[Ficlet] Story-Telling Session

Title: Story-Telling
Genre: umm… err…
Rating: PG-13
Character: kasih tau gak? :3

umm. saya bosan. jadi yasudahlah :3

Taemin meraih ponselnya yang tergeletak di sebelah bantal. Malam ini entah kenapa ia terkena insomnia, dan sampai pukul 11 malam namja itu masih tak dapat memejamkan mata. Padahal ia tahu persis kalau besok hari sekolah dan tentu saja ia harus bangun pagi, tapi… tetap saja susah tidur -_-
Ia menyentuh layar ponselnya asal, dan berhenti ketika menu perpesanan terbuka. Ada nama seseorang yang terletak paling atas dengan jumlah pesan yang bisa dibilang paling banyak pula. Sudah jelas kan itu siapa?

Kira-kira Sungra sudah tidur belum ya?

Taemin langsung mengubah posisi badannya menjadi duduk ketika pikiran tadi melintas di benaknya. Kalau yeoja itu belum tidur kan setidaknya ia bisa punya teman ngobrol, betul tidak?
Ia melongok lewat jendela kamarnya yang tidak tertutup tirai. Seharusnya, kalau Sungra sudah tidur, jendela di seberangnya akan gelap. Tapi kali ini… masih terang, hanya saja tidak terlihat sama sekali isi di balik jendela itu karena tertutup tirai tipis. Berarti Sungra belum tidur :3 Taemin pun memutuskan untuk menelepon Sungra.

“Yeobosaeyo?” tuh, kan, suara Sungra saja masih terdengar segar. Belum lesu.
“Yeobosaeyo, aku mengganggu?”
“Anniya, aku belum tidur kok, hehehehe. Ada apa Min-ya?”
“Aku tidak bisa tiduuuuuur~”
“Aigo~ lalu bagaimana? Kenapa? Kau minum kopi ya tadi?”
“Anni, molla… sama sekali nggak ngantuk. Kau sedang apa?”
“Aku juga tidak bisa tidur, ehehehe. Sekarang baru baca novel, sih.”

Diam sebentar. Taemin memainkan gantungan ponselnya, menunggu kelanjutan kata-kata Sungra.

“Min-ya~”
“Hmm?”
“Bacakan aku ceritaaaa~”ย nada suara Sungra berubah merengek.
“Heh? Maksudmu?”
“Ke sini, bacakan aku cerita, aku mau tidur tapi susah~”
“M-Mwo? Ke sana? Apa tidak apa-apa?”
“Asal begitu aku tidur kau kembali sih tidak apa-apa. Ayolah~”

Taemin melirik jam di mejanya. Sudah pukul 11.30. Ini Sungra benar-benar serius atau tidak? Apa dia sudah mengantuk makanya bicaranya jadi melantur begitu?

“Ra-ya? Masih bangun?”
“Ne~ kau jadi ke sini kan? Aku kangen dibacakan cerita oleh orang, tapi masa’ aku harus membangunkan eomma?” lah, dia malah curcol -_-
“Arra…” akhirnya Taemin memutuskan sambungan teleponnya dan berjalan ke arah balkon. Ia baru ingat kalau appanya dan appa Sungra baru saja selesai membangun garasi yang berada berdampingan (mengingat model rumah-rumah di perumahan memang seperti itu), dan dak atas garasi itu secara tidak langsung menjadi jembatan antara balkonnya dengan balkon Sungra. Lumayan, setidaknya ia tak perlu memanjat-manjat pohon lagi hanya untuk berpindah tempat.

TUK TUK TUK

Namja itu mengetuk kaca jendela kamar Sungra perlahan. Beberapa saat kemudian, tirainya tersingkap, menampakkan wajah Sungra dari balik jendela.
“Min-ya?” Sungra langsung membuka jendelanya dan menarik Taemin masuk. Bukan apa-apa, meski sekarang masih musim gugur, tapi angin malam sudah cukup dingin dan namja itu hanya mengenakan seragam kebesaran rumahannya –kaos dan celana panjang. Bagaimana kalau dia masuk angin? Bisa-bisa Sungra yang disalahkan -_-
“Jangan ribut, atau kita berdua akan mati di tangan eomma masing-masing!” bisik Sungra sambil menutup jendela dan merapatkan tirai. Yang diperingatkan hanya terkekeh dan mengangguk paham.

