[One-Shot] Welcoming!

Title: Welcoming!
Genre: friendship, romance, etc. *eh
Rating: PG…berapa ya?
Character: Cho Kyuhyun, Kim Raena, Cho Jinho – side: Lee Taemin, Lee Sungra, Shim Changmin, Choi Hyunjoon, Lee Hyukjae, Masami Ayako

hasil sms gila saya sama rae eonn B) selamat menikmati~

Suasana ruangan itu terbilang sepi. Raena sibuk membaca-baca buku yang ia letakkan di sebelah tempat tidurnya, sementara Kyuhyun yang sedang tidak ada pasien duduk di sofa, berjarak sekitar 3 meter dari tempat tidur Raena. Sebuah boks bayi kecil berada di sebelah tempat tidur itu, dan seorang bayi kecil yang baru berumur sekitar 2 minggu, Cho Jinho, tertidur pulas di dalamnya.

“Permisi…”
Serempak Kyuhyun dan Raena menoleh. Seunghyun masuk ke ruangan dengan jas putih khas dokter-nya. Wajah Kyuhyun berubah agak tidak enak melihat siapa yang baru saja masuk.

“Uwaaa~ Seungie-aaaaaah!” berbeda dengan Kyuhyun, reaksi Raena justru sebaliknya. Yeoja umur awal 20-an itu merentangkan tangannya, minta dipeluk, dan Seunghyun menuruti ‘permintaan’nya.
“Ehm!” Kyuhyun berdeham memperingatkan. Seunghyun yang menyadarinya langsung melepas pelukannya dari Raena dan memperbaiki sikapnya.

“Jadi, bagaimana perasaanmu hari ini?” tanya Seunghyun, kedua telapak tangannya dimasukkan ke dalam saku. Raena tersenyum.
“Lebih baik dari kemarin.” jawab Raena tenang. Ia bisa melihat dengan jelas dari sudut matanya kalau Kyuhyun sudah bangkit berdiri mendekati mereka berdua. Seunghyun ganti memeriksa Jinho yang masih tertidur pulas.

“Oke, dia memang mirip appa-nya. Hahahaha~” Seunghyun tertawa sambil membandingkan wajah Kyuhyun dengan Jinho, membuat Kyuhyun tak urung tersenyum mendengar kata-kata dokter kandungan bawahannya merangkap ‘saingan’ abadinya itu.
“Jinho sehat, sehat sekali malah. Kalian berdua merawatnya dengan baik.” Seunghyun bergantian mengacak rambut Raena dan Kyuhyun. “Sayang sekali dia sedang tidur, aku ingin menggendongnya~”

TOK TOK TOK

Pintu kamar rawat Raena terbuka lebar. Cho Ahra, nuna Kyuhyun, masuk ke ruangan dengan wajah berseri-seri. “Mana keponakanku? Aku belum melihatnyaaa~ wah, Raena-ah, kau sudah jadi ibu sekarang! Chukhahae!”

“Ssh, nuna! Nanti Jinho bangun bagaimana?” protes Kyuhyun. Ahra menatap dongsaeng satu-satunya itu kesal dan menjitak kepalanya keras.
“Aku ini ajumma-nya! Memangnya tidak boleh? Kau ini appa yang buruk! Pelit!” omel Ahra. Raena dan Seunghyun tertawa saja melihat dua bersaudara yang sama sekali tidak akur itu.
“Terserah nuna saja! Yang penting jangan sampai Jinho bangun!” kata Kyuhyun akhirnya. Ahra langsung berjalan mendekati boks bayi tempat Jinho tidur.

“Ah~ dia mirip dengan iblis kecil itu ternyata…” keluh Ahra setelah melihat Jinho. “Tapi garis matanya ini, milik Raena, kan?”
“Nunaaaaa, dia kan anak kami!”
“Ya! Kau! Diamlah!”

Akhirnya setelah puas mengamati –dan curi-curi mencubit– keponakannya, Ahra duduk di sebelah Kyuhyun yang kembali sibuk dengan PSPnya. Ahra masih belum akan pulang sepertinya, mungkin berniat menunggui Raena sampai jam tertentu.

