[FanFiction] [TaeRa] The Real Relationship is ….. d(=.=)b

Author : Neni a.k.a. Choi Hyun Joon
Tittle :[TaeRa] The Real Relationship is ….. d(=.=)b
Genre : Romance, Friendship.
Rating : PG 14
Main Cast :
Lee Sungra – Lee Taemin -> TaeRa
Go Miho – Matsujun -> MiTsujun
Kim Raena – Choi Seunghyun -> NaHyun
Masami Ayako – Lee Hyukjae -> HyukKo
Choi Hyunjoon – Cho Kyuhyun -> KyuJoon
Special Guest :
Shin Dongho

Choi Hyunjoon’s note :
Ini ada sangkut paut sama sama FF Sungra dongsaeng yang ini
Saya sarankan biar nggak bingung banget, bisa baca FF itu dulu, hehehehheeh

P.S. hehe, ini buatan uri-eonni *peluk Joonie*
sengaja saya reblog di sini, sekedar ngisi kosong aja, hehe 😀
enjoy! 😀 

-choi hyun joon-

SUNGRA POV

Aku sedang duduk di dalam kelas dengan perasaan bosan setengah mati. Bayangkan, songsaenim hari ini tidak ada yang mengajar sejak jam pelajaran ke 3 sampai jam ke 7 nanti. Aissshh … sekolah ini sangat tidak bertanggungjawab. Masa kami tidak diberi tugas atau pekerjaan rumah apapun. Padahal pelajaran di kelas kami, X-1, cukup tertinggal dari kelas lain karena seringnya para songsaenim yang terhormat itu meninggalkan kewajiban mereka untuk mengajar kami dengan dalih karena kami sudah berada di kelas unggulan. Jadi, kami pasti bisa belajar sendiri. Cish, hipotesis macam apa itu ? Malas mengajar kami, itu baru benar.

Dengan setengah malas aku mulai mengedarkan pandanganku ke sekitar. Sangat parah. Hanya itu satu – satunya frasa yang aku rasa cukup tepat untuk menggambarkan keadaan kelas saat ini. Apa yang seharusnya dilakukan para haksaeng jika songsaenim mereka tidak hadir ? Belajar kan ? Tetapi, lihat keadaan kelasku sekarang.

Di meja paling depan *depan meja guru persis*, ada evil couple yang sedang sibuk pacaran. Pacaran maksudnya bukan peluk – peluk di kelas, tapi membaca novel atau membaca buku bersama. Seperti aku dan Taemin, bedanya kami komik, kalau KyuJoon buku. Kalian tahu evil couple kan ? KyuJoon itu, siapa lagi ? Biasanya Hyunjoon selalu jadi teman seperjuanganku saat belajar di kelas. Tetapi, sejak dia menjadi kekasih Cho Kyuhyun -yang kata Hyunjoon paling tampan sedunia- itu, dia jadi nakal. Mereka suka ramai di kelas. Berhubung kelas kami berisi haksaeng yang pandai semua, otomatis songsaenim tidak pernah memarahi sikap mereka itu. Tetapi, aku jengah melihat mereka. Jujur, sebenarnya mereka itu cocok, sama – sama pandai, sama – sama evil, sama – sama kurang ajar, dan pastinya sama – sama heboh. Bikin iri saja =.= Satu hal yang membuatku sebal setengah mati adalah walaupun mereka suka ramai di kelas, mereka menjadi anggota tetap ektrakulikuler Olimpiade Matematika. Cish, menyebalkan sekali bukan ? Sudah bertemu di kelas pagi, siang sampai sorenya juga bertemu lagi di ektrakulikuler dan lagi mereka selalu pulang bersama. Omo ! Tuhan saja sepertinya sudah menakdirkan mereka untuk bersama ….

Aku memindahkan arah pandanganku dari couple-paling-bikin-iri-sedunia-itu. Dan … YAK ! Aku melihat mature couple. Siapa mereka ? Miho dan Matsujun. Hahahahahahaa. Sebenarnya mereka belum resmi jadi sepasang kekasih sih, tetapi, aku yakin, mereka sama – sama suka. Waeyo ? Lihat saja mereka sekarang. Sedang berbicara dengan saangat dekat dan wajah bahagia. Potong lidahku kalau mereka tidak sama – sama suka. Ingin tahu kenapa kami -aku lebih tepatnya- menyebut mereka mature couple ? Sebenarnya ini rahasia kelas kami, tetapi, jika aku beberkan, aku rasa tidak masalah, hehehehehe. MiTsujun couple itu sebenarnya suka melakukan skinship. Yak, jangan pasang wajah yadong seperti itu, kami masih SMA. Skinship yang menurut mereka umum, tetapi, kalau menurut aku pribadi, skinship yang mereka lakukan itu sudah-lebih-dari-umum. Mengerti maksudku kan ? Aku rasa aku tidak perlu menjelaskan lebih jauh lagi, bisa – bisa kalian langsung pingsan di tempat nanti, hahahahahahahaa.

Dengan menahan senyum, aku mulai mencari mangsa baru untuk aku hina puji lagi. Pandangan acakku langsung berhenti pada satu pasangan yang sedang mengobrol dengan canggung dan wajah menunduk. Aku rasa seperti melaporkan kejahatan mereka di kantor polisi terdekat =.= Yah, itulah mereka, shy couple. Sama – sama pemalu jika hanya berduaan, tetapi sama – sama memalukan jika bersama kubu masing – masing. Pasti sudah tahu kan siapa mereka ? Lee Hyukjae dan Ayako. Seperti kakak kembar Ayako -Matsujun-, Ayako dan Hyukjae belum resmi tetapi aku rasa masa penjajakkan mereka sudah hampir sukses. Wae ? Tentu saja karena bantuan anak – anak sekelas. Hahahahahaha. Melihat wajah Ayako yang selalu memerah jika melihat Hyuki membuat perutku mulas. Aisshh .. pasangan dimabuk cinta memang tidak pandang tempat untuk bermesraan. Sedangkan Hyukjae, dia sebenarnya raja yadong, sumpah, aku pernah membuka isi laptopnya dan isinya …. no comment. Aku langsung mual saat melihat judulnya. Hiiiiiiii. Tetapi, ntah kenapa Ayako bisa tenang – tenang saja berada di dekat monyet satu itu, aku rasa … hanya Ayako yeoja yang mau dengan monyet bau itu, hahhahhhahhaa.

Saat masih sibuk menggelendengi membicarakan shy couple itu, pandanganku terhenti pada seorang yeoja yang sangat cantik, tetapi, sayangnya dia tidak memiliki couple di sini. Kabar terakhir yang aku dengar -kemarin saat di perpustakaan- sebenarnya yeoja ini sudah punya kekasih, tetapi, namja itu sudah kuliah. Menurut gosip yang beredar di kelas kami, dulu yeoja ini suka pada Kyuhyun. Bisa menebak siapa yeoja ini ? Tentu saja Kim Raena. Jika ada Cho Kyuhyun pasti selalu tersangkut dengan Kim Raena dan Choi Hyunjoon. Seperti cinta segitiga tidak bermutu sebenarnya. Aku sampai heran, apa sih kerennya Evil itu ? Aku rasa, Taemin-ku seribu kali lipat lebih baik darinya. Berhubung aku sahabat Raena, aku tahu kenapa Raena tidak mengharapkan Kyuhyun lagi, aku rasa Tuhan sudah membuka hati Raena dan bisa melihat bahwa evil itu terlalu aneh baginya. Sebagai gantinya, aku rasa, Tuhan memberikan namja kuliahan itu. Nama namja itu Seunghyun. Setahuku, Seunghyun Oppa bisa melakukan rap dengan cepat dan bagus karena memiliki suara rendah yang … menurut Miho sangat … menggoda ? Dasar Miho. Semua yang ada pada namja selalu dikatai menggoda. Tetapi, menurut pendapat Ayako -yang pernah mendengar rekaman suara rap Seunghyun Oppa- suara rap Hyukjae lebih bagus. Aisshh .. itu tidak objektif. Kalau aku bertanya pada Hyunjoon, pasti dia akan mengatakan, “Tentu saja suara Kyuhyun lebih merdu”. Seharusnya aku bertanya pada ahlinya saja.

Aku kembali ke alam sadarku dan memutuskan untuk membaca komik saja. Menghilangkan bosan dan enek. Itu menurutku. Saat akan mulai membaca, tiba – tiba ada tangan kurus namja yang menarik komikku. Aku tahu itu siapa. Pasti LEE TAEMIN. Namjachinguku yang paling tidak waras -karena dia namjachingu pertamaku-. Dengan malas aku menarik kembali komikku. Aku cinta damai, malas bertengkar, sugestiku dalam hati. Taemin menarik komikku lagi, aku masih menariknya juga. Taemin menariknya, aku juga. Taemin menarik lagi, aku juga. Terus seperti itu sampai mungkin ada 10 kali. Dengan wajah innocent, Taemin menarik bukuku dan menyembunyikannya di balik punggung.

“Sungra Sayang, aku pinjam dulu yaaa”, rayu Taemin dengan senyum dan intonasi aegyo.

Aku selalu luluh jika melihatnya seperti itu. Dengan berat hati, aku menganggukkan kepala dan langsung menatap meja di hadapanku. Bosan sekali. Aku menumpukan daguku di meja dan menghembuskan nafas agak kencang dari mulut untuk menggerakkan poni pendekku. Tidak ada suara dari Taemin, serius sekali dia membacanya. Padahal itu komik Meong Meong. Komik khusus yeoja, aku rasa.

Tiba – tiba, aku merasakan ada yang menatapku. Jengah rasanya. Dengan malas – malasan, aku mengangkat kepalaku dan menolehkan kepala ke sekitar untuk menangkap si-penatap-tajam-bikin-jengah-itu. DEG. Pandanganku bertubrukan dengan pandangan Taemin. Aku langsung gugup seketika. Ternyata yang memandangiku sejak tadi itu dia. Sialan ! Mukaku pasti langsung merah sekarang. Dengan gugup, aku melihat ke arah komikku yang sedang tergeletak dengan posisi tertutup. Mencoba mencari pengalih perhatian.

“YAA ! Kenapa kau tidak membaca komiknya ? Sini, kembalikan”, sentakku dengan suara agak bergetar menahan malu.

Taemin tidak bergeming dan masih menatapku dengan tatapan tajamnya. Aku langsung menelan ludah dengan gugup. GLEK.

“Jangan menatapku seperti itu”, ujarku dengan nada jengah.

Taemin masih tidak menjawab dan tetap menatapku. Omo ! Aku panik sekali. Tiba – tiba, Taemin mendekatkan wajahnya ke arahku. Aisshh .. Min~ah, ini di kelas. Masa kau mau meng-kisseu-ku ? Yang benar saja.

Tiba – tiba .. BRAK. Meja dihadapanku digebrak seseorang. Karena kaget, Taemin langsung menarik wajahnya dan melihat si penggebrak meja.

“YA YA YA YA ! Jangan berbuat mesum di sini. Aisshh”, hardik Dongho -sang ketua kelas berwibawa- dengan wajah gusar.

“Kami tidak berbuat mesum. Pikiranmu itu yang mesum”, balas Taemin tidak terima.

“Mwo ? Aku mesum ? Aku laporkan pada Hyunjoon nanti jika kau mengataiku mesum”, balas Dongho tidak terima.

“Mwo ? Hyunjoon ? Choi Hyunjoon ?” tanyaku dan Taemin bebarengan.

“Ne, waeyo ?” tanya Dongho balik dengan wajah polos.

“Sebelum kau lapor padanya, kau sudah didamprat oleh Kyuhyun. Dasar babo !”, ejek Taemin.

“Aisshh …. kalian menyebalkan”, balas Dongho lalu pergi meninggalkan kami.

Kami langsung terdiam dan menatap satu sama lain. Sampai tiba – tiba satu pemikiran menghantamku, Shin Dongho dan Choi Hyunjoon. Aku rasa ini gosip baru.

“Min~ah, memangnya Dongho suka pada Hyunjoon ?” tanyaku pada Taemin.

“Molla, aku tida tahu kalau si innocent itu bisa suka pada si evil yeoja. Mungkin dia khilaf, Ra~ya”, jawab Taemin sambil mengedikkan bahunya tanda tak tahu.

“Masa ada cinta segitiga lagi ? Norak”, ujarku cepat.

“Ra~ya, menurutmu pacaran kita aneh tidak ?” tanya Taemin tidak nyambung.

“Mwo ? Maksudmu apa ?” tanyaku balik dengan wajah bingung.

“Pacaran kita itu aneh atau tidak ? Kenapa kita tidak bisa seperti KyuJoon, HyukKo dan MiTsujun ?”, tanya Taemin.

“Jangan lupakan NaHyun”, timpalku.

“NaHyun ? Nugu ? Raena-Kyuhyun ? Aisshh .. Kyuhyun sialan ! Dia selingkuh ? Namja tidak tahu diri. Aku laporkan pada Dongho nanti. Benar Ra~ya ?” tanya Taemin lagi.

Aisshh ..hari ini dia banyak tanya =..=

“Raena-Seunghyun”, jawabku singkat.

“Hoooo, couple baru. Aku kira Raena Kyuhyun, hehehheheheeheh.”, jawab Taemin sambil mengelus dagunya seperti-ahjussi-tua-penjual-rokok.

Aku menatap Taemin dengan wajah innocent. Masa dia tidak tahu ? Dasar terlalu polos. Tidak up-to-date.

“Bagaimana kalau kita mengamati cara berpacaran teman yang lain. Untuk referensi. Eottohkae ?” ujar Taemin tiba – tiba.

“Referensi ? Terserah kau saja Min~ah”, jawabku mengalah.

Sepertinya Taemin sedang dilanda sindrom tidak-percaya-diri-paska-pacaran. Dasar namja polos tapi labil.

“Lalu, kita akan mengamati siapa ?”, tanyaku pada Taemin.

“Tentu saja teman labil mu itu”, ujar Taemin ringan.

“Mwo ? Labil ? Aisshh …. aku tersinggung”, rajukku.

“Ne, labil. Mana ada pasangan lain yang lebih labil dari HyukKo, KyuJoon, NaHyun, dan MiTsujun ? Tidak ada Ra~ya”, tandas Taemin.

“Hmmm .. baiklah, terserah kau saja. Mumpung sekarang hari Jum’at. Sabtu dan Minggu kan kita libur. Eotte ?” ujarku pelan.

“Johta, anak pintar”, ucap Taemin lalu mengacak rambutku keras.

“MIN~AH, JANGAN MENGACAK RAMBUTKU SEPERTI ITU !!” teriakku kesal.

“Sikkeuro !” teriak suara Dongho dari sudut ruangan sambil melemparkan kotak pensil ke arah Taemin.

BUK. Kena kau Min~ah, hahahahahahahaa.

-choi hyun joon-

LUNCH TIME at CANTEEN 


TAEMIN POV

“APA ? MENGAMATI CARA BERPACARAN KAMI ?” teriak 6 mulut di hadapanku -minus Raena, karena tidak semuanya tahu kalau dia sudah punya kekasih-. Aissshh … KyuJoon menjijikkan, jajangmyeon mereka sampai menyembur ke meja dan wajah. Dengan gusar aku mengelap wajahku.

“NE ! TIDAK PERLU BERTERIAK !” balasku.

Mereka berenam langsung diam dan duduk manis.

“Bagaimana ? Boleh kan ?” tanyaku lagi.

