[One-Shot] ‘Oppa’?

Title: ‘Oppa’?
Genre: Romance, fluff, comedy
Rating: PG-15 <- tumben
Character: ECIEEEEE *hah?*

A short story or a long story, it depends to the author~ (?) *racetho
Intinya seperti biasa, fic ini nggak jelas -_- kekekeke *lho

“Min-ya~” panggil Sungra.
“Hmm? Wae Ra-ya?” gumam Taemin tak jelas dari balkon seberang. “Belum tidur? Besok masuk lho, hari Senin.”
“Iya iya, itu juga aku tau~” kata Sungra. “Anu… YA! Aku mengajakmu bicara, tahu?! Kenapa malah fokus ke komik?”
Taemin menutup komiknya dan menatap yeoja yang berada di balkon seberang. “Ya mau gimana lagi? Aku ke sana?”
Tanpa menunggu persetujuan Sungra, Taemin langsung memanjat pohon besar di depannya dan semenit kemudian ia sudah berada di balkon itu, tepat di depan Sungra.

“Aish, bisa pakai cara biasa, kan?” protes Sungra sambil membersihkan ranting-ranting dan dedaunan kering di rambut Taemin. “Kalau kau jatuh gimana?”
“Mana boleh kalau lewat pintu? Ini sudah jam berapa, Lee Sungra~ dasar babo.”
Sungra melirik layar ponselnya. “Jam… setengah 11… ehehehe.” yeoja itu cengengesan nggak jelas.
“Tuh, kan? Mana mungkin aku dibolehin masuk rumah anak gadis jam segini?” Taemin menggelengkan kepalanya gemas lalu menyeret Sungra agar duduk bersandar di dinding balkon, tepat di sebelahnya.

“Jadi, mau ngomong apa?” tanya Taemin setelah mereka duduk.
“Mm? Itu.” lagi-lagi yeoja itu menggantung ucapannya. “Taemin oppa… boleh aku panggil begitu?”
Si namja menghela napas dan merangkum tangan yeoja di sampingnya. “Kenapa harus pakai oppa?”
“Cuma pengen.” Sungra tertawa kecil.

“Kalau begitu, nggak usah pakai oppa ya, Ra-ya?” tangan Taemin bergerak merangkul pundak Sungra dari belakang.
“Mwo? Waeeeeee?” tanya Sungra agak heran. “Kamu nggak suka dipanggil oppa?”
“Bukannya nggak suka, tapi… ah, susah ngejelasinnya!” namja itu menggaruk kepalanya. “Nah! Begini saja! Ra-ya, kamu masih inget nggak sejak kapan kamu memanggilku Min-ya?”
Sungra mengerutkan keningnya. Ini sudah malam, otaknya sudah agak nggak sinkron kalau diajak berpikir yang susah-susah.
“Sejak kapan, sih? Umur 4 tahun?”
“Ne! Anak pintar~” kekeh Taemin sambil mengacak rambut Sungra. “Terus ingat nggak, kenapa kau bisa sampai memanggilku seperti itu?”
Yeoja itu mengangguk sekilas. “Mm, sepertinya iya. Sedikit.”
Taemin tersenyum kecil dan menyandarkan kepalanya di dinding. “Coba ceritakan untukku, Ra-ya. Kalau ada yang kurang nanti aku tambahkan.”

Maka si yeoja mulai merunut apa yang terjadi pada hari itu, entah berapa belas tahun yang lalu.

Seorang anak perempuan memantulkan bola karet ke lantai dengan wajah bosan. Sedari tadi matanya terus melirik ke arah eommanya yang sedang sibuk dengan si empunya rumah yang juga sahabat dekat beliau di masa sekolah dulu, melepas rindu setelah beberapa tahun terpisah.
Sekarang keluarga teman dekat eomma gadis cilik itu sudah menetap di kompleks ini sejak beberapa hari yang lalu. Dan entah kebetulan atau tidak, rumahnya berada tepat di sebelah rumah gadis itu.

Kembali ke si yeoja. Ia menghampir eommanya lalu menarik bajunya pelan hingga beliau menoleh ke arahnya.
“Tunggu sebentar ya sayang, eomma masih mengobrol dengan Jein ahjumma~” kata wanita umur awal 30-an itu begitu menangkap isyarat ayo-pulang-eomma dari anaknya. Anak itu langsung cemberut.

