[One-Shot] Not Again -_-

Title: Not Again -_-
Genre: Comedy
Rating: G
Character: ehm… kasih tau gak eaaaaaaa πŸ˜„

*bersin* *batuk* *sedot ingus* *digebuk*

05.50

“Sakit lagi?”
“Ne -uhuk- Min-ya~ mian aku hari ini -uhuk!- nggak masuk. Tolong izinkan ya.” terdengar suara serak dari seberang. Tanpa sadar, tangan namja itu sudah mengacak rambutnya sendiri kesal dengan ponsel tertempel di sebelah telinga kanannya. Ia bangkit dari posisi berbaringnya dan duduk di pinggir kasur.
“Ya! Neo! Gwaenchanha?” nada suaranya meninggi, kesal bercampur khawatir.
“Naega? Nan gwaenchanha, cuma flu -uhuk- biasa. -Ehem!- Dan agak pusing sedikit. Sepertinya aku nggak kuat naik motor. Hari ini juga nggak ada ulangan, kan?”

Aaaaah, bukan masalah ulangannya, babo! Yang jadi masalah itu kau!

“Min-ya?”
Namja itu tetap diam.
“Min-ya? Are you still there?”
Masih hening.
“Ya! Min-yaa?”
Ia menyerah. Suara itu benar-benar tidak enak didengar dan ia benci membuatnya menyiksa diri sendiri. “Ne Ra-ya, berhenti berteriak-teriak arasseo? Nanti tenggorokanmu makin sakit.” dan begitu menyelesaikan kalimatnya, ia langsung memutuskan panggilan dan meletakkan handphonenya sembarangan.

Sungra tak mencoba menghubunginya kembali. Baguslah, karena menurutnya, yeoja itu butuh istirahat. Sebenarnya ia masih sedikit tidak rela jika harus masuk sekolah tanpa bersama Sungra. Rasanya ada yang aneh, tahu tidak?
Tapi ia jelas tak bisa memaksa Sungra sekolah. Untung kali ini Sungra sadar diri dan kemampuan, jadi –paling tidak– ia tak perlu repot-repot mengawasi Sungra di sekolah. Yah, meski dia sebenarnya tak merasa direpotkan, sih ._.

Taemin menyibak tirai jendelanya perlahan. Tampak jendela lain di seberangnya terbuka agak lebar. Ia langsung mendecak gemas dan mengetikkan pesan di layar touch screen handphonenya dengan kecepatan kilat.

To: Ra-ya
Tutup jendela kamarmu Ra-ya~

From: Ra-ya
Mwo? Waeeee? Malas~

To: Ra-ya
Ya pokoknya tutup saja, arasseo? Kau sudah sakit masa’ masih kena angin lagi -_- kapan mau sembuh?

From: Ra-ya
Neeeeee~ tapi panas nanti -_-

To: Ra-ya
Sudahlah~ daripada kau nggak sembuh-sembuh? Yayayayaya?

From: Ra-ya
Coba lihat ke luar. Puas?

Taemin menyibak tirainya dan mendapati Sungra yang berdiri di balik jendela yang tertutup. Rambutnya acak-acakan masih dengan baju rumah lusuh di badannya, dan wajahnya lesu. Tipikal orang sakit. Begitu ia menangkap bayangan Taemin, seulas senyum tipis muncul di bibirnya, membuat namja itu merasa lega.
Yah, setidaknya Sungra masih bisa tersenyum,Β  gumam Taemin dalam hati sambil mengacungkan ibu jarinya ke Sungra yang dibalas dengan senyuman yang makin lebar. Yeoja itu melambaikan tangannya –dengan agak lunglai, maklum masih sakit.

Sedetik kemudian, tiba-tiba ponsel Taemin berdering lagi. Ia langsung mengalihkan pandangannya ke benda di genggamannya itu.

From: Ra-ya
Yaaaa, sekolah sana! Jangan bolos!

Ia terkekeh pelan sambil mengetikkan pesan balasan di ponselnya.