Aku menatap mereka berenam. Sepertinya enggan. Tapi, terserah mereka. Aku ingin tahu cara berpacaran yang baik dan benar. Bosan kalau hanya membaca komik dengan Ra~ya setiap hari. Tidak ada seninya =,=. Aku mengambil jalan tengah.

“MiTsujun~ah, kenapa kami tidak boleh mengamati kalian ?” tanyaku.

“Kalian masih terlalu kecil untu melihat kami”, jawab Miho.

Jawaban macam apa itu ? =.= Dasar pasangan mesum *ampunOnnie*.

“Kalau HyukKo~ah, wae ?” tanyaku.

“Kami kan belum jadian”, jawab Ayako dengan menunduk menahan malu.

“Ckckckck .. belum ya ?” tanyaku mengejek.

“Ne, belum sekarang. Tapi sebentar lagi”, timpal Hyukjae dan langsung mendapat tusukan sumpit di hidungnya dari Ayako. Yaiks o.O

“Kalau KyuJoon~ah, wae ? Kalian kan biasanya pamer. Masa kami tidak boleh mengamati ?” tanyaku.

“Aku takut kau ketularan evil kami”, jawab Hyunjoon loirih dan singkat singkat.

“Mwo ? Hyun~ah, ulangi lagi ?” aku tidak mendengar suara Hyunjoon.

BUGH ! Tiba – tiba ‘sentuhan’ pelan di lenganku membuat kami kaget. Kyuhyun. Kenapa dia ?

“YAA ! Appo ! Kenapa kau memukulku ?” sentakku kaget sambil mengelus lenganku. Apa aku salah bicara ?

“Jangan panggil Hyunjoon Hyun~ah. Hanya aku yang boleh memanggilnya dengan nama itu”, jelas Kyuhyun dengan wajah serius.

GUBRAK ! Aku kira ada masalah apa ! Dasara namja posesif tidak jelas.

“Kalau NaHyun~ah, bagaimana ?” tanyaku pada Raena.

KRETEK. Omo ! Kakiku diinjak Sungra. YAk sakit sekali.

“Ra~ya, kau kenapa ? Appo ! Jeongmal !” kesalku.

“Jaga bicaramu”, desis Sungra.

Aku langsung sadar sudah mengatakan couple keramat. NaHyun. Aku menatap Raena dengan pandangan meminta maaf. Dibalas Raena dengan senyum dan gesture jempol ke atas. Boleh. Raena memang paling dewasa dan bisa diandalkan. Tidak seperti mereka ini. Pelit =.=

“NaHun ? Nugu ?” tanya Ayako.

“NaHyun, Aya. Bukan NaHun”, timpal Hyukjae dengan penuh perhatian. Tidak penting =..=

“Raena …”, sebut Miho.

“Kyuhyun …”, timpal Matsujun.

“Mwo ?” teriak Hyunjoon heboh.

“Mwo ? Aku ? Kenapa aku ?” ujar Kyuhyun tidak kalah shock.

“KAU SELINGKUH ? HAH ? JAWAB !” teriak Hyunjoon.

Oke, ini kesalahanku. Duo evil bertengkar. Bisa hancur kantin ini. Sebelum Kyuhyun sempat membela. Tiba – tiba …

“Aku kembali ke kelas duluan. Berisik sekali di sini”, ujar Raena dengan penuh wibawa lalu berjalan keluar dari kantin.

SIIIIIIIIIING. Suasana hening seketika.

“Oke ! Tidak ada alasan yang kuat untuk menolak permintaanku”, aku mencoba mencairkan suasana yang beku ini.

“Jadi, mulai besok aku akan mengamati kalian, beritahu kami jadwal kalian besok. Yang mangkir, aku akan beri ‘pelajaran olahraga’ gratis. Arasseo ?” ucapku. Kurus begini aku jago berkelahi, tahu.

“Jadwalnya, Sabtu untuk pasangan MiTsujun dan HyukKo”, timpal Sungra.

“Kok kami duluan ?” teriak MiTsujun dan HyukKo bebarengan.

“Suka – suka kami kan ? Lanjutkan Ra~ya”, selaku.

“Hari Minggu hanya KyuJoon. Mungkin kalian yang paling lama kami amati”, lanjut Sungra.

“Kenapa kami paling lama ?” sela Kyuhyun tidak terima.

“Terserah kami. Sekalian permintaan maaf karena kau memukul lenganku. Babo !” sentakku balik.

“Padahal hari Minggu paling menyenangkan jika hanya berdua dengan Hyun~ah. Dasar pengganggu. Sama saja seperti Ayako”, gerutu Kyuhyun.

Hyunjoon masih diam saja. Tidak peduli dengan gerutuan Kyuhyun. Sepertinya masih memikirkan yang tadi.

“Aku ? Aku melakukan apa ?” tanya Ayako tidak terima.

“Pengganggu. Weeeek”, ujar Kyuhyun sambil memeletkan lidahnya.

“Cho Kyuhyun-ssi, aku mau bicara denganmu”, ucap Hyunjoon dengan nada datar.

Kami berenam langsung paham dan berdiri meninggalkan mereka semua. Aku tidak mau melihat mereka lempar – lemparan piring di hadapanku. Aku rasa itu bukan tontonan yang bagus untuk Ra~ya tersayang.

Setelah masuk ke koridor kelas -sekitar 25 meter dari kantin- aku menolehkan kepalaku ke arah kantin dan mendapati Kyuhyun sedang memohon – mohon dengan wajah memelas. Dasar yeoja tega. Kasihan Kyuhyun kan ?

“Ini semua gara – gara kau”, desis Sungra di sampingku.

HyukKo dan MiTsujun sudah ada di depan sana. Berjalan berdekatan seperti tertempel lem tikus. Dekat sekali =.= Jadi, mereka tidak bisa mendengar kami.

“Mianhae, aku kelepasan”, ucapku memmohon maaf.

“Kalau sampai KyuJoon bubar, kau harus bertanggungjawab Min~ah”, desis Sungra dengan nada mematikan dan langsung berjalan mendahuluiku.

Mwo ? Kenapa aku lagi yang salah ? ==’

-choi hyun joon-

SATURDAY, 07.00 am at HYUKJAE’s HOUSE


TAEMIN POV

Aisshh .. dasar monyet bau. Mandi saja lama sekali. Hampir satu jam sekarang. Omo ! Dia itu membersihkan badannya atau membersihakn lantai keramik ? Lamanya =.= minta ampun. Aku kembali berjalan memutar di ruang tengah rumah Hyukjae. Besar dan nyaman. Tapi, tetap saja bosan.

“Kemarin KyuJoon bagaimana ?” tanya Sungra pada Ayako -yang ntah bagaimana ceritanya sudah ada di sini saat kami tiba sekitar pukul 6 pagi tadi-

Aku penasaran dan langsung duduk di samping Sungra. Mendengarkan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat – sesingkatnya percakapan yang sebagian besar karena kesalahanku kemarin.

“Agak ‘sepi’ kemarin meja mereka”, ujar Ayako.

Mwo ? Sepi ? Maksudnya apa ? Masih bertengkar kah ?

“Maksudmu ?” tanya Sungra lagi.

“Saat di kelas kan mereka masih saling diam. Kyuhyun memang aktif mengajak berbicara, tetapi, Hyunjoon cenderung diam”, jelas Ayako.

Aku dan Sungra langsung menganggukkan kepala tanda mengerti.

“Tetapi, saat pulang sekolah, Kyuhyun langsung menyeret Hyunjoon pulang. Padahal mereka ada pembinaan Matematika setelah pulang sekolah”, lanjut Ayako.

Aku mengerti, pantas saja siang kemarin Sungra ditanyai Park Songsaenim -pembimbing metematika- tentang keberadaan KyuJoon saat kami sedang pembinaan Biologi. Ternyata mereka kabur.

“Lalu ?” tanyaku mulai penasaran.

“Ada beberapa saksi mata yang mengatakan melihat Kyuhyun dan Hyunjoo diam – diaman di halte. Tetapi, aku tidak tahu kebenarannya. Yang aku tahu, tadi pagi saat membuka twitter, KyuJoon sudah saling bermention ria seperti tidak ada apa – apa. Dan pastinya isi mention seperti biasanya. Menurutku, mereka sudah baikan”, jelas Ayako panjang lebar.

Hooo, baguslah kalau begitu. Aneh sekali mereka ini. Bertengkarnya cepat, berbaikannya juga cepat, hahahhhhha. Labil sekali.

“Syukurlah”, ucap Sungra senang.

“Sebenarnya, NaHyun itu benar Raena-Kyuhyun ?” tanya Ayako tiba tiba.

“Tentu saja bukan. Pikiran bodoh macam apa itu”, tandas Sungra cepat.

“Lalu, siapa ?” tanya Ayako lagi.

Aku bisa melihat Sungra kebingungan. Ini kan rahasia. Mana mungkin kami membeberkannya begitu saja.

Saat kami masih sama – sama kebingungan, tiba – tiba muncul dewa penolong …

“Aya~chan, ayo berangkat”, teriak Hyukjae yang sudah -merasa- tampan dengan pakaian casualnya.

Aku bisa mendengar helaan nafas Sungra yang sarat akan kelegaan.

“Kajja”, ajak Hyuki sambil berjalan keluar rumah dan menggandeng tangan Ayako.

Katanya belum jadian ? Kenapa sudah berpegangan tangan ? Aneh =..=

-choi hyun joon-

08.00 am at NAMSAN TOWER

SUNGRA POV

Hhhhhh … ntah sudah keberapa ratus kalinya aku menghembuskan nafas kesal. Ini salah satu alasanku menolak ide bodoh Taemin. Jika kami mengamati orang berpacaran, yang ada hanya : IRI. Sumpah, aku merasa seperti obat nyamuk Vape *XP*

Aku melihat Taemin yang sibuk memandangi pasangan itu. Bosan sekali. Apa dia tidak bosan ?

Aku mengikuti Taemin yang sedang sibuk memandangi HyukKo. Jengah. Masa kami harus memperhatikan orang berpacaran terus. Malas sekali. Sesuai perjanjian, kami hanya akan mengamti dari jarak minimal 20 meter, alasannya : Hyukjae tidak mau diganggu. Hyukjae bilang dia tidak bisa konsentrasi nanti.

Mwo ? Konsentrasi ? Konsentrasi apa ? Saat mereka naik motor menuju ke sini, mereka sudah seperti lupa daratan . Mana mungkin menyadari kehadiran kami ? Dasar Hyukjae pembual !

Lihat, sekarang mereka malah memilih naik kereta gantung yang cukup ramai karena ini hari Sabtu. Aku rasa ini ide Hyukjae. Wae ? Agar bisa dekat dengan Ayako dengan dalih kereta yang sempit dan penuh sesak. Aku benar kan ? Dasar mesum. Taemin menarik tanganku dan menyeretku agar masuk ke dalam kereta gantung. Kami mendapat tempat berdiri di dekat pintu. Taemin masih sibuk memandangi HyukKo. Aku sudah mulai bosan. Tidak begitu tertarik dengan pengamatan ini. Lebih baik aku di rumah dan membaca Ilana Tan ku yang terbengkalai. Sialan !

Aku melihat ke arah Hyukjae yang menutupi Ayako, maklum tinggi mereka terpaut hampir 20 cm, otomatis Ayako tidak tampak jika Hyukjae menutupinya seperti itu. Pose Hyukjae sangat menguntungkan. Wae ? Karena jika Hyukjae mengulurkan tangannya ke arah kaca di depaan Ayako, otomatis Hyukjae sudah memeluk Ayako. Aku yakin 100% ini memang ide Hyukjae. Dasar namja. Selalu mencari kesempatan dalam kesempitan.

GREK GREK GREK

Tiba – tiba kereta gantung ini berguncang keras. Sampai – sampai para penumpang terguncang dan ada beberapa yang jatuh. Saat aku akan jatuh, pandanganku masih sempat melihat Hyukjae yang sudah memeluk Ayako yang ketakutan. Aku bisa melihat seulas senyum bahagia terpampang di wajah mesum Hyukjae. Dasar namja .. tidak mau rugi.

BRUK

Sesaat rasanya hangat dan pengap. Aku bisa merasakan ada tangan yang melingkari perutku. Sepertinya aku tahu itu siapa. Saat terjatuh tadi otomatis mataku menutup. Saat aku membuka mata, aku bisa melihat wajah Taemin di hadapanku.

Omo ! Terlalu dekat. Terlalu dekat. Aku ulangi TERLALU DEKAT. Aku bisa melihat warna mata Taemin yang berwarna coklat gelap dan wajahnya yang bersih untuk ukuran namja. Omo ! Bagaimana ini ? Aku gugup. Aku bisa melihat Taemin yang sedang memandangku juga. Tiba – tiba wajah Taemin tampak teduh dan …. menggoda ? Aisssshh … aku rasa aku tertular Miho.

“Min~ah, tolong mun …. ” perkataanku terputus karena Taemin menciumku.

Omo ! Omma !! Anakmu sudah tidak suci lagi =..= Bagaimana ini ?

Satu detik

Dua detik

Tiga detik

“Hahahahahaa .. wajahmu merah sekali Ra~ya”, ejek Taemin setelah memundurkan wajahnya.

“Babo ! Ini di tempat umum ! Aissssh !” bentakku pada Taemin sambil menyodok perutnya dengan kepalan tanganku.

“Habisnya wajahmu seperti itu. Aku jadi ingin menciummu. Hahahaahahahaaha”, ucap Taemin ringan.

Taemin masih tertawa – tawa saat menarikku berdiri. Posisi kami tidak enak dipandang. Jeongmal ! Saat kami berdua sudah sama – sama berdiri, aku mnegedarkan pandanganku dan mendapati penumpang satu kereta sedang memandang aneh ke arah kami. GLEK. Aku menelan ludahku gugup. Sialan ! Aku malu sekali >//////< Saat pandanganku bertubrukkan dengan HyukKo, aku bisa melihat cengiran evil terpampang di wajah mereka. Yaaaak ! Mereka sudah tertular KyuJoon, kurasa.

“Babo, Min~ah ! Kita sekarang jadi pusat perhatian satu kereta”, desisku dengan nada berbahaya pada Taemin.

“Waeyo ? Karena aku menciummu ? Hei, kau ini yeojachinguku. Aku rasa tidak masalah”, jawab Taemin sambil menggandeng tanganku.

“Mwo ? Aisshh, tapi kan mereka semua tidak tahu. Mereka pikir nanti kita itu remaja labil yang tidak tahu aturan, Min~ah”, desisku mulai putus asa.

“Jadi kalau mereka semua tahu kita pacaran itu tidak apa – apa ?”, tanya Taemin dengan nada polos.

“Yaaa, tidak begitu juga. Tapi …”, perkataanku terputus dengan ucapan Taemin.

“YEOREOBEUUUUUN !! PENGUMUMAN YAA ! YEOJA YANG AKU CIUM TADI BERNAMA LEE SUNGRA, YEOJACHINGU DARI LEE TAEMIN. KAMI SUDAH BERPACARAN KOK. JADI KAMI BUKAN REMAJA LABIL TIDAK TAHU ATURAN. ARASSEO ?”, teriak Taemin dengan nada lantang bak-komandan-upacara-di-lapangan-basket dan wajah polos.

