[Ficlet] Living the Life

Title: Living the Life
Genre: romance, fluff, family
Rating: PG-13
Character: Lee Sungra, Lee Taemin – side: err… rahasia *eh?

A week before the end-of-semester exaaaaaammmm!!!! 😄

“Ra-ah, tidak sedang sibuk, kan?” tanya Taemin. “Belum selesai?”
“Aaaah, aku sibuk ini, masih banyak artikel yang belum kubaca dan kuedit…” Sungra menunjuk laptop yang terbuka di depannya. Menjelang deadline begini memang waktu tersibuk bagi Sungra, karena naskah-naskah baru terkumpul pada menit-menit terakhir dan itu sudah lebih dari cukup untuk membuat Sungra kelabakan. Taemin melongok lewat bahu Sungra dan mulai membaca isi layar laptop itu.

“Ini sudah selesai namanya Ra-ah~”
“Belum, yang ini bahkan belum kusentuh sama sekali-_-“
“Tapi yang lainnya sudah kan? Ayolah~ jeoneun baegophayo… buatkan aku makanan…” pinta Taemin dengan wajah memelas, hingga Sungra terpaksa menuruti permintaannya.

“Arra… tapi setelah itu jangan ganggu aku lagi, ya? Kau mau makan apa?” tanya Sungra sambil memposisikan laptopnya dalam keadaan sleep, lalu bangkit berdiri dari kursinya.
“Steak penuh cintamu, yang dulu sering kau buatkan untukku itu~ :3” kata Taemin sambil tertawa. Sungra memukul bahu Taemin pelan.

“Apa maksudmu? Itu cuma steak daging biasa kok-3-“
“Tapi kata Raena-nuna, kau membuat steak itu dengan penuh cinta~” Taemin terus-terusan menggoda Sungra sambil sesekali mencubit pipi yeoja di depannya yang sudah sangat merah. Lucu sekali >/////<
“Ah, itu, err…”
“Mengakulaaaah~”
“Mengaku apa? -.-“
“Kalau steakmu itu penuh cinta~ hehehe~”
“Hyaaaaaaaaaaaaaa~” tidak mampu mengatakan apapun lagi –karena kadar salah tingkahnya sudah kelewat tinggi– Sungra menutupi wajah dengan kedua telapak tangan. Taemin terkekeh melihat reaksi Sungra yang sudah ia perkirakan dari tadi.

“Yeaaaaah! Kuanggap kau sudah mengaku, arasseo?” Taemin berteriak senang lengkap dengan senyum puas di wajahnya. Tapi belum sempat Sungra membalas kata-kata Taemin, terdengar suara tangisan dari kamar Aera yang terletak tepat di sebelah kamar mereka berdua. Terdengar jelas sekali dari ruang tengah tempat mereka berada saat itu.

“Aiyaaaa~ kau babo! Gara-gara kau teriak-teriak, Aera jadi bangun, kan?” gerutu Sungra sambil menjitak kepala Taemin pelan sebelum setengah berlari menuju kamar anak semata wayang mereka itu cepat-cepat.
“Aaaah mianhae~” gumam Taemin setelah Sungra menghilang di balik pintu kamar Aera. Mustahil terdengar oleh Sungra sebenarnya. Ia lalu berjalan perlaan mengikuti jejak Sungra tadi, tapi belum juga sampai di depan pintu kamar Aera, Sungra sudah keluar dengan Aera yang masih menangis dalam gendongannya.

“Aera-aaaah~ lihat itu, ada appa! Appa! Aera kangen appa, ya? Appa~” Sungra membwa Aera ke dekat Taemin. “Min-ah, Aera minta digendong nih, dia kangen denganmu sepertinya…”

Benar saja, begitu melihat Taemin, Aera berusaha berontak dari gendongan eommanya.
“Ayo sini uri cheonsa~ nae Aera~” Taemin langsung tanggap dan ganti menggendong Aera dengan satu tangan, sementara tangan satunya mengelus-elus punggung bayi umur 7 bulan itu agar berhenti menangis.
“Aera-ah, jangan menangis…” bujuk Sungra, tangannya mengelus kepala Aera yang ditumbuhi rambut hitam lurus itu. Aera masih saja menangis, hanya sudah agak mereda saja.

“Nyanyikan lagu untuknya Ra-ah~”
“Lagu? Lagu apa?-_-“
“Apa saja, yang penting ia bisa tenang lagi…”
Sungra mengerutkan keningnya, lalu mulai menyanyikan… soundtrack Pororo-_-“. Taemin yang mendengarnya langsung terbahak, hingga Aera juga ikut tertawa ala bayi (?)