To: Ra-ya
Nee, aku tahu Ra-ya~
Tapi aku malaaaas -3-

From: Ra-ya
Aku tidak mau tahu, pokoknya kau harus sekolah, mengerti?

To: Ra-ya
Arra ._____.

—————

07.30

Ia melirik ke balkon di seberang kamarnya. Masih seperti tadi, jendelanya tertutup, tapi tirainya terbuka. Untung Sungra mau menurut dengannya.
Tampak bayangan Sungra yang sedang tidur-tiduran di atas kasur. Tidak sepenuhnya tidur sih, ia malah memainkan iPod Touch-nya itu. Katanya sakit -_____-

To: Ra-ya
Ra-ya, aku berangkat dulu~ kekekeke, annyeong~

Yeoja itu sibuk mencari-cari sesuatu di kasurnya, dan begitu menemukannya –yang ternyata handphone– ia langsung membaca pesan yang masuk. Beberapa saat kemudian, ganti ponsel Taemin yang menunjukkan notifikasi pesan masuk.

From: Ra-ya
Yaaaaa~ nanti aku pinjam catatanmu ya, hehehehe. Annyeong πŸ˜„

To: Ra-ya
Minum obat, istirahat, jangan main game terus. Katanya sakit -___________-”Β 

From: Ra-ya
Kan refreshing .-.

“Cish, dasar.” namja itu mendesis sebal sambil tersenyum. Aneh? Memang.

—————

08.10

Terlambat lagi, Taemin sudah tahu itu. Memang gerbang sekolah masih terbuka –toleransi 15 menit– dan ia sudah memarkirkan motornya, tapi tetap saja ia malas masuk ke kelas pertama. Sendirian masuk dan ditatap berpasang-pasang mata anak sekelas itu nggak enak, tahu?
Coba ada Sungra, setidaknya dia kan tidak terlalu mati gaya –yah, setidaknya.

Akhirnya ia memutar ke belakang gedung sekolah dan langsung menapaki tangga ke atap. Ia sudah berencana untuk masuk saat pelajaran kedua, jadi nggak sepenuhnya bolos kan?
Sesampainya di atap sekolah yang (jelas) kosong, Taemin langsung duduk di spot kesukaannya, bersandar di dekat pagar yang agak tersembunyi, lalu mulai mengeluarkan senjata-pamungkas-penghalau-kebosanan-sejuta-umat… yak, apalagi kalau bukan iPod dan earphone. Di saat yang bersamaan –dan entah kenapa, dia sendiri tidak tahu– ia juga mengambil handphonenya dari saku.

“Lho? Ngapain aku ngeluarin HP?” gumamnya, lebih pada diri sendiri. Tapi ia mengurungkan niatnya untuk menyimpan benda itu lagi saat melihat beberapa notifikasi SMS di layarnya.
“Aigoo, dasar boros~” ia tertawa begitu melihat siapa yang mengirim SMS padanya.

From: Ra-ya
Pelan-pelan Min-ya~ mentang-mentang nggak ada aku terus mau ngebut seenaknya, begitu?

From: Ra-ya
Pasti kau terlambat sampai sekolah, iya kan?

From: Ra-ya
Jangan bolos! Aku tahu kau berniat bolos kalau telat masuk! Sekarang kau di atap, di tempat yang biasanya, kan?

“Mwo? Memangnya dia ahli nujum, bisa menebak setepat ini?”Β Taemin terbahak dan langsung menelpon Sungra. Ia menunggu hingga nada sambungnya terganti suara Sungra.

