[Double-Trouble] #20 | Another Trouble

Title: Another Trouble
Genre: comedy, friendship
Rating: PG-13
Character: Lee Taemin, Kim Jongin, OCs

Bola mata Raena seperti hampir mencuat keluar ketika melihat Sungra datang bersama Taemin di lobi bioskop. Mulutnya menganga hingga Jongin terpaksa menutupinya dengan tangan demi menghindari tatapan aneh dari orang-orang di sekitar mereka. Sungra mengedikkan bahu, merasa tak paham kenapa Raena harus sebegitu kagetnya. Kemudian ia teringat pada tangan yang melingkari pergelangan tangannya –oh.

“Jadi, apa sebenarnya hubungan kalian?” Raena bertanya setelah rentetan panjang dari ‘Kau tidak pernah bilang apa-apa padaku!’ atau ‘Dia alasan kau banyak meninggalkanku akhir-akhir ini?’ dan seterusnya, lengkap dengan suara keras yang membuat hampir semua orang di sekitar menatap mereka karena terganggu. Sungra menyanggah, tentu saja, dengan mengatakan bahwa Taemin menggandengnya sekedar agar ia tak terseret arus manusia di bioskop yang tengah sesak. Raena memutar bola matanya dengan sikap tak percaya dan Sungra segera menutup mulut karena tahu debat-debat lanjutan hanya akan membuang tenaga.

Sungra merasakan tatapan Taemin ketika akan menjawab pertanyaan Raena. Menusuk, seolah berkata kau-salah-bicara-dan-aku-akan-menghabisimu-nanti. Padahal tadi Taemin yang lebih dulu meraih tangannya. Sekarang, dia lagi yang disalahkan.

“Dia bukan pacarku, aku bukan pacarnya, aku bicara jujur. Kau tidak percaya? Terserah. Tanyakan saja padanya.” dan langsung diimbuhi gelengan serta rentetan penjelasan dari Taemin. Sungra toh tak peduli Raena akan percaya atau tidak, itu bukan urusannya.

“Oh, bukan pacar. Tapi kau masih menggandengnya, Taemin-ah.” Raena berkata, sayup tertangkap telinga Sungra yang tengah menghitung sisa uang bulanannya bila ia membeli makanan di snack bar bioskop yang terkenal sebagai bentuk lain pemerasan. Baru tersadar ketika Taemin melepaskan cengkeraman di sekitar pergelangan tangannya dan Sungra merasa sesuatu menghilang begitu saja, hanya ia tak tahu apa yang telah raib dari dirinya.

—–

Apanya yang double-date, umpat Sungra dalam hati setelah durasi film berjalan setengahnya dan ia ditinggalkan seperti sampah tak berguna. Sepanjang waktu itu, dirinya menjelma jadi orang kesekian yang, seperti biasa, berperan sebagai pelengkap penggembira. Hanya ditemani oleh popcorn ukuran kecil dan minuman ringan tanpa seseorang untuk diajak bicara sementara tiga manusia di sebelahnya pecah dalam sebuah keributan kecil. Sebenarnya ia tak tertarik bergabung dalam kerusuhan itu, cukup menjadi fragmen dari drama yang sempat muncul ketika mereka akan duduk di kursi masing-masing dan hampir membuat mereka berempat diusir dari teater yang ramai.

Taemin, tentu saja, sengaja mengatur nomor tiket sedemikian rupa sehingga ia bisa duduk di sebelah Raena. Jongin keberatan tapi tak bersedia menukar dengan alasan ‘Tidak mungkin aku menyuruh Raena duduk di pinggir, dekat dengan orang asing,’, sementara Raena sama sekali tak peduli harus duduk di mana dan di sebelah siapa. Sama halnya dengan Sungra yang langsung mengerutkan kening ketika tiba-tiba saja dikait-kaitkan oleh Jongin ke dalam masalah dengan meminta gadis itu duduk di dekat Raena sehingga skema tempat duduk mereka menjadi Jongin-Raena-Sungra-Taemin. Cukup adil, dengan asumsi para laki-laki memang seharusnya duduk di pinggir, tapi Taemin menolak keras.

Daripada perdebatan memanjang, Sungra segera menempatkan diri di kursi paling pinggir dan memasang earphone-nya tanpa menunggu Taemin dan Jongin selesai berdebat. Maka skema tempat duduk bertahan di posisi Jongin-Raena-Taemin-Sungra, sesuai dengan keinginan otak celaka Taemin.

Kejahatan memang harus ditegakkan, begitu mungkin motto hidup Taemin.

Popcorn dalam wadah karton tinggal tersisa remah. Sungra tidak punya pilihan lain selain memfokuskan pandangan ke film yang tiba-tiba saja terasa begitu membosankan.

—–

“Kau pulang dengan siapa?”

Tangan Sungra hampir saja menunjuk Taemin jika laki-laki itu tidak lebih dulu meloloskan tatapan mautnya. Jadilah gadis itu tergagap-gagap, “Um… aku…”

“Dengan kami saja!” Raena berujar ceria. “Jongin tidak akan keberatan kalau ada penumpang tambahan di mobilnya, benar, kan?” ia menyenggol pelan lengan Jongin dengan sikunya. Yang bersangkutan teralih dari kegiatan mengamati poster film, memahami keadaan sejenak baru kemudian mengangguk meski tatapan penuh tanyanya diarahkan bolak-balik ke Taemin dan Sungra, merasa ada sesuatu yang aneh di antara mereka berdua.

“Kalian bertengkar?” Jongin bertanya ketika mereka bertiga berada di mobil. Taemin pulang sendiri, berkata ada sesuatu yang perlu diurus. Tidak ada yang peduli.

