[Drabble] First Step

Title: First Step
Genre: romance, fluff (bunch of fluff)
Rating: PG
Character: Do Kyungsoo, OC
Length: 632 words

A/N this is basically a (failed attempt of) word-vomit, a heap of fluff adorned with clichéd romance, something that will make you throw up because it’s disgusting. for real. i’ve warned you because this might kills.

 

i.

Pagi diawali oleh guncangan pelan di bahu, tatapan mata yang masih digelayuti sisa-sisa kantuk, bisikan-bisikan selamat pagi yang sulit terdengar dan rengekan agar dibiarkan tidur lima menit lagi. Interaksi yang kadang diimbuhi ciuman-ciuman malas serta belitan posesif lengan di pinggang.

Pagi berarti secangkir kopi dengan dua sendok gula serta tiga sendok krim untuk Kyungsoo, dan satu gelas susu dingin dari kotak karton di kulkas untuk Kyorin. Pagi ditandai jukstaposisi lembaran-lembaran koran edisi baru di atas meja makan karena Kyungsoo tidak suka bekas-bekas kehitaman yang ditinggalkan tinta percetakan murahan.

Pagi bagi keduanya berakhir setelah Kyorin merapikan dasi sekaligus kerah kemeja Kyungsoo yang disetrika buru-buru dan Kyungsoo menutup pintu depan dengan sebuah kecupan singkat dan janji pulang lebih awal.

 

ii.

Siang hari hampir tidak pernah sama. Kyungsoo menelepon Kyorin di jam-jam tak lazim menjelang makan siang, bicara dengan nada antusias saat mengajaknya makan di restoran yang baru dibuka atau mencoba kedai makan rekomendasi teman-teman kantornya. Kadang Kyorin yang menyuruh Kyungsoo pergi ke tempat pilihannya, diam-diam sudah memesankan meja untuk dua orang.

Kyungsoo sering kali datang dengan sebatang bunga dalam genggaman–anyelir, krisan, lili putih, mawar merah, yang nantinya akan ia selipkan di telinga Kyorin sebelum mereka berpisah setelah makan. Kyorin jarang datang dengan tangan kosong karena hampir tiap hari Kyungsoo melupakan sesuatu, mulai dari sapu tangan hingga thumb drive berisi data-data penting. Kyungsoo hanya meringis bila Kyorin menatapnya (pura-pura) kesal, meminta maaf dengan rayuan yang membuat wajah gadis itu makin berkerut karena Kyungsoo si kuno memakai kalimat-kalimat yang efektif pada wanita-wanita paruh baya di masa kini.

Kyungsoo kembali melontarkan janji pulang lebih awal. Kyorin hanya menyunggingkan senyum sambil melambaikan tangan sebelum berjalan ke halte bus terdekat.

 

iii.

Biasanya Kyorin telah jatuh tertidur di depan televisi setiap Kyungsoo pulang. Lampu-lampu selain kamar tidur dipadamkan, sedangkan televisi dibiarkan menyala, nyala layar berpendar menerangi ruang tengah yang gelap.

Kyorin terbangun begitu langkah-langkah Kyungsoo mengguncang tubuhnya, refleks menyeimbangkan diri dengan mengalungkan lengan di leher Kyungsoo. Ia menggeleng tiap Kyungsoo membisikkan kata maaf karena pulang terlambat, dan balik berucap mendesak Kyungsoo makan malam setelah mandi. Ia berkeras bahwa tidak, ia tidak mengantuk, dan Kyungsoo bisa bersantai dengan tenang sementara Kyorin menghangatkan makanan.

Pada akhirnya Kyungsoo tidak pernah menepati janji, tapi di benak Kyorin tak sekalipun terbersit niat untuk mengusiknya.

 

iv.

“Kau tidak muak karena aku terus berjanji tapi tidak pernah menepatinya?”

“Tidak, kenapa?”

“Aku selalu ingkar janji. Kau harusnya sudah sejak lama menyuruhku berhenti menjanjikan hal yang tidak-tidak. Harusnya aku tidak membuatmu menunggu hingga tertidur di sofa.”

“Janjimu bukan omong kosong, kau hanya belum punya kesempatan untuk memenuhinya, kan? Dan, Kyungsoo, aku sama sekali tidak keberatan tidur di sofa, maupun menunggumu selesai makan malam. Lagipula drama terbaru yang sedang tayang bagus sekali; aku tidak mau melewatkan satu episode pun.”

“Tapi—”

“Bagaimana kalau aku bilang aku tidak biasa tidur sendirian?”

 

v.

“Aku akan pulang cepat hari ini,” Kyungsoo berkata setelah mengecup singkat kening Kyorin, jari bergerak lincah merapikan poni Kyorin yang tertiup napasnya.

Kyorin tidak menanggapi lebih lanjut, hanya tersenyum sambil menggumamkan pesan agar Kyungsoo berhati-hati di jalan.

 

vi.

Tidak ada pesan singkat dari Kyungsoo untuk mengajak Kyorin makan di luar.

Kyorin menghabiskan siang dengan memasak menu makan malam, sedikit rasa heran menelusupi benaknya ketika ia menumis bumbu stew daging favorit Kyungsoo.

 

vii.

Ketika Kyungsoo mendekapnya dari belakang saat ia masih sibuk menghangatkan sup di kompor, Kyorin hampir-hampir menumpahkan seisi panci ke kaki mereka berdua.

 

viii.

Drama favorit Kyorin belum ditayangkan di televisi saat Kyungsoo menyelipkan selingkar perak di jari manis tangan gadisnya.

 

ix.

“Kau dipromosikan?”

“Ya. Dan promosi berarti…”

“Kau tidak perlu bekerja di jam lembur?”

“Seratus untuk Jang Kyorin!”

 

x.

Pagi ini dimulai oleh Kyungsoo dengan menyandingkan kedua tangan mereka di bawah larik-larik sinar matahari pagi yang menembus celah-celah tirai, serta senyum kecil Kyorin saat mengamati kilau keperakan dari pantulan cincin di jari tangan mereka berdua.

 

end.

Advertisements

8 thoughts on “[Drabble] First Step”

  1. sebenernya aku udah baca ini dari kemarin pas di waiting room nunggu boarding pulang ke jakarta, dan aku harus senyum-senyum sendiri ngumpet-ngumpet biar ga dikira aneh-aneh sama orang-orang samping kanan-kiri hahaha…

    what i can say, what can i saaaay…. let kyungsoo live happily ever after with his beloved wife deeh… :3 dan ini unyu maksimal seriuuuus..
    buat lagi kaya gini yayayaaaa /request/ lalu dirudal haha… >.<

    1. uwaaaaaa anak rantaunya pulaaaaang /eh/ iya sih, baca fluff itu harus diam-diam. nanti dikira macem-macem (atau dikepo ibu-ibu sok tau wuahahahaha *abaikan)

      masih fiancee kok :3 *eh* uwaaaaaa makasiiiih, thank youuu, gomawooooo T_T
      kalau ada ide ya XD atau mau request siapa sama siapa? :3

  2. Kyungsooooooooo i love you XD uda di showtime bikn speechless ini di fanfict bikin senyum-senyum sendiri
    ah ini paduan bumbunya(?) pas antara cast, alur, bahasa dan EYD :d
    good job nak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s