“Sungra main dengan anak ahjumma dulu, ya?” Jein ikutan membujuk. “Biasanya sebentar lagi ia pulang bermain…”

BRAK
Pintu rumah terbuka lebar dan seorang namja kecil langsung ngeloyor masuk tanpa banyak omong.
“Taemin-ah, ini ada teman eomma, kenapa langsung masuk begitu saja?” tegur Jein. Anak itu langsung berbalik arah menuju eommanya dengan sikap malas-malasan.

“Nah, Saehee-ah, ini anak keduaku. Umurnya kira-kira sama dengan Sungra. Namanya Lee Taemin.” Jein memberi isyarat pada Taemin untuk menunduk. “Taemin, ini teman eomma, panggil saja Saehee ahjumma, ya? Dan yang di sana itu anak Saehee ahjumma, namanya Lee Sungra.”

“Taemin-ah, temani Sungra bermain ya?” pinta Saehee. Taemin diam, tapi tetap berjalan ke arah Sungra yang masih sibuk sendiri dengan bolanya.
“Eh?” gumam yeoja itu saat melihat seorang anak yang tak dikenalnya tahu-tahu berada di hadapannya. Dan bukannya mengatakan sesuatu, anak itu malah mengambil bola dari tangannya lalu berjalan keluar lewat pintu depan.

“Ya! Itu bolaku!” teriak Sungra tak terima. Ia langsung berlari menghampiri Taemin yang sudah berada di halaman depan.
“Igeo.” Taemin melempar bola itu ke Sungra yang menangkapnya dengan raut heran. Semenit kemudian, ia tersenyum mengerti dan balas melempar bola ke Taemin.

“Ayo main, Min-ah!” ajak gadis itu riang. Tapi bukannya menangkap bola, Taemin malah diam.
“Eh? Min-ah, tangkap bolanya!”
“Min-ah?” gumam Taemin dengan wajah tidak enak.
“Ne! Habis Taemin-ah kepanjangan sih~ nggak suka ya?”
“Tapi Min-ah terdengar seperti Miina, aku kan namja!” rajuk Taemin dengan alasan polos.

Sungra tertawa sebentar begitu sampai di bagian itu. “Kalau kau bisa melihat wajah cemberutmu dulu pasti kau akan tertawa, hahahahaha~”
Taemin tampak agak salah tingkah. “Y-ya! Jangan dibahas!”
“Ahahahaha, pipimu menggembung dan alismu bertaut. Lucu sekali~”
“Ra-ya, jangan bilang aku harus menggunakan cara Seunghyun-hyung.”
“Your pouty lips, aigo~ huahahahaha–hmpft!”

“And that was how the pouty lips taste, Ra-ya.” kata Taemin sambil memajang evilsmirk. “Makanya jangan nakal~”
Sungra tersenyum masam. Untung saja penerangan di balkon itu tidak terlalu terang, jadi wajahnya yang super-merah tak begitu kentara.

“Burning red~” ledek Taemin sambil menyentuh pipi Sungra. “Ayo lanjutkan ceritanya. Aku ingin mengingatnya lagi~”

“Lalu apa?” tanya Sungra. “Hmm…”
“Sudah, panggil aku oppa saja.” usul Taemin. Sungra menggeleng.
“Kita kan seumuran, ngapain manggil kamu oppa?”
“Begini-begini aku lebih tua darimu, tahu!”
“Tahu darimana?”
“Pokoknya aku tahu! Titik! Panggil aku oppa!”
“Shirheooo~ ah, aku tahu! Min-ya saja, bagaimana?” usul Sungra. Taemin tampak berpikir sebentar, lalu mengangguk setuju.
“Boleh. Aku lumayan menyukainya kok. Panggil aku Min-ya, arachi? Dan hanya kau yang boleh memanggilku seperti itu.” ujar namja itu panjang-lebar.
“Ara! Lalu… kau memanggilku apa?”
Si namja mengetukkan telunjuknya di dagu pose sok mikir lalu menjentikkan jarinya. “Ra-ya! Eotte? Sekalian biar sama, kekekeke”
“Nee! Johta!” Sungra mengangguk dan bertepuk tangan semangat. 