Aku bisa melihat seluruh penumpang kereta sekarang menatap kami dengan menahan tawa. Aisssshh … Taemin~ah … aku rasa kau terlalu polos =/////=

“Selesai kan masalahnya ? Aku memang namja terkeren di dunia”, ucap Taemin polos di sampingku.

Keren ? Polos dan bodoh, itu baru benar, rutukku dalam hati sambil menundukkan wajahku dalam – dalam.

-choi hyun joon-

LUNCH TIME 11.00 AM


SUNGRA POV

“YA YA YA YA ! Apa itu tadi ? Mencium anak orang sembarangan. Taemin~ah, itu tadi tempat umum”, tegur Hyukjae saat kami sudah berada di restoran untuk makan siang.

“Aku ingin, heheheheheheeh”, jawab Taemin polos sambil memasukkan potongan kimchie ke dalam mulutnya.

PLAK. Aku memukul kepala Taemin dengan sumpit di tanganku. Jawaban macam apa itu =.=

“Ingin sih ingin, tapi jangan di tempat umum. Aku saja yang melihatnya malu. Iya kan, Aya~chan ?” tambah Hyukjae sambil memandang Ayako yang sedang memakan nato di sampingnya.

“Ne, aku sampai iri”, jawab Ayako singkat karena masih sibuk memakan nato-nya.

“Kau iri ? Mau denganku ?” tanya Hyukjae antusias.

BUGH. Aku melihat Taemin memukul dada Hyukjae ringan.

“Yaaaak ! Apa – apaan itu ? Menjijikkan”, sentak Taemin.

“Biarakan saja, weeeeeek”, balas Hyukjae sambil memeletkan lidahnya.

Aku hanya bisa mendengus melihat pertengkaran dua namja bodoh di hadapanku ini. Mesum sekali mereka. Membahas cium – mencium di hadapan yeoja. Dasar tidak tahu malu.

“Min~ah, belikan satu gelas patbingsoo untukku dan Aya~chan”, perintah Hyukjae kepada Taemin.

“Mwo ? Kenapa aku ?” tanya Taemin bingung.

“Kan kau yang ada urusan mengamati cara berpacaran kami. Jadi, sebagai hadiah untuk kami, belikan sana. Ppali !” perintah Hyukjae lagi.

“Shirreoh ! Beli sendiri sana”, balas Taemin tak terima.

“Yak ! Kau mebantah ! Cepat belikan !” Hyukjae masih memaksa Taemin.

Aku diam saja. Tidak mau ikut campur. Bisa – bisa uangku dipinjam untuk membeli patbingsoo bodoh itu lagi. Kan sayang uangnya. Lebih baik ditabung untuk membeli komik baru. Aku memang cerdas =D

“Shirreoh ! Beri aku alasan kenapa harus menuruti perintahmu”, Taemin masih berseru tidak terima.

“Aisshh … karena kau itu maknae couple dengan Sungra. Namanya maknae itu, harus menurut pada yang lebih tua. Paham ? Kalau kau tidak menurut, kau bisa kena karma. Arachie ?” jawab Hyukjae sok bijak.

Cih, jawaban macam itu. Aneh sekali. Hanya membenarkan diri sendiri. Babo namja.

“Memang apa karmanya ?” tantang Taemin.

Aku bisa melihat Hyukjae sedikit mengernyitkan dahinya. Sepetinya berpikir.”Kau tidak akan langgeng dengan Sungra”, tandas Hyukjae cepat.

“Mwo ? Tidak langgeng ?” seru Taemin panik dan langsung berlari membeli patbingsoo di pojok food court ini.

Beberapa saat kemudian, aku melihat Taemin sudah berdiri di samping meja kami dan membawa 2 gelas patbingsoo di tangan kanan dan kiri. Nafasnya terengah – engah karena lelah. Lalu, setelah sepersekian detik, Taemin duduk kembali di sampingku dan menyodorkan 2 gelas patbingsoo untuk pasangan di hadapan kami.

“Igeo, sudah aku belikan. Jangan memberikan doa yang buruk pada kami. Hubungan kami saja sudah stuck di sini”, ucap Taemin pelan karena masih lelah.

Mwo ? Jadi dia pecaya pada perkataan Hyukjae barusan ? o.O Omo ! Aku rasa Taemin memang terlalu polos untuk ukuran haksaeng SMA. Masa dia tidak bisa membedakan mana kebohongan dan mana kebenaran ? Sebenarnya dia ini bodoh atau polos sih ? Aku bingung ==’

Karena tidak tega melihat Taemin yang kelelahan berlari untuk menuruti perintah si Pelit itu, aku langsung mengambil sapu tangan yang aku simpan di dalam tas bagian depan. Dengan perlahan aku menyeka dahi dan leher Taemin yang basah dengan keringat. Taemin memandangiku dan memegang tangaku yang menyeka keringatnya. Lalu menuntun tanganku agar menyeka sekitar dagunya yang masih basah karena keringat. Lalu ke arah wajahnya yang basah juga. Omo ! Aku malu >////<

“Yaaak ! Jangan bermesraan di sini, menyebalkan sekali”, seru Hyukjae.

Aku langsung menarik tanganku dan menunduk malu. Ya Tuhan, mau ditaruh mana mukaku nanti.

“Yak ! Kau ini. Diam saja bisa tidak ? Jarang – jarang Sungra mau menyeka keringatku. Babo”, bentak Taemin pada Hyukjae.

“Suka – suka aku. Kan yang sekarang jadi bos di sini Hyukjae dan Ayako. Bukan Taemin dan Sungra, weeeeeeek”, ujar Hyukjae dengan nada yang super duper menyebalkan.

“Haish .. jaga bicaramu monyet”, marah Taemin.

“Kalau kalian marah, jangan ikuti kami lagi. Eotte ?” tantang Hyukjae.

Aku memandang ke samping. Terlihat Taemin yang sedang menahan emosi habis – habisan. Aku tahu, saat ini Taemin pasti sedang merasa teramat sangat emosi menghadapai monyet satu ini. Apalagi sejak tadi Hyukjae terus menerus menguji kesabaran Taemin. Mulai dari patbingsoo sampai masalah lap keringat barusan. Bagaimanapun juga Taemin itu manusia dan salah satu ‘yakuza’ di kelas kami -walaupun kelewat polos untuk disebut yakuza-, jadi otomatis dia memiliki batas kesabaran di bawah rata – rata. Salah – salah nanti Taemin akan mengamuk dan menghancurkan setengah isi restoran ini. Jangan sampai. Bisa – bisa aku yang habis menahan malu karena ulahnya.

Aku mulai bisa membaca situasi. Kalau dilanjutkan mungkin akan lebih banyak akibat buruk dibanding manfaatnya. Apa disudahi saja ? Jadi, kami bisa berganti melihat pasangan yang lain. Mungkin ini ide bagus. Daripada harus melihat Taemin tersiksa menahan emosi speerti inni. AKu benar kan ?

“Min~ah, bagaimana kalau ganti pasangan saja ? Aku rasa mereka sudah cukup menguji kesabaranmu hari ini ?” saranku pada Taemin dengan nada pelan.

Aku bisa melihat Taemin menghembuskan nafas pelan. Seperti menyalurkan semua emosinya yang bertumpuk melalui helaan nafas itu. Lalu Taemin mulai membuka mulut.

“Ani, aku tidak mau menyerah Aku harus bisa bersabar. Ini demi kita Ra~ya. Arasseo ?” jawab TAemin sambil memasang senyum bocah dan tersenyum lebar.

Aissshh …. wajahnya imut sekali. Aku jadi ingin menciumnya. Ntah ada setan dari mana aku langsung menarik kepala Taemin dan mendekatkan pipinya ke arah bibirku.

“Gomawo, Min~ah”, chu~. Lalu aku mengecup pipi Taemin pelan dan melepaskan peganganku pada wajahnya.

Aku langsung kembali ke posisi dudukku dan melihat sekeliling. Aku bisa melihat HyukKo sedang terperangah menatap adegan barusan dan Taemin yang sedang melongo kaget. Wae ? Aku salah ?

“Kau mencium Taemin duluan ?” tanya Hyukjae setelah hilang dari kekagetannya.

“Ne, waeyo ?”, tanyaku bingung.

“Ini kejadian langka”, seru Hyukjae keras.

“Gomawo Ra~ya. Aku janji akan sering – sering menciummu”, potong Taemin sambil tersenyum mesum sebelum aku sempat menjawab keterkejutan Hyukjae.

Mwo ? Apa Taemin sudah gila ? =O

-choi hyun joon-

TAEMIN POV

Setelah insiden Ra~ya menciumku duluan itu, otomatis kami jadi bahan ejekan HyukKo. Aisshh .. kalau bukan demi kemajuan hubunganku dan Ra~ya, aku pasti sudah memaki mereka agar berhenti mengejek kami. Aku sih senang – senang saja, tetapi melihat ekspresi Sungra yang selalu malu membuatku tidak enak. Bagaiamanapun juga, pasti malu sekali kan jika menjadi Sungra ? Masa HyukKo mengatai Ra~ya agresif ? Agresif dari mana ? Orang menciumku duluan saja baru kali ini =.= Dasar pasangan berlebihan.

Setelah melihat ‘servis’ dari kami tadi, Hyukjae berjanji akan lebih serius lagi dalam memberikan contoh pada kami. Aku sempat kaget saat mendengar ucapannya tadi, berarti dari tadi dia tidak serius ? Dasar monyet ! Pantas saja tidak ada action sama sekali Ternyata mereka sengaja. Sialan!

“Taemin~ah, jika kau sedang makan bersama Sungra, kadang – kadang suapi dia”, jelas Hyukjae.

“Waeyo ? Bukankah Sungra bisa makan sendiri ?” tanyaku polos.

“Kalau alasanmmu begitu, untuk apa Sungra menjadi kekasihmu ? Sungra saja bisa hidup sendiri dengan tenang. Untuk apa menambah beban dengan bersedia menjadi kekasihmu, hah ? Kau ini polos atau apa sih ? Ya, tentu saja agar romantis. Perlu aku eja ? R-O-M-A-N-T-I-S”, balas Hyukjae dengan kesal.

“Ooo romantis”, jawabku dengan mimik bodoh.

Jangan salahkan aku. Aku kan benar – benar tidak tahu =.=

“Begini caranya”, lanjut Hyukjae.

Aku langsung memperhatikan Hyukjae yang mulai menyumpit *?* kimbab yang sudah terhidang di hadapannya. Perlahan dia mulai mengangkatnya dan menatap wajah Ayako dengan senyum lebar.

“Buka mulutmu Aya”, ujar Hyukjae sambil memasang senyum aneh *menurutku*

Lalu, seolah memang sudah terprogram untuk membalas setiap gerakan Hyukjae, Ayako langsung duduk menyamping menghadap Hyukjae dan membuka mulutnya. Perlahan – lahan Hyukjae memasukkan sumpitnya ke dalam mulut Ayako. Lalu menyuapi Ayako.

Setelah Hyukjae mnarik sumpitnya, Ayako langsung mengunyah kimbab itu dengan perlahan dan senyum.

“Enak ?” tanya HYukjae basa – basi.

Tentu saja enak. Harga kimbab itu 1000 won satu potongnya. Gila saja kalau tidak enak. Apalagi dibeli dengan uangku o.O

“Hmmm, mashita”, jawab Ayako setelah selesai mengunyah.

Ntah sengaja atau tidak, di sudut bibir Ayako tertinggal rumput laut kimbab itu. Ayako tenang – tenang saja, seolah tidak ada apa – apa. Aku curiga satu hal, itu memang Ayako yang sengaja ‘meletakkan’ nya di situ agar Hyukjae melihat atau memang konspirasi alam ? Belum sempat aku membuat hipotesa, tiba – tiba dengan ibu jarinya, Hyukjae mengusap sudut bibir Ayako dan membersihkan rumput laut ‘malang’ itu. Kenapa aku menyebutnya malang ? Tentu saja malang, dia ada di sini hanya sebagai alat agar Hyukjae dekat dengan Ayako, percuma kan ?

“Bibirmu kotor”, ucap Hyukjae pelan.

“Gomawo”, jawab Ayako sambil menunduk malu.

Hah ?? Apa setiap orang yang berpacaran harus melakukan hal ini ? Yang benar saja ? Kalau begini caranya, lebih baik aku membawa tisu dan aku letakkan di meja agar kami bisa membersihkan bibir masing – masing. Masa harus saling membersihkan ? Kesannya negatif sekali =..=

“Setiap makan harus seperti itu ?” tanyaku polos.

“Kalau bisa tidak hanya saat makan, saat minum pun juga, Taemin~ah”, jawab Hyukjae dengan bangga.

Mwo ? GUBRAK.

-choi hyun joon-

AYAKO’S HOUSE 02.00 PM


SUNGRA POV

Saat ini kami sudah berada di rumah Ayako. Wae ? Karena sekarang kami akan mengamati cara berpacaran dari MiTsujun. Hah, setelah tadi kami diperas habis – habisan oleh Hyukjae, sekarang kami harus siap diperas lagi oleh MiTsujun. Kalian tahu kenapa kami bisa diperas ? Tentu saja karena misi bodoh ini. Aisshh …. misi ini benar – benar menguras tenaga dan uang. Bayangkan, kami harus membayar semua pesanan saat makan siang dan tiket kereta gantung. Apa namanya kalau bukan diperas ? Dirampok ? Itu juga bisa. Sepertinya aku akan mengganti sebutan mereka. Bukan shy couple lagi, tapi STINGY COUPLE =.= Aku rugi besar.

“Taemin~ah, sudah lama ?” tanya Matsujun ringan.

“Belum, kami baru saja sampai”, jawab Taemin dengan nada bahagia.

Aku rasa dia bahagia karena bisa terleppas dari stingy couple itu. Aku saja merasa sangat bahagia. Hehehehehheheheee.

“Ya sudah, ayo ikut aku. Miho sudah menunggu di taman belakang”, jawab Matsujun ringan dan mengarahkan kami ke taman belakang.

Mwo ? Taman belakang ? acaran di taman siang – siang seperti ini ? Aku rasa mereka gila.

Saat kami sudah tiba di taman belakang, aku bisa melihat Miho yang sedang duduk di atas bangku panjang dari kayu. Pakaian Miho casual. Ani, sepertinya terlalu casual. Masa Miho hanya memakai kaos tanpa lengan dan celana pendek ? Sebenarnya ini rumah Matsujun apa Miho ? Kenapa aku jadi bingung sendiri ? ==

“Jun~kun”, sapa Miho pada Matsujun dan langsung berlari menghampiri Matsujun saat kami sudah cukup dekat dengan Miho.

Kira – kira apa yang akan terjadi ? Pasti akan ada adegan seperti di pantai – pantai, di mana Miho akan berlari ke arah Matsujun dengan diiringi angin kencang sehingga mengibarkan rambut panjang Miho. Lalu akan tercipta efek dramatis yang sangat mengharukan. Setelah dekat, Matsujun akan melebarkan lengannya sehingga Miho masuk ke dalam pelukannya dan memeluk Miho dengan erat sambil memutar – muat tubuh Miho. Aku pasti benar. Aku sudah hafal adegan ini. Sangat klise. Mereka kira ini masa kapan ? Tahun 80an ? Aissshh.

Aku mengubah arah pandangku ke arah lain dan mendapati Taemin yang sedang melongo melihat MiTsujun. Aku heran, dia ini polos sekali sih ? Yang seperti ini kan sudah ribuan kali ada di film – film ? Kenapa harus heran seperti itu ? Aku saja sudah bisa menebak kelanjutannya tanpa melihat.

