Team 2-5 [Part 5.4]

Title: Team 2-5 [Part 5.4]
Genre: Comedy
Rating: PG-13
Character: siapayaaa, kasih tau gak eaaaa 😄

Selamat menikmati part kedua terakhir dari Team 2-5 😀
Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 5.1 | Part 5.2 | Part 5.3

Begitu keluar dari 4D Theater Hyukjae langsung menahan tangan Ayako agar tidak kabur kemana-mana.

“Ayo kabur.” ajak namja itu. Ayako diam.
“Jadi nggak?”
“Nggak enak sama yang lain Hyuk-kun…” gumam Ayako.
“Aya-chan ayolaaah~ kalau begini kan aku jadi makin merasa bersalah…” Hyukjae memasang wajah memelas, berharap Ayako akan luluh. Dan benar saja, yeoja itu mulai luluh… sedikit.
“Lihat itu Aya-chan, Taemin dan Sungra saja sudah menghilang. Seunghyun hyung dan Raena sudah memisahkan diri. Matsujun dan Miho entah di mana. Kyuhyun dan Hyunjoon malah langsung kabur begitu saja. Tidak apa-apa kok, yayayayaya~” bujuk Hyukjae lagi. Akhirnya setelah beberapa saat Ayako mengangguk ragu.

“Johtaa! Anak pintar~” Hyukjae mengacak rambut Ayako, membuat wajah yeoja itu bersemu merah. Ia langsung menunduk dan pura-pura membenarkan kancing tasnya yang sebenarnya masih rapi-rapi saja.
“Tidak perlu menunduk, kau lebih cantik kalau tersipu begitu.” gumam Hyukjae samar.
“Mwo? Tadi bilang apa?” tanya Ayako sambil mengangkat kepalanya hingga menghadap Hyukjae hingga namja itu agak salah tingkah bercampur gugup karena mengira Ayako mendengar kata-katanya tadi.
“Tidak, tidak apa-apa. Ayo, jadi nggak?” Hyukjae mengalihkan perhatian Ayako sambil menutupi salah tingkahnya. Untung saja Ayako mudah dialihkan, jadi setidaknya Hyukjae bisa bernapas –agak– lega.
“Oh. Terserah.” jawab Ayako seadanya. Akhirnya Hyukjae menyeret Ayako menjauh dari tempatnya berdiri tadi.

“Hyuk-kun, nggak pamit ke Raena sama Seunghyun sunbae dulu? Aku nggak enak nih kalau tahu-tahu menghilang begitu saja. Kesannya seperti kita tidak tahu aturan saja.” Ayako menarik lengan Hyukjae dan mengedikkan dagunya ke arah duo Raena-Seunghyun yang duduk-duduk di dekat mereka.
“Baiklah, terserah kau saja.” gumam Hyukjae tanpa minat. Ayako langsung membawa Hyukjae ke depan Raena dan Seunghyun.
“Rae-ah, Seunghyun-hyung, kami itu, anu, err… duluan, ya?” pamit Hyukjae begitu mereka berhenti di depan dua orang itu.
“Kalian mau kemana?” tanya Raena dengan senyum penuh arti, membuat Hyukjae agak tidak enak. Ayako? Dia sih cuek-cuek saja sama hal-hal seperti itu -______-
“Ke mana aja boleeeh~” jawab Ayako asal sebelum berbalik dan berjalan menjauh dari dua makhluk itu.

Mereka berjalan dalam diam. Tidak ada topik pembicaraan dan entah kenapa, mereka justru jadi canggung.
“Hyuk-kun…” panggil Ayako tiba-tiba. Hyukjae langsung menoleh ke arah yeoja itu.
“Waeyo Aya-chan?”
“Itu…” Ayako menggantung kalimatnya. “Ah, ani, tidak jadi.”
“Mwo? Apa maksudmu?! Ayo katakan! Katakan!”
“Kan aku sudah bilang tidak jadi Hyuk-kun~”
“Aaaah~ katakan saja Aya-chan, ayolaaah~” rengek Hyukjae sambil menarik-narik ujung oversized T-shirt Ayako. Yeoja itu hanya tersenyum-senyum sendiri, membuat rengekan Hyukjae makin menjadi.