“Tuh kan, dulu kamu yang nggak mau manggil aku oppa, sekarang minta manggil oppa. Gimana sih~” ledek Taemin. Sungra melengos.
“Biarin~ memangnya nggak boleh?” Sungra menjulurkan lidahnya.
Tiba-tiba Taemin menggeser duduknya hingga berada tepat di depan Sungra. Lalu ia menatap yeoja itu serius dan mulai membuka mulut.

“Kau ini kenapa sih kok ngotot banget mau memanggilku pakai oppa?” tanyanya. Sungra melirik ke atas dan ke bawah sebentar, lalu menghela napas.
“Aku… aku… ingin seperti Miho.”
“Lho? Memangnya Miho kenapa? Dia manggil Matsujun pakai oppa, gitu?”
Sungra mengangguk kecil. “Terus Matsujun manggil Miho jagi…”
“Halah, karena itu?” Taemin menggelengkan kepalanya dan terkekeh sebentar. “Tapi biasanya kalau kau kupanggil jagi, kau marah?”
“Mm… kalau sesekali mungkin tak apa.” gumam Sungra sambil menundukkan kepala.
“Jinjja? Arasseo… tapi sekarang coba kita tes ya…” Taemin mengangkat dagu Sungra, memaksa yeoja itu menatapnya langsung.

“Jagiya?”
Wajah Sungra langsung memerah dan ia melepas tangan Taemin dari dagunya, lalu mengipasi mukanya sendiri. Sementara itu, Taemin hanya tersenyum maklum melihat reaksi yeojachingunya.
“Ra-ya?”
Sungra mengangkat kepalanya sedikit. “Ne?”
“Jadi… kau lebih suka yang mana? Ra-ya atau Jagiya?”
“Kau sendiri lebih suka Min-ya atau Taemin oppa?”
“Aku? Jujur aku lebih suka Min-ya.” jawab Taemin tenang.
“Eh, umm, aku… aku… juga lebih suka dipanggil Ra-ya…” kata Sungra lirih.
“Berarti kita tidak perlu mengganti nama panggilan kan?” tanya Taemin lagi, mencoba memastikan. Sungra mengangguk sekilas.

Diam sebentar selama beberapa menit, sampai Taemin memulai pembicaraan.
“Ra-ya, kau tahu kenapa aku lebih suka dipanggil Min-ya?” ujarnya, lalu tanpa menunggu jawaban Sungra ia sudah melanjutkannya lagi. “Karena panggilan itu spesial. Maksudku, tidak banyak pasangan yang menggunakan panggilan spesial dengan sejarah panjang seperti punya kita ini.”
“Lagipula oppa-jagi sudah umum~” tambah Sungra sambil tertawa kecil.
“Dan lagi, karena kita sendiri yang membuatnya, jadi terasa lebih istimewa kan?” lanjut si namja. Sungra hanya mengangguk kecil.

“Tapi… kalau kau masih ingin memanggilku oppa, boleh kok kau lakukan sesekali.  Nanti kau kupanggil jagi. Begitu juga sebaliknya. Eotte?”
“Sesekali ya? Arasseo~” Sungra tersenyum lebar sampai matanya menghilang. “Omong-omong, jam berapa sekarang?”

Taemin mengerutkan kening. Pertanyaan Sungra sangat nggak nyambung dengan kata-katanya tadi, tapi tetap dijawabnya juga. “12 kurang. Wae? Sudah ngantuk? Tidur saja. Aku pulang ya~”
Ia lalu bangkit berdiri tapi ditahan oleh Sungra. “Ya, ya, jamkkaman!”
“Wae?” tanyanya heran.
“Duduk dulu, arasseo? Sebentar. Kalau ada SMS atau telepon jangan dibaca atau diangkat. Arasseo?” perintah Sungra. Ia lalu masuk ke kamarnya dan Taemin terpaksa menuruti perintah yeoja aneh itu, duduk bersila di lantai sambil menunggu Sungra datang. Ponselnya berdering beberapa kali, tapi ia menurut pada Sungra yang melarangnya membaca SMS ataupun mengangkat telepon.