“Ra~ya, lihat itu”. ucap Taemin sambil menangkup wajahku dengan kedua tangannya dan mengarahkan pandanganku ke arah mereka.

MWO ?!! Mereka .. apa yang mereka lakukan ? Aku kira hanya akan berpelukan. Ternyata …. Aku langsung menelan ludahku dengan keras. Aisshh .. ternyata skin ship mereka yang heboh itu bukan hanya isapan jempol belaka. Itu nyata. Aku ulangi NYATA dan sekarang aku menyaksikannya dengan LIVE. Aisshh … dengan gusar aku langsung manarik tangan Taemin agar memindahkan pandangannya dari mereka. Tetapi, percuma. Yang ada malah Taemin terpaku menatap mereka dengan serius. Omo ! Taemin Babo ! Aku tidak rela kalau kau jadi mesum. Tanpa pikir panjang aku langsung menarik wajah Taemin dan menangkupnya dengan kedua telapak tanganku di kedua pipi Taemin. Sekarang wajah Taemin ada di hadapanku persis.

“Min~ah, aku mohon jangan melihat itu”, desisku.

“Waeyo ? Itu pelajaran berharga”, jawab Taemin polos.

“Yaaak, itu bukan pelajaran berharga. Lupakan 5 menit yang sudah kau lihat barusan. Arasseo ?” ucapku pada Taemin.

“Wae ?” tanya Taemin lagi.

“Kau masih terlalu kecil Min~ah”, jelasku dengan sabar.

“Tapi .. mereka sudah melakukannya. Kita belum Ra~ya”, rajuk Taemin.

“Belum saatnya yang seperti itu”, balasku lagi.

“Aku mau”, serang Taemin tidak mau kalah.

“Oke, baiklah. Terserah kau saja. Tapi, berjanji padaku untuk tidak menatap mereka. Kita berbeda dengan mereka. Arasseo ? Lakukan ini untukku”, jelasku panjang lebar.

“Baiklah, untuk Ra~ya tercinta”, jawab Taemin sambil tersenyum dan membalas tatapanku.

Aku menghela nafas pelan. Untung saja Taemin itu tipe namja yang penurut. Tidak macam – macam. Kalau sampai dia membantah dan memperhatikan mereka lagi, aku akan langsung memutuskan Taemin. Aku tiadk mau punya namjachingu mesum =.=

Setelah beberapa menit yang terasa lama sekali, aku dan Taemin sama – sama diam dan hanya menatap satu sama lain. Tiba – tiba ..

“Ra~ya, bulu matamu panjang ya ?” tanya Taemin tidak penting.

“Mwo ? Aku tidak tahu Min~ah. Lentik mungkin”, jawabku dengan malas.

Obrolan macam apa ini ?

“Aku pegang ya ?” izin Taemin padaku.

Aku hanya menganggukkan kepala tanda memberi izin padanya. Hanya memegang bulu mata, apa salahnya kan ? Saat tangan Taemin sudah dekat dengan mataku. Tiba – tiba ada sentakan keras dari punggungku sehingga badanku terdorong ke depan dan -tanpa sengaja- jari telunjuk Taemin yang panjang itu menyodok mataku. Omo ! Mataku dicolok Taemin. Aigooooo ! Appo !

“Ra~yaaaaa ! Gwaenchana ? Mianhae … aku tidak sengaja. Yaa ! Matsujun~ah, kau keterlaluan, Sungra terluka bagaimana ini ?” ujar Taemin panik saat aku masih sibuk menunduk menutupi mata kananku yang jadi korban barusan.

Aigoo .. padahal tadi sudah romantis. Kenapa malah mataku tercolok ? Tidak bagus sekali timing nya,
 gusarku dalam hati.

“Gwaenchana Taemin~ah, hanya tercolok saja. Perih sedikit”, jawabku sedikit berbohong. Mana mungkin aku jujur, bisa – bisa Taemin makin menyalahkan diri sendiri.

Aku bisa merasakan sekitarku menjadi pengap. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Aku menutup kedua mataku. Tiba – tiba ada suara Miho.

“Aku ambilkan kompres saja ya”, saran Miho.

“Ne, es batunya ada di ruang makan, Miho~ya”, balas Matsujun.

Lalu terdengar suara derap kaki Miho yang menjauh. Aku bisa merasakan tangan kurus Taemin melingkari pundakku dan mengelus lenganku dengan ritme menenangkna. Sepetinya dia merasa sangat bersalah.

“Gwaenchana”, ujarku sambil menhan perih. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk mengurangi rasa bersalah Taemin.

Beberapa saat kemudian, aku merasakan ada seseorang yang menyodorkan handuk lembab dingan ke arah mataku. Dengan perlahan aku membuka peganganku dan menggantinya dengan handuk lembab itu. Awalnya terasa sangat dingin, setelah beberapa detik rasanya lebih enak. Sejuk. Aku bisa merasakan mataku sedikit demi sedikit mulai kehilangan rasa perihnya. Aku mulai menekan handuk itu agak kencang. Aku rasa ini lebih baik.

15 MINUTES LATER at MATSUJUN’s BEDROOM

“Gomenasai Sungra~ya”, ucap MAtsujun sambil menunduk dalam sekali. Mungkin kalau bisa lebih dalam lagi, kepala Matsujun akan menyantuh lantai.

“Gwawnchana, Matsujun~ah. Sudah tidak apa – apa”, jawabku ringan.

Sekarang aku tidak berbohong. Sekarang rasanya sudah lebih baik dibandingkan tadi. Bagaimanapun ini semua bukan murni kesalahan Matsujun, walaupun yang mendorongku tadi Matsujun. Dia tidak sengaja, bela Miho tadi.

“Sebenarnya kau tadi kenapa mendorong Sungra ?” tanya Taemin.

“Aku ingin mengerjai kalian, hehehehehe”, jawan Matsujun dengan wajah bocah.

“Aisshh .. lain kali kalau bercanda ingat tempat dan waktu. Kalau tadi Sungra sampai kenapa – kenapa, kau harus bertanggungjawab”, ceramah Taemin.

“Ne”, jawab Matsujun pendek.

“Lalu, sekarang apa yang akan kita lakukan ?” tanya Miho sambil menggamit lengan Matsujun. Kebiasaan =..=

“Wawancara saja, bagaimana ?” usul Taemin.

“Baiklah, aku rasa ide bagus”, jawab Matsujun.

“Kenapa tidak mengamati saja ?” tanya Miho.

“Kalian terlalu ekstrim”, ceplosku tanpa dosa.

Mendengar pekataanku barusan, aku bisa melihat wajah mereka berdua langsung memerah karena malu. Hahahahhahahaaa lucu sekali mereka ini.

“Mianhae, aku kira tadi tidak ada orang”, jawab Miho pelan.

“Aisshh .. sudahlah. Tidak perlu dibahas lagi. Kalian sudah menodai pikiran suci serang Lee Taemin”, ucapku dengan nada berbahaya.

“Mwo ? Mianhae Taemin~ah, aku minta maaf. Aku kira tadi Matsujun datang sendirian”, bela Miho lagi.

“Gwaenchana Miho~ya, aku tidak apa – apa kok. Tadi itu berharga sekali. Hahahahahaa” jawab Taemin sambil tertawa.

BUGH. Aku langsung memukul lengan Taemin keras.

“YAAK ! Mesum sekali kau ini”, bentakku pada Taemin.

“Aisshh … bercanda Ra~ya” jawab Taemin sambil mengelus lengannya.

Sakit ya ? Mianhae, hehhheheehehehee.

Baiklah, sekarang kita mulai wawancaranya. (format nya saya buat wawancara ya)

Taemin : “Sejak kapan kalian mulai dekat ?”
Miho : “Sejak kami mengerjakan tugas bersama di perpustakaan waktu itu”
Matsujun : “Sejak pertama aku melihat Miho”
Sungra : “Tidak kompak”

Taemin : “Sejak kapan kalian mulai sering skin ship ?”
Miho : “Yang ringan atau yang ekstrim ?”
Taemin : “Ummm … Jelaskan keduanya”
Miho : “Kalau ringan sejak duduk bersama”
Matsujun : “Kalau ekstrim sudah sejak lama. Itu alami. Aku saja lupa kapan awalnya”
Sungra : “Mesum semua”

Taemin : “Kalian sebenarnya sudah jadian belum ?”
Miho : “Belum”
Matsujun : “Sudah”
Taemin : “Seriuslah !”
Miho+Matsujun : “Sudaaaaaaaaah “
Sungra : “Kenapa tidak bilang ?”
Miho : “Agar tidak dimintai pajak jadian”
Matsujun : “Ne, pajo”
Sungra : “Pelit”
Miho : “Biarkan, weeek”

Taemin : “Tempat kencan yang paling suka dikunjungi ?”
Miho : “Rumah Matsujun”
Matsujun : “Rumah Miho”
Sungra : “=..=” *tidak modal sekali Xp*

Taemin : “Kenapa kalian sering melakukan skinship berlebih ?”
Miho : “Menurutku itu wajar”
Matsujun : “Ne, wajar”
Sungra : “Kalian berdua itu tidak wajar”
Mhoi+Matsujun : *lemparsungrapakebatubata*

Taemin : “Berkencan dalam seminggu berapa kali ?”
Miho : “Empat belas kali”
Matsujun : “Setiap ada kesempatan”
Sungra : “Mwo ? Ekstrim sekali”
Mi+Ma : “Biasa saja” *menatapsungradenganwajahmematikan*

Taemin : “Kebiasaan pasangan yang kau ketahui ?”
Miho : “Tidur lewat jam 10 malam, makan – makanan pedas, menulis dengan rapi, membereskan kamar”
Sungra : “Dari mana kau tahu Matsujun suka membersihkan kamar ?”
Miho : “Aku pernah masuk kamarnya”
Sungra : “Woooooooo !” *heboh*
Taemin : “Biasa saja, aku juga suka mampir ke kamarmu lewat balkon Ra~ya”
Sungra : “……” *pundung*

Taemin : “Kebiasaan yang sering dilakukan pada pasangan ?”
Miho : “Yang tadi kau lihat itu”
Sungra : “Yang lainnya …..”
Matsujun : “Kau yakin mau dengar ?”
Sungra : “Katakan saja. Yang normal. Oke ?”
Matsujun : “Baiklah, mengirim pesan tiap pagi, siang, sore, dan malam”
Miho : “Menelpon tiap pagi dan malam”
Matsujun : “Mengantarkan Miho pulang”
Miho : “Membuatkan bekal untuk Matsujun”
Matsujun+Miho : “Saling memperhatikan satu sama lain. Dan masih banyaaaaaaak lagi”
Taemin + Sungra : =.=

Taemin : “Hal yang dibenci pasangan kalian ?”
Miho : “Aku dekat dengan Yesung dan Leeteuk”
Matsujun : “Aku dekat dengan yeoja lain”
Miho : “Aku tersenyum pada namja lain”
Matsujun : “Aku menyapa yeoja lain”
Sungra : “Kalian berlebihan sekali sih”
Miho+Matsujun : “Diam” *nadadingin*
Taemin : *peluksungra*

Taemin : “Sering bermain ke rumah pasangan kan ?? Biasanya sampai jam berapa ?”
Miho : “Kalau ada orang tua Matsujun, biasanya aku menginap di kamar tamu. Katanya omonim ingin lebih dekat dengan calon menantu”
Sungra : “Mwo? Jinjjayo ?”
Matsujun : “Ne, jinjja”
Taemin : “Kalau kau, Matsujun~ah ?”
Miho : “Sama seperti Miho, hehehheehhe”

Taemin : “Makanan favorit pasangan kalian ?”
Miho : “Sushi”
Matsujun : “Sari apel” *korbanMLF*
Sungra : “Bohong ! Miho itu pemakan segala”
Miho : “Sungra~ya, tolong jaga aibku *nadamendesis*

Taemin : “Kebiasaan pasangan yang kalian ketahui ?”
Miho : “Mendengkur saat tidur”
Sungra : “Mwo ? Dari mana kau tahu ? Hayooo”
Miho : “Matsujun pernah tertidur di bis Sungra~ya. Aisshh .. pikiranmu kotor sekali”
Sungra : “Habisnya negatif seka. .. mphh .. mpph” *debekeptaemin”
Matsujun : “Menggandeng lengan”
Sungra : “Aku tahu kalau itu”
Miho : “Diam Sungra~ya” *deathglare*

Taemin : “The last, kenapa kau menyukai pasanganmu ?”
Miho : “Aku suka bibir Matsujun” *nyata*
Matsujun : “Aku suka semua dari Miho”
Miho : “Saranghae, Jun~ah” *pelukMatsujun*
Matsujun : “Aishiteru, Miho~chan” *pelukMiho*
Sungra+Taemin : “Huweeeeek” *muntahberjamaah*

(wawancara berakhir)

“Baiklah, terima kasih atas kesediaan waktu kalian. Lain kali kami akan mampir lagi”, tutup Taemin.

“Baiklah, hati – hati di jalan ya. Ini sudah sore”, ucap Miho sambil berdiri dari kasur.

“Ne, Taemin~ah, jangan ngebut. Nanti Sungra terjatuh, heheheheh”. kekeh Matsujun.

“Sialan kau”, hardikku.

“Ngomong – ngomong, kalian butuh tutor tidak ?” tanya Miho tiba – tiba.

“Tutor apa ?” tanyaku bingung.

“Tutor ini”, jawab Miho lalu mencium Matsujun tepat di depan kami berdua.

Aku hanya bisa melongo dan terdiam. Hah ? Gila ! Ini .. sungguhan ? Sesaat kemudian suasana hening. Sampai …

“Wooow, sudah jam 5 sore *ngarang* ternyata wawancara kita lama sekali”, ujar Taemin dengan nada kaget.

“Mwo ? Jinjjayo ?” tanya Matsujun kaget.

“Ne, untuk apa aku berbohong ?” timpal Taemin.

Lalu, kami berempat keluar dari kamar Matsujun. Aku masih speechless. Tangan Matsujun sudah melingkar di pinggang Miho sedangkan aku dan Taemin hanya berjalan ala kadarnya. Kontras sekali kami ini. Yang satu couple berpengalaman, yang satu masih amatiran. Hhhhhhhh.

Saat sudah sampai di pintu depan, Taemin langsung menyalakan motornya dan memakai helm. Aku yang berada di sampingnya langsung disodori helm. Aku menerima dengan patuh dan memakainya. Setelah motor Taemin menyala, aku langsung duduk di jok belakang. Setelah siap, aku membuka penutup wajahku.

“Miho~ya, kau tidak pulang ? Ini sudah sore lho ?” tanyaku dengan nada lantang.

“Aku menginap Ra~ya”, jawab Miho sambil berteriak.

“Mwo ? Orang tua Matsujun sedang di Jepang” pekikku kencang.

“ANYYEOOOOOOONG !!” teriak Taemin dan langsung melajukan motornya dengan kencang.

Sesaat sebelum keluar tadi aku sempat melihat Miho yang tertawa dan mencium pipi Matsujun. Aisshh … pasangan aneh lagi.

“Ra~ya !” teriak Taemin di depanku yang suaranya kabur karena terpaan angin.

“Waeyo ?” teriakku balik.

“Peluk pinggangku. Nanti kau jatuh”, teriak Taemin.

