[One-Shot] Chukhahae!

Title: Chukhahae!
Genre: Friendship
Rating: G
Character: siapaajaboleh *ditendang*

berhubung joon eonn gak bikin after storynya Geotjjimal dan saya bener2 gatel pengen bikinin, jadi… ya sudahlah hehehehe 😄

Aku memandangi benda kotak berbahan kertas tebal mengilap berwarna biru bercampur putih pastel di tanganku, lengkap dengan aksen pita di ujungnya. Benda itu baru saja datang –via pos kilat–  dari Jepang.
Bisa ditebak kan apa benda itu? Tepat sekali, undangan pernikahan. Tapi seingatku tidak ada temanku yang tinggal di Jepang, mungkin kecuali… Hyunjoon? Tapi, yang benar saja? Sejak dia pindah ke Jepang kami tak pernah saling kontak –yah, sebelum dia pindah, entah kenapa pelan-pelan status kami berubah jadi teman akrab– karena sepertinya ia mengganti nomor handphonenya. Untuk menghindari Kyuhyun, mungkin?

Perlahan kubuka plastik pembungkus (?) undangan itu dan kukeluarkan isinya. Kuamati cover depan undangan ini. Mati aku, undangan ini pakai bahasa Jepang, mana aku mengertiiii -____-
“Ada apa? Dari siapa Ra-ya? Bukan paket bom, kan?” tahu-tahu terdengar suara dari belakangku. Aku menoleh dan mendapati makhluk itu berjalan menghampiriku dengan wajah sembap kebanyakan tidur.
“Bukan lah, memangnya ini di mana…” aku menutup pintu rumah perlahan, masih dengan undangan itu di tanganku. Taemin merebutnya dari tanganku dan ganti mengamati isinya. Aku diam saja sambil memperhatikan namjachinguku –ya, statusnya MASIH namjachinguku dan tidak, dia tidak tinggal di rumahku, hanya menginap saja karena disuruh orang tuaku– yang sedang sibuk menerjemahkan kata-katanya satu-persatu. Bagaimana mungkin aku bisa lupa kalau makhluk ini ahli Bahasa Jepang? =_=

“Whoaaaa~” itu respon pertamanya begitu ia sudah selesai membaca isinya. Aku membulatkan mataku heran.
“Waeyo Min-ya? Isinya apa?” tanyaku penasaran.
“Hyunjoon akan menikah!” jawabnya. Uhuk. Yang benar saja? Tapi, tapi, tapi… dengan siapa? Dengan Changmin? Atau namja lain? Apa Kyuhyun tahu? Bagaimana reaksinya? Seingatku sejak Hyunjoon pergi 5 tahun yang lalu ia jadi sering uring-uringan karena yeoja itu. Yah, penyesalan memang datang terlambat — dan aku masih sering menyayangkan hal itu setiap melihat tingkah Kyuhyun yang tidak jelas.

“M-Mwo? Dengan siapa?” aku cepat-cepat mengambil tempat di sebelahnya dan mengamati bagian dalam undangan itu. Sialan, aku tertipu, ternyata di dalamnya selain bertuliskan huruf hiragana, katakana dan kanji juga bertuliskan huruf hangul -____-
“Dengan… Kyu… hyun?” gumamku tak percaya. Sekali lagi kubaca ulang tulisan di undangan, kali ini dengan telunjuk untuk meyakinkan kalau aku tidak salah baca. “Tapi… tapi… bukannya…”
“Ne Ra-ya, dengan Kyuhyun.” gumam Taemin tak kalah kagetnya. “Lalu Miho…?”
“Bukannya Miho sekarang di Jerman? Kupikir setelah insiden kepergian Hyunjoon ke Jepang, jarak antara Miho dan Kyuhyun makin merenggang Taemin-ah, kau tahu?” ucapku sambil (sekali lagi) meraih benda itu dan membolak-baliknya. Tanggal 3 Desember… hmm, masih lumayan lama. Ini masih pertengahan November. Dan untung sekali mereka akan menikah di Korea, bukan di Jepang. Dengan begini aku tidak perlu repot-repot mengatur segala sesuatu kalau mau datang ke pernikahan mereka. Tidak perlu mengurus visa, memesan tiket, bingung menyewa hotel dan sebagainya.
Tapi tetap saja masih ada satu hal yang mengganjal. Sejak kapan mereka dekat lagi?