Tiba-tiba ia melihat seberkas cahaya dari balik jendela kamar Sungra yang gelap, padahal setahu Taemin tidak ada lampu yang dinyalakan di sana. Lalu terdengar suara Sungra yang menyanyi pelan,

“Saengil chukhahamnida, saengil chukhahamnida, saranghaneun uri Taemin, saengil chukhahamnida~”
Sungra keluar lewat jendela-pintu (?)nya dengan membawa cake kecil lengkap dengan lilin di atasnya.
Dan Taemin langsung teringat kalau sekarang tanggal 18 Juli. Hari ulang tahunnya. Ia buru-buru berdiri dan menghampiri Sungra yang masih membawa cake itu.

Sungra mengulang lagi lagunya, “Saengil chukhahamnida, saengil chukhahamnida, saranghaneun u… eh, nae Taemin, saengil chukhahamnidaaaaa!”

“Jadi karena ini kau mengajakku bicara sampai selarut ini? Nappeun yeoja!” ia menjitak kepala yeoja di depannya pelan sambil terkekeh karena mendengar yeoja itu menyelipkan kata ‘nae Taemin’ di lagu keduanya.
“Ya! Appo! Ayo cepat tiup lilinnya, keburu mati! Anginnya kencang! Tanganku pegal!” perintah Sungra.
“Iya iya, sabar~” ujar Taemin. Ia lalu memejamkan matanya sebentar dan meniup lilin itu.
“Happy 18th (international age xp) birthday Taemin oppa~” Sungra tersenyum lebar. Ia menaruh cakenya di pinggir balkon. “Ayo dimakan!”
“Gomawo jagiyaaa~” Taemin memeluk Sungra sekilas lalu mengambil kuenya. Cake kecil dengan cokelat beku yang melapisinya, dan whipped cream sebagai dressing. Lengkap dengan sebuah lilin di tengah, dan 5 batang pocky di sekelilingnya.
Selain itu ada juga namanya di sana (Taemin tahu, Sungra menulisnya sendiri pakai deco-pen, kelihatan dari bentuk tulisannya yang agak berantakan dan mirip tulisan Sungra) dan…
Ada gambar hati kecil di sebelah namanya. Taemin tertawa senang dalam hati, lalu melirik Sungra yang bersikap seolah tidak tahu apa-apa tentang gambar hati itu. Atau mungkin dia belum sadar kalau Taemin melihat gambar hatinya? Kekekekekeke

“Jadi, apa hubungannya ini sama melarangku membaca SMS, huh?” tanya Taemin sambil mencolek sedikit krim cake itu. Manis.
“Ehm, biar tetap aku orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun…” jawab Sungra agak gugup.
Taemin tersenyum kecil. “Oh, geurae? Omong-omong… mana hadiahnya?”
“Mwo? Ya! Itu hadiahmu!” Sungra menunjuk birthday cake kecil di tangan Taemin.
“Masa’ cuma ini Ra-yaaa~” Taemin merajuk.
“Aish, sudah untung kuberi cake.” cibir Sungra. “Padahal aku sudah susah-susah membuatnya, tahu.”
“MWO? Jeongmalyo? Ini kau buat sendiri?” mata Taemin langsung terbelalak.
“Kalau iya memangnya kenapa? Jelek ya? Ya maaf, baru kali ini aku membuat cake seperti itu. Meski dibantu Raena, sih.”
“Aniyo~ bagus kok. Pasti enak.” puji Taemin tulus.
“Aaaaaah sudahlah! Makan kuenya!” Sungra memalingkan mukanya yang bersemu merah mendengar pujian Taemin.
“Iya deh, mau nggak Ra-ya?” tawar Taemin.
“Itu punyamu, habiskan sendiri Min-ya.” Sungra menolak dengan halus sambil mengangsurkan sendok plastik. “Igeo. Habiskan, nanti buang sampahnya yaaa.”

Si birthday boy mulai memotong chocolate cake itu, lalu memakan sesuap.
“Mashitaaaa!” katanya senang. “Sering-sering bikin dong! Ra-ya, kau harus mencobanya sendiri!”
“Shirheo~ kan sudah aku bilang, itu punyamu~” lagi-lagi Sungra menolak.
“Ya! Uri sikshin nggak usah sok-sokan begitu, ayo buka mulutmu.” Taemin menyorongkan (?) sendoknya ke depan mulut Sungra. Tapi ia tetap menutup mulutnya dan menggeleng.
“Mau disuapi pakai sendok apa pakai ini?” ancam Taemin sambil menunjuk bibirnya sendiri. Sungra masih mengatupkan mulutnya rapat-rapat.

