkan batang hidungnya. Masih belum jelas? Tentu saja Lee Hyukjae sialan itu.

Aku membaca ulang semua SMS itu satu-persatu dari atas ke bawah.

From: Lee Hyukjae
Aya-chan~ jangan lupa nanti kita ke Lotte World~ cepat bangun, mandi, ganti baju! Awas kalau pas aku sampai kau belum siap!

From: Lee Hyukjae
Hmm? Aku sudah di jalan. Sekitar 5/10 menit lagi sampai. Tunggu ya ;p

From: Lee Hyukjae
Ke sananya? Naik bus! Hahaha
Bercanda. Lihat saja nanti 😛

TING TONG
Kesibukanku terpecah karena mendengar suara bel yang ditekan. Serta-merta aku berjalan ke pintu depan dan membukanya.

“Annyeong Aya-chan~”
Aku terperangah melihat siapa yang ada di depanku sekarang. Bukan si monyet bau Eunhyuk, tapi Miho. Ngapain dia? Mana rapi banget pakaiannya, summer dress biru muda yang ditambah cardigan putih. Lengkap dengan straw hat lebar, kayak orang yang mau berlibur ke pantai – atau piknik, ala film jadul itulah. Ada apa ini?

“Miho-ah ngapain? Mau ketemu Matsujun?” tanyaku basa-basi. Mata Miho membulat heran.
“Aya-chan, kau belum tahu? Aku kan mau ke…”
“Lho, Miho-chan? Sudah datang? Aisssh, Masami Ayako, kenapa tidak dipersilakan masuk, ha? Dasar!” suara Matsujun menginterupsi kata-kata Miho. Aku langsung mencibir. Dasar, sama adik sendiri kok nggak sebaik sama orang lain. Contoh kakak yang buruk.

“Ah ne Jun-kun~” kata Miho dengan wajah tersipu-sipu. Cish, mereka ini kenapa lagi? Pakai acara malu-malu kucing segala. Aneh.
“Masuk saja, Miho-chan…” Matsujun menarikku menjauhi pintu dan mengisyaratkan pada Miho untuk masuk. Aku menggerutu panjang-pendek dan langsung mengambil tempat di sofa ruang tengah, secara tak langsung menyuruh dua orang itu duduk di ruang tamu. Berani duduk di sebelahku, berduaan begitu, huh? Langsung kulempar pakai sneakersku nanti.

TING TONG
“Ayakooooo!”
Nah, kan? Lagak bos sekali si Matsujun itu. Kurang ajaaaaar!

Sambil bersungut-sungut aku berjalan ke arah pintu, melewati 2 orang itu –yang asyik ngobrol, lupa daratan—dan membukanya dengan sikap malas-malasan.
“Nuguse… Hyuk-kun?”
“Aku masuk yaaa~” katanya sambil langsung ngeloyor masuk ke rumah. Sopan sekaliiiii -_-
Aku menggelengkan kepalaku, berusaha menyabarkan diri, dan berbalik masuk ke rumah lagi setelah menutup pintu.

“Aisssssh kalian ini, ini masih pagi, udah pacaran aja!” tiba-tiba terdengar suara protes Eunhyuk dari ruang tamu.
“Apaan? Memangnya kau ke sini ngapain?” balas Matsujun. “Ayako di sana tuh, nggak usah ngurusin kita bisa kan?” tambahnya sambil menunjuk ke arahku. Err, apa maksudnya ya –

“Hyuk-kun kita mau berangkat jam berapa?” tanyaku langsung, sebelum acara ledek-meledek kedua namja itu memanas.
“Mm? Sekarang?” ia malah balas bertanya. “Yaa Jun-gun, kau berangkat jam berapa?”
“Hah? Miho-chan, kapan?”

Yah ini kenapa malah lempar-melempar pertanyaan sih -_- terus ngapain juga Eunhyuk tanya-tanya ke Matsujun, emangnya dia mau ke mana?

“Sekarang saja, Jun-kun?” ujar Miho tak yakin. Setelah berpikir sejenak akhirnya Matsujun mengangguk. Ia bangkit dengan kunci kontak mobil di tangan.

