[Ficlet] Chicken Crave

Title: Chicken Crave
Genre: comedy
Rating: G
Character: Lee Jinki [Main], other SHINee members as cameo(s) and side characters

request temen, si Marcha (ng, MVP yang durhaka), minta dibikinin FF tentang onyu gitu, ya jadinya semacam ini._. ah iya, ini full Onew’s POV. jangan bakar saya dan jangan jadikan saya mie rebus ayam spesial!

KRUYUUUUK~

Maaf kalau mengagetkan kalian. Yang barusan tadi suara perutku, bagaimana, merdu, kan? Seperti suaraku yang seperti ayam jantan saat berkokok di pagi hari, bagus sekali. Tapi bedanya, ayam jantan berkokok jika sudah diberi makan, sedangkan perutku berbunyi berarti minta diberi makan. Kalian mengerti?

Aku melangkahkan kaki ke meja makan dorm yang sepi. Bukan sepi dalam artian tidak ada orang, tapi sepi karena tidak ada yang makan di sana. Belum jam makan siang.

“Kibum-ah, menu makan siang hari ini apa?” tanyaku sambil duduk di salah satu kursi. Kibum, tanpa menoleh dari penggorengan di depannya, menjawab cepat. “Nasi.”

“Lalu?”

Samgyeopsal.”

“Lalu?”

“Sedikit kimchi lobak.”

“Lalu?”

“Buah segar.”

“Lalu?”

“Air putih.”

“Lalu?”

“Sudah! Memangnya hyung mau apa lagi?” sentaknya. Dia kira aku akan takut apa?

“Tidak ada ayam?” tanyaku lagi.

“Tidak. Seminggu yang lalu kita sudah makan ayam hampir tiap hari. Hyung tidak lihat wajah dan kelakuan Taemin yang semakin lama semakin mirip ayam?” tukas Kibum. Kalau dipikir-pikir sepertinya memang benar, akhir-akhir ini si maknae itu makin banyak bergerak kesana-kemari. Apalagi ia juga ditawari untuk ikut program Immortal Song 2 menggantikan Jonghyun, apa itu pengaruh terlalu banyak makan ayam, makanya suaranya jadi semakin bagus? Aish, mencurigakan.

“Untukku saja ya Kibum-ah~ tolonglah~ kau tidak kasihan melihat leadermu ini menderita?” aku mencoba memasang wajah memelas.

Andwae. Hyung tahu kan kalau lemak hyung di sini sudah makin menumpuk?” Kibum menepuk perutku pelan. Sialan, berani juga bocah satu ini. Seenaknya saja menyebut perutku berlemak!

“Tapi aku banyak berolahra–”

“Tidak bisa.”

“Mengurusi kalian itu menguras te–”

“Tidak bisa. Hyung tidak pernah melakukan apa-apa di dorm. Memangnya hyung ikut membereskan dorm? Tidak kan?”

“Tapi aku butuh ayam untuk menjaga agar suaraku te–”

“Tidak ada hubungan antara ayam dengan suara bagus. Minyak di ayam goreng malah membuat suara jadi serak.”

“Kalau begitu ayam bakar.”

“Tidak.”

“Ayam rebus?”

“Memangnya ada?’

Molla… buatkan saja…”

Shirheunde!”

“Kibum-aaaaaaaaaah!”

—–

KLAK

Aneh, dorm ini sepi sekali, padahal ini masih pagi. Jangan bilang semua dongsaengku pergi tanpa mengajakku! Jahat sekali mereka, melupakan leader mereka sendiri-_-

Aku sudah mengelilingi dorm dan sama sekali tidak ada tanda-tanda kehidupan orang di sekitar tempat ini. Apa-apaan ini? Mana perutku sudah lapar, apa Kibum tidak meninggalkan makanan sama sekali?

Menuruti insting, kakiku berjalan cepat ke arah dapur yang menyatu dengan pantry dan ruang makan. Kosong. Kulkas di pojok ruangan menjadi objek tujuanku yang berikutnya, dan ternyata sama saja –hanya ada beberapa botol susu pisang milik Taemin dan yogurt berbagai rasa. Makan yogurt? Yang benar saja, bisa-bisa aku sakit perut seharian ini.

Lagi-lagi aku melanjutkan berjalan setelah menghabiskan sebotol susu pisang untuk mengganjal perut. Entah sudah berapa kali aku mengelilingi dorm ini, dan hasilnya sama saja. Nihil. Jumlah makanan yang ditemukan sama dengan jumlah udara di angkasa luar. Mengerikan sekali, bagaimana kalau sampai headline koran besok pagi berbunyi seperti ini, ‘Lee Jinki, Leader SHINee Ditemukan Tewas Mengenaskan di Ruang Makan karena Kelaparan’, lengkap dengan fotonya? Memalukan, dan juga konyol.

Otakku dipaksa berputar cepat. Aha! Kenapa tidak terpikir dari tadi untuk pesan makanan delivery?

—–

“Sialan!” kubanting ponselku ke bantal di sebelahku. Kenapa tidak ada restoran penyedia layanan delivery yang kosong? Kenapa semua antriannya panjang? Dan yang lebih parah lagi, kenapa semua restoran fast food langganan kami mendadak penuh? Padahal aku ingin sekali makan ayam pagi ini! Omona~

TING TONG

Hyung, kami pulaaaaaang~” astaga, suara ini…

Omo, hyung! Kenapa hyung pucat sekali? Belum makan?” si maknae itu langsung menghampiriku, tas plastik berisi belanjaannya dibanting begitu saja ke lantai kayu hingga Kibum mulai mengomel panjang-lebar.

“Lee Taemin-ssi! Kau tidak tahu susahnya mencari uang atau apa?!” benar saja, makhluk paling cerewet di dorm ini sudah mulai berceramah. Sebagai responnya, perutku semakin terasa sakit. Aish! Aku mau makan!

“Lebih dari itu hyung, coba lihat ini! Onew hyung sudah terlihat seperti orang yang sekarat!” teriak Taemin sambil menarik tanganku dari kepala. Memangnya sebegitu memelasnya-kah mukaku sampai dia bisa berkata seperti itu?

“Jangan berlebihan!” Kibum kembali berbicara. “Si dubu ini paling-paling hanya kelaparan!” sentaknya di depan Taemin. Oke, terserah saja, aku tidak mau tahu. Lagipula kepalaku sudah kelewat pusing.

“Kibum-ah, kau tidak masak?” tanyaku dengan suara lemah, tenagaku belum terisi.

“Aku sudah beli makanan untuk sarapan.” jawab Kibum cepat.

“Menunya?”

“Ayam goreng…” tunggu, tunggu, apa katanya tadi? Ayam? Benarkah?

“Ayam, Kibum-ah?” kucoba memastikan sekali lagi.

Ne, ayam. Chikin, kau tahu, kan?” kali ini Kibum kembali menghampiriku dengan piring di tangannya. “Igeo, hyung. Makanlah. Taemin benar, kau memang terlihat seperti orang se—”

“AYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAM~~~”

Dan sebanyak itulah aku mencintai makhluk Tuhan yang bernama ayam. Segala jenis makanan dari ayam. Tanpa ayam, mungkin aku tidak akan bisa hidup sampai hari ini. Aku yakin sekali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s