[Indonesian-Translated] Anterograde Tomorrow (Prologue: Daisies)

Title: Anterograde Tomorrow (Prologue: Daisies)
Author: changdictator
Translator: leesungra
Pairing: kaisoo, broken!lukai
Rating: R (currently pg-13)
Genre: Romance, Tragedy, slight!angst
Length: three-shot (Prologue/3)
Summary: Kyungsoo tertahan dalam jam sementara Jongin terus-menerus memohon agar detik-detik waktu tak lekas berlalu, karena waktu terhenti bagi mereka yang tak bisa mengingat dan melarikan diri dari mereka yang tak bisa tertinggal kereta terakhir menuju rumah.

note from translator: this. is. all. absurdity. i can’t translate the words properly (and i think i can’t deliver the message well and i’m horribly awkward on the rated scenes), but… ugh, let’s give it a try. this is my first translating work, hope it don’t kill you that much. helps are very much welcomed! ;;

.

Sinar matahari perlahan memasuki mimpi Kyungsoo, kemudian terbiaskan menjadi sesuatu yang dingin dan terasa asin dan –sepertinya- melibatkan tumit yang terbenam ke garis batas antara laut dan pantai. Ia berbalik—pasir yang basah tadi tiba-tiba berubah menjadi kain-kain dingin.

Ketika ia membuka mata, kerumunan camar dan gradasi biru tergantikan oleh langit-langit yang terlalu rendah beberapa meter, sebuah jendela kecil di ujung kamar tidur sempit, dan lembaran parket yang mulai mengelupas di bawah karpet usang. Ini kamarnya, meski tak persis sama dengan kemarin, karena beberapa sticky notes warna hijau tertempel di tempat-tempat yang Kyungsoo tak ingat pernah melekatkan di sana. Warna kedua dari teks-teks berwarna-warni dan diagram, angka dan tanggal. Semilir angin menyingkap tirai dan melambaikan ujung-ujung note-note di dinding, memainkan melodi di tengah nada-nada samar dari kertas yang seolah bertepuk tangan.

Suasana ini asing tapi tidak aneh, layaknya ada sesuatu yang telah terjadi sekali kemarin dan sekarang telah tergelincir hilang dari memorinya. Mungkin ada hari di antara hari ini dan kemarin. Mungkin sebenarnya ada lebih dari satu hari. Entah bagaimana, ia tak perlu membaca catatan-catatan itu untuk tahu bahwa mereka akan menyebutkan berapa hari yang telah berlalu, dan apa yang harus ia lakukan hari ini.

Tapi yang paling menarik perhatiannya adalah titik-titik note kuning di antara lautan warna hijau, beberapa tergeletak begitu saja di lantai dan meja dan selembar melekat di bantal di sebelahnya. Tulisan tangan yang tertuang di catatan itu berbeda. Tak tercantum tanggal. Hanya kata-kata.

Kyungsoo perlahan bangkit, berpegangan pada nakas saat ia beranjak dari ranjang seperti biasa. Karpet yang menggelitik ketika diinjak kaki telanjang, aroma kopi pagi yang diseduh tercium dari café di lantai bawah, dengan lembut mengisi rongga dadanya. Ia mengambil sticky note kuning yang melekat di bantalnya. Terbaca, “Namamu–Do Kyungsoo. Kau mengidap kecenderungan kehilangan memori jangka pendek, ante-sesuatu amnesia, jadi kau tak akan mengingat apa yang terjadi tadi malam. Tapi aku akan membantumu mengingatnya kembali.”

Dan satu lagi, di bantal di sebelahnya, “Aku menyandarkan kepala di bantal ini dan melingkarkan lengan di pinggangmu semalam. Namaku Kim Jongin. Aku memanggilmu hyung. Kemarin, kau mencintaiku. Hari ini kau akan mencintaiku lagi.”

Ia melangkah mundur, mata melotot dan mulut setengah terbuka. Tumitnya menginjak catatan yang lain. “Di sini, kau melepas pakaianku.”