“Kaja, Aya-chan.” Eunhyuk tahu-tahu sudah menggamit tanganku dan menarikku agar mengikuti JunHo. Apa-apaan ini?
JunHo sudah masuk ke mobil Matsujun, mereka duduk di depan. Eunhyuk menggiringku ke pintu belakang, membukakannya, dan menyuruhku masuk. Lalu ia berjalan memutari mobil dan duduk di sebelahku.
Sekarang aku mulai bisa merangkai apa yang sedang terjadi. Jadi kami –aku dan Eunhyuk—nebeng JunHo ke Lotte World? SERIUSAN? Aish dasar pelit -_- padahal baru kemarin lusa dia membelikanku album seharga 30.000 won. Masa’ uangnya langsung habis seketika setelah itu?

“Kita bareng mereka?” tanyaku memastikan ke Eunhyuk. Ia tampak agak salah tingkah, tapi tetap mengangguk.
“Nggak sepenuhnya nebeng gratisan sih, ini juga pengganti tiket Lotte World kok.” katanya cepat-cepat. Aku mengerutkan kening. Maksudnya?
“Iyaaa, kemarin Jumat dia minta tiketku 2 lembar. Terus katanya kita boleh nebeng ke Lotte World-nya. Gitu.” jelas Eunhyuk. Aku melengos. Dasar, segala hal dibisnisin demi keuntungan pribadi.

“Kau marah, Aya-chan?” tanyanya tiba-tiba saat melihatku yang melengos.
“Ani.” jawabku pendek. Marah? Sudah jelas aku marah! Ini sih namanya double-date, bukan…
Tunggu. Memangnya ini kencan ya? Kalau menurutku iya, tapi kalau menurutnya? Apa cuma aku yang bersemangat dan menganggap rencana hari ini sebagai kencan-romantis-seharian-di-taman-bermain?

“Aya-chan, kau marah kan~ mianhae, besok aku akan mengajakmu pergi lagi. Hanya berdua. Yaksok!” bujuknya seolah bisa membaca pikiranku. Aissh sepertinya wajahku sudah sangat merah sekali sekarang -_- memalukaaaaaan!
“Ara…” gumamku sambil memalingkan wajahku agar tak terlihat olehnya. Ia hanya terkekeh sambil mengacak rambutku.

‘…besok aku akan mengajakmu pergi lagi. Hanya berdua. Yaksok!’
Apa dia juga menganggap ini kencan?

Author’s POV

Lotte World, 9.40 a.m.

Ayako memperhatikan sekelilingnya sambil menunggu di antrian masuk. Hari ini kan libur, jadi tak heran kalau taman bermain ini penuh orang.
Tiba-tiba ia menangkap sesosok orang yang sepertinya familiar dengannya. Ia memicingkan matanya, berusaha mengamati orang itu dengan lebih jelas.

“Raena?” gumam Ayako tanpa sadar. Memang sih tidak terlalu jelas, tapi Ayako yakin itu Raena. Dari bentuk badan dan rambut sepunggung yang ikal di ujungnya, itu semua menunjukkan ciri-ciri Raena. Sekarang pertanyaannya: ngapain dia di sini? Sama siapa?
Eunhyuk sepertinya masih acuh dengan sikap ingin tahu Ayako. Ia sudah sibuk dengan handphonenya begitu turun dari mobil Matsujun. Ayako sendiri tetap sibuk mengamati Raena nun di sana.

Beberapa menit kemudian, saat Ayako sudah hampir sampai di pintu masuk, seorang namja berpostur tinggi datang menghampiri Raena. Ayako makin penasaran. Siapa sih namja itu?

“Chogi, tiket anda?” pengamatan Ayako terhenti ketika petugas penjaga pintu masuk bertanya padanya.
“Ah, eh, tiket? Oh, ini.” Ayako buru-buru menyerahkan selembar kertas ke tangan penjaga itu. Lalu ia berjalan masuk ke dalam dan menghampiri Eunhyuk yang menunggunya.
“Ngeliatin apa sih?” tanya Eunhyuk.
“Nggak, tadi aku kayak liat Raena… omong-omong, Matsujun sama Miho ke mana?”
“Entah…” jawabnya asal sambil memandang ke sekeliling. “Biarin aja deh.”

