Rainy Summer [Part 3]

Title: Rainy Summer [Part 3]
Genre: Romance
Rating: PG-13
Character: Masami Ayako, Lee Hyukjae

“Kalau misalnya aku yang menyukaimu, bagaimana? Kau akan menerimaku atau tidak?”
“Eh?”

—–

Ayako menatap Donghae, mata sipitnya membulat. Apa-apaan maksud namja ini? Mana sekarang ia tersenyum tanpa dosa, tapi tetap saja terlihat tampan. Ayako saja sampai bingung hendak berkata apa…

“Kau… serius?”
“Menurutmu?”
“Tapi, itu, kita kan… baru saja bertemu…”
“Kau percaya dengan jatuh cinta pada pandangan pertama tidak?”
“Tapi… Hyukjae…”
“Hei, apa yang kau tunggu dari dia? Ia tak bisa diharapkan, kelihatan sekali kalau ia tak serius denganmu. Ia hanya mempermainkanmu, kalau kau mau tahu. Sia-sia saja kalau yeoja sepertimu…”

PLAK!

Ayako menampar Donghae, tidak terlalu keras, tapi cukup untuk membuat lelaki itu terdiam. Gadis itu menatapnya kesal. Entah kenapa, sesuatu dalam pikirannya berubah marah saat mendengar Donghae menjelek-jelekkan Hyukjae di depannya. Lebih tepatnya, ia tak rela mendengar namjachingunya diejek seperti itu oleh temannya sendiri.

“Kau bukan teman Hyukjae. Mana ada teman yang mengatai temannya di depan orang lain? Idiot!” desis Ayako pedas. Ia mengambil tasnya yang tergeletak di tanah, dan langsung beranjak mendekati Hyukjae yang masih sibuk dengan dance-nya.

“Mwo? Aya-chan, waeyo?” tanya Hyukjae heran melihat Ayako yang tiba-tiba sudah berada di sebelahnya.
“Ayo. Pulang. Sekarang.” kata Ayako dengan penekanan di setiap katanya.
“Heh? Jigeum?”
“Ne! Palli!” paksa Ayako sekali lagi, tidak memperdulikan sorot mata menolak dari Hyukjae dan… evilsmirk yang ditunjukkan Donghae nun di sana. Apa pedulinya? Yang penting baginya sekarang adalah pergi secepat-cepatnya dari sini, dan menjauh dari namja kurang ajar itu.

“Waeyo Aya-chan? Kenapa kau ingin pulang? Ini belum begitu panas, tahu!” protes Hyukjae.
“Aissh sudahlah! Aku lapar!” Ayako memberikan alasannya sambil menatap Hyukjae tajam, memaksa. Mau tak mau Hyukjae menurut dengan Ayako, meski masih agak heran dengan tingkah gadis di depannya itu. Ia membereskan semua peralatannya dan memasukkannya ke dalam tas, lalu ganti mengambil sehelai kaos yang masih bersih, dan…

Ayako memalingkan wajahnya, kaget melihat Hyukjae yang tiba-tiba melepas kaosnya yang basah oleh keringat tanpa melihat situasi. Sekilas ia sempat melihat badan Hyukjae versi shirtless, sesaat sebelum ia berbalik badan menghadap ke arah lain. Ayako bisa merasakan wajahnya yang memanas karena malu. Aiyaaa~

“Aya-chan, jadi pergi tidak?” Hyukjae tiba-tiba sudah berada di sebelah Ayako, memperparah salah tingkah gadis itu saja. Untung ia sudah memakai kaosnya, meski tidak terlalu rapi, tapi paling tidak Ayako tidak perlu melihat tubuh Hyukjae versi shirtless lagi.
“Ah, eh, jadi!” jawab Ayako, canggung bercampur gugup. Ia berusaha mencari pengalihan perhatian, dan akhirnya tangannya bergerak merapikan kaos Hyukjae di bagian leher dan lengannya. Tak butuh waktu lama untuk menjadikan mereka pusat perhatian teman-teman Hyukjae di sekitar mereka, hingga riuh sorakan dan siulan terdengar di lapangan basket itu dan Ayako menghentikan kegiatan tangannya di pakaian Hyukjae. Malunya malah makin menjadi karena apa yang dilakukannya barusan.

