[Ficlet] Are You Really… You?

Title: Are You Really… You?
Genre: as usual… comedy -_-
Rating: G
Character: err, gimana ya, kasih tau gak yaaaaaa~ *ea

Seperti biasa, ficlet geje. Jangan ditiru *eh

07.00, in front of The Lees’ house

Taemin sudah menunggu di depan rumah Sungra dari tadi sambil bertengger di atas jok motornya. Kebiasaan setiap hari yang bahkan tidak bisa terpatahkan oleh ajakan appa Sungra untuk masuk ke dalam. Bukan apa-apa, tapi dia sudah terlanjur pewe (?) duduk di sana .______.
“Wah Taemin-ah, tumben sudah datang?” sapa appa Sungra, Lee Jongjin, yang baru saja pulang jogging pagi. Taemin hanya tertawa sopan sambil menggaruk kepala, pose canggung favoritnya.
“Kebetulan bisa bangun pagi, ajusshi.” Taemin tersenyum kecil.
“Hoo, begitu? Tidak masuk dulu? Sepertinya Sungra masih lama di dalam.” ajak Jongjin ajusshi. Lagi-lagi Taemin menggeleng.
“Tidak usah ajusshi~ hehehe…” tolak Taemin.
“Duduk dan menyangga motor dengan kaki terlalu lama tidak baik untuk tubuh…” selain dokter, Jongjin ajusshi juga sering touring dengan motor.
“Sudah pewe ajusshiiiiiiiii~”
Saking dekatnya dua keluarga itu, rasanya seperti Taemin sedang berbicara dengan appa sendiri… atau hyungnya sendiri?-_-
“Ya sudah, dasar anak keras kepala.” Jongjin ajusshi menggelengkan kepala, kelewat maklum dengan tindak-tanduk namja di depannya. “Ajusshi masuk dulu ya?”
Setelah Taemin mengangguk mengiyakan(?), Jongjin ajusshi beranjak masuk ke rumahnya. Beberapa langkah sebelum pintu utama, Jongjin menoleh dan memanggil Taemin.
“Jangan panggil ajusshi! Kalau bisa, panggil hyung saja!”
“Kan ajusshi sudah tuaaa~”
Jongjin tertawa, lalu masuk ke rumah. Beberapa saat kemudian, ganti Sungra yang keluar dari pintu itu.

“Annyeong Min-ya~”
Taemin langsung mencubit lengannya sendiri begitu mendengar sapaan Sungra yang sangat… err… tidak biasa o_o
“Kau kenapa?” Taemin menempelkan telapak tangannya di dahi Sungra. “Sakit, ya?”
Tanpa basa-basi, Sungra menjitak kepala Taemin yang belum ditutupi helm keras-keras.
“Ya! Appo!” protes Taemin.
“Appa titip jitak, barusan saja.” Sungra ngeles seperti biasa. “Oh iya, sekalian buat yang barusan, deh.”
Taemin cemberut. Tangannya mengambil helm dan memasangkannya di kepala Sungra, dan begitu terpasang sempurna, ia langsung memukul kepala berhelm (?) Sungra.

“Ya! Neo! Mau aku tambah pendek, ha?” Sungra menaikkan intonasinya, membuat Taemin tersentak kaget sejenak.
“Siapa yang mulai? Kau, kan?” balas Taemin tenang. “Sudah, ayo naik. Keburu telat.”
Karena Sungra tak juga naik, akhirnya Taemin menariknya hingga duduk di jok belakang, lalu ia melingkarkan tangan yeoja itu di pinggangnya. Tanpa memberi aba-aba maupun bertanya Sungra sudah siap atau belum, namja itu langsung memacu motornya dengan kecepatan ekstra tinggi.

Anehnya, hari ini Sungra tidak banyak protes soal acara ngebut-ngebutan Taemin .____.

———–

07.15, Gangnam

Begitu sampai di sekolah, Taemin langsung menyeret Sungra ke kelas mereka yang masih kosong. Maklum, mereka kepagian 45 menit, sih==
Setelah memilih dan menduduki (?) kursi masing-masing, Sungra segera menyibukkan diri dengan kesibukannya sendiri. Sementara Taemin hanya merebahkan kepalanya di meja, berpikir kenapa yeoja di sebelahnya mendadak bertingkah aneh seperti tadi pagi.

Taemin’s POV

Sungra masih saja terlihat aneh. Maksudku bukan dia melakukan sesuatu yang illegal, tapi dia melakukan sesuatu yang sangat-bukan-Sungra. Mengerti tidak maksudku apa?
Contohnya tindakannya tadi pagi. Tumben sekali dia mau menyapaku duluan, meski akhirnya tetap saja aku dijitak (gara-gara kata-kataku sendiri, sih-____-) lalu saat tadi aku ngebut di jalan, entah kenapa yeoja itu sama sekali tak bereaksi –mencubit atau berteriak panik– seperti biasa. Atau saat aku menyeretnya masuk kelas dia juga tidak memberontak dan semacamnya. Padahal biasanya… sudah habis lenganku jadi korban keganasan tangannya.
Yah, aku rasa dia sedang sakit hari ini. Mungkin .___.