“Sepertinya Kyuhyun sudah berhasil memperbaiki semuanya, Ra-ya~” gumam Taemin. Aku mengangguk tanpa mengalihkan perhatianku dari undangan itu. Ada beberapa foto pre-wedding 2 orang itu di sana. Hyaaa~ wajah mereka bahagia sekali. Aku jadi iri, beneran deh -_-” apalagi kalau mengingat seperti apa hubungan mereka 5 tahun yang lalu. Aku jadi terharu T_T.
“Ra-ya? Ra-ya? Kenapa melamun?” suara Taemin memecah lamunanku. Aku menggeleng cepat dan langsung meletakkan undangan itu di sebelahku.
“Ani… aku hanya teringat dengan kejadian-kejadian 5 tahun yang lalu.” ujarku sambil merapikan hiasan pita satin biru muda itu. “Aku… aku dulu kejam sekali ya Min-ya?”
“Hmm, bagaimana ya? Memang sih agak kejam, tapi kan sebenarnya maksudmu baik, meski cara penyampaiannya salah.” Taemin mencubit pipiku cepat. “Dan mungkin kalau kau nggak melakukannya, Kyuhyun nggak akan pernah sadar –mungkin sampai sekarang. Semuanya kan berjalan sesuai takdir Ra-ya, tak perlu disesali. Semuanya pasti berujung ke arah yang paling baik Ra-ya, seperti dua orang ini…” ia mengakhiri kata-katanya dengan menunjuk foto Hyunjoon dan Kyuhyun di balik sampul belakang undangan.

“Tapi apa aku pantas datang ke pernikahan mereka?”
“Tentu saja, kalau tidak, buat apa mereka mengirimimu –eh, kita– undangan?”
“Tapi, tapi…”
“Dengar Ra-ya, aku tahu kau masih merasa tidak enak karena tindakanmu dulu. Sekarang, caramu memperbaikinya adalah dengan datang ke pernikahan mereka dengan wajah bahagia dan doa untuk mereka. Jangan mengecewakan orang yang sama dua kali Ra-ya, mengerti?” kata Taemin panjang lebar sambil memegang bahuku, memaksaku untuk menatapnya. Aku mengangguk pelan, membuatnya tersenyum senang dan mengacak rambutku sekilas.

“Anak pintar~ sekarang, apa dresscodenya? Ayo siap-siap untuk pestanya Ra-ya~”
MWO? Kenapa dia malah lebih excited dengan  task belanja daripada aku? Dasar abnormal -_-

—–

Akhirnya aku berhasil menemukan pintu penting ini. Pintu dengan tulisan ‘Bride’s Room’ di atasnya. Ruangan untuk mempelai wanita, hmm? Dan sudah pasti di dalamnya ada Hyunjoon, ya kan?
Aku menarik napas dan mengetuk pintunya perlahan. Aku tidak memberi tahu Hyunjoon tentang kunjungan tiba-tibaku ke ruangannya beberapa menit sebelum prosesi pernikahan berlangsung, kuharap ini bisa jadi semacam kejutan baginya. Semoga.

KRIEEET
Pintu kayu itu mengayun terbuka dan wajah seorang yeoja cantik tersembul dari dalam. Bukan, dia bukan Hyunjoon. Aku memang sudah lama sekali tidak bertemu dengannya, tapi aku tahu persis kalau dia bukan Hyunjoon.
“Erm, maaf, ada keperluan apa?” tanya yeoja itu dengan logat yang terdengar aneh. Seperti, hmm… orang Jepang?
“Eh, itu, anu… saya teman Choi Hyunjoon, mempelai wanitanya.”  jawabku cepat. Tanpa mengatakan apapun, yeoja itu tersenyum kecil dan membukakan pintunya lebar, lalu mempersilahkanku untuk masuk ke dalam. Aku menurut dan mulai melangkah masuk.

Suasana di dalam bisa dibilang rama dan agak berantakan. Ralat, sangat berantakan. Kotak make-up terbuka dan peralatannya bertebaran di sekitar meja rias. Beberapa buah gaun dengan model mirip terpasang di torso yang tersebar di beberapa titik. Lalu ada beberapa orang yeoja kecil dengan dress pink lembut –mungkin mereka para pengiring pengantin– yang masih dirias. Di mana Hyunjoon?
Aku melangkah dengan hati-hati. Maklum, aku jarang pakai heels, jadi jangan salahkan aku kalau aku masih agak canggung dan belum terampil berjalan -_-”
“Maaf, mana mempelai wanitanya?” tanyaku pada yeoja yang membukakan pintunya tadi. Dilihat dari penampilannya, sepertinya ia seorang bridal make-up artist.
“Di sana,” yeoja itu menuntunku melewati bungkusan-bungkusan tidak jelas (mungkin isinya sepatu-sepatu cadangan) dan menunjuk ke arah 3 orang gadis yang duduk berhadapan. Satu yang memakai wedding dress itu pasti Hyunjoon, dan yang lainnya… entah siapa, aku tidak tahu.