“Aya-chaaaaaaaannnn!”
Ayako terdiam. Ia menatap Eunhyuk yang masih berkutat dengan handphonenya. Tadi itu suara yeoja, jadi mustahil Eunhyuk yang memanggilnya.
“Masami Ayako!”
Nah, itu siapa lagi. Sekarang suara namja. Entah kenapa 2 suara itu familiar di telinganya. Ayako masih celingukan mencari-cari siapa yang memanggil namanya, tapi tak menemukan apapun.

“Sombong amat, dipanggil nggak noleh,” kata seseorang yang tahu-tahu sudah berada di belakang Ayako. Ia langsung menoleh dan mendapati Sungra berada di sana, lengkap dengan Taemin.
Oh, shit. Jangan bilang gangguan lagi! rutuk Ayako dalam hati.
“Ra-ya ngapain disini?” tanya Ayako, separo heran separo kesal.
“YA! Jangan pakai panggilan itu!” sela Taemin tiba-tiba.
“Aish, Min-ya apaan sih?” bukannya menjawab pertanyaan Ayako, Sungra malah menjitak kepala Taemin pelan.
“Lah tadi dia manggil kamu pakai Ra-ya, itu kan…”
“Iya iya~ Aya-chan, lain kali jangan pakai panggilan itu, ara?” kata Sungra sambil melayangkan tatapan tolong-mengangguk-biar-bocah-ini-senang. Ayako menurut dan mengangguk sekilas.
“Omong-omong, tadi kau tanya apa?” tanya Sungra setelah berhasil membujuk Taemin.
“Kalian ngapain di sini?”
“Mau main lah.” sambar Taemin.
“Iya aku tahu~ maksudku… ah sudahlah.”

Bagaimanapun juga Ayako mulai berprasangka buruk. Mungkin kalau ada KyuJoon, lengkap sudah…
“Maknae couple! Kalian ini di mana sih nunggunya? Katanya mau barengan?!” tahu-tahu terdengar rentetan omelan cempreng. Ayako menekuk wajahnya makin dalam dan menghela napas. Baru saja diomongin dalam hati, udah nongol aja dua makhluk itu. Aish.  Dosa apa sih dia sampai hari ini ada banyak pengganggu TT^TT

“Kan sudah aku bilang, kami menunggu di dekat pintu!” balas Sungra. Hyunjoon melengos.
“Tadi kami mencari kalian, muter-muter kesana kemari, tetap saja nggak ketemu!” gerutu Hyunjoon.
“Lho? Dari tadi kita di sini kan Min-ya?” Sungra menyenggol Taemin, minta pembelaan. Yang disenggol langsung tanggap dan mengangguk cepat.
“Jangan-jangan kalian salah tempat lagi nyarinya!”

Ayako hanya diam saat melihat tingkah autis teman-temannya itu. Omong-omong… mana Eunhyuk?
“Hyuk-kun?” gumam Ayako sambil celingukan. Ah, itu dia. Duduk di salah satu bangku sambil menatap malas ke arah mereka berlima. Ayako langsung berjalan menjauhi rombongan itu dan mendekati Eunhyuk, lalu duduk di sebelahnya.
“Kok jadi ada mereka sih…” gumam Ayako separo kesal. Ekspresi Eunhyuk berubah, campuran bingung dan… bersalah?
“Anu Aya-chan… sebenarnya kemarin Jumat mereka minta tiket ke aku. Awalnya gara-gara si iblis sialan itu, dia yang nyebar-nyebarin di kelas kalau aku menang undian. Dia minta, aku kasih 2. Terus Taemin ikutan, Matsujun juga, Raena malah minta juga. 2 lagi. Mianhae Aya-chan…” jelas Hyuk dengan tangan ditangkupkan di depan wajah.
“Yah, kalau gini namanya kita… quintet date, gitu?” celetuk Ayako sambil menghitung dengan jarinya. Lalu ia kembali melayangkan pandangan ke arah rombongan nun di sana. Sekarang bertambah Matsujun dan Miho. Sudah ada 8 orang berarti, termasuk mereka.
Tunggu sebentar… Raena kemana ya? Bukannya tadi ia ada di dekat pintu masuk?

