[Drabble] Irises

Irises
Wu Yifan, brief mention of Zhang Yixing (EXO), OC; not-so-subtle romance; G; 225 words.
note: dumb.

Expressionless bastards do have feelings. You only have to search for it somewhere between the layers of their eyes.

Ada dua hal yang sering dilewatkan orang-orang dari mata Yifan, menurut Lira. Satu, bahwa tatapan tajam Yifan kerap berganti, meski hanya sejenak, menjadi lebih lembut bila ia sedang berhadapan dengan benda-benda yang sangat ia jaga, dari peralatan hingga jubah hijau berat yang selalu tersampir di bahunya dalam setiap perjalanan.

(Kadang Lira merasa dirinya sudah gila karena sangat ingin Yifan menatapnya dengan tatapan yang sama, hanya padanya.)

Dua, Yifan mungkin tidak pernah tersenyum–jarang, karena ia kadang tertawa bila tengah mengobrol dengan Chanyeol–, namun ekspresi itu sangat hidup di matanya. Begitu pula dengan raut lain–sedih ketika mendengar berita buruk, amarah yang jarang ia ledakkan, kebanggaan yang tak pernah berlebihan ia tunjukkan. Garis-garis wajahnya yang keras bisa menutupi segala macam perasaan yang laki-laki itu rasakan, tapi tidak dengan matanya.

(Jangan tanya kenapa Lira dapat membaca Yifan semudah itu–practice makes perfect, hanya itu yang bisa Lira jelaskan.)

Stop staring at me like that, Li,” suara Yifan terdengar kemudian. Lira tergeragap, buru-buru menunduk dengan mulut menggumamkan kata maaf. Yifan mendengus, kembali mengalihkan tatapannya pada peta yang tertempel di dinding tanpa memperhatikan wajah Lira yang sekarang serupa udang rebus. Beruntung Yixing memilih momen itu sebagai waktu yang tepat untuk memasuki ruangan dan perhatian Yifan segera teralih pada strategi yang langsung ia diskusikan dengan pria itu–setidaknya Yifan tak perlu terus-menerus mengajak Lira bicara ketika gadis itu sedang tak bisa mengatur raut mukanya.

end.

or maybe you’d like to read a continuation of this drabble.

Advertisements

17 thoughts on “[Drabble] Irises”

  1. “Expressionless bastards do have feelings. You only have to search for it somewhere between the layers of their eyes.” <– sumpah aku cinta kata-kata ini hehe, terlebih buat seorang wu yifan yang kadang-kadang lost sama dunianya sendiri terus diluarnya itu dia kadang ga pasang ekspresi apa-apa hm -_-
    btw Lira-nya kenapa lucu sih ahahaha. practice makes perfect iya banget kalo mau mempelajari mukanya si yifan ini ahahaha. xD

    1. SOALNYA ‘an eye is the window to a person’s feeling’ KAN HAHA. iya banget, kris itu kalau sudah sok cool dan, um, kayak jaga image itu… rasanya… minta dilempar pakai pisau atau apa gitu lah pokoknya. haha.
      baca ekspresi yifan memang butuh latihan khusus kayaknya :)) ahahah thanks for reading~ /hugs you/

  2. apaan. diksinya mah oke. krisnya apaan. disitu keterlaluan keren masa. dulu aku juga punya pemikiran kaya gitu soal kris, tapi efek showtime – bikin pandangan aku tentang kris berubah total; sekitar 360 derajat *itu mah namanya puter balik bego. Ya, overall sih aku suka, itu settingnya di kelas gitu ya kak? Masih murid sekolah gitu si wu yifan dan omfg, tertawa saat mengobrol dengan chanyeol – aish. *dan anehnya dia cemburu. WAAAAAAAK SINGKAT PADAT JELAS DEH. GA BUTUH WAKTU LAMA BUAT MENCERNA tapi, – need a sequel karena kayanya menurut aku karakter OCnya sama Kris di sini bakal cocok banget – pasti nanti bakal kondang kaya kyuhyun-chayoungnya antarirts. SUKAAAA BANGET.
    Itu aja sih kak, pertimbangin sekuel, soalnya kemistrinya bagus bangeeeeeeeeet xD suka sama OCnya.
    flawless banget diksinya, rada berasa sastra juga tapi :’)

    1. MAAF YA INI KOMENNYA PASTI UDAH DEBUAN.
      MACAM APA KRIS KEREN HELU KAMU DELU YA HAHA /dihajar/ exost memang pembongkar segala aib dari logat medok sampai macam beginian ini lah. ah bukan ini bukan school life hehe tbh ini disadur dari manga/anime sih latarnya cuma berhubung aku belum selesai nonton (SAMPAI SEKARANG, MACAM APA) jadi belum ada bayangan mau dibawa kemana *tsah*.
      yak dan ini memang semacam prolog gitu CUMA MANA SIH CERITA UTAMANYA, MANA. nah itu masalahnya cerita utamanya ga jalan-jalan heol. wah aku belum baca itu OTL nanti coba aku cari~
      makasih sudah baca yu yu yu~~~

  3. tunggu aku malah ga begitu ngerti di sini loh setidaknya Yifan tak perlu terus-menerus mengajak Lira bicara ketika gadis itu sedang tak bisa mengatur raut mukanya.

    emang gimana sik jelasin dong, maklum aku lagi fractura hepatica jadi males mikir /alesan doang/

    1. fractura hepatica kenapa nih bukan gegara si yixing kan ya. hmm jadi sih kan yixingnya masuk tuh trus yifan jadi teralihkan perhatiannya (?) ke tuan zhang yixing. demikian. /eh

      nuwun lho \o/

  4. halo, aufaa? aku reader baru di blog kamu, sering denger nama kamu juga dari putri hehe. well, nama aku nisa 92l hehehehe salam kenal ya

    aku suka banget sama gaya nulis kamu yg lugas. singkat padat dan jelas. keren banget. hahahaha.
    berhubung aku bias yifan, duh baca fic ini berasa lagi dikasih surprise ulang tahun (eaaak) narasinya waw….seolah yifan adalah makhluk Tuhan paling indah, dan aku bisa apa hiks (lebay mode:on)

    pokoknya ini keren banget, keep writing.

    1. /insert stiker james mimisan/ hahaha iya, halo kaaaaak ^^ salam kenal juga \o/

      aduh wah apa sih haha /lalu salting/ makasih kak huhuhuhuhu aku nggak tahu harus bilang apa lagi……… ( _ _)
      EH INI ULANG TAHUN BENERAN GA SIH? KALAU BENERAN MET ULTAH YA KAK HOHOHO /lempar yifan/ /dihajar/

      makasih sudah baca, kak~ \o/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s