Aku berjalan mendekati 3 orang itu bersama si yeoja-make-up-artist (berhubung aku belum tahu namanya). Entah kebetulan atau apa, Hyunjoon tiba-tiba menoleh ke arahku. Matanya melebar, mungkin sedang berusaha mengidentifikasi siapa gerangan orang yang sedang berjalan mendekatinya, dan sejurus kemudian senyum 3 jarinya yang biasanya sudah terpasang di wajah.
“Sungra-ah!” panggilnya sambil bangkit berdiri dan menghampiriku. Aku segera mempercepat langkahku dan menyambut gesture ayo-peluk-aku dari yeoja itu, tentu saja dengan hati-hati agar riasannya tidak berantakan.
“Huaaaaa, nan neomu bogoshippeoyoooo~” katanya. Aku tertawa kecil.
“Kau benar-benar mengagetkanku, tahu? Nggak pernah ngasih kabar, sekalinya ngasih eh ternyata undangan pernikahan!” gerutuku. Hyunjoon tersenyum kecil, lalu mengalihkan pandangannya ke si yeoja-make-up-artist yang sedari tadi hanya tersenyum melihat adegan nostalgila nostalgia kami.

“Ah Sungra-ah, ini temanku, Masami Ayako. Dia yang merancang gaunku dan meriasku lhooo~” ia langsung mengenalkan kami berdua. Tuh, benar kan dugaanku?
“Joneun Lee Sungra imnida~ hehehe, kamsahamnida bantuannya tadi~” aku membungkuk sekilas. Ayako juga ikut membungkuk.
“Ne, cheonmaneyo Sungra-chan~” katanya dengan senyum lebar. Lucu sekali~ aku masih tidak percaya yeoja ini sepantaran denganku. Desainer pula.
“Nah, kalau kau akan menikah dengan Taemin besok, pakai jasanya saja Ra-ah!” tambah Hyunjoon tiba-tiba. MWO? Menikah? Aigoo~ aku bahkan belum berpikir sampai sejauh itu!

“Eh? Sungra akan menikah? Taemin? Kukira kalian sudah mendahului Hyunjoon…” Lho, lho? Sepertinya aku kenal dengan suara ini…
“Miho-ah?”

Miho? Serius? Demi apa, Miho yang ITU?
“Ne, ini aku Sungra-ah, Go Miho~” ternyata salah satu dari yeoja itu Miho. Benar-benar Miho! Apa dunia sudah terbalik? Kapan dua orang ini berbaikan?
“Eh, jeongmal? Ehehehe… kau datang ke sini dengan siapa Miho-ah? Bukannya kau di Jerman?” kata-kataku jadi aneh begini, pasti efek shock.
“Ini pernikahan temanku sendiri, masa’ aku nggak datang, iya kan Joonie-ah?” Miho menyenggol lengan Hyunjoon, membuat yeoja itu mendelik kesal ke arahnya dan dibalas Miho dengan cengiran innocent. Dasar orang-orang aneh -___-
Oke, teka-teki 2 orang tak dikenal sudah terpecahkan. Tinggal satu orang lagi~
Diam-diam aku melirik ke satu yeoja yang dari tadi diam saja setelah Miho menghampiriku. Ia mengenakan long dress putih, sepertinya ia pengiring mempelai wanitanya. Wajahnya… sulit dideskripsikan dengan kata-kata, mungkin lebih tepat kalau dibilang anggun? Soalnya ia cantik dan terlihat paling dewasa di antara kami. Mungkin jauh lebih dewasa dibanding Miho yang paling tua di antara aku, Hyunjoon dan dia.

“Nah Sungra-ah…” Hyunjoon sepertinya paham keingintahuanku. “Ini Kim Raena. Dia partnerku di rumah sakit, hehehehe. Habis kami senasib sepenanggungan sebagai sesama orang Korea di sana sih~ oh iya, dia juga pengiringku nanti.”
Yeoja itu, Kim Raena, bangkit berdiri. Bibirnya mengulas senyum kecil, lalu ia membungkuk sekilas. Aku ikut membungkuk dan membalas senyumannya.