“Arasseo”, teriakku balik dan langsung memeluk pinggang Taemin.

Beberapa detik kemudian, Taemin langsung mmepercepat laju motornya. Aiissshh .. lagi – lagi kebut – kebut an. Tanpa pikir panjang aku langsung memejamkan mataku.

-choi hyun joon-

IN FRONT OF TAERA’S HOUSE


TAEMIN POV

“Ra~ya, sudah sampai”, ujarku lirih sambil membuka helmku.

Tidak ada respon. Apa Ra~ya tertidur ya ?

“Ra~ya …”, ucapku sekali lagi.

Masih tidak ada respon. Aisshh … sepertinya dia tertidur. Mana kepalanya menyender di punggungku lagi. Berat =.=

Dengan perlahan aku menolehkan kepalaku ke belakang dan mendapati seorang Lee Sungra sedang tertidur dengan wajah polos dan muka anak – anak. Aisshh ….neomu kyeopta ^^

Dengan perlahan – lahan aku menurunkan standard motor lalu menahan bahu Sungra dengan satu tanganku. Setelah itu aku menggendong Sungra di punggung dengan perlahan agar tidak terbangun. Sebenarnya ingin menggendong Sungra ala bride style, tetapi …. aku malu kalau harus melihat Sungra dari jarak sedekat itu. Bisa – bisa aku berpikir yang tidak – tidak. Bagaimanapun juga aku kan namja. Jangan salahkan kemampuan alamiku itu.

Aku membuka pintu depan yang tidak terkunci dan mendapati omonim seddang duduk di sofa depan sambil menonton televisi. Sepertinya menonton drama korea. Aisshh .. ahjumma jaman sekarang. Suka sekali menonton drama korea seperti itu.

Saat ahjumma melihatku menggendong anak gadisnya yang sudah ‘tewas’ itu, Beliau hanya tersenyum pada dan menunjukkan jalan ke arah kamar Sungra yang aku sudah tahu *jelas saja, aku sudah berkali – kali main ke sana-. Aku membalas dengan senyum dan berjalan perlahan. Masih mencoba membuat hukum Newton ke III tidak berlaku padaku. Berharap Sungra tidak akan terbangun.

Setelah tiba di kamar Sungra, aku langsung membaringkan tubuh Sungra di atas kasur dan menutupinya dengan selimut putih tebal yang sudah disiapkan di bagian kaki tempat tidur. Setelah selesai, aku hanya berdiri di pinggir tempat tidur dan menatap wajah polos Sungra yang tampak kelelahan. Sepertinya dia lelah setelah seharian ini berjalan – jalan tanpa arah hanya untuk menemaniku yang sedang melakukan pengamatan bodoh ini.Aku saja yang namja kelelahan, apalagi Ra~ya yang yeoja dan jarang berjalan – jalan tanpa arah seperti tadi, pasti sangat melelahkan. Aku yakin, sebenarnya Ra~ya bisa saja langsung pulang dan meninggalkan aku begitu saja. Tetapi, Ra~ya lebih memilih menemaniku melewati hari ini. Tindakan kecil yang sangat berarti.

Tanpa pikir panjang aku langsung mengecup dahi Sungra dan berbisik di telingannya.

“Gomawo Ra~ya. Saranghae”, ucapku lirih lalu segera bergegas keluar dari kamar Sungra.

Saat sudah berada di luar kamar Sungra aku bisa merasakan wajahku yang memanas dan jantungku yang berdetak sangat cepat. Huft … kalau tidak sedang tidur, mana mungkin aku berani mengatakan kata saranghae pada Sungra secara terang – terangan seperti itu. Hahahahahaahahaaha. Lebih baik aku pulang sekarang daripada melakukan hal aneh lainnya. Aku rasa hari ini sudah cukup melelahkan karena mengikuti dua couple yang tadi. Heheheehehehee.

Satu hal yang aku dapatkan hari ini, Cinta itu butuh pengorbanan dan menekan rasa egois masing – masing.

-choi hyun joon-

08.00 am SUNDAY MORNING at SEOUL’s LIBRARY


SUNGRA POV

“Yak, Ra~ya, untuk apa kita ke sini ? Koleksi novel mu sudah habis ? Atau ingin meminjam buku referensi ? Kita kan seharusnya mengamati KyuJoon ? Kenapa malah mampir ke perpustakaan Seoul ?” tanya Taemin dengan nada bingung.

“Kita akan mengamati NaHyun, Min~ah”, jawabku sambil melepaskan helmku.

“Ne ? NaHyun ? Bukankah saat di kantin kemarin kau bilang hari ini hanya akan mengamati KyuJoon ? Perubahan rencana ?” tanya Taemin lagi.

“Yaaak ! Mana mungkin aku mengatakan bahwa kita akan mengamati NaHyun ? Bisa – bisa nanti mereka semua tahu kalau Raena sudah punya pacar. Babo Min~ah !” jawabku gusar. Aisshh .. bisa tidak sih, sekali – kali dia ini menggunakan otak encernya itu pada saat yang tepat ? Omo ! Aku seperti membawa namja berumur 5 tahun yang masih polos, bukannya namja remaja yang berumur 16 tahun. Aku rasa aku salah memilih namjachingu =..=

“Hooo .. arasseo. Aku mengerti. Sekarang NaHyun ada di mana ?” tanya Taemin sambil menolah – nolehkan kepalanya ke kanan dan kiri seperti mainan anak – anak =.=

“Di dalam perpustakaan sana “, jawabku sambil mengarahkan jari telunjukku ke arah perpustakaan Seoul yang besar itu.

“Mwo ? Di sana ? Seunghyun itu penjaga perpustakaan ?” tanya Taemin polos.

PLAK. Aku memukul kepala TAemin dengan tangan kananku dan mulai berjalan ke arah perpustakaan. Mencoba mengabaikan panggilan Taemin yang setengah merengek itu. Aisshh .. kalau Raena tahu kekasihnya dihina sebagai penjaga perpustakaan, Raena pasti akan mearah besar. Babo Taemin.

“Eoseo eoseoyo”, sapa penjaga perpustakaan dengan wajah ramah padaku saat membuka pintu masuk.

Aku hanya balas tersenyum dan langsung berjalan menyusuri perpustakaan ini. Mengamati setiap bilik sambil mencari target kami selanjutnya. NAHYUN. Hahahahahaahahahaa.

Setelah hampir 10 menit mencari, akhirnya aku mendapati pasangan ini sedang duduk berdampingan di bilik baca bagian dalam agak pojok dekat tumpukan buku sastra tebal -yang aku yakini tidak pernah disentuh remaja yang hidup di jaman modern karena modelnya yang tuebal. Lebih tebal dari kamus Korea-Inggris-. Setelah mendapati mereka, aku langsung duduk di bilik yang tepat berada di belakang mereka. Tempat strategis. Wae ? Karena aku bisa mencuri lihat setiap kegiatan yang mereka lakukan tanpa harus terihat. Aku kan tertutup sekat kayu ini, hehehehehee. Setelah mendapat tempat yang enak, aku langsung pasang-mata-pasang-telinga. Aku rasa aku mulai tertarik dengan pengamatan ini. Heheheheheeh. Wae ? Karena tidak seburuk yang aku kira. Paling tidak aku bisa mendapatkan referensi. Hohohohoo. Ngomong – ngomong Taemin ada di mana ya ? Aku langsung celingak – celinguk ke kanan dan ke kiri. Lalu pandanganku terpaku pada sesosok namja yang sedang sibuk melihat ke sana ke sini, sepertinya mencariku. Dengan tangan kanan, aku memberikan kode pada Taemin dengan lambaian tangan. Taemin melihatnya dan langsung duduk di sampingku.

“Ra~ya, jadi benar Seunghyun itu penjaga perpustakaan ?” tanya Taemin dengan suara lirih *karena kami ada di perpustakaan*

“Bukanlah. Babo. Seunghyun itu mahasiswa. Bukan penjaga perpustakaan”, jawabku sambil pasang ‘kuda – kuda’ untuk mengamati NaHyun di depan.

“Hooo, lalu kenapa berkencan di sini ?” tanya Taemin lagi.

“Karena di sini sepi dan tidak ada orang”, jawabku mulai gusar. Kalau berisik mana mungkin kami bisa mendengar suara di depan ?

“Hoo, jinchayo ?” tanya Taemin LAGI.

“Min~ah, bisa diam tidak ? Kita tidak bisa mengamati mereka nanti”, desisku dengan nada tajam.

“Hoo, baiklah, aku akan diam”, jawab Taemin dan langsung memasang pose ‘kuda-kuda’ sepertiku.

Beberapa detik kemudian.

“Ra~ya, kau haus tidak ?” tanya Taemin dengan wajah polos.

“YAAAK ! TAEMIN~AH ! SIKKEUREO !” ucapku dengan penekanan di tiap huruf.

Omo ! Aku rasa aku harus mampunya usus sepanjang 500 meter untuk menghadapi seorang Lee Taemin. Bukankah orang sabar itu mempunyai usus yang panjang ?

-choi hyun joon-

TAEMIN POV

“YAAAK ! TAEMIN~AH ! SIKKEUREO !” ucap Ra~ya dengan penekanan di tiap huruf.

Aku langsung terdiam dan memperhatikan pasangan di depan kami. Apa aku salah lagi? Aku kan hanya ingin perhatian pada Sungra. Bukankah kata MiTsujun, mereka suka saling memperhatikan pasanga satu sama lain ? Kenapa aku malah dimarahi ? Apa hukum itu tidak berlaku padaku ya ?

Dengan berat hati aku langsung mengamati pasangan di depanku ini. Raena-Seunghyun. Satu komentar untuk mereka, tdak jelas. Wae ? Kami terpisah sekat kayu. Mana mungkin terlihat kan ? Aku ingin protes pada Sungra, tapi, takut Sungra marah lagi. Lebih baik aku diam.

Setelah beerapa saat, mulai terdengar suara lirih dari depan. Suara yang aku kenal, Raena, dan suara berat namja, pasti Seunghyun.

“Na~ya, kau sudah sarapan ?”

“Sudah Seung, kau ?”

Mwo ? Seung ? Apa itu ? Panggilan sayang kah ? Aisshh …

“Sudah kok. Buku apa itu, Na~ya ?”

“Igeo ? Buku sastra Jepang, Seung~ah. Kau tahu kan aku berminat di sastra Jepang ?”

“Ne, aku tahu. Aku kira kau hanya sekedar tertarik. Kau akan melanjutkan ke sastra Jepang kuliah nanti, Na~ya ?”

“Aku rasa iya, Seung~ah. Aku tertarik sekali”

“Hmmmm, baiklah, aku medukung semua pilihanmu, Na~ya”

“Gomawo, Seung~ah”

Lalu terdengar suara kursi berderit. Suara apa itu ? o.O

“Ngomong – ngomong Na~ya, memangnya kau tidak masalah kalau jarang bertemu denganku ?”

“Masalah ? Masalah apa, Seung~ah ?”

“Ya masalah. Kita kan jarang bertemu. Kau tidak apa – apa ?”

“Ya tidak masalah kok, Seung~ah. Waeyo ?”

“Kau yakin Na~ya ? Kita hampir LDR lho”

Mwo ? LDR ? Apa itu ? Jenis lampu kah ? Atau mungkin jenis baterai ? Aku langsung menolehkan wajahku ke samping, mencoba bertanya pada Sungra, tapi yang terlihat malah pemandangan Sungra yang sedang men-setting ponselnya untuk merekam percakapn ini. Aisshhh … kekanakkan sekali. Aku langsung mengembalikan pendanganku ke arah depan, mencoba mengabaikan kegiatan abnormal seorang Lee Sungra.

“Aku rasa Long Distance Relationship itu bukan masalah Seung~ah”

Hooo, LDR itu Long Distance Relationship, aku baru tahu. Ilmu baru ini. Berati tema hari ii adalah LDR. Aku rasa ini cukup berguna.

“Tapi, apa kau tidak apa – apa ? Tidak merasa digantung kan Na~ya ?”

“Hahahahaahaa … tentu saja tidak, Seung~ah. Biasa saja kok”

“Lalu, teman – temanmu ? Apa mereka tahu kau punya namjachingu ?”

“Sungra dan Taemin tahu kok”

“Yang lainnya ?”

“Tidak tahu. Untuk apa ? Toh tidak ada yang pernah bertanya padaku, Seung~ah”

“Tapi, aku takut kau nanti berubah pikiran, Na~ya”

“Ani, tidak akan pernah. Aku kan yeoja setia. Mana mungkin aku berubah pikiran, Seung~ah”

“Tapi kan, bisa saja, Na~ya. Bagaimana kalau kau bosan denganku ?”

“Bosan ? Tidak akan. Pegang kata – kataku. Aku, Kim Raena mencintai Choi Seunghyun, Puas ?”

“Hmmm…baiklah . Tapi, apa jaminannya ?”

“Kau tahu dasar dari suatu hubungan, Seung~ah? “

“Hmmmmm … saling percaya ?”

“Yak, seratus untuuk Seung Tercinta. Jadi, yang harus kita lakukan adalah : saling percaya. Arasseo ?”

“Hmmmm .. baiklah. Aku akan percaya padamu. Kau juga harus percaya padaku. Kalau kau melihatku sedang berjalan dengan yeoja lain, jangan langsung mencapku selingkuh. Mungkin aku sedang berjalan dengan hoobae atau sunbae ku. Arasseo ?”

“Bisa diatur itu. Lalu, kau juga harus merubah sikapmu. Jangan gampang cemburu. Apalagi melihatku dekat dengan Kyuhyun. Dia hanya temanku. Ara ?”

“Tapi kan, kau pernah … hmpf .. hmpf …”

Suara apa itu ? O.O

“Jangan bahas itu lagi, Seung~ah. Oke ? Itu masa lalu. Kau masa sekarang ku dan masa depanku. Bisa dipahami ?”

“Hmmmpf .. hmmmpf”
 dengan nada paham.

Sepertinya mulut Seunghyun Hyung dibekap oleh Raena. Raena sadis juga ternyata. Aku kira tadi suara apa.

“Johta ! Kalau begini kan lebih enak. Jadi tidak ada yang disembunyikan”

“Ne, aku setuju. Ngomong – ngomong, Kyuhyun jadian dengan Hyunjoon, Na~ya ?”

“Ne, waeyo ?” terdengar halaman buku dibalik.

“Hmmm, bagaimana bisa ?”

“Ya bisa lah, Kyuhyun namja dan Hyunjoon itu yeoja. Aku rasa tidak masalah kan ?”

“Ya bukan masalah, tapi kau kan … oke, aku diam … aku tutup mulut”

Sepertinya barusan ada indikasi pengancaman secara terselubung ? Pasangan yang unik.

Beberapa puluh menit kemudian, tidak ada suara sama sekali. Sepertinya mereka sedang membaca buku. Dengan perlahan aku mulai membuka percakapan dengan Sungra.

“Ra~ya, ini berguna ya ?” ucapku dengan nada lirih.

“Ne, aku rasa lebih berguna daripada dua couple kemarin, Min~ah. Tapi sebenarnya kita mendapat manfaat di setiap couple, iya kan ? Walaupun tanpa gambar. Seperti mendengarkan radio”, jawab Sungra sama lirihnya denganku.

“Ne, aku baru tahu, cara berpacaran tiap orang itu berbeda – beda. Aku kira sama”, balasku.

“Na do. Kekekekeekek”, jawab Sungra sambil terkikik lirih.

