[Ficlet] His Side

Title: His Side
Genre: angst, twist, friendship
Rating: G
Character: find-it-by-yourself, fellas~

“Annyeong haseyooooo~”

Aku menghentikan kegiatanku –membalik-balik lembaran komik– begitu mendengar suara seseorang yang baru saja melangkah masuk ke dalam kelas. Sungra, eh? Tumben dia tidak telat.

Saat aku berdiri untuk menghampirinya, Kai menggelengkan kepala, seperti yang biasa ia lakukan. “Dia lagi?” tanyanya. Aku mengangguk sekilas. Kai sudah hapal kebiasaanku untuk menghampiri meja Sungra setiap pagi. Ia duduk sendiri dan kadang aku duduk di sebelahnya saat pelajaran cukup santai, selebihnya aku bisa ditemukan di sebelah Kai. Semenyenangkan apapun duduk di sebelahnya, aku masih akan berpikir ulang jika harus berada di tempat ‘strategis’ bagi para guru itu saat pelajaran yang membuat mata berat. Sebelum aku benar-benar berlalu, Kai sempat menitip-pinjam buku PR Fisika Sungra. Dasar parasit tugas.


“Pinjam PR lagi?” tanyanya begitu melihatku mendekat. Aku tertawa saja dan dengan santai duduk di sebelahnya, berusaha bersikap natural saat tersenyum padanya. “Ne, fisika saja, yang lainnya aku sudah mengerjakan~”

“Kai tidak titip?” ia kembali bertanya sambil mengambil notebook dari tas. Aku menggelengkan kepala dan menerima buku di tangannya, secara sengaja sedikit menyentuh permukaan kulit tangannya. Sensasi yang ditimbulkan oleh sentuhan sekilas dalam sepersekian detik itu cukup menyenangkan.

Aku segera menyalin jawaban di buku Sungra. Gadis itu toh tidak pernah keberatan aku mencontek pekerjaannya, karena sifatnya memang begitu. Diminta mengajari juga nanti akan ia lakukan dengan senang hati. Aku berada di dekatnya pun ia tidak masalah, meski banyak orang menyebutku agak urakan. Soalnya dia sendiri juga seperti itu, sering anarkis, tapi hanya kalau berhadapan denganku, Kai, dan…

“Baekki!” sapa Sungra senang. Aku mendongak. Baekhyun, anak kelas sebelah, juga salah satu anggota komplotan preman yang tidak seperti preman, muncul dari balik pintu kelas. Lumayan dekat dengannya sih, tapi tidak seperti Kai. Ada satu hal yang menghalangi dan itu berhubungan dengan gadis di sebelahku sekarang. Tapi…aku rasa aku tidak bisa menyalahkan seseorang yang menyukai teman masa kecilnya sendiri, benar? Meski begitu, tetap saja aku merasa tak nyaman ketika tahu kami, ya, aku dan Baekhyun, menyukai gadis yang sama. Siapa yang bisa merasa nyaman jika berada di kondisi seperti itu? Sejak Kai keceplosan dan langsung minta maaf saat itu juga padaku, aku berusaha menjaga jarak dengan Baekhyun. Tidak mau membuatnya tahu lalu merusak pertemanan kami. Cukup aku saja yang tahu ditambah Kai. Dia bukan tipe orang yang terlalu banyak bicara soal hal-hal pribadi.

“Yo, Sehun-ah!” sapa Baekhyun begitu melihatku. Aku tersenyum tipis, kemudian kembali fokus ke buku. Satu hal yang masih sedikit ‘melegakan’ di sini adalah status Sungra sendiri. Oh, dan satu lagi, soal orang yang disukainya. Bukan Baekhyun (apalagi aku?), tapi si Ketua OSIS dingin itu. Yang popularitasnya menyaingi aku, Kai, dan Baekhyun, gerombolan preman tampan merangkap playboy (kecuali Baekhyun yang tidak merangkap gelar kedua). Gadis setipe Sungra pasti akan lebih memilih si Ketua OSIS daripada aku. Masalah image sebenarnya.