“Yeobosae…”
“YA! Bolos kan? Tebakanku benar ternyata! Dasar!”
Β “Ehehehe… ampun Ra-ya~ cuma jam pertama kok, nanti jam kedua aku masuk~”
“Jeongmal?”
“Neee, jeongmal!”
“Arasseo, pokoknya awas kalau nanti ternyata kau tetap membolos. Akan aku tanyakan ke Ayako atau Hyunjoon.”
“Sudah minum obat?”
“Ya! Jangan mengalihkan topik! Aku sedang memarahimu, tahu?”
“Aku hanya bertanya kau sudah minum obat atau belum, itu bukan mengalihkan topik namanya.”
“Sama sajaaaaaa!”
“Sudah minum obat? Kau sedang apa?”
“Sudah. Baru… main game.”
“Tuh, kaaaaan~”
“Ehehehehe, aku bosaaaaan!”
“Ya sudah, berarti kita impas. Arra?”
“Oke, tapi aku masih tidak rela kita impas,”
“Sudah, relakan saja~”

Hening beberapa detik. Tidak ada yang memulai pembicaraan.

“Masih pusing?”
“Eung, sedikit.”
“Di rumah ada siapa saja?”
“Menurutmu?”
“-__- Aku serius Ra-ya.”
“Aku sendiri.”
“Mwo? Ahjumma nggak di rumah?”
“Ngapain? Lagian pasien eomma hari ini banyak, nggak bisa libur.”
“Oh~ nanti…”
“Nanti apa? Kalau bicara yang jelas.”
“Nggak jadi. Lupakan. Di rumahmu ada makanan, kan?”
“Ada lah. Nggak usah se-khawatir itu~”
“Ya sudaaaah~ sekarang istirahat, ne? Jangan kebanyakan main game. Dasar, sepertinya kau sudah ketularan Hyunjoon.”
“Arasseooooooo! Sebentar lagi jam kedua dimulai, kan? Sudah sana, jangan bolos lagi. Aku nggak mau ketinggalan pelajaran gara-gara kau.”
“Kok jadi gara-gara aku?”
“Ya kalau kau nggak ikut pelajaran kan jadinya aku nggak bisa pinjam catatanmu -_-”
“Memangnya aku apamu? Sekretarismu?”
“Iya… mungkin?”
“Geurae?”
“Ne! Sudah sanaaa, nanti kau terlambat masuk kelas lagi! Oh iya, jangan nyambi-nyambi membuat bangau kertas di kelas!”
“Iya deh, lagipula aku mau membuat bangau kertas pakai apa? Kertas tisu?”
“…..”
“Oke, aku tahu itu nggak lucu. Sudah, ya? Annyeong Ra-ya, jalggayo~”
“Annyeong Min-ya~”

Taemin memutuskan sambungan telepon dan menyimpan ponselnya di saku lagi. Ia bangkit berdiri, memasang earphone –yang sedari tadi terlupakan selama ia menelepon Sungra– memasangnya di telinga, dan beranjak turun dari atap sekolah. Sambil berjalan dengan santai, ia menuju kelasnya yang sepertinya sangat ramai, suara-suaranya terdengar sampai luar. Perlahan ia melongok lewat kaca di pintu, melihat ada gurunya atau tidak, dan begitu yakin keadaan aman, ia memutar handle pintu itu dan berjalan masuk ruangan.

“Min-ah, mana Sungra?” tanya Hyunjoon begitu melihat namja itu masuk.
“Sakit.” jawab Taemin cepat.
“Mwo? Sakit lagi? Sakit apa?”
“Biasa, flu ringan.” Taemin meletakkan tasnya di kursi yang kosong. “Hyunjoon-ah, pinjam catatan pelajaran yang tadi, dong! Aku kan telat!”

—————

Namja itu berkali-kali menutup mulutnya dengan tangan, menguap, dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tidak berkonsentrasi ke pelajaran –di satu sisi, ia malas, sedangkan di sisi yang lain, rasanya aneh kalau tidak ada Sungra di sebelahnya–. Tapi seperti permintaan Sungra, ia tetap mencatat beberapa poin penting pelajaran hari ini serapi-rapinya. Secara tidak langsung memang itu membuatnya (agak) memperhatikan apa yang diterangkan seonsaengnim nun di depan sana. Sepertinya Sungra sudah tahu bahwa ia akan kehilangan semangat belajar, makanya ia menyuruh Taemin mencatat untuknya. Padahal kan ia bisa meminjam catatan anak lain yang terjamin kelengkapannya macam Hyunjoon atau Raena, ya tidak?