“Annyeong haseyo~” terdengar suara renyah Sungra dari pintu kamar. Semua orang di dalam ruangan menoleh dan mendapati Sungra, lengkap dengan Taemin, masih berseragam sekolah lengkap tapi tidak rapi. Pasti mereka tidak sempat pulang dulu.

“Ahra eonni apa kabaaar?” sapa Sungra ramah, menyambut pelukan Ahra. Sementara itu Taemin sibuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan penting-tidak-penting Seunghyun dan Kyuhyun.
“Nuna, mana Jinho?” tanya Taemin semangat. Raena menunjuk boks bayi di dekat tempat Seunghyun berdiri, dan Taemin langsung menyeret Sungra ke arah tempat itu.

“Jinho-ah, ayo main sama nuna~” gadis itu terlihat amat-sangat-senang sekali, tapi wajahnya berubah cemberut saat melihat Jinho yang pulas.
“Eonni, aku boleh mencium pipinya kan?” tanya Sungra ke Raena. Yang ditanyai mengangguk. “Tapi jangan sampai ia terbangun, ya~ dia baru saja tidur siang, kasihan~”
Sungra nyengir senang dan langsung mencium pipi Jinho pelan. “Huaaa~ lucu sekali~”
Taemin ikut-ikutan mencondongkan kepalanya ke arah Jinho, berniat mencium pipinya seperti apa yang dilakukan Sungra tadi. Tapi…

“YA! Taemin! Jauhkan bibirmu dari pipi anakku!” teriakan Kyuhyun menghentikan gerakan Taemin. Namja itu menoleh ke arah Kyuhyun dengan wajah kesal. “Sungra saja boleh, kenapa aku tidak?”
“Pokoknya tidak boleh! Kalau kau mau mencium pipi Jinho, masih ada bekasnya tuh di Sungra~” kata Kyuhyun asal, dan langsung di’hadiahi’ jitakan dari nunanya.
“Jangan suka berbicara ambigu seperti itu pada anak-anak!”
“Nuna appo!”
“Salahmu sendiri! Sudahlah, aku pulang saja sekarang, daripada harus mengurusi anak kecil yang satu ini!” Ahra bangkit berdiri, memukul kepala Kyuhyun sekali lagi, lalu berpamitan dengan semua orang dalam ruangan itu sebelum akhirnya keluar dari kamar rawat Raena.

“Jadi… mm… hyung, boleh cium pipi Jinho, tidak?”
“Andwae! Cium Sungra saja!”

Raena mulai gerah mendengar keributan tidak penting yang terjadi dalam ruangannya. Yang lebih tepat adalah, ia tak ingin Jinho terbangun karena suara-suara bombastis di sekelilingnya. “Seungie-aaaah~ suruh mereka keluaaar~ nanti Jinho bangun bagaimana?”
Kyuhyun menatap Raena kesal. “Kau mengusir nampyeonmu sendiri? Arasseo! Aku keluar sekarang!” kata Kyuhyun sambil berderap keluar dari kamar rawat Raena, wajahnya kesal, meninggalkan keempat (5, minus Jinho) orang di dalamnya dalam keadaan bingung.

Diam beberapa saat, sampai tiba-tiba terdengar suara tangisan Jinho. Raena langsung kebingungan, karena selama ini yang bisa mendiamkan Jinho saat ia menangis adalah Kyuhyun.
“Boo~ jangan keluar duluuu~ kajimaaaa~” pinta Raena.

Pintu kembali terbuka lebar dan Kyuhyun datang dengan wajah bahagia. Setidaknya anaknya lebih berpihak padanya kali ini. Ia langsung menghampiri boks bayi Jinho dan menggendong namja kecil itu sambil menenangkannya. Tak butuh waktu lama hingga Jinho benar-benar tenang kembali.
“Ibwa! Jinho saja tidak ingin appanya keluar!” kata Kyuhyun penuh kemenangan.

