[Drabble] Glorious Smiles and the Pains Behind Them

Glorius Smiles and the Pains Behind Them
Wu Yifan, Zhang Yixing, Lu Han, brief mentions of Kyungsoo and Junmyeon and Jongin (EXO); friendship, comedy; PG-13 (for some profanities); 846 words

Because friends are meant to help each other, right, Yifan?

No, no, don’t you dare touch me with those filthy hands of yours!”

Jangan salahkan Junmyeon bila selembar kertas besar bertuliskan aspirasi-aspirasi penuh emosi tiba-tiba telah melekat di pintu kamar Yifan dan Lu Han. Salahkan Yifan yang baru saja membangunkan sebagian besar penghuni asrama dengan suaranya yang entah bagaimana caranya bisa melengking setinggi itu.

(“Be a prefect, they say. Good place for you to learn how to manage people, they say,” keluh Junmyeon untuk kesekian kalinya pada Jongin. Jongin hanya melenguh pelan, kemudian berbalik badan dan memejamkan mata.)

Uh, guys, tone it down, please? Somebody’s trying to get some sleep over here,” seseorang berkata dari ruang sebelah–Kyungsoo, sepertinya tengah menggerutu dengan wajah menempel ke bantal, bila tebakan Lu Han benar. Biasanya tebakannya selalu tepat, tapi kali ini ia tengah sibuk mengkonfrontasi Yifan yang meringkuk di sudut ruangan, tangan tersilang di depan dada sebagai tindakan preventif atas apapun yang akan dilakukan Lu Han.

C’mere, Wu, man. I’m not trying to kill you–I’m just going to put this stethoscope’s membrane upon your chest and–”

Hell no!”

Lu Han menghela napas, sebelah earpiece stetoskopnya menggelantung begitu saja bersama dengan si kepala logam, “Listen, you damned big baby. Why won’t you help this amazing roommate of yours to practice his skills on using stethoscope?”

You can always do that with Yixing, or maybe Junmyeon who wills to help almost everyone,” Yifan mendengus, “And objection, you’re not amazing at all.”

Lu Han mengerucutkan bibir. Sama sekali tak mempan bagi Yifan. Lalu Lu Han memulai orasinya lagi, “Yixing’s busy with many things–” dan Yifan memotong, “With what, studying? No way in hell.”

Lu Han mendecakkan lidah seolah Yifan baru saja mengatakan pernyataan paling bodoh di dunia ini, “He’s busy practicing some skills too, idiot.

Then you guys can go and study and practice whatever-those-skills you need to master, right?” ah, bagaimana Yifan kadang merasa apa yang dibutuhkan Lu Han supaya ia bisa menghadapi hidupnya dengan lebih baik adalah pikiran yang logis dan terarah. Terutama ketika melihat mata Lu Han mendadak berbinar dan menatap Yifan seolah roommate-nya itu adalah penemu paling jenius di dunia ini lantaran berhasil menemukan solusi untuk masalah yang tengah ia hadapi (oh, I’m indeed a genius! begitu sugesti yang selalu diulang Yifan setiap pagi sebelum ia berangkat ke kampus,). Orang macam apa yang tak pernah berpikir tentang adanya sesuatu bernama, ‘belajar bersama dengan teman dari disiplin ilmu yang sama’? Mungkin Lu Han salah satunya. Yifan menarik kembali ucapannya tentang kemungkinan Lu Han lebih pintar dari Yixing–sepertinya mereka berada di kasta yang sama; jauh, sungguh jauh di bawah Yifan. Setidaknya dalam hal mendasar seperti bagaimana-kau-harus-hidup-normal-seperti-orang-orang-pada-umumnya.

Mungkin isi buku-buku tebal Lu Han sudah mendistorsi cara pikirnya. Yifan tak peduli. Yang penting baginya sekarang adalah ia telah lepas dari ancaman mengerikan Lu Han dan stetoskopnya–siapa yang bisa menjamin Lu Han tak akan (entah sengaja atau tidak) mencekik lehernya dengan tube stetoskop keparat itu? Tidak ada. Tidak ada. Dan Yifan tak ingin mati dengan cara seperti itu, sangat tidak heroik. Mati karena kelelahan meng-code sebuah software yang bisa menyelamatkan dunia atau menciptakan kedamaian terdengar jauh lebih keren daripada mati tercekik tube stetoskop oleh seorang pre-med major sok tahu. Ha.

Ia tak mempedulikan Lu Han yang tiba-tiba saja telah sibuk menelepon Yixing, tak mendengarkan percakapan yang terlontar di antara keduanya, juga tak memperhatikan Lu Han yang sibuk membuka-buka halaman buku catatan kuliahnya sebelum membuka pintu kamar mereka. Apapun yang terjadi, itu bukan urusannya–

Hi, Yifan!”

