[Ficlet] Again!

Title: Again!
Genre: comedy, friendship, fluff, slice of life
Rating: G
Character: TaeRa

did you notice something ‘different’ from the picture above?

—–

Tuk, tuk, tuk, tuk, tuk.

Jadi, sudah lewat berapa jam? Aku mengecek ulang folder sent messages di ponselku. SMS pertamaku hari ini, pukul dua siang, tidak ditanggapi. Dan setiap aku mengirim SMS lima menit sekali setelah itu tetap saja tidak ada jawaban. Ini sudah pukul setengah sembilan, ia masih juga tidak menjawab. Ngambek lagi? Ck. Kali ini kenapa?

Aku yakin semua pesanku terkirim. Lalu telepon-teleponku juga tidak diangkat. Indikasi kalau ia marah semakin jelas, dan kalau sudah begini akulah yang akan bingung membujuknya. Aigo~ susah juga punya yeojachingu anak kecil!

Jinki hyung menatapku bingung. “Waeyo Taemin-ah? Tindikanmu sakit?”

Sejak menindik telinga kananku beberapa waktu lalu, kebiasaanku bertambah jadi memegangi telinga kanan sesekali. Efek sakit yang masih agak terasa sampai sekarang, sih.

Aku menggeleng, memastikan padanya kalau telingaku baik-baik saja. Habisnya menindik telinga ini memang salah satu keputusanku sendiri, jadi segala resikonya harus kutanggung, kan?

Eh?

Refleks aku memukul dahiku pelan. Aku tahu alasan Sungra ngambek sekarang! Pasti gara-gara aku menindik telingaku tanpa bilang-bilang padanya dulu! Masalah teaser photo-ku saja dia sudah ribut setengah mati, apalagi yang ini?

Aku kembali berusaha menghubungi ponselnya. Nihil, tidak dijawab, SMS lagi juga aku rasa percuma karena yakin tidak akan dibalas. Bagaimana ini? Apa harus mendatangi apartemennya untuk membujuknya? Mana bisa? Meski kami sudah memasuki masa goodbye stage –tinggal dua stage lagi dalam minggu ini–, tetap saja kami masih sibuk. Tidak akan sempat bertemu muka dengannya, bahkan sekedar lewat untuk makan siang di restorannya juga tidak bisa.

Kusambar ponselku yang tergeletak di sofa. Mungkin Raena nuna bisa membantu. Masalah miss-communication jaman dulu saja bisa ia tangani, mengapa yang sekarang tidak?

“Tolong angkat… tolong angkat… tolong angkat…”

Yeoboseyo, Cho Kyuhyun di sini~”

Kenapa Kyuhyun hyung?!

Hyung, nuna ada?”

“Ada apa kau mencari Raena-ku, anak kecil?”

“Aaaaaaa~ aku ada perlu dengannya, ayolah hyung, tolonglaaaaah~”

“Ada perlu apa? Tidak bisa lewat aku saja?”

Hyung!”

“Hahahahahaha! Arasseo, sebentar, Raena sedang sibuk mengurusi Jinho, aku panggilkan dulu…”

Jinho? Siapa lagi itu? Anak Kyuhyun hyung dan Raena nuna? Memangnya mereka sudah menikah? Kapan coba?

“Halo, Taemin-ah? Ada apa?” suara berat Kyuhyun hyung berganti dengan suara ceria Raena nuna. Sepertinya terdengar suara rengekan anak kecil di belakang Raena nuna, ah sudahlah.

“Itu nuna, tahu Sungra kenapa?”

“Memangnya ada apa?”

“SMS-ku tidak dibalas, teleponku tidak diangkat, marah lagi, ya?”

Mollayo~”

“Aaaaaaaa nuna~ tolong akuuuuuu~” nada suaraku memelas, mungkin kalau Raena nuna ada di depanku sekarang aku akan menambahkan aegyo agar dia luluh. “Gara-gara aku menindik telingaku, ya?”

MWO?! Kau menindik telingamu, Taemin-ah?! Kapan?!” aku terpaksa menjauhkan handphone-ku dari telinga karena suara kuat Raena nuna. Berapa desibel ya kira-kira? Pokoknya telinga kananku jadi ikut sakit, padahal aku menempelkan handphone di telinga kiri. Satu hal yang bisa aku petik, couple yang satu ini baik namja maupun yeojanya sama-sama bahaya.

“Kapan ya? Hehehehehe… nanti kuberi tahu kalau nuna mau menolongku, oke?” pintaku lagi. Hening sebentar, terdengar suara gemerisik di speaker seperti ada yang berusaha menutupi mikrofon ponsel Raena nuna. Oke, tunggu sajalah. Mungkin dua orang itu sedang berdiskusi.

“Aku rasa aku tidak bisa membantumu kali ini Taemin-ah~kata Raena nuna akhirnya. “Sungra itu kalau ngambek biasanya akan bosan sendiri, apalagi denganmu, nanti lama-lama pasti ia akan membalas SMS-mu, soal kapannya aku juga tidak tahuuuu~”

Bukan saran ini yang aku butuhkan sebenarnya, tapi sepertinya memang tidak ada harapan Raena nuna akan benar-benar membantuku. Setelah berterimakasih ala kadarnya aku segera memutuskan sambungan telepon sebelum kena sembur Kyuhyun hyung yang merasa terganggu waktu berduanya dengan Raena nuna. Aku iri…

Sekali lagi aku mengetik SMS untuknya. Semoga saja dibalas.