“Hati-hati, jangan terlalu bersemangat menggendongnya~” Raena mengingatkan. Sementara itu Sungra menatap Kyuhyun dan Jinho dengan pandangan ingin, lebih tepatnya, ingin menggendong Jinho juga.
“Oppaaaa~ aku ingin menggendong Jinho~” rengek Sungra ke Kyuhyun.
“Heh? Andwae! Jangan! Tahu apa kau soal gendong-menggendong bayi?”
“Peliiiiit~”

Sementara Kyuhyun dan Sungra sibuk berdebat, Taemin memperhatikan sekeliling. Ia ingin menggendong Jinho sih, tapi itu kan bisa dilakukan kalau Sungra sudah berhasil memenangkan hak gendong (?) Jinho ke tangannya.
“Seunghyun-hyung sedang apa? Kalau begini rasanya seperti Jinho punya 2 appa~” ceplos Taemin tanpa dosa. Kyuhyun langsung melirik Seunghyun, sebalnya kembali lagi. Sungra berhenti merengek dan mencubit lengan Taemin pelan, membuat namja itu mengaduh kesakitan. Semua orang di ruangan itu bisa merasakan kalau aura iblis Kyuhyun mulai keluar, tapi… Jinho malah tertawa senang dalam gendongan appa-nya. Sepertinya itu pertanda kalau di masa depan Jinho akan mewarisi sifat evil ayahnya-_-

“Taemin-ah, aku ini yang membantu persalinan Raena dan mengeluarkan Jinho dari perut yeoja itu, bukan orang yang bilangnya ingin belajar persalinan tapi gengsinya tinggi itu…” kata Seunghyun tenang. Aura iblis Kyuhyun makin kuat terasa.
“Tapi…” Kyuhyun sudah membuka mulut, siap mendebat Seunghyun, saat Raena memutuskan kata-katanya.
“Seungie-ah, Boo~ bisa tidak bicara yang macam-macam, kan?” kata Raena takut-takut. Suasana makin tegang. Taemin dan Sungra yang termasuk ‘orang luar’ hanya bisa diam di tengah kekakuan itu.

Sungra yang menangkap tawa diam (?) Jinho berusaha menggunakannya sebagai ice breaker. “Aaaah! Lihat itu! Jinho tertawa, kyeoptaaaaaaaa~ oppa, kugendong ya ya ya yaaaaa, jebaaaaal~ aku hati-hati kok, aku bisa menggendong bayi kooook~” bujuk Sungra sekali lagi. Untunglah perhatian Kyuhyun langsung teralihkan sepenuhnya ke aktivitas Sungra, dan lagi-lagi Kyuhyun menolak permintaan Sungra mati-matian, sampai Sungra memasang wajah memelasnya yang paling memelas pun Kyuhyun tetap ogah mengijinkan anaknya digendong oleh Sungra.

“Oppaaaaa!”
“Shirheo! Andwae!”
“Ra-ah, ra-ah, kalau tidak boleh, kau gendong aku saja~” Taemin cengengesan sambil menarik-narik lengan kemeja Sungra. Ketiga orang lainnya di ruangan itu langsung diam.
“Mm, Min-ah, kau memang bayi, bayi besar~ tapi tetap saja kau berat._.” kata Sungra sambil mencubit pipi Taemin. Tidak nyambung sebenarnya.
“Ya, ya, ya, jangan mesra-mesraan di sini! Dasar anak kecil, tidak tahu sikon!” protes Raena.

“Aish, lebih baik aku cari Kahi sekarang…” gumam Seunghyun, beranjak keluar dari kamar Raena. Pada saat yang bersamaan datang Changmin dan Hyunjoon, masih dengan jas dokter mereka. Sepertinya mereka baru saja selesai makan siang bersama.
“Kami dataaang~” kata Changmin dan Hyunjoon bersama-sama. Melihat kedatangan kedua orang itu, Sungra langsung mengambil alih (?) Jinho dari tangan Kyuhyun lalu membawanya ke depan couple itu.

