[One-Shot] 사랑의 걸

Title: 사랑의 걸
Genre: romance, comedy
Rating: G
Character:

sorry for the super late update~ been a while rite? :3 laptop saya rusak kemarin, dan lagi… sibuk *plak!
well then, enjoy~ :3

Sungra’s POV

Serius, aku masih tidak percaya dengan apa yang baru saja masuk ke ponselku. Pesan. Pesan singkat. Mungkin terdengar biasa, tapi yang mengirimnya yang tidak biasa.

From: Tae
Apartemenmu di mana? Aku sudah di Seoul…

Makhluk ini… jadi dia benar-benar tidak ketahuan? Aku sudah mengamati naver dan twitter dari tadi, tidak ada keributan apapun berkaitan dengan kembalinya si jamur itu ke Korea. Tapi serius nih? Apa dia datang sendiri, makanya tidak mencolok? Tapi kan ada ssaeng fans, dan itu… ah, pokoknya mengerikan!
Aku sudah membalas pesannya, tapi masih agak khawatir. Apa tidak mencurigakan kalau ketahuan seorang artis macam dia datang ke apartemenku tanpa alasan yang jelas? Pasti sangat menarik perhatian, aaaaaaaaah eotteokhaeeeee? Aku tidak mau mati di tangan para fans! T____T

TING TONG

Malas-malasan aku bangkit berdiri dari kasur dan berjalan ke pintu depan. Siapa yang tega mengganggu saat tidur-tiduranku? Tidak mungkin kalau Taemin sih, aku kan baru memberi alamtku 5 menit yang lalu.
Saat aku melihat lewat interkom, tidak ada apa-apa. Hitam. Eh? Jangan bilang alat itu rusak lagi -_-”
“Nuguseyo?” tanyaku lewat mikrofon. Tidak terdengar apa-apa, tapi yang jelas ada seseorang yang menekan bel apartemenku lagi. Aish –a

“Ya! Ini tidak lucu sama seka… eh?”
Aku berhenti. Nafasku tertahan. 100% yakin, wajahku pasti sudah amat sangat tidak karuan saat ini. Terbukti dari raut orang di depanku yang sedang menahan tawanya.
“Kaget?” tanyanya, tangannya bergerak menutup mulutku yang separo terbuka. “Aku pulang…”
“Ah, eh, selamat datang…” kataku setelah berhasil menguasai diri. “Cepat sekali?”
“Aku terbang~”
“Hei, seriuuuus!”
“Hahahahaha~ kebetulan aku sedang berada di sekitar daerah apartemenmu, yaah aku rasa kekuatan cinta memang… YA! APPO! Jangan cubit-cubit!”
“Salahmu sendiri! Kau bohong, kan?”
“Tidak koook~ betulan, aku sedang berada di sekitar sini, kebetulan saja mungkin. Hei, kau tidak mempersilahkanku masuk?”
‘Masa’ kau mau masuk ke apartemen yeo… HEI! Seenaknya saja!”

Tanpa mempedulikanku, Taemin mendorong pintu hingga terbuka lebar dan langsung melangkah masuk. Ia melepas sepatunya, lalu berjalan ke ruang tengah.
“Aku rasa  aku akan betah di sini.” kata Taemin sambil membanting tubuhnya ke salah satu beanbag yang kuletakkan sembarangan di depan TV. “Nyaman~”

Aku mengikutinya, menyeret salah satu beanbag lain ke dekat Taemin dan duduk di atasnya. Dari jarak dekat begini, aku baru menyadari kalau ada kantung mata samar di bawah kedua matanya. Ia juga tampak lelah. Tanpa sadar aku mengulurkan tangan untuk menyilakan sedikit poninya yang menutupi wajah.
“Gwaenchanha?” tanyaku.
“Aku? Tidak apa-apa kok. Kenapa?”
“Matamu berkantung, tahu. Wajahmu juga agak pucat. Kau benar tidak apa-apa? Capek, kan?”
“Ya ampun, aku baru tahu kalau kau bisa secerewet ini. Aku baik-baik saja kok, hanya agak capek saja.” jelasnya dengan nada menenangkan. Aku mengerutkan ujung hidungku.
“Jeongmal?”
“Neee~ jeongmaaal~” ia menepuk kedua pipiku keras-keras. “Lihat? Sekarang biarkan calon namjachingumu ini istirahat, arra?”
Calon namjachingu? Aish~ makhluk ini memang paling bisa membuatku salah tingkah -//////-

“Mau minum?”
“Ne~”
“Apa?”
“Terserah kau saja~”
Aku mengangkat bahu dan segera menuju dapur. Susah sekali bicara dengan orang macam dia -_-”