‘Marah?’

Lalu tiba-tiba layar benda kecil itu berkedip, tidak sampai satu menit setelah pesanku terkirim.

Namja jelek, berhenti mengirim SMS, tolong. Aku mau istirahat.’

Tanpa sadar aku menarik kedua ujung bibirku. Setidaknya ada respon dari koala aneh itu, sesuai dengan kata-kata Raena nuna. Atau jangan-jangan tadi itu Raena nuna sempat membujuk Sungra?

‘Koala-ku masih kurang tidur memangnya?’

‘Siapa yang koala-mu?’

‘Siapa ya~’

Lalu tidak ada jawaban. Ya ampun, ngambek lagi?

‘Ra-yaaaaaaaa~’

‘Aku tidak kenal orang yang menindik telinganya tanpa bilang-bilang.’

Kan? Tebakanku memang tepat. Ia marah gara-gara itu. Lebih baik telepon saja sekarang, daripada bertele-tele lewat SMS.

“Koala?” panggilku saat nada sambung terganti suaranya yang menyapa malas.

“Ng.”

“Marah?”

“Menurutmu?”

“Ya kau marah…”

“Seandainya kau memberi tahuku lebih dulu atau aku tidak menemukan fotomu di internet atau kau tidak meng-update me2day kalian duluan, aku rasa aku tidak akan marah.”

Aku menghela napas, membayangkan sedang mengacak-acak rambutnya seperti yang biasa kulakukan saat ia sudah mulai merajuk. “Oke, aku minta maaf soal itu. Sebenarnya mau kujadikan ke—“

“Jangan pernah berniat memberi kejutan yang bisa diketahui orang lain, apalagi wartawan dan internet lebih dulu, babo.kata yang hanya dipakainya saat mood-nya benar-benar buruk. Oh tidak.

“Ra-ya, aku mohon, jangan sampai kita bertengkar gara-gara ini, oke?” karena frekuensi pertemuan yang rendah ditambah pertengkaran bukan sesuatu yang menyenangkan untuk sebuah hubungan. Sungra seharusnya tahu itu, terbukti dari keheningan sesaatnya. Arasseo.” katanya kemudian. Aku menghela napas lega mendengar intonasi suaranya yang tidak terlalu tinggi meski juga tidak terdengar ikhlas.

“Keberatan kalau aku menindik telingaku?” tanyaku hati-hati, jangan sampai menaikkan emosinya lagi.

“Sebenarnya tidak kalau kau minta ijin, tapi sudahlah, sudah terlanjur juga. Masih sakit?”

“Sedikit. Mau ditindik juga?”

Aniyoooooo~ aku rasa aku tidak akan tahan dengan rasa sakitnya nanti. Tidak tertarik juga. Itu keinginanmu sendiri atau bagaimana, sih? Sepertinya kau tidak pernah bilang ingin ditindik.” yah, aku rasa, dia juga lumayan penasaran di samping ngambek sebentar tadi. Khas Sungra.

“Ya aku ingin coba, hehehehe. Tapi cocok kan? Bilang saja cocok~”

“Ck.”

“Ra?”

“Ne, cocok. Sudah?”

“Lalu aku jadi lebih tampan tidak?” sedikit narsis, tapi biasanya ia tertawa kalau aku sudah bertanya seperti itu.

“Ng…”

“Jujur saja~”

“Tidak lucu kalau aku marah lalu langsung memuji orang yang bersangkutan~”

“Anggap saja kau tidak marah tadi. Jadi?” kekehku, masih berusaha memancing tawanya.

“Lebih tampan, lebih terlihat me-namja, selama kau tidak pakai hair extension jelek itu lagi… eh, yang terakhir itu permintaan, lho.”

“Oke, tidak akan pakai hair extension lagi~”

“Kapan kosong? Minggu besok?” pertanyaannya yang tiba-tiba membuatku kaget karena agak sedikit di luar topik. Aku berusaha mengingat-ingat jadwal, sepertinya kosong kecuali sore hari. Ada Inkigayo.

“Kosong, tapi ada Inkigayo. Goodbye stage terakhir. Atau kau mau ikut ke sana sorenya? Menyamar jadi coordi nuna saja, pasti hyungdeul mau membantu…”

Ia mengetukkan jari ke mikrofon, kebiasaannya saat berpikir. “Tidak akan mencurigakan?”

“100% tidak!”

“Oke, aku ikut!” ia terdengar sangat bersemangat. “Tapi ada satu syarat…”

“Apa?” asalkan dia mau ikut dan permintaannya masih masuk akal, bisa saja.

“Antarkan aku ke backstage EXO-K, lalu kenalkan aku dengan mereka! Hehehehehehehe~”

“Mwoya?!”

“Aku rasa itu syarat yang mudah~” memang mudah, tapi membawanya ke backstage EXO-K? Membiarkannya dikelilingi 6 namja yang sama sekali asing itu? Aku rasa aku harus berpikir seratus kali baru mengajaknya ke sana dengan sukarela!

“Eotte? Tidak boleh, ya?”

“Aku yang tidak memperbolehkan!”

Waeeeeee?!”

“Nanti mereka mengganggumu!”

“Pelit~”

“Nanti kau berpaling selama aku tour di Jepang~”

“Mung~kin~”

“YA!”

–end :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s