[Drabble] Coast to Coast

Coast to Coast
no chara~; angst. yay. slice of life; G; 234 words

When the skies are blue,
I’ll see you once again,
My Love.

.

Ia bangun. Menggosok gigi, mencuci muka, mandi. Berganti pakaian dengan kemeja dan dasi. Menggoreng dua butir telur sambil memanggang empat lembar roti di toaster. Ketika ia berbalik untuk mengambil teko kopi dan dua cangkir, matanya bertemu dengan sepasang kursi kosong.

Hari ini, lagi-lagi, ia berangkat kerja dengan perut mual karena makan sarapan porsi ganda.

Dinding kubikelnya dipenuhi sticky note yang sepertinya kian hari kian bertambah hingga hampir menutupi lembar-lembar polaroid yang ia gantungkan dengan penjepit kertas pada seutas tali. Seperti biasa, ia menelusuri garis-garis tarikan bibir dalam lembar-lembar itu sebelum mulai bekerja. Kemudian salah satu rekan kerjanya menghampiri, menawarkan secangkir kopi sebelum berlalu dan menepuk pundaknya, lengkap dengan senyum iba, yang tak ia perhatikan, terulas di wajahnya.

Mencapai rumah yang kosong dan gelap dengan dua kantung belanja dalam pelukan, ia mendesah kesal. Lagi-lagi ia harus menghabiskan dua karton susu dalam seminggu, sendirian. Menyalakan lampu dan menata belanjaan ke rak dan lemari pendingin, ia mengecek papan kecil di dekat counter dapur yang biasa dijadikan tempat meninggalkan pesan sementara. Kosong, sama persis seperti saat ia berangkat tadi pagi.

Di penghujung hari, ia kembali berbaring di tempat tidur. Sepi. Dingin. Menatap separuh bagian yang kosong tanpa penghuni, tanpa sadar sudut-sudut matanya terasa panas, panas sekali.

Aroma khas itu sudah menguap hilang dari selimut dan bantal dan kasur kosong, bersama dengan senyum lebar serta sepasang bola mata yang menatapnya dari balik poni yang menyentuh alis.

.

But when?

end.

note: yes, it’s Westlife’s My Love. yes, it has nothing to do with the writing. yes, this is an indication of a miser’s life. yes.

Advertisements

17 thoughts on “[Drabble] Coast to Coast”

  1. ini dalem banget, implisit yg kamu tulis justru bikin kerasa banget penderitaan si ‘ia’, dan yah.. cukup paham perasaan kehilangan, dan kamu ngegambarinnya manis sekaligus nyesek :’) idk why, tapi aku ngegambarin si ia itu luhan xD nice writing anyway

    1. aduh luhaaaan </3 aku juga nggak ngerti kenapa tiba-tiba angsty begini…
      haha belum kok kak kalau masuk 'nice' hehehe *menghilang*
      anyway, makasih sudah baca ^^

  2. Alrternatif selain Westlife-My Love, Bruno Mars-When I Was Your Man, hahaha galau tingkat dewa boook.
    Kok situ galau mulu, tha? Sedang merasakan kehilangan kah?
    Abis sumpah, itu tulisannya angsty sekaliiih

    1. when i was your man yang dibilang kyungsoo cocok buat ngelamar cewek, bagus… (eh tapi emang galau bangeettt)
      nggak sih, kayaknya mood mem-fluff menghilang huahahaha. ah masa angsty banget? kurang berbumbu kurasa (?) *dibuang* kayaknya gegara kemarin habis baca hunhan sama baekris yang nggerus banget </3

  3. kak it’s so saaad! :”
    aku paham bagaimana si dia itu sangat kehilangan akan pasangannya, and he doesn’t want to forget about her, right?
    ini nyentuh banget. kakak dapet nyeritain tanpa harus narasi yg panjang. great job!

    oiya umur kita beda setaun, aku harus manggil km kak siapa? 🙂

    1. haloo ^^ makasih sudah mampir~
      iya, si tokoh lagi sulit move-on sepertinya. ada yang mau bantu? *eh…*
      nggak usah pakai kak juga nggak apa kok =)) (modus) (biar berasa muda) (abaikan)

  4. yes, and that kind of song selalu terasa nyesek. ini. nyesek. and nothing i can do about it. walaupun kamu ceritainnya mungkin kayak kebiasaan biasa ya, seseorang yang udah ditinggal sama orang yang penting gitu. tapi tapi penjelasan kecil kecilnya kayak temennya yang nepuk bahu terus ngasih senyuman iba, atau dua karton susu yang musti dihabisin dalam waktu seminggu, sama papan kecil di konter dapur yang kosong itulhooo aduuuh x’))
    nice writing aufaa d^^b

    1. padahal lagunya masih sebatas orang ldr lho dan ini udah pisah beneran :’)) aduh jangan bilang saya galau lagi ya, cukup beberapa orang aja yang suudzon habis baca ini hahaha xD
      makasih kak fikaaaaaaaaaa ❤

  5. dan ini my love, saudara-saudara….
    aku baru baca dua fanfic kakak. coast to coast ini sama glimpses tadi. dan kakak punya ide yang bener-bener out of box, plus diksi dan penulisan yang kelewat cantik, terus aku bisa apaaaaaa……

    angstnya terasa banget, gimana si ia masih melakukan kebiasaan-kebiasaan di saat ia masih ada pasangannya, tapi berakhir keinget kalo dia udah sendiri dan terpaksa menerimanya dengan pahit kayak sarapan dua porsi, susu dua kardus, dan sticky notes itu. hebaaaat! dan keep writing, ya kak aufaa!

  6. Dan ini salah satu lagu yang aku suka banget 😀
    dan ini ceritanya sedih Aufa, apalagi baian orang-orang tersenyum iba sama si “dia” dan dia pulang kerumah sepi, sesepi waktu ditinggal di pagi hari. uhhh nyesek 😦

    1. /kasih tisu/ hahaha aku juga paling suka lagu ini sih. dulu pernah denger terus kesel sendiri gegara ga tau judulnya, mau googling kok nggak denger liriknya. elah. susahnya hidup kalau hearing bahasa inggris jongkok banget.
      makasih udah baca ya kak~ X3

  7. When the fields are green i’ll see you once again my love yah kebayang jyoninixai nih (kalo sama jongin aja yang sedih sedih)(kalo sama junmyeon nyari enaknya aja) ah sesedih itu ya huft kasian banget jongin kamu harus makan porsi dobel gegara tokoh-tak-tersebutnya nggak di rumah 😦 sini aku aja yang nemenin jongin 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s