Hei, tadi aku mendengar apa yang kau katakan,tahu. Omong-omong, gomawo untuk pujiannya…

——–

Hyukjae dan Ayako benar-benar menjalankan misi mereka. Maksudnya, mereka benar-benar berjalan-jalan secara random tanpa tujuan. Hampir semua tempat sudah mereka jelajahi dan sekarang mereka berada di outdoor area, di dekat taman kecil yang ada di sana.
“Panas sekali~” keluh Ayako, tangannya dikibaskan di depan wajah.
“Panas? Neduh di bawah pohon yuk~” ajak Hyukjae, tangan kanannya menggamit lengan Ayako dan membawanya ke bangku yang ada di bawah pohon. Setidaknya di sana lebih sejuk dan udaranya lebih segar –menurut Hyukjae.
Begitu duduk di sana, Ayako langsung melihat ke sekeliling. Maklum, baru kali ini dia datang ke Lotte World, jadi dia kurang familiar dengan beberapa pemandangan di sana.
“Danaunya bagus~” gumam Ayako sambil memandangi danau buatan di depan mereka. Tidak begitu besar, tapi pemandangan di sekitarnya membuat danau itu terlihat sangat bagus… dan romantis?

Sebuah ide tiba-tiba terlintas di kepala Hyukjae. Diam-diam ia membuka tas yang dibawanya dari tadi, dan mencari-cari sesuatu di sana. Begitu mendapatkannya –yang ternyata kamera saku–, ia langsung menyalakan benda itu.
“Whoa, kau bawa kamera saku?” tanya Ayako kaget. Hyukjae hanya tersenyum. Hari ini ia memang sengaja membawa benda itu, rencananya sih ingin mengabadikan momen-momennya dengan Ayako –yang sempat gagal di awal tadi.
“Aya-chan, lihat ke sini!” panggil Hyukjae. Ayako langsung menoleh dan tepat di detik itu, Hyukjae menekan tombol shutter kameranya.
“HYA! Kau memotretku? Aaaah, pasti wajahku jelek sekaliii!” Ayako langsung histeris. Ia berusaha merebut kamera saku Hyukjae dari tangan pemiliknya, tapi tentu saja dihalangi oleh Hyukjae.
“Aku cuma mengetesnya kok! Lagipula wajahmu nggak jelek-jelek amat di sini!” Hyukjae membela diri.
“Nggak jelek-jelek amat? Intinya tetap saja jelek! Hapuuuuuuuuus!”
Hyukjae terbahak, masih menjauhkan kameranya dari Ayako. “Untuk kenang-kenangan ya, ya, ya?”
Ayako berhenti menggapai-gapai, tapi ia mengubah raut wajahnya jadi cemberut kuadrat.

“Hoo, jangan ngambek begitu~ bagaimana kalau kita berfoto dengan latar danau itu?” tawar Hyukjae yang berusaha mengurangi tingkat ngambek yeoja di sebelahnya.
“Shirheo!” tolak Ayako, masih ngambek.
“Nanti kau kehilangan kesempatan berharga untuk berfoto dengan Lee Hyukjae, seorang calon artis terkenal! Tidak menyesal?” goda Hyukjae.
“Sama sekali tidak!” Ayako masih berkeras. Tapi Hyukjae tetap menariknya hingga berdiri dan menyeret yeoja itu agar berdiri di dekat danau. Sekarang namja itu celingak-celinguk mencari sukarelawan yang bisa dimintai tolong untuk mengambil foto mereka.

“Ajusshi, bisa tolong fotokan kami?” tanya Hyukjae pada seorang pria yang kebetulan lewat di depan mereka. Begitu pria itu mengangguk, Hyukjae langsung menyerahkan kamera sakunya dan kembali ke sebelah Ayako.
“Bisa lebih mendekat lagi ke gadis itu?” kata pria itu. Hyukjae melirik Ayako, memastikan yeoja itu tidak merasa canggung, lalu mendekatinya. Si pria mengacungkan ibu jarinya.
“Hana, deul, set… kimchi!” ajusshi tadi memberi aba-aba.
“Tolong sekali lagi~” pinta Hyukjae. Ajusshi itu mengangguk sambil tersenyum dan kembali memberi aba-aba.
“Kamsahamnida ajusshi~” Hyukjae dan Ayako membungkuk dalam-dalam ke pria itu.
“Ya, sama-sama… kalian benar-benar serasi.” puji ajusshi tadi dengan senyum terkulum. Sontak wajah Ayako memanas, ia langsung melirik Hyukjae yang ternyata juga sedang melirik ke arahnya. Saat mata mereka bertemu, mereka langsung memalingkan wajah ke arah yang berlawanan.