“Ya, ya, ya! Shikkeuro!” teriak Hyukjae sebal, tangannya merengkuh Ayako ke dalam rangkulannya. “Aku pulang duluan!” dan setelah itu, Hyukjae langsung menyeret Ayako ke tempat ia memarkir motornya tadi.

“Aiyaa~ kenapa kau jadi canggung lagi? Gara-gara mereka tadi? Sudahlah~ itu biasa, kan?” Hyukjae berhenti berjalan dan menatap Ayako, lalu menyingkirkan sedikit anak rambut yang menutupi wajah Ayako. “Nah, begini lebih baik…”
Gadis itu diam. Dia menyukai sensasi saat jemari Hyukjae menyentuh wajahnya sekilas, entah kenapa itu menyenangkan sekaligus membuat debar jantungnya makin kencang. Juga saat Hyukjae menggenggam dan menarik tangannya ke dekat motor lelaki itu, lalu memakaikan helm ke kepala Ayako.

“Naiklah.” suara Hyukjae menghentikan monolog singkat Ayako. Ia baru sadar kalau Hyukjae sudah duduk di atas motor, siap berangkat, tinggal menunggu si penumpang naik saja. Ayako menuruti perintah Hyukjae dan duduk di belakang namja itu, tangannya secara otomatis memeluk pinggang Hyukjae di depannya.

Ayako agak segan mengakuinya, tapi… ia tahu, ia sudah terlanjur nyaman dengan keadaannya, dengan statusnya, dengan namja yang sekarang sedang mengendarai motor yang ia boncengi, dan sepertinya… dengan perasaanya sendiri yang sudah mulai berubah terhadap namja ini, sepertinya.

—–

Hyukjae sebenarnya melihat dengan jelas apa yang terjadi antara Donghae dan Ayako tadi. Ia hanya pura-pura bingung saat Ayako mengajaknya pergi, padahal sebenarnya ia tahu secara persis setiap detail kejadian tadi. Ia bisa melihat kalau kedua orang itu berbicara, terlihat cukup dekat, tapi Hyukjae bisa merasakan ‘sesuatu’ yang serius dalam pembicaraan dua orang itu. Hyukjae mungkin bisa menutupi rasa cemburunya serapi mungkin, tapi tetap saja…
Untungnya ia tak melewatkan adegan tampar-menampar yang dilakukan Ayako tadi. Sedikit banyak Hyukjae jadi penasaran dengan isi pembicaraan kedua orang itu ._____________. Menurut perkiraannya, pembicaraan itu sepertinya membuat Ayako bertingkah agak aneh, seperti saat ini.

Hyukjae melirik Ayako yang hanya mengaduk-aduk makanannya tanpa selera. Ia tahu persis, steak di depan gadis itu sebenarnya sama sekali belum berkurang, hanya diaduk, dipotong kecil-kecil, dan dicampur dengan bumbunya saja. Tanpa pikir panjang Hyukjae mengambil sepotong daging dengan garpunya dan menyodorkannya ke depan Ayako.

“Makan. Jangan cuma dilihat saja.”
“Aku… sudah kenyang…” tolak Ayako, mendorong piringnya menjauh.
“Bagaimana mungkin kau bisa kenyang kalau tidak ada satu potong daging pun yang masuk ke mulutmu? Makanlah, kalau tidak, nanti kau bisa sakit… tidak suka dengan makanannya? Mau yang lain?” tanya Hyukjae panjang lebar. Ayako diam saja, tapi mulai memakan steaknya perlahan, sekedar agar Hyukjae berhenti bicara.

“Kau dan orang kurang a… eh, Donghae sudah berteman sejak kapan?” tanya Ayako, sekedar agar suasana di sekitar mereka tak terlalu canggung dan hening.
“Kapan, ya? Sudah lama sepertinya… kalau tidak salah, dari kami masih kecil, kami sudah berteman. Mungkin… TK?” Hyukjae menghitung-hitung dengan jarinya. “Yah, pokoknya sudah lama sekali. Banyak hal yang kami berdua sukai, mungkin itu juga yang membuat kami dekat, hehehehe. Seleraku dan seleranya bisa dibilang mirip, mulai dari makanan, baju, sampai ke tipe yeoja ideal…” ia berhenti bicara, lalu menatap Ayako penuh tanya. “Memangnya ada apa?”
“Tidak, tidak apa-apa. Hanya penasaran saja.”
“Oh~ kau cemburu dengan Donghae yaa? Tenang saja, aku ini 100% normal kok!”
Ayako tak menanggapi gurauan Hyukjae. Kalau benar Donghae dan Hyukjae sudah berteman dari dulu, mana mungkin Donghae menjelek-jelekkan sahabatnya sendiri? Tapi itu yang dilakukan Donghae tadi… dan ia tak mungkin menyukai yeojachingu temannya kan? Memang ada kemungkinan seperti itu, tapi kecil…

