[Ficlet] The Preview of…

Title: The Preview of…
Genre: Friendship, comedy, romance (dikit, anak kecil soalnya XD), AU
Rating: G~ (masa’ yang main anak kecil ratingnya PG-_-)
Character: Lee Taemin, Lee Sungra <- jaman dulu tapi

Seperti biasa, nggak jelas._. some moments are inspired from Kocchimuite, Miiko! beberapa diadaptasi langsung, tapi nggak persis, insya Allah :3

Siapa anak kelas 5 di Paran Elementary School yang tidak mengenal Lee Taemin dan Lee Sungra?
Oke, persempit persebaran populasi ‘pengenal’-nya, jadikan hanya di kelas 5-3.
Dua anak itu memang agak sedikit terkenal di sekolah. Hubungan mereka gabungan antara teman dan musuh. Teman, karena… yah, memang mereka sudah saling mengenal sejak kecil. Satu sekolah dari TK sampai sekarang, pula. Entah di kemudian hari seperti apa. Sedangkan musuh karena… lihat saja apa yang sedang terjadi sekarang.

“Aiyaaa~ tidak sampai~” keluh Sungra, berusaha menggapai-gapai ke bagian atas papan tulis yang terlalu tinggi untuknya. Memang, sih, bisa pakai kursi, tapi… malas._.
“Yaaaaa! Dasar babo!” tiba-tiba seseorang merampas (?) penghapus papan tulis yang dipegang Sungra, dan menggantikan tugasnya menghapus papan tulis bagian atas. Sungra terdiam, hanya memperhatikan apa yang dilakukan orang itu.
“Gomawo…” gumam Sungra setelah orang itu selesai menggantikan tugasnya.
“Makanya jadi orang jangan pendek-pendek!” lah, ternyata orang itu malah meledek Sungra -_-

“YAAAAAAAK MIN-YA BABO!!!!” teriak Sungra kesal sambil menendang kaki orang tadi –yang ternyata adalah Taemin.
Yah, memang teman sekaligus musuh, kan?

—–

Siang ini, Sungra dapat giliran piket dan ia lebih memilih menyapu lantai kelas yang amat-sangat-kotor-sekali. Tangan kirinya memegang serok sampah (?) sedangkan tangan kanannya sapu. Ayo kerjaaaaa~
“Yaaaak~ selesai~” gumam Sungra senang. Ia berjalan menuju pintu kelas, berniat membuang semua sampah-sampah yang berhasil disapunya ke tempat sampah di luar kelas.

BRAK!
“Haaaaa, mian! Kau tidak apa-apa?” tanya Taemin pada Sungra yang jadi ‘korban’ tabrakannya.
“Kau ini apa-apaan, sih?” marah Sungra. Sekarang isi serok sampahnya berceceran dimana-mana, dan hampir seluruh badannya ditutupi debu.
“Baik-baik saja, kan?” belum sempat Taemin menjawab kata-kata Sungra, ia sudah diinterupsi oleh Yoseob yang mengulurkan tangannya ke Sungra dan membantu yeoja itu mengumpulkan sampahnya lagi. “Taemin-ah, minta maaf ke Sungra, dong!”
Taemin tampak agak salah tingkah, tapi kemudian ia mengganti ekspresinya menjadi kesal. “Salahnya sendiri! Kelewat pendek, sih! Nggak bilang-bilang pula kalau mau lewat!”
“YAAAAA! SEENAKNYA!” Sungra berteriak marah. “Tiap hari kau mengejekku terus! Minta maaf apa susahnya, sih? Kenapa nggak mencontoh sikap Yoseob?”
Taemin diam saja, tapi jelas kalau ia tidak suka dengan kata-kata Sungra barusan. “Terserah kau saja!” katanya sambil berbalik dan berjalan masuk ke kelas lagi.

“Ra-ah, kau melukai hatinya, tahu…” kata Hyunjoon, teman sebangku Sungra, setelah ia merasa emosi Sungra sudah mereda.
“Biar saja! Salahnya sendiri nggak mau minta maaf!” gerutu Sungra. Belum habis ternyata.

——

Sungra berjalan pulang ke rumahnya sendirian. Pikirannya kembali ke kejadian tadi siang.
“Aish… Taemin menyebalkan!” gerutunya sambil menendang-nendang kaleng. “Aku nggak mau melihat wajahnya lagi!”
Lewat serombongan anak SMP di dekat Sungra. “Ah~ kapan aku masuk SMP? Masih lama…” gumam yeoja itu sambil menghitung-hitung dengan tangannya. “Tapi nanti aku satu sekolah lagi dengannya, malas, ah! Aku mau langsung jadi anak SMA!”