“Ehehehe, ajusshi bisa saja…” Hyukjae tertawa canggung sambil mengambil kamera sakunya yang disodorkan oleh pria tadi. Ayako sendiri sudah menunduk sejak matanya bertemu dengan Hyukjae.
Setelah basa-basi beberapa saat, ajusshi tadi berjalan meninggalkan HyuKo. Hyukjae sudah kembali duduk di tempatnya semula, sedangkan Ayako berjalan-jalan di sekitar danau kecil itu. Sesekali ia mengambil kerikil dan melemparnya ke danau, dan tidak ada yang berhasil memantul di permukaan airnya -_-
“Bukan begitu caranya!” kata Hyukjae yang gemas melihat kemajuan teknik-melempar-batu-di-atas-air Ayako yang tidak mengalami perkembangan berarti. Ia bangkit berdiri dan mendekati Ayako, lalu mengambil beberapa buah kerikil.
“Begini lho~” Hyukjae melempar kerikil itu dengan sudut dan kecepatan tertentu (?) dan…
Kerikilnya langsung tenggelam begitu saja -_______-
“Katanya mau memberi contoh yang baik~” ledek Ayako. Hyukjae merengut, merasa dipermalukan.
“Ya pokoknya begitu caranya! Tadi itu aku baru kurang beruntung, itu saja!” Hyukjae membela diri tidak terima.
“Ya sudah, terserah saja…” Ayako masih memasang tampang meledek. Kemudian ia berjalan menjauh dari Hyukjae.
“Ya! Ya! Mau kemana?” teriak Hyukjae.
“Jalan-jalan sebentaaar!” Ayako balas berteriak tanpa menoleh ke arah si penanya. Hyukjae mengangkat bahu dan kembali ke bangku tempatnya duduk tadi, lalu ia kembali menyalakan kameranya. Iseng-iseng ia mengarahkan lensa kameranya secara random, dan tanpa sengaja ia menangkap sosok Ayako yang agak jauh darinya, di antara rimbunan pohon di sekeliling danau.
Tanpa sadar, Hyukjae menekan tombol shutter kameranya.

KLIK
Dan di layar LCD kamera itu, ada foto Ayako yang tersenyum dengan latar pepohonan dengan daun berwarna-warni –hijau, kuning, cokelat, dan merah, mengingat sekarang sedang musim gugur. Hyukjae langsung menyesal karena di kamera sakunya itu tidak ada Bluetooth, kalau ada pasti sudah digunakan olehnya untuk mengirimkan foto itu ke ponselnya sedari tadi.

“Yeppeo~”

——-

Sementara itu, Ayako masih asyik berjalan-jalan sendirian. Ia sempat menyesal karena tidak membawa kamera SLR-nya dan tidak meminjam pocket camera punya Hyukjae, karena ternyata selama ia berjalan-jalan ia menemukan banyak~ sekali pemandangan yang menarik dan sayang kalau tidak diabadikan.
Yeoja itu menyarukkan sneakers-nya ke tumpukan dedaunan kering yang tersebar di tanah dan membuatnya jadi berwarna-warni, menutupi warna asli rumput yang ada di sana. Seperti hamparan karpet yang terus berderak tiap kali diinjak.
Tangan Ayako membentuk semacam bingkai dan ia mengarahkannya ke area yang (sebenarnya) ingin dipotretnya, seperti seorang fotografer andal yang sedang menentukan angle yang bagus.

“Igeo.”
Ayako menoleh dan mendapati Hyukjae sudah berdiri di sebelahnya, lengkap dengan kamera digitalnya yang disodorkan ke Ayako. Sejak kapan makhluk itu ada di sana?
“Heh?” Ayako bingung. Hyukjae berdecak kesal.
“Kau butuh kamera, kan? Yah, meski bukan SLR-mu yang biasanya itu, sih. Ini…” Hyukjae kembali menyodorkan kameranya ke Ayako yang menerimanya dengan wajah yang masih agak bingung.
“Heh? Kau tahu dari mana?”
“Dari mana aja boleh. Sudah sana, pakai saja. Sayang waktunya.”
Ayako membolak-balik case kamera digital itu, ceritanya cari kerjaan biar nggak kelihatan terlalu canggung. “Gomawo…”
“Ne, cheonmanaeyo Aya-chan~” Hyukjae tersenyum –menampakkan gummy smile andalannya dan membuat Ayako merasa senang secara instan (?)