“Oke, arasseo…” Taemin menarik sendoknya dan bersiap melahap potongan kue itu, tapi keburu ditarik lagi oleh Sungra yang langsung memakannya dengan sekali hap *mini cornetto?*
“Yah, nggak jadi deh…”gerutu Taemin. Sungra mendelik kesal.
“Apa maksudmu, ha?”
“Eh, aniyooo~” Taemin menggeleng cepat begitu yeoja di sebelahnya memelototinya ganas. Lalu ia menangkap (?) sosok (???) 5 batang pocky yang bertengger di atas choco cakenya, dan tiba-tiba satu ide terbit begitu saja.

“Pocky rasa apa itu Ra-ya?” tanya Taemin.
“Eung? Molla. Raena yang memasangnya. Makan saja sendiri biar tahu rasanya.” jawab Sungra seadanya (padahal kan dilihat dari warnanya juga bisa -_-)
“Ra-ya cobalaaaah~” rengek Taemin, tanpa basa-basi memasukkan (?) pocky entah-rasa-apa itu ke mulut Sungra.
“Ya! Jangan sembarangan! Nanti aku tersedak gimana?”
“Aish~ rasa apa?” desak Taemin lagi, tak mempedulikan aksi protes Sungra.
“Choco banana.” jawab yeoja itu kesal.
“Jeongmal? Aku mau~”
“Ambil sendiri, makan sendiri. Gitu aja kok repot.” gerutu Sungra sambil menghabiskan pocky di mulutnya.

“Nih, lagi.” Taemin menyodorkan sebatang lagi ke Sungra yang langsung memakannya tanpa curiga. Taemin tersenyum kecil. Satu pocky lagi~
“Sudah habis? Jatahmu tinggal setengah, sisanya punyakuuu~”
“Mm, mana jatah terakhirku?” pinta Sungra.
“Kau mau yang banyak gulanya atau yang ada bagian polosnya?”
“Yang banyak gulanya~”
“Arasseo.” Taemin memegang pocky di tangannya dengan ujung bersalut gula menghadap Sungra. “Biar adil, kita makan bareng-bareng. Eotte?”
“Ne!” Sungra mengiyakan tanpa pikir panjang. Taemin tertawa dalam hati, lalu menjepit (?) stik coklat itu di antara 2 jarinya.

“Hana, deul, set!”
Dan setelah gigitan entah keberapa, barulah Sungra sadar apa rencana Taemin sebenarnya. Ia langsung menarik kepalanya tapi ditahan oleh Taemin.
“Mm? Belum habis Ra-ya~” larang Taemin (sok) innocent. Sungra akhirnya diam dan tidak melanjutkan aksi makan pockynya. Ia hanya menatap wajah Taemin yang makin mendekati wajahnya sendiri. Tanpa sadar ia menutup matanya, mengantisipasi (?) sesuatu yang akan terjadi –sepertinya.
“Kenapa kau menutup matamu?” ledek Taemin. Sungra membuka matanya kembali dan mendapati Taemin yang menatapnya dengan pandangan meledek.

Sialan, Sungra menjitak kepala Taemin dan berusaha melepaskan tangan namja itu yang memegangi lehernya, tapi gagal.
“Bercanda, Ra-ya~” ujar Taemin buru-buru. Ia segera melahap sisa stiknya hingga (sekali lagi) ia menyentuh bibir Sungra.

