[Double-Trouble] #25 | But, Really…

Title: But, Really…
Genre: again, i don’t know.
Rating: PG-13
Character: Kim Jongin, Lee Taemin, OCs
Length: ~750 words

Ada yang salah dalam pikirannya, Raena menyadari, saat ia melihat Taemin duduk di depannya di meja yang sama dengan kemarin, bukannya Jongin.

“…jadi kemarin aku mendapat nilai sempurna di olimpiade, dan… eh, apa cake-nya enak?” wajah Taemin berubah menjadi Jongin begitu laki-laki itu menusukkan garpunya di cake di piring Raena, tanpa sengaja menimbulkan dentingan nyaring karena logam itu terantuk keramik putih piring.

“Apa?” Raena balas bertanya. Jongin menunjuk cake yang tersisa separuh. “Enak?” ulang laki-laki itu. Raena mengangguk singkat kemudian kembali sibuk dengan remah cokelat yang ada –memangnya ia harus menjawab apa lagi?

“Kau tadi melamun, ada apa?”

Sendok Raena terhenti di udara. Ia menatap Jongin, Jongin balas menatapnya –tidak tajam, tetap santai seperti biasanya, tapi seperti ada sedikit tuntutan di sana. Tuntutan bagi Raena untuk bercerita –atau mungkin sedikit melakukan pengakuan dosa?

Raena menggeleng pelan, kembali memfokuskan tatapan ke piring di depannya. Jongin tidak menuntut lebih lanjut, tapi kalau saja Raena mau memandang Jongin untuk melihat ekspresinya, pasti ia tak akan melewatkan ekspresi tidak yakin yang ditampakkan laki-laki itu.

—–

“Menurutmu aku harus memaksanya bercerita, atau aku hanya perlu mendorongnya dengan sindiran, atau tidak sama sekali?”

Sungra berhenti memainkan pena. “Tunggu. Kita sedang membicarakan siapa?”

“Raena, tentu saja.” Jongin mendengus di seberang telepon. “Jadi?”

Gadis itu membiarkan Jongin menunggu ketika merasakan de javu saat Jongin bertanya barusan. Ia memang pernah mengalami hal ini juga sebelumnya… tapi Taemin yang cerewet menanyainya bermacam hal hingga ia muak. Yang dulu memenuhi kotak masuk pesan singkatnya dengan pesan-pesan tak penting tentang bermacam hal, kebanyakan soal Raena, atau hanya kalimat semacam ‘aku bosan’, ‘aku lapar’, ‘aku ingin membunuh Jongin kapan-kapan’ dan sebagainya. Sekarang?

Sungra tersenyum miring, membatin kalimat jadi ini rasanya dibuang, sebelum suara Jongin menariknya dari arus benak yang membawanya entah ke mana. “Kau tahu, aku tidak meneleponmu hanya agar tagihan teleponku boros tanpa mendapat manfaat apa-apa.” Jongin berkata dan Sungra bisa menangkap sedikit jejak jengkel dalam kalimat Jongin, jadi ia cepat-cepat menjawab, “Um, mungkin… jangan memaksa? Raena tidak suka dipaksa bercerita soal apapun.”

“Oh. Oke.” meski terdengar sedikit ragu, setidaknya Jongin mau percaya. “Ng… bagaimana… Taemin?”

“Apanya yang bagaimana?”

“Kau tidak… yah, marah padanya? Kau tidak berniat mencari tahu seperti apa yang kulakukan pada Raena? Mengonfrontasinya?”

Sungra ingin tertawa sekaligus menangis karena, ya, ia memang ingin melakukan itu, tapi ia jelas tak punya hak untuk tiba-tiba menginterogasi Taemin lalu melarangnya pergi dengan Raena. “Tidak. Untuk apa?”

“Dia kekasihmu—”

“Ya Tuhan, Jongin.” gadis itu menjauhkan ponsel dari kepalanya dengan harapan bisa meredam tarikan napas dalamnya agar tak terdengar oleh Jongin. “Berapa kali aku harus mengatakan padamu kalau aku tidak punya hubungan apa-apa dengan kakak kembar…” sialan, “…mu itu?”

“Lalu kenapa kau tiba-tiba jadi dekat dengannya akhir-akhir ini?”

“Kau juga tiba-tiba dekat denganku, kan?”