“Aya-chan, kaja, ngumpul sama yang lain.” suara Eunhyuk membuyarkan lamunan Ayako. “Tenang saja, nanti kita langsung misah begitu semua udah dateng. Arachi? Malu-maluin banget jalan berombongan.” tambahnya lagi, masih merasa tidak enak karena ada banyak pengganggu hari ini. Lalu ia menyeret Ayako ke arah enam orang yang sedang sibuk sendiri-sendiri.
Kyuhyun dan Hyunjoon sudah menyusun rencana perjalanan (?) mereka, Taemin dan Sungra hanya melihat-lihat peta area Lotte World tanpa minat –kami sudah hapal, kalau kata Taemin yang diamini Sungra—lalu Matsujun dan Miho mengobrol seperti biasa, lengkap dengan skinship yang sudah seperti sepasang kekasih. Err, atau memang iya?

Eunhyuk dan Ayako hanya bisa berdiri canggung di dekat keenam orang itu. Berasa kambing conge’ (padahal kan sebenarnya mereka juga bisa ngapain gitu -_-)

“Yeorobeuuuuun~~~”
Terdengar suara Raena yang renyah dan bubbly. Semua orang dalam rombongan itu langsung menoleh ke arah sumber suara yang sedang berjalan ke arah mereka sambil melambaikan tangan kanannya. Di sebelah kirinya ada seorang namja berpostur tinggi yang tampak jauh lebih tua dari semua namja dalam rombongan tersebut.

“Wah~ Raena-chan!” Ayako  balas melambaikan tangan. Raena langsung mempercepat jalannya, tapi entah kenapa ia tiba-tiba tersandung sesuatu (atau efek wedges yang dipakainya?) dan hampir jatuh kalau saja tidak ditahan oleh namja di sebelahnya.
Namja itu mengatakan sesuatu dan dibalas Raena dengan kekehan. Lalu mereka melanjutkan berjalan menghampiri rombongan anak autis 4 couple lainnya.

“Annyeong~” sapa Raena saat sudah sampai di hadapan mereka. Ia tersenyum maklum melihat tatapan penasaran dari orang-orang di depannya (kecuali Sungra dan Taemin yang tahu kalau dia punya namjachingu)
“Rae-ah nuguya? Kalau nggak salah, dia alumni sekolah kita, kan?” bisik Miho sambil mengarahkan dagunya ke namja-dengan-tatapan-tajam-yang-tadi-datang-bersama-Raena.
“Ini baru mau aku kenalkan, Miho-ah…” jawab Raena. “Yeorobeun, ini Seunghyun op-sunbae, alumni SMA kita, 2 tahun di atas kelas kita. Erm, dia ini…”
“Choi Seunghyun, namjachingu Kim Raena.” potong Seunghyun yang langsung mendapat jitakan dari Raena yang salah tingkah.

“Ra-ya eh Sungra-ah, NaHyun itu Raena-Seunghyun, ya?” bisik Ayako ke Sungra, mengungkit pertanyaannya beberapa hari yang lalu. Sungra mengangguk kecil.
“Sudah nggak perlu aku jelasin lagi kan sekarang?” Sungra balas bertanya. Ayako mengedikkan bahunya.
“Yaaaa~ ternyata hyung namjachingunya Raena, ya? Pantas saja aku sering melihat hyung di sekitar sekolah, padahal kan hyung sudah lulus!” kata Kyuhyun. Dulu memang ia sempat satu klub dengan Seunghyun dan lumayan akrab dengannya.

“Nah nah nah, berhubung sudah kumpul semua… sekarang mau ngapain?” tanya Taemin nggak nyambung.
“Main lah, babo!” cetus Sungra sambil mendorong kepala Taemin pelan.
“Iya tau, maksudnya mau kemana dulu?”