Sungra terkikik ? Jarang – jarang ini =.=

Tiba – tiba …. GUBRAK. Buku jatuh kah ?

“Omo ! Na~ya, gwaenchanhayo ?”

“Gwaenchanha, Seung~ah. Sepertinya lenganku biru ini”

“Eodi ? Aku lihat dulu”

“Masih sakit, Na~ya ?”

“Ani, Seung~ah. Sudah lebih baik. Gomawo”

“Chonmanae, Na~ya. Kau sih, sudah ku larang membawa buku setebal itu, masih saja tidak menurut. Kejatuhan kan ?”

Ternyata benar tadi suara buku jatuh. Suaranya ekstrim sekali.

“Tapi aku ingin bacaaa”, nada merajuk.

Bisa manja juga Raena ternyata. Aku kira hanya bisa bicara seperlunya. Heheheheehee.

“Haaah, baiklah. Terserah kau saja. Lain kali kalau membaca buku jangan diletakkan di pangkuan, letakkan di meja. Arasseo ? Agar tidak jatuh”

“Ne, Sajangnim”

“Dasar ceroboh”

“Kau jorok”

“Kenapa aku jorok ? Kau itu sangat ceroboh”

Pertengkaran dimulai =..=

“Tapi kau suka kan ? Hahahahahahahaaaa”

Oke, itu pernyataan telak untuk namja. Tidak akan disangkal. Aku yakin. Seperti kartu mati bagi namja.

“Ani, aku tidak suka”

“Mwo ?” suara Raena menirukan suara di pikiranku.

“Tapi aku sangaaaaaaat suka”
 dengan nada aegyo.

Yaiks … apa itu ? Nada aegyo ? Aku rasa yeoja memang racun dunia. Masa yeoja semuda Raena bisa membuat namja sedewasa Seunghyun bertingkah aegyo ? Sepertinya dunia terbalik =.= Atau yeoja memang seberpengaruh itu ? ==’

“Aissshh .. kau membuatku jantungan, Seung~ah”

“Hahahaahahahaa … habisnya kau yang mulai, Na~ya. Pernyataan telak tadi”

Tuh kan, apa aku bilang. Aku memang namja sejati.

“Tapi benar kan ? Hahahahahahaa”

Yeoja suka sekali sih menggoda namja seperti itu ? Aku yakin wajah Seunghyun Hyung sedang memerah menahan malu.

“Ne, sudahlah, ganti topik. Aku malas”

“Malas atau malas ? Wajahmu merah sekali Seung~ah. Hahahahahahaaha”

“Jangan menggodaku, Na~ya”
 nada hmmmm … berbahaya ?

“Wae ? Wajahmu merah sekali, Seung~ah. Neomu kyeopta”

“Na~ya. Aku peringatkan sekali”

“Wae ? Wajah Seung~ah merah. Hahahahhahahaa”

“Dua kali”

“Seung~ah malu ya ?”

Wow, Raena ternyata yeoja nekat. Sudah diperingatkan masih berani seperti itu ? Ckckckckckck .. kalau aku jadi Raena, aku sudah diam dan duduk manis. Dia tidak tahu apa kalau namja marah seperti apa ? Menakjubkan sekali.

“Tiga”

Tidak ada suara lagi. Aku tahu itu apa. Cara terakhir. Hahahahahahahaaa. Namja memang keren sekali. Sepertinya otakku sudah tidak terlalu polos sekarang =P

Aku melihat ke arah sampingku, terlihat Sungra yang sedang menggeser tempat duduknya perlahan dan mencoba untuk berdiri. Mau mengintip kah ? Aisshh … jangan sampai Sungra melihat. Bisa – bisa nanti otak suci Sungra ternoda. Eotteohkae ? Tanpa pikir panjang aku langsung menarik tangan Sungra dan mendudukkannya di bangku lagi. Aku bisa melihat wajah Sungra yang berkerut bingung.

“Wae ?” tanya Sungra padaku.

“Jangan melihat ke depan”, ucapku sambil memberikan isyarat dengan menutupi kedua mataku lalu menunjuk ke arah depan.

“Wae ? Aku ingin lihat”, desis Sungra.

“Tidak perlu”, balasku sambil mendesis balik.

Aku bisa melihat sinar penolakan di mata Sungra. Dengan sekuat tenaga aku menyeret tubuh Sungra agar pergi dari tempat ini. Sungra berat =.= Dia tidak mau pergi, dengan sekuat tenaga Sungra berusaha bertahan di bangkunya. Tidak mau bergeser semili pun. Karena kesal, aku langsung mendekati Sungra dan berbisik tepat di depan wajahnya.

“Ra~ya, jangan menguji kesabaranku. Kau mau berjalan ke luar dari sini dengan suka rela, atau aku gendong agar ketahuan oleh Raena ?” desisku tajam.

Sungra masih diam saja. Tidak mau bergerak. Aisshh … keras kepala sekali dia ini o.O

“Kau mau bangkit dengan sukarela dari bangku itu atau aku cium di sini ?” desisku sekali lagi sambil memasang wajah mesum.

Aku bisa melihat wajah Sungra yang melotot kaget dan tanpa ba-bi-bu langsung mengangkat beranjak dari bangku itu lalu berjalan dengan langkah tergesa ke arah pintu keluar.

Hahahahahaahahaa … aku rasa, cara Seunghyun Hyung bisa dipraktekkan 😄

-choi hyun joon-

SUNGRA POV

PLAK. Aku langsung memukul kepala Taemin saat kami sudah berada di luar perpustakaan. Apa – apaan dia itu ? Sudah melarangku mengintip, tadi malah mengancamku segala. Menyebalkan.

“YAA ! Kau ini mesum sekali sih ! Bisa tidak menggunakan ancaman yang normal ?” bentakku pada Taemin.

“Wae ? Kalau ancaman lain pasti kau tidak akan patuh, Ra~ya”, balas Taemin ringan.

PESSSSHH. Aku bisa merasakan wajahku memerah karena malu. Omo ! Mudah sekali namja satu ini menguucapkan kata – kata seperti itu. Dia kira aku tidak malu apa ? Babo !

“Sudahlah … ayo kita makan siang dulu”, selaku mencoba mengalihkan topik.

“Makan siang ? Memang sekarang sudah jam berapa ?” tanya Taemin.

Huft .. untung Taemin mudah dialihkan perhatiannya.

“Jam 1 siang”, jawabku sambil melirik jam tangan putih yang melingkar di pergelangan tangan kiriku.

“Mwo ? Jeongmal ? Pantas saja aku lapar. Ayo makan”, jawab Taemin sambil menarik siku ku.

Omo ! Aku bisa merasakan wajahku memanas. Aisshh … baru ditarik siku oleh Taemin saja aku sudah semalu ini. Bagaimana sih ? Pantas saja saat Taemin menciumku di kereta gantung rasanya seperti melayang. Payah.

-choi hyun joon-

02.00 PM IN FRONT OF CHOI’s FAMILY HOUSE


SUNGRA POV

Sekarang kami sudah berada di depan rumah keluarga Choi. Wae? Karena kami akan mengmati KyuJoon, hehehehehehee. Dari mana kami tahu ? Tentu saja bertanya pada Hyunjoon. Sepertinya itu tidak penting.

Aku merapikan kaos ku yang kusut karena diterbangkan angin -biasa, Taemin mengendarai motor seperti oraang kesetanan, jangan salahkan bajuku yang langsung kusut-. Saat tengah sibuk membenahi kaos ku, tanpa sengaja mataku menangkap Taemin yang sedang menulis di sebuah kertas lusuh. Apa itu ? o.O

“Min~ah, apa yang sedang kau lakukan ?” tanyaku sambil menyentuh pundak Taemin.

“Mwo ? Oh, ini Ra~ya. Aku sedang mencatatt apa saja yang sudah kita dapatkan dari kemarin”, jawab Taemin sambil melanjutkan kegiatan menulisnya.

Mwo ? Dicatat ? Jadi dia serius ya ? Perlahan aku melongokkan kepalaku dari belakang bahu Taemin. Ingin melihat isinya. Aku penasaran. Hehehehee.

“Tidak perlu menginti Ra~ya, ini, baca saja”, ujar Taemin sambil menyodorkan kertas kumal nan lusuh itu.

Aku menerimanya dengan malu -usaha intip mengintipku ketahuan >////<-. Lalu aku mulai membacanya.

Sabtu.

1. HyukKo.
– Menyuapi saat makan bersama.
– Tidak terlalu jaim.
– Menyelipkan lelucon setiap berbicara.

2. MiTsujun
– Memperhatikan setiap perubahan.
– Melakukan skinship ringan saja.

3. NaHyun
– Berfikir rasional saat ada masalah.
– LDR itu bukan masalah.
– Saling percaya.
– Jurus Seunghyun Hyung XP

4. KyuJoon

KyuJoon masih kosong ternyata. Tentu saja, orang kami sedang berada di depan rumahnya. Belum melakukan pengamatan apa – apa.

“Lalu, apalagi yang kurang, Min~ah ?” tanyaku sambil menyodorkan kertas itu pada Taemin.

“Aku ingin tahu cara mengatasi cemburu”, jawab Taemin sembari mengantongi kembali kertas itu.

“Cemburu ? bukankah tadi sudah saat dengan NaHyun ?” tanyaku bingung.

“Ne, tapi kan itu dengan Seunghyun Hyung. Dia sudah dewasa. Mudah saja saling percaya. Kita kan masih remaja. Pasti sulit kalau hanya seperti itu”, jelas Taemin panjang lebar.

“Oooo … lalu, apa lagi ?” aku mulai penasaran.

“Aku ingin melihat bentuk perhatian KyuJoon pada satu sama lain, hehehehehehee”, jawab Taemin.

“Ne, arasseo. Kajja”, kataku sambil menarik pergelangan tangan Taemin.

Dengan berjalan beriringan kami menyusuri halaman depan rumah ini. Terlihat mobil sedan hitam -milik Kyuhyun- terparkir di sana. Aisshh … pamer sekali. Mentang – mentang punya mobil, pikirku gusar.

Setelah tiba di depan pintu rumah, Taemin langsung memencet belnya.

TING TONG TING TONG

“Sebentaaaaaar”, teriak suara berat namja dari dalam *Kyuhyun sepertinya* sambil diiringi suara langkah kaki.

Beberapa detik kemudian, pintu dihadapan kami terbuka dan menampakkan wajah Kyuhyun yang …… berantakan. Rambut Kyuhyun acak – acakan, polo shirt nya tampak lusuh dan wajahnya … ummm tidak enak dipandang.

“YAAK ! Neo ? Gwaenchanha ?” tanyaku sambil menunjuk wajah Kyuhyun.

“Mwo ? Naega ? Gwaenchanha”, jawab Kyuhyun dengan tampang lesu.

“Kau kenapa ?” tanya Taemin.

“Hanya sedang bermain dengan Hyunjoon”, jawab Kyuhyun lagi.

“Bermain apa ?” tanyaku penasaran.

Permainan apa yang bisa dimainkan di siang bolong dan memberikan dampak seperti habis terkena angin tornado lokal seperti itu ? o.O

“Tidak tahu namanya, pokoknya bermain”, jawab Kyuhyun malas.

Tidak jelas sekali mereka ini =.=

“Sebentar, sebentar, kau ikut Min~ah ?” tanya Kyuhyun saat menyadari ada Taemin di sini.

“Tantu saja. Wae ?” tanya Taemin.

Belum sempat Kyuhyun menjawab, tiba – tiba … “Hyun~ah, siapa yang datang ?” teriak suara cempreng Hyunjoon dari dalam.

Otomatis kami bertiga langsung melongokkan kepala ke arah belakang punggung Kyuhyun. Aku bisa melihat Hyunjoon yang sedang memakai kaos lengan pendek dan celana kain pendek. Style yeoja rumahan lah. Aku kira Kyuhyun akan menjawab bahwa kami yang datang, tetapi, reaksi Kyuhyun di luar dugaanku.

Saat melihat Hyunjoon, Kyuhyun langsung berlari ke arahnya dan berteriak histeris.

“Hyun~ah !! Jangan ke sini ! Ada Taemin !!” teriaknya seperti adalien yang mmapir saja =.=

Dengan melongo aku melihat adegan di hadapan kami ini. Dengan cepat Kyuhyun langsung berlari ke arah Hyunjoon dan menutupi badan Hyunjoon dengan miliknya sendiri. Berhubung tinggi mereka berbeda sekitar 20an centimeter, otomatis tubuh Hyunjoon tidak tampak, kan ? Lalu dengan langkah terseok – seok, Kyuhyun mendorong Hyunjoon agar masuk ke dalam kamar Hyunjoon -dengan posisi setengah memeluk dan mendorong-. Seoalh menutupi Hyunjoon dari kami berdua. Namja ini kenapa sih ? Apa tidak waras ya ?

BLAM. Terdengar suara pintu kamar Hyunjoon yang tertutup kencang. Aku dan Taemin langsung berlari, menghindari hal – hal yang tidak diinginkan. Apalagi rumah Hyunjoon sepi sekali.

Saat sudah tiba di dalam kamar Hyunjoon, kami mendengar suara berisik dari dalam.

“Hyun~ah ! Ganti celanamu !”

“Wae ?”

“Terlalu pendek, nanti Taemin melihat kakimu”

“Memangnya kakiku kenapa ? Tidak ada apa – apanya, Hyun~ah”

“Aku tidak suka”

“Wae ?”

“Aku tidak suka ada namja lain yang melihat kakimu”

Oh My GD ! Aku kira masalah apa ! Posesif sekali sih Kyuhyun ini. Memangnya Taemin ada minat apa pada Hyunjoon ? Tidak ada lah =..=

“Aiisshh .. kau ini kekanakkan sekali sih. Kaki ku kan tidak jenjang. Bukan masalah”

“Bukan masalah ? Ini masalah besar ! Lebih besar dari masalah krisis di Afrika !”

HAH ? Apa hubungannya coba ?

“YAAK ! Kenapa bawa – bawa Afrika ? Tidak nyambung !”

“Cepat ganti celanamu ! Sekarang ! Pakai ini !”

“Itu kan celana jeans mu, Hyunnie ! Terlalu panjang !”

Celana jeans Kyuhyun di sini ? Bagaimana bisa ? Aneh sekali sih.

“Ya sudah, pakai ini ?”

“Babo ! Itu kan boxer Dongho ! Terbawa saat pelajaran olahraga kemarin !”

“YAK ! Bagaimana bisa kau bawa ?!”

Tuh kan, masalah boxer saja bisa sepanjang ini buntutnya =..=

“Aisshh .. tidak usah ganti, Hyunnie, malas. Taemin tidak ada minat padaku”

Memang 😄

“Sirreoh ! Ganti ! Pokoknya ganti ! Igeo !”

“Celana itu lebih pendek dari ini”

+..= Terdengar suara gedubrakkan dari dalam kamar.

“Jeongmal ? Ini saja “

“Aisshh .. baiklah. Mana, berikan padaku”

“Igeo. Cepat ganti ! “

“Kau keluar dulu !”

“Aisshh .. baiklah ! Cepat ! Kalau lama – lama aku seret kau dari sini “

Kejam sekali sih =..=

“Ne, arasseo !”

CKLEK. Lalu pintu kamar Hyunjoon terbuka. Kyuhyun keluar dari kamar Hyunjoon dengan wajah sumringah. Sepertinya senang sekali Hyunjoon mau mendengarkan perkatannya. Dasar aneh.