“Mau mencoba? Apa kau ingin lihat kehidupanmu di masa yang akan datang?”
Sungra berhenti menggerutu. Ia melihat ke sekeliling, mencari si pemilik suara, dan pandangannya berhenti pada penjaga stand ramalan di pinggir jalan yang terlihat… agak aneh.
“M-Mwo?”
“Dunia setelah kau masuk SMA, apa kau ingin melihatnya?”
Entah ada setan apa, Sungra berjalan mendekati si peramal. “Eh, ingin lihat juga, sih…”
“Tapi mungkin tidak seindah yang kau bayangkan… bagaimana? Masih ingin melihatnya?
“Kan aku belum tahu seperti apa!”

“Baiklah,” si peramal mengeluarkan satu bola kecil, warnanya putih berkilauan. “Kuberikan bola ini…”
“Heh?” tanya Sungra heran. “Ige mwoya?”
“Masuklah ke kamar, lalu genggam bola ini erat-erat. Kemudian buka pintu kamarmu…”
Wajah Sungra memucat. Perasaannya tidak enak. “Ah, eh, kamsahamnida!” teriaknya sambil berlari pulang.

—–

“Sungra-aaaah, bangun! Cepat siap-siap ke sekolah!”
Sungra memakai bajunya dengan asal-asalan. Saat memasukkan bukunya ke tas, ia melihat bola yang kemarin diberikan oleh si peramal aneh itu.
“Eh?” gumamnya, meraih benda itu. Terlintas kata-kata si peramal di benaknya.
“Masa’ bisa, sih…” ia tertawa garing. “Coba, ah!”
Maka Sungra menggenggam bola itu erat-erat dan membuka pintu kamarnya. Dan belum sempat ia melangkah keluar, terjadi sesuatu yang aneh, seperti ia jatuh ke sebuah lubang yang tidak ada akhirnya. Saking kagetnya, Sungra hanya bisa memejamkan matanya.

“Sungra-ah!” terdengar suara yang sangat familiar di telinganya. Sungra mulai berani membuka mata. Dilihatnya seseorang yang sepertinya ia kenal… tunggu. Itu eomma-nya!
“Kenapa diam saja? Ayo cepat sarapan!” kata eomma Sungra. Di depannya ada appa Sungra yang entah kenapa tampak berbeda.
“Ya! Jangan berdiri di tengah jalan!” kata satu suara lagi, yang belum pernah didengarnya tapi mengingatkannya pada seseorang. Refleks, Sungra langsung berbalik untuk melihat siapa yang barusan bicara padanya. Jiwan? Pakai seragam SMP?
Di belakang Jiwan ada Hyunchan dengan seragam SMP, dan Ahmi yang masih berbaju bebas, tipikal anak SD. Sekarang ganti Sungra yang mengamati pakaian yang dikenakannya.

EH? Seragam SMA?

—–

“Aiyaaaa~ aku tidak kenal siapa-siapa~” keluh Sungra. Ia memandang ke sekeliling gerbang sekolahnya, mencari seseorang yang mungkin dikenalnya. Tiba-tiba matanya menangkap sosok orang yang familiar. Taemin!
“Taemin-aaaaah!” teriak Sungra, entah kenapa ia jadi lega. Taemin menoleh, dan begitu melihat           Sungra, ekspresinya berubah tidak enak.
“Tumben nggak sama namjachingumu.” kata Taemin.
“Eh? Siapa?”
“Si Yoseob…” jawab namja itu sambil berlalu, meninggalkan Sungra yang masih melongo di tempatnya. Ia? Dan Yoseob? Sejak kapan? Bagaimana bisa? Lalu bagaimana dengan… Taemin?

“Lho, Sungra-ah? Kenapa belum masuk? Sudah mau bel, lho!” sapa seseorang. Sungra terkejut dan langsung menoleh ke orang itu.
“Hyunjoon-aaaaahh?” teriak Sungra histeris bercampur senang. Untunglaaaah~ “Kita sekelas?”
“Iya, kita sekelas! Ada apa, sih?!”
“Seorang penyihir aneh memberiku bola ajaib! Waktu aku membuka pintu kamar, tahu-tahu aku sampai di sini!” katanya heboh, membuat Hyunjoon kebingungan.
“Sudahlah, nanti saja ceriitanya! Sekarang masuk saja dulu!”

—–

“Joon-ah, kok Taemin tetap cuek, sih? Padahal satu sekolah sama kita…” kata Sungra sambil menggigit sandwich-nya.
“Mm? Nggak juga, sih…” kata Hyunjoon. “Tapi mungkin dia begitu gara-gara omonganmu yang dulu?”
“Memangnya aku bilang apa?”
“Itu, lho, waktu dia tak sengaja menabrakmu, lalu kau membandingkannya dengan Yoseob.” Hyunjoon menyesap minumannya sedikit. “Sejak itu, kalian makin menjauh, kan?”
“Eeeeh? Gara-gara itu?”
“Makanya, kalau ngomong jangan ngawur… siapa sih yang suka dibandingkan dengan orang lain? Tidak ada, kan?”
Sungra terdiam, tidak berminat membahas lebih lanjut. Ia juga tak banyak berkata-kata saat diajak bicara oleh Hyunjoon. Masih merasa agak tidak enak dengan Taemin, sepertinya.