Itu juga salah satu penyebab kenapa aku berusaha merubah sikapku, setidaknya di depan Sungra. Yaaaah~ meski mungkin butuh waktu sangat lama untuk membuat pandangannya berubah, setidaknya aku sudah mencoba.

—–

Lima belas menit setelah latihan dance rutin dan aku masih berada di studio sekolah. Baekhyun dan Kai sudah pergi dari tadi, entah apa yang akan dilakukan mereka berdua. Aku sendiri sedang merasa malas pulang, rasanya lebih nyaman tiduran di lantai kayu studio daripada di kasur rumah.

Aku meregangkan tangan, mulai merasa bosan. Rasanya ada sesuatu entah apa yang memaksaku bangkit dan menarikku agar memberesi barang-barangku, lalu beranjak pulang. Koridor sudah sepi karena ini sudah sangat sore. Kosong? Aku rasa tidak. Sepertinya ada seseorang di bangku agak jauh dari sini…tunggu sebentar, sepertinya aku kenal siapa dia.

“Sudah sore begini kenapa belum pulang?” tanyaku ke Sungra yang ‘kutemukan’ masih duduk di bangku depan ruang OSIS. Anak itu pasti baru saja selesai rapat, dasar anak sibuk.

“Ng? Ne, biasa, pekerjaan sekretaris selalu paling banyak kan?” ia tersenyum kecil lalu kembali membereskan setumpukan kertas di pangkuannya. Aku mencoba membantunya sedikit, memasukkan sebagian kertas yang sudah ia bereskan ke dalam map kuningnya. Tunggu, sepertinya ada yang kurang darinya. Ng…

“Mana sketchbook-mu?” tanyaku. Biasanya ia membawanya dan diletakkan bersama map-map yang selalu ada dalam dekapannya setiap ia berjalan sambil menyandang tasnya. Sungra berhenti bekerja dan menghela napas. Hilangkah? Sketchbook itu kan berharga untuknya…

“Di…ng…dibawa Taemin…” gumamnya. Eh? Bagaimana bisa? Isinya kan…

“W, waeyo?” tanyaku lagi. Ia memainkan ujung jasnya, belum mau bicara. Tunggu sajalah.

“‘Kecelakaan’ kecil saat rapat. Ya intinya sekarang dibawa olehnya, dan ia sudah tahu kalau itu milikku. Kurang sial apa coba?” gerutunya sembari mengacak rambut. Jelas saja dia frustasi, isi sketchbook itu kan sketsa wajah si Ketua OSIS, dan sekarang benda itu ada di tangan orangnya sendiri. Kutepuk-tepuk kepalanya, mencoba sedikit menenangkannya. Kasihan juga.

“Lalu bagaimana?” tanyaku. Ia mengangkat bahu. “Molla~ padahal dia bilang akan mengembalikannya setelah kami menggambar di bukit Minggu kemarin, tapi ternyata tidak. Ck~”

Apa? Menggambar bersama? Minggu kemarin? Ya ampun, aku sudah sangat terlambat sekali. Tapi dari nada suara Sungra barusan aku rasa tidak ada perkembangan apa-apa di antara mereka berdua.

“Masih banyak?” tanyaku lagi sambil memperhatikan kertas di tangannya. Dasar Ketua OSIS sialan, masa’ pekerjaan sebanyak ini dibebankan padanya?

Ia menggeleng. “Sedikit lagi~” senyum kecilnya yang sempat hilang karena masalah sketchbook tadi kembali merekah. “Kau sendiri tidak pulang?”

Aku melirik jam tanganku. Pukul setengah enam, aku tidak bisa membiarkan ia pulang sendiri. Tidak enak saja membayangkannya pulang naik bus menjelang malam begini. Lagipula…bisa jadi first move dalam mendekatinya kalau aku mengajaknya pulang bersama. Bisa dicoba sekarang.

