Team 2-5 [Part 5.3]

Title: Team 2-5 [Part 5.3]
Genre: Comedy
Rating: PG-13
Character: it’s a secret :p

Habis baca part ini, saya jamin pasti bisa nebak siapa tokoh di part 4 + 5 XD
Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 5.1 | Part 5.2

Melihat TaeRa yang sudah kabur duluan membuat Raena teringat dengan rencananya dan Seunghyun tadi. Ia lalu melirik Seunghyun yang masih memasang wajah santai di sebelahnya.
“Seung, ayoooo~” ajak Raena sambil menarik lengan Seunghyun.
“Hah? Ayo kemana?” tanya Seunghyun bingung.
“Itu lho, kayak dua orang itu~” Raena menunjuk –terang-terangan– dua orang yang sudah agak jauh dari mereka. Seunghyun memicingkan matanya agar bisa melihat dua orang itu dengan lebih baik, kemudian ia manggut-manggut mengerti.
“Oke, oke. Hmm, bagaimana kalau kita menunggu 4 orang itu pergi dulu? Aku agak nggak enak kalau memisahkan diri begitu saja.” usul Seunghyun. Maklum, dia kan bisa dibilang ‘separo orang asing’ di kelompok itu, yah~ belum begitu dekat dengan mereka, lah.
Raena mengangguk maklum. Kalau dia ada di posisi Seunghyun pasti dia akan mengambil opsi itu. Dasar pasangan bijak.

“Rae-ah, Seunghyun-hyung, kami itu, anu, err… duluan, ya?” pamit Eunhyuk yang tahu-tahu sudah berada di depan mereka, lengkap dengan Ayako di sebelahnya. Raena mengangkat alisnya.
“Kalian mau kemana?” tanya Raena, sekedar basa-basi. Dilihat juga tahu kalau mereka mau melarikan diri, iya kan?
“Ke mana aja boleeeh~” jawab Ayako, asal sebut. Seunghyun hanya tersenyum kecil mendengar dialog penting-nggak-penting itu.
Setelah ngobrol (basa-basi) beberapa saat, HyuKo benar-benar berlalu dari hadapan Seunghyun dan Raena. Masih ada JunHo disana, tapi sepertinya mereka akan segera pergi. Buktinya dua orang itu sudah melambaikan tangan –isyarat mau pergi– ke SeungNa.

“Kaja Na-ya!” Seunghyun segera bangkit berdiri begitu JunHo berbalik dan berjalan menjauh. Raena mengulurkan tangannya, minta ditarik berdiri dan langsung disambut oleh Seunghyun.
“Jam berapa ini Seung-ah?” tanya Raena.
“Setengah 1. Wae?”
“Aku lapar~ makan dulu, ya?”
“Oke, aku juga agak lapar. Mau makan dimana Na-ya?”

Raena mengedarkan pandangan ke sekeliling. Ada beberapa restoran di sekeliling mereka dan sepertinya enak semua.
“Enaknya kemana? Aku terserah saja, sih.” Raena mengangkat bahu, bingung menentukan pilihannya.
“Hmm, yang ringan saja? Hotdog, mau?” tawar Seunghyun. Raena mengangguk cepat.
“Ne, pajo! Sudah lama aku nggak makan hotdog, hahahaha~”
Seunghyun hanya tersenyum kecil melihat raut wajah yeojachingunya yang

———

Raena berjalan menghampiri Seunghyun yang menunggu di salah satu meja dengan nampan berisi 2 porsi hotdog dan 2 gelas soft drink di atasnya.
“Igeo Seung-ah~” Raena menyodorkan hotdog yang masih mengepulkan asap –maklum, baru matang– dan mengambil bagiannya sendiri.
“Gomawo Na-ya.” Seunghyun bergumam pelan sambil menarik piringnya agar lebih dekat. Mereka duduk berhadapan dan mulai memakan hotdog masing-masing *iyalah*

