[Drabble] Memento

Memento
Kim Junmyeon (EXO), OC; fluff; G; 639 words
note: all cliched. all fluff. all cavity-inducing shits. don’t wanna know.

prized as anything, every memento is worth the effort spent.

You’re home,

Junmyeon menengadah, secara otomatis tersenyum ketika tatapannya bertemu dengan Ta. Gadis itu duduk di kursi makan, kaki terlipat di bawah tubuhnya dan sebelah tangan menopang dagu sementara tangan lainnya memainkan touchpad, entah apa yang tengah ia lakukan dengan notebook di hadapannya. Mug besar hadiah dari Junmyeon diletakkan begitu saja di tepian meja, sangat rawan tersenggol–jejak-jejak kecokelatan kopi, itu yang Junmyeon dapati di dalam mug itu ketika ia memindahkannya ke tengah meja sebelum duduk di kursi seberang. “And you’re awake,” laki-laki itu membalas, mulai membuka mantel tebal yang sedikit basah oleh salju. Ia mengusap-usap matanya dengan ujung jari, melenguh pelan ketika merentangkan lengannya ke atas dan sendi-sendi di tulang belakangnya menimbulkan bunyi krak keras. Ya Tuhan.

Thanks to these shitty lab reports. Rough day, huh?” Ta bertanya, kilap matanya seolah berkata kubilang-juga-apa-kau-tidak-perlu-lembur-setiap-hari dari balik lensa tebal kaca mata. Junmyeon mengedikkan bahu, “It was. Everything’s better when I see you,” katanya, lalu mengaduh kesakitan saat Ta menendang tulang keringnya di bawah meja. Ia tak melewatkan gumaman Ta soal pergeseran otak akibat terlalu banyak beban pekerjaan ketika gadis itu kembali menekuri coretan-coretan hitungan elektroda, mau tak mau tersenyum saat mendengarnya.

Junmyeon sungguh tak menyesal sudah menolak ajakan koleganya untuk minum-minum selepas jam kerja bila selalu disuguhi pemandangan seperti ini setiap ia sampai di rumah; Ta, duduk santai di kursi makan, sebelah kaki menggelantung dari ujung kursi dan sesekali bersentuhan dengan kaki Junmyeon karena ia ayun-ayunkan mengikuti irama lagu yang mengalun dari notebook sambil terkantuk-kantuk merevisi laporan laboratorium yang harus ia kumpulkan tengah malam ini. Tangannya tenggelam dalam lengan sweater kebesaran, sesekali mengetik kalimat demi kalimat dengan cepat atau…tunggu, bukankah itu sweater Junmyeon yang tengah gadis itu pakai?

Go eat–‘ve made some. Warm it by yourself, can you?” kata Ta sambil menguap, menutupi mulutnya dengan lengan sweater yang terlalu panjang. Junmyeon terdiam–ia yakin wajahnya sudah merah padam sekarang. Efek Ta terlalu kuat baginya dan Junmyeon tahu ia tak akan pernah bisa mengatur ekspresi wajah serta vasa-vasa darah di wajahnya bila ia berhadapan dengan Ta. Tak akan pernah.

Junmyeon tahu pasti karena Ta lagi-lagi menatapnya dengan tatapan itu, tatapan yang mewakilkan kalimat ‘apa aku sebegitu menariknya hingga kau tak bisa mengalihkan pandangan dariku?‘ yang tidak pernah terucap dari bibir gadis yang duduk di seberangnya, dilengkapi dengan seulas senyum mencela. Junmyeon melengos–Ta bisa membacanya dalam satu kali lirikan, sementara Junmyeon butuh waktu sangat lama sebelum menemukan halaman depan tempat ia harus mulai membaca Ta. Tiap kali ia menelisik lebih jauh, Ta akan menutup buku tanpa memberi kesempatan Junmyeon untuk menyelipkan pembatas atau melipat halaman, hingga Junmyeon harus memulai segalanya dari awal. Seolah-olah ia tak suka bila Junmyeon terus-menerus menekuri dirinya. Sulit dipahami, gadis itu. Dan Ta menikmati membuat Junmyeon kesulitan memahaminya.

Junmyeon beranjak dari kursi makan, menghampiri panci kecil di atas tungku kompor. Semur daging hangat terdengar cukup menyenangkan untuk menemaninya menemani Ta. “Have you eat, though?” pria itu bertanya ketika nyala api biru sudah mengenai dasar kompor, tangan meraih sumpit sementara matanya menatap Ta yang sudah setengah-terbangun-setengah-tertidur di depan notebook.