“Mm?” Sungra merasakan sesuatu menekan bibirnya. Lalu ia merasakan gigitan yang seperti memaksa Sungra membuka mulutnya sedikit agar ‘sesuatu’ yang menekan bibirnya itu bisa masuk. Mata Sungra membulat seketika begitu sadar apa yang sedang terjadi.
“Ya! Min-ya andwae!” ia langsung mendorong bahu Taemin menjauh. “Nggak boleh! Pasti pengaruh Matsujun-Miho ini!”
“Ra-ya~” rengek Taemin. Tapi Sungra tetap menggeleng kuat-kuat.
“Kita belum cukup umur~” tolak Sungra.
“Tapi Matsujun…”
“Matsujun ya Matsujun, Taemin ya Taemin. Namjachinguku itu Taemin, bukan Matsujun. Nggak usah niru orang lain Min-ya~ mengerti?”
Taemin mengangguk tak rela. Saat melihat binar kecewa di mata Taemin, Sungra segera menambahkan kata-katanya.
“Tunggu aku seumur denganmu dulu, eotte?” katanya.
“Jeongmal? Tapi… masih 8 bulan lagi…”
“Kau ini kenapa terburu-buru sekali?” Sungra mencubit pipi namja di depannya. “Pokoknya tunggu aku 18 tahun dulu. Arachi?”
“Ara. Yaksok?”
“Ne. Yaksok, Min-ya.” jawab Sungra sambil mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking Taemin.
“Okeee~~ erm… mianhae Ra-ya.” Taemin menundukkan kepalanya tanda meminta maaf.
“Gwaenchanha~ asal jangan diulangi lagi…” kata Sungra santai sambil mengacak rambut namja di depannya, lalu tertawa kecil. Taemin merengut kesal dan menarik telapak Sungra dari kepalanya, membuat tawa yeoja itu makin menjadi.

“Eh, sekarang jam berapa? Besok kita sekolah kan?” tanya Sungra tiba-tiba setelah tawanya berhenti.
“Jam… setengah 1…” Taemin melirik layar handphonenya. “Besok bolos aja yuk? Kita main kemana gitu. Oke?”

“Bolos? Gila! Besok ada ulangan, babo!”
“Ya tinggal susulan, gitu aja kok repot. Ya ya ya?” bujuk Taemin. “Sekalian merayakan ulang tahunku Ra-ya~”
Sungra menghela napas dan mengangguk ragu.
“Nggak apa sesekali bolos, toh kau pasti tetap pintar kok. Sekali bolos sekolah nggak akan membuatmu masuk blacklist guru-guru.” kata Taemin.
“Iyaaaa~ sekarang pulang sana. Tidur. Sudah malam.” kata Sungra sambil berdiri dan menarik tangan Taemin agar ikut berdiri juga.
“Neee~ annyeong Ra-ya, jaljjayo. Gomapta!” pamit Taemin sambil mencium pipi Sungra sekilas, mengacak rambutnya, lalu beranjak dari balkon Sungra ke kamarnya. Lewat apa? Manjat pohon lagi dong~

Sungra menutup pintu-jendela-nya dan merebahkan tubuh di kasur setelah membereskan hasil acara makan-memakan cake Taemin. Tiba-tiba handphonenya berdering.

Ra-ya angkat teleponnya! Lambat sekali sih jadi orang? Pulsaku keburu habis!

“Aish~ aku ngantuk, dasar Taemin babo.” gerutunya kesal sambil tetap meraih ponselnya malas-malasan.
“Yeobosaeyo~” gumamnya tak jelas.
“Yeobosaeyo, kau sudah tidur ya? Mian~” suara Taemin terdengar agak bersalah.
“Hampir sih. Ada apa? Hoahm~ aku ngantuk sekali.” Sungra menguap lebar-lebar.
“Anu… tadi aku lupa bilang sesuatu, Ra-ya.”
“Apa? Palli… atau kau akan mengobrol dengan suara dengkuranku.”
“Oke, oke. Ra-ya gomapta sudah menyiapkan semuanya untukku. Sampai pakai acara tanya-tanya boleh manggil oppa atau nggak, buat ngulur waktu ya? Pokoknya gomawo Ra-ya, nan neomu johaaaa!”
Kantuk Sungra hilang seketika. “Eh, cheonmaneyo, na, nado, eh, Min-ya.”
“Tunggu hadiah ultahmu 8 bulan lagi ya Ra-ya~ kekekeke” Taemin tertawa, evillaugh ala Kyuhyun. Perasaan Sungra langsung berubah tak enak.
“Mwo? Apa maksudmu Min-ya?”
“Aniyo, bukan apa-apa. Tidur sana. Jaljjayo.”
“Mm, neodo. Jaljjayo Min-ya, annyeong.”
“Ne~ eh, tunggu, apa masih ada yang ingin kau katakan?”