Mereka semua terdiam. Nggak ada rencana khusus sih sebenarnya.
“Ngikutin jadwal yang sudah kita bikin aja!” usul Hyunjoon. “Kyu, bacain!”
“Shirheo! Misah sendiri-sendiri aja!” tolak Eunhyuk, mengingat janjinya ke Ayako tadi. Tapi Ayako menarik lengannya dan menggeleng pelan.
“Bareng kayaknya lebih seru, Hyuk-kun!” kata Ayako, lalu ia berjinjit dan berbisik ke Eunhyuk. “Besok kan bisa pergi lagi, ara?”

Akhirnya Eunhyuk mengalah dan Kyu tetap membacakan susunan acara (?) nya dan Hyunjoon.
“Belum disusun sih, cuma wahana yang pengen kita masukin aja… lantai pertama, The Giant Loop, Flume Ride, Ball Battle…”
“Ball Battle kan area anak kecil!” sergah Matsujun. “Mau ngapain?”
“Lempar-lemparan bola sampai mabok.” jawab Kyu asal. “Lanjut, Drunken Basket, 4-D Theater, Fantastic Odyssey…”

(Berhubung author jadi kepengen ke Lotte World gara-gara baca nama-nama atraksinya, di-skip aja yaaa *plak)

“Lantai dua, wajib ke French Revolution!” tambah Taemin.
“Yaaa! Naik roller-coaster 2 kali? Mau muntah berapa kantong?” tolak Miho.

“Lantai tiga, World Monorail. Lantai empat, Aeronauts balloon ride! Naik berdua-berdua yaaa~” kata Kyuhyun lengkap dengan evilsmirknya. Pertanda buruk… atau baik?

Lotte World, 10.00 a.m.

Setelah beberapa perdebatan penting-nggak penting, mereka bersepuluh menuju ke Ball Battle di lantai pertama. Tujuan utamanya, seperti yang dibilang Kyu tadi: PERANG BOLA!
Begitu kesepuluh orang itu turun (?) ke lahan perang (?) anak-anak yang sedang bermain di sana langsung menyingkir, takut kena peluru nyasar dari… yah, siapa lagi kalau bukan KyuJoon yang terkenal sangat mahir dalam urusan lempar-melempar barang. Terbukti, dari hasil tim 8 orang lawan 2 orang, tetap saja mereka yang menang -_-

Setelah puas melempar bola sampai tangan pegal, mereka menuju The Conquistador (bentuknya kayak kora-kora. Kok author tau? Liat di webnya dong, bukan karena pernah ke sana -____-). Begitu wahana berbentuk kapal besar itu mulai berayun, Miho langsung heboh teriak-teriak. Padahal ayunannya belum tinggi-tinggi amat. Dasar berlebihan.
Sepanjang bermain di The Conquistador, Miho terus-terusan bergelayut di lengan kekar (?) Matsujun. Sementara couple-couple lain malah bersenang-senang dengan cara mereka sendiri. HyuKo memanfaatkan situasi dengan meng-candid semua orang (nggak penting -_-), NaHyun sibuk putu-putu narcisz (err), KyuJoon lomba membuat wajah yang aneh dan TaeRa… malah memasang wajah cuek dengan sebelah earphone di kuping kiri Taemin dan kuping kanan Sungra. Haish (author geleng kepala)

“Jun-kun, pusing…” gumam Miho sambil mengurut pelipisnya begitu mereka turun dari wahana itu . 9 orang lainnya masih segar-bugar, eh orang ini malah hampir tepar. Payah.
Matsujun menuntun Miho ke bangku yang berada di dekat mereka, lalu berjongkok di sebelah bangku itu dan menatapnya langsung. “Gwaenchanhayo? Mau diterusin nggak?” tanyanya. Miho memejamkan matanya selama semenit, lalu bangkit berdiri meski masih agak limbung.