Of course I have, silly,” gadis itu terkekeh pelan, tangan yang tersembunyi dalam lengan sweater menopang dagu ketika ia balas menatap Junmyeon dari balik poni. “But a bit beef won’t hurt, I think. If you want to make one for me,” lanjutnya sambil meniupi anak rambut yang menusuk matanya. Junmyeon tertawa, membatalkan niatnya menyuruh Ta memotong poni yang sudah terlalu panjang. Ta yang seperti ini sudah cukup baginya, lebih dari cukup.

—–

You are aware of the fact that you’re wearing my sweaters, aren’t you?

Of course, idiot. How can I not notice,” Ta melambaikan lengan sweater di depan wajah Junmyeon, “If these sleeves keep on bugging me? I have to fold them up over and over again. Stupid sleeves.

Junmyeon tersenyum.

Aren’t you the stupid one? Or maybe I am, as I have stupidly fallen for another idiot I treasure the most.

end.

note: idk if boys like it, but i do find oversized sweaters EXTRA-CUTE in any given circumstance.

Advertisements

5 thoughts on “[Drabble] Memento”

  1. YES YOU’RE RIGHT ABOUT THAT OVER-SIZED THING ahahaha xD
    you, you never fail to amaze me about fluffy thing like this, sumpah yaa. aku dari dulu susah bayangin junmyeon di ff, apalagi kalo ada OC ceweknya. paling gampang bayangin dia di ff kalo lagi di bully sama member lain *iya, fika jahat*
    dulu aja pas nulis junmyeon sama OC cewek rasanya susaaah bgt dapetin feelnya, but disini engga. yey akhirnya hahaha.
    and somehow, the name ‘Ta’ sounds super, triple cute for me. Ta – Junmyeon. aakkkk i can really ship them as couple from now x))

    1. NAH KAN SIAPA SIH YANG NGGAK SUKA. kayaknya aku kepengaruh anime-anime gitu ya ampun aku harus gimana *eh*
      …soalnya beginian doang aku bisanya. bunuh-bunuhan nggak bisa dramatis. kalau angst kurang membunuh. ya sudah x'( haha but i’m glad that you could get into the feel easily~ itu nggak jahat, like seriously junmyeon itu karakter bully-able sepanjang masa selain si mr. oh-i-can-draw-well yifan. huahahahahahahaha.
      dan dan dan makasih sudah bacaaaaa x’3

  2. Ini Ta, Ta yang coba bunuh diri, yang aku goblok-goblokin itu? Guess what, kayaknya aku mulai suka karakter dia. Dan, Joonmyun! Enggak tau kenapa, tiap ada fic yang masukin si abang jadi maincast-nya, aku selalu ngerasa tulisan itu spesial. Kaya, katakter Joonmyun di dunia fic itu udah karakater yang dibentuk alami dipikiran reader dan bahkan waktu pertama kali aku baca fic tentang si abang aku ngerasa kalo dia itu ‘beda’.
    Dan, ini fic-nya asik banget. Saya suka fluffy things. Dan, soal sweater kebesaran itu kayaknya tipikal banget ya, di dunia ff. Hahaha. Tapi pendapat Ta tentang repotnya pake sweater kebesaran bikin ngakak asli! Aku enggak habis pikir, kenapa enggak ada yang pernah mikir gimana repotnya pake sweater kebesaran? Itu epic!
    Overall, tulisannya kece badai kayak biasanya!
    Ppyeong~

    1. nama sama, beda AU. hahaha. soalnya sudah malas cari nama lain, sudahlah, pakai nama yang ada wae (~’_’)~
      HAHA ENTAH KENAPA AKU BEGITU KALAU BERHADAPAN DENGAN FANFIC KYUNGSOO. either itu kyungsoo jadi si manusia lemah lembut atau sekalian devil in disguise, semua bisa masuk jadi karakter si manusia mata belo it ;A; /kemudian fangirling /salah/
      …dan dunia anime/manga romance. meski kalau karakter kayak Ta, sih, lebih ke dia malas berantakin lemari untuk cari baju dan akhirnya ambil yang paling atas. hahahaha. karena kadang orang mengabaikan kenyamanan demi merasa cute.
      thank youuuu~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s