Diam beberapa menit. Sebenarnya Sungra ingin mengatakan sesuatu, tapi ia ragu bercampur gugup.
“Ra-ya? Kau sudah tidur?”
“He? Aniyo, belum kok.”
“Oh, kukira. Jadi… sudah? Aku matikan ya. An…”
“Ya! Jamkkamanyo!”
“…”
“O, oppa saranghae.” bisik Sungra lirih.
“Mwo? Kau bilang apa Ra-ya?” jelas sekali kalau Taemin sedang menggodanya.
“Oppa saranghae! Annyeong!” tandas yeoja itu setengah berteriak, lalu ia memutuskan sambungan telepon dan menutupi wajahnya yang sudah amat sangat merah dengan bantal.

Sejurus kemudian handphonenya berdering lagi.

Ra-ya ada SMS dariku~ cepat baca, cepat balas!

Sungra buru-buru meraih handphonenya. Huaaaa, ia tidak punya muka untuk menghadapi namja itu >//////<

From: Min-ya
Dasar curang, masa’ aku belum mengatakan apa-apa sudah kau tutup teleponnya -_____-
Aku kan juga ingin membalasnya -3-
Nado saranghae jagiyaaaaa~ ^^

P.S. Besok jadi kan? XD
Kita berangkat pagi seperti biasa saja. Bawa baju ganti ya Ra-ya! Jangan lupa!
Kekekeke. Jaljjayo~
P.P.S. Sering-sering beli pocky ya ;P nanti kita makan seperti tadi XD

“MWOOOOO?”

———————————————-

JAJAAAAANG~~~ *ala UEE*
ehem, birthday fic toh? kekekekeke XP
nggak bentuk nih sumpah -_- hahahahaha lol
kenapa PG-15? err err coba liat deh adegan-adegan di atas *tunjuk* kekekekekekeke *evillaugh*
terus… comedy-nya gak tau deh, nyempil-nyempil kali ya ._____. atau malah garing? banyak fluff sih disini~~ *ditimpuk readers* 

Advertisements

17 thoughts on “[One-Shot] ‘Oppa’?”

  1. yuhuuuuu~
    Masuk gak ya komennya, hehhe X)
    komen dikit dulu ya saeng :3
    aigo~ saengil chukkahamnida taemin-ssi ^^
    udah gede yaa bisa..hmm.. yaah yg kayak dijelaskan di ff ini XD
    sukaaa deh sama kalian berdua XD ff ini juga XD

    1. komen lagiii :3
      lucu deeh cerita waktu kalian kecil X3
      terus panggilan ‘oppa’, kok kayak agak nggak cocok sama muka polos bin imut kayak taemin ya? .___. #ditendang
      jadi pengen nitipin Jinho sama kalian(loh?)
      semangat buat sekolah sama kegiatan lainnya ya saeng ^^

    2. masuk kok eonn, cuma kedobel :p
      neee, gwaenchanha eonniii~
      mana kadonya? *lho *yang ultah siapa*
      udah bisa… err… itu kan itu anu… efek itu lho… *halah
      gomawo eonni aaaaaah *hug

  2. Krik Krik krik #telatcomment

    Hahhahahahhhha ->>> lho ???
    Ini masalah paling nggak penting saeng
    Onn yakin 1500000000% yang punya masalah panggilan oppa kayak gini ya cuma TaeRa XD hahahaaaaa
    Awalnya udah ada clue di Ff sebelumnya kan yaa ?
    Yang taemin merinding pas dipanggil oppa?? #benernggak

    Pas membersihkan ranting saeng, onn ngerasa kayak ….. Taemin habis berkebun :p ehehehhegwg

    Pas makan pocky …. No comment lah
    Sekarang onn percaya sama kemampuan saeng buat bikin Ff ratingnya PG 15 =p
    Onn aja nggak sanggup buat saeng
    Takut kebablasan #ehsalah
    Maksudnya takut salah
    Kan belum pernah #eaaaaaaaaaaaaaa

    Ke bawah bawah, Ntah kenapa
    Taem tampak lebih mesum :p #diinjeksungra
    Tapi nggak papa lah
    Namanya juga maknae kan ya ??
    Maklumim aja #PLAAAAAAK

