[Double-Trouble] #1 | Two Sides of the Coin

Title: Two Sides of the Coin
Genre: family, friendship
Rating: PG-13
Character: Lee Taemin, Kim Jongin (Main), side… find them along with the story :B
Length: 995 words

Kami kembar; lahir di hari yang sama, berwajah -hampir- sama, berselera sama, menyukai game yang sama, membenci pelajaran yang sama, hanya berbeda di beberapa titik. Temukanlah sendiri.

“Lee Taemin!”

Ruang detensi sore itu diramaikan oleh teriakan Yoon seonsaengnim –guru matematika sekaligus disipliner sekolah– yang memekakkan telinga. Suara melengking yang mengerikan itu terdengar hingga di luar ruangan –mungkin hingga radius sepuluh meter dari pintu pun masih terdengar sayup-sayup, apalagi suasana sekolah sudah sangat sepi sekarang.

“Kau sudah berkali-kali mendekam di tempat ini dan tidak bosan juga? Apa yang harus kulakukan agar kau mematuhi aturan sekolah? Coba lihat itu! Seragammu! Apa kau tidak bisa memakai pakaian dengan rapi?!” wanita dengan kacamata besi tipis yang bertengger di wajahnya itu menuding namja di depannya dengan tatapan jijik. “Lihat rambutmu! Apa ini perilaku anak jaman sekarang? Mewarnai rambutnya sesuka hati? Akan jadi apa bangsa ini jika semua anaknya sepertimu?!”

Si objek pelampiasan kemarahan sendiri hanya duduk diam dengan sikap mengantuk: badan sedikit membungkuk dengan dagu bertopang tangan yang disandarkan ke paha dan mata yang setengah tertutup. Seragamnya yang setengah keluar setengah tidak dan sedikit sobek di sana-sini bergerak-gerak tertiup angin dari jendela yang terbuka lebar, menampakkan semburat cahaya matahari sore yang sedikit oranye. Sudah waktunya pulang dari satu jam yang lalu dan ia masih tertahan di sini karena ada masalah di kelas matematika tadi, masalah kecil baginya karena dia memang sering tertidur di kelas. Oh, ayolah, siapa yang bisa menahan godaan dari angin semilir yang membelai wajah yang berhembus dari jendela di sebelah kirimu? Ditambah repetan sang guru soal logaritma yang tidak menarik minat, bukannya itu sudah menjadi alasan yang lebih dari cukup untuk tidur?

“Coba tiru Jongin! Belajar cara berkelakuan baik darinya!” Yoon ssaem menggelengkan kepalanya gemas. “Aku tidak percaya kalian anak kembar! Mana ada saudara kembar yang sifatnya berbeda hingga seratus delapan puluh derajat begini, ha? Aku yakin kau salah makan saat kecil dulu!”

Mau bagaimana lagi, memang kenyataannya seperti ini, pikir namja itu sambil menggaruk tengkuknya sambil menguap. Semua ocehan itu, seperti biasa, masuk-telinga-kiri-keluar-telinga-kanan yang bertindik masing-masing tiga di kanan dan satu di kiri, tersembunyikan oleh rambut panjang seleher, sewarna tanah yang memang sengaja diwarnai. Tak ada gunanya Yoon ssaem meluangkan waktunya yang super-sibuk dengan menceramahinya, hanya membuang tenaga saja. Atau mungkin Yoon ssaem diam-diam hobi senam wajah dan mulut sehingga ia menyamarkannya dalam bentuk kegemaran menceramahi para berandalan sekolah?

Toh lima belas menit kemudian wanita paruh baya itu merasa omelannya sudah cukup. Ia melontarkan satu lagi tatapan membunuh ke Taemin yang menatap pintu ruang detensi penuh harap. Namja itu sudah bersiap melontarkan tubuhnya ke arah pintu segera setelah si monster mengerikan keluar dari ruangan ini, secepatnya mengambil tasnya yang terlantar di kelas sejak Yoon ssaem membentaknya tadi lalu pulang untuk melanjutkan sesi tidur siangnya yang terganggu. Hal yang langsung dilakukannya begitu Yoon ssaem setengah membanting pintu ruang detensi, sepertinya karena sudah muak menghadapi si siswa urakan.

Taemin menyeret langkahnya ke kelas yang berjarak dua ruangan dari ruang detensi. Ketika membuka pintu kelas, ia mendapati ruangan yang hampir kosong, hanya tersisa satu orang yang sedang duduk di bangkunya, barang-barangnya yang tadi berserakan di atas meja sudah kembali rapi di dalam tas yang tergeletak di atas meja. Namja yang duduk di bangku itu mendongak, menatap Taemin yang kini melangkah ke arahnya.

“Detensi lagi?” tanya namja berkulit setingkat lebih gelap dan setengah jengkal lebih tinggi dari Taemin itu. Yang ditanyai hanya mengangguk kemudian menyandang tasnya, menunggu si namja bangkit dari duduknya.

“Kenapa belum pulang?”

“Ada buku baru yang bagus di perpustakaan, aku terlalu sibuk membacanya, hehe.”