“Ra-ah, lihat! Baru saja kita bicarakan, sudah muncul orangnya!” bisik Hyunjoon saat mereka keluar dari café itu. Tampak Taemin yang berjalan ke arahnya.
“Ra-ah, aku duluan ya! Banyak tugas! Annyeong~” pamit Hyunjoon sambil melambaikan tangannya ke Sungra.
“M-Mwo? Lalu aku bagaimana?” tanya Sungra, frustasi. Ia berharap Taemin akan mengajaknya bicara, setidaknya menyapanya. Tapi nihil, namja itu malah melewatinya tanpa mengatakan apa-apa. Ia berjalan terus dan masuk ke kedai ddeokboki dekat situ.
“Ah!” tanpa sadar, Sungra mengikuti Taemin masuk ke kedai itu. Taemin tampak terkejut saat melihat Sungra masuk dan duduk di sebelahnya –karena tinggal itu saja tempat kosong yang ada di sana.

“Ah, eh, annyeong Taemin-ah…” sapa Sungra canggung setelah memesan makanan ke ajusshi yang menjaga kedai itu. Taemin hanya mengangguk, tak kalah canggungnya. Mereka diam beberapa menit, menunggu pesanan masing-masing jadi.
Ayolah Ra-ah, minta maaf sekarang! Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali! kata suara batin Sungra. Sungra menghela napas, dan melirik ke arah Taemin yang dari tadi diam saja.
“Min-ya… mianhae, soal ucapanku tentang kau yang harus mencontoh sikap Yoseob…”
“Hah? Itu jaman kapan? Apaan sih?”
“Waktu kita masih kecil, kelas 5 dulu, kau menabrakku setelah aku selesai menyapu kelas. Sampahnya jatuh semua, dan aku memarahimu. Mianhae…” kata-kata Sungra terputus karena Taemin keburu menutupi mulut yeoja itu dengan telapak tangannya.
“Waktu itu memang aku yang salah. Saat di jalan pulang, aku melihatmu, tapi entah kenapa aku tidak bisa minta maaf. Padahal sebenarnya aku merasa bersalah juga.”

Sungra melirik Taemin yang kembali menutup mulutnya. “Ah, gwaenchanha, waktu itu kan kita masih kecil!”
“Terserah, pokoknya aku minta maaf!” Taemin tampak agak salah tingkah.”Berapa semuanya, ajusshi? Digabung saja!”
“Heee? Tidak usah!” tolak Sungra sambil merogoh saku roknya, bermaksud mengambil uang. Tanpa sengaja ia mengambil bola dari peramal aneh itu.
“Tidak apa-apa. Sesekali.” untuk pertama kalinya, Taemin tersenyum ke arah Sungra. Yeoja itu mengalah dan tidak memprotesnya lagi.

“Eh, kenapa kau bilang Yoseob namjachinguku?”
“Lho, bukannya benar? Kalian kelihatan dekat sekali, sih!” jawab Taemin sambil bangkit berdiri, membuat Sungra ikut berdiri juga. “Memangnya bukan, ya? Lalu ada apa antara kau dan Yoseob?”
“Tidak ada apa-apa, kok!” jawab Sungra langsung, agak salah tingkah. Taemin menatap Sungra sebentar, kemudian mengangguk percaya.
“Kalau begitu…” tiba-tiba, Taemin mengalungkan lengannya di sekitar bahu Sungra. “Mulai besok, jangan berangkat dengannya lagi!”
“Ah, eh? T-Taemin? Kau kenapa?” refleks, Sungra melepaskan diri dari rangkulan Taemin dan langsung membuka pintu kedai. Dan lagi-lagi, hal aneh kembali terjadi padanya seperti saat ia berpindah ke masa depan. Dan saat Sungra membuka matanya, yang dilihatnya adalah keluarganya versi ia masih SD.

“Ra-ah, ayo sarapan!”

—–

Sungra berjalan keluar rumah, siap berangkat ke sekolah. Pada saat yang bersamaan, Taemin keluar dari rumah sebelah, dan tidak sengaja pandangan kedua orang itu bertemu.
“Annyeong Min-ya!” sapa Sungra ceria. Taemin tampak agak kaget, tapi sejurus kemudian, senyumnya muncul.
“Annyeong Ra-ya! Ayo berangkat!”

