[Ficlet] It’s Just… Right

Title: It’s Just… Right
Genre: slice of life
Rating: G
Character: ini versi apa juga gatau-_-

hehe, random lagi seperti biasa :3

Bunyi zipper tas yang disentak cepat dan tergesa-gesa menggema dari sudut kelas yang -hampir- kosong. Seorang gadis remaja tanggung menarik tasnya ke punggung, berjalan keluar dari ruangan itu dengan langkah cepat yang tidak teratur hingga pinggangnya menabrak sebuah meja keras, menimbulkan derit darinya disusul beberapa lembar kertas yang jatuh ke lantai, terserak berantakan di atas parket kayu gelap yang mulai kusam.

Gadis itu tak peduli, lebih tepatnya tidak punya waktu untuk peduli. Ia berjalan menuruni tangga sekolah yang kosong, langkahnya setengah berlari saling-silang tanpa canggung sedikit pun. Terus begitu hingga ia keluar dari gedung induk sekolahnya dan mencapai lapangan basket yang ramai.

Ia menaruh tasnya di bangku semen di luar lapangan, lalu beranjak mendekati tepi lapangan yang dipagari jaring kawat pembatas agar bola tidak terlempar keluar. Ia tidak akan bermain basket, bukan itu tujuannya. Seseorang yang ada di lapangan itu-lah tujuan sebenarnya.

Gadis itu, Lee Sungra, menahan napas sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling. Matanya menangkap sosok seseorang yang sedang melakukan lay-up di ring yang paling dekat dengan posisinya berada. Bola oranye itu melayang masuk ke dalam ring diimbuhi riuh-rendah sorakan gadis-gadis di sekeliling lapangan, memekakkan telinga.

Terkecuali Sungra yang hanya diam di tempatnya dengan mulut terkatup rapat. Meski matanya masih lekat menatap, benaknya sudah mengembara ke mana-mana. Objek utamanya, ya, orang yang baru saja melakukan lay-up tadi, Min-nya.

Sungra tahu, Min-nya bisa dibilang hampir sempurna dari sisi manapun. Min-nya yang populer, Min-nya yang punya banyak fans, Min-nya yang tetap terlihat good-looking meski dalam keadaan penuh peluh seperti saat ini, di tengah latihan basket-nya (well, itu sedikit-banyak juga menambah poin plus ke penampilannya). Kekurangannya mungkin hanya penyakit malas yang memang sudah mendarah-daging dari dulu sekali, setahu Sungra. Apa lagi? Sifatnya yang sedikit rebellious? Bisa jadi. Tapi toh itu sama sekali tidak mengurangi jumlah penggemarnya yang kembali heboh setelah shoot-nya masuk lagi ke ring.

Jadi, pendeknya, mungkin kekurangan Taemin adalah tidak punya kekurangan.

Sungra tahu, ia memang tidak sebanding dengan Taemin. Ia hanya surplus di beberapa pelajaran sementara stagnan di pelajaran lainnya. Ia defisit di olahraga kecuali baseball dan basket, juga sedikit bela diri. Wajah? Biasa. Popularitas? Baru naik akhir-akhir ini, itu pun karena Taemin. Sebanding? Kau tahu sendiri jawabannya. Mungkin memang hanya faktor keberuntungan yang membuatnya ada di posisi seperti sekarang ini. Karena itu, tak jarang Sungra merasa minder karena yakin kalau masih ada puluhan gadis lain yang lebih terlihat ‘pantas’ daripada dia.

KLANG!

Bunyi keras bola yang memantul di kawat membuyarkan lamunan Sungra. Ia mundur selangkah, tapi langkahnya terhenti saat melihat siapa yang berlari kecil ke arahnya untuk mengambil bola.

“Jangan melamun.” Taemin-nya tersenyum, hangat sekali sampai Sungra merasa wajahnya ikut menghangat. Apalagi saat Taemin menggerakkan tangannya sekilas di udara, melukis hati yang tidak terlihat ke gadis itu diiringi cengiran lebarnya yang sangat disukai Sungra.

“Semangat!” Sungra membalas senyum Taemin, sedikit mengangkat kepalan tangannya.

“Asal kau tetap di sini sampai aku selesai…” sahut Taemin, lalu kembali ke lapangan sambil men-dribble bola setelah Sungra mengangguk, mengiyakan ‘syarat’-nya tadi. Gampang saja menurutnya, toh juga biasanya mereka pulang bersama, setelah Taemin selesai latihan basket dan Sungra selesai latihan dengan klub debatnya.

Sungra tahu, saat ia berbicara dengan Taemin tadi, beberapa anggota cheers menatap iri ke arahnya. Entah iri karena faktor apa, Sungra sendiri tidak tahu dan tidak mau tahu. Untuk apa? Ia juga tetap tidak akan peduli jika mereka, anak-anak cheers itu, melabraknya. Memangnya mereka berani?

Sekali lagi Sungra menatap ke lapangan, mengamati permainan Taemin di tengah sana. Entah siapa sebenarnya yang beruntung karena memiliki siapa di antara mereka berdua, yang jelas Sungra merasa beruntung karena Taemin sudah memilih untuk berada di sebelahnya, sampai sekarang.

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] It’s Just… Right”

  1. ih baca ini berkalikali iiiih suka iiiih~~
    cubit boleh?
    mau dong liat taemin maen basket, nggak ikut masuk ring? *kabur*
    cieee yang dilirik anak cheers~ atiati ntar ada yang suka *loh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s