Aish~ dasar kutu buku. Aku heran kenapa di hidungmu tidak bertengger kacamata setebal pantat botol, seperti milik Jang ssaem.”

Ya! Jangan samakan aku dengan kepala sekolah kolot macam itu!”

Ne~ ne~ aku kadang heran kenapa tidak pernah ada guru yang mendengarmu menghina mereka, lalu menghukummu seperti yang mereka lakukan padaku.”

“Itu karena aku melakukannya jika hanya ada kau, babo.”

“Dasar introvert. Jong-trovert.”

“Apa-apaan itu?!”

Bayangan kedua orang itu terpantul sekilas di kaca yang terpasang di bordes tangga. Sekilas mereka terlihat mirip; tinggi yang hampir sama, raut wajah hampir sama. Yang membedakan mungkin hanya rambut mereka –yang satu dengan warna cokelat tanah seleher dan satunya lagi warna hitam, hanya sampai ke bawah telinga– dan cara berpakaian mereka –yang satu sangat tidak rapi sekali dan satunya lagi berpakaian ala siswa teladan–. Sisanya? Bisa dibilang sama.

Bukan hal aneh jika kau pernah melihat sepasang saudara kembar.

——

Apartemen dengan tiga kamar itu kosong saat Taemin membuka pintu depan. Seperti biasa, orang tua super-sibuk mereka pasti belum selesai bekerja dan ajumma yang mengurus rumah serta memasak untuk mereka sudah pulang. Sudah jadi rutinitas sehari-hari bagi kedua manusia kembar itu, tinggal hanya berdua di rumah, mengurusi urusan masing-masing dengan cara masing-masing pula.

Taemin menghempaskan badannya di atas sofa, langsung menyambar remote televisi dan menyalakan televisi layar datar di depannya. Memilih-milih channel yang ada sementara Jongin lebih memilih langsung pergi ke kamar untuk berganti baju. Layaknya anak tertua pada umumnya, sikap superior sudah terlalu mendarah-daging dalam tubuhnya.

Jongin muncul dari kamarnya dengan baju santai, segera mengikuti jejak Taemin dengan duduk di sofa –sayangnya tidak bisa duduk dengan nyaman mengingat kakak kembar beda enam menitnya itu telah menginvasi sofa dengan semena-mena. Pun tidak bisa dengan seenaknya mengganti channel karena, sekali lagi, remote televisi juga sudah diamankan oleh yang berkuasa dan ia tidak ingin menciptakan keributan tak penting hanya karena sebuah remote televisi.

Chairo.” panggil Jongin. Taemin menoleh, mengangkat sebelah alisnya penuh tanya. “Museun irisseo?”

“Malam ini giliranmu menghangatkan makanan dan mencuci piring, ingat?”

Geurae? Aku tidak ingat. Bisa gantikan dulu untuk hari ini? Aku lelah sekali; tadi siang si monster matematika yang mematikan itu memarahiku habis-habisan. Aku muak dan… butuh tidur sebagai obatnya. Oke?” Taemin bangkit berdiri. “Kalau makan malam sudah siap, panggil saja aku. Bangunkan kalau perlu.”

Jongin tak membantah. Ia membiarkan Taemin melangkah ogah-ogahan ke pintu di sebelah kamarnya, membiarkannya melakukan apapun yang ia inginkan. Yang waras mengalah, gumam laki-laki itu dalam hati sambil merapikan bantal yang tahu-tahu telah berserakan di karpet.

to be continued.

Advertisements

12 thoughts on “[Double-Trouble] #1 | Two Sides of the Coin”

    1. kemungkinan besar key yang ngajarin sih~ mungkin kan dia jadi sunbaenim tae di sekolah gitu haha *eh
      tae yang kalem? jongin yang urakan? bisa sih._. sebenarnya sulit juga bayangin tae begini beneran -_-

  1. Nyaaaaah baru bacaaaa! Hm yah~ sabar ya jongin, kakakmu… memang begitu adanya, haha. Tapi lucu deh bacanya, Taem jadi anak bandel hmhm~ ngga bisa bayangin kalo mereka kembar beneraaan.
    Eh ini TBC?! Serius?! Yeey, ditunggu next part nyaaa. Fighting! ^-^

    1. merasa jiwa mereka tertukar haha *digebuk kai*
      sebenarnya saya mah nggak ngerasa mereka mirip, serius ‘_’
      TBC sih, tapi kemungkinan yang ini publishnya akan (jauh) lebih random dari cafe latte hehe miaaaaaan m(_ _)m

      1. tapi ya kadang-kadang kalo sekilas tuh kaya mirip deh ._. sekilas doang, kalo kita liat bener-bener baru ngga mirip.
        huahaahahh gapapa, gapapa… yang penting mah dilanjut terus ^-^

  2. aku ngebayangin style taemin yang kaya di mv lucifer masa._. bukan brandalan itu mah, tapi kaya cewe *dicekek tetem xD
    haha, si kkamjong jadi anak teladan yang bandelnya terselubung dan tertutupi oleh taemin B)
    maaf ya thor, numpang baca T.T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s