“Di sini, aku melepas pakaianmu,” tertempel di dinding, tepat di atas catatan hijau yang berbunyi, ‘Mijin tidak lagi menyediakan kue beras–05/05/2008′

Beberapa inci di sebelahnya, ada selembar lagi yang berkata, “Dan di sini aku mendorongmu ke dinding dan menciummu dengan kasar (aku tak begitu yakin, semalam suasana di sini gelap) dan kita memutuskan untuk melakukannya.

Di meja, tertempel, “Kau duduk di sini, kakimu menggelantung dari ujung meja. Aku menempatkan telapak tanganku di lututmu dan kau membungkuk lalu menciumku lebih dulu.”

Permukaan peti panjang di ujung kasurnya: “Kita membicarakan soal ballet. Kau menggumamkan sebaris nada dan jari-jariku melakukan arabesque di sini (karena langit-langitmu terlalu rendah dan aku tak ingin kepalaku terbentur, kau mengerti?), grand jeté di lantai, fouetté en tourant lalu sissonne di punggung tanganmu. Pas de valse dengan cepat di sepanjang lenganmu, dan kau tersenyum.”

Di balik pintu kamarnya: “Aku bersandar di sini dan membaca sticky notes hijau-mu sementara kau berkeliling dan membersihkan kekacauan-kekacauan tak terlihat. Tiba-tiba terlintas di pikiranku bahwa mereka terlihat seperti rumput, dan hamparan rumput sangat membosankan bila tidak dihiasi bunga daisy. Jadi, kuharap kau suka warna kuning?”

Dan ketika ia membuka pintu, selembar lagi mengenai keningnya: “Dan inilah Kim Jongin. Ucapkan halo padaku?”

Kyungsoo menengadah, tatapan ragu-ragunya menelaah kontur orang di depannya–tulang selangka yang tajam, kulit kecokelatan, rahang tegas. Satu milimeter demi satu milimeter. Dorongan untuk membanting pintu dan menelepon polisi karena ada orang asing di apartemennya dan orang asing ini telah menulis pesan-pesan mengerikan untuknya tiba-tiba menghantamnya.

Denyutan kuat dan rasa pening membuat kepalanya terasa ringan dan isi perutnya bergolak. Ia tidak bisa merasakan jemarinya, atau lututnya, dalam hal ini. Tapi semuanya kembali normal–hampir seratus persen–ketika tatapannya berhenti di cengiran bodoh dan sepasang mata yang berkilat-kilat.

“Hai, hyung,” kata Jongin, ujung-ujung bibirnya turun, meski sikapnya masih lembut. Suaranya kedengaran baru, tentu saja, dan Kyungsoo tidak bisa mengingat dengan persis kapan ia pernah mendengar suara itu sebelumnya–bila pernah.

Tetap saja, rasanya sangat natural ketika ia membalas senyuman Jongin dengan ucapan “Halo,” pelan, dan entah bagaimana setiap suku kata terasa pas di lidahnya–barangkali karena ia telah mengucapkannya ribuan kali. Barangkali karena mereka memang ditakdirkan untuk bersama.

.

Part One

Advertisements

23 thoughts on “[Indonesian-Translated] Anterograde Tomorrow (Prologue: Daisies)”

  1. Wait, sebelum aku baca, ini ada satu pertanyaan dari aku. KENAPA MUSTI ANTEROGRADE TOMORROW?!
    Ini fic pertama yang bikin aku nangis, sebenernya. Dan semua hal yang berhubungan sama Anterograde Tomorrow itu selalu bikin aku nyesek. Dan reaksiku waktu liat title yang di atas, “YA AMPUN?! ANTEROGRADE LAGI? GAK BISA INI, ENGGAK BOLEH!” Ditambah sama teriak-teriak enggak jelas dan slight cursing. Abis hati ini enggak pernah kuat untuk Anterograde Tomorrow. Hati ini terlalu rapuh.
    Mari kita baca~

    1. And, that’s it. Aku udah baca dan rasanya jantungku mau copot. Kalo aku enggak inget buat nafas sekarang, aku mungkin bakal nafas waktu aku udah selesai nulis comment kali, ya?

