Tag Archives: Park Chanyeol

[Drabble] Jack and the Beanstalk

Title: Jack and the Beanstalk
Genre: comedy? friendship? gosh i don’t knooooooooooooooooooow.
Rating: G
Character: Park Chanyeol, Do Kyungsoo (EXO)
Length: 709 words
inspired by what happened in front of Grha Sabha Pramana UGM before the morning session of TOEFL test some weeks ago. i don’t even know why i wrote this and had the decency to post it here.

Continue reading [Drabble] Jack and the Beanstalk

[Bubble Tea] #1: Where it All Begins

Title: Where it All Begins
Genre: friendship
Rating: PG-13
Character: Oh Sehun, Kim Jongin, Byun Baekhyun, Park Chanyeol OC(s)

Sehun merasa cukup puas dengan berada dalam zona-teman-laki-laki-yang-cukup-dekat Sungra, yang meski tak hanya diisi olehnya –ada Jongin dan Baekhyun, jangan lupa–, tapi cukup bisa menjadi kedok yang menyelubunginya sebagai alasan tiap kali ia mendekati gadis itu. Mendekati, secara harfiah, yang berarti entah itu duduk di sebelahnya, makan siang bersama, apapun yang membuatnya bisa berada di dekat Sungra yang terlalu tak peduli untuk memahami adanya sesuatu yang berbeda yang dirasakan Sehun pada gadis itu.

Continue reading [Bubble Tea] #1: Where it All Begins

[Cafe Latte] #10.1 | The Day

Title: The Day
Genre: fluff, romance, friendship, family… angst *kemudian bingung sendiri
Rating: PG-13
Character: see tags :3

Sungra mengusap matanya yang sembap, kurang tidur. Pukul lima pagi sama sekali bukan waktunya untuk bangun, mengingat ia juga bukan seorang morning person dan jam biologisnya jelas-jelas menolak dibangunkan jam segini. Tapi mau bagaimana lagi jika sang eomma sudah -berusaha keras- membangunkannya dari tadi? Bisa-bisa akan ada kuliah umum subuh-subuh begini.

Suara dering ponselnya terdengar. Astaga, orang gila mana lagi yang menelepon orang lain jam segini?

Continue reading [Cafe Latte] #10.1 | The Day

[Cafe Latte] #9 | Losing My Mind

Title: Losing My Mind
Genre:
Rating: PG-13
Character: ._.

Keramaian di ruangan itu terhenti sesaat.

Pintu berat warna hitam dengan kaca persegi panjang di atasnya itu mengayun terbuka, kasar. Seorang laki-laki berwajah manis berkulit putih terang berjalan-setengah-berlari masuk, sayangnya wajah manisnya itu sedikit tertutupi rengutan. Dengan kekasaran yang sama, pintu itu kembali tertutup, menyisakan debaman keras yang sudah lebih dari cukup untuk membuat orang yang berada di sekitarnya terkejut. Jarang sekali si manager cafe bersikap seperti itu, menimbulkan sedikit pertanyaan di benak masing-masing orang soal apa yang telah membuat namja itu jatuh moodnya seperti sekarang ini.

Chanyeol, si tukang-pengambil-inisiatif-pertama yang kebetulan sedang menyerahkan daftar pesanan ke kru dapur, segera bertindak. Ia melangkah ke pintu yang memisahkan antara dapur dengan ruangan bos mereka kemudian mengetuknya pelan, “Baekhyun-a? Kau baik-baik saja?”

Continue reading [Cafe Latte] #9 | Losing My Mind

[Cafe Latte] #7 | Serious Symptoms

Title: Serious Symptoms
Genre: romance, friendship
Rating: PG-13
Character: …

“Lantai 5, 5.02. Lantai 5, 5.02…” gadis itu mengetukkan jari tangannya ke dinding aluminium lift, tak sabar menunggu lift itu sampai di lantai tujuannya. Sesekali ia merutuki betapa kurang cepatnya lift itu bagi orang yang sedang panik, sebagai contoh simpel, dirinya.

Ketika akhirnya lift terbuka, ia sempat terhenti sejenak. Kiri? Kanan? Tidak ada penunjuk arah di sini –harus dijadikan salah satu bahan kritik bagi manajemen rumah sakit ini– dan gadis itu tidak suka jika harus menggunakan metode gambling saat situasi sedang gawat -baginya- begini. Malas jika harus berbalik arah bila tebakannya ternyata salah mungkin lebih tepat.

“Kanan itu jalan menuju kebaikan!” desis gadis itu asal sambil mengambil langkah ke kanan. Lega karena ruang rawat inap pertama yang ia temukan bernomor 5.01 –berarti pilihannya tepat. Ruang nomor 5.02 terletak tepat di sebelah 5.01 dan Sungra sudah hampir membuka pintu itu jika saja tidak terdengar suara ramai dari dalam. Ada apa ini? Seperti bukan di rumah sakit saja kedengarannya. Lagipula, siapapun yang menjenguk itu memangnya tidak berpikir kalau mereka mengganggu pasien lain?

Continue reading [Cafe Latte] #7 | Serious Symptoms