“Ayo, ikut aku. Kami tadi sedang bermain di ruang tengah. Ke sana saja”, ujar Kyuhyun sambil berjalan di depan kami.

Tenang sekali dia ini. Aneh. Lalu kami berdua berjalan beriringan di belakang Kyuhyun menuju ruang tengah. Saksi bisu permainan mereka O.O

Saat kami tiba di ruang tengah, kami mendapati ada berpuluh – puluh lembar kertas berisi soal matematika dan fisika tersebar di sana. Juga ada buku – buku paket yang terbuka. Tidak lupa ada ceceran alat tulis yang …. sudah tidak layak pakai. Ada pena yang kehilangan tutupnya, penghapus kehilangan ‘kostum’nya, pensil yang patah, peraut berkarat. Mereka ini bermain atau apa sih ? Masa bisa semengerikan ini dampaknya ? Pantas saja Kyuhyun tampak mengerikan saat membukakan pintu. Ternyata ini alasannya.

“Kyuhyun~ah, kau bermain apa sebenarnya ?” tanyaku takut – takut.

Aku rasa aku salah perhitungan datang ke sini di hari Minggu. Kata Kyuhyun mereka suka menghabiskan akhir pekan bersama kan ? Pantas saja hampir setiap minggu pensil mereka tampak baru. Pasti karena rusak XP

“Aku tidak tahu nama permainanya, yang pasti, tadi kami berlomba siapa yang paling cepat dan paling banyak mengerjakan soal dan pastinya benar, bisa memerintah yang kalah. Kalian tahu, dari 20 kali bermain, hampir 15 kali aku kalah. Makannya aku sampai lusuh begini”, jawab Kyuhyun ringan sambil membereskan ‘korban’ keganasan mereka.

“Memangnya Hyunjoon memintamu melakukan apa ?” tanya Taemin.

“Macam – macam. Ada yang memintaku berjoget ala SNSD, beracting garang ala Won Bin, atau tertawa kencang ala Kang Hodong, pokoknya aneh semua. Setiap aku menolak, pasti dia langsung ‘menganiaya’ku. Aku bisa apa ?” jawab Kyuhyun dengan mimik memelas.

“Hooo, kalau begitu, kenapa tidak pulang saja ? Kan kalau kau pulang kau tidak perlu bermain seperti ini ?” tanyaku dengan nada bingung.

“Tidak mau”, jawab Kyuhyun tak acuh sambil membereskan kertas soal itu.

“Lha kau merasa tersiksa tidak ?” tanya Taemin.

“Hmmm .. sedikit”, jawab Kyuhyun masih tak acuh karena sibuk beres – beres.

“Putuskan saja”, celetuk Taemin ringan.

BRUK. Terdengar suara tumpukan buku diletakkan dengan kasar di atas meja. Kyuhyun terdiam. Aku terdiam. Taemin juga terdiam. Intinya, kami bertiga terdiam.

“Jaga bicaramuu, Taemin-ssi”, desis Kyuhyun dengan nada berbahaya.

Aku langsung paham. Taemin babo ! Yang namanya pacaran kan tidak harus selalu gembira, bertengkar juga perlu. Ya kan ? Jadi, menurut Kyuhyun -mungkin- wajar saja Hyunjoon mengerjainya seperti itu Tetapi, dengan bodohnya Taemin malah mengatakanj putus. Itu kan kata – kata keranat dalam suatu hubungan. Taemin Babo !

Tiba – tiba suasananya jadi tidak enak. Kelam. Seperti Kyuhyun yang biasanya. Kyuhyun kan bukan namja yang banyak omong. Dia hanya banyak omong jika berhadapan dengan Hyunjoon dan teman – teman dekatnya. Dengan anak lain, tidak ada pembicaraan kecuali ada perlu saja. Lalu ….

“Hyunnie~ aku sudah ganti baju. Puas ?” seru Hyunjoon dengan wajah masam yang tiba – tiba sudah berada di samping Kyuhyun.

“Ne, johta. Begitu kan lebih baik”, jawab Kyuhyuun sambil tersenyum dan mengacak rambut Hyunjoon.

Mwo ? Sudah berubah baik mood nya ? Cepat sekali ? =o

Aku melihat ke arah Hyunjoon dan mendapati Hyunjoon yang sudah memakai celana kain tiga-per-empat dan kaosnya tetap pendek. Berarti Kyuhyun lebih sayang pada kaki Hyunjoon dibandingkan lengannya ? XP

“Kalian sedang apa ?” tanya Hyunjoon lalu duduk di samping Kyuhyun.

Wajah Kyuhyun gembira sekali. Dasar berlebihan.

“Aku baru saja memeberitahukan kepada mereka tentang apa yang kita lakukan barusan, Hyun~ah. Lalu Taemin memberikan saran yang sangat ‘bagus’ padaku agar menang saat bermain denganmu”, jawab Kyuhyun sambil menekankan kata bagus.

Aku jadi merinding sendiri.

“Hoo, baiklah kalau begitu. Ayo bermain lagi. Kau mau soal matematika atau fisika ?” tanya Hyunjoon sambil mengambil tumpukan kertas soal.

“Matematika saja. Materi Logaritma. Supaya aku menang, hahahahahahaa”, lagi – lagi Kyuhyun menjawab dengan tertawa bahagia.

“Sombong sekali kau ini. Ayo ! Cepat ! Jangan banyak omong”, ujar Hyunjoon dengan nada berbahaya.

Sepertinya akan ada perang lagi.

“Sungra~ah, kalian hitung waktunya ya. Sepuluh menit saja”, seru Kyuhyun padaku saat sudah siap dengan soal dan alat tulis.

“Ne, hana .. dul .. set … star !” ujarku dengan stopwatch di tangan kanan dan Taemin di tangan kiriku.

Lalu dengan kesetanan *?* mereka mulai mengerjakan soal – soal itu.

10 MINUTES LATER

“KKEUT !” teriakku dan mereka berdua langsung melempar pensil masing – masing dan duduk tegak.

Melempar pensil ? Pantas saja pensil mereka banyak yang patah =.= Cara ‘meletakkannya’ saja seperti itu.

“Kalian hitung jawaban yang benar”, perintah Hyunjoon.

Sok boss sekali sih =..= Dasar evil. Tidak sopan.

Aku mengambil lembar jawab Kyuhyun dan Taemin mengambil lembar jawab Hyunjoon. Kami berdua sekarang sibuk mengoreksinya. Seperti pasangan pengawas ujian kurang kerjaan saja.

Saat kami berdua masih sibuk denagn tugas kami, tiba – tiba ponsel Hyunjoon berbunyi.

Na ajikdo noreul jiul su eobseo …. Jakku jakku niga saenggakna …. Niga nomu bogoshipo …. Bamsae hansumdo jalsu eobseo …. 
(U-Kiss – 0330)

Dengan sigap ponsel Hyunjoon diambil dan telepon diangakt oleh … Kyuhyun ? Sedangkan Hyunjoon hanya menyandarkan kepalnya di meja ruang tengah.

“Yeobosaeyo. Cho Kyuhyun di sini”, jawab Kyuhyun.

Hahahahahaaa. Baru kali ini aku melihat secara live saat Kyuhyun mengangkat ponsel milik Hyunjoon. Jarang – jarang kan ? XP

“Ne,Dongho~ssi. Waeyo ?” ujar Kyuhyun.

Lalu Hyunjoon langsung mengangkat kepalanya dan memandang Kyuhyun.

“Hyunjoon di rumah. Wae ? Memangnya tidak boleh ? Terserah aku kan”, Kyuhyun berucap lagi.

Kekanakkan ==

“Mwo ? Jigeum ? Besok saja di sekolah”, tolak Kyuhyun pada ntah apa.

“YAAA ! Besok saja”, Kyuhyun masih tidak mau kalah.

“Mwo ? Di depan pintu. Aisshh ..” TING TONG. Perkataan Kyuhyun terputus karena ada suara bel.

Dengan tergesa Kyuhyun langsung berlari ke depan dan membukakan pintu. Terdengar suara berat Dongho yang ramah dari sini. Beberapa saat kemudian Dongho muncul dan langsung duduk di samping Hyunjoon.

“Joonie~ya. Apa kabar ?” tanya Dongho sambil tersenyum.

“Baik. Kau kenapa ke sini ?” tanya Hyunjoon dengan raut wajah bingung.

“Mau memberikan jus melon paling enak se-Seoul”, jawab Dongho sambil menyodorkan tempt minum dari mika bening yang berisi cairan hijau.

“Untukku ? Gomawo Dongho~ya”, jawab Hyunjoon sambil menerima botol itu dan tersenyum.

Tiba – tiba Kyuhyun muncul dan langsung duduk di antara Hyunjoon dan Dongho. Apa – apaan sih orang ini ? Tidak sopan sekali.

“Apa itu ? Jus melon paling enak se-Seoul ? Aku bisa membelikan yang paling enak sedunia, Hyun~ah”, ejek Kyuhyun.

“Berisik kau”, ketus Dongho.

“Terserah aku kan ? Weeek”, balas Kyuhyun.

Cish .. menyebalkan. Aku melihat ke sampingku dan mendapati Taemin yang sedang tersenyum.

“Neo, wae geurae ?” tanyaku.

“Keinginanku terkabul”, ujar Taemin.

Hah ?

-choi hyun joon-

TAEMIN POV

Ada Kyuhyun, ada Hyunjoon, ada Dongho. Aku bisa melihat bagaimana cara mengatasi cemburu. Pas sekali kan ? Tuhan memang sedang memberkatiku hari ini. Aku mulai memfokuskan penglihatanku pada 3 bocah di hadapanku ini.

Hyunjoon sedang berdiri dan berjalan ke dapur saat Kyuhyun dan Dongho masih sama – sama bercek – cok tidak jelas. Sepertinya mereka berdua malah tidak sadar. =.= Bagaimana sih mereka ini ?

Tiba – tiba …

“Aku mau ke toilet”, ucap Dongho lalu berdiri meningalkan kami bertiga di ruang tengah.

15 MINUTES LATER

“Dongho lama sekali sih ? Apa dia lupa jalan kembali ?” ujar Kyuhyun tidak jelas.

“Hyunjoon juga belum kembali”, timpalku.

“Ne, benar. Mereka di mana ya ?” tanya Kyuhyun tiba – tiba.

Tanpa ba-bi-bu, Kyuhyun langsung beranjak dan berjalan dengan langkah lebar ke arah dapur. Memangnya mereka di sana ? Sok tahu sekali.

Karena aku penasaran, aku mengikuti Kyuhyun dan meninggalkan Sungra yang sedang bermalas – malasan dengan komiknya di ruang tengah. Saat tiba di ruang dapur aku mendapati Kyuhyun yang sedang menarik – narik Dongho. Apa – apaan ini ? =.=

“Minggir ! Minggir ! Jangan dekat – dekat !” teriak Kyuhyun.

“YAK ! Kau saja yang minggir. Aku sedang berbicara dengan Hyunjoon !” balas Dongho.

“Kau yang minggiiiiiir !” teriak Kyuhyun lagi yang masih sambil menarik kaos Dongho.

“Sireoh !” balas Dongho yang berpegangan pada lengan Hyunjoon *?*

“SIKKEUREOH !” teriak Hyunjoon dengan suara cemprengnya.

Dua namja itu langsung diam dan menghentikan atraksi tarik – menarik bodoh itu. Dengan wajah sangar, Hyunjoon langsung berjalan meninggalkan mereka berdua. Aku juga ikut pergi dari dari dapur itu.

Saat di ruang tengah, Hyunjoon duduk di tengah, Kyuhyun di sisi kiri dan Dongho di sisi kanan. Saling berisik seperti manusia tidak tahu aturan.

“Dongho~ya, kau ada urusan apa kemari ?” tanya Hyunjoon.

Kyuhyun langsung menarik lengan Hyunjoon ke arahnya.

“Aku mau bertanya soal matematika, Joonie~ya”, jawab Dongho sambil tersenyum.

“Mana soalnya ?” tanya Hyunjoon.

“Igeo”, jawab Dongho sambil menyodorkan buku catatan matematika miliknya.

Dengan sabar, Hyunjoon mulai mengajari Dongho. Awalnya Kyuhyun hanya diam saja. Tetapi, beberapa menit kemudian, mungkin karena merasa diacuhkan, Kyuhyun mulai mengganggu DongJoon itu.

“Hyun~ah, ujung rambutmu lebih panjang sekarang”, ujarnya tidak penting.

Diacuhkan oleh Hyunjoon.

“Hyun~ah, aku lapar”, rengek Kyuhyun.

Tidak ditanggapi Hyunjoon. Sebenarnya aku ingin tertawa. Tapi, tidak berani.

“Hyun~ah ….. jangan mengacuhkanku”, rengek Kyuhyun lagi.

“Hmmm”, jawab Hyunjoon seadanya.

“Jangan seperti itu ….” Kyuhyun lagi – lagi merengek dan mengganggu.

Tidak ditanggapi.

“Hyun~ah, perutmu tambah besar”, ledek Kyuhyun sambil memasang muka sebal.

“Mwo ? YAAK ! Menghina ku ? Iya ? Ya sudah, cari yeoja lain saja, yang lebih langsing, yang lebih kurus, yang lebih tinggi, yang kakinya jenjang”, ledak Hyunjoon.

Mwo ? Ledakan emosi dari dalam jiwa sepertinya. Mengerikan juga, hehehehhehee.

“Yak ! Apa – apaan itu ? Mencari yeoja lain ! Kau kira mencari yeoja semudah membeli kaset game di mall ? Enak saja !” jawab Kyuhyun dengan nada tinggi.

“Ya sudah, terima saja. Jangan mengeluh terus”, bentak Hyunjoon.

“Habisnya kau mengacuhkanku terus”, Kyuhyun lagi – lagi merengek.

Omo ! Aku rasa ada bayi besar di sini =.=

“Ya ampun Hyunnie, aku baru mengacuhkanmu berapa menit ? Kau sudah sesewot ini, berlebihan sekali”, balas Hyunjoon.

“Ya kalau tidak mau membuatku sewot, jangan mengacuhkanku”, perintah Kyuhyun..

“Ne, sekarang aku tidak mengacuhkanmu. Kau mau apa ?” jawab Hyunjoon mengalah dan langsung berbalik memunggungi Dongho.

“Ayo main lagi”, ucap Kyuhyun.

“Ada Dongho di sini. Nanti saja”, jawab Hyunjoon.

“Ya sudah nanti saja, hehehehehehehee”, jawab Kyuhyun sambil tertawa lebar dan memainkan tangan Hyunjoon seperti anak kecil.

Lalu Dongho melihat ke arah KyuJoon dengan pandangan sebal. Merasa diacuhkan ? Tentu saja Hyunjoon lebih memilih Kyuhyun, gila saja jika Hyunjoon lebih memilih Dongho. Iya kan ? Bisa – bisa perang Israel pindah di sini ==’

“Joonie~ya, aku mau mengambil boxer ku yang terbawa kemarin”, ujar Dongho tiba – tiba.

“Hmmm, boxer ya. Sebentar aku ambilkan dulu”, jawab Hyunjoon lalu berjalan ke arah kamarnya sendirian.

Di sini, di ruang tengah ini. Rasanya panas sekali. Wae ? Ada Cho Kyuhyun dan Shin Dongho dalam satu kelompok. Mengerikan, eh ? Aura peperangannya terasa sekali.