Advertisements

11 thoughts on “[Ficlet] The Preview of…”

  1. aigo~~~ :3
    ini beneran deeh kayak lagi ngeliatin anak SD suka-suka’an(?) tapi malu-malu gitcuuuu :3 *cubitcubitcubit
    kasian ucup, disinisin taemin 😄
    “Makanya jadi orang jangan pendek-pendek!” <– ini… HUAHAHAHAHAHAHAHAHHAHA XDD *ngakak gebrak gerobak(?)* hhahahahahhaahahha kasian sungra! kasian sungra! XDD
    eii ada peramal gitu ya? nyeremin -___- tapi keren tuh, kayak kesedot dimensi lain, eeeh udah jadi anak SMA aja :3
    untuung yaa hyunjoon nyuruh minta maaf, kalo nggak kan, taera nggak bakal jadi(?) X3
    Taera Jjjang! \(^o^)/

    1. para makhluk polos ituuuuu ._____.
      *pasrah dicubitin*
      iyaaaaa kasian si yoseob wakakakakakakakaka 😄 kalau kyujoon yang disinisin dongho, ini yoseob :3
      -_______________________- menohok itu sebenernya… saeng sama taemin kurang lebih beda.. err.. 20 cm kurang sih kayaknya .______.v
      itu jangan2 peramalnya nyolong mesin waktunya doraemon, lagi! *eh!
      iyaaa, alhamdulillah yah :3 *ehhhhh
      neeeee~~~ 😄 *tebarkembang

      1. “makhluk polos” <– seakan-akan mereka tembus pandang .__.
        akhirnyaa pasrah jugaaa dicubitiiin :3
        hahahhahaha 😄 sama-sama makhluk imut yang disinisin! 😄
        20cm? banyak juga .___. emang tinggi taemin berapa sih aslinya? *plak!
        he'eh! bener banget! dia ngadu kemaren *eh?
        yuhuuuuu~~~ (~^o^)~

        1. tidak bermotif eonn (?)
          iyaaaa, seribu ancaman tak berhasil -____-”
          derita makhluk imut :3 eh taemin juga lhooooo :3 ntar hyuko kan yang disinisin si kevin :3
          sekitar… di atas 175-an? saeng udah lama gak ngukur tapi kayaknya 160-an kalau saeng ._____.v
          aigoooo~ gimna ini? ayo datengin si peramal! kasian doraemon, mewek mulu ntar (?)
          asiiiiiikkkk~~ ayo digoyaaaaaang!

        2. masih murah berarti(?)
          uyeeeeeeeeeeeeeeeee 😄
          huahahahahhahahhaha 😄 onnie nggak ada makhluk imut di daftar bias(?) *eh?
          175?! tinggi juga .__. sabar ya saeng :3
          doraemon lagi cuti kok, nobita lagi nyari obat penambah umur dan tinggi badan, dari jaman ke jaman kecil mulu -__-
          *nontonin* 😄

        3. kok bisa? *eh?
          *diem *nutupin pipi*
          iyaaaaaa! adanya makhluk serem (seung), iblis (kyu), sama orang aneh (jongwoon) 😄 *kabuuuuuurrr~*
          lebih kayaknya eonn, dia kan masih tumbuh ._____.
          kenapa nggak diselimutin pake selimut waktu? ._. *eh?
          -___________________- kok nontonin? ayo ikut!

        4. bisa laaah, kalo pake motif pasti keren(?)
          cubiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitt X3
          *kaget* *aura panas* *siap-siap golok*
          aaaaaaaaaaaaaa jangan tinggi-tinggiiiiiiiii *plak!
          nobita pengen ngerasain gimana itu berjuang saeng(?) 😄
          nggak mau, lagi encok(??) .___.

        5. kok bisaaaaa? *masih ngeyel*
          *diem *biarin -____-
          KAMI TIDAK TAKUT! *iklan lifebu*y* 😄
          iyaaaaa jangaaaaan~~ nanti kalau aku harus ndangak (mendongak, eonn :p) terus kalau liat taemin kan pegeeeeeel *hasyah
          cabutin rumput liar depan rumah aja gak becus! *eh
          *geret kyu* *suruh ikut*

  2. KYAAAAAAAAAA! KYAAAAAAAAAAAAA! Kok makin lama Taemin jadi makin jentel ya? ._. apa cuma perasaanku aja? ._.

    Sukaaaaa~ 😀

  3. Endingnya dongg.
    Yaampun itu beneran tipe anak SD banget yaak endingnya.
    Abis berantem tiba2 baekannya gampang banget. Hihi walaupun skrg pun aku masih ky gitu jg kalo ama temen, berantem tp baekanny ga bilang2 😄
    *siapa yg nanyaa?!*

    Hii Taem bisa bgt. Tp serius deh bagian yg Taemin canggung itu rasany aneh bgt. Ga kaya Taemin yg biasa nempel ama Sungra mulu T___T

    Tapi.. Endingnya duunn! Hihi 😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s