[Lee’s Family] On the Night Like This « Cho’s – Lee’s :3

Title: On the Night Like This
Genre: romance
Rating: PG-13
Character: Lee Sungra, Lee Taemin

‘satu. dua. tiga. empat. lima. dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya. begitu terus ke depan. tidak terhitung. apa kau mau?’

Malam itu dingin. Angin yang bertiup kencang tak dapat ditahan oleh tenda-tenda besar yang hanya ditopang tiang tanpa dinding. Di tengah keramaian penonton karnaval yang duduk di dalamnya, ada sepasang yeoja dan namja yang duduk di barisan terdepan, menatap lekat rombongan pawai yang lewat di depan mereka. Melihat seperti apa pertunjukan yang ada, sudah jelas tiket mahal yang dibeli namja itu tidak sia-sia.

“Dingin?” tanya si namja.

“Sedikit…” jawab yeojanya yang tidak mengenakan outerwear apapun, hanya blus dan celana panjang saja. Namja di sebelahnya langsung melepas jaket kasualnya dan memasangkannya di bahu yeoja itu.

“Eh? Min-ah?”

“Tidak apa-apa, aku masih pakai kaos di balik kemeja…” ia tersenyum, menenangkan yeoja yang khawatir itu.

“Benar tidak apa-apa?”

“Iyaaa~ sudahlah, pakai saja, ketimbang kau sakit?”

Mereka kembali diam. Menatap ramainya jalanan di depan lagi. Makin lama makin ramai, hingga pandangan si yeoja bertambah lekat ke apa yang ada di depannya.

“Ra…”

Diam.

“Ra-ah…”

“Hmm…” hanya itu saja responnya.

“Lee Sungra-ah, aku sedang bicara padamu…”

Yeoja itu melengos dan menoleh ke sebelah kanannya. “Ada apa Lee Tae… eh?”

Bukan wajah Taemin yang ditemuinya, tapi sebuah kotak kecil yang tepat berada di hadapannya sekarang. Masih setengah kaget, Sungra mengambil kotak itu dari tangan Taemin dan meletakkannya di atas pangkuan. Warna cokelat gelapnya tidak terlalu mencolok, terbuat dari semacam kertas tebal bertekstur dengan pita yang menghiasinya hingga terlihat cukup elegan.

“Bukalah.” pinta Taemin, mengedikkan dagunya ke arah kotak itu, mengisyaratkan pada Sungra untuk membukanya. Sungra melirik Taemin ragu, lalu membuka kotak itu perlahan.

“Ng?” ia terdiam. Isi kotak itu terlalu mengejutkan baginya. Sepasang benda itu berkilau indah di bawah ramainya lampu-lampu dari kendaraan peserta karnaval. Binarnya terang, cukup menyilaukan mata Sungra yang mulai basah.

“Kuharap ukurannya pas, berhubung aku tidak tahu ukuran jarimu, tapi… yah… semoga cukup…” gumam Taemin, jemarinya dengan hati-hati mengambil salah satu dari kedua cincin itu dan memasangkannya di jari manis tangan kanan Sungra perlahan, sebelum kemudian menggenggamnya erat.

“Aku tidak pintar berbasa-basi, sih. Jadi… aku harap kau mau mendampingiku hari ini, besok, lusa, dan seterusnya. Menikahlah denganku, Lee Sungra-ssi…” kata Taemin, matanya menatap bola mata kecokelatan gadis di depannya lekat-lekat di tengah aplaus orang-orang di belakang mereka… untuk karnaval di depan mereka itu.

Sungra masih tidak mampu berbicara, hanya anggukan halus yang dapat diberikannya pada Taemin. Tapi bagi namja itu, tanda itu sudah lebih dari cukup untuk mengetahui bahwa Sungra menerimanya, menyetujui apa yang ia berikan, bersedia mendampinginya untuk seterusnya –dan jika mereka berdua mampu dan waktu bisa diabaikan ataupun dihilangkan, selamanya.

“Kalau kau menerimaku, pasangkan cincin satunya di sini.” Taemin menyodorkan tangan kanannya ke depan Sungra yang mengerjapkan matanya, menghilangkan air mata yang sempat terkumpul di pelupuknya.

“Arasseo…” Sungra mengambil cincin pasangannya, sama hati-hatinya dengan Taemin, dan memasukkannya ke jari manis tangan kanan namja itu dengan senyum terpasang di wajahnya. Kali ini ia berhasil membalas tatapan Taemin, tepat di manik matanya.

Bersamaan dengan suara ledakan kembang api dan tumpahnya penonton ke jalanan yang telah kosong untuk melihat pertunjukan itu, Taemin mencondongkan badannya dan mengecup bibir Sungra pelan, membiarkan mereka berdua larut dalam suasana yang mereka ciptakan sendiri. Selagi tak ada orang yang memperhatikan, dan tidak ada yang akan memaki apa yang mereka lakukan.

Saat Taemin memundurkan kepalanya, ia kembali menatap Sungra. Senyumnya merekah seiring dengan tangannya yang terulur, menarik yeoja di sebelahnya ke dalam pelukannya.

“Gomawoyo… saranghae…”

Malam itu, Sungra tak bisa memejamkan matanya sama sekali. Berkali-kali ia mengamati benda kecil yang melingkari jari manis tangan kanannya sambil berbaring di atas kasur. Lingkaran perak dengan satu mata berlian kecil. Milik Taemin sama saja, hanya ukurannya lebih besar dan terlihat lebih tebal secara horizontal.

Tiap kali Sungra memejamkan matanya, kehangatan jemari Taemin saat memasangkan cincin itu kembali terasa. Begitu juga dengan tatapan matanya saat Sungra selesai memasangkan cincin Taemin di jarinya, acakan halus tangan namja itu di rambutnya setelah mengantarnya pulang, di depan pintu apartemennya, dan percakapan mereka sebelum Taemin berbalik pergi untuk pulang.

“Semoga kau bisa tidur malam ini…”

“Bisa, kok. Pasti bisa.”

“Apa perlu kutemani?”

“Tidak, seperti apa saja-_-“

“Ya sudah, terserahlah, yang penting kau harus tidur. Mengerti?”

“Ne…”

“Kalau begitu, aku pulang, ya. Night, Mrs. Lee…”

via [Lee’s Family] On the Night Like This « Cho’s – Lee’s :3.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s