[Ficlet] Affections

Title: Affections
Genre: fluff
Rating: G
Character: N/A <- digampar

‘Pagi Min-ah~ ^^
Hwaitiiiiing! Semangat untuk hari ini yaaaa~’
‘Kau tahu? Aku ketiduran di kelas tadi -3-‘
‘Sudah makan? Makan yang baik, jangan telat, istirahat juga, hehehehe…’
‘Ngg~ kau sedang sibuk, ya? Aku mengganggu? (‘_’)7′
‘Aku tidur dulu ya Min-ah ^^ jaljjayo-jalggayo-annyeong! Oyasumi~’

Aku menatap layar ponselku. Ng, sebenarnya karena terlalu sibuk aku baru bisa mengakses benda ini sekarang dan ternyata ada 5 pesan masuk dari gadis itu yang belum terbaca dari tadi pagi. Well, ini menyenangkan sekaligus membuatku merasa tidak enak karena tidak sempat membalas pesannya. Bagaimana ya enaknya? Apa kutelepon saja dia sekarang? Tapi dia bilang dia sudah -akan- tidur, tapi… ng… kurasa tidak apa-apalah sesekali membangunkannya tengah malam begini.

Aku menunggu nada sambung telepon berganti suaranya. Seingatku, ia punya kebiasaan untuk menunda mengangkat telepon masuk selama beberapa saat. Alasannya sangat sederhana, ia selalu menunggu sampai ringtone-nya –Scar, laguku, eh, kami dari Summer SMTOWN 2009– sampai di bagianku menyanyi setelah Onew hyung, lalu langsung mengangkat teleponnya begitu part-ku selesai. Katanya ia tidak mau mendengar suara Jonghyun hyung, huahahahahahaha.

“Ng… yeoboseyo… Min-ah ada apa meneleponku jam segini…” terdengar suara Sungra, separo mengantuk. Aish…
“Mm, mianhae Ra-ah, kau sudah tidur ya?”
“Ne~ kau baru pulang?”
“Eh, yah, bisa dibilang begitu, hehehehehe.”
“Huaaaahm~ apa? Aigo~ capek?”
“Begitu mendengar suaramu aku tidak capek lagi :3”
“Gombal-_-“
“Kan yang kugombali kau, bukan yeoja lain :3” lah, ini kenapa tujuan awalnya tidak tersampaikan? “Ng, Ra-ah..”
“Mm?”
“Anu, maaf tidak sempat membalas SMSmu, membacanya saja barusan… mianhae…”

“Gwaenchanha, kau telepon sekali juga sudah cukup.” Sungra tertawa pelan. “Tarif telepon lebih mahal dari SMS, secara ekonomis sudah cukup. Dan mendengar suaramu itu berkali-kali lipat lebih menyenangkan daripada sekadar membaca teks saja, lho.”
Aku ikut tertawa. “Itu gombal~”
Kami diam lagi. Beberapa menit berlalu dan di antara kami tidak ada yang mengatakan apa-apa. Tunggu, apa Sungra ketiduran?

“Ra-ah?”
“Ne?”
“Kukira kau sudah tidur, hehehehe…” aku tertawa canggung. “Kau tidak ngantuk?”
“Sedikit. Kau? Capek, kan?”
“Ne… Ra~ bogoshipo…” hei, aku jujur, tahu. Aku benar-benar ingin melihatnya saat ini.
“Ng, nado Min-ah… neomu keuriwosseo~” balasnya. Akhir-akhir ini ia sudah lebih ekspresif dalam mengutarakan perasaannya dengan kata-kata terutama denganku. Menyenangkan :3

“Hei, kau tidak mau tidur?” tanyanya.
“Ng, belum. Kau?”
“Sebenarnya iya, besok aku sekolah~” katanya. Ah, kasihan juga kalau sampai dia kurang tidur dan bangun kesiangan gara-gara aku._.
“Baiklah, kau tidur ya sekarang,,,”
“Ne, aku tidur sekarang tapi kau juga harus tidur…”
“Arra…” tapi tetap saja aku enggan menutup telepon. “Ada pesan?”

“Ng, ada.” ia menarik napas, mungkin pesannya agak panjang. “Katakan pada Key oppa kalau aku menitipkanmu padanya. Lalu Jinki oppa, bilang padanya jangan terlalu banyak makan ayam dan hati-hati kalau berjalan. Untuk 2 lainnya tidak ada. Dan untukmu…” tuh, kan, sifat antipati Sungra tumbuh lagi. Ia memang paling tidak menyukai Minho hyung dan Jonghyun hyung, huahahahahahahaha. “Kau jangan tidur terlalu malam, makan yang teratur, pokoknya jaga diri saja. Ng, satu lagi, kalau aku sampai dengar kabar tentang kau dan member AKB48, kau akan kubunuh.” ancamnya. Tawaku sukses meledak. Caranya bersikap posesif itu lucu sekali! ๐Ÿ˜„

“Tidak akan~ tenanglah Sungra sayang~ bagaimana bisa kau berpikir seperti itu?”
“Habisnya tadi Raena eonni…”
“Kenapa kau termakana kata-kata nuna?-_-”
“Gayanya meyakinkan sekali…” katanya, polos. Aigo._.
“Pokoknya tidak akan terjadi~ nah, tidur, ya?”
“Ne.”
“Johta! Anak pintar!”
“Kau juga tidur ya~” katanya. Suaranya mulai terdengar tidak fokus. Kurasa sudah cukup aku mengulur waktu dari tadi.
“Eung. Jaljjayo Sungra-ah~ saranghae~”
“Nado… aku tidur ya…” dan klik. Sungra memutuskan sambungan telepon tapi aku masih tetap menempelkan ponselku di telinga. Suaranya masih terngiang di gendang telingaku, gadis itu memang sulit dilupakan.

Advertisements

6 thoughts on “[Ficlet] Affections”

  1. *terharu*
    uhuhuhuhuhuhu kenapaaaa kenapaaa kenaaapaaaaa *nada ayting*
    ajegileeee suara sungra susah dilupain!
    suara operator ngingetin pulsa dikit kali ya *plak!
    aah jadi pengen buat yang romanteeeesss~~~

  2. Sweet~~
    Jadi senyumsenyum gaje nih bacanya, tapi sayang mesti long distance yaa X3
    Uda lah si taem geret (?) k korea ajh, kan kasian sungra nya sendirian dan terserang penyakit rindu (??) kkk~~xD
    ahh nado sungra, aku jg ga t’lalu respek sama minho & jonghyun, ga tao knapa ==’a
    keep writing n take care of ur health, d tunggu karya2 mu yg laen^^
    ์•„์œ (ใฃห˜ะทโ™ฅ~

    1. aaaaaaah .////////////////////////.
      ya makanya, sungra harus sabar, sungra harus sabar *tepokin kepala sungra* *eh
      jangan, kerjaan dia gimana~ <- edisi sok bijak
      nah! kita sehati eonn, unyuuuuuu :3
      gomawoyo eonniiii ๐Ÿ˜€ dan makasih udah komen ;D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s