“Oppa! Eonni! Lihaaat~ Jinho lucu sekali, kaaaan?”
“Nee~ Jinho-ah~ ini Hyunjoon nuna~” sapa Hyunjoon sambil mencubit pipi Jinho pelan. Raena tampak tak rela anaknya dicubit seenaknya, hingga ia mengisyaratkan pada Kyuhyun agar kembali menggendong Jinho, mengamankan anak itu dari gangguan Hyunjoon-Sungra-Taemin-Changmin.

“Hyung! Aku ingin merasakan menggendong bayi!” protes Taemin. Belum juga ia sempat menggendong Jinho barang sedetik pun, sudah keburu diamankan oleh ayahnya.
“Buat sendiri! Ya! Changmin-ah, kau tidak bekerja? Kau juga, Hyunjoon-ah?” Kyuhyun mengalihkan topic pembicaraan.
“Memangnya setiap saat selalu ada orang yang harus dioperasi?” tanya Changmin.
“Memangnya setiap saat selalu ada orang yang butuh konsultasi?” sambung Hyunjoon. Kyuhyun pun kalah telak, tidak berhasil ‘mengusir’ Changmin dan Hyunjoon pergi.

“Ah! Jadi ingat! Hyung, ajari kami matematika~” pinta Taemin, sudah bersiap dengan setumpuk buku matematika di tangannya.
“Tidak, tidak, tidak, aku mau mengurus anakku dulu!” tolak Kyuhyun.
“Tidak perlu Boo, ada Hyunjoon~ kau kembali bekerja saja, atau ajari 2 anak ini matematika…” tolak Raena. “Jinho butuh istirahat, kau pasti pegal juga kan sudah menggendongnya dari tadi? Turunkan saja dia…”

“Min-ah, rasanya kita mengganggu di sini… pulang?” tanya Sungra.
“Shirheo! Kyuhyun-hyung belum mengajari kita!” tolak Taemin.
“Aiyaaa, nanti juga kau bisa kuajari di rumah!”
“Heh? Kau kan juga remidi, tidak bisa dipercaya!”
“Apa katamu? Kau cari masalah rupanya!”

Raena makin pusing. Ia bergerak sedikit mendekati boks bayi Jinho, lebih memilih mengelus-elus kepala anaknya itu sambil menyanyikan lagu daripada mendengarkan suara tidak jelas dari sekitarnya, hingga Jinho benar-benar tertidur. Taemin dan Sungra saja sampai berhenti bertengkar karena melihat wajah tidur Jinho yang… lucu XD

“Min-ah, lihat itu, dia lucu sekali ya?”
“Aah, aku lebih lucu… kau kan pernah melihat wajahku saat aku ti…mm! Hmm!” Sungra langsung membekap mulut Taemin. Berbahaya kalau sampai ia melanjutkan kata-katanya, bisa-bisa orang-orang yang berada di ruangan itu berpikir yang tidak-tidak-_-

“Heh? Saat apa? Saat tidur, ya?” Hyunjoon yang pendengarannya tajam mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Taemin tadi, meski terputus.
“Aiyaaa, kau ini kenapa masih kaget seperti itu sih Joon-ah? Anak SMA jaman sekarang memang seperti itu~” Changmin tersenyum mesum.
“OPPA! Apa maksudmu, ha? Kami tidak pernah melakukan apa-apa!” bantah Sungra. Changmin mengangkat bahu, tidak peduli, ia malah mengikuti Hyunjoon memperhatikan Jinho yang sudah terlelap. Taemin justru mengerutkan keningnya, seperti sedang berpikir.

“Ra-ah, memangnya kita pernah melakukan apa?” tanya Taemin tiba-tiba. Sungra langsung menggeleng.
“Tidak ada!”
“Ah, kalian bohong kan? Mengaku saja~” Kyuhyun ikut-ikutan mengintimidasi Taemin dan Sungra.
“Boo, diamlah~” perintah Raena dari jauh. Kyuhyun langsung cemberut.
“Kenapa hanya aku yang disuruh diam Baby? Yang lainnya?” protes Kyuhyun. Raena tak mengindahkan protes Kyuhyun, hanya mengusap kepala namja itu hingga Kyuhyun tak marah lagi.

