[Drabbles] Dorkies

Title: Dorkies
Genre: Romance
Rating: G
Character: Lee Jinki, Park Sunyoung

because i’m reallyyyyyy in love with this couple ❤

Over the Wings
Luna tidak begitu menyukai apa yang ada di cermin di depannya. Sebenarnya secara keseluruhan ia terlihat biasa saja, cenderung cantik malah, hanya saja dia membenci rambut blondenya. Ia benci melihat rambut di atas kepalanya dengan warna yang sama sekali tidak match dengan wajahnya.
“Sunyoung-a…”
Hanya satu orang yang memanggilnya seperti itu, membuat Luna refleks menoleh –padahal sebenarnya tidak perlu, karena ia bisa melihat lewat cermin di depannya– dan menghadap si-orang-yang-memanggilnya langsung.
“Ah, Jinki oppa, ada apa?” tanyanya, berusaha terlihat tenang padahal sebenarnya frekuensi detak jantungnya sudah berlipat 10.
“Propertimu.” jawab Onew, menyodorkan sesuatu yang sejak tadi ada di balik punggungnya. “Perlu kupakaikan?”
“Tidak…” Luna sudah membuka mulut, tapi sayang sekali, Onew sepertinya tidak menerima penolakan. Ia sudah berdiri di belakang Luna dengan properti –sayap artifisial– dan mengambil sikap ayo-angkat-tanganmu-agar-aku-bisa-memasangkan-benda-ini.  Pada akhirnya Luna mengalah dan menuruti perintah namja itu, membiarkannya melakukan apa yang dia inginkan.

“Sudah pas?”
“Mm. Kurasa sudah.” Luna berputar sekali, membiarkan si sayap palsu menemukan tempat yang paling tepat di bahunya.
“Cantik.”
Ia terdiam. “Eh?”
“Kau cantik.” sekali lagi Onew mengulang kata-katanya dengan ekspresi (kelewat) santai, lengkap dengan senyum dorky-nya yang biasa.
“Ah, eh, terima kasih…” meski Onew sudah sering mengatakan hal seperti itu, tapi Luna tetap tidak bisa terbiasa –sejauh ini.

 

When the Two Dorks Met
“Yaaaaa! Gosong!”
“Omo, omo! Awas, jatuh semua, tahu!”
“Bukan itu bumbunya! Yaaaaah~”
“Salah! Kau terlalu cepat mengocok telurnya!”
“Lempar yang benar! Yang benaaaaar!”
Suasana dorm f(x) jauh lebih ramai dari biasanya. Suara ribut-ribut terdengar dari arah dapur, membuat Krystal yang berada di ruang tengah hanya bisa menahan rasa kesal sambil menutupi telinga dengan earphone, tak bisa berbuat banyak.
“Onew hyung?” tanya Amber yang baru saja masuk ruang tengah. Krystal mengangkat bahu.
“Hmm, biasa.” jawab Krystal cepat.
“Kenapa lagi? Masak? Apa eomma tahu? Eomma tidak marah?” Amber meneruskan ‘berondongan’ pertanyaannya ke Krystal.
“Bukan, main Cooking Mama…”

 

19th
“Aku iri dengan Taemin.”
“Hah? Kenapa?” Luna langsung menolehkan kepalanya ke Onew yang sedang bersandar di pagar balkon. Kali ini (lagi-lagi) mereka kabur dari satu acara –Surprise Party Luna– dan menyendiri di tempat itu.
“Ia seumur denganmu.” gumam Onew dengan suara rendah, seolah tidak ingin Luna mendengar alasan (bodoh)nya.
“Lalu?” desak Luna sambil menahan tawa.
“Yah, setidaknya kalian punya kesamaan…ah, sudahlah! Aku benar-benar merasa seperti anak kecil!”
Tawa Luna berderai, membuat Onew makin bersungut-sungut.
“Yaaaa~ diamlah!”
“Dasar childish!” Luna menjitak kepala Onew pelan dengan senyum kecil di bibirnya. “Terima saja nasibmu, kau ini sudah tua…”
Onew makin kesal. Luna yang mengerti situasi langsung menambahkan kata-katanya. “Semakin tua, makin dewasa, kan? Selama sangtae-mu tidak kumat saja…”
Kali ini Onew tak bisa menahan-nahan tawanya lagi. Ia mendengus dan balas menjitak kepala Luna. Sedetik kemudian, senyumnya muncul, sekilas, samar-samar.

 

Disturbance

Luna bertepuk tangan sambil tersenyum senang di sebelah Victoria. Ia puas dengan performance-nya dan para sunbaenya di Gayo Daejun malam ini –meski ada sedikit kesalahan pada mikrofon, tapi sepertinya tidak masalah–, dan sekarang mereka sudah sampai di ending acara.
Sembari membungkuk berkali-kali dan mengucapkan salam ke artis-artis lain yang lewat di depannya, Luna sesekali melirik ke atas. Ia tahu, dari tadi Onew yang berdiri di belakangnya terus-terusan mengganggunya dengan menggerak-gerakkan tangan seolah ingin memukul kepalanya. Tapi ia bersikap seolah ia tak sadar dan tetap tersenyum ke teman-temannya serta para penonton.

18 detik kemudian, ia menolehkan kepalanya ke belakang dan tanpa sadar memasang senyum aegyo-nya. Tidak ada pembicaraan di antaranya dan Onew, tapi beberapa saat kemudian, Onew ikut tersenyum –hangat.

————-

well… jelek yaaaak? ._______.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s