“Ya, Evil Couple, sekarang mainnya yang kalem-kalem dulu!” kata Matsujun ke KyuJoon yang sudah melangkah ke Drunken Basket.
“Ke 4-D Theater, eotte?” tawar Ayako sambil melihat peta di tangannya.
“Ne, pajo!” tambah Eunhyuk. (Halah, mentang-mentang Ayako terus dibela -_-)
“Boleh juga, hitung-hitung menenangkan diri sebentar.” Seunghyun ikut mengiyakan dengan suara beratnya (?)

Akhirnya setelah perdebatan alot selama beberapa menit, diputuskan tujuan ketiga mereka adalah nonton di 4-D Theater.
Kesepuluh orang itu berjalan ke bangunan 4-D Theater, mirip rombongan anak TK yang nggak jelas. Tampak antrian yang cukup panjang di depan wahana itu, dan sepertinya giliran mereka masuk masih agak lama.

“Ah, ngantri!” keluh Sungra dan Taemin bersamaan. Ketahuan kalau mereka alergi ngantri *emangnya ada?*
“Biar saja! Dasar anak kecil, ngantri aja nggak bisa!” ledek Raena. Tumben yeoja itu banyak omong dan ledek sana-sini.
“Siapa yang anak kecil?” balas Sungra. Taemin diam saja, tak menunjukkan reaksi apapun.
“Kalian! Siapa lagi?” kata Raena. Sungra sudah hampir membalas lagi kalau Taemin tak membekap mulutnya dengan tangan kanannya.
“Ssh, Ra-ya, umurmu berapa sih?” kata Taemin saat Sungra melayangkan pandangan memberontak. “Masa’ begini saja sampai ribut?”
Di lain pihak, Seunghyun menjitak kepala Raena pelan. “Jagi, kalau ngeledek jangan keterlaluan, arasseo?”
“Ne, arasseo.” gumam Raena sambil menggembungkan pipinya tak terima. Sungra menjulurkan lidahnya ke arah Raena yang dibalas dengan pelototan maut, tapi untungnya sebelum terjadi konflik fisik mereka sudah diseret menjauh oleh namjachingu masing-masing.

Sungra’s POV

Aisssh, menyebalkan sekali Raena ituuu -_____- apaan sih pakai acara ngeledek segala, memangnya dia nggak childish apa?
“Ra-ya, Ra-ya,” panggil Taemin, membuyarkan monolog yang berkecamuk di otakku. Aku menoleh ke arahnya dengan malas..
“Wae?”
“Nanti setelah selesai nonton kita kabur yuk? Eotte?” tawarnya. Aku mengerutkan kening. Kabur? Kabur dari siapa? Kemana? Ngapain?

“Kabur apaan?” aku akhirnya menyuarakan pikiranku.
“Aish~ kau ini kenapa sekarang jadi sering lemot sih? Kabur dari makhluk-makhluk ini lah!” ia mengedikkan dagunya ke arah 4 couple lainnya di depanku. Aku membulatkan mulutku tanda mengerti, lalu mengangguk semangat.
“Ne! Pajo! Tumben kau pintar, Min-ya!” kataku sambil berjinjit dan mengacak rambutnya sekilas. Bertukar, huh?

Hyunjoon’s POV

Aku menguap bosan. Serius, berada di antara 8 orang itu membuatku merasa seperti berada di tengah kerumunan anak-anak TK. Maksudku, coba lihat, deh. HyuKo yang sibuk sendiri dengan merchandise yang barusan mereka beli, lalu JunHo yang saling menyuapi gula kapas –tunggu, itu tidak seperti anak TK—, ada juga SeungNa dan TaeRa yang bertengkar tidak penting. Err, memangnya yang seperti ini bisa disebut kencan, ya?

“Kyu…”
“Hyun-ah…”
YA! Kenapa ini seperti yang ada di novel-novel picisan itu? Scene dimana sepasang kekasih memanggil nama satu-sama-lain secara bersamaan, lalu saling menatap, lalu… ah, simpulkan sendiri.
“Wae?” tanyaku langsung. “Oh tunggu, tunggu, sepertinya kita punya ide yang sama. Ayo katakan bersama-sama.”

