[Drabble] Damp Hair

Title: Damp Hair
Genre: school life, slice of life
Rating: PG-13
Character: -_-
Length: 574 words

It doesn’t hurt.
It is, but it kills .

Baekhyun paling suka mengibaskan rambut –atau poni—nya. Tak peduli keadaan, tempat, maupun waktu, setidaknya ia harus melakukan ‘hobi’nya itu paling sedikit lima kali sehari, di manapun dan kapanpun. Entah itu di kelas saat pelajaran berlangsung, saat ia sedang bermain sepak bola di lapangan, atau saat ia berjalan di koridor sekolah. Biar saja, toh tak pernah ada yang protes akan kebiasaan anehnya itu. Malah lebih banyak gadis yang mendadak melakukan ritual-dasar-fangirling tiap melihat Baekhyun memamerkan kibasan rambut autentiknya –berteriak-teriak heboh. Ada-ada saja.

Seperti hari ini. Bahkan di tengah pengambilan nilai sit-up dalam pelajaran olahraga pun Baekhyun masih sempat memamerkan kebiasaannya, malahan ia menambahkan ritme khusus –entah sengaja atau tidak. Tiap lima sit-up ia akan mengibaskan rambutnya satu kali. Pemandangan indah bagi para gadis yang sedang berada di gymnasium dan malapetaka bagi partner orang-orang yang perhatiannya teralihkan ke Baekhyun –bagaimana kalau hitungannya salah?

Ralat, mungkin tak semua gadis beranggapan sama.

Di mata gadis-gadis lain, harusnya gadis itu tersenyum dan bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan di hadapannya hari ini. Bukannya menggerutu panjang-pendek sambil memegangi pergelangan kaki Baekhyun selama laki-laki itu ber-sit-up ria. Bukankah dengan begini dia bisa melihat dengan jelas wajah Baekhyun tiap laki-laki itu mengangkat badan atasnya? Tidakkah dia sadar bahwa banyak gadis lain yang rela bertukar dengannya, jika dibolehkan?

Sayang sekali karena Sungra tak termasuk dalam golongan para-pengagum-rahasia-yang-tidak-rahasia Baekhyun, seperti yang sudah disebutkan di atas. Ditambah lagi, ia sangat tidak menyukai kebiasaan ayo-kibaskan-rambut Baekhyun yang menurutnya sangat memuakkan. Pun ia hanya bisa pasrah pada nasib ketika mendengar guru olahraga memasangkannya dengan Baekhyun… salahkan sistem urut nomor absen sialan.

Tidak lebih baik, kibasan rambut itu pasti akan ikut ‘melontarkan’ apapun yang ada di kulit kepala Baekhyun, baik itu kutu, ketombe, maupun keringat seperti yang mencucuri dahi hingga dagu laki-laki itu.

Ew, keringat.

Sungra tak bisa fokus sempurna dalam hitungannya. Bukan karena ia terpesona oleh wajah –mengaku- tampan Baekhyun, tapi fokusnya lebih ke bagaimana cara menghindari hujan keringat Baekhyun yang menurutnya akan membahayakan jiwa dan raganya. Menjijikkan. Caranya? Antara menjauhkan badan atau memalingkan wajah… ah, cara kedua lebih menjanjikan sepertinya.

“Seratus satu, seratus dua, seratus tiga…”

“Hei.”

Sungra tetap menghitung. Masih ada satu menit lebih dari jatah dua menit per anak untuk melaksanakan tugas ‘mulia’nya, menghitung perolehan sit-up Baekhyun.

“Hei. Sungra-ya.”

“Apa?” ketus Sungra, akhirnya kembali menghadapkan wajahnya ke Baekhyun meski masih setengah-setengah. Apa-apaan sih anak ini? Waktunya tinggal sedikit! Memangnya dia yakin dia bisa memenuhi kuota 120 kali sit-up dalam dua menit? gerutunya dalam hati.

Baekhyun sedikit tersengal, gerakannya pun turut melambat. Jelas saja, bicara saat sit-up begini. “Kau… suka… drama?” tanyanya di antara helaan napasnya. Gadis itu menggeleng singkat karena tayangan drama sama sekali tak masuk dalam selera konsumsinya.

“Sayang sekali. Kau… tahu… Secret… Garden?”

“Hanya tahu yang diparodikan Big Bang. Ada apa, sih? Tinggal setengah menit lagi!” gadis itu tahu persis karena dia juga menghitung dengan stopwatch di jam tangannya. Memang benar, hanya ada tiga puluh detik tersisa, dan menurut hitungannya, Baekhyun masih kekurangan dua atau tiga kali lagi untuk mencapai jumlah minimum.

Hei, ke mana fokusnya pergi?

Baekhyun kembali mengangkat tubuh bagian atasnya, menempatkan wajahnya dalam jarak yang sangat dekat dengan wajah Sungra. “Biar saja, jumlah sit-up­-ku juga sudah memenuhi.” katanya pendek dengan napas yang masih tidak beraturan. Sungra mengerutkan ujung hidungnya, “Kalau begitu, jauhkan wajahmu dari— ng!”

Nothing is wrong with a peck on your sweet lips.” senyum Baekhyun, melakukan satu kali sit-up lagi sebelum peluit panjang berbunyi. Bahkan tanpa membiarkan gadis itu melawan atau menamparnya –ah, bukannya dia sendiri masih membeku sekarang?

end

Byun Baekhyun is Such a Disaster (1)

Advertisements

7 thoughts on “[Drabble] Damp Hair”

  1. Hai, aku baru disini lho hehehe. Suka baca ff kamu, singkat, sederhana dan manis. Btw aku jg seneng sama masterlist kamu yg rapi dan ada penjelasan tokoh sama sinopsis pendeknya jd ga blank bgt ceritanya ttg apa.

    1. YA TUHAN MAAF BARU BALAS. such a poor thing i am ;_; and i don’t deserve any of those, really. hahaha. masterlist terinspirasi dari para writer di livejournal yang biasa ngasih sinopsis dari tiap cerita, so i’ll give the credit to them :3 thanks for reading, anyway~

  2. haha, jadi inget justin bieber era baby 😀
    itu sungra diapain sama baekhyun?._.
    aku suka ff buatanmu thor, karena ceritanya ga jauh” dari fluff, and i’m fluffy :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s