Ia juga harus menahan diri semampunya agar tidak berkali-kali mengecek layar handphonenya, memastikan ada atau tidaknya pesan masuk dari yeoja itu, dan juga menahan keinginan untuk mengirim SMS ke yeoja itu duluan. Bisa-bisa ia ngambek seminggu karena Taemin tidak menuruti perintahnya-_-

“Untuk masalah sin, cos, tan, ada yang kurang jelas?” tanya Lee saem. Materi hari ini hanya pengulangan pelajaran kelas 1, dan Taemin masih lumayan ingat dengan materi itu, hanya butuh sedikit penyegaran saja, sih.
“Baiklah kalau tidak ada yang perlu ditanyakan. Tugas hari ini…”
Namja itu mengambil selembar post-it dan menempelkannya di halaman PR-nya berada, menulis beberapa keterangan, lalu kembali memasukkan buku itu ke laci. Lee saem menutup pelajaran dan berjalan keluar kelas. Begitu sosok guru itu tak terlihat lagi, Kyuhyun yang duduk di depan Taemin langsung berbalik, lengkap dengan Hyunjoon.

“Tumben kau mencatat?” kata Hyunjoon separo menyindir. Taemin melengos kesal. Hari ini ia harus bersabar menghadapi duo evil itu sendirian.
“Untuk Sungra.” jawabnya singkat.
“Coba lihat dia Hyun-ah, kesepian, huahahaha~” suara evil laugh Kyuhyun terdengar, membuat Taemin refleks menutupi telinganya agar tidak terkontaminasi. Hyunjoon menyodok pinggang Kyuhyun dengan jarinya hingga namja itu berteriak –campuran kaget dan sakit– lalu mendelik ke arah Hyunjoon. Maklum, sesama iblis anarkis -_-
“Tolong sampaikan pada Sungra, semoga cepat sembuh! Arasseo?” putus Hyunjoon sebelum terjadi adegan pertikaian berdarah di depan Taemin. Yang diajak bicara langsung mengangguk dan mengalihkan perhatiannya ke buku lagi, malas melihat apapun itu yang terjadi di depannya.

Tapi sepertinya kedamaian belum berpihak pada Taemin. Baru saja ia lepas dari Kyuhyun dan Hyunjoon, tahu-tahu sudah ada Ayako yang menyerahkan setumpuk buku –novel?– ke tangan Taemin.
“Ige mwoyaaa?” kata Taemin tak terima.
“Itu titipan Sungra, ia kemarin menyuruhku membawakannya. Berhubung hari ini dia nggak masuk, mendingan kau bawakan saja, yaaa~ aku malas membawanya pulang,” jelas Ayako, dan ia langsung meninggalkan Taemin tanpa menunggu persetujuan namja itu. Aigo~
“Min-ah, Min-ah~” terdengar suara lain. Taemin menghela napas lalu berbalik dan menemukan Raena di sana.
“Waeyo?” tanyanya malas.
“Begitu Sungra bilang dia sakit tadi malam, aku langsung membuatkannya ini. Tolong berikan, ya?” pinta Raena, tangannya mengangsurkan sebuah kotak makanan, entah isinya apa. “Oh iya, ini sekalian buatmu. Hitung-hitung ongkos jalan.”
“Waaaa~ gomawo Rae-ah! Untung Sungra punya teman sepertimuuuu~” kata Taemin girang sambil menyambut kotak lain yang diberikan Raena padanya. Raena hanya tersenyum kecil lalu kembali ke kursinya.