“Perlu ditemani?” tawar Hyukjae.
“Hmm, terserah…” gumam Ayako acuh-tak acuh. Perhatiannya sudah teralihkan sepenuhnya ke kamera dan pemandangan di sekitarnya. Hyukjae mengedikkan bahunya, tapi tetap berada di dekat Ayako.
Belum ada 10 menit ia menemani Ayako, Hyukjae sudah merasa bosan. Ia malah melangkahkan kakinya ke salah satu pohon dan bersandar di sana.
Ayako yang akhirnya sadar kalau Hyukjae tidak ada di sekitarnya langsung celingak-celinguk mencari orang itu. Akhirnya ia menemukannya dalam posisi berdiri menyandar di satu pohon, kepala menunduk dan mata setengah tertutup. Yeoja itu langsung mengutak-atik kamera di tangannya, mengarahkan lensanya ke Hyukjae, dan…

KLIK
Tidak ada flash, hanya ada satu suara, karena Ayako takut Hyukjae sadar kalau ia mengambil fotonya. Begitu yakin Hyukjae tidak bereaksi sedikit pun, Ayako langsung mengecek hasil fotonya.
“Lihat sini.”
Eh? Ayako mendongak dan mendapati Hyukjae yang berdiri di depannya.
Oh sial, sejak kapan makhluk ini bangun?
“Hah? Lihat apa?”Ayako berpura-pura tidak tahu apa-apa. Hyukjae langsung mengulurkan tangannya dan berusaha mengambil kamera di tangan Ayako, tapi yeoja itu lebih pintar berkelit. Sepertinya ini balas dendam Ayako untuk fotonya di bangku bawah pohon tadi -____-
“Hei, aku hanya ingin melihatnya, bukan menghapusnya!”

Ayako masih berusaha menjauhkan kameranya dari tangan Hyukjae. Dia malu karena ketahuan memotret Hyukjae diam-diam >/////<
“Lihat sebentar saja Aya-chan~”
“Shirheo!”
“Ya! Itu kan kameraku!”
“Pokoknya tidak bo… eh?” saking sibuknya menghindari Hyukjae, Ayako sampai tidak sadar kalau ia berada persis di tepi danau.  Ia mulai kehilangan keseimbangan, dan Ayako langsung menutup matanya, takut terjadi sesuatu
“Aya-chaaaaaan! Hati-hati!” dan hup, tangan seseorang sudah melingkar di pinggang Ayako, membentuk satu dekapan protektif yang mencegahnya jatuh. Ayako mulai berani membuka mata dan melihat Hyukjae berada tepat di sebelahnya dengan tangan kiri memeluk pinggangnya.
“Hati-hati, babo!” namja itu menyentil dahi Ayako keras-keras.
“Ya! Appo!” Ayako merengut, membuat Hyukjae melepaskan tangannya dari pinggang Ayako dan ganti mencubit pipi yeoja itu. Dasar -_-

Gom semariga, han chibe isseo
Appa gom, eomma gom, aegi gom

Ponsel Ayako berdering keras sekali, dengan ringtone lagu anak-anak favoritnya. Ia langsung melupakan acara ngambeknya dan buru-buru mencari handphonenya di sling bag denim hitamnya dan mengangkat panggilan yang masuk.
“Yeobosaeyo~ Masami Ayako is speaking~”
“Tidak usah sok Inggris begitu juga bisa kan?”
Ayako langsung menjauhkan ponselnya dari telinga dan melihat layar ponselnya. Ternyata panggilan itu dari Sungra.
“Hoo, terserah aku lah!”
“Aish~ oh iya, to the point saja ya, kumpul di Ferris Wheel sekarang!”
“Mwoyaaa? Ferris Wheel? Ngapain?” tanpa sadar suara Ayako sudah naik beberapa oktaf.
“Disuruh Hyunjoon~ sudah, turuti saja maunya ratu iblis itu. Ara? Annyeong Aya-chan~” KLIK. Sungra memutuskan panggilan.

“Nugu?” tanya Hyukjae.
“Sungra. Katanya disuruh Hyunjoon ke Ferris Wheel.” jawab Ayako sambil menyimpan handphonenya ke tas lagi.
“Mwo? Ferris Wheel? Ngapain?” Hyukjae bertanya heran. Ayako hanya mengangkat bahu.
“Entahlah, lebih baik kita turuti saja mau mereka. Daripada dihabisi duet iblis itu? Ogaaaah~”
“Oh, ya sudah. Yang penting kita tidak perlu beli tiket lagi, kan?”

PLETAK
Ayako menjitak kepala Hyukjae. “Dasar pelit!”