“Sudah lama sekali ya kita tidak pergi berdua seperti ini.” Seunghyun tiba-tiba membuka topik pembicaraan.
“Sepertinya… ya.” gumam Raena tak jelas sambil menggigit roti hotdognya.
“Maaf…”
“Untuk apa Seung-ah?”
“Karena tidak bisa selalu berada di sebelahmu seperti namjachingu teman-temanmu itu. Mian…”
Raena tersenyum simpul. “Tidak apa-apa~” katanya santai sambil memasang senyum lebarnya seperti biasa. Meski begitu, masih ada sedikit bias tidak yakin di wajah Seunghyun.
“Benar tidak apa-apa? Pantas-pantas saja lho kalau kau merasa tidak puas. Sudah jarang pergi bersama, kita juga jarang kontak kan?” lagi-lagi Seunghyun ‘mengejar’ pernyataan Raena.
“Seung-ah, kenapa aku harus tidak puas? Kalau aku tidak puas, sudah dari dulu kita… kau tahu, kan?” Raena menghindari kata ‘keramat’ itu. Ia menunggu reaksi Seunghyun, dan begitu melihat namja itu menunggu kelanjutan kata-katanya, ia membuka mulut lagi.
“Kita berdua kan sama-sama sibuk, jadi wajar kalau jarang kontak apalagi bertemu. Aku dengan tugas sekolah, ulangan, dan persiapan kenaikan kelas, kau dengan kuliahmu dan pekerjaan di café. Itu bisa dimaklumi, kan?”
“Tapi…”
“Seung-ah, begini saja. Kau percaya padaku atau tidak?” Raena mengetukkan jarinya ke meja. Melihat Seunghyun yang mengangguk, ia lalu melanjutkan kata-katanya. “Aku juga. Dengan kita saling percaya itu sebenarnya sudah lebih dari cukup Seung-ah. Tidak semua orang bisa saling percaya dengan kekasihnya meski mereka bisa bertemu tiap hari. Karena aku percaya padamu, maka aku akan mempercayai semua kata-katamu. Itu urusanmu mau bohong atau tidak, yang penting aku sudah percaya. Jadi… bagiku tidak masalah kok kalau kita jarang kontak atau jarang bertemu. Mengerti?”

Seunghyun terdiam lalu mengangguk kecil. Sepertinya ia mulai bisa ‘mencerna’ maksud kalimat Raena yang panjang tadi.
“Oke, aku mengerti. Syukurlah kalau kau bisa memahaminya. Aku hanya tak ingin ada salah paham.” namja itu tersenyum, membuat kesan sangar (?) di wajahnya berkurang sedikit. “Dan aku agak tak percaya seorang Kim Raena bisa berkata sebijak tadi. Serius, aku kaget.”
“Yah, aku mengerti semuanya, termasuk fans-fansmu di café…” bibir Raena mengulas senyum, entah senyum apa.
“E-eh? Apa maksudmu Na-ya? Fans? Aku sama sekali tidak bermaksud … Ya! Jangan malah senyum-senyum begitu!”

———

Seunghyun memainkan ponsel Raena di tangannya dengan asal. Pemiliknya sedang ke toilet, jadi semua barangnya dititipkan ke Seunghyun. Karena prinsip saling percaya tadi, Raena selalu membiarkan Seunghyun mengutak-atik barang-barangnya –selama nggak diambil.
Namja bermata tajam (?) itu mengerutkan keningnya, kehabisan ide hendak ‘menggeledah’ apa lagi. Inbox sudah –tidak ada yang mencurigakan–, kontak –sama saja–, ke folder foto Raena –yang ternyata lebih banyak berisi foto-foto  candid anak kelasnya–, bahkan sampai yang tidak penting seperti music player. Mungkin ia hanya sekedar menyamakan selera musik Raena dengan selera musiknya sendiri.

Han yeojaga meoreojyeoga namjaneun norae bureujiman, nunmuri naneungeol ibyeoliran

Ponsel Raena tiba-tiba berdering. Seunghyun langsung mengulum senyum saat mendengar ringtonenya –suara Seunghyun sendiri. Seingatnya dulu Raena yang merekamnya, entah untuk apa. Ternyata untuk ini-_-
Seunghyun membaca Caller ID-nya. Kyuhyun? Kenapa orang itu menelpon Raena-nya? Berhubung Seunghyun tahu tentang sesuatu di antara Kyuhyun dan Raena, jelas saja ia merasa tidak enak.
Akhirnya Seunghyun memutuskan untuk mengangkat panggilan itu. “Yeobosaeyo, Seunghyun disini.”
“Sunbae? Eh, itu, anu… Raena ada?” aneh, suara yeoja?
“Raena baru di toilet, mungkin sebentar lagi dia keluar. Ini siapa?”
“Naega? Hyunjoon, Choi Hyunjoon.”
Mulut Seunghyun membentuk bulatan sempurna. Ia mengerti sekarang.
“Oh. Raenanya… tunggu sebentar.” Seunghyun menangkap bayangan Raena yang berjalan ke arahnya. Yeoja itu mengangkat alis melihat handphonenya berada di telinga Seunghyun.