“Min-ah, katakan pada Sungra semoga dia cepat sembuh~” tanpa tedeng aling-aling, Miho mengatakan hal itu begitu saja saat ia melintasi meja Taemin, membuat namja itu menggelengkan kepalanya heran. Dasar makhluk aneh –” *digebuk

—————

16.00

“Ra-ya, titipan dari anak-anak, nih.” kata Taemin sambil menyerahkan setumpuk buku dari Ayako dan kotak makanan Raena. Sungra membulatkan matanya heran saat menerima ‘upeti’ yang diberikan Taemin. Pantas saja tas sekolahnya mendadak menggembung seperti itu.
“Gomawo.” gumam Sungra sambil meneliti barang-barang itu satu persatu. Tiba-tiba sudut matanya menangkap gerak-gerik Taemin yang sudah duduk di lantai dan sibuk membuka kotak (yang dari Raena tadi).
“Apa itu Min-ya?” tanya Sungra penasaran. Ia turun dari kasurnya dan ikut duduk lesehan di lantai, tepat di sebelah Taemin.
“Ini? Dari Raena.” jawab Taemin. “Ongkos jalan, hahahaha. Paling sisanya punyamu itu.”
Sungra mengangguk –percaya– dan mulai membuka kotaknya. “Hyaaaa! Pastaaaa~” pekiknya senang.

Memang yang ada di dalam kotak makan mereka berdua itu pasta. Sebagian berisi spaghetti, sedikit macaroni dan sisanya lasagna.
“Sepertinya yang ini memang sisaanmu Ra-ya~” celetuk Taemin. Sungra tertawa dan mulai melahap pasta di kotak makan itu. Raena benar-benar menyiapkannya dengan baik sampai-sampai ada sendok dan beberapa lembar tisu di dalamnya. Ha-ha-ha ._.

“Oh iya, Joon dan Miho titip salam. Semoga cepat sembuh, kata mereka.” cetus Taemin disela-sela acara makan sore mereka.
“Geurae?” balas Sungra sekenanya, terlalu sibuk makan.
Mereka diam lagi beberapa menit, menghabiskan isi kotak dari Raena sampai tandas. Taemin yang selesai duluan langsung meletakkan sendok ke dalam kotak, menutupnya, dan menaruhnya di tas yang tadi.
“Banyak orang yang menyayangimu Ra-ya~” gumamnya. Sungra terdiam dan melirik Taemin.
“Mwo?”
“Hampir semua orang di kelas menitipkan salam padaku. Aku hanya menyebutkan Miho dan Hyunjoon karena… yah, aku hanya ingat mereka saja, hehe. Tapi sepertinya Dongho, Iseul, Jinwoo, dan beberapa orang lainnya juga titip salam, sih.” Taemin menghitung-hitung dengan jarinya. “Besok kalau sudah masuk, berterima kasihlah pada mereka, arasseo?”
“Wae?”
“Itu etika Ra-ya~ masa’ begitu saja kau tidak tahu~” ia menjitak kepala Sungra keras-keras.
“Iyaaaaa, aku tahu, aku cuma bercanda tadi-_-” gerutu Sungra sambil mengusap kepalanya yang tadi dijitak. Taemin terkekeh dan mengacak rambut yeoja itu sekilas.

“Oh iya, nih.” namja itu lagi-lagi membuka tasnya dan mengambil sesuatu. Kotak ukuran sedang transparan, isinya… 2 bangau kertas?
“Happy anniversary~” kata Taemin, tersenyum (gaje) melihat yeoja di sebelahnya yang masih cengo. “Kaget karena aku ingat? Memangnya tidak boleh? Hehe…”
“Kau curaaaaaaaaang!” teriak Sungra yang masih agak speechless.
“Lho? Ini namanya impas, balasan dari saat aku ulang tahun kemarin,” celetuk Taemin. “Igeo. Simpanlah.”
“Tapi… kenapa bangau?”
“Iseng saja. Menyesuaikan dengan keadaanmu yang baru sakit, hahaha.” Taemin tertawa lagi. Sungra hanya diam dan meraih kotak yang diletakkan namja itu di lantai, lalu mengamatinya. Perlahan ia membuka tutupnya dan mengambil salah satu bangau itu. Masih sama dengan 100 bangau di keranjang yang tersimpan di meja dekat tempat tidur Sungra.