——-

“Apa maksudnya, sih?” Hyukjae menghentakkan kakinya kesal sementara Ayako terdiam di tempatnya, bingung akan mengeluarkan reaksi seperti apa.
Mereka sudah sampai di Ferris Wheel, dan di sana tidak ada siapapun yang mereka kenal, baik itu KyuJoon, TaeRa, SeungNa atau JunHo. Hyukjae mulai merasa kesal dan dibohongi karena hal itu .____.

“Katanya disuruh ke sini, sekarang mereka di mana coba?” namja itu masih misuh-misuh. Sementara itu, tahu-tahu ponsel Ayako berdering. Ada SMS.

From: Ra-chan
Kami ada di utara Ferris Wheel. Cari saja! Tiketnya sudah kami belikan, jadi kalian tidak perlu mengantri lagi!

Ayako menghela napas, membuat perhatian namja di sebelahnya teralih sepenuhnya ke yeoja itu.
“Waeyo Aya-chan?”
“Mereka ada di utara Ferris Wheel. Katanya tiketnya juga sudah dibelikan.” jelas Ayako singkat. Hyukjae menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Ya sudah, ayo ke sana Aya-chan~ kaja!” ajak Hyukjae. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti karena Ayako menahan tangannya –lebih tepatnya, menarik pergelangan tangannya.
“Aya-chan?”
“A-ah, ne?”
“Kau kenapa?”
“Aku? Aku apa? Kenapa? Tidak apa-apa kok.”
“Kenapa…” Hyukjae menghentikan bicaranya sebentar, kemudian menggeleng pelan. “Ya sudah. Kaja.”
Tepat setelah mengatakan ‘kaja’, Hyukjae langsung menggenggam tangan Ayako erat.

“Eh, Hyuk-kun…”
“Waeyo?” Hyukjae mulai melonggarkan genggamannya. Sepertinya Ayako agak canggung dengan tindakannya.
“Ja-jangan!” Ayako malah balas mengeratkan genggaman tangannya.
“Kau ini kenapa, sih?” tanya Hyukjae sambil menahan tawa.
“T-tidak, tidak apa-apa!”

——

Dan sekarang di sinilah Hyukjae dan Ayako berada, di dalam Ferris Wheel, hanya berdua (sepertinya ini hasil rencana Hyunjoon), dan… err… suasananya agak canggung ._.
Hyukjae dari tadi melirik Ayako yang jadi lebih banyak diam –salah tingkah–, ia bingung ingin mengajak bicara dari topik apa. Sementara Ayako sebenarnya ingin menanyakan banyak hal, tapi satu masalahnya, dia malu >/////<

“Hyuk-kun…” tahu-tahu Ayako buka suara.
“Hmm?”
“Anu, itu, sebenarnya… kita itu apa?” tanya yeoja itu, ia memalingkan wajahnya agar tidak terlihat oleh Hyukjae kalau wajahnya benar-benar merah.
“Hah? Maksudmu?”
“Itu… kita ini… teman?”
“Menurutmu?” Hyukjae mulai bisa menangkap arah pembicaraan Ayako.
“Hanya teman?”
“Kalau kau inginnya bagaimana?” Hyukjae balas menanyakan pertanyaan telak.
“A-a-aku? Ah, itu…”

Diam beberapa menit. Mereka terlalu sibuk dalam pikiran masing-masing sampai tak bisa mengatakannya secara langsung.

“Saranghae.” kata Hyukjae tiba-tiba.
“Eh? Apa?”  tanya Ayako setengah tak mempercayai pendengarannya.
“Tidak ada pengulangan~”
“YA! Masa’ tidak ada pengulangan?” protes Ayako langsung. Hyukjae terbahak dan menarik Ayako agar mendekat ke arahnya.
“Saranghae Aya-chan~” Hyukjae mengulanginya sekali lagi, kali ini lebih jelas. Wajah Ayako makin memerah.
“Nado Hyuk-kun,” gumam Ayako pelaaan sekali, tapi sayangnya Hyukjae tetap mendengarnya. Ia langsung senyum-senyum tidak jelas begitu mendengar ucapan Ayako tadi.

“Jadi?” pancing Hyukjae.
“Jadi apa?”
“Kita ini apa?”
“Menurutmu?”
“Dasar tukang tiru.”
“Kau itu yang tukang tiru.”
“Err-___-“
“Rugi aku punya namjachingu sepertimu, tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.”
“He? Nggak nyambung! Dasar babo.”
“YA! Siapa yang babo, ha?!”

