[Ficlet] One-Sided Romeo

Title: One-Sided Romeo
Genre: angst
Rating: G
Character: Lee Jinki, Park Sunyoung, Kim Ryeowook

Satu, dua, tiga. Well, sudah beberapa lama ini –sekitar tiga minggu- aku tidak melihatnya, terima kasih pada jadwal manggungku yang kelewat hectic di Jepang sana dan… ng… aku sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya dilakukan olehnya dan grupnya. Tolong maklumi saja, intensitas pertemuan kami jelas-jelas berkurang, kan? Kurasa aku terakhir kali melihatnya saat SM TOWN di Tokyo. Setelah itu… tidak ada kontak sama sekali.

Yah, memangnya aku bisa berharap ia mengontakku duluan, ya? Jelas-jelas ia tidak memiliki ketertarikan yang sama denganku. Ah, sudahlah. Mungkin ini memang nasibku, nasib karena harus mengalami apa yang disebut one-sided love –cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan. Perasaan yang semacam itu tak akan pernah menimbulkan apa-apa selain kekecewaan –memangnya kau bisa mengeluarkan suara hanya dengan mengayunkan sebelah tangan ke udara yang hampa? Kurasa bahkan seribu tahun lagi itu tidak akan bisa terjadi.

Dan jangan harap aku akan bisa mengubahnya. Maksudku, untuk sementara ini aku tidak akan bisa mengubahnya. Ia –gadis itu- sudah terlanjur menjadi bagian dariku. Jejak-jejak sepihak yang ditinggalkannya membuatku mengalami ketergantungan, semacam adiksi, terhadapnya. Menyakitkan di satu sisi tapi menyenangkan di sisi yang lainnya. Dilematis.

Even though it hurts to death
I can’t remove you, who’s stuck in my heart
Because it’s love, because for me, it’s love
(SHINee – Quasimodo)

—–

Hyung!”
Teriakan si maknae itu tidak bisa menghentikan langkahku yang menjauh dari keempat orang dongsaengku. Aku bisa mendengar dengan jelas kalau Jonghyun sempat memanggilku sekali, sepertinya ia sudah hampir berlari menyusulku tapi mungkin Minho dan Key berhasil menahannya. Bagus, aku memang butuh ketenangan saat ini.

Taman belakang gedung ini selalu sepi. Aku tahu persis hal itu, karena aku sering menghabiskan waktu di sana, sekedar duduk-duduk atau mencari ide untuk membuat lirik lagu. Tapi tidak untuk kali ini.

Tanpa pikir panjang aku langsung duduk di atas rerumputan dan menengadahkan kepala. Langit di atas berwarna biru cerah, terlalu cerah, tidak sesuai dengan suasana hatiku sekarang. Dan kenapa semuanya harus berjalan tidak sesuai dengan keinginanku? Kenapa kami berlima melewati ruang latihan itu? Kenapa aku harus melihat scene itu? Kenapa aku harus memiliki perasaan seperti ini? Kenapa… gadis itu?

Kukira berkedudukan sebagai sesama lead vocal sudah membuatku cukup dekat dengannya. Kukira duet dengannya bisa membantuku. Kukira karena aku sering membantunya berlatih ia akan mengalami perasaan yang sama denganku. Tapi kenyataannya…

Aku benci berharap terlalu tinggi kalau pada akhirnya hanya akan kecewa. Gagal memenangkan award setelah berekspektasi tinggi akan menang saja tidak se-menyakitkan ini.

Mataku sudah memanas. Kurasa Taemin memang benar soal aku yang menurutnya kelewat cengeng.

Oh, I can’t tell you about me
Who wants to reach your heart
Like the starlight hidden behind the cold clouds
I love you, in the end, this painful confession
That lingers at the edge of my lips, slide down in tears
(SHINee – Quasimodo)

—–

Annyeong haseyo Oppa…”
Sekeras hati kuusahakan agar senyumku tidak terlalu lebar tapi juga tidak terlihat sinis. Bagaimana bisa aku bertahan kalau ia tersenyum sambil menyapa seperti itu?

That love starts again
You don’t know me nor the love I feel for you
A painful love starts again
Before I meet with you
I try not to let my feelings control me
(SHINee – Romeo + Juliette)

Sudah gagal. “Annyeong haseyo Luna-ah…” aku balas menyapanya. “Jadi, sedang apa?”
“Ng, baru akan ke sana.” ia menunjuk salah satu pintu ruang latihan. Dari dalam terdengar hentakan lagu dengan beat cepat dan familiar. Oh tidak.
“Ho, untuk apa?”
“Hanya melihat latihan mereka, hehehehe…”

KLAK. Pintu –sialan- itu terbuka lebar dan kepala seseorang tiba-tiba menyembul dari dalam. Ya Tuhan, kumohon jangan—

“Ah! Sunyoungie! Dan… Jinki!”

Tuhan tidak menyayangiku lagi.

Orang itu keluar dari ruangannya dan berjalan mendekatiku –kami. Ia tersenyum lebar tapi aku tidak bisa tidak sebal melihat senyumannya itu. Apalagi saat ia berhenti di sebelah Luna, yang terbayang di benakku adalah apa-yang-seharusnya-tidak-kulihat-tempo-hari. Bukan sesuatu yang seperti ‘itu’ tapi itu sesuatu yang sangat sensitif untukku.

“Eh, hai, hyung.” sapaku kaku. “Latihan?”
“Begitulah, Super Show tinggal sebentar lagi, jadi kurasa aku perlu sedikit melemaskan ototku dan mengingat-ingat koreografi lama. Hmm, Sunyoung-ah, kau bawa pesananku?”
“Tentu saja oppa, caramel coffee kan?”
Ne! Gomawoyo Sunyoungie~”
Oppa! Jangan mengacak rambutku begitu!”
“Sesekali, hehehe~ oh iya, bagaimana menurutmu kalau aku tampil solo lagi? Saat aku membawakan One Fine Spring Day di Super Show 3 kemarin responnya cukup bagus, kan? Menurutmu lagu apa yang cocok untuk Super Show besok?”

Keberadaanku seakan tidak ada bagi mereka berdua. Dunia milik berdua, eh? Lebih baik aku cepat-cepat pergi dari sini. Sudah cukup aku sakit hati hari ini, kalau terlalu banyak bisa-bisa sampai di dorm aku langsung menenggak obat nyamuk yang rutin disemprotkan Key ke seantero dorm itu.

Tap. Tap. Tap.

Tidak perlu pamit, toh mereka tak akan mendengarnya.

Well, aku adalah Romeo yang membiarkan Juliet-nya pergi dan direnggut oleh Count Paris.

From thoughts of you, I yell inside myself, “I like you”
The echoes answer back “No way”
Without you, my feelings are down
I still believe that you’ll come back
I fell so deep in love with such a girl like you
Don’t think of me as just a boy
Like a man, I want to be your lover, your love
(SHINee – Romeo + Juliette)

Neol, neol saranghae…” aku menyenandungkan bait terakhir –yang kebetulan juga part-ku- dari salah satu lagu kami pelan-pelan. Satu line yang sudah lebih dari cukup untuk menggambarkan isi hatiku… kalau gadis itu ingin tahu. Meski itu mungkin hanya akan terjadi dalam mimpi-mimpiku yang hanya sepintas lewat tapi membutakan dalam sekejap.

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] One-Sided Romeo”

  1. EAAAAA ONYU SAMA WOOK EAAAAAAAAAAA~~ *plak!
    Luna cocoknya sama Onyu sih sebenernya :s
    tapi… kasian banget sih nasib onyu disini? 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s