Selesai sesi (?) basa-basi, aku mengobrol sebentar dengan Raena dan Miho. Ayako sibuk membetulkan dandanan Hyunjoon yang agak error di sana-sini karena ia terlalu banyak bergerak. Dasar makhluk hiperaktif.
“Miho-ah, kau ke sini dengan siapa?” tanyaku penasaran.
“Tenang saja Ra-ah, aku sudah tak tertarik dengan Kyuhyun lagi. Lagipula dia kan punya Hyunjoon sekarang~” Miho terkekeh. “Aku datang dengan nam–eh, bisa dibilang tunanganku. Belum resmi, sih.”
“Whoaaa, dia orang Jerman?” kali ini Raena yang nyeletuk.
“Bukan, orang Korea juga. Hahahaha~”
Rugi sekali, sudah jauh-jauh ke luar negeri ternyata dapat orang se-kewarga negaraan -__-

Pembicaraan kami berlangsung lama sekali sampai Ayako datang dan mengingatkan kami kalau sebentar lagi prosesinya akan dimulai. Aku dan Miho buru-buru pamit pergi dan beranjak pergi ke tempat upacara pernikahan akan dilaksanakan.
“Ra-ah, aku ke sana, ya?” belum sempat aku merespon, Miho sudah melambaikan tangan dan berjalan menjauhiku. Sialan, sekarang tinggal aku sendiri seperti orang hilang di sini -_-
“Ra-ya, kau ke mana saja?” tahu-tahu terdengar panggilan yang familiar di belakangku. Sedetik kemudian tanganku sudah digenggam oleh si pemilik suara yang sudah kuketahui siapa tanpa perlu menoleh dan melihat wajahnya.
“Main ke tempat Hyunjoon.” jawabku singkat. “Eung… ayo duduk. Acaranya akan segera dimulai.”
Ia menurut dan membawaku ke tempat duduk yang sudah disisakan olehnya, di barisan kedua dari depan. Kalau menurut Taemin, barisan ini khusus untuk teman-teman kedua mempelai. Hmm, terserah sajalah -_-”
Kursi di sebelah tempatku (seharusnya) duduk masih kosong. Di kirinya ada seorang namja yang berpenampilan sama –dalam artian baju– dengan kebanyakan tamu pria di sini, jas rapi. Sepertinya wajah namja itu familiar…

“Wah! Hyukjae hyung!” kata-kata Taemin memutuskan monologku. Oh iya, namja itu kan Lee Hyukjae, kakak tingkat kami semasa kuliah dulu. Sebagai sesama anggota klub street dance kampus, pantas saja kalau Taemin mengenalnya.
“Yo, Taemin-ah!” sapa Hyukjae dengan gaya (sok) hip-hop. “Dan… Sungra? Wah, kalian awet sekali pacaran, hahaha…”
Aku terkekeh canggung. “Ahahaha, sunbae bisa saja…”
“Hyung sendirian? Kasihan sekali~” ledek Taemin begitu kami duduk. Hyukjae tersenyum masam.
“Enak saja, kau pikir aku se-tidak laku itu? Nae yeoja sedang bekerja, sebentar lagi dia menyusul~”
Mwo? Hyukjae si cassanova yang (katanya) punya fans banyak tapi nggak pernah pacaran semasa kuliah (makanya aku meragukan gelarnya itu) sekarang punya yeojachingu? Hebaaaat! Aku jadi penasaran, siapa yeoja itu?

Aku melirik terus-menerus ke arah pintu masuk saking penasarannya. Tapi dari tadi yang lewat staf gedung, petugas ini, petugas itu dan sebagainya melulu -_-” jangan-jangan Hyukjae cuma berbohong?
Tiba-tiba aku melihat Ayako yang sudah berganti pakaian dengan midi dress selutut warna hijau pastel. Ia berjalan menghampiri kami, mungkin mau memanggilku? Apa Hyunjoon mencariku?