“Kau~” Hyukjae tertawa. Sedetik kemudian ia diam dan meraih dagu Ayako.
“Ya! Ya! Kau mau apa?”
“Memberimu hukuman karena merasa rugi punya namjachingu sepertiku~”
“Hei, aku memang merasa rugi, itu wajar, kan? Salah sendiri, pelit sih!”
“Salah sendiri mau jadi yeojachinguku!”
“Salah sendiri bilang saranghae padaku!”
“Salah sendiri mancing-mancing di awal-awal!”
“Salah sendiri…hmpft!”

Sayang sekali, semua argumentasi Ayako sudah ditahan oleh Hyukjae 😄

Advertisements

7 thoughts on “Team 2-5 [Part 5.4]”

  1. YEY! ^^

    jiaaaaah salting’an gituuuuu 😄

    ngebayangin mereka jalan-jalan di outdoor itu~ uuuuu iriiiiiii :3 #tarikseung
    untung unyuk bawa kamera yaaa 😄

    saling poto~
    liat” danau~
    rebut-rebutan kamera~
    unyuk ngajarin cara lempar batu walaupun gagal~
    ayako diem-diem ambil gambar~
    dan adegan(?) romantis lainnya yang bikin saya… saya.. ng.. ENVY~! #nangisdipelukanseung*?
    aaaaaaaaa saeng dae~~~bak gambarin suasananya merekaaaaaaa 😄

    waktu ayako hampir jatuh itu~ unyuk cekatan yaa kalo soal tangkep-menangkep(?) cewek(???) hhahhahhaa 😄

    aaaah unyuk payaaaah~ yang buka topik aya duluaaan *diinjek unyuk
    tapi lumayan sih taktiknya, nanya dulu kita ini sbenernya apa(?) eh hubungan kita sebenernya apa gitu..
    unyuk sok-sok nggak tau -__-
    waktu bilang ‘saranghae’ ayako gugup pastiiiii X3

    dan diakhiri dengan ———— u-know-yunho eh you know laaah X3

    YEY! PAJAK JADIAAAAAAAAAAAAAAAAAAANNN!! #teriakpaketoamasjidomsiwon
    tinggal miho onnie nih :3
    kalau udah jadi semua, saya sendirian lagi #nangis #pundung
    SEMANGAT LANJUT SAENG~! \(^o^)/
    part ini JJANG! 😄

    1. eonni… kalau gak salting gak aseeeeekkk 😄 *maksudnyaapa

      heee, iri jugaaa TT^TT *senggol taem*
      iya, alhamdulillah yaaaa? 😄

      aduh, unyu moments semua ituuuuu :3
      iya, saeng ngebayanginnya aja rada gimanaaaaaaa gitu. seru aja kalau dipikir-pikir :p
      gomawo eonniiiii :’) *terharu

      wakakakaka, itumah dia pinter curi-curi kesempatan aja XDD

      hooo payah nih, tapi kan jaman sudah maju, udah ada emansipasi wanita :p
      heee, habis kan ayako ngerasa digantungin begetooooh :p makanya dia tanya kakakakakakak 😄
      tch, bisa-bisanya unyuk aja itu sok sok gak tau. dasar babooooooo

      dengan apa? dengan apaaa? *Muka inosen*

      ASIIIIIIIIIIIIIIIIIKKKKKK XDD ah tapi kan hyuko sama sama pelit, mana mau mereka ngasih peje eonn =_=
      hoooo, ya gimana lagi? masa’ saeng bikin eonn selingkuh sama kyu? :p

  2. ah ah ah~ ferris wheel daebak! egila ya, ini hyukko feelnya asyik banget ea ea ea deh! aaaa, pengeeeeeennnn~ cuman itu pas narik dari danau bukan dipeluk erat ya? cuman dipeluk pake tangan kiri? Trus hyuk teh manja yah di dieu? uhuhhuhuuuu~ unyuuu~k… dasar bappbo tetep wae lah pabbo..

    dan itu, itu, duet iblis? huwakkakakakaakkk! duet iblis! ga kebayang neni mengiblis…
    wkwkwkwkkwkkkk..

    1. hooh, ini paling asik kok dua orang iniii *muka envy* heh? iya, pake tangan kiri aja, soalnya belum muhrim (?)
      aduh eonn, saeng mana ngerti bahasa sundaaa -______-
      hooo, emang, dia gabisa mengibliskan diri (?) soaleee ._.

  3. AHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA~ 😄 😄 😄 #kabur

    *sesuai kata saya kemarin, besok saya dateng lagi :3*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s