“Itu… karena Raena, tapi tidak tepat begitu juga…”

“Yah, maka motif Taemin bisa dibilang sama denganmu.” Sungra memotong dengan kata-kata yang terasa seperti racun di lidahnya. Ia ingat pernah sepakat merahasiakan hal ini dari Jongin dan Raena, tapi Sungra saja ragu Taemin masih mengingat janjinya. Itu pun bila Taemin ingat Sungra pernah membantunya.

Belum sempat Jongin bertanya lebih lanjut, Sungra mematikan ponselnya, menyimpannya di laci dan mengunci pintu laci rapat-rapat. Sudah cukup.

—–

Skenario yang kurang-lebih sama entah kenapa sering terulang akhir-akhir ini. Raena yang mengajak Jongin pergi, Jongin menolak dengan alasan sibuk entah oleh kegiatan apa, kemudian Taemin datang dengan aura dan ekspresi wajah ‘Kau mau pergi? Aku juga! Bagaimana kalau kita pergi bersama? Astaga, ini kebetulan yang sangat bagus, bukan?’. Atau Raena sedang berada dalam kesulitan dan Taemin tiba-tiba muncul entah dari mana sambil menawarkan bantuan. Lama-kelamaan Raena hampir tidak merasa bingung lagi tiap Taemin melakukannya –meminjamkan buku, mengantarkan pulang, menemani ke tempat-tempat yang sejatinya ingin Raena kunjungi dengan Jongin, mengajari pelajaran yang Raena tidak paham, dan sebagainya, dan sebagainya, dan sebagainya. Termasuk juga tiba-tiba memenuhi kotak masuk ponsel Raena dengan pesan-pesan yang sama tidak pentingnya dengan yang ia kirim pada Sungra.

Jadi, ketika tiba-tiba Raena terkikik sambil menatap layar ponselnya saat ia dan Sungra sedang menonton ulang drama kesukaan Raena di laptop Sungra, si pemilik laptop sempat salah menyimpulkan sesuatu.

“Jongin?”

“Bukan, Taemin,” Raena menjawab, masih tertawa sendiri. “Kau sering berkirim pesan singkat dengannya, kan? Ternyata Taemin orang yang lucu, aku baru tahu, kukira dia menyebalkan karena sikapnya yang sok tampan itu, haha.” kemudian tatapan Raena kembali ke layar ponsel di tangannya, sepenuhnya lupa akan drama yang ditayangkan di layar laptop. Sungra yang memutuskan untuk menghentikan video di laptopnya, separuh karena ia memang tak tertarik dari awal, dan separuh lagi karena ia ingin menggunakan alasan mengembalikan laptop ke kamar untuk menjauh dari Raena –dan Taemin– sejenak.

Advertisements

10 thoughts on “[Double-Trouble] #25 | But, Really…”

  1. for god’s sake, kim rae… gila, gila ini kerjaannya taemin yaa ckck. tapi masa aku ngerasanya rae kaya kena hukum karma gitu. dulunya mati-matian ngejauh dari taem and vice versa, taunya sekarang… sekarang… hmmmmmmm… aaaa~ it’s getting too complicateeeed >,<

    ga bisa nebak, ga bisa nebak entar jadinya mau dibawa kemana cinta segibanyak ini hahahah.. dan itu kenapa jongin masih bilang sungra pacaran sama taemin -_- hahaha.
    p.s: itu pesan buat sungra dari taem random bener.. "aku ingin membunuh jongin kapan-kapan" -_____________-
    ditunggu lanjutannyaaaa ^^

    1. ya ampun ini komennya bisa ngalahin ffnya :))
      iyaaaa, taemin akhirnya berhasil menarik perhatian raena –sebenernya asal si taemin nggak ganjen-ganjen amat harusnya raenanya nggak bakal menjauh, kok. jangan bilang-bilang taemin ya *eh
      karena jongin masih percaya padahal udah dibilangin beribu kali sama sungra. sampai sungranya bosen-_-
      padahal harusnya kan jongin yang pengen ngebunuh taemin, ya XD
      siaaaap~ thanks for your comment :3

  2. Yes~ dan saatnya kembali ke hukum rimba dimana ‘siapa yang kita hindari akan menginvasi diri kita suatu saat’. menunggu keputusan hati dan otaknya Rae, balik ke Jongin kah atau malah mblayang ke Taemin kah. Just wait and see~~~~~~~~~

    1. yeah right! XD
      um. let her choose. semoga raena nggak khilaf. doakan saja ya 😉
      anyway sesuai request sungra muncul lagi. tuh, kan, dia kalau muncul pasti kebagiannya galau. #26 dia mau dimunculin nggak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s