Hyunjoon menatap Taemin dan Sungra dari atas ke bawah. “Tapi… kalian berdua itu memang benar-benar mencurigakan!”
“Apa sih yang mencurigakan Ra-ah? Kita kan cuma… itu… apa namanya?”
“Tuh kan, Joonie-ya~ sudahlah, nanti aku ceritakan saja apa yang terjadi di antara mereka berdua.”
“Memangnya kau tahu?”
“Hanya menebak.”
“YA!” protes Sungra dan Taemin bersamaan.

“Apa yang kalian lakukan itu mudah ditebak, tahu!” kata Changmin.
“Memangnya apa? Sungra hanya minta dibacakan cerita sebelum tidur dan… AAAAH! Ra-ah appo!” Taemin memekik kesakitan saat Sungra menginjak kakinya keras-keras. Seorang perawat yang akan masuk ke ruangan Raena sampai mundur selangkah karena kaget medengar teriakan Taemin. Hebatnya, Jinho sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda terbangun-_-

“Maaf, tolong jaga ketenangannya… sekarang sudah waktunya bagi Nyonya Cho dan bayinya untuk beristirahat.” kata perawat itu sopan tapi tegas. Refleks Sungra dan Taemin langsung saling menutupi mulut masing-masing dengan tangan-_-

“Kalau begitu, kami pulang saja sekarang. Annyeong~” pamit Sungra, bersiap menyeret Taemin keluar dari ruangan Raena.
“Ya! Tidak boleh! Kalian belum menyelesaikan cerita kalian!” Hyunjoon menahan kedua orang itu keluar ruangan. Sang perawat mulai kehabisan kesabaran.
“Bisa tolong keluar dulu?” pinta perawat itu, (masih) sopan.

“Aish, sudahlah, kalian pulang saja sana~” Kyuhyun mengusir Taemin dan Sungra, perlahan beringsut mendekati Raena yang masih berbaring di atas kasurnya.
“Nuna, jangan marah-marah seperti itu, nanti cepat tua~” lah, sempat-sempatnya Taemin berkata seperti itu ke si perawat, membuat Sungra naik darah saja.

“YA! AYO PULANG!” ajak Sungra emosi begitu si perawat keluar ruangan.
“Kau cemburu ya? Cemburuuu?” ledek Taemin melihat gadis di sebelahnya marah-marah sendiri.
“Sudah! Diam!”
“Ra-ah~ jangan marah-marah terus~ sudahlah, kalau kau cemburu bilang sa—mm?!” kata-kata Taemin terpotong oleh Sungra yang keburu menciumnya sekilas.

“Ampun! Untung Jinho sudah tidur! Kalian berdua ini memang…” Kyuhyun memotong perkataan Raena dengan cara mencolek-colek pundaknya.
“Kau tak mau menciumku?” tanya namja itu dengan wajah memelas.
“Heh? Dalam rangka apa?” Raena balas bertanya, polos. Kyuhyun kembali cemberut, kesal karena kepolosan anaenya itu.

Sementara itu, Changmin dan Hyunjoon yang memperhatikan apa yang dilakukan oleh Taemin dan Sungra sedari tadi, langsung tersenyum puas begitu melihat ‘scene’ yang terakhir dilakukan oleh kedua orang itu.
“Joonie-ah, lihat itu, sekarang kau bisa menebak kan apa yang biasanya dilakukan oleh mereka?” kata Changmin. Hyunjoon mengangguk semangat. “Nee, jelas sekali Changminnieeee~ kekekeke~”
“Memangnya kami pernah melakukan apa? Aku hanya pernah membacakan Sungra cerita –tunggu, Ra-ah, jangan injak kakiku– dan ketiduran di sebelahnya, makanya aku bilang ia pernah melihat wajahku saat tidur karena ia bangun duluan pagi itu…”
“Aiyaaa~ Min-ah, jangan diceritakaaaan~” gerutu Sungra, wajahnya merah menahan malu. Changmin dan Hyunjoon masih tampak kebingungan mencerna kalimat Taemin barusan.