Lihat saja apa yang sedang ia lakukan sekarang. Duduk tenang dengan novel di tangan (mungkin terlihat biasa, tapi seorang Lee Sungra benar-benar tidak pernah menyentuh novel sastra setebal hampir seribu halaman dengan bahasa tinggi, kau tahu?) tanpa earphone, tanpa merecokiku. Kuulangi, tanpa MERECOKIKU. Sedikitpun tidak.
Tunggu, sepertinya akulah yang selama ini selalu merecokinya ==
Ah~ aku jadi punya ide untuk membuktikan ke-tidak biasa-annya ini!

“Ra-ya, Ra-ya,” panggilku dengan intonasi biasa. Diam.
“Ra-ya~” kali ini aku menambahkan sedikit aegyo. Masih diam.
“Ra-yaaaaaaaaaaa~” aegyo tingkat tinggi, biasanya ia akan langsung memasang wajah terganggu dan berteriak padaku saat itu juga. Tapi kali ini… tidak.
“Hmm…” gumamnya tak jelas sambil membalik halaman novel. Tuh, kaaaaaan? Ini bukan Sungra! Pasti bukan Sungra!
“Ya, kau bukan Sungra!” aku malah menyuarakan pikiran bodohku keras-keras, membuatnya langsung menoleh dan menatapku dengan pandangan heran.
“Apa maksudmu?” tanyanya. “Aku tak mengerti, bicaralah yang jelas.”
Ini benar-benar kelewat tenang untuk ukuran seorang Lee Sungra.
“Kau sakit? Kurang tidur?” aku mengacuhkan pertanyaan dan perintahnya. Sungra menggeleng.
“Memangnya aku terlihat seperti orang sakit?” tanyanya. Aku mengangguk.
“Tingkahmu itu… beda.”
“Berbeda bagaimana?”
Bahasanya saja jauh lebih sopan dari Sungra yang biasanya-_-
“Yaaaa pokoknya beda.” aku mengangkat bahu, bingung menjelaskannya.
“Maksudmu apa, sih?” Sungra tertawa kecil sambil menutupi mulutnya dengan sebelah tangan. Eeeeeeeh? Apa-apaan ini? Uri Sungra  tidak pernah melakukan hal seperti itu! Dia memang tahu tentang manner tapi tidak pernah mempraktekkannya sampai se-berlebihan itu! Tidaaaaak! Ini bukan Sungra!

Aku langsung memegang bahunya dan menatapnya lurus. “Kau abnormal.”
“Heee? Apa maksudmu, oppa?”
Nah, satu lagi! Sungra hanya memakai kata ‘oppa’ di saat-saat khusus, misalnya kalau dia sudah benar-benar marah, sedang merajuk, atau hanya ingin *ehm* manja sejenak padaku. Selebihnya tidak pernah. Mustahil dia melakukannya di waktu yang ‘biasa’ seperti ini.
“Kau berbeda. Bukan Sungra yang biasanya.” tanpa sadar aku mengguncangkan bahunya pelan.
“Oppa ini bagaimana? Kalau aku bukan Sungra, siapa lagi?”

“Kenapa kau memanggilku oppa?” lah, aku malah menanyakan sesuatu yang melenceng dari topik=_=
“Karena oppa lebih tua dariku, iya, kan?”
“Kau ingat janji waktu aku ulang tahun?”
“Janji yang… oh, yang itu. Ingat.”
“Lalu kenapa masih memanggilku oppa?”
“Memangnya tidak boleh? Kalau tidak boleh ya sudah…” ia memasang wajah seolah ingin menangis. A-a-a-aigo! Separah apapun Sungra tersinggung, ia tak pernah memasang ekspresi seperti itu!

“Y-ya! Kau… kau… kau bukan Sungra! Uri Sungra tidak suka buku-buku sastra tebal! Tidak bisa lepas dari earphone dan iPod kecuali saat belajar! Selalu marah kalau ada yang mengganggunya saat dia sedang sibuk dengan sesuatu! Temperamental! Tidak pernah bersikap sok sopan seperti seorang Lady tingkat tinggi!” aku mengatur napas setelah kalimat-kalimat yang kurangkai sembarangan karena emosi tadi sambil melotot ke arah ‘Sungra’. Ia tampak memasang wajah datar.
“Sungra tidak pernah merajuk dengan wajah hampir menangis seperti itu, mau se-tersinggung apapun dia. N-Nae Sungra… nae Sungra… hanya memanggilku oppa di waktu tertentu. Satu lagi…” satu ide terlintas di otakku.
“Wajahnya akan memerah kalau aku melakukan ini.” gumamku sambil merengkuh kepalanya. Oke, ini ide gila, tapi, yah… mau bagaimana lagi?
Aku mendekatkan kepalaku ke ‘Sungra’. Saat wajahnya sudah benar-benar dekat, aku mulai menutup mataku dan…
“Min-ya~”
Eh? Itu… itu… Sungra?
Seseorang (atau Sungra?) mengguncang badanku pelan. Lalu ia malah menekan-nekan pipiku beberapa kali. Hei, hei, memangnya aku mainan, apa?-_- sekarang pipiku malah jadi sasaran cubitannya. Huaaaaah~
Aku membuka mata dan mendapati wajah Sungra yang berada tepat di depanku, dengan kepala di meja dan senyumnya yang biasa. Tidak ada kesan sok manis sama sekali seperti Sungra yang…
Eh, kalau begitu yang tadi itu siapa?