“Mau pulang denganku? Sudah sore…” tanyaku hati-hati. Ia mengerutkan kening lalu melakukan hal yang sama denganku, mengecek jam di pergelangan tangannya. “Pakai apa?” tanyanya sambil mulai memberesi barang. Sudah selesai sepertinya.

“Motor. Tidak apa-apa?”

“Tidak apa-apa kok, Baekhyun kadang mengantarku pulang dengan motor, hehe. Tapi memangnya kau bawa helm dua?”

Aku menepuk dahi. Sial! Lupa bawa helm cadangan!

“Wae? Tidak bawa? Ya tidak bisa kalau begitu…” ia berdiri dan merapikan roknya lagi. “Tapi terima kasih tawarannya ya, besok mungkin?”

Aku mengangguk pasti. Satu keping harapan muncul lagi. Kulambaikan tanganku saat ia berbalik setelah berjalan beberapa langkah mendekati tangga sekolah. Sedetik setelah senyumnya menghilang di balik tangga, aku tersadar dari lamunan skenario esok hari yang sudah kubuat dalam benak. Bersama sedikit kekehan pelan, kembali kusandang ranselku lalu berlari kecil menuruni tangga. Ada ritme kecil yang terdengar karena disesuaikan dengan perasaanku sore hari ini. Sebuah pesan mental sudah tertanam di kepalaku: jangan lupa bawa dua helm besok.

—–

Sesuatu, entah apa, menarikku ke arah ruang OSIS. Aku tahu hari ini ada rapat para petinggi, dan Sungra pasti ada di sana, tapi aku rasa alasan kakiku melangkah ke sana bukan hanya itu. Sepertinya akan ada sesuatu hari ini. Apapun itu, pokoknya sore ini aku harus bisa mengajak Sungra pulang bersama.

Aku duduk di salah satu bangku depan kelas, tidak dekat ruang OSIS tapi juga tidak terlalu jauh. Masih dalam jarak pandang.

KLAK

Kualihkan kepalaku ke sumber suara. Pintu ruang OSIS terbuka dan Sungra keluar dari sana, diikuti Taemin di belakangnya. Tunggu, hanya ada mereka berdua? Apa yang baru saja mereka lakukan di dalam sana?! Lalu… apa-apaan juga si Taemin itu? Bukannya dia sudah punya pacar yang juga tunangannya di sekolah khusus yeoja? Orang yang disukai Kai itu, kan? Tidak sadar diri, atau ingin mempermainkan Sungra setelah tahu gadis itu menyukainya? Tidak, tidak, tidak boleh!

Aku berusaha mengamati ekspresi wajah Sungra. Senangkah? Atau malah sedih? Mataku masih mengamati tiap adegan di sana lekat-lekat. Tidak ada yang aneh. Taemin mengunci pintu ruangan sementara Sungra menundukkan kepalanya, mulutnya terkatup. Kemudian mereka berpisah di sana, Taemin langsung menuju tangga sementara Sungra masih berdiam di tempatnya. Gadis itu menutupi wajahnya, tunggu, dia… menangis? Apa yang dilakukan Taemin padanya?

Refleks, aku berjalan-cepat menghampirinya. Kurang sepuluh langkah lagi dan aku tiba-tiba meragu. Bagaimana kalau berefek buruk, bukannya mendekatkanku ke Sungra? Bagaimana kalau Sungra malah marah karena aku melihatnya menangis? Bagaimana kalau…

Aku berusaha menghentikan segala macam spekulasi negatif yang tiba-tiba menguar begitu saja di benakku, menggantinya dengan imaji diriku sendiri yang sedang menenangkan gadis itu, jauh dari sini, jauh dari Taemin, mendengarkannya bercerita hingga ia puas menangis…di dekatku. Kumantapkan tekad untuk menghampirinya. Baiklah, satu, dua, tiga…

“Sungra—”

“Ra-ya?”