Kyuhyun menatapku heran, lalu setelah berhasil mencerna kata-kataku, ia memasang evilsmirknya.
“Oke, hana, deul, set…”
“Nanti setelah ini…”
“…kita tinggalkan mereka berdelapan…”
“…dan pergi sendiri!”
Kyuhyun tertawa puas. “Nah! Kita memang pintar!”

Ayako’s POV

“Aya-chan, serius nggak mau misah sama mereka?” kata Eunhyuk untuk yang entah keberapa kalinya. Aku menggeleng.
“Nggak enak sama mereka, Hyuk-kun~” kataku. Ia menghela napas.
“Ayolah nona tidak-enakan… mendingan kita pergi sendiri berdua setelah filmnya selesai! Ya, ya, yaaaa?” pintanya lengkap dengan puppy eyes. Aaaah, kalau begini ceritanya, aku jadi susah menolak, tahu -_-

“Ah… arasseo…” gumamku pelan. Ia tersenyum senang dan mengacak rambutku.
“Anak pintar! Jadi nanti begitu filmnya selesai, kita langsung keluar, nggak usah pakai nunggu mereka! Ara?”

Raena’s POV

Ah, sekalinya bisa pergi berdua sama Seunghyun kenapa malah jadi rame-rame begini sih? Memang aku yang mengusulkan untuk pergi hari Minggu, tapi Seunghyun malah menyuruhku mengajak 8 orang –eh, 6 orang, HyuKo tidak termasuk—sialan itu. Katanya kemarin malam, “Sekalian memberi tahu pada mereka kalau kau sudah punya namjachingu. Ayolah, aku juga ingin go public!”

Memangnya kami artis apa -_-

Selain itu, menurutnya, dengan begini rencana anak-anak 2-5 untuk menjodohkan Miho dan Matsujun secara tak langsung jadi terbantu. Iya sih, tapi kan… kalau begini caranya… aku juga nggak relaaaa T____T

“Seung-ah~ kau tidak bosan?” tanyaku padanya yang diam saja dari tadi setelah melerai pertengkaran penting-nggak-pentingku dengan Sungra.
“He? Siapa? Aku? Tidak, Na-ya. Wae?”
Oh, mati aku. Harus bilang apa sekarang?
“Anu, itu, aku…” aku menggigit bibir sedikit, bingung menjelaskannya. Ia menatapku dengan pandangan sabarnya yang biasa ia perlihatkan saat aku baru agak lola.

Tunggu, jadi baginya sekarang aku kelihatan seperti itu? Sialan -_-

“Itu, kita… pergi… berdua?” gumamku sepelan mungkin.
“Mwo? Apa, Na-ya? Aku tidak dengar.”
“Ish~ habis ini kita langsung memisahkan diri dari mereka, arasseo?” tak tahu setan dari mana, aku langsung membisikinya seperti itu. Begitu saja. Ia membulatkan matanya yang tajam dan mengangkat alisnya.

“Oke, boleh.” katanya sambil mengangguk tanda setuju. Aku tersenyum senang dan –tanpa sadar, tentu saja—mencium pipinya sekilas.

Miho’s POV

Aaaaaah, bisa gila aku kalau naik wahana-wahana menyeramkan seperti tadi. Harusnya Hyunjoon tahu kalau aku gampang mual, tapi kenapa ia malah mengusulkan naik wahana-wahana itu? Dasar, sepertinya sejak pacaran dengan Kyuhyun, kadar evilnya makhluk itu makin menjadi saja. Menyebalkan.

“Jun-kun~” rengekku ke Matsujun. “Nanti setelah ini jangan naik wahana-wahana yang aneh-aneh ya, jebal~ aku ini gampang mual, bisa-bisa aku muntah melulu di sini.”
Matsujun mengangguk kecil. “Arasseo,” katanya. “Kalau mereka masih mengajak kita ke tempat seperti itu, kita tolak saja, ya? Lebih baik kita berkeliling theme park ini berdua. Arachi?”
“Ne!” aku tersenyum senang dan puas. Sudah terbebas dari wahana-wahana mengerikan itu, bisa berduaan dengan Matsujun, pula. KYAAAA~ 😄

——————————————

YAK
Ini masih to be continued ya~ awalnya mau saya bikin date-nya semua couple ada di sini, tapi kok ribet -_- jadi Part 5 ini bakal ada 5 part juga *halah*. Urutan couplenya? Ah rahasiaaaa~ (bilang aja belum nentuin)

Terus, jeongmal mianhae buat Raena eonni, Hyunjoon eonni sama Ayako yang udah nungguin dari jaman dinosaurus masih hidup (?). Saya baru masa ribet-ribetnya masuk SMA, mana 2 hari ini harus tes aksel (nyoba doang, lebih tepatnya dipaksa, sih).