“Nugu?” tanya Raena tanpa suara.
“Hyunjoon.” Seunghyun menjawab, masih tanpa suara. “Igeo.” Ia menyodorkan handphone Raena ke pemiliknya.
“Mwo? Tapi kok Caller ID-nya…”
“Itu Hyunjoon Na-ya, sudah jawab saja. Kasihan dia, nanti tagihan bulanan Kyuhyun membengkak kalau Hyunjoon terlalu lama menunggu.”
Raena masih menatap handphonenya ragu, tapi kemudian mulai berbicara. “Yeobosaeyo? Hyunjoon-ah?”
“Rae-aaah~ eoddiga?”
“Di… hmm…” Raena melihat ke sekeliling, bingung mencari patokan.
“Ah sudahlah, di sana ada Matsujun dan Miho nggak?” potong Hyunjoon yang tak sabar menghadapi ke-lola-an Raena.
“Sebentar.” sekali lagi, Raena memutar kepalanya. Dari kejauhan ia seperti melihat Miho. “Kukira ya. Wae?”
“Ho? Baguslah. Ajak dia ke Ferris Wheel, arra? Kutunggu di sana. Usahakan secepatnya, ya! Annyeong~” Hyunjoon memutuskan sambungan telepon. Raena menoleh ke arah Seunghyun yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.

“Ada apa Na-ya?” tanya Seunghyun akhirnya.
“Itu Miho bukan sih?” Raena malah menunjuk ke arah orang yang disangkanya Miho.
“Sepertinya iya. Wae?”
“Ayo kesana!” lagi-lagi nggak nyambung. Raena langsung bangkit berdiri dan menarik Seunghyun. Dengan setengah berlari mereka menghampiri si tersangka (?) Miho.

“Miho-ah!” panggil Raena keras-keras. Dan benar saja, yeoja itu menoleh ke arahnya.
“Rae-ah? Ada apa?” tanya Miho heran. Matsujun yang berada di sebelah Miho juga ikut menoleh ke arah Raena.
“Ayo ke Ferris Wheel!” ajak Raena dengan wajah gembira. Gembira karena 2 hal: naik Ferris Wheel dan terbebas dari ancaman di’siksa’ Hyunjoon jika dia tak berhasil membawa Miho ke tempat yang ditentukan Hyunjoon tadi.
“Hah? Ngapain?”
“Disuruh Hyunjoon. Sudah, ikuti saja, daripada ada ratu iblis yang mengamuk nanti. Yayayaya?” bujuk Raena. Ekspresi Miho berubah, campuran takut dan malas.
“Harus?”
“Ayolaaah~”
“Oke, oke, arasseo. Kaja Jun-kun!” Miho menarik tangan Matsujun dan menyeretnya menjauh. Raena dan Seunghyun mengikuti mereka dari belakang.

Beberapa saat kemudian, Miho berhenti dan berbalik hingga menghadap Raena.
“Lho? Kok berhenti?” tanya Raena.
“Itu, Ferris Wheel-nya dimana, sih? Aku tidak tahu, nih. Matsujun apalagi.” Miho nyengir dan menggaruk kepalanya dengan wajah innocent. Raena melirik Seunghyun.
“Seung-ah, kau tahu di mana letak Ferris Wheel-nya?”
“Eh, itu, eh… tidak.”
Raena mengurut dahinya gemas. Dia sendiri tidak tahu dimana letak wahana itu.
“Ada peta?”

“Peta? Tidak adaaaa-_-“ Matsujun mengangkat tangannya –kosong. Keempat orang itu berpandangan, berusaha mencari ide agar mereka bisa sampai di wahana tadi dengan cepat dan selamat –dan tanpa kena semprot Hyunjoon, tentu saja. Bisa habis mereka di tangan ratu iblis… dan raja iblis, kalau Kyuhyun turun tangan .____.