Langkahku terhenti ketika mendengar sapaan itu. Baekhyun. Namja itu berdiri tepat di sebelah Sungra, tangannya tiba-tiba saja sudah melingkari badan yeoja itu. Apa-apaan itu?! Memeluknya?! Memeluk gadis itu begitu saja?!

Badanku secara refleks memerintahkan untuk bersembunyi di salah satu cerukan dinding dekat mereka berdua. Menguping bukan keahlianku, tapi setidaknya dari sini aku bisa sedikit mendengar percakapan mereka.

“Waeyo?” suara Baekhyun. Aku menggigit bibir tidak rela. Aish…harusnya aku yang berada di tempat Baekhyun sekarang! Sial!

“Dia…dia sudah punya pacar~ aku salah suka oraaaaaaang~” baru kali ini aku mendengar Sungra merengek. Dengan nada sedih, pula. Kesempatan sebagus ini kenapa bisa aku lewatkan, sih? Ck.

“Hei.”

Aku menoleh. Kai tiba-tiba saja sudah berdiri di belakangku, lengkap dengan wajah tanpa dosa tapi penuh dosa-nya. “Mengintip?”

“Kau tahu.” balasku singkat sambil kembali memperhatikan ke arah dua orang itu. Baekhyun tampak mengatakan sesuatu ke Sungra, tidak terdengar dan aku tidak mau dengar. Tangannya mengusap wajah Sungra dan menyibakkan rambut gadis itu perlahan ke samping, lalu kemudian ia menepuk-nepuk kepala gadis itu, membisikkan sesuatu tepat ke telinganya. Tak lebih dari semenit kemudian mereka beranjak dari tempat itu dengan Baekhyun yang masih menenangkan Sungra.

Aku berhenti mengintip dan mendengarkan. Semua sangkalan dan keraguan yang kulontarkan pada diriku sendiri meluruh. Kai menepuk punggungku seolah mentransfer sedikit tenaga, terkesan seperti aku bisa saja jatuh kapan saja karena kakiku lemas.

Sudah terlalu terlambat untuk menyatakan apapun ke Sungra.

Kai menepuk pundakku sekali lagi. Aku menoleh, kesal. “Apa?!” sentakku padanya. Ia hanya menampakkan cengiran lebarnya sebelum berkata, “Bukannya aku mau merusak momen galaumu, tapi…aku lihat kau bawa dua helm hari ini, benar?”

Aku mengangguk. Ck, sial, dia malah mengingatkanku ke hal yang ingin kulupakan itu. Alasanku membawa helm dobel kan sudah pergi dengan Baekhyun barusan.

“Kau bisa mengantarku pulang, kan? Motorku ‘menginap’ di bengkel, aku tidak bisa pulang~ kau mau kan?” Kai nyengir lebar lengkap dengan ekspresi sok polos kebanggaannya dalam merebut perhatian para sunbaeĀ di sekolah. “Ayolah~ kau kan temanku yang paling baik, iya, kan?”

Aish! Berharap mengantarkan Sungra pulang, kenapa malah mengantar seorang Kim Jongin?!

–end

Advertisements

4 thoughts on “[Ficlet] His Side”

  1. demi kkamjong yang seksinya cuma boleh saya yang liat, ONNIE BACA DUA FF GALAU MALEM INI! *salahnya *siapa suruh

    sehun…kasihan dirimu *nangis
    baek cepet yaaa tindakannya, nggak lelet macem sehun, diambil kan ya kasian kan ya lalalallaa *plak!

    aaaaaaaaaaaa jadi pengen beneran ngeapdet ff bayangan(?) kita selama ini -___-

    1. saya nggak nyuruh yah nggak nyuruh yaaaaaaaaaah~~~ XD

      *pukpuk sehun* tapi beneran, saeng gak ada minat ke sehun, gak tau mau jadi apa kalau yang dua ini jadi *eh
      he’e~ bisa merubah kesetimbangan kosmis (y) *eh

      banyak banget itu eonn=_= saeng screencap nyampe menuhin gallery hp==

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s