[Ficlet] Upcoming Problems

Title: Upcoming Problems
Genre: angst, friendship
Rating: G
Character:

Raena menatap heran ke arah Sungra. Tidak, dongsaengnya itu tidak melakukan sesuatu yang aneh, ia tetap melakukan pekerjaannya –memasak– dengan baik. Hanya saja…ia merasa ada sesuatu yang berbeda dengan Sungra. Tapi apa ya?

“Eonni…”
Raena menoleh. Hyunjoon sudah berdiri di sebelahnya. Gadis itu menatap Sungra dengan tatapan yang…agak aneh.
“Wae?”
“Itu… Sungra, eonni merasa dia agak aneh tidak?”
Raena menarik napas. Ternyata bukan hanya dia yang merasa Sungra bertingkah aneh.
“Ya, sedikit. Bagaimana menurutmu?”
“Molla. Tatapannya kosong begitu. Akhir-akhir ini dia juga jarang tersenyum. Kenapa, ya?”
Raena mengangkat bahu. Sungra tidak menceritakan apapun padanya, mana mungkin dia tahu?
“Lagipula aneh rasanya kalau tidak ada yang cerewet…” gumam Hyunjoon. Sesaat kemudian ia berlalu meninggalkan Raena, sepertinya Jinjoo barusan memanggilnya tadi.

“Rae…” Chaekyo menepuk pundak Raena pelan. “Kau tahu Sungra kenapa? Aku jadi takut berada di sebelahnya, ia seperti ada di situ, tapi tidak ada di situ. Itu mengerikan, kau tahu?”
Raena menggeleng sekali lagi, kemudian mengangguk sekilas.

—–

Sungra meletakkan beberapa muffin di rak display dekat kasir. Harumnya manis, tapi sayangnya wajah orang yang baru saja menatanya tidak sama manisnya. Tidak ada senyum di sana.

“Sungra-ah~” panggil Hyunjoon. Sungra menoleh, menghadapi eonninya yang sudah berdiri di belakangnya.
“Ne eonni? Waeyo?”
“Gwaenchanha?”
Sungra mengangguk. “Ne~ gwaenchanha~”
Hyunjoon menepuk kedua pipi Sungra keras. “Jangan lesu begitu, arra? Senyum~”
“Arachi~”
Hyunjoon menarik kulit di dekat sudut bibir Sungra hingga membentuk senyum yang sama sekali tidak bisa dibilang senyum, kemudian kembali ke pekerjaannya lagi.

Chaekyo yang berpapasan dengan Sungra juga menanyakan hal yang sama. Ia bahkan memukul kepala Sungra pelan saat menyuruhnya tersenyum, membuat gadis yang lebih muda 10 tahun darinya itu mengaduh kesakitan. Dan Raena…tetap bersikap seperti biasa. Tidak melakukan apapun sampai jam pulang mereka, pukul 22.30.

“Sungra-aaah~ eonni main ke apartemenmu yaaaa malam iniiii~” kata Raena saat Sungra baru saja akan melangkah keluar restoran.
“Heh?” Sungra menaikkan sebelah alisnya kaget.
“Ne~ sekalian mengantarmu pulang, eotte? Bisa kan? Boleh kan?” Raena menunjukkan kunci mobilnya yang sudah tergenggam di tangan. Sungra akhirnya mengangguk.
“Arasseo~”

—–

“Saeng-ah, sedang ada masalah ya?”
Sungra berhenti mengaduk teh panas. “Mwoya?”
“Kau sedang ada masalah?” tanya Raena dari ruang tengah apartemen Sungra. Si pemilik rumah kemudian muncul dengan membawa dua cangkir teh hangat dan menyajikannya di depan eonni-nya itu.
“Anni.” gumam Sungra. Raena menaikkan sebelah alisnya.
“Kau bohong.” sanggah Raena, menyesap sedikit campuran di cangkirnya. “Meski aku baru mengenalmu baru-baru ini, tapi aku sudah cukup paham sifatmu, lho.”

Gadis yang duduk di sebelah Raena itu diam saja. Ia memeluk kedua kakinya dan menyandarkan kepalanya di lutut.
“Cerita?” tawar Raena sambil tersenyum, tangannya mengusap kepala Sungra pelan seperti menyentuh adik kandungnya sendiri.
Sungra tampak ragu sejenak, sebelum akhirnya ia membuka mulut. “Taemin…”
“Taemin kenapa? Selingkuh?”
“ANDWAE! Eh, anniyo~” Sungra mengacak rambutnya. “Kami, itu, anu, semacam bertengkar, ya begitulah…”
Raena tersenyum maklum. “Kenapa bertengkar?”
Maka Sungra menceritakan semua yang terjadi antara ia dan Taemin beberapa hari yang lalu. Semuanya. Selengkap-lengkapnya. Selesai bercerita ia langsung merasa jauh lebih lega. Tidak ada lagi yang menghimpit pikirannya sebagai beban besar.

“Kalau begitu, kau harus minta maaf.” tandas Raena setelah Sungra selesai bercerita.
“Shirheo.” Sungra mengerucutkan bibirnya sebal.
“Ya! Jangan bersikap kekanak-kanakan begitu! Dasar anak kecil!”
“Pokoknya aku tidak mauuuu~”
“Memangnya kau bakal tahan kalau marahan terus seperti ini? Mustahil Sungra-ah~ lagipula semakin berlarut-larut suatu masalah, biasanya menyelesaikannya akan makin lama.”
Sungra mengedikkan bahunya, tapi sedikit rasa takut sempat terbersit di pikirannya. Taemin tidak akan marah padaku kan? Pasti ia sudah memaafkanku kan? Tapi bagaimana kalau belum?

Yeoja itu mengusap matanya yang mulai panas cepat-cepat. Raena menangkap gerakan dongsaengnya itu, menghela nafas, dan kembali membuka mulut. “Selesaikan saja, arra?”
“Bagaimana aku bisa menyelesaikannya kalau ia tidak bisa dihubungi?” keluh Sungra. Raena diam, lalu seulas senyum tipis muncul di wajahnya.
“Nanti saja eonni pikirkan lagi caranya. Sekarang eonni pulang dulu ya saengie-ah~ jangan galau sendirian lagi, arachi?” gadis itu mengacak rambut Sungra hingga berantakan. Sungra merengut dan ikut berdiri, lalu mengantarkan Raena ke pintu depan apartemennya.

“Saran lain, coba kau SMS dia, yaaaah paling tidak kau harus berusaha menghubunginya. Lainnya biar kita pikirkan nanti~”
Sungra terdiam, tapi kemudian mengangguk. Raena berjalan meninggalkan apartemen Sungra setelah berpamitan, tapi bukannya turun, ia justru berhenti di dekat lift. Tangannya mengambil ponsel dari saku tas dan menekan serangkaian nomor yang dihafalnya diluar kepala.

“Yeobosaeyo? Boo~ aku butuh bantuanmu…”

Advertisements

4 thoughts on “[Ficlet] Upcoming Problems”

  1. uwaaaa uda lama tak maen2 k sini banyak postingan baru.. tapi baca yg baru2 d publis aja ahh males ngubek2 (?) #gubrak .__.v
    itu si sungra knapa? emg ada masalah apa sama si taemin?? aiiihh ga ngerti aku>< maklum lola nya lg kumat biasanya pinter kok =3 #plakk
    아유(っ˘з♥~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s