“Oh begitu~” kata Changmin dan Hyunjoon bersamaan, tapi wajah mereka masih terlihat tidak yakin.
“Tolong percaya saja~” pinta Taemin dengan wajah memelas, bingung harus melakukan apa lagi agar mereka berdua tak dicurigai.
“Kalau kalian mau berisik, di luar saja, mereka berdua sudah tidur…” tahu-tahu Kyuhyun angkat bicara. Tangannya mengusap-usap kepala Raena yang tertidur di atas kasur, rasanya baru berapa menit yang lalu ia ‘menggila’ dengan orang-orang dalam ruangan itu, sekarang sudah tidur saja dia._.
“Hah? Eonni sudah tidur?” Hyunjoon tak percaya. Kyuhyun mengangkat bahu. “Bisa kau lihat sendiri, kan?” katanya, lalu mencium dahi Jinho dan Raena bergantian.

“Aiyaaa, curi-curi kesempatan dia, aku jadi tak enak mau meninggalkan mereka bertiga di sini…”
“Kau tidak tahu penderitaanku selama dia hamil, Lee Sungra…” balas Kyuhyun, nada suaranya terdengar sedih dan agak trauma.
“Aaaah, terserah kau saja oppa, aku ke sini bukan untuk mendengarkan curhatanmu-_-. Min-ah, kita jadi pulang tidak?” Sungra ganti mengalihkan perhatiannya ke Taemin. Kyuhyun memasang wajah cemberutnya dan buru-buru membangunkan Raena, cari bala bantuan.

“Baby~ bangun~” bisik Kyu sembari mengguncangkan badan anaenya pelan.
“Shirheo! Aku capek! Mau tidur!” Raena malah marah-marah sendiri, membuat Kyuhyun batal membangunkannya. Akhirnya namja itu lebih memilih menarik sebuah kursi ke sebelah ranjang Raena dan duduk di sana. Sementara itu, Changmin dan Hyunjoon sudah menghilang dari ruangan itu entah sejak kapan.

“Pulang? Nanti dulu Ra-ah, aku masih ingin melihat Jinho~” tolak Taemin.
“Kita harus belajar Taemin-aaah, besok ada ulangan lho~”
“Kalian tidak pulang?” tanya Kyuhyun, memutuskan pembicaraan kedua orang itu. “Ada ulangan? Belajar sana. Sudah tahu kelas 3, jangan kebanyakan main kenapa?”
“Nanti hyung, sebentar lagi :3” Taemin pura-pura tidak mendengar kata-kata Sungra.
“Lee Taemin…” desis Sungra di sebelah Taemin, tajam. Taemin sampai merinding mendengarnya.
“Ne?”
“A-yo pu-lang  se-ka-rang!” lengkap dengan penekanan di setiap suku kata.
“Sebentaaar~ hyung, boleh pinjam Jinho?” pertanyaan bodoh. Mana mungkin Kyuhyun memperbolehkannya-_-

Benar saja, Kyuhyun langsung menatap Taemin dengan evilstare-nya yang mampu membuat orang merinding disko (?) seketika. Sungra, sekali lagi berhasil membaca situasi, langsung memeluk lengan Taemin erat.
“Min-ah~”
“Waeyo?”
“Ayo pulang~ keadaan tidak aman sekarang, ayolaaaaah~” bisik Sungra.
“Ne, pulang sana. Pu-lang.” Kyuhyun menambahi.
“A, arra, arasseo hyung… Ra-ah kajja!”
“A, annyeong oppa, salam untuk eonni dan Jinho!” teriak Sungra, setengah berlari diseret Taemin ke arah tempat parkir.

“Aish~ akhirnya mereka pulang…” Kyuhyun menghela nafas lega lalu kembali menatap Raena yang masih tidur di depannya. Tiba-tiba terlintas ide untuk mencium yeoja itu saat ia sedang tidur. Tak akan ketahuan, kan? XD

KRIEEEET

“Kami dataaaaaaaaaang!”
Kyuhyun menengok ke arah pintu. Tampak Hyukjae dan Ayako tepat di depan pintu itu, di tangan mereka ada dua kotak hadiah –sepertinya.
“Ya, selamat datang, silakan kembali lagi nanti~” Kyuhyun bangkit berdiri menghampiri mereka, bersiap menutup pintu kamar itu.
“Hei! Mana adikku? Mana keponakanku?” tanya Hyukjae, tangannya menahan pintu itu agar tak terutup sempurna.
“Ne! Mana, mana, mana?” Ayako ikut-ikutan.
“Mereka sudah tiduuuuur~ jangan digangguuuuu~” Kyuhyun memasang wajah memelasnya.
“Mwoya? -3- tapi kami sudah bilang kalau kami akan datang jam segini!” protes Hyukjae.
“Nee~ dasar pelit!” Ayako menimpali.