“Kalian… siapa?” meski hampir yakin dirinya yang dimaksud, Sungra tetap balas bertanya. Jongin memutar bola matanya, jelas sama sekali tidak terpancing oleh sikap sok tidak tahu Sungra. “Kalian. Kau dan Taemin. Bertengkar?”

“Wah, pertengkaran kekasih?” Raena memutar badannya hingga menghadap ke belakang, menatap Sungra dengan mata selebar bola pingpong. “A! Bukan maksudku senang atau apa, hanya… aku belum pernah melihat sebelumnya, begitu~” lanjut gadis itu sambil mengibaskan kedua tangan di depan badan. Sungra menghela napas, menelan ludahnya sebelum kembali membuka mulut, “Tidak ada yang bertengkar. Dan satu lagi; aku, tidak, punya, hubungan, apa-apa, dengannya. Kurang jelas?”

Raena memutar bola matanya, jelas tidak percaya, sambil menggumamkan kalimat ‘Oh-tentu-saja-kalian-bukan-pasangan-kekasih’ sebelum kembali menghadap depan dengan bibir mencuat beberapa sentimeter dari tebal aslinya. Sungra tidak berniat menegaskan lagi, pikirannya lebih fokus ke lidahnya yang tiba-tiba terasa pahit. Mungkin efek latte yang ia habiskan di bioskop tadi.

—–

“Aku harap Raena tidak mencurigai apa-apa.” Taemin menyalak esok harinya. Ia memelototi Sungra yang dengan santainya menulis di buku seolah Taemin tak ada di depannya. “Lee Sungra, kubilang—“

“Aku mendengarmu dengan cukup jelas, tuan Lee.” gadis itu memotong. “Sekarang, tolong bergeser sedikit supaya aku bisa menulis soal-soal di sana. Sana, pergi. Kau pikir badanmu itu kecil?”

Adegan yang kurang-lebih sama; istirahat makan siang dan hanya ada mereka berdua di kelas. Taemin, yang frustasi setengah mati karena khawatir Raena percaya kalau Sungra benar-benar kekasihnya, dan Sungra, yang sama sekali tak ambil pusing soal apa yang terjadi. Baginya, kumpulan huruf di papan tulis jauh lebih menarik daripada Taemin –setidaknya untuk saat ini, ketika hal terakhir yang ingin ia tanggapi adalah amukan laki-laki itu.

Bila sorot mata Taemin bisa memancarkan api, atau kilat, atau sinar laser, Sungra pasti telah gosong terpanggang, dan betapa Taemin ingin melakukannya sekarang. Yah, tidak sampai gadis itu mati, paling tidak cukup untuk menakuti dan membuatnya fokus pada apa yang akan ia ucapkan setelah ini. Sayangnya ini bukan film science fiction, jadi ia hanya bisa memancing perhatian Sungra dengan mengetukkan jarinya ke meja. Laki-laki itu tahu apa yang bisa membuat Sungra terganggu; salah satunya, suara yang mengganggunya saat tengah fokus pada sesuatu.

“Pengganggu.” Sungra bahkan tak mengalihkan tatapan padanya, hanya melengos sambil kembali menghadap buku. Taemin mengacak-acak rambut, mengumpat dalam hati, kemudian beranjak keluar kelas dengan langkah-langkah selebar-lebarnya. Lengkap dengan aura mematikan yang siap membuat siapapun merinding.

Lee Taemin sedang bad mood, dan siapapun yang mengganggu akan kena cakar.

so-superbly-sorry because i couldn’t do any update last week ;;____;; seminggu kemarin pra-UN sampai mabuk soal, hahahaha. dan maaf kalau pendek dan sangat tidak jelas m(_ _)m. maret-pertengahan april ini mungkin bakal jarang update, maaf. kalau mau curcol(?), minggu ini saya uprak, minggu depan ujian sekolah, masih dilanjutin pra-UN tahap empat *mati. semoga nggak ada yang keberatan, hehehehe. thanks! ^^

Advertisements

10 thoughts on “[Double-Trouble] #20 | Another Trouble”

  1. “Kejahatan memang harus ditegakkan, begitu mungkin motto hidup Taemin.” dunno why but in a second wajah Taemin di kepalaku tergantikan wajah Bu Triwik. Yeah, inspirasi dapat di mana saja, isn’t it? Semangat Pra-UN kakak unyuuuuu~~~ :3 lovelove<3 ._.

  2. ini taemin apa-apaan sih, tiba-tiba moodnya jadi senggol-bacok gitu hahahah… tapi itu epic banget waktu di bioskop. mendingan pulang deh serius, kalo jadi sungra, sabar ya sungra-ssi… biasanya bakal manis di akhir kok #plak
    huaaa semangat yaa yang mau UN… upraknya juga semoga berhasil semuaaaa ^_^ goodluck dan semoga sukses aufaaaa….

    1. dia lagi PMS *digebuk*
      iya, sungra itu… sebenernya udah gatel pengen pulang tapi gaenak sama rae-_- takut kena bacok tae juga kayaknya *eh
      iyaaa~ wuaaaa makasih ^^

  3. wah sungra kasihan banget slalu jadi korban. aku pengen dia jadi egois bener2 deh hehehehe
    keren-keren.

    1. noprob. some really-really-really hectic days we had this week, jadi saya memaklumi :3
      tae terkena imbas bu triwik(?). yeaaaaaah. jongin could fit in that side very well ._. jadi bingung mau jadiin dia bad boy atau good boy ._.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s