    2. kenapa antero? ada yang searching translation AT di google, masuk stats-ku, kemudian kepikiran ‘kenapa nggak ditranslate aja?’ gitu. ehehehe *dibunuh
      KOK KITA SAMA. AKU NANGIS KEJER BACA INI. BANJIR.
      (is it inappropriate to laugh at ‘hati ini terlalu rapuh’?)
      maaf karena sudah menarikmu ke jurang anterograde tomorrow lagi. but eventually i enjoyed re-reading it (though i still teared up at some points) and i hope you do, too ^^

  2. AAAAAAA ;A; saya tersesat dan namplok di blog ini. DAN YA LUHAAAAN/apadeh/ anterograde tomorrow diterjemahin ke bahasa! Sesorang tolong tendang saya ke exo-planet! AH rasanya pengen nangis pelangi saking senengnya /jingkrak-jingkrak/
    terjemahanya bagus dan nggak kaku,ngalir gitu bacanya; sangat ditunggu part 1nya, SEMANGAT!!

  3. iseng iseng nyari Anterograde Tomorrow versi bahasa Indonesia dan akhirnya nemu juga
    SENENG BANGEET!!!! AKHIRNYA ADA TRANSLATE.ANNYA JUGA~~~~
    Nyesek banget bacanya, udah baca yang ingrris sih tapi pengen aja baca versi Indonesia (random)
    wah, makasih ya udah di translate-in~
    aku nunggu part 1 loh, FIGHTING!!!! YEAY!!!

  4. annyeonghaseyooo~ perkenalkan reader baru, namaku anna, bangapseumnida^^ /bow/

    /pelukauthor-nim/ /dijitak/ makasih banyak makasiiiiiiiiiihhh~ udah mau ditranslate ke indo, kalo boleh cerita aku udh (berusaha) baca ini cerita dan…/hening/ nangis ngeraung2 gaje di kamar ada 2 hal yg bkin nangis, pertama ceritanya yg sungguh T_T menyayat nadi(?) dan kedua b.inggrisku yg stuck macet hingga miss dibeberapa part oh author ff ini sungguh bkin aku nangis gila pas baca english vers.nya dan sekarang indo vers.nya mungkin aku bkalan bneran minum pil penenang tiap malem..

  5. Authooooor, nikah yuk *plok *digampar
    Asli makasih banget udah mau translate-in ini ff.
    kemarin baca yang english ver. nya sampe nangis gelindingan di kamar, ya… walau sedikit gak fokus karena harus nyari beberapa arti kata di kamus. -_-
    oke thor ditunggu trans part berikutnya

  6. auhtorrrr terimakasih sudah mau mentranslatenyaaaa:”)
    ff nya kampret banget emang:””)))
    author plis lanjutin post nya donggggg. Aku sama sekali belum baca yg aslinya karna aku ga jago english:( ayo author!!^^

  7. Terima kasih author karena udah mentranslate ini ke bahasa Indonesia :’)
    sempat baca yang english, tapi rada gag ngerti ._.
    Anterograde tomorrow memang daebak!

  8. annyeooong….. reader baru…. bangabsemnida^^
    WOW! saya bingung mau comment apa. sebenernya aku baca ff ini rekomendasi dari temen. dan pas baca summary langsung kerasa kalo ff ini pasti bagus banget. dan keadaan kyungsoo bikin aku bingung ==a
    aku harus baca part selanjutnya!

  9. permisi, aku udah penasaran sama anterogate tomorrow. makasih makasih makasih, ternyata ada yang sudah mentransletkan. aa terima kasih. aku kesini buat ambil yang positif aja kok, yang negatif ya sudahlah. 🙂

  10. Mau nanya, fanfic yg aslinya (english) ada di mana ya? Mau tau sypa pengarangnya and ceritanya tetap no.1 buat gue! 😀

  11. Annyong..
    Reader baru d blog ini, salam kenal. Terdampar setelah baca postingan di salah satu grup line dan tidak menyesal karenanya. Izin baca 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s