    Suka suka bagian PG nya saeng, nggak jorok tapi ngena 😀 #serius

    1. gwaenchanha eonniiii xp

      dateng2 langsung ketawa -____-
      iya, gakpenting ya? namanya juga taera, yang penting jadi nggak penting, yang nggak penting jadi penting -_-
      tapi itu kan yang buat project eonn hehehehe bukan yang dipublish di sini –yah, meski in the end tetep tak publish disini haha–
      heem, yang bagian itu~

      dia namjachingu ngerangkap tukang kebunnya sungra kali ya .-. huahahaha

      mmmm beneran gaada komen?
      hasyah, kebablasan kemana hayo eonn? :p
      kalau saeng biasanya adaptasi dari komik/ff lain/novel/reality show, dll. kalau ngelakuin…. -__________________________-

      kalau polos mulu gaasik *eh
      hahahahahaha, sesekali juga dia rada mesum gitu xp
      biar seruuuuuu~~~~ kekekekeke

      PG itu belum jorok eonn, NC baruuuuuuu~~~
      *plak *digebuk

      1. jelas ketawa orang lucu saeng #ditimpuk XD

        kebanyakan kata penting,. tidak efektif, coret #alagurukiller #teringatmasasmp XP

        ff project ? project apa saeng ? lomba lagi kakh ??? 😮

        uwooooo durahaka #abaikan nanti taem denger saeng ditalak lho #eh hahahahaaa

        beenr saeng, itu … nggak jelas tapi onn malah paham coba >///< hahhaahhaaaa
        kebablasan malah jadi gaje saeng XD
        reality show ? emang ada saeng ?? O.o

        takdir kkalian tu polos saeng, terima aja #evilsmirk
        sesekali saeng ?? ati ati … ntar ketagihan #eh kayak hyuk sama aya hahahhhaaa

        NC itu nggak jorok saeng … tapi …. frontal banget :3 hahhhaaa

        1. -____________________- jahaaat *eh

          woh, jadi inget guru b indo saeng yang kayaknya…sama killernya sama guru eonni ._.

          yang kita mau kolaborasi itu lho eonn, masa’ lupa .______.

          nggak papa kok, kan saeng tau cara ngejinakin (?) taemin XP
          kasih banana milk udah diem kok *plak

          HUOOOOO pikirannya eonn berartiiiiii *plak
          ada mah eonn… WGM :p

          gak mauuuu, saeng bosen jadi si polos -_-
          taemin aja yang poloooooooos~
          hmm, jangan deh, gabungan polos sama agak gak polos aja XP

          yeeee, sama aja mah -__________-

  3. Aih aih aih, Sungraaaaa XD *toel Sungra*

    Ini belum selesai bacanya, jadi comment segini dulu ya~ Cuma survey kok aku~ Besok rusuh beneran~ 😀

  4. taemin, rada ga cocok di panggil oppa -_- aku aja manggil taemin pasti pake “nak” terus ujungnya -_- *berasa tante-tante
    aeee, pervtae >,.<
    si taemin, terharu dikit kek di rayain gitu pas tengah malem, kok kamu ga nagis terharu gitu -_-
    pas sungra bilang saranghae ituh, unyuuu banget, sesuatu gitu :3

    1. dibikin cocok deh ._. waaaaaah berarti kamu berjiwa ajummaaaaaaa *plak *minta digampar
      diajarin hyukjae dia -_- makanya jadi gitu -_-
      taemin nangis terharu… *bayangin *gagal *malah ketawa*
      aaaaaa :3 iya, soalnya sungra unyu *pede *dilempar batu bata*

  5. Yaaaampuuuuuun!
    Meleleh! Oke. Taemin. Sudah. Besar.

    Astaga ini jaman rambut dia yg kaya gimana?
    Masih jamur? XD
    Astaga! Oke. Taemin. Sudah. Besar. Sekali.

    XD XD XD

    Ini so sweetnya ngena banget.

    Astaga dr semua cerita bikinan kamu, aku paling nyaman sama diksinya sebenarnya, simpel, khas korea tp kesan percakapan indo ny jg ada gitu. Jadi santai bgt bacanya.
    Trus nilai plusnya banget. Semua momen sama kata-kata ditiap dialognya itu manis -sangat- menurutku.
    Trus momen2nya tu ga berlebihan, pas lah sesuai umur. Four thumbs ya! (y)
    XD
    Ya menurutku gaya penulisan kamu emang beda banget. Ciri khasnya ada. Wihhh~~
    Jadi salah satu author yg ff kusuka *kripik?* deh
    Daebaklah. Sukses buat cerita-cerita lainnya yaa.

    Aku mau baca yg lain-lain. Hihi XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s