“Oppaaaaaaa~” tiba-tiba terdengar suara Raena dari dalam. Sepertinya yeoja itu terbangun karena mendengar suara Hyukjae dari dalam kamar. Kyuhyun menghela napas kesal dan menyuruh kedua orang itu masuk ke ruangan.

“Angel-aaaaaah~” tanpa basa-basi, Hyukjae langsung memeluk Raena erat. Kyuhyun makin cemberut.
“Baby, kau harus istirahat sekarang…” pinta Kyuhyun. Tapi sepertinya Raena tak mendengar suara Kyuhyun, hingga namja itu terpaksa kembali ke sofa tunggu, di sebelah Ayako yang menatap Hyukjae-Raena tanpa ekspresi.

“Kau tidak cemburu?” tanya Kyuhyun penasaran. Ayako menggeleng.
“Aku sudah terlalu terbiasa, jadi buat apa cemburu? Capek sendiri-_-“ Ayako mengerutkan ujung hidungnya.
“Aku yang tidak biasaaaaaaa~” keluh Kyuhyun kesal.
“Salah sendiri kau tidak biasa~”
“Mau dibiasakan seperti apapaun tetap saja aku akan cemburu-_-“
“Itu deritamu! Huahahahahaha~”

“Aya-chan! Aya-chan! Keponakan kita lucu sekaliiiii~” tahu-tahu terdengar suara heboh Hyukjae dari sebelah boks bayi Jinho.
“Aish! Berapa kali aku harus bilang, jangan berisiiiiiik!” Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi.
“Kyaaaa! Kau benar Hyuk-kun! Lucunyaaaa~” karena mendengar suara berisik di dekatnya, Jinho membuka matanya pelan. Tapi bukannya menangis, ia malah tertawa-tawa sambil berusaha menggapai-gapaikan tangannya ke atas.
“Memang, dan kalau sudah dewasa nanti pasti dia akan jadi tampan sepertiku…” Kyuhyun berkata bangga, ia kembali mengambil tempat di sebelah Raena.
“Terserah kau saja Boo~” Raena mencubit-cubit pipi Kyuhyun. Tidak jelas apa maksudnya-_-
“Poppo?” lah, Kyuhyun justru menganggapnya isyarat lain.
“Kyu…” Raena memasang wajah sebalnya.
“Sudah, poppo saja~” Hyukjae nimbrung.
“Jangan! Ada Jinho di sini, mana dia sedang terjaga lagi~ tidak baik untuknya~” Ayako mengerutkan kening tidak setuju.
“Tidak apa-apa, kan lumayan, tontonan gratis untuk kita Aya-chan~”  dasar ajusshi bobrok-______-“

“Oppaaaaaaa~” rengek Raena kesal.
“Yaaak Aya-chan, sudah berapa kali kau diyadongi monyet ini?” tanya Kyuhyun dengan wajah separo mesum.
“Mwoya? Mana berani diaaaa~ mau koleksinya kubakar? Yah, meski dia tidak melakukan apa-apa padaku pun sebenarnya aku benar-benar ingin menghabisi koleksinya itu~”
“Jaga bicaramu Kyuhyun-ah! Aku tidak pernah melakukan apa-apa pada Aya-chan! Kami kan belum muhrim!”-____-

“Apa maksudmu Hyuk-kun?”
“Anniyaaa~ tidak apa-apaaaa~” Hyukjae ngeles, tangannya merangkul Ayako dari belakang.
“Aiya, terserah kalian saja-_-“ keluh Kyuhyun kesal. Sudah terlalu capek karena ‘tamu’ yang datang hari ini banyak yang ajaib.