“Aya-chan? Aya-chan? Waeyo? Kenapa melamun?” tanya Hyukjae, tangannya dikibaskan di depan wajah Ayako hingga gadis itu tersadar.
“Eh? Kenapa? Oh, tidak ada. Hehehe.” Ayako tertawa canggung dan kembali melahap steaknya. Selera makannya hilang lagi.

Hyukjae menyadari perubahan ekspresi wajah Ayako setelah membicarakan Donghae barusan. Ia jadi semakin yakin kalau ada ‘sesuatu’ yang berbeda di tengah dua orang itu. Tapi sepertinya Ayako sedang tak ingin diganggu, dan Hyukjae tak ingin makin merusak mood Ayako yang sudah terlanjur down. Lebih baik menunggu hingga yeoja itu mau bercerita padanya.

—–

Pesimis. Ayako tak pernah yakin Hyukjae benar-benar serius dengannya, saat ia merasa ia sudah terlalu tergantung dengan namja itu. Ia terlanjur nyaman dengan namja itu, dengan tindakan-tindakan sepele tapi (menurut Ayako) romantis darinya, dengan semua yang ada padanya. Ia takut kehilangan perhatian dari Hyukjae, semua yang membuatnya terikat ke lelaki itu. Dan yang paling Ayako takutkan adalah… ia tak mau sakit hati seandainya benar seperti kata Donghae, Hyukjae tak serius dengannya dan bisa mencampakkannya kapan saja.

Ragu. Hyukjae tahu ia mulai menyayangi Ayako, bukan sebagai oppa ke dongsaengnya tapi dari namja ke yeoja. Meski sudah ‘memiliki’ gadis itu sebagai yeojachingunya, Hyukjae tetap merasa ada yang kurang. Ia tahu, posisi Ayako –terutama perasaannya– digantungkan olehnya. Jujur saat ia meminta Ayako menjadi pacarnya, Hyukjae mengucapkan kalimat itu tanpa pikir panjang. Namja itu sadar ia sebenarnya memang sudah tertarik dengan yeoja itu dari awal. Rasa tertarik itu mungkin saja sudah berubah sekarang, tapi ia masih butuh waktu untuk meyakinkan diri…

Padahal waktu bisa merubah segalanya dalam sekejap.

Saling menunggu, hanya itu yang bisa mereka berdua lakukan.

————————————————

MIAAAAAN PENDEK BANGEEEEET m(_ _)m
buat aya-chan, maaf, udah lama nunggu malah cuma pendek giniiii -_______-”
buat yang lain… sama sih, intinya saya minta maaf soalnya ini cuma sepertiga panjang yang part 1 sama part 2… emang sengaja saya gantung… soalnya… soalnya… gaada ide *plaaaaakkkkkkkk!!!!! 

Advertisements

20 thoughts on “Rainy Summer [Part 3]”

  1. Allahuakbar! *kejang* baru ditagih -secara terselubung- kemaren, hari ini udah kelar cobak -,-
    Makasih ya vapeee 😀
    Ini pesimis sama ragu dicampur mau jadi apa kalian? -_- *senggol hyuko* #eh

    1. alhamdulillah! *latah* huahahahahaha XD ngebuuuutt~~ gak sih, kemarin habis nyelesaiin ffnya sonya eonn, mumpung mood masih bagus, lanjut aja :B
      sama-sama faaaaaad 😀
      nah itu, mau jadi apa? putus aja ya? aya sama hae aja ya? *eh

  2. ikan-ikan masih berkeliaran dikepalamu ayakooooo~~~ *nada mistis*
    abang hae! stop ngegodain anak orang woy! (—,—“)
    abang shirtless(?) ya? *pengen liat *plak!
    yeah! duo kulkas panasdingin mana suaranyaaaaa!! #kabur

        1. gamau rugi dia -_-
          nah itu, nan mollayyoooo~~~~ mungkin mau bikin aya salting + tambah ilfil + bikin nyuk cemburu :3
          HOOOOOOOOOOOO *kasitau kyu*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s