“Aku gabungkan dengan mereka, boleh?” Sungra menunjuk keranjng bangaunya.
“Mwo? Andwae! Yang ini spesial!” Taemin merebut origaminya dari tangan Sungra dan langsung memasukkannya ke kotak lagi.
“Waeee? Spesial bagaimana?”
“Karena aku membuatnya dengan penuh cinta dan harapan agar kau cepat sembuh~ ya! Jangan menatapku dengan pandangan aneh seperti itu!”
“Kau membuatku merinding!” protes Sungra sambil bergidik ngeri.
“Aku kan hanya berusaha romantis,” rajuk Taemin dengan pipi menggembung.
“Tapi romantismu itu terlalu… ah, entahlah.”
“Makanya, mulai sekarang kau akan kubiasakan dengan gaya romantisku, arasseo?”

BUGH
“YA! Neo! Wae geurae? Kenapa memukulku, ha?!”
“Kau mau membunuhku?! Membuatku muntah tiap hari gara-gara sikap sok romantismu itu?”
“Aish, kau ini… aku cuek salah, aku romantis juga salah…”

———————————

ehehehehehehee πŸ˜„
maaf gaje :p iseng aja bikin, menyesuaikan kondisi saya yang baru pilek πŸ˜‰ *pilek kok seneng-_-*Β 

Advertisements

16 thoughts on “[One-Shot] Not Again -_-”

  1. sakit lagiii -___-
    bagus tuh saeng si taemin jadi rajin kan yaaa πŸ˜„

    enak yaaa bisa bolos pelajaran pertama trus nyambung ke jam keduaaa #gebuktaemin #digebukbalik πŸ˜€

    ckckck.. kasian taemin jadi tempat penitipan barang πŸ˜„

    yaaaaah .___. abis baca ni ff kayaknya harus buka catering nih -___-”
    itu dapet kotak, tisu, sendok, dari mana(?) hahhahhaa πŸ˜„

    ehm! cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee X3
    ada yang buatin bangau kertas ni yeeeeeee *senggol taera* hhahhahaha πŸ˜„

    cepet sembuh saeng yaaaaa :3

    1. iya eonn -____- *gampar diri sendiri*
      heeh, membawa pengaruh positif *eh *apadeh

      hooo, itu kalau gak dimarahin sungra pasti bolosnya mbablas nyampe jam terakhir, saeng jamin deh :p

      kan dapet pahala, ya taemin yaaa? πŸ˜„

      hooh………………mungkin(?)
      dari eonni, hahhaahahahaha πŸ˜„
      udah cocok deh eonn, wakakakaka, rugi kalau ngasih anak orang mulu, gak balik modal *plak

      eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh >//////////////////////<
      *ngumpet di belakang taemin* wkwkwkwkwkw X3

      amiiiin, gomawo eonni-aaaaah πŸ˜€

      1. taemintaemintaemin -_____-” image mu sebagai berandal imut(?) terpampang jelas disini X3

        gini loooh saen~ seung sama kyu aja jarang banget onnie masakin -___-” #berasapunya2anak

        hhahahahhaha ayolaaaaaaa jangan malumalu gitu laaaaaaaah
        sama” saeng ^^
        lagi on wp toh kamu πŸ˜„

        1. berandal imut? -____- itu definisinya kayak gimana dong eonn .______.

          wakakakakaka,jadi kedudukan seung+kyu tu anak atau apa disini? *plak
          jadi kateringnya mereka aja eonn ;P

          yaaaa habis, saeng gak ada ide mau nyuruh taemin ngasih apa… hahahaha πŸ˜„ XP
          heeh, sambil ngerjain tugas *lah

        2. kan dia ceritanya nakal tuuh, tapi mukanya imut saeng *plak!

          seungkyu ituu~~ my life #eh?
          hmm.. bisabisabisa… ntar kita kerjasama sama para mbak” dapur diseluruh dunia(?)

          tapi bangau itu keren juga loh saeng ^^ onnie pernah coba buat, baru sampe 50.. dirusak orang -_____-
          tugas? tugas apa saeng? cemunguud(?) πŸ˜„