“Jagiya, neomu yeppeuda~”
MWO?
Barusan jelas-jelas Hyukjae yang mengatakan itu, dan wajah Ayako langsung memerah malu. Kebetulan macam apa ini? Demi apa? Kenapa bisa sampai seperti ini? -____-
Aku diam saja sambil memperhatikan Hyukjae yang menyuruh Ayako duduk. Ayako yang melihatku langsung mengangkat alisnya begitu berhasil mengenaliku. Awas saja kalau sampai lupa -_-
“Hoo, Aya-chan? Makhluk itu namjachingumu?” tanyaku, sekedar memastikan meski bukti tadi sebenarnya sudah lebih dari cukup. Wajah Ayako kembali memerah sebelum akhirnya dia mengangguk pelan.
“Kalian sudah kenal?” Hyukjae tiba-tiba menginterupsi.
“Sejak kapan kau mengenalnya, Ra-ya? Kenapa tidak memberitahuku?” tambah Taemin.
Aku melengos kesal. Menyebalkan sekali namja-namja ini, rasanya aku ingin menyumpal mulut mereka dengan kaos kaki atau high heelsku saja sekalian -____-

—–

Ya ampun, aku iri sekaliiiiiiiiiiiiiii!
Saat upacara tadi, Kyuhyun dan Hyunjoon benar-benar serasi. Dan sekarang, saat pestanya, mereka makin lengket saja -___- huhu aku iri, benar-benar iri TT^TT
“Ra-ya, ayo beri selamat ke Kyuhyun dan Hyunjoon,” ajak Taemin tanpa melihat bentuk (?) wajahku yang sudah entah berlipat berapa saking kesalnya melihat keserasian mereka. Ia menarik tanganku dan berjalan dengan sangat cepat ke depan ruangan tempat dua orang itu berada, membuatku kepayahan mengejarnya.
“Min-ya tunggu sebentaaaar~” aku menahan tangannya. Taemin berhenti dan menatapku penuh tanda tanya.
“Waeyo Ra-ya?”
“Kakiku sakit, kelamaan pakai high heels kayaknya. Jangan cepat-cepat~” jawabku. Padahal sebenarnya heelsnya nggak tinggi-tinggi amat dan ujungnya juga tidak runcing, hampir seperti wedges malah. Sudah kebiasaan pake flat shoes atau sneakers sih -_-“

Pelan-pelan tapi pasti, kami sampai di depan Kyuhyun dan Hyunjoon yang tampak sumringah. Wajah Hyunjoon makin senang saat melihat kami, sedangkan Kyuhyun sudah memajang evilsmirk di wajahnya. Perasaanku jadi tidak enak.
“Chukhahae Joon-ah!” aku memeluk Hyunjoon yang (lagi-lagi) memajang pose ayo-peluk-aku di depanku. Sedangkan Taemin hanya menjabat tangan Kyuhyun sebentar.
“Jadi… sudah baikan, nih? Sejak kapan?” sindir Taemin. Kyuhyun makin memperlebar cengirannya. Apa maksudnya sih?
“Sejak kapan yeobooo?” tanya Kyuhyun dengan nada manja sambil merangkul Hyunjoon dari belakang. Hyunjoon hanya bisa tersenyum masam, mungkin agak sebal dengan tingkah nampyeonnya itu.
“Kapan-kapan~”
“Omong-omong…” Kyuhyun memperbaiki posisinya menjadi berdiri tegak lagi, lalu ia menyenggol lengan Hyunjoon sekilas. Aneh, sepertinya ada pembicaraan terselubung di sini.
“Kami…”
“Menunggu…”
“Undangan kalian!”

M-MWO? Apa maksudnya?
“Undangan apa?” tanyaku. Sepertinya penyakit lolaku kumat lagi, jangan salahkan aku -_-
“Pernikahan kalian lah, babo~” Kyuhyun menjulurkan lidahnya. Krik, rasanya pipiku sudah memanas -_____-”
“Y-ya! Jangan ngawur!” aku menyenggol Taemin, minta pembelaan. Ia justru menatapku sebal sambil meletakkan telunjuknya di depan bibir.
“Ssh Ra-ya, bisa diam dulu? Aku sedang memikirkan konsep upacara kita nanti…”

PLETAK
Kupukul kepalanya dengan tas tanganku keras-keras. Seenaknya saja memutuskan, memangnya menikah itu nggak butuh persiapan apa? Mana dibicarakan di depan umum lagi, nggak tahu malu sekali sih?

Advertisements

10 thoughts on “[One-Shot] Chukhahae!”