Advertisements

6 thoughts on “Team 2-5 [Part 5.3]”

  1. giliran saya! XD

    waktu baca agak kaget saeng, hheheheh..
    umur sebenernya unyuk itu lebih tua loh dari seunghyun, tapi mungkin muka unyuk lebih muda’an dari dia jadi yaaaa.. *plak! XD

    ‘dasar pasangan bijak’ ? -__- kita berasa tua banget saeng 😀

    ‘Raena mengulurkan tangannya, minta ditarik berdiri dan langsung disambut oleh Seunghyun.’ <– ngebayangin~~ X3 aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa X)

    waktu makan bareng.. uuh suasananya gimanaaa gitu, jadi nggak enak sendiri(?) .__.

    ngomong" tu ringtone.. hmm.. itu alarm saya, hhahahahhahha XD

    yaaaaah gini nih -__-
    kita bukan 'penghuni' lotte world, nyasar nggak ya? 😀
    teruuuus.. kok ferish wheel kayak wahana menyeramkan kalo udah ada KyuJoon? -____-"
    mana nggak ada peta pula, cocok banget #nyasar

    dua couple lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii XD
    kira-kira gimana yaaaaaaa jadian nggak yaaaaaaaaa lancar nggak yaaaaaaaa??? X3
    FIGHTING SAENG! \(^o^)/

    1. YEEEEEY! XD

      kaget wae eonn?
      iya, mereka sesama 87liners kan tapi? wakakakaka :p
      muka seung tua siiiiih *minta digebuk

      ho’o, tua banget sih ya kalau seungna itu ._. dibandingin sama couple lain yang kebanyakan masih pada bocah itu –”

      eaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa XD XD XD hayo eonniiiii :p puasa lho eonn XD *apa hubungannya*

      iya, seungnya gak enak, raenya gak enak, canggung banget ._. awalnya rencana saeng gak bikin se’berat’ itu suasananya, tapi… yah… sudah nasib ._.

      yaelaaaaaaaaah, suara alarm? berarti tiap mau sahur dibangunin bang seunghyun? :p

      nyasar! nyasar! nyasar! *doanya gakbener*
      jelas, semua wahana akan jadi menyeramkan kalau ada rencana kyujoon di baliknya-__-
      masih ada harapan sih… tanya ke orang-orang atau ke bagian informasi kayak anak ilang :B

      satu lagii (yang belum dibikin maksudnya)
      hooo, semoga lancar deh XD XD
      ne eonni, hwaiting! *tangan terkepal*

      1. kaget ajaa gitu Seung dipanggil hyung *loh?
        unyuk 86 saeng .__.
        heeeeeyyy muka nya itu seksiiiii(?) XD

        he?! ya ampun.. seung-aaah… kita dibilang tuaaaaa *plak!

        mumpung saya lagi ‘dapet’ jadi bayangin aja deh X3 pasti unyuuuu banget XD

        mungkin karena bawan seung yang udah kuliah ya .___.
        terus mereka berdua jarang ketemu gitu kan? #nangis

        iyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa XD
        dibangunin suara berat nan seksi seperti itu siapa siiih yang nggak banguuuun #gulingguling

        kalo nyasar ff kamu bakal panjang saeng -__-
        ah iya, kasian image kyujoon, menyeramkan *plak!

        OKE! LANJUUUT XD

        1. OH IYA LUPA -_- *getokin kepala ke dinding*
          yang 87 tu wook kan ya? ._______.
          seksi? seksi apa… muka om om? *plaaaaaaakkkkk

          itu kenyataan, ulangi, KENYATAAN! *digampar

          huuu, maunyaaaa :p -_-

          hooh, seung berpikiran jauh ke depan, makanya suudzon-an (?)
          susah ngawasinnya, makanya raena jangan nakal yaaa :p

          o-omo…
          err, suara kyuhyun dibuang nih? dianak tirikan? *agak dramatis*

          yah, sebenarnya mau saeng bikin nyasar, cuma… bingung gimana ceritanya kok nyasar gitu -____-
          itu sih salahin si kyu aja :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s