Saat aku kembali ke ruang tengah dengan membawa dua cangkir cokelat hangat., Taemin sudah tertidur. Kakinya diselonjorkan, separo badannya terlentang di lantai, dan beanbag hitamku sudah jadi bantalnya. Padahal benda itu tidak terlalu empuk dan aku yakin sama sekali tidak nyaman sebagai alas kepala, tapi pasti capek yang membuatnya sampai seperti ini. Dia disuruh apa saja di Jepang? Aku jadi khawatir-_-

Perlahan kuturunkan nampan di pinggir karpet. Kulangkahkan lagi kakiku, kali ini menuju kamar, berniat mengambilkan selimut untuk Taemin. Kasihan kan kalau sampai dia pilek gara-gara kedinginan begitu? Memang dia pakai jaket dan lantainya dilapisi karpet, tapi kan tetap saja…
Yah, semoga dia tak terbangun._.

“Ra-ah?”
Aku berhenti saat ia memanggil namaku. Tampak ia sudah bangun, meski matanya masih separo tertutup tapi aku tahu kalau dia terbangun. Ah tidak tidak tidak aku jadi merasa tidak enak (._.)
“Mianhae Taemin-ah~ aku tidak bermaksud membangunkanmu~”
“Tidak apa-apa. Ini…” Taemin menunjuk selimutku. “Kau?”
Kuanggukkan kepalaku pelan. Ia tersenyum dan mengacak rambutku sekilas. “Gomawoyo~”
“Ne, sekarang kau istirahat saja, arasseo? Tidurlah~”
“Tujuanku datang kemari kan bukan untuk tidur.” ia menegakkan badan dan menyingkirkan selimut di atas tubuhnya. “Ng… sebenarnya waktuku hanya sedikit, mungkin malam ini aku harus kembali lagi, jadi…” Taemin menatap mataku lurus-lurus dan menghela nafas berat. Oh, oke, topik ini sepertinya akan berat.
“Tidak usah bertele-tele ya. Ehm! Aduh, tenggorokanku~”
“Minum dulu~”

Taemin langsung meminum minuman yang kuberikan sampai habis. Sepertinya gugup sekali dia, eh, dia saja gugup, apalagi aku .___.
Setelah menghabiskan isi cangkirnya, ia memainkan jemari tangannya sambil sesekali melirik ke arahku. Ayolah~ dia mau membuatku mati karena jantungan apa?

“Kau.” dia menunjuk keningku, membuatku berjengit kaget karena gerakannya yang tiba-tiba.
“Harus.” ia menangkup kedua pipiku dengan tangannya.
“Jadi.” sekarang tangannya berpindah ke bahuku. Apa maksudnya, sih?
“Milikku.” dan dia… menggenggam kedua tanganku erat.
“Eh?”
“Iya, mau kan? Pasti mau kan?” wajah Taemin terlihat sangat percaya diri, tapi aku tidak bisa dibohongi. Ada raut tidak yakin pada matanya, dan itu membuatku ikut tidak yakin. Bagaimana ini?

Perlahan kulepaskan kedua tanganku dari genggamannya. Sorot matanya berubah kaget tapi ia tak mengatakan apa-apa. Sepertinya ia menungguku mengatakan sesuatu. Aaah~

“Kau serius?”
“Ah? Tentu saja serius, Ra-ah. Kenapa tidak?”
“Tidak ragu-ragu sama sekali?” aku harap ia langsung mengangguk semantap kata-katanya tadi. Dan… sayangnya, ia masih butuh waktu beberapa saat sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya perlahan.
“Aku rasa tidak.”
“Tapi aku butuh sesuatu yang pasti, Lee Taemin-ssi…”
Ia menundukkan kepalanya sebentar, menghela nafas beberapa kali. Tiba-tiba saja udara di ruangan ini terasa menekanku kuat-kuat. Gugup? Sangat.

“Aku serius.” ia mendongakkan kepalanya, sekali lagi menatapku. Nada suaranya berubah dalam dan serius, aku jadi merinding (>_<)
Ia jujur, aku tahu. Ia serius, juga terlihat di matanya. Dan entah bagaimana caranya tahu-tahu saja aku tidak berhasil menemukan titik keraguan lagi dalam sorot matanya. Ini dia.

“Percay—”
Drrt… drrtt… drrtt…
Apa-apaan ini? –” handphone Taemin berdering tiba-tiba dan suasana canggung kembali sangat terasa. Dia terlihat kerepotan menjawab panggilan itu, dan aku mencoba menguping sedikit.
“Iya hyung iya~ malam ini kok~ tolonglaaah~”
“Aish! Arra~ pokoknya buat manager hyung tidak curiga, tolonglah hyung… jebal…”
“Gomawoyo hyung~ ne, aku pulang malam ini.”
Taemin memasukkan kembali handphonenya dan melirikku tidak enak. Aku hanya berpura-pura tidak mendengar dan malah meraih remote TV, tindakan random sebenarnya, sekaligus pengalihan perhatian.