“Masih ngantuk?” ia membuka pembicaraan, membuatku kembali ke alam sadar. Aku menggeleng.
“Ra-ya?” gumamku masih bingung. Ia menaikkan alisnya.
“Ne? Wae Min-ya?”
“Kau… tidak memanggilku oppa lagi?”
“Lho? Bukannya kau yang tidak mau kupanggil oppa terlalu sering?”
Aku mulai tersenyum. Lega, lega sekali~ yang ini baru benar-benar Sungra. Uri Sungra, nae Sungraaa~
Langsung saja aku menegakkan badanku dan mengulurkan tangan ke arah yeoja itu, lalu menariknya dan kemudian memeluknya erat.
“Y-ya! Min-ya! Kau kenapa?” suara Sungra terdengar tercekat. Aku menutup mulut dan menyandarkan dagu di bahunya. Nyaman~
“Min-yaaa~ ini di kelas…”
“Terus?” gumamku tak peduli.
“Maluuu~”
“Halah, nggak ada yang lihat, kan?” tanganku bergerak melingkarkan tangannya di sekitar badanku agar ia (terpaksa) balas memelukku.

“Kenapa, sih?” tanya Sungra begitu aku melepaskannya. Aku menggeleng kecil sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
“Nggak… cuma mimpi aneh saja.”
“Hooo? Mimpi aneh? Tentang apa?”
“Kau.”
Sungra membulatkan matanya. “Jangan bilang…”
“Yaaaa! Jangan berpikiran yang aneh-aneh!”
“Iya iya, aku tahu kalau kau masih polos…” Sungra tertawa lebar sambil mengacak rambutku. Ya, ya, ya! -_-

“Kata siapa aku polos?”
“Kataku~”
“Aku nggak polos!”
“Geurae? Jeongmallyo? Aku tak percaya~”
“Mau kubuktikan kalau aku nggak polos? XD”
“MWO? YA! Andwae! Min-ya andwaeeeeee!” ia langsung mendorong bahuku begitu sadar apa yang ada di balik ancamanku. Tapi aku tetap merengkuh kepalanya sambil mendekatkan wajahku padanya.

Well, kau yang meminta, Ra-ya XD

——————————–

omo omo DX
gakjelas banget ini, random aja gitu tau-tau kepikiran ._____.
mian kalau saya ngerandom gaje, mian kalau jelek, mian buat yang ngerasa ‘ah-aku-kehilangan-waktu-berhargaku-buat-baca-ini’ -_____________-
*kabur* 

Advertisements

5 thoughts on “[Ficlet] Are You Really… You?”

  1. HHAHAHAHAHHAHAHHAHAHHAHAHA XDD
    taemmiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnn *lempar ke jurang* *salah*
    ada-ada ajaaaaaaaaaaaaaaaaa XD *ketawa puas* XDD
    nggak bisa bayangin Sungra jadi kayak gituuu XDD

    1. MWOYAAAAA? ANDWAAAAEEEEEEEEEE *lari ke dasar jurang* *siap2 nangkap*
      huahahahahaha, mendadak ini ide lewat, dan jadilaaaah~
      aku aja gabisa bayangin nek aku mendadak kalem gitu, apa kata dunia lah -_-

  2. *ngebayangin sungra jadi Lady kayak di pilem-pilem* *gagal ngebayangin* AHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA! XD *tepok punggung Taemin*

    Eh kesian banget si Taem kalo itu beneran kejadian ._.

    Aih, ngakak baca ff yang satu ini -_-

    1. errrrrrr, udah jangan dibayangiiiiiin -________-”

      bisa mati di tempat dia! gila ajaaaa ._.

      alhamdulillah ngakak XD ati2 ini udah meh jam 11 lho, jangan ngakak keras2 :p

  3. OH ME GAD!
    Taem lu mesum Taem! Mesum.
    Oke! Ceritanya Taemin mimpi gitu! Ahahahahha

    Kayanya itu refleksi yg sbnr ny prnh kebersit dipikiran Taemin deh kalo Sungra jadi bener2 ‘kecewe2an’ tapi jatohnya malah aneh yaak?

    Haha sekali lagi, yg pure memang lebih baik.

    Lanjuttttt! XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s