“Kau, kenapa meninggalkan boxer mu kemarin ? Hah ? Memalukan”, ejek Kyuhyun.

“Oh, memalukan ? Aku rasa biasa saja. Kau berlebihan”, balas Dongho.

Ckckckckc, sama – sama keras kepala dan tidak mau mengalah mereka ini.

Tiba – tiba ponsel Kyuhyun berbunyi … oh Puff, the magic dragon lived by the sea … And frolicked in the autumn mist in a land called honah lee ….

Lagu apa itu ? Anak – anak sekali, hahahahahahahahaa.

“Yeobosaeyo …”

“Ne omonim. Hyunjoon di rumah”

“Ponselnya di sini, omonim”

“Mau bicara dengan Hyunjoon ? Ne, aku sampaikan sebentar”

Lalu Kyuhyun berdiri dan berjalan ke arah kamar Hyunjoon. Sepertinya yang menelpon omma Hyunjoon ya ? Omonim ? Seperti menantu yang memanggil mertuanya =///=

“Itu tadi omma Hyunjoon ya ?” tanya Dongho tiba – tiba.

“Mungkin iya. Waeyo ?” tanyaku.

“Bagaimana mungkin Kyuhyun punya nomor omma Hyunjoon ?” tanya Dongho dengan nada bingung.

“Ya bisa saja. Kan Kyuhyun kekasih Hyunjoon. Kau ini bagaimana ?” jawabku gusar.

Sepertinya predikat polos harus diturunkan pada Dongho. Faktanya, Dongho lebih polos daripada aku.

Beberapa menit kemudian, KyuJoon keluar dari kamar Hyunjoon dengan Hyunjoon yang membawa tas kertas -yang pastinya berisi boxer pembawa petaka itu- dan Kyuhyun yang meletakkan lengan kanannya di bahu Hyunjoon.

“Dongho~ya, ini boxermu. SUdah aku cuci aku kemarin”, ujar Hyunjoon sambil menyerahkan tas kertas itu.

“Ne, gomawo, Joonie~ya”, balas Dongho pada Hyunjoon.

“Jangan suka meninggalkan boxer lagi. Kau kira Hyunjoon buka laundry apa ?” celetuk Kyuhyun.

“Berisik sekali kau ini”, ketus Dongho.

“Sudahlah. Kalian ini kenapa ? Dari tadi berisik sekali”, marah Hyunjoon pada dua namja aneh ini.

Kenapa baru bertanya sekarang ? Seharusnya dari tadi kan ? =.=

“Joonie~ya, besok ajari aku matematika lagi ya ? Nanti aku bawakan jus melon lagi. Arasseo ?” rayu Dongho pada Hyunjoon.

Cisshh .. masa sogokkannya jus melon ? Tidak elit sekali dia ini.

“Ne, gampang”, jawab Hyunjoon.

“Gomawo Joonie~ya”, ucap Dongho sambil pasang posisi ingin memeluk.

PLAK. Tiba – tiba saja telapak tangan Kyuhyun yang panjang dan lebar itu sudah menutupi wajah Dongho.

“YAK ! Jaga sikapmu”, bentak Kyuhyun.

Dengan gusar, Dongho melepaskan tangan Kyuhyun dari wajahnya dan memasag tampang marah.

“Kau yang jaga sikapmu. Aku teman Hyunjoon”, ketus Dongho tidak terima.

“Oh ya ? Kalau aku kekasih Hyunjoon. Seharusnya kau yang harus bisa menjaga sikapmu”, balas Kyuhyun dengan nada sengit.

“Cish .. sudahlah. Dongho, kau ingin pulang sekarang ?” tawar Hyunjoon sebagai jalan tengah.

“Ne, aku pulang saja. Aku bosan melihat wajah iblis ini”, jawab Hyunjoon sambil measang wajah mematikan pada Kyuhyun.

“Sayangnya iblis ini kekasih Choi Hyunjoon. Terima nasibmu”, ejek Kuhyun lalu mencium Hyunjoon cepat.

Dengan langkah lebar dan cepat, Dongho berjalan keluar dari ruang tengah ini. Aku melihat wajah Kyuhyun yang tersenyum lebar, Masa kalau aku cemburu pada Sungra aku harus melakukan hal seperti tadi ? Yang benar saja. Aku malu sekali >///<

“Hyunjoon Sayaaaaang, ayo duduk di sini”, lalu Kyuhyun menaruk lengan Hyunjoon.

“Kyuhyun~ah, tadi omma Hyunjoon bilang apa padamu ?” tanya Sungra.

“Katanya aku diminta menginap di sini. Soalnya omonim dan abonim sedang di luar kota. Noona dan dongsaeng juga sedang ada acara masing – masing jadi aku disuruh jaga rumah”, terang Kyuhyun.

“Memangnya boleh hanya berdua saja ?” tanyaku kaget.

“Boleh saja. Kan omonim sayang pada menantunya. Hehehehehehe”, cengir Kyuhyun.

Mwo ? Menantu ? Yak ! Apa – apaan itu ? Aneh sekali sih. Tiba – tiba aku merinding. Lebih baik aku pamit pulang sekarang. Hari juga sudah malam. Perasaan takut pada mereka berdua tiba – tiba menyeruak dengan cepat. Aisshh .. aura membunuhnya besar sekali.

“Hyunjoon~ah, kami pulang dulu ya”, pamitku pada Hyunjoon dengan tergesa.

“Ne, terburu sekali ?” jawab Hyunjoon.

Terburu dari Hongkong ? Bukankah kami sudah berada di sini sejak jam 2 siang tadi ? Apa Hyunjoon amnesia ? Geeeeez bukan urusanku. Biarkan sajalah.

“Ne, sudah malam. Annyeong”, jawabku cepat dan langsung menyeret Sungra keluar dari rumah ini.

Sesampainya di luar, aku langsung menaiki motorku dan menyalakannya. Dengan manis, Sungra sudah duduk di belakang dan memeluk pinggangku. Sepertinya dia sudah lelah.

Sesaar aku melirik ke arah pintu rumah itu. Geeeez, tidak ada yang mengantarkan kepergian kami. Teman macam apa itu ? Menyebalkan.

Aku mengendarai motorku dengan kencang. Berharap samapi rumah dengan cepat dan bisa menghilangkan aura evil mereka yang sudah menempel di tubuhku. Hiiiii .. aku tidak mau ketularan mereka.

-choi hyun joon-

SUNGRA POV

“Ra~ya, sudah sampai”, ucap Taemin sambil menepuk pundakku pelan.

Aku langsung turun dari motor dan mengangsurkan helm ku pada Taemin.

“Bagaimana ? Kau dapat tadi ?” tanyaku pda Taemin.

“Ne, aku dapat Ra~ya. Hhehhehehee”, jawab Taemin sambil tersenyum girang.

“Dapat apa ? Kalau kau sampai bertingkah norak seperti Kyuhyun tadi, kau akan langsung jadi single, Min~ah”, ancamku.

Yak ! Aku benarkan ? Menjijikkan sekali sikap Kyuhyun tadi. Masa dia tidak suka ada orang melihat kaki Hyunjoon dan lagi dia juga tidak mau ada namja lain yang dekat dengan Hyunjoon. Kalau aku bertanya apda Kyuhyun alasan sikapnya, pasti dia akan menjawab, “Aku kan calon suami Hyunjoon. Jadi, tidak masalah”. Tuh kan, masih kelas 1 SMA saja sudah berfikir sejauh ituy. Berlebihan sekali.

“Aku dapat satu hal Ra~ya”, ujar Taemin misterius.

“Apa ?” tanyaku muulai penasaran.

“Cinta adalah sesuatu yang terbaik yang bisa menjaga kebersamaan. Kau paham maksudku ?” jawab Taemin.

“Ani”, jawabku polos. Bahasa Taemin terlalu tinggi. Aku kan ahli Biologi bukan bahasa.

“Begini lhoo Ra~ya sayaaaang. Kau ingat saat kita memperhatikan HyukKo ? Mereka sama – sama aneh, tidak jelas, pelit, tidak acuh. Tapi, apa yang menyatukan mereka ? Rasa suka satu sama lain kan ? Lalu pasangan kedua kemarin, MiTsujun. Mereka tidak pernah malu melakukan skinship. Padahal banyak perbedaan di antara mereka. Mulai dari culture dan bahasa. Tapi, apa yang menyebabkan mereka tetap bertahan bersama ? Rasa sayang dan saling memiliki kan ? NaHyun. Mereka memiliki banyak perbedaan, yang paling mencolok umur dan kepribadian. Tapi, mereka tetap bersama kan ? Bahkan mereka sampai melakukan LDR. Kira – kira apa yang menyatukan mereka ? Rasa sayang satu sama lain kan ? Kemuadian ada KyuJoon juga. Walaupun mereka sama – sama kurang ajar, mereka tetap memiliki perbedaan. Sikap Hyunjoon yang lebih terbuka pada orang sekitarnya berbeda dengan sikap Kyuhyun yang cenderung menutup diri walaupun tampak manis di luar. Aku benar kan ? Kalau mereka tidak saling suka, mana mungkin Kyuhyun rela diperintah Hyunjoon untuk melakuakn hal bodoh tadi itu ? Iya kan ? Lalu, mana mungkin Hyunjoon memperbolehkan Kuhyun menjawab telepon di ponselnya jika tidak ada rasa suka dan ingin terbuka pada pasangan. Aku benar lagi kan ? Jadi, inti dari pengamatan kita kali ini : Jika kita ingin selalu bersama – sama, kita tidak perlu harus menjaga sikap seperti HyukKo, rajin skinship seperti MiTsujun, saling dewasa seperti NaHyun, atau mungkin saling mengejek dan menghina seperti KyuJoon. Yang perlu kita lakukan hanya saling mencintai satu sama lain. Karena yang menyatukan kita bukan sikap kita yang tampak dari luar, tapi perasaan kita dari dalam. Kita hanya harus menjadi diri kita sendiri. Tidak perlu mengikuti cara berpacaran orang lain. Kita pasti bisa menemukan cara berpacaran yang sesuai untuk kita sendiri. Mengerti ?” jelas Taemin panjang lebar.

Aku hanya melongo mendengar perkataan Taemin barusan. Wow ! Hebat sekali. Sangat bijaksana. Tanpa sadar aku langsung berlari memeluk Taemin dengan erat.

“Gomamo, Min~ah” ucapku berulang – ulang.

Aku bisa merasakan kehangatan saat jari – jari lentik Taemin mengelus punggungku. Rasanya menenangkan. Ini baru benar. Aku tidak bisa kalau harus disuapi setiap saat seperti Ayako, aku tidak bisa seperti Miho yang selalu tanggap jika berhubungan dengan skinship, aku tidak bisa seperti Raena yang dewasa dalam neyelesikan suatu masalah, aku juga tidak bisa menjadi yeoja sadis macam Hyunjoon yang tega seperti itu. Aku tidak bisa. Yang bisa aku lakukan hanya ini. Bersikap biasa pada Taemin dan kadang bersikpa manis. Hanya ini. Aku tidak seekspresih mereka utnuk bertindak sefrontal itu.

“Saranghae, Ra~ya”, bisik Taemin.

Refleks aku langsung membeku dan berhenti mengucapkan gomawo. Lidahku kelu tiba – tiba. Aku hanya bisa berkata.

“Nado saranghae, Min~ah”, lalu tanpa ba-bi-bu aku langsung mencium bibir Taemin cepat dan berlari masuk ke dalam rumah.

“GOMAWO MIN~AH !! ANYEONG !” teriakku sambil menahan malu.

Saat tiba di kamar, aku membuka ponselku dan mendapati ada satu pesan masuk.

From. Babo_Min~ah
Yak, baru kali ini kau menciumku duluan. Aku jadi malu >////////////<

Jika kita ingin selalu bersama – sama, kita tidak perlu harus menjaga sikap seperti HyukKo, rajin skinship seperti MiTsujun, saling dewasa seperti NaHyun, atau mungkin saling mengejek dan menghina seperti KyuJoon. Yang perlu kita lakukan hanya saling mencintai satu sama lain. Karena yang menyatukan kita bukan sikap kita yang tampak dari luar, tapi perasaan kita dari dalam. Kita hanya harus menjadi diri kita sendiri. Tidak perlu mengikuti cara berpacaran orang lain. Kita pasti bisa menemukan cara berpacaran yang sesuai untuk kita sendiri.

-choi hyun joon-

MISSION : COMPLETE =D

Annyeong yeureobeuuuuuuuuuuuuuu ^O^

Lama nggak nulis FF saya. Jadinya FF kayak gini. Heheheheeheh. Aneh ya ? Maaf kalau aneh. Ini udah maksimal banget. Saya sampe ninggalin geotjjimal. hahahahahaha ^^

Ini FF saya sebagai pengantar come back *najis* saya heheheheeh ^^

Soal boxer Dongho sama tanya soal matematika, saya dapet inspirasi dari temen saya *lirikdoni*. Nggak tau kenapa tiba- tiba saya inget doni. hahahaahahahahahah ^^

Soal sikap tiap pemeran yeoja nya, saya coba buat se’asli’ mungkin. Heheheeheh. Tapi nggak tau bener apa nggak =P

Buat Sungra, saeng, onnie buat banyak kisseu nya, kurang ngggak hahaahahahaha ? KyuJoon malah nggak ada kisseu itu =.= saya lupa =(

Ada Dongho di sini, kalo ada yang tanya, kok nggak Changmin ? Saya lagi kesengsem sama ni anak, hahaahahahaha. Gara – gara denger part nya pas di 0330. Langsung bertekuk lutut saya *lebe* hahahahah ^^

Akhir kata, banyak typo ? saya udah koreksi, mungkin itu di titik buta saya *ngeles* ;P

Di sini banyak skinship ya ? Hahahahahahaa … mianhae kalo nggak berkenan X)

Annyeong ^O^

PS. Geotjjimal mungkin 3 atau 4 hari lagi. Gara – gara nih FF saya belum nulis geotjjimal X( Jeongmal mianhae bungkuk340derajat*

Advertisements

3 thoughts on “[FanFiction] [TaeRa] The Real Relationship is ….. d(=.=)b”

  1. hah? aigoo taemin sungra ini cute couple bnget c. haha 😀 masa pacaran aja ampe ada pengamatan nya segala.. hehe 😀
    couple KyuJoon rasa nya yg paling rame yaa… tariak2 trus.. dan koq bisa boxer dongho ketinggalan? O.O
    dan kata2 mutiara taemin di akir itu sweet bnget. hehe 😀

    1. iyaaaa~ saking polosnya, harus pake pengamatan dulu biar ngerti hehehehe 😄

      emang, kalo itu dua orang mah… *palmface
      nah silakan tanyakan ke si hyunjoon sama dongho ya, hanya mereka dan Tuhan yang tahu alasannya *eh
      iyaaaa! saya -sebagai dongsaeng yang dibikinin epep- masih suka senyum2 sendiri tiap baca part itu, hihi ^^

  2. hah? aigoo taemin sungra ini
    cute couple bnget c. haha
    masa pacaran aja ampe ada
    pengamatan nya segala.. hehe
    couple KyuJoon rasa nya yg
    paling rame yaa… tariak2 trus..
    dan koq bisa boxer dongho
    ketinggalan? O. O
    dan kata2 mutiara taemin di akir
    itu sweet bnget. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s