“Ra-ah, aku serius. Sangat, sangat serius. Kau tahu itu.” kali ini nada suara Taemin jauh dari kalimat yang menuntut reaksiku. Lebih baik diam saja.
Jujur, aku masih takut untuk mengiyakan pernyataannya tadi. Contoh orang yang berhubungan dengan artis di sekitarku sudah cukup banyak. Lagipula… aku belum pernah punya namjachingu sebelumnya…
“Aku… aku iri dengan Kyuhyun hyung, Changmin hyung, dan Hyukjae hyung. Kau tahu kenapa?” ia melirikku sekilas, lalu tanpa menunggu responku kembali melanjutkan kata-katanya. “Mereka hebat. Mereka bisa menjaga gadis mereka dalam waktu yang lama. Dan saat aku melihatmu, aku merasa aku akan lebih hebat dari mereka, Ra-ah. Aku yakin aku bisa menjagamu sampai kau bosan.”
“Sampai aku bosan?” jujur, itu terdengar menggelikan sekali. Tapi mana mungkin aku tertawa di saat seperti ini? Kumainkan tombol remote TV tanpa menatapnya sama sekali.
“Yaaaah sebisa mungkin aku akan mengusahakan agar kau tidak bosan. Tidak bosan denganku, maksudnya.” ia mengambil remote TV dari tanganku, mematikan benda itu, dan memaksaku untuk menatapnya lagi. Sekarang rasanya benar-benar sulit T_T

“Kau… sampai kapan akan ada di sini?”
“Besok pagi atau paling cepat malam ini aku pulang. Eh, sepertinya malam ini, kalau tidak manager hyung bisa-bisa membunuhku. Jadi…”
Jangan, jangan, jangan, tanpa diucapkan pun aku tahu dia akan mengatakan apa!
“Aku butuh jawabanmu sebelum aku pulang…”
Kualihkan tatapanku darinya, berusaha mengurangi kontak mata dengan orang di depanku semaksimal mungkin. Sebagian otakku menyuruhku mengatakan ‘ya’ tapi setengah yang lain masih menahannya. Aku… galau T~~T

“Beri aku kesempatan untuk berpikir lagi, bagaimana?” aku kembali menatapnya. Wajahnya menunjukkan bias gugup, gelisah, bercampur kecewa… mungkin.
Taemin tersenyum getir. Matanya tidak lagi menatapku, bahkan dia sudah asyik sendiri memainkan ujung bajunya. Bagaimana ini? Eotteokhae?

“Sampai kapan?”

Saat itulah aku sadar, saat ia menanyakan itu. Aku baru sadar, ternyata sudah lama sekali dia menunggu saat-saat ini. Kenapa aku tadi menyuruhnya untuk menunggu lagi? Dia sudah ‘kabur’ dari dormnya di Jepang sana dan kembali ke Korea hanya untuk mengatakan ini, itu kan sudah berkorban cukup banyak? Masa’ aku harus mengecewakannya, tidak, kan?

“Ma-maksudmu?”
Taemin tersenyum, lebih untuk dirinya sendiri mungkin. Ia mengacak rambutku. “Aku… jujur saja aku tidak mau menunggu lagi. Aku tidak mau memberimu kesempatan untuk berpikir lagi. Egois memang, tapi mau bagaimana lagi, kalau ketertarikanku padamu semakin besar, Ra-ah?”

Diam lagi. Ia masih mengacak-acak rambutku, lalu perlahan menurunkan tangannya ke bahu dan menarik badanku mendekat ke arahnya.
“Aku sudah memberimu cukup waktu untuk berpikir, kurasa. Tapi kalau ternyata itu belum cukup, mau bagaimana lagi?” intonasi suaranya memang terdengar biasa, tapi entah kenapa aku sendiri merasa sakit saat mendengarnya.
“Kenapa aku tidak mau menunggu lebih lama lagi? Karena semakin cepat memilikimu, maka aku akan makin cepat merasa tenang. Kau tahu? Di Jepang aku seringkali memikirkan apa yang terjadi padamu selama kutinggal di Korea. Apa kau dekat dengan namja lain selain aku? Apa kau masih mengingatku? Apa perasaanmu padaku masih sama, dan sama dengan perasaanku padamu? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang sering melintas di benakku.” ia mengacak rambut blonde-jamur-nya. “Asal kau tahu, sebelumnya aku belum pernah mengalami hal seperti ini. Terlalu khawatir sampai-sampai tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaanku…”

Semua yang ia sebutkan sama dengan apa yang kurasakan selama ini. Haaaah~
“5 menit.” gumamku. Ia berhenti bicara dan menatapku bingung.
“5 menit lagi. Beri aku kesempatan untuk berpikir 5 menit lagi, dan selama itu pula kau harus melakukan sesuatu suapaya aku yakin untuk menerimamu. Apapun.”
“Meyakinkanmu? 5 menit? Aaah aku rasa aku punya ide. Ada ide yang tiba-tiba melintas! Hehehehe.” Taemin tiba-tiba berdiri dan memasang ancang-ancang untuk bergerak. Mengerti maksudku? Dance itu, apa lagi?