Taemin menarik beanbag hitam yang ada di sudut ruangan ke sebelah kasur, sementara si pemilik kamar sudah duduk di pinggiran kasur, bersiap untuk merebahkan badan dan mendengarkan ‘dongeng’ dari Taemin.
“Cerita apa?” tanya Taemin setelah duduk dengan nyaman di beanbag itu. Sungra menyodorkan sebuah novel tebal yang sepertinya belum selesai ia baca: Harry Potter jilid 7 versi Bahasa Inggris -_-

“Kau mengejekku, hah?” namja itu langsung meraih satu bantal dan membenamkannya di wajah Sungra. “Ngeledek? Aku tahu Bahasa Inggrisku jelek!”
“Bercanda Min-ya, huahahahahahaha~” Sungra balas melempar bantal di wajahnya ke Taemin. “Terserah kau saja. Yang kau tahu, deh. Yang hafal.”
Taemin beranjak dari beanbag hitam menuju rak buku. Ia menelusuri buku-buku itu dengan jemarinya. “Chunhyang? Little Red Riding Hood?”

“Little Red Riding Hood saja.” gumam Sungra sambil menguap, matanya sudah setengah terpejam. Yang berada di depan rak buku langsung mengambil buku cerita itu dan kembali ke sebelah kasur.
“Kurasa kau sudah mengantuk…” Taemin terkekeh dan mengacak rambut Sungra pelan, lalu mulai membuka buku di tangannya.

“Pada suatu hari…”

—–

“… mereka selamat dan merayakannya dengan makan sup buatan nenek si kerudung merah. Tamat.” Taemin menutup dan meletakkan buku di lantai. Ia melirik Sungra yang sudah tertidur pulas.
“Aiyaaa~ enak sekali~ aku juga ingin didongengi~” gerutu Taemin sambil mengusap matanya yang merah. Ia menatap Sungra yang benar-benar pulas, pasti dia sudah puas sekali karena sudah didongengi, hahaha.

Namja itu bangkit berdiri dan pindah ke tepi kasur Sungra. Perlahan, agar yeoja itu tak terbangun, ia menaikkan kakinya dan ikut merebahkan diri di sebelah Sungra.
“Jaljjayo~” Taemin mencium kedua kelopak mata Sungra ringan. Ia mengurungkan niatnya untuk ย berdiri lagi, takut Sungra benar-benar terbangun. Kasihan juga, sudah terlanjur tidur, kan?

Taemin mengubah posisinya ke telentang kembali. Ia mengambil salah satu guling Sungra yang menganggur dan meletakkannya di antara mereka berdua, lalu menggenggam tangan Sungra yang ada paling dekat dengannya.
“Ra-ya, numpang tidur, ya?” gumamnya meski tahu yeoja itu tak mungkin bisa mendengarnya. Ia mulai memejamkan mata, dan anehnya, kali ini hanya dalam hitungan menit ia sudah jatuh terlelap.

—–

The Next Day, 6.00 a.m.

Sungra mengerjapkan matanya, berusaha beradaptasi dengan serangan mendadak dari sinar matahari yang menyerbu kamarnya lewat jendela, meski masih tertutup tirai. Eh? Kenapa mendadak kasurnya terasa sempit?

Yeoja itu baru menyadari kalau guling yang biasanya ia letakkan di bawah masih berada di sebelahnya. Padahal ia benar-benar ingat kalau semalam ia menaruh guling itu di lantai. Selain itu ia juga mendengar… semacam… dengkuran halus seseorang? Ditambah lagi, ia baru sadar kalau seseorang itu sedang menggenggam tangannya. Jangan bilang kalau Taemin ketiduran di sini!
Berbekal rasa penasaran, Sungra menarik gulingnya dengan sebelah tangan yang masih ‘bebas’ dan langsung meletakkan benda itu di lantai. Dan benar saja… memang Taemin yang berada di sebelahnya, tertidur dengan wajah bocah paling bocah (?) yang pernah dilihat olehnya.