  1. ahahahahahha 😄
    kayaknya onnie harus baca geotjjimal lengkap” nih -___-
    iyaaaa nyusul giih taera X3
    akhirnyaaaa semua ngumpul, tapi saya sendirian(lagi) nggak ada couple #nasib
    pengen buat juga ah afstor nya, tapi gimana yaaaa :7
    sungra nggak biasa pake hak tinggi? samaaaa -_____-” tapi udah mulai ngebiasain nih, asik(?)
    hhehehe
    taemin~~ ajak nikah giiih si sungra nyaaaa 😄

    1. ne, pajo! eonn harus baca nyampe abiiiiiis~
      ehm… gimana eaaaaa, nyusul gak eaaaaaa *pasang muka nyebelin*
      habis saeng mau masukin seung tapi bingung gimana caranya .___________. huhuhu mian eonniiii T^T
      bikinin aja eonn xD biar seruuuu ;p
      satu-satunya hak tinggi punya saeng cuma wedges yang frekuensi pakainya jarang banget. ada satu lagi sih, kayak sepatu sandal gitu tapi solnya tebel depan belakang. enak banget dipakai jalan2 😄 bikin tinggi seketika tanpa pegel :p
      aaaaaaaa >/////////////////< *sembunyi di belakang taem*

      1. oke, ntar onnie baca! #semangat
        nyusul aja yaaaa nyusuuuul deeeeh yaaaaaa *ngebujukin*
        hmm.. ntar mau buat afstor yg ada seung nya deh #ngarep
        hhahahha 😄
        wedges onnie cuma satu, jarang -nggak pernah- di pake, bagus sih, tapi onnie salah perkiraan, kirain nggak bakal tinggi banget, eeh malah -___-
        taemin udah pasang muka semangat 45 menuju pelaminan(?) noh! hahhaa 😄

        1. siiiip! 😄
          makanya eonn, bikinin yang taera nyusul dong :3 terus ada seung juga :p *maksudnyaapa
          kayaknya punya saeng udah kekecilan sekarang -_-
          tapi ketimbang high heels biasa (apalagi stiletto) emang lebih enak wedges kan eonn? 😮
          wuooooo masaaaa *cek muka taem* wakakakaka

        2. bikinin yang taera nyusul yaa~? hmm.. :7
          iyaaa bener banget! enakan wedges kemana” saeng -___-
          cek aja mukanya saeng, pasti tu muka udah merah putih(?) 😄

        3. aslinya punya saeng yang ‘I Do’ itu bisa jadi taera yang nyusul kyujoon lhooo :p
          heem ._. atau boots yang solnya tebel kayak ko-gal jepang itu lho eonn, kayaknya enak ._.
          yeee, tinggal dikerek dong? wakakakakak

  2. ehem ehem ehem #liraklirik 😄
    ada FF buat saya kayaknya #PEDE hhahhahhaaaa

    comment comment comment : ^^

    1. gomawooooooooooo saeeeeeeeeeeeng #terengahengah 😄
    nggak nyangka ada yang bakal buatin afstor buat FF onnie :’) #usepaermata

    2. ini harusnya judulnya ditulis TaeRa side saeng, full TaeRa ini ;3 ahhahaaaa
    baru sadar TaeRa belum nikah ckckckckc nggak iri sama onn kah ? #kibasrambut XP

    3. itu pas sungra bilang : aku kejam ya ?
    dijawab : ani ..
    sungra salah, ngomong gitu ke taem, jelas aja dibilang enggak .__. mana ada pacar nyalahin pacarnya 😄 hahahahaah
    ntah kenapa onn ngerasa itu romantis abis saeng >////////<

    9. yang paling bawah itu … namja tidak tahu aturan … ngomongin konsep pernikahan di depan pengantini wanita … nggak boleh .. nanti namanya bukan surprise dong #eh #salah 😄
    hahahahaaaa

    10. ntah kenapa satu hal yang onn dapet di sini : TaeRa couple itu POLOS ABIS ^^ hahahahaaaa
    walaupunj ada adegan kisseu di FF seblumnya
    image kalian tetap lah polos dan maknae
    tabah ya saeng 😄 hahahahaaa

    akhir kata : like usual ONN SUKA FF SAENG !! ^^
    maaf comment nya luama … banyak aral melintang #halah

    gomawo saeeeeeeeeeeeeeeeeeng ^O^ #peluksaengkencengkenceng 😄

  3. Saya……….belum baca endingnya geottjimal -____________________-

    FF ini skip dulu deh -_- *rasa bersalah muncul lagi*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s