Balasan Yifan terhenti di kerongkongan ketika ia berbalik dan mendapati Yixing berdiri di depan pintu, dengan senyum polos dan sepasang lesung pipit, membawa sekotak penuh berbagai peralatan metal yang Yifan yakin sangat berbahaya bagi keselamatannya bila dipegang oleh Lu Han dan Yixing di ruangan yang sama dengannya. Jadi Yifan menelan ludah dan lekas-lekas berdiri, “Oh, hi, Yixing, I’ll get going now, have some projects I have to finish with Jong

“Jongin is still sleeping, courtesy to Junmyeon!” nada suara cerah Yixing sama sekali tak terdengar menyenangkan bagi Yifan. Apalagi ketika ia melihat isi kotak yang dibawa Yixing–

We’re going to study about reflexes right now for some pre-tests before the practical session, mind to help us, pal?”

Uh, benarkah yang tengah digenggam oleh Lu Han–dengan wujud lembut senyuman setan di bibirnya–adalah sebuah versi mini palu karet?

—–

So apparently Lu Han and Yixing passed their tests with flying colors.

And Yifan?

Well…

Ouch, ouch, it fucking hurts!”

Kyungsoo mendengus, “Serves you right for waking someone up in the dawn.” katanya, memindahkan kompres dingin di tangannya ke memar lain di area lutut Yifan. “So what did they do to you now?”

Yifan menggeleng, teringat kembali akan bagaimana Yixing dan Lu Han membutuhkan waktu sangat lama untuk menemukan ligamen di lututnya. ‘Sangat lama’ dalam artian benar-benar lama dan mereka terus menekan-nekan tempat itu dengan palu karet.

Oh, ralat, bukan menekan. Memukul.

Sesuatu yang menjelaskan alasan di balik luka-luka ungu kecil di sekitar lutut Yifan sekarang.

Kening Yifan kembali berkerut ketika Kyungsoo menekan terlalu keras, “Stop, it’s getting worse!”

Such a crybaby,” Kyungsoo memutar bola matanya, dengan sengaja menekan satu luka memar Yifan keras-keras hingga laki-laki itu memekik kencang.

end.

note: okay, this AU is really really really fun to write. i’m planning to do more of this, but i can’t promise anything. :3

Advertisements

15 thoughts on “[Drabble] Glorious Smiles and the Pains Behind Them”

    1. I… got a spot again. /cries dramatically/
      I’m kind of scared to meet you guys (you neechan, and dirah, and urfa, and others) now. what if luhan and yixing are you guys in real life??? /shivers/
      poor yifan 😄
      oh, and kyungsoo’s part is ‘sweet’~ the best!

      1. but it’s just a spot?._.
        well… actually… we tried to (playfully) stab each other with the pointy end of the anthropometer we used yesterday 😄 *abaikan*
        because, well, he’s the most bully-able(?) person lest his stern face. :))
        as usual. kyungsoo’s the devil in disguise. i can’t let go of that image of him.

  1. ugh, lemme kiss you. dunia butuh lebih banyak au macem gini, sumpah. aku dr kemarin ribut melulu di twitter pengen ngebaca doctor!au, hospital!au atau apalah pokoknya au yg berhubungan dg medical thingy, to the extent mungkin followerku udah pada gedek baca updatean aku, but now i found this my life is complete thank you :’)

    1. medical/doctor!au emang jarang banget ditemukan ( _ _)/|| padahal they’re kind of interesting. T_T
      kalau yang ini sih doctor!au nggak jadi._. it’s more of a college!au, i think~ ahaha xD
      thanks for reading~ ^^

      1. dan aku akan jadi orang pertama yg angkat gelas champagne tinggi tinggi (dan pasang baliho segede caleg pilkada kalo perlu) kalo kamu mau melestarikan fic macem gini oh god dunia butuh lebih banyak fic jempolan macem kaya gini~

        1. this kind of fic can only be written when ideas struck dan aku bisa langsung nulis sampai selesai, but that’s sort of a rare thing to happen to me ;;____;;

  2. tuhkan tuhkan, lagi ngubek-ngubek blognya kakak ketemu yang beginian lagi ;;;www;;; kak aufaaaa aku suka banget aku ketawa ngakak bayanginnya. seru kali ya kalo sekampus sama si yixing dan luhan hahaha two thumbs up, kak!

    1. IH GILA MAU BANGET DONG SEKELOMPOK TUTORIAL SAMA YIXING SAMA LUHAN HAUAHAHAHAHAHAHAHA /dihajar/ UH ASIK BANGET PASTI LUHAN BISA DIGANGGUIN PAKAI CADAVER GITU /eh/
      weheeee makasih yaaa udah bacaaaaaaaaaaa 😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s