Wajah Sungra memanas. Sempat terpikir untuk berteriak, tapi terlalu berbahaya -_- bisa-bisa orang tuanya langsung masuk ke kamarnya dan… err… Sungra saja tak mampu memikirkan kemungkinan apa saja yang akan terjadi.
Tanpa sadar yeoja itu menyentuh wajah Taemin yang hanya berjarak sekitar 15 cm di depannya dengan ujung jarinya.

“Mm…” namja itu sepertinya mulai terbangun. Sungra langsung ‘mengganti’ tugas tangannya, jadi menepuk-nepuk pipi namja itu perlahan.
“Min-ya, ireona, sudah pagi~” bisik Sungra. Taemin membuka matanya sedikit.
“Nanti dulu~” gumamnya sambil memejamkan mata lagi.
“Aiyaaa~ nanti kita telat, ayolaaaaaaaaah bangunlaaaaaaaah~” Sungra mencubiti pipi Taemin perlahan.
“Neeee~ tapi morning kiss dulu~” Taemin membuka matanya sepenuhnya dan menangkupkan kedua tangannya di pipi Sungra. Wajah Sungra langsung memanas.
“Mwoya? Sikat gigi dulu sana!”
“Berarti setelah sikat gigi boleh minta morning kiss?” tanya Taemin sambil tersenyum –mesum.

“Anniya! Sudah! Pulang sana!”

Advertisements

8 thoughts on “[Ficlet] Story-Telling Session”

  1. kenapa onnie tambah galau baca ini? -___-
    aiya~
    taera~
    kalian~
    buat~
    saya~


    ENVY WOOOYY ENVYYYY! *plak! *diusir
    aaaaaa mau jugaaaaaaaaa mau jugaaaaaaaaaaa TT^TT

    iii yaampyuuun~ gimana tuh perasaan sungra waktu liat muka bocahnya bocah(?) ๐Ÿ˜„
    dibacain dongeeng~
    bisa ketemu setiap saat~
    unyu(?)~
    bobok bayeng(??)~
    sambil dipegang tangannya~
    Envy to the max changmin T_T

    ai lop yu pul deh TaeRa~ :3

    1. mm… hmm… *bingung *ikutan galau mau jawab apaan*
      AIYAAAAAAAAAA!!!!! JANGAN TERIAK! *sumbat kuping pake earphone*
      mau? mm… bi…kin… ._.v

      yang pasti~ kaget~ tersepona *eh?* nggak ding ._.v
      ‘dibacain dongeng’ entah kenapa kedengeran amat sangat bocah sekali -_____-”
      bo… bok bareng? mm ambiguuuuuu .__________________________.
      ihiiiiiiiiii taeraaaaa *eh *salah
      iyaaaaa O.O *ikutan envy*

      gomawoooooo :3

  2. Aaaaaaakkkk.
    Kembarannya Temin romantis gini ama gua bisa kali!
    *lalu dicium Kai*

    Ehh serius yaa, momen mereka ini B.A.N.Y.A.K banget, trus bikin E.N.V.Y nya ga ngira2!
    Astaga momen mereka udah banyak bgt yaa.

    Dan entahlah momen bangun pagi itu menurutku emang dimana2 paling romance ๐Ÿ™‚
    Ini udah pacaran dong yaa? Hihi, abis kadang mikir2 dulu ini momen masih temenn apa udah pacaran.
    Haha gaada bedany sih kelakuan mereka, kecuali bagian Temin jd sering minta cium. Hahaha ๐Ÿ˜„

    *lalu dicium Kai lagi* ๐Ÿ˜„ ๐Ÿ˜„ ๐Ÿ˜„

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s