Dan untuk part selanjutnya… kayaknya masih lama *digebuk* ampuuuuun, saya usahain secepatnya, ara? 😄

Advertisements

10 thoughts on “Team 2-5 [Part 5]”

  1. okeeeee saya komeeeeeeeen 😄
    per pairing dulu ah :3
    1. hyukko
    AHAHAHHAHAHAHAHHAHA 😄 *plak!
    kasian bangeeeeeeet nge date berdua kagak terwujud! 😄
    unyuk siih ngasih tau sama semuanya kalo menang undian(?) hhahaha 😀
    ngakak deh liat pasangan ini, menderita nya lucuuu #ditendanghyukko

    2. kyujoon
    =___=” kalian mau bunuh anak orang he? itu mau dibawa pulang semua kayaknya mainan disana (-_-“)
    tapi boleh juga nih, pikirannya sama 😄 janganjangaaaaann.. (???)
    tapi itu.. kyu pernah satu klub sama seung? klub apaan?? hhahha 😀

    3. mitstujun
    no comment *plak!
    aigooo.. mesranyaaa :3
    jadi iriiiii 😄

    4. taera
    kalian penghuni lotte kah? ihihihi X3
    tapi cuek banget (.__.) orang seru”an dia malah dengerin lagu berdua, unyuuuu #cubitinsatusatu 😄

    5. nahyun
    hmm.. itu kenapa saya main sosor anak orang? untung cuma pipi (.__.) hhhhaha 😄
    tapii… seung ngerti saya sedikit lola kah? aaaaah aib (“-_-)
    jangan panggil jagiii(?) *plak!

    komen buat ceritanya
    bikin ngakaaaakkk!! XDD
    cerita ini fresh bener saeng 😀 kerenkerenkeren! 😄
    onnie jadi penasaran nih gimana sih mereka nge date nya 😄 hahahha 😀
    part berikutnya selalu ditunggu kapan saja :3
    jadii.. SEMANGAT! ^^
    DAEBAK!! 🙂

  2. 1. Oversized t-shirt itu kayak yang dipake Sully pas di hot summer itu bukan sih? ._. #pertanyaanpenting #authorharusjawab
    2. Ck, Matsujun minta dilempar sepatu ternyata. Lagak lu selangit, bang! -_-
    3. Ini lagi si Hyuk, ngeloyor aje masuk rumah orang nggak permisi -_-
    4. “Ayako di sana tuh, nggak usah ngurusin kita bisa kan?” eh nantang ya dia, pengen aku sumpel kaoskakinya si Hyuk tuh si Matsujun -_-
    5. Hyuuuuuk, transport aja pake nebeng segala siiih T,T Nebengnya sama kembaran si Ayako lagi, kan nggak elit banget gitu loh ._.

    Sungraaaaa, segini dulu ya bayar utangnya?~ insyaallah besok lanjut lagi kok~ Mianhae ._.v *aku kirimin goodnite kiss dari Taemin nih :* *

    1. 1. yup! tapi, kerahnya… tergantung fad aja sih :p mau yang tinggi apa rendah kayak sulli? :B
      2. hooh, minta digebuk. mentang mentang kakak yaaaaa -____-”
      3. hyuk mendadak sopan? apa kata duniaaaa? *eh
      4. hooh! AYO SUMPELIN! SUMPELIN! *semangat *pengen liat*
      5. uangnya habis buat mbeliin ayako albuuuuum .______.

      okeeeeeeiii~ gakpapa kok aya chaaaan :p
      gomawoooooo 😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s