[Drabble] One Autumn Morning

Daun kemerahan berderak di bawah kaki-kaki kami. Udara pagi musim gugur yang dingin bercampur dengan aroma basah bekas hujan semalam, aku merapatkan mantel untuk menghalau hawa yang menggigit. Ia menoleh, menarikku cepat ke tempat yang cukup sepi, tersembunyi di balik barisan pohon maple yang daunnya terserak di tanah.

Ia mengambil sehelai lembar oranye yang hampir merah, cukup besar, tanpa memberiku kesempatan untuk bertanya apa yang kiranya ingin ia lakukan. Lalu ia merogoh kantung celananya sembari berbalik. Dari belakang terlihat lengannya sibuk bekerja, entah melakukan apa. Kutahan penasaranku karena yakin ia tidak akan mau diganggu.

“Oranye. Aku harap akan sesuai dengan warna buketmu nanti.” katanya sembari meletakkan daun yang terlipat rapi ke telapak tanganku. Aku membukanya tanpa menunggu lama, dan sebentuk lingkaran logam tipis berkilau memantulkan cahaya matahari yang muram. Cincin itu khas udara musim gugur: sederhana tapi menyenangkan. Tapi tidak suram seperti berkas mataharinya.

Advertisements

2 thoughts on “[Drabble] One Autumn Morning”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s