        3. huahahahahaha πŸ˜„
          kalau imut tapi biasa aja kan boring, flaaaat~~~ *eh

          itu kayak iklan apa gitu nggak sih -_-
          ayuuuuuk πŸ˜„ dengan kekuatan kita berdua! *eh

          heem, saeng… gak bisa bikin sama sekali *gebuk
          kok bisa dirusak? gampar aja orangnya eonn -______-
          tugas… ehm tugas apa yaaaaaa, kasihtau gak yaaaaaa πŸ˜„

        4. bener banget! #jempoldigoyang

          iklan apa? bukan joni blakblakan kan? *plak!
          dengan kekuatan kita berdua! bersatuuuuu!

          nggak sengaja rusak saeng.. waktu itu dikelas lagi kosong, kita sekelas bikin itu, lomba siapa yang paling banyak gitu.. naah onnie mau ke wc, onnie taro di kursi, emang bodoh yaa -__- ada temen onnie, duduk.. dan.. innalillahi T^T

          yaaah rahasia yaaaa .___. kasih tau dooong T^T <– muka melas

        5. nggak telunjuk yang digoyang? biar kayak shinta jojo *plak!

          kayaknya bukan deh eonn… produk susu? *eh
          dengan kekuatan bulan aku akan menghukummu! *eeeeehhh

          …saeng bingung antara mau berduka apa ngakak… ngakak ajadeh πŸ˜„
          wakakakakakakaka XDD

          ngapalin hiragana, saeng cuma iseng kok hehehehe :p

        6. nggak, nanti disuruh ngiklanin sosis so ni*e *eh?

          susu? oke, jangan yang mentega for vit* itu aja ya, nggak baik(?)
          pangeran tuxedo(?)! tolong akuuuuuu! <–ini kenapa?

          onnie jadinya kalah saeng -____- untung nggak ada hukuman apa" πŸ˜›

          oooh hiragana tooh.. enak tuh :3
          ati-ati sama 'wa-re-ne' sama 'me-nu' saeng, onnie sering ketuker tuh .___.
          hehhehe πŸ˜€

  2. Ahahahahahahahahaha, tumben tuh, si Taem jadi agak sedikit lumayan (?) dewasa gitu -___________-

    Enak ngebacanya :3

    Ehh, itu si Ayako jadi perpustakaan berjalan gitu? ._.

    1. baru rada ‘waras’, makanya dia bisa dewasa gitu .____.

      alhamdulillaaaah~ makasih aya-chaaaan πŸ˜„

      hmm, semacam itu deh. tapi cuma di saat2 tertentu :B tinggal pilih, mau rentalan apa perpus? (?)

  3. si sungra, banyak yg syg sama kamu, alhamdulillah yah :”)
    taemin, mati bosen deh pasti kalo temen sebangku ga masuk -,-
    pastanya udh lembek (?) tuh pasti udah dari pagi -____-
    cieeeeeeeeeeee yg annive *tereak2

    1. iya alhamdulillah :’) *terharuuuuuuu~
      tapi kan tetep belajar dengan baik, iya kan Min-ya? πŸ˜€
      iyaaaaa._. gapapa, kan ada doa dari raena *halah
      .______. itu… berapa bulan ya… 2? 3? *lupa

  4. Happy Aniv!!!
    Aaaaaakkkkk. *kebiasaan deh teriak dekil gini*

    Ihh endingnya lucu deh.
    Bangau lagi. Inget sama yg di ‘Flu’ hihi.
    Oiyaa yg di ‘Flu’ aku udah komen belom yaak? (,–) Lupa (–“)v

    Tapi aku inget ceritanya kok. Lagian Taemin demen bgt yaa ngasih cewenya bangau pas lagi sakit. Haha lucu sih. *lucu aja semua*

    Next.. Next.. πŸ˜„

    Sekali lagi..
    Happy Aniv yaaaaaakkkk!!
    *peyuk Sungra *tepok2 Taemin πŸ˜„

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s