“I’m your man~” HEH? =_=
“Baby I’m your ma~n~ I’m your ma~n~” dia mulai bernyanyi dan menirukan dance lagu 2PM-I’m Your Man. Sudah jelas aku tahu dan sudah jelas itu amat-sangat-berbeda-sekali dengan aslinya. Mentang-mentang dia baru saja dari Jepang, begitu? Alasan yang sangat bagus-_- memangnya dia tidak sadar kalau badannya sama sekali tidak sebanding dengan oppadeul member 2PM? Menggelikan=_=

“Kalau kau begitu bagaimana aku bisa berpikir dengan tenang? Sudahlah, duduk kembali saja!” kutarik lengan jaketnya hingga ia terduduk di sebelahku lagi.
“Lalu apa?” Taemin mengerutkan kening sambil mengetukkan jari ke dagu. Sejurus kemudian, ia menjentikkan jarinya keras-keras. “Aku tahu!”

Dari sudut mataku kulihat ia memejamkan mata dan bibirnya bergerak-gerak tanpa suara. Sepertinya ia sedang mengingat-ingat sesuatu, dan…

“Subaek beon datugo baekbeon gaseum muneojyeodo (We fight a hundred times, and our hearts breaks a hundred times)
Shildeuri eongkin deut ddaenael soo eobtneun sarang (But like tangled pieces of string, our love can’t be pulled apart)
Jalmoseun gochigo seoroye mam baewo gamyeon (We fix our faults, learn each other’s hearts)
Eonjenga haengbokman nameul geora mitneun geol (I know that one day, only our happiness will be left)”
Ia bersenandung, tanpa musik yang mengiringi, tanpa suara hyungdeulnya sebagai latar belakang. Tidak usah dilanjutkan, tolonglaaaaah >/////<

“Jom eosaekgan aejeongpyo hyeondo jakku malhaebogi (I’ll try to say the awkward words of love)
Saranghae neol saranghae (I love you, I love you)
Pigonhan nal eolgul pyojeongdo seoro wihaeseo gamchugo (Even on days where I’m tired, I’ll hide my tired expression just for you)

Ia tersenyum lebar sekali, lebih tepatnya nyengir, sambil menatapku yang sudah amat-sangat salah tingkah. Aaaaaaaaah aku butuh sesuatu untuk menutupi wajahku!
“Bagaimana? Lebih suka yang mana? Kalau aku yang I’m Your Man tadi sih, hehehehe. Tapi Love’s Way entah kenapa juga cocok~” ia terkekeh. Kupukul lengannya dan tawanya makin keras terdengar.
“Jawaaaab~ sudah lebih dari 5 menit nih Lee Sungra~”
“Harus sekarang?”
Ia melengos dan mencubit kedua pipiku. “Tahun depaaaaan~ sekarang lah!”
Aku sudah tahu jawabanku apa. Hanya saja aku masih bingung, apa yang harus kulakukan untuk ‘mengatakan’nya ke Taemin?
Tiba-tiba satu ide gila terlintas di benakku. Baiklaaaah~ semoga aku tidak salah >/\<

“Mini album ketiga, track pertama. Jawabanku ada di sana.” kataku mantap. Taemin terlihat bingung, tapi sesaat kemudian ia sudah mengambil iPodnya. Aku yakin ia sedang mencari lagu yang kumaksud. Dasar payah, masa’ urutan lagu sendiri tidak hapal=_=
Tak butuh waktu lama, ia sudah terkekeh sendiri, masih menatap layar iPodnya, dan saat ia mendongak untuk menatapku tangannya langsung menarikku ke dalam pelukannya.

“Aku sudah menebaknya dari tadi, Lee Sungra sayaaaaang~”

Years will come and years will go
Joheun nal nappeun naldo (The good days, bad days)
I’m yours (gippeulttaedo) (in happiness)
I’m yours (Seulpeulttaedo) (in sadness)
I’m yours (I’m not just saying that)
I’m yours (I’m trying to show you)
-SHINee — Y.O.U (Year of Us)

–end

yeaaaaaaah haloooo :3 latar cerita ini = KyuAn by @sonyasoonya, hehehehe. oiya, beberapa adegan di sini hasil bikinan eonni yang satu itu~~~ coba tebak *eh 

Advertisements

3 thoughts on “[One-Shot] 사랑의 걸”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s