“Pporong pporong pporong pporong pororo~” Taemin mencuri bagian terakhir lagu dari Sungra dan langsung mencium pipi Aera. “Naaah~ sekarang tidur ya Aera-ah~ jagiya~”
“Yaa! Jangan cium-cium anakku sembarangan!-_-“
“Anakmu? Lalu aku siapanya Aera? Kau iri ya? Ingin kucium juga?” Taemin cengengesan. Sungra memukul kepala namja itu dengan satu tangan, wajahnya memerah serupa udang rebus.

Mereka diam beberapa saat. Taemin masih berusaha menidurkan Aera, sementara Sungra sesekali mengusap kepala Aera pelan, sekedar membantu menidurkan anak itu.
“Ra-ah, Aera sudah tidur belum?” tanya Taemin. Sungra melirik Aera yang terlihat sangat nyaman di gendongan Taemin, lalu mengangguk pelan.
“Sudah. Ayo bawa Aera ke kamarnya. Biar dia istirahat…” ajak Sungra, tangannya menarik tangan Taemin yang bebas ke arah kamar tidur Aera. Taemin langsung menurunkan gadis kecil itu ke boks bayi-nya, dan Sungra menyelimuti anak itu sementara Taemin mengamati Aera yang pulas.

“Mirip denganku kan Ra-ah? Ya kan?”
“Iya~ mirip~ sekarang kau jadi dimasakkan steak tidak?” tawar Sungra, mengingat ‘tugas’nya yang sempat ter-delay tangisan Aera. Taemin menggeleng.
“Kurasa aku sudah kenyang sekarang, kekeke.”
“Aaah geurae? Baguslah…” yeoja itu kembali menghampiri laptopnya. Taemin cemberut.

“Ra-aaaah~ stop dulu pekerjaanmuuu~”
“Mwo? Tidak bisa Min-ah, deadlinenya senin…”
“Dan besok baru hari minggu. Ayolaaah, kau bisa mengerjakannya besok~ sekarang istirahat dulu, lihat kantung matamu ini…” Taemin mengusap bagian bawah mata Sungra dengan kedua ibu jarinya.
“Tapi…”
“Ti-dur. Se-ka-rang.”
“Aaaah arasseo, aku tidur sekarang…” Sungra menutup laptopnya, lalu bangkit berdiri sambil menguap. Taemin merangkul pundak yeoja di sebelahnya, membawanya masuk ke kamar tidur mereka dan menyuruhnya merebahkan badan di kasur. Ia mengambil tempat di sebelah Sungra, menciptakan jarak yang tidak terlalu jauh antara mereka berdua.

“Umm~ kau ingat saat kau minta dibacakan cerita dulu itu?” tanya Taemin. Sungra menolehkan kepalanya ke Taemin, kemudian mengangguk singkat.
“Ne~ Little Red Riding Hood itu, kan? Lalu kau ketiduran di sebelahku?”
“Saat itu…keadaannya sama persis dengan saat ini, ya?” namja itu meraih telapak tangan Sungra dan menggenggamnya erat. “Bedanya hanya belum ada Aera saja, hehehe…”
“Ya! Saat itu kan kita masih SMA!” Sungra memalingkan wajahnya dari Taemin yang sudah tertawa-tawa dari tadi.

“Rasanya sudah lama sekali kita tidak mengobrol santai seperti ini…”
“Umm. Kau kan sibuk, sering lembur, jadi mengobrol saja tidak sempat.”
“Mianhae.”
“Heh? Kenapa? Bukan salahmu Min-ah, lagipula itu kan untuk kita juga~ gomawoyo~” Sungra menggeser badannya mendekati Taemin, lalu menyandarkan kepalanya di bahu namja itu. Taemin diam saja, hanya mengacak-acak rambut Sungra dengan sebelah tangannya.

“Gomawoyo…saranghae…” gumam Sungra pelan. Taemin tersenyum dan mencium puncak kepala Sungra sekilas.
“Nado. Tidurlah, kau butuh istirahat.”
“Kau jugaaa~” Taemin tahu, Sungra sudah mulai tertidur. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Sungra, memberi yeoja itu back hug favoritnya, dan mencoba untuk menutup mata hingga terlelap.

——————————————————————

ini… apaan… ya… .___________________.

Advertisements

5 thoughts on “[Ficlet] Living the Life”

  1. Sudah nikaaaah! OMO! O.o
    Oke nambah lagi kayany yaa pikir2an ku kalo mau baca ff TaeRa. Mikirin statusny dulu maksudku.. Hehe

    Temenan-Pacaran-Udah Nikah.

    Sip! Skrg bagian udah nikah?!
    Pasangan baru? Ahh tapi udah punya anak yaa.. Hihi
    Ahh endingnya… Cantik! 😄

    Jadi inget yg pas dongeng2 itu. Hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s