Singkat cerita, Hyukjae-Ayako mengakhiri kunjungan mereka dengan berbagai pesan dan ledekan tidak penting untuk Raena dan Kyuhyun. Tapi setidaknya kunjungan yang ini tidak separah yang sebelumnya-_-

“Aaah~ akhirnya~ aku capek sekali~”  Kyuhyun meregangkan badannya, lalu menyandarkan punggung di kursi di sebelah ranjang Raena.
“Boo, naiklah…” pinta Raena sembari menggeser duduknya, memberi ruang kosong yang lebih luas untuk Kyuhyun. Yang diminta naik langsung mengambil tempat di sebelah Raena, memeluk pinggangnya, dan menghadapkan wajah yeoja itu ke wajahnya. “Poppo~”
“Shirheo!” Raena menyentil dahi Kyuhyun pelan.
“Baby~ sekalian…”
“Sudahlah… aku ngantuk…” bersamaan dengan itu, Raena memejamkan matanya. Kyuhyun tersenyum senang ketika mendapati nafas orang di depannya sudah teratur, pertanda kalau ia sudah tertidur. Perlahan Kyuhyun mengecup bibir Raena yang terbuka sedikit, lalu mengeratkan pelukannya di pinggang yeoja itu dan mulai memejamkan mata, ikut tidur dalam keheningan.

Yang tidak diketahui Kyuhyun adalah, sesaat setelah ia mencium Raena lalu memeluk yeoja itu lebih erat, Raena –yang belum sepenuhnya tidur– tersenyum senang. Diam-diam. Tidak perlu ada yang tahu, ia membiarkan dirinya menikmati rasa senangnya sendirian, karena ia tak ingin rasa itu habis dengan cepat.

Advertisements

8 thoughts on “[One-Shot] Welcoming!”

  1. Ini mah nggak PG saeng, tapi~ #pip hahhhaaaa
    Ceritanya bagus
    Ringan dan langsung selesai 😀
    Onn suka suka suka :3
    ada yang kurang tapi saeng
    KyuAn momment nya kurang hahhahhaaa
    Heran, Sonya onn kenapa bisa sepelit itu kalo dimintain popo :p
    Oke saeng, onn cari yang lain lagi~
    Keep writing ^^ #lupadiri
    hahhahahhahaa

    1. Kalau nggak PG terus apaan? Ini bukan NC yah, sekali lagi bukan~ *eh

      Gomawoyo eonniiii~ :3
      Itu kopel (?) gak mau kemesraan ini~ *eh* maksudnya kemesraan mereka diumbar terlalu jauh :B *poke si eonni*
      soal gak mau dimintain poppo itu…entahlah, faktor hormonal mungkin? *sok tau tingkat dewa*

      Cari yang lain? Ah arasseo :3
      Punya eonni juga yaaaaaa XD

  2. Readers baruuu~~~~
    Uwaaaa!!! Hahahahaha keren ff-nya onnie 😀
    Kyu tega amaat sih sama sungra-taemin hahahaha masa cium aja kagak boleh X)

    1. *tebar kembang *gelar karpet merah
      aaaaa gomapta ^^ kyu? tega? biasa kali dia maaaah~ *lirik sadis *dipelototin balik
      namanya juga depan anak kecil, ya maklum sih ga boleh. nah jangan heran ya saya malah ngebelain si guyun eh gyuhyeon, baru baik soalnya :3

  3. Hyuk : Paan tuh si Ayako sok polos bgt, biasanya juga–AAW!
    Aya : *njiwit*
    Itu Raena mentang-mentang didatengin orang banyak langsung sok cuek ama Kyu deeeh :p

    1. LHO KOK ADA LAGI HAHAHAHA /digampar/ um okee, iya, ayako sok polos. emang udah nggak polos lagi, kan? siapa dulu yang mencemari *eh *dibunuh unyuk
      kata rae, dia nggak mau PDA, nggak mau ngumbar ke orang-orang :3 (apanya…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s